fnaialah
llrniab
rssN,
o85+
-
0728
AGR.IPLf]S
Azhqr Bafadat: pEMBIAYAAITI DEFISIT DAI{ KEBERLAI{JUTAI{ FISIGL
NIuTdlanT
K.
z PENGARUH UNGI{.JNGAI{ BISNIS EKSTERNAL DAI\ INTERNAL TERHADAP KINEFLIAUSAI{A KECIL (Kasr-rs Usaha Kecil Sepatu Kulit di Propinsi Jawa Barat)
Ambo AKo: GRMING ADAPTABIUTY OF BEEF CATTLE ON THE DWARF NAPIERGM (Penn isetum purpureum Schumach) PASTURE
AbdT
:
EFESIENSI PEMAI{FAATAN FAKTOR PRODUKSI USAHATANI PADI LADAFIG PETANITRANSMGRAI{ DI I{ECAIVL{TAN TIKEP IGBUPATEN MUNA
Asussatim,
SahtoGtntrns
danLo
Ode
Soboruddln : PEWILAYAFIAN KOMODITAS PERTAI{IAN BERDASARKAI\ ZONA AGROEKOLOGI DI KECAI\4{TAN POLEAI{G SULAWESI TENGGARAHumsoh, Darnas Dans
dan
Nlarthen B.NI.Malole:
PERAII PAIGI\ ALAMI DALAM PENULARAI{ White Spot SyndromeVirusPADA BENUR UDAI.IG WINDU (Penaeus monodon Fabr.) SEBUAI-{ K,{llAI\fAWAL
H.
Gusti R. Ssdi mantqra: INDUKSI IGLUS DAI\ ORGAI\OGENESIS JER{JK KEPROK SIOMPU PADA MEDIUM MS DENGAN KOMBINASIAUI$IN
DAI{ SNOKININLs
Ode
Safuan, RoedhyPoerwsnto,
AnasD.
Susllq,
Soblr,dsn
BylcsonSltumorang:
MINUS-ONE TEST KESUBURAI{ TANAFI INCEPTISOL, ULTISOL, DAI{ AI{DISOL LINTUK TANAIVIIAN NENASLs
lvluhurls,
Dtdy Sopandte, Latifah Koslm Dsrusmon : BEBERAPA PEUBAH BIOKIMIA TERKAIT RESPIRASI PADA KEDELAI (Glycine moxL.
Merrill) TOLERAIIDAI\
PEKA INTENSITAS CAHAYA RENDAFILa Ode
Afa : STUDI MATRICONDITIO/VING PADA BENIH KACAI{G TANAFI (Arachis hypogaeo L.) Suoib,WoerJono Nlangoendtdlolo, Nllrzoltnorn, PD.N., donArl lndrlanto
: POPULASI MIKROSPORAUNIN{.JKLEAT BERDASARIGI\ LETAKNYA PADA MALAI TIGA KLONTEBU (SaccgaTum spp.) SEBAGAI
NORUqSI
AWAL BAGI PEMULIAAI\ HAPLOID SECARA IN VITROLa
Rtonda,Lo Ode Arlef,
DJukrana Wahsb, Thamrln danSuto
: I(A.llAI'tr RESPON KONSUMEN TERHADAP SIRUP METE PRODUKSI UNIT USAI-IA JASADAI\
INDUSTRI FAKUNAS PERTAI\IAI{ UNIVERSITAS HALUOLEO.Soedtmsn : ESSENTIAL FEATURE AI\D OPERATION OF SAI{CHOKU (DIRECT TRAI\SACTION) IN JAPAI{ S CONSUMER COOPERATIVES
GAK Suturiutt,
Wtdodo, Sudarsonodsn S
flyos
: EFEKTIVITAS AGENS BIOKONTROL UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHANDAN
HASIL CABAI SERTA MENGHNDALIKAI{ PENYAKITDAFTAR
ISI
Halamon
PEMBIAYAAN DEFISI'T DAN KEBERLANJUTAN FISKAL
Azhar
Balodal
I-7
l,tiNGAlttJlt t,INGKUNcAN BtsNts IiKs't'tiRNAt, t)AN tN',t't,:RNAt, 't'ERllADAt' KINERJA TJSAHA KECIL (Kasus Usaha Kecil Sepatu Kulit rli Propinsi Jawa llarat)
Murtljani K.
