• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Do

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Do"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

BAB I

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

1

1.1.1.. TTuujjuauan n PPrrakaktitikkuumm

Adapun tujuan praktikum Penentuan Kadar Oksigen Terlarut adalah : Adapun tujuan praktikum Penentuan Kadar Oksigen Terlarut adalah :

1.

1. MenMenganganalisalisa kadaa kadar oksigr oksigen terlen terlaruarut dalam sat dalam sampempel.l. 2.

2. MemahaMemahami analimi analisis kadar Osis kadar Oksigen ksigen TeTerlarut drlarut dengan mengan menggenggunakan munakan metodeetode Winkler.

Winkler.

1

1..22.. LLaannddaassaan Tn Teeoorrii

1.2.1. Pengaruh Buangan Limbah umah Tangga Terhada! 1.2.1. Pengaruh Buangan Limbah umah Tangga Terhada!

"ua#itas Air di Danau $a%ang "ua#itas Air di Danau $a%ang

Pendahu#uan Pendahu#uan

Air merupakan media transpor dari berbagai komponen Air merupakan media transpor dari berbagai komponen organisme dan bahan-bahan kimia termasuk limbah domestik organisme dan bahan-bahan kimia termasuk limbah domestik kotoran dapur! sisa makanan!

kotoran dapur! sisa makanan! greywater  greywater ! kontainer-kontainer plastik! kontainer-kontainer plastik  bekas dan bahan-bahan lainn"a sehingga menjadi

 bekas dan bahan-bahan lainn"a sehingga menjadi masalahmasalah lingkungan

lingkungan "ang umum "ang umum terjadi dan. terjadi dan. Permasalahan kualitas airPermasalahan kualitas air

tersebut men"ebabkan menurunn"a! produkti#itas! da"a dukung dan tersebut men"ebabkan menurunn"a! produkti#itas! da"a dukung dan da"a tampung dari sumber da"a air termask perairan danau.

da"a tampung dari sumber da"a air termask perairan danau.

$anau Ma%ang merupakan salah satu danau "ang berlokasi di $anau Ma%ang merupakan salah satu danau "ang berlokasi di Kabupaten &o%a "ang terbentuk se'ara buatan. (aat ini kondisi

Kabupaten &o%a "ang terbentuk se'ara buatan. (aat ini kondisi $anau Ma%ang diduga mulai ter'emar perairann"a oleh limbah $anau Ma%ang diduga mulai ter'emar perairann"a oleh limbah

(2)

domestik buangan rumah tangga berupa

domestik buangan rumah tangga berupa greywate greywater r ! sampah! sampah biodegradab

biodegradable/ le/ nondegradnondegradableable dan lain-lain sehingga berpengaruhdan lain-lain sehingga berpengaruh  pada kualitas air di $ana

 pada kualitas air di $anau Ma%ang tersebut.u Ma%ang tersebut.

Maka berdasarkan )akta tersebut! terkait ban"akn"a )ungsi Maka berdasarkan )akta tersebut! terkait ban"akn"a )ungsi danau seperti sumber air baku! sarana pari%ista! dan lain-lain! maka danau seperti sumber air baku! sarana pari%ista! dan lain-lain! maka menimbulk

menimbulkan an ide bagi ide bagi penelpeneliti iti untuk untuk mengadakamengadakan n penelitian penelitian didi $anau M

$anau Ma%ang a%ang sehingga sehingga diketahui diketahui tingkat tingkat pen'emaran pen'emaran "ang"ang terjadi sebagai

terjadi sebagai upa"a me%ujudupa"a me%ujudkan keman)aatan sumber da"a airkan keman)aatan sumber da"a air "ang berkelanjutan untuk kemakmuran mas"arakat dengan judul "ang berkelanjutan untuk kemakmuran mas"arakat dengan judul Pengaruh Buangan Limbah umah Tangga terhada! "ua#itas Pengaruh Buangan Limbah umah Tangga terhada! "ua#itas Air di Danau $a%ang

Air di Danau $a%ang..

Tinjauan Pustaka Tinjauan Pustaka

Air merupakan sumber da"a alam "ang memiliki )ungsi Air merupakan sumber da"a alam "ang memiliki )ungsi sangat penting bagi kehidupan dan perikehidupan manusia sangat penting bagi kehidupan dan perikehidupan manusia Kementerian *egara +in

Kementerian *egara +ingkungan ,idup! 21. Agkungan ,idup! 21. Air diperlukanir diperlukan untuk memajukan kesejahteraan umum! sehingga menjadi roda untuk memajukan kesejahteraan umum! sehingga menjadi roda  penggerak sekaligus modal dasar dala

 penggerak sekaligus modal dasar dalam )aktor utama pembangunan.m )aktor utama pembangunan. Oleh karenan"a! sumber da"a air harus tetap dilindungi

Oleh karenan"a! sumber da"a air harus tetap dilindungi

kelestariann"a agar tetap berman)aat dengan baik bagi manusia dan kelestariann"a agar tetap berman)aat dengan baik bagi manusia dan makhluk hidup lainn"a.

makhluk hidup lainn"a.

