• Tidak ada hasil yang ditemukan

AGR.IPLf]S. fnaialah llrniab rssn, o85+

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "AGR.IPLf]S. fnaialah llrniab rssn, o85+"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

fnaialah

llrniab

rssN,

o85+

-

0728

AGR.IPLf]S

Azhqr Bafadat: pEMBIAYAAITI DEFISIT DAI{ KEBERLAI{JUTAI{ FISIGL

NIuTdlanT

K.

z PENGARUH UNGI{.JNGAI{ BISNIS EKSTERNAL DAI\ INTERNAL TERHADAP KINEFLIA

USAI{A KECIL (Kasr-rs Usaha Kecil Sepatu Kulit di Propinsi Jawa Barat)

Ambo AKo: GRMING ADAPTABIUTY OF BEEF CATTLE ON THE DWARF NAPIERGM (Penn isetum purpureum Schumach) PASTURE

AbdT

:

EFESIENSI PEMAI{FAATAN FAKTOR PRODUKSI USAHATANI PADI LADAFIG PETANI

TRANSMGRAI{ DI I{ECAIVL{TAN TIKEP IGBUPATEN MUNA

Asussatim,

Sahto

Gtntrns

dan

Lo

Ode

Soboruddln : PEWILAYAFIAN KOMODITAS PERTAI{IAN BERDASARKAI\ ZONA AGROEKOLOGI DI KECAI\4{TAN POLEAI{G SULAWESI TENGGARA

Humsoh, Darnas Dans

dan

Nlarthen B.NI.

Malole:

PERAII PAIGI\ ALAMI DALAM PENULARAI{ White Spot SyndromeVirusPADA BENUR UDAI.IG WINDU (Penaeus monodon Fabr.) SEBUAI-{ K,{llAI\f

AWAL

H.

Gusti R. Ssdi mantqra: INDUKSI IGLUS DAI\ ORGAI\OGENESIS JER{JK KEPROK SIOMPU PADA MEDIUM MS DENGAN KOMBINASI

AUI$IN

DAI{ SNOKININ

Ls

Ode

Safuan, Roedhy

Poerwsnto,

Anas

D.

Susllq,

Soblr,

dsn

Bylcson

Sltumorang:

MINUS-ONE TEST KESUBURAI{ TANAFI INCEPTISOL, ULTISOL, DAI{ AI{DISOL LINTUK TANAIVIIAN NENAS

Ls

lvluhurls,

Dtdy Sopandte, Latifah Koslm Dsrusmon : BEBERAPA PEUBAH BIOKIMIA TERKAIT RESPIRASI PADA KEDELAI (Glycine mox

L.

Merrill) TOLERAII

DAI\

PEKA INTENSITAS CAHAYA RENDAFI

La Ode

Afa : STUDI MATRICONDITIO/VING PADA BENIH KACAI{G TANAFI (Arachis hypogaeo L.) Suoib,WoerJono Nlangoendtdlolo, Nllrzoltnorn, PD.N., don

Arl lndrlanto

: POPULASI MIKROSPORA

UNIN{.JKLEAT BERDASARIGI\ LETAKNYA PADA MALAI TIGA KLONTEBU (SaccgaTum spp.) SEBAGAI

NORUqSI

AWAL BAGI PEMULIAAI\ HAPLOID SECARA IN VITRO

La

Rtonda,

Lo Ode Arlef,

DJukrana Wahsb, Thamrln dan

Suto

: I(A.llAI'tr RESPON KONSUMEN TERHADAP SIRUP METE PRODUKSI UNIT USAI-IA JASA

DAI\

INDUSTRI FAKUNAS PERTAI\IAI{ UNIVERSITAS HALUOLEO.

Soedtmsn : ESSENTIAL FEATURE AI\D OPERATION OF SAI{CHOKU (DIRECT TRAI\SACTION) IN JAPAI{ S CONSUMER COOPERATIVES

GAK Suturiutt,

Wtdodo, Sudarsono

dsn S

flyos

: EFEKTIVITAS AGENS BIOKONTROL UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN

DAN

HASIL CABAI SERTA MENGHNDALIKAI{ PENYAKIT

(2)

DAFTAR

ISI

Halamon

PEMBIAYAAN DEFISI'T DAN KEBERLANJUTAN FISKAL

Azhar

Balodal

I

-7

l,tiNGAlttJlt t,INGKUNcAN BtsNts IiKs't'tiRNAt, t)AN tN',t't,:RNAt, 't'ERllADAt' KINERJA TJSAHA KECIL (Kasus Usaha Kecil Sepatu Kulit rli Propinsi Jawa llarat)

Murtljani K.