GRAZING ADAPTABILITY OF BEEF CATTLE ON 'I'I{E DWARF NAPIERGRA
(Pennisetu m pu rpu reu m Schumach) PASTURE
Ambo Ako
EFISIENSI PE]VIANFAATAN FAKTOR PRODUKSI USAIIATANI PADI LADANG
PETANI'I'IIANSM IG RAN DI KECAMATAN TI K EP KA I}t J PATEN i\I I INi\
,4bdi
PEWILAYAHAN KOMODITAS PERTANIAN
BERDASAIIKAN ZONAAGROBKOLOGI DI KECAMA'TAN POLEANG SI.]I,AW[,SI'I'F],NGGAIIA
Agussalim, Sohta Ginting dan La Ode
Soburuddin
2g - 36PERAN PAKAN ALAMT DALAM PENUI,ARAN White Spot Syndrome
ltrzs
pADABENTJR [IDANG 1VINDU (Penaeus monodon Fabr.) SEBt.iAtt K,\.ttAN ,\\\,At,
Hamsoh, Dsrnas Dana dan Msrthen B.M. Malole 37 -43
INDUKSI KALUS DAN OIIGANOGENESIS .lERtlK KIPROK
Slor\tpt]
p.A,DAIVIEDIUM MS DENGAN KOMI]INASI ATIKSIN DAN SITOKININ
IL Gusti R Sodimantara 44-49
N{INUS.ONE'I'EST KESI,JI}I.JRAN TANAII INCEPTISOI,, I.JL'rISOI., DAN ANI)ISOI,
TINTI.]K TANAIVIAN NENAS
La Ode Safuu, Roeilhy Poerwanto, Anas D, Susila, Sobir, tlan Rykson
Situnorang.,..
50 - 5{tBEBERAPA PEUBAH BIOKIMIA TEIIKAIT RESPIRASI Pr\DA KED!.r.,\r (Gr.ycine max L. l\lerrill) TOLERAN DAN PtiKA IN'l'ltNStl'AS CAilA\,,\ RFtNt)Alt
I.a Muhuria, DitlySopondie, Lutitoh Kosim Darusmun
...._...
59 _70sruDl MATRICQNDITIQNING PADA llENttt KACANG 1'/\NAtI (Aruc'his hl,pogaeaL.) La ode
Afa
7r
-.,g PoPIILASI NttKRosPoRA UNINUKt,EA'|" BERDASARKAN l,u'I',\KNyA pADAMALAI
rlGA
KLON TEBU (sacclarum spp.) s[BAGAt tNt-oRl\{Asl AWAL BAGIPEMULIAAN HAPLOID SECARA IN VITRO
8-t4
r5-20
)l _)1
Suaib, ll/oerjono Mongoendidjojo, Mirzawan, P.D.N., dan Ari Intlrionto...
KAJIAN ROSPON KONSTIMIiN I'ERIIADAP SIRTIP ME'I'E PRODIIKSI TINIT TISAIIA JASA DAN INDUSTRI FAKIJLTAS PEIITANIAN TJNIVERSITAS IIALTIOLEO
La Rionda, La Ode Ariel, Djukrana llahob, Thunrin dan Suto
ESSENTIAL FEATURES
AND
OPERATIONOF
SANCHOKU (DIRECTTRANSACTTON) tN JApAN'S CONSUt\tER COOpERATTVES Saedinan
EFEKTIVITAS AGENS BIOKONTROL IjNTTJK IVTENINGKATKAN PERTTIIIIBTJIIAN
DAN HASIL
CABAI
SERTA MENGENDAI,IKAN PF]NYAKIT ANI-RAKNOSA DIRUMAI{ KACA
GAK Sutariati, llidodo, gudarsono ilan S
llyas
103 _ Ill
80-88
PEMBIAYAAN DEFISIT DAN KEBERLANJUTAN FISKAL
Oleh : Azhar Bafodott)
ABSTRACT
The objective
of
this researchis
to
analyse the effectsof
deficit and public debt on themacroeconomic stability (growth, inflation, net export, and unemployment). The analysis is rindertaken by using a vectgr eror cor€ction model (VECM). Data used are of quarterly, covering 1980-2003. The increase
in the deficit and debt service situation will have impact on decreasing output and increase inflation level in
the short run as well as in the long run. The increase in deficit will increase the net export and decrease
unemployment. On the other hand, the increase in debt service will decrease the net export and increase unemployment. One major implication of this analysis is that, the development strategy should be focused on increasing output so as to ultimately reduce the budget deficit.
Key words : deficit, debt, stability, VECM
PENDAHULUAN
Krisis ekonomi tahun 1997 ditandai
dengan
kisis
nilai tukar rupiah terhadap dolarAS.