Air Danau Air Danau

Mutu air merupakan kondisi dimana kualitas air "ang diuji Mutu air merupakan kondisi dimana kualitas air "ang diuji atau diukur berdasarkan parameter-parameter tertentu dengan atau diukur berdasarkan parameter-parameter tertentu dengan

menggunakan metode tertentu sesuai peraturan perundang-undangan menggunakan metode tertentu sesuai peraturan perundang-undangan "ang berlaku. (edangkan standar kualitas air atau baku mutu air "ang berlaku. (edangkan standar kualitas air atau baku mutu air merupakan ukuran batas atau kadar /at! makhluk hidup! energi atau merupakan ukuran batas atau kadar /at! makhluk hidup! energi atau komponen "ang ada di dalam air. Ad

komponen "ang ada di dalam air. Adapun status mutu air apun status mutu air adalahadalah tingkat kondisi mutu air "ang menunjukkan kondisi 'emar atau tingkat kondisi mutu air "ang menunjukkan kondisi 'emar atau

2 2

(3)

domestik buangan rumah tangga berupa

domestik buangan rumah tangga berupa greywate greywater r ! sampah! sampah biodegradab

biodegradable/ le/ nondegradnondegradableable dan lain-lain sehingga berpengaruhdan lain-lain sehingga berpengaruh  pada kualitas air di $ana

 pada kualitas air di $anau Ma%ang tersebut.u Ma%ang tersebut.

Maka berdasarkan )akta tersebut! terkait ban"akn"a )ungsi Maka berdasarkan )akta tersebut! terkait ban"akn"a )ungsi danau seperti sumber air baku! sarana pari%ista! dan lain-lain! maka danau seperti sumber air baku! sarana pari%ista! dan lain-lain! maka menimbulk

menimbulkan an ide bagi ide bagi penelpeneliti iti untuk untuk mengadakamengadakan n penelitian penelitian didi $anau M

$anau Ma%ang a%ang sehingga sehingga diketahui diketahui tingkat tingkat pen'emaran pen'emaran "ang"ang terjadi sebagai

terjadi sebagai upa"a me%ujudupa"a me%ujudkan keman)aatan sumber da"a airkan keman)aatan sumber da"a air "ang berkelanjutan untuk kemakmuran mas"arakat dengan judul "ang berkelanjutan untuk kemakmuran mas"arakat dengan judul Pengaruh Buangan Limbah umah Tangga terhada! "ua#itas Pengaruh Buangan Limbah umah Tangga terhada! "ua#itas Air di Danau $a%ang

Air di Danau $a%ang..

Tinjauan Pustaka Tinjauan Pustaka

Air merupakan sumber da"a alam "ang memiliki )ungsi Air merupakan sumber da"a alam "ang memiliki )ungsi sangat penting bagi kehidupan dan perikehidupan manusia sangat penting bagi kehidupan dan perikehidupan manusia Kementerian *egara +in

Kementerian *egara +ingkungan ,idup! 21. Agkungan ,idup! 21. Air diperlukanir diperlukan untuk memajukan kesejahteraan umum! sehingga menjadi roda untuk memajukan kesejahteraan umum! sehingga menjadi roda  penggerak sekaligus modal dasar dala

 penggerak sekaligus modal dasar dalam )aktor utama pembangunan.m )aktor utama pembangunan. Oleh karenan"a! sumber da"a air harus tetap dilindungi

Oleh karenan"a! sumber da"a air harus tetap dilindungi

kelestariann"a agar tetap berman)aat dengan baik bagi manusia dan kelestariann"a agar tetap berman)aat dengan baik bagi manusia dan makhluk hidup lainn"a.

makhluk hidup lainn"a.

Air Danau Air Danau

Mutu air merupakan kondisi dimana kualitas air "ang diuji Mutu air merupakan kondisi dimana kualitas air "ang diuji atau diukur berdasarkan parameter-parameter tertentu dengan atau diukur berdasarkan parameter-parameter tertentu dengan

menggunakan metode tertentu sesuai peraturan perundang-undangan menggunakan metode tertentu sesuai peraturan perundang-undangan "ang berlaku. (edangkan standar kualitas air atau baku mutu air "ang berlaku. (edangkan standar kualitas air atau baku mutu air merupakan ukuran batas atau kadar /at! makhluk hidup! energi atau merupakan ukuran batas atau kadar /at! makhluk hidup! energi atau komponen "ang ada di dalam air. Ad

komponen "ang ada di dalam air. Adapun status mutu air apun status mutu air adalahadalah tingkat kondisi mutu air "ang menunjukkan kondisi 'emar atau tingkat kondisi mutu air "ang menunjukkan kondisi 'emar atau

(4)

kondisi baik pada suatu sumber air dalam %aktu tertentu dengan kondisi baik pada suatu sumber air dalam %aktu tertentu dengan membandingkan dengan baku mutu air "ang telah ditentukan. membandingkan dengan baku mutu air "ang telah ditentukan.

0erdasarkan PP *o. 2 Tahun 21 tentang Pengelolaan 0erdasarkan PP *o. 2 Tahun 21 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pen'emaran Air dan Pergub (ulsel Kualitas Air dan Pengendalian Pen'emaran Air dan Pergub (ulsel  *o. 3 Tahun 21 tentang b

 *o. 3 Tahun 21 tentang baku mutu dan kriteria kerusakanaku mutu dan kriteria kerusakan

lingkungan hidup! klasi)ikasi mutu air dapat digolongkan ke dalam lingkungan hidup! klasi)ikasi mutu air dapat digolongkan ke dalam empat kelas "aitu:

empat kelas "aitu:

a.

