Laporan Evaluasi Indikator Mutu Triwulan 1 Th 2016

20 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Laporan Evaluasi

Indikator Mutu dan Keselamatan Pasien Triwulan I tahun 2016

1. PENDAHULUAN

Mutu sebagai suatu konsep yang diterapkan dan dipraktekkan dengan cara dan gaya yang sama pada setiap keadaaan. Pada umumnya mutu pelayanan kesehatan berfokus pada konsep bahwa pelayanan kesehatan memiliki tiga landasan utama yaitu: mutu, akses, dan biaya. Mutu dapat dicapai jika layanan kesehatan yang terjangkau dapat diberikan dengan cara yang pantas, efisien , dan hemat biaya. Layanan bermutu adalah layanan yang berorientasi pelanggan (customer oriented), tersedia (available), memadai (acceptable), terjangkau (affordable), dan mudah dikelola (controllable).Mutu harus berasal dari perpektif konsumen, karena mutu pelayanan merupakan jasa yang diterima oleh konsumen tersebut, oleh karena itu elemen kepuasan pelanggan merupakan yang terpenting.Mutu tercapai ketika harapan dan kebutuhan pelanggan terpenuhi. (A.F. Al-Assaf 2010)

Rumah sakit adalah suatu institusi pelayanan kesehatan yang kompleks, padat pakar dan padat modal.Kompleksitas ini muncul karena pelayanan di rumah sakit menyangkut berbagai fungsi pelayanan, pendidikan dan penelitian, serta mencakup berbagai tingkatan maupun jenis disiplin.Agar rumah sakit mampu melaksanakan fungsi yang demikian kompleks, rumah sakit harus memiliki sumber daya manusia yang profesional baik dibidang teknis medis maupun administrasi kesehatan.Untuk menjaga dan meningkatkan mutu, rumah sakit harus mempunyai suatu ukuran yang menjamin peningkatan mutu di semua tingkatan pada sistem pelayanan kesehatan (pada input, proses, dan output.). (A.A.Gede Muninjaya 2012)

Penjaminan peningkatan mutu ini lebih tertuju kepada terjaminnya mutu pelayanan kesehatan secara berkesinambungan berdasarkan standar yang sudah ditetapkan. Konsep penjaminan mutu lebih menekankan pada pentingnya proses pelayanan kesehatan yang dilaksanakan agar benar- benar sesuai dengan standar yang ada. Demikian juga dengan penjaminan mutu pelayanan kesehatan di RSU Kertha Usada yang berorientasi pada output/ outcome, tetapi berfokus pada proses. Output maupun outcome tidak diukur melalui ketetapan indikator yang berusaha diraih setinggi mungkin,

(2)

tetapi diukur melalui pengamatan cermat pada serangkaian proses yang menghasilkan outcome tersebut (Bustawi, 2012).

2. LATAR BELAKANG

Peningkatan mutu pelayanan kesehatan Rumah Sakit Umum Kertha Usada telah dimulai dengan terbentuknya komite Peningkatan Mutu Dan Keselamatan Pasien PMKP). Komite PMKP ini terbagi menjadi tiga SubKomite yaitu Subkomite Manajemen Klinik, Subkomite Manajemen Non Klinik, Dan Subkomite Keselamatan Pasien. Masing-masing Subkomite menjalankan fungsi operasional dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sesuai dengan area atau bidang dalam standar akreditasi KARS, yaitu area klinis dan internasional library dalam tanggung jawab Subkomite Manajemen klinis, Area Non Klinis dalam tanggung jawab Subkomite Manajemen Non Klinis, dan area keselamatan pasien dalam tanggung Subkomite Keselamatan Pasien.

Masing- masing Subkomite melakukan pengumpulan dan pengolahan data di bidang atau area yang terkait. Data- data yang sudah diolah akan dianalisis dan dievaluasi oleh Komite PMKP yang kemudian hasil analisis dan evaluasi akan dilaporkan kepada Pimpinan RSU Kertha Usada. Evaluasi program kerja peningkatan mutu dan keselamatan pasien merupakan evaluasi terhadap input , proses, dan output dengan lebih menitikberatkan pada evaluasi terhadap proses.

3. ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

Evaluasi terhadap program kerja peningkatan mutu dan keselamatan pasien di RSU Kertha Usada meliputi :

 Indikator mutu dan keselamatan pasien  Clinical Pathway

 Evaluasi kinerja staf

 Evaluasi kontrak dan perjanjian lain

 Evaluasi diklat mutu dan keselamatan pasien  Sosialisasi / desiminasi hasil kegiatan PMKP

 Monitoring pelaksanaan pencegahan dan pengendalian infeksi

3.1 Indikator- indikator mutu dan keselamatan pasien

(3)

 Area klinis

 Area Managerial

 Area International Library

 Area keselamatan pasien

Selain 4 area atau bidang tersebut evaluasi juga dilakukan terhadap masing-masing unit kerja di RSU Kertha Usada.

Berikut adalah hasil pencapaian terhadap indikator- indikator mutu dan keselamatan pasien RSU Kertha Usada :

Tabel 3.1 Pencapaian indikator mutu pelayanan kesehatan area klinis

No Kelompok Indikator Standar

Pencapaian (%)

1 Assesment pasien Waktu tanggap pelayanan

dokter di UGD < 5 mnt 100%

2 Pelayanan Laboratorium Waktu tunggu hasil pemeriksaan lab kimia klinik <140 mnt 39 menit 3 Pelayanan Radiologi Pelaksana hasil expertise 0% 31.2%

4 Prosedur Bedah Kelengkapan inform consent tindakan pasien operasi 100% 11.3%

5

Penggunaan antibiotic dan obat lainnya

Penggunaan Antibiotik pada pasien DHF di ruang

Arjuna,Dahlia dn Yudistira 0%

Belum dikumpulkan

6

Kesalahan medikasi dan KNC

Kesalahan penulisan resep pasien

0% 32.8%

7 Penggunaan anestesi dan sedasi

Kelengkapan persetujuan tindakan pembiusan pada pasien operasi elektif

100% 0%

8 Penggunaan darah dan produk darah

Angka reaksi transfuse di ruang HCU

≤ 0,01%

0% 9 Ketersediaan isi dan penggunaan rekam medik

Kelengkapan pengisian rekam medik rawat inap 2x24 jam setelah pasien pulang

100% 74%

10

Pencegahan dan pengendalian infeksi, surveilans, dan pelaporan

(4)

Pengisian indikator mutu area klinis dilakukan setiap hari dan di rekapitulasi setiap bulannya. Evaluasi terhadap indikator mutu pelayanan kesehatan bidang / area klinis dilakukan setiap bulan dan 3 bulan sekali.

Berikut ini adalah hasil analisa dan pembahasan indikator area klinis : a. Assesment Pasien

Pada bidang Assesment pasien dipilih indikator waktu tanggap pelayanan dokter di IGD, dengan hasil analisis sebagai berikut:

Tabel 3.2 Waktu tanggap pelayanan emergensi di UGD Triwulan I

BULAN Waktu Tanggap 0-5' 6-10' 11-15' Jumlah pasien GD Januari 510 0 0 510 Februari 458 0 0 458 Maret 320 0 0 320 b. Pelayanan Laboratorium

Tabel 3.3 Waktu tunggu hasil pemeriksaan kimia klinik < 140 menit Triwulan I

NO Standar Jan Feb Mar Jumlah Persentase

1. < 140 menit 0 0 0 0 0

2. > 140 menit 0 0 0 0 0

Total 0 0 0 0 0

c. Pelayanan Radiologi

Tabel 3.4 Pelaksana hasil expertise Triwulan I N

O

Bulan Standar Pencapaian

1. Jan 100 % 28.4%%

2. Februari 100% 29.7%

3 Maret 100% 35.5%

Pada bidang pelayanan radiologi dipilih pelaksana hasil expertise .Analisa data dilakukan pada bulan Januari - Maret 2016. Didapatkan bahwa untuk pelaksana hasil expertise

(5)

selama 3 bulan masih dibawah standart pelayanan minimal yaitu 100% sudah dilakukan expertise oleh dokter radiologi. Hal ini disebabkan karena dokter radiologi tidak berada 24 jam di unit radiologi dan hasil radiologi untuk pasien yang rawat jalan banyak yang tidak terexpertise oleh dokter radiologi.

d. Prosedur Bedah

Tabel 3.5 Kelengkapan informed concent tindakan operasi Tribulan I N

O

Bulan Standar Pencapaian

1. Jan 100 % 0%

2. Februari 100% 15%

3 Maret 100% 20%

Dalam prosedur bedah yang dilakukan kunci indicator adalah kelengkapan informed concent tindakan operasi pada pasien elektif dan diperoleh data selama bulan Januari – Maret 2016 masih di bawah standart pencapaian.