Dengan utang luar negeri yang begitubesar
maka
depresiasinilai
tukar
rupiahterhadap dolar AS sangat memberatkan beban
utang
Indonesia.Total
utang
luar
negeri(pemerintah
dan
swasta) padatahun
1996sudah mencapai 64.ZYo dari produk dornestik bruto (PDB), yang melonjak menjadi 96oh dari PDB pada tahun berikutnya. Utang luar negeri
pemerintah Indonesia pada masa dan pasca krisis yang tertinggi dialami pada tahun 2003,
dengan jumlah utang mencapai 81 666 juta US $. Sampai dengan triwulan pertama 2004,
posisi utang pemerintah mencapai 82 113 juta
us
$ (Br, 2004).Semakin besar utang yang diperoleh
maka konsekuensinya akan semakin besar
pula
kewajiban membayarcicilan
utang tersebut. Pembayaran cicilan utang pemerintah akan dapat membebani fiskal, karena cicilan tersebut merupakan bagian pengeluaran rutin Anggaran Pendapatandan
Belanja Negara(APBN). Jumlah
cicilan utang
Indonesiasetiap tahun cukup mengambil porsi yang tinggi dalam APBN. Pada tahun 2001, jumlah
cicilan utang sebesar Rp 87.1
T
(6.0%PDB)darr tahun 2004 dianggarkan Rp 68.5 T (3.4%
PDB). Beban bunga utang akan memberatkan budget negara karena menyerap anggaran
yang tidak sedikit.
Hal
itu juga ditunjukkan dengan defisit anggaran yang terjadi selamaini.
Selanra
periode
2000-2004, defisit anggaran terbesar terjadi pada tahun 2001 sebesar Rp,40.5 T (2.8% PDB).Pembiayaan defisit dilakukan
peme-rintah melalui pinjaman dalam dan luar negeri.
Selama kurun waktu 1999n0A0-2004,
pem-biayaan luar negeri berfluktuasi dari tahun ke tahun. Penarikan pinjaman luar negeri ter-besar terjadi padatahun anggaran 1999/2000 sebesar Rp 43.6 '1. Narnun penarikan tersebut
tidak
dapat sepenuhya dimanfaatkan untuk membiayai defisit anggaran karena pada tahuntersebut besarnya cicilan pokok utang luar negeri mecapai
Rp
19.8T,
sehinggapem-biayaan bersih untuk defisit APBN sebesar Rp 23.7
T.
Kondisi yang berbeda ditunjukkanAPBN
2004. Pembiayaandari luar
negerimenunjukkan besaran yang negatif, karena
penarikan'pinjaman yang berhasil diperoleh
Rp 30.0
T,
lebih kecil dari besarnya cicilanutang
yang .harus
dibayar
Rp
44.9
T.Akibatnya pembiayaan
dari
dalam
negerimeningkat pesat mencapai
Rp
19.8T
atau2.0Yo dari PDB (Tabel I ).
I)
2
Tabel
l.
Perkembangan pembiayaan Defisit Anggaran Melalui Tahun 199912000-2004Pinjaman Dalam dan Luar Negeri,
Tahun (Trilyun R Uraian 2001 2002 2003 2004
l.
Dalam Negeri a. Perbankan b. Non Perbankan 2. Luar Negeri te.7(1.7)
s.9(0.6)
30.2(2.t)
l6.e(l.D
-1.0 (-0.1) -r3.0(-l.3)
-1.2 (-0.1) _8.2 (_0.5) 34.6 (t.9) r 8.7 (0.6) 23.e (t.3) 3.t (0.2) 19.4(r.l)
3e.8 (2.0) 26.3 (1.3) r 3.s (0.7) -14.e(-0.7) 30.0(Ls)
20.7 ( r.8)
I 8.9 ( I.9)
3t .4(2.2)
2s.2 (1 .6) 23.7(2.t)
I 0.2 ( I.0)
10.3(0.7)
6.6 (0.4)a.Penarikan pinjaman
bruto
43.6(3.8)
17.8(1.8)
26.2(1.8)
lS.9 (1.2)b.Pe ran cicilan -19.8 (-t .7) -7.6 (-0.8) -15.9 (-l.l)-12.3(-0.8 r6.3 (-0. -44.9 (-2.2
Keterangan
:
Angka dalam kurungmenunjukta@
Sumber : APBN, beberapa tahunData dari Bank Dunia menempatkan
lndonesia sebagai negara pengutang terbesar
nomor lima
di
dunia pada saat terjadikisis
moneter, bahkan nomor satu di Asia Tenggara.Jika
rasio utang terhadap Produk NasionalBruto
(PNB)
sebagai
indikator,
makaIndonesia menempati urutan pertama sebagai
negara pengutang, karena rasio utang terhadap
PNB mencapai lT6Yo,jauh di atas Brazil yang secara nominal merupakan negara pengutang
terbesar, dimana rasio tersebut hanya 3lo/o. Beberapa
hal
patut dilontarkan, diantaranya adalah apakahfiskal
dalam jangka panjangsustainable?