a. Kelas 4! "aitu air Kelas 4! "aitu air "ang peruntukann"a "ang peruntukann"a dapat digunakan undapat digunakan untuk airtuk air  baku air minum! dan atau peruntukan lain "ang mempers"aratkan  baku air minum! dan atau peruntukan lain "ang mempers"aratkan

mutu air "ang sama dengan kegunaan tersebut5 mutu air "ang sama dengan kegunaan tersebut5

 b. Kelas 44! "aitu air "a

 b. Kelas 44! "aitu air "ang peruntukann"a dapat digunakan untukng peruntukann"a dapat digunakan untuk  prasarana6sarana re

 prasarana6sarana rekreasi air! pembudida"aan ikan air ta%ar!kreasi air! pembudida"aan ikan air ta%ar!  peternakan! air untuk mengairi pertanaman! dan atau peruntukan  peternakan! air untuk mengairi pertanaman! dan atau peruntukan

lain "ang mempers"aratkan mutu air "ang sama dengan keperluan lain "ang mempers"aratkan mutu air "ang sama dengan keperluan tersebut5

tersebut5

'.

'. Kelas 444! "aitu air "ang Kelas 444! "aitu air "ang peruntukann"a dapat digunakan uperuntukann"a dapat digunakan untukntuk  pembudida"aan air

 pembudida"aan air ta%ar! peternakan! air untuk mengairita%ar! peternakan! air untuk mengairi  pertanaman! dan atau peruntukan lain "ang

 pertanaman! dan atau peruntukan lain "ang mempers"aratkanmempers"aratkan air

air "ang "ang sama sama dengan dengan kegunaan kegunaan tersebut5tersebut5

d.

d. Kelas 47! "aitu air "ang peruntukann"a dapat digunakan uKelas 47! "aitu air "ang peruntukann"a dapat digunakan untukntuk mengairi pertanaman! dan atau peruntukan lain "ang

mengairi pertanaman! dan atau peruntukan lain "ang

mempers"aratkan mutu air "ang sama dengan kegunaan tersebut. mempers"aratkan mutu air "ang sama dengan kegunaan tersebut.

Air Limbah Buangan umah Tangga Air Limbah Buangan umah Tangga

(umber utama limbah rumah tangga merupakan semua (umber utama limbah rumah tangga merupakan semua  barang buangan

 barang buangan "ang "ang berasal berasal dari dari rumah tangga! baik "angrumah tangga! baik "ang  berasal dari ka

 berasal dari kamar mandi! kakus! dapur! tempat 'u'i pakaian! mar mandi! kakus! dapur! tempat 'u'i pakaian! 'u'i'u'i

3 3

(5)

 peralatan rumah tangga! apotik! rumah sakit! dan lain-lain. Pada umumn"a! sumber buangan tersebut mengalir diatas permukaan tanah atau di sepanjang saluran drainase alami "ang pada akhirn"a akan bermuara ke badan air terdekat.

Indikator Pen&emaran Perairan

4ndikator "ang digunakan untuk menunjukkan terjadin"a  pen'emaran di lingkungan perairan pada penelitian ini! dapat

ditandai dengan melakukan pengamatan! diantaran"a:

1 Pengamatan se'ara )isik! "aitu pengamatan pen'emaran a ir  berdasarkan tingkat perubahan suhu! T(( dan T$(.

a' (uhu

(uhu "ang ada dalam suatu perairan mempengaruhi

 jumlah oksigen terlarut "ang ada didalam air! dimana oksigen ini dibutuhkan oleh organisme "ang hidup didalam air.

(uhu perairan dapat mengalami perubahan sesuai dengan musim! letak geogra)is suatu %ila"ah! sirkulasi udara! penutupan a%an! ketinggian dari permukaan laut! %aktu pengukuran!

kedalaman badan air dan lain-lain.

b' Tota# Padatan Tersus!ensi )Total Suspended Solid * T((' dan Tota# Padatan Ter#arut )Total Dissolved Solid * TD('

T(( dan T$( pada daerah permukiman! pada umumn"a kekeruhan "ang terjadi diperairan disebabkan oleh buangan  penduduk seperti dari sisa makanan dan buah! sisa kertas! dan

sisa kain bekas "ang akan menjadi bahan tersuspensi. (ementara itu! pen"ebab utama terjadin"a T$( adala h bahan anorganik  berupa ion-ion "ang umum dijumpai di perairan. (ebagai 'ontoh

(6)

air buangan sering mengandung molekul sabun! deterjen dan sur)aktan "ang larut air! misaln"a pada air buangan rumah tangga

2 Pengamatan se'ara kimia%i! "aitu pengamatan pen'emaran air  berdasarkan /at kimia "a ng terlarut dan indikator kimia "ang

digunakan.

a' !H

 *ilai p,  Potensial of Hydrogen menggambarkan derajat asiditas dan alkalinitas dari suatu larutan! terutama sebagai

indikator kualitas air. (elain itu! nilai p, men'irikan keseimbangan antara asam dan basa dalam air tersebut .

b' NH+

 *,8 berasal dari hasil penguraian protein oleh organisme  pembusuk "ang berasal dari makhluk hidup! seperti tumbuhan

dan he%an "ang telah mati. (elain itu! juga dapat berasal dari nitrogen "ang berada dalam kotoran dan air seni serta limbah "ang berasal dari buangan limbah domestik.

&' D,

(umber oksigen terlarut berasal dari adan"a arus atau aliran air! baik melalui air hujan! di)usi oksigen! serta akti#itas )otosintesis oleh tumbuhan air.