GRAZING ADAPTABILITY OF BEEF CATTLE ON 'I'I{E DWARF NAPIERGRA

(Pennisetu m pu rpu reu m Schumach) PASTURE

Ambo Ako

EFISIENSI PE]VIANFAATAN FAKTOR PRODUKSI USAIIATANI PADI LADANG

PETANI'I'IIANSM IG RAN DI KECAMATAN TI K EP KA I}t J PATEN i\I I INi\

,4bdi

PEWILAYAHAN KOMODITAS PERTANIAN

BERDASAIIKAN ZONA

AGROBKOLOGI DI KECAMA'TAN POLEANG SI.]I,AW[,SI'I'F],NGGAIIA

Agussalim, Sohta Ginting dan La Ode

Soburuddin

2g - 36

PERAN PAKAN ALAMT DALAM PENUI,ARAN White Spot Syndrome

ltrzs

pADA

BENTJR [IDANG 1VINDU (Penaeus monodon Fabr.) SEBt.iAtt K,\.ttAN ,\\\,At,

Hamsoh, Dsrnas Dana dan Msrthen B.M. Malole 37 -43

INDUKSI KALUS DAN OIIGANOGENESIS .lERtlK KIPROK

Slor\tpt]

p.A,DA

IVIEDIUM MS DENGAN KOMI]INASI ATIKSIN DAN SITOKININ

IL Gusti R Sodimantara 44-49

N{INUS.ONE'I'EST KESI,JI}I.JRAN TANAII INCEPTISOI,, I.JL'rISOI., DAN ANI)ISOI,

TINTI.]K TANAIVIAN NENAS

La Ode Safuu, Roeilhy Poerwanto, Anas D, Susila, Sobir, tlan Rykson

Situnorang.,..

50 - 5{t

BEBERAPA PEUBAH BIOKIMIA TEIIKAIT RESPIRASI Pr\DA KED!.r.,\r (Gr.ycine max L. l\lerrill) TOLERAN DAN PtiKA IN'l'ltNStl'AS CAilA\,,\ RFtNt)Alt

I.a Muhuria, DitlySopondie, Lutitoh Kosim Darusmun

...._...

59 _70

sruDl MATRICQNDITIQNING PADA llENttt KACANG 1'/\NAtI (Aruc'his hl,pogaeaL.) La ode

Afa

7r

-.,g PoPIILASI NttKRosPoRA UNINUKt,EA'|" BERDASARKAN l,u'I',\KNyA pADA

MALAI

rlGA

KLON TEBU (sacclarum spp.) s[BAGAt tNt-oRl\{Asl AWAL BAGI

PEMULIAAN HAPLOID SECARA IN VITRO

8-t4

r5-20

)l _)1

Suaib, ll/oerjono Mongoendidjojo, Mirzawan, P.D.N., dan Ari Intlrionto...

KAJIAN ROSPON KONSTIMIiN I'ERIIADAP SIRTIP ME'I'E PRODIIKSI TINIT TISAIIA JASA DAN INDUSTRI FAKIJLTAS PEIITANIAN TJNIVERSITAS IIALTIOLEO

La Rionda, La Ode Ariel, Djukrana llahob, Thunrin dan Suto

ESSENTIAL FEATURES

AND

OPERATION

OF

SANCHOKU (DIRECT

TRANSACTTON) tN JApAN'S CONSUt\tER COOpERATTVES Saedinan

EFEKTIVITAS AGENS BIOKONTROL IjNTTJK IVTENINGKATKAN PERTTIIIIBTJIIAN

DAN HASIL

CABAI

SERTA MENGENDAI,IKAN PF]NYAKIT ANI-RAKNOSA DI

RUMAI{ KACA

GAK Sutariati, llidodo, gudarsono ilan S

llyas

103 _ I

ll

80-88

(3)

PEMBIAYAAN DEFISIT DAN KEBERLANJUTAN FISKAL

Oleh : Azhar Bafodott)

ABSTRACT

The objective

of

this research

is

to

analyse the effects

of

deficit and public debt on the

macroeconomic stability (growth, inflation, net export, and unemployment). The analysis is rindertaken by using a vectgr eror cor€ction model (VECM). Data used are of quarterly, covering 1980-2003. The increase

in the deficit and debt service situation will have impact on decreasing output and increase inflation level in

the short run as well as in the long run. The increase in deficit will increase the net export and decrease

unemployment. On the other hand, the increase in debt service will decrease the net export and increase unemployment. One major implication of this analysis is that, the development strategy should be focused on increasing output so as to ultimately reduce the budget deficit.

Key words : deficit, debt, stability, VECM

PENDAHULUAN

Krisis ekonomi tahun 1997 ditandai

dengan

kisis

nilai tukar rupiah terhadap dolar

AS.

Dengan utang luar negeri yang begitu

besar

maka

depresiasi

nilai

tukar

rupiah

terhadap dolar AS sangat memberatkan beban

utang

Indonesia.