Benarkah
utang
pemerintah menjadi penyebab defi sit anggaran?.Tulisan
ini
disusun berdasarkan hasilpenelitian. Secara spesifik tujuan penelitian dirumuskan sebagai berikut :
(l)
menganalisispembiayaan
anggaran
dalam
menjaga keberlanjutan fiskal (/iscal sustainabitity) dan(2)
menganalisis dampak kebijakan fiskalterhadap kinerj a perekonomian.
tukar (ER),
suku bunga(lR),
suku bunga Amerika Serikat(tRW),
investasi(l)
dan harga minyak mentah (PO).Dalam analisis empiris runtun waktu
(lime series), masalah utama yang dihadapi
adalah data
yang
dihadapitidak
stasioner (non-stationer).Bekerja
dengan variabel_ variabel yangtidak
stasioner akan meng-hasilkan hasil regresiyang
semu (spurious regression), dan kesimpulan lebih lanjut yangdiambil
kurang
atau tidak
bermakna(meaningless). Oleh karena
itu
langkah per-tama yang harus dilakukan adalah mengujidan
membuat data tersebut agar stasioner.Model ekonometrika time series yang diguna-kan dalam penelitian vector error conection
modelNECM (Thomas, 1995
dan
Enders,1995). Analisis
yang
digunakan adalahInnovation accounting yaitu Impulse Respon
Function
(lRF)
sebagaimana yang dilakukan oleh Ward and Siregar (2000).Analisis
IRF
mampu
menjelaskandengan
baik
dampakdari
suatu guncangan (shoclcs) pada suatu variabel tertentu terhadap variabellain
mulai dari awal
guncanganterjadi sampai pengaruh guncangan itu relatif konstaq
di
masa mendatang,atau
sampaimencapai keseimbangan jangka panjangnya.
Hasil analisis IRF (respon stabilitas) disarikan
pada Tabel 2.
Total
METODOLOGI
Tulisan
ini
disusun berdasarkan hasilpenelitian
yang
menggunakan pendekatanekonometrika
time
series. Secara lengkapvariabel yang dimasukkan
ke
dalam*o.t"t
adalah defisit anggaran
(DF),
cicilan utang(D), produk domestik bruto
(y),
tingkat hargakonsumen
(P),
ekspor
bersih
(NX),pengangguran (UE), money supply (MS), nilai
43.s
(3.8) l6.l
(1.6)
40.5Q.U
23.6fi.s
37.7Q.l
24.9 (1.2Hubungan antara
variabel
makro-ekonomi dalam kaitannnya dengan stabilitasmakroekonemi, dispesifikasikan
denganmodel
VAR
danVECM.
Spesifikasi model VAR sesuai dengan variabel yang dimasukkan ke dalam model adalah :VAR(k),
Zr=Ar4_t+ AzZn-z+...*
AyZt-* + e,...(l)Ordo
VAR
(k)
yang
optimalditentukan berdasarkan
uji
Likelihood-Ratio(LR
test). Untuk
menganalisisisu
jangka panjang, maka dari persamaan tersebut di atas dibentuk gabungan antara modelVAR
danmatriks
kointegrasi
yang
menghasilkan kointegrasi model YAR (cointegralt?g VAR).Hal
tersebut dapat direpresentasikan sebagaiVector
Error
CorrectionModel
(VECM), dengan rumus umum sebagai berikut (Ward and Siregar,2000) :k-r
Ax,
: I
11 Ax 1-; + p" + p1t*c
0' xt-r + e, ...(2)i= I
dimana: Ax,
= \
- xs-1,k-l =
Ordo VECMdari VAR;
fr
= Matriks koefisien regresi; ps =Vektor
intercept;lrr =
Vektor
koefisien regresi;g =
Matriks loading;p' =
Vektor kointegrasi;x
=
DF, D,Y,
P,NX,
UE, MS, ER, IR, IRW,I, PO.Data
yang
digunakan adalah dataruntun waktu (time series) tiga bulanan tahun
1980-2003.