(7)

d' B,D

Pengukuran parameter 0O$ didasarkan pada kemampuan mikroorganisme untuk menguraikan sen"a%a organik! "ang

 berarti bah%a han"a sen"a%a "ang mudah diuraikan se'ara  biologi saja limbah domestik rumah tangga "ang akan

mengalami proses penguraian. (ementara untuk sen"a%a kimia kompleks lainn"a akan sangat sulit bahkan tidak bisa diuraikan oleh mikroorganisme.

e' -,D

Pengujian parameter 9O$ dilakukan sebab t erkadang masih ban"akn"a /at organik "ang tidak mengalami penguraian se'ara biologis se'ara 'epat berdasarkan pengujian 0O$ lima hari "ang dilakukan! akan tetapi sen"a%a- s en"a%a organik tersebut 'enderung tetap menurunkan kualitas perairan "ang ada.

' Tota# /osor

0entuk utama dari )os)or dalam limbah 'air domesti' adalah )os)or organik! ortho phos)at.

g' Nitrat

(en"a%a nitrat ini berasal dari proses oksidasi

sempurna sen"a%a nitrogen di perairan dan bersi)at mudah larut serta stabil.

(e'ara alami kadar nitrat biasan"a rendah! namun apabila kadarn"a berlebihan! maka dapat men"ebabkan permasalahan  pen'emaran lingkungan "ang dapat dipengaruhi dari buangan

(8)

(tatus $utu Air Danau

(tatus mutu air adalah kondisi mutu air "ang

menunjukkan kondisi 'emar atau kondisi baik pada suatu sumber air dalam %aktu tertentu dengan membandingkan terhadap baku mutu air "ang ditetapkan.

9ara "ang digunakan untuk melakukan penilaian terhadap status mutu air "ang bersi)at temporal atau suatu %aktu! diantaran"a ialah metode "ang disajikan dalam

Keputusan Menteri *egara +ingkungan ,idup *o. 11 Tahun 28! tentang Pedoman Penentuan (tatus Mutu Air! "aitu dengan Metoda 4ndeks Pen'emaran P45 dan dengan menggunakan metode Water Quality Index- Development Of  Environtment Mala"sia W;4-$O< Mala"sia.

a. $etode Indeks Pen&emaran )PI'

Merupakan metode penentuan status mutu air "ang digunakan untuk menentukan tingkat pen'emaran relati) terhadap parameter kualitas air "ang dii/inkan. Adapun nilai 4ndeks Pen'emar tersebut dapat ditentukan dengan 'ara:

1 pilih parameter-parameter "ang jika harga parameter rendah maka kualitas air akan membaik5

2 pilih konsentrasi parameter baku mutu "ang tidak memiliki rentang5

(9)

8 hitung harga 9i6+ij untuk setiap parameter pada setiap lokasi pengambilan sampel5

= a. jika nilai konsentrasi parameter "ang menurun

men"atakan bah%a tingkat pen'emaran meningkat! misal $O! tentukan nilai teoritik atau nilai maksimum 9im misal untuk $O! maka 9im merupakan nilai $O jenuh. $alam kasus ini nilai 9i6+ij hasil pengukuran digantikan oleh nilai 9i6+ij hasil perhitungan! "aitu:

baru=

.. 1

 b. jika nilai baku mutu +ijmemiliki rentang

• Untuk Ci ≤ Lij rata-rata, maka digunakan persamaan :

baru=

(

2

)

• Untuk Ci > Lij rata-rata, maka digunakan persamaan :

baru=

(

3

)

'. jika terdapat dua nilai 9i6+ij "ang berdekatan dengan nilai a'uan 1!! misal 916+1j > !3 dan 926+2j > 1!1 atau  perbedaan "ang sangat besar! misal 986+8j > ! dan

(10)

 badan air sulit ditentukan. 9ara untuk mengatasi kesulitan ini adalah:

a Penggunaan nilai 9i6+ijhasil pengukurankalau nilai ini lebih ke'il dari 1!.

 b Penggunaan nilai 9i6+ij baru jika nilai 9i6+ijhasil  pengukuranlebih besar dari 1!. 9i6+ij baru > 1!

P.log 9i6+ijhasil pengukuran

P adalah konstanta "ang nilain"a ditentukan dengan  bebas dan disesuaikan dengan hasil pengamatan

lingkungan dan atau pers"aratan "ang dikehendaki untuk suatu peruntukan biasan"a digunakan nilai .  tentukan nilai rata-rata dan nilai maksimum dari keseluruhan

9i6+ij! 9i6+ij?dan 9i6+ijM.  tentukan harga P4 j

¿

Ci

/(

 Lij

)

¿

¿

 R

2

¿

¿

¿

¿

(11)

Tabe# 2.1 "#asiikasi E0a#uasi "ondisi Badan Air terhada! Ni#ai PI jdengan $etode PI

Ni#ai Indeks Pen&emaran "ondisi

 @ P4 j @ 1 Memenuhi 0aku

b. $etode I3D,E )ater ua#it4 Inde53De0e#o!ment o En0ironment' $a#a4sia

Merupakan metode penentuan status mutu air

internasional "ang telah disesuaikan dengan kondisi *egara Mala"sia melalui beberapa pen"esuaian sesuai dengan

karakteristik lingkungan dan klimatologi negaran"a! Metode ini 'ukup ban"ak digunakan oleh para peneliti "ang ada di

4ndonesia karena *egara Mala"sia memiliki karakteristik lingkungan! iklim! dan lainn"a "ang hampir sama dengan 4ndonesia.