Total

utang

luar

negeri

(pemerintah

dan

swasta) pada

tahun

1996

sudah mencapai 64.ZYo dari produk dornestik bruto (PDB), yang melonjak menjadi 96oh dari PDB pada tahun berikutnya. Utang luar negeri

pemerintah Indonesia pada masa dan pasca krisis yang tertinggi dialami pada tahun 2003,

dengan jumlah utang mencapai 81 666 juta US $. Sampai dengan triwulan pertama 2004,

posisi utang pemerintah mencapai 82 113 juta

us

$ (Br, 2004).

Semakin besar utang yang diperoleh

maka konsekuensinya akan semakin besar

pula

kewajiban membayar

cicilan

utang tersebut. Pembayaran cicilan utang pemerintah akan dapat membebani fiskal, karena cicilan tersebut merupakan bagian pengeluaran rutin Anggaran Pendapatan

dan

Belanja Negara

(APBN). Jumlah

cicilan utang

Indonesia

setiap tahun cukup mengambil porsi yang tinggi dalam APBN. Pada tahun 2001, jumlah

cicilan utang sebesar Rp 87.1

T

(6.0%PDB)

darr tahun 2004 dianggarkan Rp 68.5 T (3.4%

PDB). Beban bunga utang akan memberatkan budget negara karena menyerap anggaran

yang tidak sedikit.

Hal

itu juga ditunjukkan dengan defisit anggaran yang terjadi selama

ini.

Selanra

periode

2000-2004, defisit anggaran terbesar terjadi pada tahun 2001 sebesar Rp,40.5 T (2.8% PDB).

Pembiayaan defisit dilakukan

peme-rintah melalui pinjaman dalam dan luar negeri.

Selama kurun waktu 1999n0A0-2004,

pem-biayaan luar negeri berfluktuasi dari tahun ke tahun. Penarikan pinjaman luar negeri ter-besar terjadi padatahun anggaran 1999/2000 sebesar Rp 43.6 '1. Narnun penarikan tersebut

tidak

dapat sepenuhya dimanfaatkan untuk membiayai defisit anggaran karena pada tahun

tersebut besarnya cicilan pokok utang luar negeri mecapai

Rp

19.8

T,

sehingga

pem-biayaan bersih untuk defisit APBN sebesar Rp 23.7

T.

Kondisi yang berbeda ditunjukkan

APBN

2004. Pembiayaan

dari luar

negeri

menunjukkan besaran yang negatif, karena

penarikan'pinjaman yang berhasil diperoleh

Rp 30.0

T,

lebih kecil dari besarnya cicilan

utang

yang .

harus

dibayar

Rp

44.9

T.

Akibatnya pembiayaan

dari

dalam

negeri

meningkat pesat mencapai

Rp

19.8

T

atau

2.0Yo dari PDB (Tabel I ).

I)

(4)

2

Tabel

l.

Perkembangan pembiayaan Defisit Anggaran Melalui Tahun 199912000-2004

Pinjaman Dalam dan Luar Negeri,

Tahun (Trilyun R Uraian 2001 2002 2003 2004

l.

Dalam Negeri a. Perbankan b. Non Perbankan 2. Luar Negeri te.7

(1.7)

s.9(0.6)

30.2

(2.t)

l6.e

(l.D

-1.0 (-0.1) -r3.0(-l

.3)

-1.2 (-0.1) _8.2 (_0.5) 34.6 (t.9) r 8.7 (0.6) 23.e (t.3) 3.t (0.2) 19.4

(r.l)

3e.8 (2.0) 26.3 (1.3) r 3.s (0.7) -14.e(-0.7) 30.0

(Ls)

20.7 ( r

.8)

I 8.9 ( I

.9)

3t .4

(2.2)

2s.2 (1 .6) 23.7

(2.t)

I 0.2 ( I

.0)

10.3

(0.7)

6.6 (0.4)

a.Penarikan pinjaman

bruto

43.6

(3.8)

17.8

(1.8)

26.2

(1.8)

lS.9 (1.2)

b.Pe ran cicilan -19.8 (-t .7) -7.6 (-0.8) -15.9 (-l.l)-12.3(-0.8 r6.3 (-0. -44.9 (-2.2

Keterangan

:

Angka dalam kurung

menunjukta@

Sumber : APBN, beberapa tahun

Data dari Bank Dunia menempatkan

lndonesia sebagai negara pengutang terbesar

nomor lima

di

dunia pada saat terjadi

kisis

moneter, bahkan nomor satu di Asia Tenggara.

Jika

rasio utang terhadap Produk Nasional

Bruto

(PNB)

sebagai

indikator,

maka

Indonesia menempati urutan pertama sebagai

negara pengutang, karena rasio utang terhadap

PNB mencapai lT6Yo,jauh di atas Brazil yang secara nominal merupakan negara pengutang

terbesar, dimana rasio tersebut hanya 3lo/o. Beberapa

hal

patut dilontarkan, diantaranya adalah apakah

fiskal

dalam jangka panjang

sustainable?

Benarkah

utang

pemerintah menjadi penyebab defi sit anggaran?.