Data
diperolehdari
berbagaisumber seperti Badan Pusat gtatistik (BpS), Bank Indonesia
(BI),
Departemen Keuangan (Depkeu), World Bank, dan sumber-sumberlain.
Pengolahan dan analisisdata
meng-gunakan bantuan perangkat lunak (software) komputer proglam Interactive Econometric
Analysis
Microfit 4.0
for
Windows danEviews 4.1.
3
IIASIL
DAN PEMBAHASAI\Dampak Guncangan Kebijakan Fiskal Keberlanjutan Fiskal
Usaha mendapatkan
utang
sebagaipembiayaan defisit atau secara umum
pem-biayaan pembangunan bertujuan untuk
men-jarnin
keberlanjutan
anggaran
(fisCatsustainability). Keberlanjutan anggaran untuk
saat
ini
menjadi
perhatian
pemerintah mengingat isu tentang keberlanjutan anggaranterkait
denganjadwal
jatuh
tempo
utang pemerintah.Fiskal atau
budget
suatu
negaradikatakan swtainable apabila
rasio
defisit anggal'an terhadap PDB dan atau rasio total utang terhadap PDB kenvergen ke suatu nilai tertontu (atau konstan). Jika kondisi tersebutterpenuhi maka satu di antara variabel tersebut
merupakan
fungsi
linier
terhadap variabel lainnya. Dalam pengertian ekonometrika timeseries rnaka kedua variabel tersebut ber-kointagrasi (cointegroted). Dengan adanya
kointegrasi
di
antara kedua variabel tersebutmaka
menunjukkanbahwa
fiskal
adalahsustainable.
Hasil
uji
kointegrasi menunjukkanbahwa antara variabel surplus
anggarandengan
PDB
nominal menunjukkan aclanya kointegrasi diantara kedua variabel tersebut.Fungsi liniernya adalah :
PDB = -23.0 8AL...,... (3)
Parameter dugaan menunjukkan nyata pada taraf lYo, dengan nilai t-statistik -10.4g.
Tanda negatif parameter dugaan menunjukkan
kondisi
fiskal
adalahdefisit
dalam jangkapanjang.
Persamaan tercebut menunjukkan bahwa rasio defist terhadappDB
sebesar-4.35% (l/-23.0).
Nilai
tersebutmengindikasi-kan
nilai
defisit yang konvergen sebesar-4.35%.
Dengan demikian,
keseimbangananggaran yang sustainable dapat berada pada
angka defisit terhadap
pDB
sebesar 4.35%. Berdasarkan kriteria Maqstricht Treaty yangmengatakan
bahwa kondisi
fiscatsustainability berada pada rasio 3% tempak_
nya
kurangcocok untuk
fiskal
Indonesia. Fiscal sustainability Indonesia menunjukkanrasio yang lebih besar daripada angka
Maostricltt Trecily.
Kointegrasi
juga
terjadi antara PDBnorninal
dan
total
utang(TDEBT)
dalambentuk
logaritma
natural.
Persamaankointegrasi
yang
dihasilkandari
bi-variate VECM adalah :log PDB = 0.75 log
TDEBT
... (4)Parameter dugaan tersebut nyata pada taraf lYo dimana t-statistik sebesar 22.73. Nilai parameter dugaan sekaligus menunjukkan
nilai
elastisitasPDB
terhadaptotal
utang, karena persamaan tersebutdalam
bentuklogaritma natural. Peningkatan
l0%
total utang akan dapat rneningkatkan PDB sebesar 7.5Yo. Dengan demikian, rasio antara totalutang terhadap
PDB
sebesar 75010, meng-indikasikan bahrvadari
sisi
utang
makakondisi
fiskal
rnasih .ra,r/ain sampai denganrasio
utang
tcrhadapPDB
sebesar 75%.Kriteria Maaslrich Treaty mengatakan bahwa
rasio tersebut maksimal sebesar 600/0.