e. Penggunaan Antibiotik

Data belum terkumpul

f. Kesalahan Medikasi dan KNC Tabel 3.5 Kesalahan Penulisan Resep

N O

Bulan Standar Pencapaian

1. Jan 0 % 43.3%

2. Februari 0% 31.9%

3 Maret 0% 23.3%

Pada bidang kesalahan medikasi dan KNC dipilih Indikator kesalahan penulisan resep. Analisis data bulan Januari – Maret 2016 masih ditemukan kesalahan penulisan resep sebesar 32.8% . Yang mana target pencapaian untuk kesalahan penulisan resep adalah 0%.

g. Penggunaan Darah dan Produk Darah

Dipilih indikator Angka kejadian reaksi transfuse di ruang HCU Tabel 3.6 Angka reaksi tranfusi di ruang HCU Tribulan I tanhun 2016

BULAN Jumlah Px Reaksi Tranfusi Jumlah px Tranfusi

Januari 0% 22

Februari 0% 25

Maret 0% 29

TOTAL 0% 76

(6)

Pada bidang ketersediaan isi dan penggunaan rekam medik dipilih indikator kelengkapan pengisian rekam medik pada pasien rawat inap dalam waktu 2 x 24 jam setelah pasien pulang. Pencapaian setelah 3 bulan dilakukan monitoring adalah sebesar 79.6%. hal ini masih dibawah standart pencapaian yaitu 100%. Hal ini disebabkan karena pasien pulang tanpa di visite oleh dokter, pasien pulang paksa dan pasien meninggal sebelum atau sesudah di visite oleh dokter DPJP.

i. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi, Surveilans dan Pelaporan

Pada bidang pencegahan dan pengendalian infeksi, surveilens, dan pelaporan dipilih indikator infeksi di ICU yang meliputi angka VAP, ISK, ILO, IADP, Phlebitis dan Decubitus

Tabel 3.7 Angka kejadian HAIs di ICU

INDIKATOR

Tahun 2016

Januari Februari Maret

VAP 0‰ 0‰ 0‰ ISK 0‰ 0‰ 0‰ IADP 0‰ 0‰ 0‰ ILO 0% 0% 0% Decubitus 0% 0% 0% Phlebitis 0‰ 0‰ 0‰

Tabel 3.8 Pencapaian indikator mutu area managerial

No Kelompok Indikator Standar Pencapaian

(%) 1 Pengadaan rutin peralatan kesehatan dan obat penting Kelengkapan obat-obat emergency di ambulance,

ICU,OK, Dan UGD 100 %

Belum dilakukan

2 Pelaporan aktivitas yang diwajibkan

Ketepatan pengiriman STP morbiditas rawat jalan dan rawat inap

100%

(7)

3 Manajemen resiko Angka kejadian tertusuk jarum 0 0

4 Manajemen penggunaaan sumber daya Utilisasi penggunaan kamar operasi 100 % Belum terkumpul

5

Harapan dan kepuasan pasien dan keluarga

Kegiatan Evaluasi kepuasan

pasien 100% Belum

terkumpul

6 Harapan dan kepuasan staf Kegiatan Evaluasi kepuasaan staf 100% Belum terkumpul

7 Demografi pasien dan diagnoseklinis Ketepatan pengiriman macam- macam data demografi RS

75%

Belum terkumpul

8 Manajemen keuangan

Kesesuaian RAPB dengan

penggunaan dana ≥80% Belum

terkumpul

9

Pencegahan dan pengendalian kejadian yang dapat

menimbulkan masalah

Penyusunan manajemen resiko

Min 1x setahun

Belum terkumpul

Pengisian indikator mutu area managerial tidak semuanya dilakukan setiap hari, beberapa dilakukan setiap 1 bulan sekali dan di rekapitulasi setiap bulannya. Evaluasi terhadap indikator mutu pelayanan kesehatan bidang / area managerial dilakukan setiap bulan dan 3 bulan sekali. Berikut ini adalah hasil analisa dan pembahasan indikator area managerial :

a. Pengadaan rutin peralatan kesehatan dan obat penting

Pada bidang pengadaan rutin peralatan kesehatan dan obat penting dipilih indikator Kelengkapan obat – obat emergensi di ICU. IGD, Ambulans, dan Kamar Operasi.

Pengecekan obat – obat emergency hanya dilakukan pada awal bulan Januari 2016 saja oleh petugas farmasi. Dan untuk bulan berikutnya petugas farmasi tidak melakukan pengecekan kembali. Analisis data dilakukan pada checklist kelengkapan obat- obat untuk di Ambulans pengecekan obat –obatan dilakukan pada saat akan menggunakan ambulans dan setelah ambulan digunakan. Pengecekan obat – obat emergency dilakukan oleh perawat dimasing – masing unit kecuali yang di ambulans dilakukan oleh perawat UGD. Seharusnya pengecekan obat – obat emergency ini dilakukan oleh apoteker di instalasi farmasi rumah sakit.