Metode ini men"ederhanakan perhitungan stasus mutu air han"a dengan mengukur  enam paramater "aitu 0O$! 9O$! $O! amonia! T((! dan p, "ang dianggap men"ebabkan dampak perubahan habitat akibat polutan! ter'emarn"a air tanah  biomagni)ikasi! bioakumulasi! dan perubahan ekosistem.

(elanjutn"a se'ara berurut! keenam parameter tersebut dikon#ersi ke nilai-nilai subindeks masing-masing (40O$!

(12)

(49O$! (4$O! (4A*! (4((! dan (4P, dengan menggunakan  persamaan "ang sesuai dengan kadar hasil sampling.

,asil dari W;4-$O< tersebut selanjutn"a akan ditentukan indeksn"a berdasarkan Tabel 2.2 berikut. Tabe# 2.26Kelas Kela"akan Air berdasarkan W;4-$O< Mala"sia/

$etodo#ogi Pene#itian

Diagram A#ir "onse! Pene#itian

(e'ara sederhana! diagram alir konsep penelitian ini dapat dilihat pada &ambar 8.1.

11 Param

(13)

7ambar +.16 $iagram Alir Penelitian

8enis Pene#itian

Penelitian ini merupakan jenis penelitian e#aluati) terhadap kualitas air $anau <mbung Ma%ang "ang diduga ter'emar oleh limbah domestik buangan rumah tangga "ang berasal dari

 permukiman penduduk disekitar $anau.

Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengamatan se'ara )isik dan kimia terhadap sampel air "ang diuji. (elanjutn"a akan dianalisa untuk ditentukan status mutu airn"a mengingat ke'enderungan pen'emaran pada saat ini terjadi se'ara terus-menerus.

Lokasi Pene#itian

Pengambilan sampel penelitian dan pengukuran parameter se'ara in situ dilakukan di $anau Ma%ang Kelurahan Ma%ang

(14)

Ke'amatan (omba Opu dan Kelurahan ?omanglompoa Ke'amatan 0onto Marannu Kabupaten &o%a Pro#insi (ula%esi (elatan.

aktu Pene#itian

Pengambilan sampel air $anau <mbung Ma%ang untuk  pemeriksaan kualitas air dilakukan pada saat musim penghujan

tanggal 1 Bebruari 21 pukul .8 W4TA sampai selesai. (ementara itu untuk pengujian sampel air dilakukan di

+aboratorium 4lmu Kelautan dan Perikanan Cni#ersitas ,asanuddin. Po!u#asi dan (am!e#

Populasi dalam penelitian ini ialah keseluruhan air $anau Ma%ang di %ila"ah Kelurahan Ma%ang dan Kelurahan

?omanglompoa Kabupaten &o%a. Adapun sampel dalam penelitian ini merupakan stasiun pengambilan sampel air "ang dilakukan di lima titik pengamatan "ang dianggap representati).

9ariabe# Pene#itian

Adapun #ariabel penelitian "ang digunakan diantaran"a:

• (uhu

• T(( Total uspended olids • T$( Total Dissolved olids •  p,

• Amoniak *,8

• $O  Dissolved Oxygen

• 0O$  !iologi"al Oxygen Demand  • 9O$ #$emi"al Oxygen Demand% • Total Bos)or 

•  *itrat *O8-

(15)

$etode Pengambi#an (am!e#

Teknik Pengambilan sampel air $anau Ma%ang menga'u  pada (tandar *asional 4ndonesia (*4 33.:2 tentang Air dan

Air +imbah D 0agian  tentang metoda pengambilan 'ontoh air  permukaan ! dimana metode penentuan titik sampel "ang dapat

digunakan ialah menggunakan metode E sampling purposiveE! dimana tata 'ara pemilihan lokasi pengambilan titik sampel air berdasarkan adan"a beberapa pertimbangan "ang dilakukan oleh peneliti.

Adapun penentuan letak stasiun pengamatan dilakukan dengan menggunakan &P( &lobal Positioning ystem jenis &P(map =21s tipe &armin.

Titik koordinat dari lokasi pengambilan sampel air $anau Ma%ang dari setiap stasiun dapat dilihat pada Tabel 8.1 berikut.

Tabe# +.16  Titik Koordinat +okasi Pengambilan (ampel Air 

+okasi (tasiun Koordinat (tasiun Keterangan &aris +intang &aris 0ujur  (tasiun 1 (  12 != < 113 23 8!

(isi utara! dekat  pondok nela"an (tasiun 2 (  18 12! < 113 23 =!2 Tengah danau

(16)

(tasiun

8 ( 

18 28!= < 113 8

!

(isi timur! dekat  jalan beton

(tasiun ( 18 2!2< 1138(isi selatan! saluran

= 1!=

 outlet rumah tangga ke danau inlet limbah domestik (tasiun  (  18 !1 < 113 23 81! (ebelah barat! saluran outlet danu ke sa%ah

Pengambi#an (am!e# Air Danau

Metode pengambilan sampel air danau dilakukan dengan menggunakan metode grab sampling ! dimana sampel air diambil se'ara langsung pada suatu %aktu dari tempat tertentu badan air dengan tingkat ketelitian sampling relati) "ang mempun"ai bias 'ukup besar dan han"a menggambarkan kondisi %aktu saat sampel diambil saja.

Adapun prosedur teknis mengenai tata'ara pengambilan

sampel air "aitu menga'u pada (*4 33.: 2 tentang Air dan air limbah D bagian  Fmetode pengambilan 'ontoh air permukaanE.

Pada proses pengambilan sampel air! digunakan alat point  sampler tipe horisontal untuk mengambil 'ontoh air pada kedalaman

tertentu pada danau "ang relati) dalam.