Berdasarkan
hasil
analisisdi
atasdapat
disimpulkanbahwa dalam
jangka panjang fiskal lndonesia sustainaDle. Kondisi sustainable tersebutdicapai
dengan rasiodefisit terhadap PDB maksimal 4.35To, dan rasio utang terhadap
PDB
maksimal 75Yo.Dengan demikian, dalam
jangka
panjangmasih ada ruang dimana
defisit
anggarandapat mencapai 4.35yo terhadap PDB. Jika
dibandingkan
dengan
kriteria
Moastrich Treaty, yang mensyaratkan anggaran defisit 30o,
jelaslah
bahwafiscal
sustainability Indonesia berada pada rasio yang lebih besardibandingkan kriteria Maastrich Treaty. Oleh
karena
itu
menjadi
beralasan
untuk mengatakan bahwa kriteria Maastrich Treaty tidak sepenuhnya berlaku universal.Dampak Guncangan Defisit Anggaran terhadap Kinerja Perekonomian
Pada kenyataannya kebijakan
ang-garan yang dijalankan selama
ini
adalahang-garan defisit. Defisit anggaran menjadi krusial karena terkait dengan pembiayaan defisit itu sendiri. Dewasa
ini
terbersit keinginan kuatdari
pemerintahuntuk
dapat
mengurangi defisit anggaran secara bertahap sebagaimanayang
dikemukakanoleh
Menteri
Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/KepalaBAPPENAS
yang
menginginkan anggaranberimbang pada tahun 2008, bahkan diharap-kan anggaran dapat surplus 0.3% dari PDB pada tahun 2009 (Kompas, Rabu
l9
Januari2005). Oleh karena
itu,
analisis berikut ini memperlihatkandampak
dari
guncangandefisit
anggaran terhadap'kinerja
per-ekonomian (Tabel 2).
Guncangan
defisit
anggaran satustandard
deviasi
(ekuivalen
peningkatan defisit anggaran Rp.6 010.4 M) menyebabkankeseimbangan anggaran membaik dengan
surplus sebesar Rp.1 415.6
M
pada triwulan pertama. Surplus anggaran tersebutdisebab-kan pada triwulan pertama terjadi penurunan
cicilan
utang sebesar 1.1%. Dalam jangka panjang keseimbangan anggaran mengalamidefisit pada kisaran Rp 509
M,
dan dicapaipada triwulan
27
setelah guncangan. Dengandemikian,
guncangan defisit anggaran akanmenyebabkan keseimbangan anggaran dalam
jangka panjang akan relatifkonstan pada akhir tahun keenam.
Guncangan
defisit
anggaran juga menyebabkan PDB mengalami kontraksi padasaat guncangan sebesar 0.4%. Kontraksi PDB
tersebut karena penurunan investasi yang lebih
tinggi yaitu
6.6%
dibandingkan denganpeningkatan ekspor
bersih
sebesar 1.1%.Peningkatan ekspor bersih 3.7Yo pada triwulan
pertama disebabkan
oleh
terdepresiasinyarupiah sebesar 3.5o/o. Dalam jangka panjang,
ekspor bersih mengalami peningkatan 1.9%.
kriteria
Tabel
2.
ResponKinerja
Perekonomian terhadap Suatu GuncanganVariabel Triwulan
Guncanqan
KTJ 6 0r0 -l 416 -328 501 509 9.2 -t.t l.l -3.7 -3. r 64.8 -zJ.z 7.9 t2.l I 1.8 5
Pada
awal
guncangan.suku
bungadomestik menurun sebesar 6.570, sehingga
terjadi
peningkatancapital outflow
yang mengakibatkan penurunan investasi, utamanyainveslasi
asing. Namun
sampai
dengantriwulan kelima suku bunga terus mengalarni peningkatan
sehingga investasi
menururnwalau sempat mengalami peningkatan pada
triwulan ketiga.
Dalam jangk'a
panjang, guncangandefisit
anggaran menyebabkansuku bunga meningkat 9.2% sehingga
inves-tasi
menurun8.9% yang
berakibat pada kontraksi PDB 1.4%. Peningkatan suku bungaini
rnembuat Bank Indonesia meningkatl<anmoney supply sebesar 1.7% sehingga
meng-akibatkan tingkat harga naik menjadi 0.8%.
Menurunnya cicilan utang 3.1% dalarn jangka
panjang disebabkan oleh menurunnya kapa-sitas ekonomi sebagai akibat kontraksi PDB.
Peningkatan
defisit
anggaran juga mengakibatkan dampakyang positif
bagitingkat
pengangguran.Walaupun
terjadi penurunan PDB tetapi tingkat penganggurandalam jangka panjang menurun sebesar l.5oZ. Menurunnya pengangguran tersebut dapat
disebabkan paling tidak oleh dua hal. Perrama. banyak tenaga kerja yang beralih
ke
sektorinforrnal
akibat
merosotnya perekonomian. Kedua. ada kemungkinan imbas dari data yang tercatatoleh
lerrrbagaresmi
pemerintalr. Seperti diketahuidata
pengangguran yang tercatatdi
BPS adalah data pengangguranterbuka, yang kurang mengakomodir sektor
inlbrmal, schingga inlirrmasi tcntang tcnaga
kcr.ja
scktor
inlorrnaltidak
dapat tcrckarndengan
baik.