Tulisan

ini

disusun berdasarkan hasil

penelitian. Secara spesifik tujuan penelitian dirumuskan sebagai berikut :

(l)

menganalisis

pembiayaan

anggaran

dalam

menjaga keberlanjutan fiskal (/iscal sustainabitity) dan

(2)

menganalisis dampak kebijakan fiskal

terhadap kinerj a perekonomian.

tukar (ER),

suku bunga

(lR),

suku bunga Amerika Serikat

(tRW),

investasi

(l)

dan harga minyak mentah (PO).

Dalam analisis empiris runtun waktu

(lime series), masalah utama yang dihadapi

adalah data

yang

dihadapi

tidak

stasioner (non-stationer).

Bekerja

dengan variabel_ variabel yang

tidak

stasioner akan meng-hasilkan hasil regresi

yang

semu (spurious regression), dan kesimpulan lebih lanjut yang

diambil

kurang

atau tidak

bermakna

(meaningless). Oleh karena

itu

langkah per-tama yang harus dilakukan adalah menguji

dan

membuat data tersebut agar stasioner.

Model ekonometrika time series yang diguna-kan dalam penelitian vector error conection

modelNECM (Thomas, 1995

dan

Enders,

1995). Analisis

yang

digunakan adalah

Innovation accounting yaitu Impulse Respon

Function

(lRF)

sebagaimana yang dilakukan oleh Ward and Siregar (2000).

Analisis

IRF

mampu

menjelaskan

dengan

baik

dampak

dari

suatu guncangan (shoclcs) pada suatu variabel tertentu terhadap variabel

lain

mulai dari awal

guncangan

terjadi sampai pengaruh guncangan itu relatif konstaq

di

masa mendatang,

atau

sampai

mencapai keseimbangan jangka panjangnya.

Hasil analisis IRF (respon stabilitas) disarikan

pada Tabel 2.

Total

METODOLOGI

Tulisan

ini

disusun berdasarkan hasil

penelitian

yang

menggunakan pendekatan

ekonometrika

time

series. Secara lengkap

variabel yang dimasukkan

ke

dalam

*o.t"t

adalah defisit anggaran

(DF),

cicilan utang

(D), produk domestik bruto

(y),

tingkat harga

konsumen

(P),

ekspor

bersih

(NX),

pengangguran (UE), money supply (MS), nilai

43.s

(3.8) l6.l

(1.6)

40.5

Q.U

23.6fi.s

37.7

Q.l

24.9 (1.2

(5)

Hubungan antara

variabel

makro-ekonomi dalam kaitannnya dengan stabilitas

makroekonemi, dispesifikasikan

dengan

model

VAR

dan

VECM.

Spesifikasi model VAR sesuai dengan variabel yang dimasukkan ke dalam model adalah :

VAR(k),

Zr=

Ar4_t+ AzZn-z+...*

AyZt-* + e,...(l)

Ordo

VAR

(k)

yang

optimal

ditentukan berdasarkan

uji

Likelihood-Ratio

(LR

test). Untuk

menganalisis

isu

jangka panjang, maka dari persamaan tersebut di atas dibentuk gabungan antara model

VAR

dan

matriks

kointegrasi

yang

menghasilkan kointegrasi model YAR (cointegralt?g VAR).

Hal

tersebut dapat direpresentasikan sebagai

Vector

Error

Correction

Model

(VECM), dengan rumus umum sebagai berikut (Ward and Siregar,2000) :

k-r

Ax,

: I

11 Ax 1-; + p" + p1t

*c

0' xt-r + e, ...(2)

i= I

dimana: Ax,

= \

- xs-1,

k-l =

Ordo VECM

dari VAR;

fr

= Matriks koefisien regresi; ps =

Vektor

intercept;

lrr =

Vektor

koefisien regresi;

g =

Matriks loading;

p' =

Vektor kointegrasi;

x

=

DF, D,

Y,

P,

NX,

UE, MS, ER, IR, IRW,I, PO.

Data

yang

digunakan adalah data

runtun waktu (time series) tiga bulanan tahun

1980-2003.

Data

diperoleh

dari

berbagai

sumber seperti Badan Pusat gtatistik (BpS), Bank Indonesia

(BI),

Departemen Keuangan (Depkeu), World Bank, dan sumber-sumber

lain.

Pengolahan dan analisis

data

meng-gunakan bantuan perangkat lunak (software) komputer proglam Interactive Econometric

Analysis

Microfit 4.0

for

Windows dan

Eviews 4.1.

3

IIASIL

DAN PEMBAHASAI\

Dampak Guncangan Kebijakan Fiskal Keberlanjutan Fiskal

Usaha mendapatkan

utang

sebagai

pembiayaan defisit atau secara umum

pem-biayaan pembangunan bertujuan untuk

men-jarnin

keberlanjutan

anggaran

(fisCat

sustainability). Keberlanjutan anggaran untuk

saat

ini

menjadi

perhatian

pemerintah mengingat isu tentang keberlanjutan anggaran

terkait

dengan

jadwal

jatuh

tempo

utang pemerintah.