(17)

Penga%etan (am!e#

9ara penga%etan sampel dan penimpanan 'ontoh uji air sebagaimana Tabel 8.2 berikut.

Tabe# +.2 G 9ara Penga%etan (ampel dan Pen"impanan 9ontoh Cji Air 

Ana#isa   Tem!at "e!er#uan Penga%etan   Batas Pen4im!anan

(uhu - - (egera dianalisis

- p, P!& (egera dianalisis 2 jam

$O &! botol 8   (egera = jam

9O$ P!& 1

Tambahkan ,2(O= sampai

= hari

T-Bos)at &A. 1

Cntuk)os)at Terlarut

disaring5(egera

= jam

 *itrat P!& 1   Tambahkan ,2(O= sampai

= jam

Hasi# dan Pembahasan Hasi# Pengujian (am!e#

(18)

Tabe# :.16 $ata ,asil Analisis Pengujian Kualitas Air $anau Ma%ang

> Tidak memenuhi baku mutu sesuai golongan "ang dipers"aratkan

umber ' (aboratorium Produ)tifitas dan *ualitas Perairan +a)ultas Ilmu  Peri)anan dan *elautan

,niversitas Hasanuddin- .01 

Penentuan (tatus $utu Air

Penentuan status mutu air pada penelitian ini didasarkan pada nilai metode 4ndeks Pen'emaran P4 dan Metode W;4-$O< Water Quality Index2Department of Environment . Adapun baku mutu air

17

(19)

"ang digunakan untuk metode P4 adalah menga'u pada lampiran Peraturan Pemerintah *o. 2

Tahun 21 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan

Pengendalian Pen'emar Air. 0erdasarkan hasil analisis pengujian kualitas air dengan menggunakan metode 4ndeks Pen'emaran dengan melihat standar baku mutu air kelas 8 sesuai Peraturan Pemerintah  *o. 2 Tahun 21! maka diperoleh nilai indeks pen'emaran

rata-rata "ang terjadi di $anau Ma%ang ialah !38 dengan kondisi ;$emenuhi Baku $utu )kondisi baik'<.

(ementara itu! hasil analisis pengujian kualitas air dengan menggunakan metode W;4-$O< Mala"sia! diperoleh nilai !88

dengan kisaran indeks ;bersih<

0erdasarkan penggunaan metode penentuan status mutu air diatas! dapat dilihat bah%a kondisi $anau Ma%ang masih dalam kondisi "ang baik meskipun diduga telah ter'emar akibat adan"a  buangan limbah rumah tangga "ang berada di beberapa ti tik di sekitar 

$anau Ma%ang. ,al tersebut diduga disebabkan adan"a si)at danau

untuk menetralisisr atau memperbaiki kondisi diri sendiri  self

 purifi"ation ketika pen'emaran lingkungan terjadi atau dengan kata lain da"a dukung lingkungan masih dalam kondisi.

(20)

Oksigen terlarut di suatu perairan sangat berperan dalam  proses pen"erapan makanan oleh makhluk hidup dalam air. Kondisi hipoksik "ang berlangsung terus-menerus sangat jarang terjadi dilapangan! tetapi penurunan kejenuhan oksigen pada saat-saat tertentu se'ara umum dapat terjadi. Oksigen terlarut $issol#ed OI"gen > $O dibutuhkan oleh semua jasad hidup untuk pernapasan!  proses metabolism atau pertukaran /at "ang kemudian menghasilkan

energ" untuk pertumbuhan dan pembiakan. $isamping itu! oksigen  juga dibutuhkan untuk oksidasi bahan-bahan organik dan anorganik 

dalam proses aerobik.

$O merupakan salah satu komponen utama proses

metabolisme organism perairan. 0eberapa )aktor "ang men"ebabkan rendahn"a $O didalam air limbah adalah suhu air! tekanan parsial oksigen diatmos)er dan kandungan garam. Kenaikan suhu air!

 peningkatan ion-ion terlarut dan kandungan (( serta kekeruhan "ang tinggi mempengaruhi penurunan kelarutan oksigen.

1.2.+. Ana#isis ,ksigen Ter#arut

Oksigen terlarut dapat dianalisis atau ditentukan dengan 2 ma'am 'ara! "aitu :

a. Metoda titrasi dengan 'ara W4*K+<?   b. Metoda elektrokimia

1.2.:. $etode ink#er

Metode titrasi dengan 'ara Winkler se'ara umum ban"ak  digunakan untuk menentukan kadar oksigen terlarut. Prinsipn"a dengan menggunakan titrasi iodometri. (ampel "ang akan dianalisis

(21)

terlebih dahulu ditambahkan larutan Mn9l2 dan *aO, D K4! sehingga

akan terjadi endapan MnO. $engan menambahkan ,2(O=  akan ,9l

maka endapan "ang terjadi akan larut kembali dan akan juga membebaskan molekul iodium "ang eki#alen dengan oksigen terlarut. 4odium "ang dibebaskan ini selanjutn"a dititrasi dengan larutan standar natrium tiosul)at dengan menggunakan indikator kanji.