KemLrrrgkinanlain
aclaiahterbukanya industri usaha kecil dan menengah
(tJKM)
yang dapat rnenyerap tenaga kerjabaru dan bersilat home-industry. Dampak Guncangan Cicilan Utang terhadap Kinerja Perekonomian
Masalah pernbayaran
cicilan
utang rnenjadiisu
yang
hangatiagi
mengingatdampak
tsuriami semakin
memberatkan anggaran negara pada tahun-tahun mendatang.Pemerintah telah menrinta moratorium kepada
negara-negara donor, dengan pertimbangan
yang ntudalr dipaharni dimana anggaran akan
KF 0 I 5 r0 40 DF- 0 3r5 228 263 236 0 I 5 r0 40 0 I 5 r0 40 -0.4 -t.2 -1.4 -t.4 -t.4 -0.9 - 1.0 -0.'l -0.8 -0.8 0 I 5 l0 40 -0. t 0.5 r.0 0.8 0.8 -0.2 0.03 0.3 0.5 0.4 0 I 5 r0 40 NX t.l 3.'l 3.2 2.0 1.9 -l.L - 13.8 -13.1 -13.1 - r3.0 0 I 5 t0 40 uE
-l.l
-t.2 -l.3 - 1.5 - 1.5 - 1.3 1.9 t.4 1.1 1.4 0 I 5 l0 40 NIS t.7 1.9 1.8 t.6 t.7 2.1 l.t t.8 1.8 r.ta 0 I 5 l0 40 tiR -0.03 3.5 t.4 l.t t.2 2.s 2.5 3.0 2.7 2.8 0 I 5 l0 40 IR -6.5 -t.6 t5.7 8.5 9.2 4.6 -5.8 l7.l t9.6 18.0 0 I 5 r0 40 -6.6 -7.8 -l t.9 -8.8 -8.9 2.6 9.5 8.5 6.7 7.0Keterangan : DF = Rp Milyar, lainnya adalah/o
6
banyak terserap akibat bencana tsunami di
Aceh. Bahkan Menteri Negara Perencanaan
Pernbangunan Nasional/Kepala BAPPEI'IAS mengatakan
bahwa beban
APBN
akibat tsunami sebesar 35Yo pada tahun 2005 dan 4094 pada tahun 2006 (Kompas,I
Februari2005). Analisis berikut ini ingin menunjukkan
dampak guncangan
cicilan
utang terlradapkinerja perekonomian.
Guncangan cicilan utang satu standar
deviasi (ekuivalen peningkatan cicilan utang
sebesar 64.8%) menyebabkan anggaran
men-jadi
defisit Rp 315M
pada triwulan pertama (Tabel2).
Hal
ini
dapat dipahami karenapeningkatan
cicilan
utang
rnerupakan pe-ngeluaranrutin
dalam anggaran.Hasil
uji kausalitas menunjukkan bahwa cicilan utangmenyebabkan defisit anggaran. Dalam .iangla panjang yaitu setelah triwulan kedelapan belas dampak guncangan cicilan utang
tidak
ber-pengaruh
lagi
padadefisit
anggaran yang ditandai dengan keseimbangan jangka panjangdefisit
anggaran yang berada pada k-isaran Rp.235M.
Sedangkan PDB relatif tidakter-pengaruh oleh guncangan cicilan utang setelalr
triwulan
ketigabelasyang
rnengalarni kon-traksi sekitar 0.896. Cuncangan cicilan utang yang menyebabkan kontraksiPDB
di
awal guncangandiikuti
dengan
rneningkatnya pengangguran sebesar l.9oh dan dalarrr .iangka panjang keseimbangan pengangguran berada pada kisaran 1.470.Kontraksi PDB dalanr jangka panjang disebabkan oleh penurunan ekspor bersih yang
stabil pada kisaran
l3%.
Nilai
tukar rupiahyang
cenderung terdepresiasitidak
ber-pengaruh cukup kuat terhadap ekspor bersih karena dalam
jangka
panjangrupiah
ter-depresiasi hanya sebesar 2.8oh. sehingga dayasaing tidak cukup kuat untuk mampu
lneng-angkat ekspor bersih.
Akibat
guncangancicilan utang maka suku bunga dalarn jangka panjang mengaiami peningkatan sebesar l87o
dan
investasijuga
mengalarni peningkatan7%.