Fiskal atau

budget

suatu

negara

dikatakan swtainable apabila

rasio

defisit anggal'an terhadap PDB dan atau rasio total utang terhadap PDB kenvergen ke suatu nilai tertontu (atau konstan). Jika kondisi tersebut

terpenuhi maka satu di antara variabel tersebut

merupakan

fungsi

linier

terhadap variabel lainnya. Dalam pengertian ekonometrika time

series rnaka kedua variabel tersebut ber-kointagrasi (cointegroted). Dengan adanya

kointegrasi

di

antara kedua variabel tersebut

maka

menunjukkan

bahwa

fiskal

adalah

sustainable.

Hasil

uji

kointegrasi menunjukkan

bahwa antara variabel surplus

anggaran

dengan

PDB

nominal menunjukkan aclanya kointegrasi diantara kedua variabel tersebut.

Fungsi liniernya adalah :

PDB = -23.0 8AL...,... (3)

Parameter dugaan menunjukkan nyata pada taraf lYo, dengan nilai t-statistik -10.4g.

Tanda negatif parameter dugaan menunjukkan

kondisi

fiskal

adalah

defisit

dalam jangka

panjang.

Persamaan tercebut menunjukkan bahwa rasio defist terhadap

pDB

sebesar

-4.35% (l/-23.0).

Nilai

tersebut

mengindikasi-kan

nilai

defisit yang konvergen sebesar

-4.35%.

Dengan demikian,

keseimbangan

anggaran yang sustainable dapat berada pada

angka defisit terhadap

pDB

sebesar 4.35%. Berdasarkan kriteria Maqstricht Treaty yang

mengatakan

bahwa kondisi

fiscat

sustainability berada pada rasio 3% tempak_

nya

kurang

cocok untuk

fiskal

Indonesia. Fiscal sustainability Indonesia menunjukkan

(6)

rasio yang lebih besar daripada angka

Maostricltt Trecily.

Kointegrasi

juga

terjadi antara PDB

norninal

dan

total

utang

(TDEBT)

dalam

bentuk

logaritma

natural.

Persamaan

kointegrasi

yang

dihasilkan

dari

bi-variate VECM adalah :

log PDB = 0.75 log

TDEBT

... (4)

Parameter dugaan tersebut nyata pada taraf lYo dimana t-statistik sebesar 22.73. Nilai parameter dugaan sekaligus menunjukkan

nilai

elastisitas

PDB

terhadap

total

utang, karena persamaan tersebut

dalam

bentuk

logaritma natural. Peningkatan

l0%

total utang akan dapat rneningkatkan PDB sebesar 7.5Yo. Dengan demikian, rasio antara total

utang terhadap

PDB

sebesar 75010, meng-indikasikan bahrva

dari

sisi

utang

maka

kondisi

fiskal

rnasih .ra,r/ain sampai dengan

rasio

utang

tcrhadap

PDB

sebesar 75%.

Kriteria Maaslrich Treaty mengatakan bahwa

rasio tersebut maksimal sebesar 600/0.

Berdasarkan

hasil

analisis

di

atas

dapat

disimpulkan

bahwa dalam

jangka panjang fiskal lndonesia sustainaDle. Kondisi sustainable tersebut

dicapai

dengan rasio

defisit terhadap PDB maksimal 4.35To, dan rasio utang terhadap

PDB

maksimal 75Yo.

Dengan demikian, dalam

jangka

panjang

masih ada ruang dimana

defisit

anggaran

dapat mencapai 4.35yo terhadap PDB. Jika

dibandingkan

dengan

kriteria

Moastrich Treaty, yang mensyaratkan anggaran defisit 30o

,

jelaslah

bahwa

fiscal

sustainability Indonesia berada pada rasio yang lebih besar

dibandingkan kriteria Maastrich Treaty. Oleh

karena

itu

menjadi

beralasan

untuk mengatakan bahwa kriteria Maastrich Treaty tidak sepenuhnya berlaku universal.

Dampak Guncangan Defisit Anggaran terhadap Kinerja Perekonomian

Pada kenyataannya kebijakan

ang-garan yang dijalankan selama

ini

adalah

ang-garan defisit. Defisit anggaran menjadi krusial karena terkait dengan pembiayaan defisit itu sendiri. Dewasa

ini

terbersit keinginan kuat

dari

pemerintah

untuk

dapat

mengurangi defisit anggaran secara bertahap sebagaimana

yang

dikemukakan

oleh

Menteri

Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala

BAPPENAS

yang

menginginkan anggaran

berimbang pada tahun 2008, bahkan diharap-kan anggaran dapat surplus 0.3% dari PDB pada tahun 2009 (Kompas, Rabu

l9

Januari

2005). Oleh karena

itu,

analisis berikut ini memperlihatkan

dampak

dari

guncangan

defisit

anggaran terhadap'

kinerja

per-ekonomian (Tabel 2).