1.2.=. "e#ebihan dan "e#emahan $etode ink#er

Penentuan oksigen terlarut $O dengan 'ara titrasi

 berdasarkan metoda W4*K+<? lebih analitis apabila dibandingkan dengan 'ara alat $O meter. ,al "ang perlu diperhatikan dalam titrasi iodometri ialah penentuan titik akhir titrasin"a! standarisasi larutan tiosul)at dan pembuatan larutan standar kaliumbikromat "ang

tepat.$engan mengikuti prosedur penimbangan kaliumbikromat dan standarisasi tiosul)at se'ara analitis! akan diperoleh hasil penentuan oksigen terlarut "ang lebih akurat. (edangkan penentuan oksigen terlarut dengan ,J 2= 'ara $O meter! harus diperhatikan suhu dan

salinitas sampel "ang akan diperiksa. Peranan suhu dan salinitas ini sangat #ital terhadap akurasi penentuan oksigen terlarut dengan 'ara $O meter. $isamping itu! sebagaimana la/imn"a alat "ang digital!  peranan kalibrasi alat sangat menentukan akurasin"a hasil penentuan.

0erdasarkan pengalaman di lapangan! penentuan oksigen terlarut dengan 'ara titrasi lebih dianjurkan untuk mendapatkan hasil "ang lebih akurat. Alat $O meter masih dianjurkan jika si)at penentuann"a han"a bersi)at kisaran.

Kelemahan Metode Winkler dalam menganalisis oksigen terlarut $O adalah dimana dengan 'ara W4*K+<? penambahan indikator am"lum harus dilakukan pada saat mendekati titik akhir titrasi agar amilum tidak membungkus iod karena akan men"ebabkan

(22)

amilum sukar bereaksi untuk kembali ke sen"a%a semula. Proses titrasi harus dilakukan sesegera mungkin! hal ini disebabkan karena 42

mudah menguap. $an ada "ang harus diperhatikan dari titrasi

iodometri "ang biasa dapat menjadi kesalahan pada titrasi iodometri "aitu penguapan 42! oksidasi udara dan adsorpsi 42 oleh endapan.

1.2.>. Penanggu#angan "e#ebihan?"ekurangan "adar D,

9ara untuk menanggulangi jika kelebihan kadar oksigen terlarut adalah dengan 'ara :

1. Menaikkan suhu6temperatur air! dimana jika temperatur naik maka kadar oksigen terlarut akan menurun.

2. Menambah kedalaman air! dimana semakin dalam air tersebut maka semakin kadar oksigen terlarut akan menurun karena proses )otosintesis semakin berkurang dan kadar oksigen digunakan untuk pernapasan dan oksidasi bahan D bahan organik dan anorganik.

9ara untuk menanggulangi jika kekurangan kadar oksigen terlarut adalah dengan 'ara :

1. Menurunkan suhu6temperatur air! dimana jika temperatur turun maka kadar oksigen terlarut akan naik.

2. Mengurangi kedalaman air! dimana semakin dalam air tersebut maka semakin kadar oksigen terlarut akan naik karena proses )otosintesis semakin meningkat.

8. Mengurangi bahan D bahan organik dalam air! karena jika ban"ak terdapat bahan organik dalam air maka kadar oksigen terlarutn"a rendah.

(23)

=. $iusahakan agar air tersebut mengalir.

BAB II

ALAT DAN BAHAN

2.1. A#at

1. Tabung Winkler 1!2 ml 1 buah

2. Tabung Winkler 11!2 ml 1 buah

+. 0uret 1 ml 1 buah

:. (tati) 1 buah

=. 0eaker &lass 2 ml 1 buah

>. 9orong 1 buah

@. 0ola ,isap 1 buah

. Pipet ukur  ml 1 buah

3. Pipet 7olume 2 ml 1 buah

1. Pipet 7olume 2 ml 1 buah

11. PipetTetes 1 buah

12. 0atang Pengaduk 1 buah

2.2. Bahan

1. Air Mineral Merk Aua 11!2 ml

2. Air Mineral Merk 9lub 1!2 ml

+. Auadest se'ukupn"a

:. +arutan Mn(O= 2 ml

=. +arutan Alkali-A/ida 2 ml

>. +arutan ,2(O= p 2 ml

@. +arutan 4ndikator Amilum se'ukupn"a

. +arutan *a2(2O8 !2 * se'ukupn"a

(24)

BAB III

P,(EDU "E8A

+.1. Prosedur "erja Pembuatan eagen !ada Penentuan "adar D,

1. ,

2(O= p. 2. Auadest.

8. Mn(O

=

Timbang 2= gr Mn(O=! kemudian larutkan menjadi  ml dengan

auadest dalam labu ukur  ml.

=. Alkali-A/ida-4odida

Timbang 8 gram KO,!  gram K4! *a*8 1 gram! kemudian

dilarutkan menjadi  ml dan disimpan dalam botol pol" et"len dan tempat gelap.

. Tio !2 *

Timbang !2 gram tio sul)at! kemudian tambahkan 2 gram *a29O8

anh"drat "ang sudah ditimbang dengan nera'a analitis. Kemudian dilarutkan menjadi 1 liter dengan auadest dan tambahkan 1 ml amil alkohol! aduk sempurna! biarkan selama 2 hari! setelah itu distandarisasi. . 4ndikator Am"lum

Timbang L 1 gram am"lum! larutkan menjadi 1 ml dengan auadest! kemudian panaskan sambil aduk! jangan sampai mendidih. (impan dalam botol.

+.2. Prosedur "erja Penentuan "adar ,ksigen Ter#arut.

1. (ampel air mineral merk Aua! air mineral merk 9lub dimasukkan

kedalam botol Winkler sesuai dengan #olumen"a "aitu berturut-turut 11!2 ml dan 1!2 ml! diisi dengan penuh dan ditutup.