Kenaikan suku burrga dornestik dalarn jangka panjang menyebabkanaliran
rnodalcenderung
masuk
ke
dalam
negeri. Penirrgkatan investasi ini karcna dominasi dariinvestasi asing yang nrasuk akibat
menirrgkat-nya suku bunga domestik secara relatif ter-hadap suku bunga sebelum terjadi guncangan
dan
secararelatif
terhadap kenaikan sukubunga dunia. Peningkatan suku bunga
diim-bangi dengan peningkatan penawaran uang
oleh Bank Indonesia sebesar 1.8%, sehingga
men gaki batkan i nfl asi 0.4o%.
KESIMPULAN SARAN
Dari hasil pembahasan
di
atas dapat disimpulkan sebagaiberikut:
(1)
Kondisi anggaran dalam jangka panjang sustainable dengan tingkat defisit terhadap PDB sebesar4.35oh. Total utang berkorelasi positif dengan
PDB, dengan rasio utang terhadap PDB yang
sustainable adalah 75Yo dalamjangka panjang,
(2)
Peningkatan defisit anggaran dan cicilan utang mengakibatkan kontraksi PDB dalamjangka
pendekdan jangka
panjang, (3) Peningkatan defisit anggaran dan cicilan utangmenyebabkan
inflasi
baik
dalam
jangka pendek dan jangka panjang,(4)
Peningkatandefisit
anggaran akan meningkatkan eksporbersih
dalamjangka
pendekdan
jangka panjang. Sebaliknya, peningkatan pembayarancicilan utang akan menurunkan ekspor bersih
dalam jangka pendek dan jangka panjang, (5) Peningkatan defisit anggaran akan menurun-kan pengangguran dalam jangka pendek dan
jangka panjang. Sedangkan peningkatan
cicil-an
utang akan meningkatkan pengangguran dalarn jangka pendek dan jangka panjang.Beberapa
saran
sebagai implikasi kebijakan dari hasil yang diperoleh adalah: (1)Walaupun
flskal
menunjukkan suslainable dalam jangka panjang dengan tingkat defisit terhadapPDB
4.35o/o, tetapi dimasamen-datang kurang beralasan memprioritaskan
ke-bijakan defisit anggaran atau bahkan mening-katkan- defisit anggaran, karena
tidak
rnem-berikan darnpak yang positif bagi
perekono-nrian,
(2)
Dalam pengelolaan utang makapernerintah diharapkan berusaha membayar
utar.lg sesuai jadwalnya. Bahkan
jika
peme-rintah sanggup meyakinkan negara kreditur untuk dapat mengurangi cicilan utang setiaptahunnya maka dalam jangka panjang akan
berdampak
positif
bagi stabilitas perekono-mian.DAFTAR PUSTAKA
BI.
2004, Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia,Juli 2004. Bank Indonesia, Jakarta
Borensztein,
E.
1990.
Debt Overhang, DebtReduction and Investment
:
the Case of the Phillippines. lnternational MonetaryFund Working Paper
No.
WPl90l77,September.
Cuddington,
J.T. 1996.
Analysing the Sustainabilityof
Fiscal Deficits
in DevelopingCountries.
EQononrics Department Georgetown University,Washington, D.C.
Enders,
W.
1995. Applied Econometric Time Series. John Wiley & Sons, Inc.Hossain,
A,
danA.
Chowdhury. 1998. OpenEconomy
Macroeconomics
forDeveloping Countries. Edward Elgar Publishing Limited. Cheltenham, UK.
Mankiw,
N.G.
2000.
Macroeconomics. Worth Publishers, New York.Mbanga, G.N. dan F. Sikod. 2001. The Impact of
Debt and
Debt-Service Payments on lnvestments in Cameroon. A Final Reportto
be Presented at the AERC Biannual Research Workshop, Nairobi.Romer, D. 1996. Advanced Macroeconomics. The MacGraw-Hill Companies
Inc.,
NewYork.
Thomas, R.
L.
1995. Modern Econometrics anIntroduction. Department of Economics,
Manchester Metropolitan University. TJ Press, Padstow.
Ward, B. D and H. Siregar. 2000. The Role of Aggregate Demand Shocks in Explaining
Indonesian
Macro-EconomicFluc-tuations. Commerce Division Discussion
Paper
No. 86,
Lincoln
UniversityCanterbury.
Were,
M.
2001. The Impact of External Debt on Economic Growth and Private lnvestnlent in Kenya : An Empirical Assessment. Al
Paper
to
be
Pre sentedat
the
WiderDeveloprnent Confcrence on Debt Relief,
l7- | 8 August 2001, Helsinky.