Guncangan

defisit

anggaran satu

standard

deviasi

(ekuivalen

peningkatan defisit anggaran Rp.6 010.4 M) menyebabkan

keseimbangan anggaran membaik dengan

surplus sebesar Rp.1 415.6

M

pada triwulan pertama. Surplus anggaran tersebut

disebab-kan pada triwulan pertama terjadi penurunan

cicilan

utang sebesar 1.1%. Dalam jangka panjang keseimbangan anggaran mengalami

defisit pada kisaran Rp 509

M,

dan dicapai

pada triwulan

27

setelah guncangan. Dengan

demikian,

guncangan defisit anggaran akan

menyebabkan keseimbangan anggaran dalam

jangka panjang akan relatifkonstan pada akhir tahun keenam.

Guncangan

defisit

anggaran juga menyebabkan PDB mengalami kontraksi pada

saat guncangan sebesar 0.4%. Kontraksi PDB

tersebut karena penurunan investasi yang lebih

tinggi yaitu

6.6%

dibandingkan dengan

peningkatan ekspor

bersih

sebesar 1.1%.

Peningkatan ekspor bersih 3.7Yo pada triwulan

pertama disebabkan

oleh

terdepresiasinya

rupiah sebesar 3.5o/o. Dalam jangka panjang,

ekspor bersih mengalami peningkatan 1.9%.

kriteria

(7)

Tabel

2.

Respon

Kinerja

Perekonomian terhadap Suatu Guncangan

Variabel Triwulan

Guncanqan

KTJ 6 0r0 -l 416 -328 501 509 9.2 -t.t l.l -3.7 -3. r 64.8 -zJ.z 7.9 t2.l I 1.8 5

Pada

awal

guncangan.

suku

bunga

domestik menurun sebesar 6.570, sehingga

terjadi

peningkatan

capital outflow

yang mengakibatkan penurunan investasi, utamanya

inveslasi

asing. Namun

sampai

dengan

triwulan kelima suku bunga terus mengalarni peningkatan

sehingga investasi

menururn

walau sempat mengalami peningkatan pada

triwulan ketiga.

Dalam jangk'a

panjang, guncangan

defisit

anggaran menyebabkan

suku bunga meningkat 9.2% sehingga

inves-tasi

menurun

8.9% yang

berakibat pada kontraksi PDB 1.4%. Peningkatan suku bunga

ini

rnembuat Bank Indonesia meningkatl<an

money supply sebesar 1.7% sehingga

meng-akibatkan tingkat harga naik menjadi 0.8%.

Menurunnya cicilan utang 3.1% dalarn jangka

panjang disebabkan oleh menurunnya kapa-sitas ekonomi sebagai akibat kontraksi PDB.

Peningkatan

defisit

anggaran juga mengakibatkan dampak

yang positif

bagi

tingkat

pengangguran.

Walaupun

terjadi penurunan PDB tetapi tingkat pengangguran

dalam jangka panjang menurun sebesar l.5oZ. Menurunnya pengangguran tersebut dapat

disebabkan paling tidak oleh dua hal. Perrama. banyak tenaga kerja yang beralih

ke

sektor

inforrnal

akibat

merosotnya perekonomian. Kedua. ada kemungkinan imbas dari data yang tercatat

oleh

lerrrbaga

resmi

pemerintalr. Seperti diketahui

data

pengangguran yang tercatat

di

BPS adalah data pengangguran

terbuka, yang kurang mengakomodir sektor

inlbrmal, schingga inlirrmasi tcntang tcnaga

kcr.ja

scktor

inlorrnal

tidak

dapat tcrckarn

dengan

baik.

KemLrrrgkinan

lain

aclaiah

terbukanya industri usaha kecil dan menengah

(tJKM)

yang dapat rnenyerap tenaga kerja

baru dan bersilat home-industry. Dampak Guncangan Cicilan Utang terhadap Kinerja Perekonomian

Masalah pernbayaran

cicilan

utang rnenjadi

isu

yang

hangat

iagi

mengingat

dampak

tsuriami semakin

memberatkan anggaran negara pada tahun-tahun mendatang.