(25)

2. Tutup botol Winkler dibuka. Kedalamn"a ditambahkan Mn(O=

seban"ak 2 ml dengan menggunakan pipet #olume 2 ml. Perubahan "ang terjadi di'atat.

+. Kemudian kedalam masing-masing botol ditambahkan larutan Alkali

A/ida seban"ak 2 ml! dan diaduk hingga homogen. Perubahan "ang terjadi di'atat. +arutan kemudian didiamkan hingga 1 menit.

:. +arutan bening "ang berada dibagian atas dipipet seban"ak 2 ml

menggunakan pipet #olume 2 ml dan dibuang.

=. <ndapan 'okelat "ang tertinggal kemudian ditambahkan larutan ,2(O= p

seban"ak 2 ml dan diaduk. Perubahan "ang terjadi di'atat.

>. +arutan "ang terbentuk kemudian dititrasi dengan larutan *a2(2O8 !2

 * hingga berubah %arna dari larutan orange menjadi larutan kuning muda.

@. (etelah berubah %arna! larutan kuning muda tersebut ditambahkan

4ndikator Amilum se'ukupn"a sampai %arna larutan menjadi biru gelap.

. Kemudian dititrasi kembali dengan larutan *a2(2O8  !2 * hingga

 berubah %arna dari biru gelap menjadi larutan beling 0an"akn"a  *a2(2O8 !2 * "ang dipakai di'atat.

(26)

BAB I9

7A$BA AN7"AIAN

:.1. 7ambar A#at

0otol Winkler 9orong 0eaker glass 2 ml

(27)

0uret 1 ml Pipet #olume 2 ml Pipet tetes

Pipet Ckur  ml 0ola ,isap (tati) Pipet 7olume 2 ml

(28)

a b '

:.+. "eterangan 7ambar angkaian

a. 0otol Winkler : ber)ungsi sebagai %adah sampel.

 b. 0uret : ber)ungsi sebagai tempat peniter.

'. (tatip : ber)ungsi sebagai pen"angga buret.

(29)

BAB 9

DATA PEN7A$ATAN

=.1. Tabe# Data Pengamatan D,

 * o (ampel 7olume 0otol Winkler  ml 7olume Mn(O= ml 7olume Alkali-A/ida ml 7olume ,2(O= ml 4nd. Amilum ml 7olume  *a2(2O8 ml 1 Aua 11!2 2 2 2 (e'ukupn"a ! 2 9lub 1!2 2 2 2 se'ukupn"a ! =.2. Pengamatan D,

(ampel air mineral merk Aua dan 9lub

(ampel J Mn(O= larutan bening J gel

+arutan bening J gel J Alkali-a/ida-iodida endapan 'okelat larutan bening dibuang <ndapan 'okelat J ,2(O= p larutan orange

  titrasi

+arutan orange larutan kuning muda Tio !2 *

(30)

+arutan kuning muda J 4nd. Amilum larutan biru gelap

titrasi

+arutan orange larutan bening Tio !2 *

BAB 9I

PEN7,LAHAN DATA

>.1. Perhitungan "adar ,ksigen Ter#arut 1. (ampel air mineral merk Aua :

$O

>

$O

>

,

,

$O

>

m

$O > 22!22 mg6l $O > 22!22 ppm 2

(31)

2. (ampel air mineral merk 9lub : $O > $O >

,

,

$O >

m

$O > 22!28 mg6l $O > 22!28 ppm >.2. eaksi 2,2O J Mn(O= MnO,2 J ,2(O=

Air Mangan (ul)at <ndapan Mangan Asam (ul)at

,idroksida

  2MnO,2 J O2  2MnO2 J 2,2O

<ndapan Mangan Oksida <ndapan Mangan Air

,idroksida Oksida

MnO2 J 2 K4-*a*8 J 2,2O MnO,2

<ndapan Mangan Alkali A/ida Air Mangan hidroksida

Oksida 4odida

J 42 J 2KO, J 2*a*8

4odida Kalium ,idroksida A/ida

 MnO,2 J 42 J 2KO, J 2*a*8 N J 2,2(O=

Mangan 4odium Kalium A/ida Asam (ul)at p

Oksida ,idroksida

Mn(O= J K 2(O= J 42 J 2*a*8 J =,2O

Mangan Kalium 4odida *atrium Air

(ul)at (ul)at *itrat

42 J 2*a(2O8 *a2(=O J 2*a4

(32)

BAB 9II

"E(I$PULAN DAN (AAN

@.1. "esim!u#an

$ari hasil per'obaan "ang dilakukan maka dapat disimpulkan bah%a :

1. $ari sampel "ang digunakan "aitu Air mineral Merk Aua dan Air  mineral Merk 9lub! didapat kadar oksigen terlarut masing-masing sampel berturut-turut adalah 22!22 ppm dan 22!28.

2. Penentuan kadar oksigen terlarut pada praktikum kali ini menggunakan metode Winkler. Prinsipn"a adalah menggunakan titrasi iodometri.

8. Oksigen terlarut adalah parameter dalam analisa kualitas air "ang menunjukkan jumlah oksigen O2 "ang tersedia dalam suatu badan air. $ari ketiga sampel! "ang memiliki oksigen terlarut "ang paling besar  adalah sampel Air Mineral Merk 9lub! "aitu sebesar 22!28 ppm.

@.2. (aran

(aat praktikum berlangsung! diharapkan agar pratikan

memperhatikan setiap perubahan "ang terjadi saat ditambahkan reagen! didiamkan dan saat dititrasi.

Referensi

Dokumen terkait