Pemerintah telah menrinta moratorium kepada

negara-negara donor, dengan pertimbangan

yang ntudalr dipaharni dimana anggaran akan

KF 0 I 5 r0 40 DF- 0 3r5 228 263 236 0 I 5 r0 40 0 I 5 r0 40 -0.4 -t.2 -1.4 -t.4 -t.4 -0.9 - 1.0 -0.'l -0.8 -0.8 0 I 5 l0 40 -0. t 0.5 r.0 0.8 0.8 -0.2 0.03 0.3 0.5 0.4 0 I 5 r0 40 NX t.l 3.'l 3.2 2.0 1.9 -l.L - 13.8 -13.1 -13.1 - r3.0 0 I 5 t0 40 uE

-l.l

-t.2 -l.3 - 1.5 - 1.5 - 1.3 1.9 t.4 1.1 1.4 0 I 5 l0 40 NIS t.7 1.9 1.8 t.6 t.7 2.1 l.t t.8 1.8 r.ta 0 I 5 l0 40 tiR -0.03 3.5 t.4 l.t t.2 2.s 2.5 3.0 2.7 2.8 0 I 5 l0 40 IR -6.5 -t.6 t5.7 8.5 9.2 4.6 -5.8 l7.l t9.6 18.0 0 I 5 r0 40 -6.6 -7.8 -l t.9 -8.8 -8.9 2.6 9.5 8.5 6.7 7.0

Keterangan : DF = Rp Milyar, lainnya adalah/o

(8)

6

banyak terserap akibat bencana tsunami di

Aceh. Bahkan Menteri Negara Perencanaan

Pernbangunan Nasional/Kepala BAPPEI'IAS mengatakan

bahwa beban

APBN

akibat tsunami sebesar 35Yo pada tahun 2005 dan 4094 pada tahun 2006 (Kompas,

I

Februari

2005). Analisis berikut ini ingin menunjukkan

dampak guncangan

cicilan

utang terlradap

kinerja perekonomian.

Guncangan cicilan utang satu standar

deviasi (ekuivalen peningkatan cicilan utang

sebesar 64.8%) menyebabkan anggaran

men-jadi

defisit Rp 315

M

pada triwulan pertama (Tabel

2).

Hal

ini

dapat dipahami karena

peningkatan

cicilan

utang

rnerupakan pe-ngeluaran

rutin

dalam anggaran.

Hasil

uji kausalitas menunjukkan bahwa cicilan utang

menyebabkan defisit anggaran. Dalam .iangla panjang yaitu setelah triwulan kedelapan belas dampak guncangan cicilan utang

tidak

ber-pengaruh

lagi

pada

defisit

anggaran yang ditandai dengan keseimbangan jangka panjang

defisit

anggaran yang berada pada k-isaran Rp.235

M.

Sedangkan PDB relatif tidak

ter-pengaruh oleh guncangan cicilan utang setelalr

triwulan

ketigabelas

yang

rnengalarni kon-traksi sekitar 0.896. Cuncangan cicilan utang yang menyebabkan kontraksi

PDB

di

awal guncangan

diikuti

dengan

rneningkatnya pengangguran sebesar l.9oh dan dalarrr .iangka panjang keseimbangan pengangguran berada pada kisaran 1.470.

Kontraksi PDB dalanr jangka panjang disebabkan oleh penurunan ekspor bersih yang

stabil pada kisaran

l3%.

Nilai

tukar rupiah

yang

cenderung terdepresiasi

tidak

ber-pengaruh cukup kuat terhadap ekspor bersih karena dalam

jangka

panjang

rupiah

ter-depresiasi hanya sebesar 2.8oh. sehingga daya

saing tidak cukup kuat untuk mampu

lneng-angkat ekspor bersih.

Akibat

guncangan

cicilan utang maka suku bunga dalarn jangka panjang mengaiami peningkatan sebesar l87o

dan

investasi

juga

mengalarni peningkatan

7%.

Kenaikan suku burrga dornestik dalarn jangka panjang menyebabkan

aliran

rnodal

cenderung

masuk

ke

dalam

negeri. Penirrgkatan investasi ini karcna dominasi dari

investasi asing yang nrasuk akibat

menirrgkat-nya suku bunga domestik secara relatif ter-hadap suku bunga sebelum terjadi guncangan

dan

secara

relatif

terhadap kenaikan suku

bunga dunia. Peningkatan suku bunga

diim-bangi dengan peningkatan penawaran uang

oleh Bank Indonesia sebesar 1.8%, sehingga

men gaki batkan i nfl asi 0.4o%.

KESIMPULAN SARAN

Dari hasil pembahasan

di

atas dapat disimpulkan sebagai

berikut:

(1)

Kondisi anggaran dalam jangka panjang sustainable dengan tingkat defisit terhadap PDB sebesar

4.35oh. Total utang berkorelasi positif dengan

PDB, dengan rasio utang terhadap PDB yang

sustainable adalah 75Yo dalamjangka panjang,

(2)

Peningkatan defisit anggaran dan cicilan utang mengakibatkan kontraksi PDB dalam

jangka

pendek

dan jangka

panjang, (3) Peningkatan defisit anggaran dan cicilan utang

menyebabkan

inflasi

baik

dalam

jangka pendek dan jangka panjang,

(4)

Peningkatan

defisit

anggaran akan meningkatkan ekspor

bersih

dalam

jangka

pendek

dan

jangka panjang. Sebaliknya, peningkatan pembayaran

cicilan utang akan menurunkan ekspor bersih

dalam jangka pendek dan jangka panjang, (5) Peningkatan defisit anggaran akan menurun-kan pengangguran dalam jangka pendek dan

jangka panjang. Sedangkan peningkatan

cicil-an

utang akan meningkatkan pengangguran dalarn jangka pendek dan jangka panjang.

Beberapa

saran

sebagai implikasi kebijakan dari hasil yang diperoleh adalah: (1)

Walaupun

flskal

menunjukkan suslainable dalam jangka panjang dengan tingkat defisit terhadap

PDB

4.35o/o, tetapi dimasa

men-datang kurang beralasan memprioritaskan

ke-bijakan defisit anggaran atau bahkan mening-katkan- defisit anggaran, karena

tidak

rnem-berikan darnpak yang positif bagi

perekono-nrian,

(2)

Dalam pengelolaan utang maka

pernerintah diharapkan berusaha membayar

utar.lg sesuai jadwalnya. Bahkan

jika

peme-rintah sanggup meyakinkan negara kreditur untuk dapat mengurangi cicilan utang setiap

tahunnya maka dalam jangka panjang akan

(9)

berdampak

positif

bagi stabilitas perekono-mian.

DAFTAR PUSTAKA

BI.

2004, Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia,

Juli 2004. Bank Indonesia, Jakarta

Borensztein,

E.

1990.

Debt Overhang, Debt

Reduction and Investment

:

the Case of the Phillippines. lnternational Monetary

Fund Working Paper

No.

WPl90l77,

September.

Cuddington,

J.T. 1996.

Analysing the Sustainability

of

Fiscal Deficits

in Developing

Countries.

EQononrics Department Georgetown University,

Washington, D.C.

Enders,

W.

1995. Applied Econometric Time Series. John Wiley & Sons, Inc.

Hossain,

A,

dan

A.

Chowdhury. 1998. Open

Economy

Macroeconomics

for

Developing Countries. Edward Elgar Publishing Limited. Cheltenham, UK.

Mankiw,

N.G.

2000.

Macroeconomics. Worth Publishers, New York.

Mbanga, G.N. dan F. Sikod. 2001. The Impact of

Debt and

Debt-Service Payments on lnvestments in Cameroon. A Final Report

to

be Presented at the AERC Biannual Research Workshop, Nairobi.

Romer, D. 1996. Advanced Macroeconomics. The MacGraw-Hill Companies

Inc.,

New

York.

Thomas, R.

L.

1995. Modern Econometrics an

Introduction. Department of Economics,

Manchester Metropolitan University. TJ Press, Padstow.

Ward, B. D and H. Siregar. 2000. The Role of Aggregate Demand Shocks in Explaining

Indonesian

Macro-Economic

Fluc-tuations. Commerce Division Discussion

Paper

No. 86,

Lincoln

University

Canterbury.

Were,

M.

2001. The Impact of External Debt on Economic Growth and Private lnvestnlent in Kenya : An Empirical Assessment. A

l

Paper

to

be

Pre sented

at

the

Wider

Developrnent Confcrence on Debt Relief,

l7- | 8 August 2001, Helsinky.

Gambar

Tabel  l.  Perkembangan pembiayaan  Defisit  Anggaran  Melalui Tahun  199912000-2004
Tabel  2.  Respon  Kinerja  Perekonomian terhadap  Suatu Guncangan

Referensi

Dokumen terkait

Ketidakmampuan berprokreasi bagi seorang perempuan menjadi masalah yang sangat besar karena dua alasan yaitu bahwa memiliki anak, khususnya anak laki-laki, merupakan pokok

Dalam Pasal 9 ini Rasul Paulus berusaha menjelaskan akan pemilihan Allah atas mereka dimana Allah memilih keturunan mereka untuk melahirkan Sang Mesias yang akan menebus semua

1216 SMA Islam Terpadu Al Kafi Cigedug Kab... 1287 SMA Bina Bhakti

Salah satu cara yang dapat dilakukan guru dalam mendukung tujuan tersebut, maka guru dapat merancang pembelajaran yang secara sengaja memasukkan nilai-nilai pendidikan

Penelitian yang dilakukan Imelda Dua Reja dan Albertus Joko Santoso melakukan penelitian dengan membandingkan 3 metode deteksi tepi yaitu Sobel, Canny

tertuduh dusta, dan hadits tersebut tidak diketahui kecuali hanya pada melalui jalannya 14. Pada umumnya seorang perawi yang tertuduh dusta adalah karena ia

Melalui diskusi, siswa dapat menganalisa sikap yang seharusnya diambil terkait keberagaman individu dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar dengan

Menurut Fitri dkk., (2013), menentukan kelas umur simpai dapat dilakukan dengan mengetahui ukuran tubuh dan warna rambut simpai yaitu pada individu dewasa