(8)

Pada bidang pelaporan aktivitas yang diwajibkan dipilih indikator angka ketepatan waktu pengiriman STP morbiditas rawat jalan dan rawat inap ke Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng.

Tabel 3.9 Ketepatan waktu pengiriman STP morbiditas rawat jalan dan rawat inap

BULAN TANGGAL PENGIRIMAN

≤ tanggal 15 > tanggal 15

Januari 100 0

Februari 100 0

Maret 100 0

RATA-RATA 100 0

Tabel 3.10 Peringkat teratas morbiditas (rawat inap) Triwulan I

No Kode Deskripsi Jumlah

1. A09 GEA 441

2. A91 DHF 389

3. K30 Dyspepsia 333

4. E13 Diabetes Melitus 326

5. J40 Bronchopneumonia 314

6. CKD 307

7. I59 Decompensasi cordis 169

8. I11 Hipertensi 148

9. Infeksi Saluran Kemih 139

10. A01 Demam typhoid 101

Tabel 3.11 Peringkat teratas morbiditas (rawat jalan) Triwulan I

No Kode Deskripsi Jumlah

1. K30 Dyspepsia 536 2. J00 ISPA 459 3. A09 GEA 259 4. J02 Faringitis 232 5. R10 Colic abdomen 220 6. J03 Tonsilofaringitis 201 7. I11 Hipertensi 188 8. ISK 185 9. R Cephalgia 116 10. J45 Asthma 98

(9)

c. Manajemen Risiko

Pada bidang manajemen risiko dipilih indikator angka tertusuk jarum.

Berdasarkan data yang didapat dari tim KPPI pada bulan Januari – Maret tahun 2016 tidak didapatkan laporan karyawan yang tertusuk jarum (0%).

d. Manajemen penggunaan sumber daya

Data belum terkumpul

e. Harapan dan kepuasan pasien dan keluarga

Data belum terkumpul

f. Harapan dan kepuasan staf

Data belum terkumpul

g. Demografi pasien dan diagnosa klinis

Pada bidang demografi pasien dan diagnose klinis, dipilih indikator ketepatan pengiriman data demografi RS ke dinas kesehatan kabupaten.

Tabel 3.10 Prosentase pengiriman laporan ke dinas kesehatan kabupaten

BULAN TANGGAL PENGIRIMAN

≤tanggal 15 >tanggal 15 Januari 100 0 Februari 100 0 Maret 0 0 RATA-RATA 0 0 h. Manajemen keuangan Di evaluasi tiap tahun.

Tabel 1.12 Kesesuaian RAPB dengan pemakaian anggaran

No Tahun Alokasi Anggaran Pemakaian Anggaran % Pencapaian 1 2014 Belum dikumpulkan

2 2015

(10)

Analisis mendapatkan bahwa pemakaian anggaran mencapai lebih dari ….% dari alokasi anggaran (RAPB) bahkan pada tahun 2014 mencapai ….% dan tahun 2015 mencapai …. %.

i. Pencegahan dan pengendalian kejadian yang dapat menimbulkan masalah

Pada bidang ini belum dilakukan penyusunan manajemen resiko.  Pencapaian indikator keselamatan pasien.

No Kelompok Indikator Standar Pencapaian

(%)

1 Identifikasi Pasien

Angka terpasangnya gelang

identitas pasien 100%

Belum dikumpulkan

2 Komunikasi Efektif Angka pelaksanaan SBAR 100%

Belum dikumpulkan

3 Keamanan Obat LASA

Angka penggunaan label

High Alert 100% Belum dikumpulkan 4 Kepastian tepat lokasi.prosedur,dan pasien

Angka pelaksanaan sign in, sign out, dan time out pada

pasien operasi 100%

Belum dikumpulkan

5 Angka resiko infeksi

Angka kepatuhan cuci

tangan 100% 77%

6 Pengurangan risiko jatuh

Angka terpasangnya gelang

risiko jatuh 100%

Belum dikumpulkan  Pencapaian indikator masing-masing unit

No Unit Indikator Standart Pencapaian

1 Anggrek,Bakung,Cempa ka

Pemberi pelayanan rawat inap

100% 100%

Tidak adanya kejadian pasien jatuh yang berakibat

kecacatan/kematian

0% 0%

Ketepatan jam visite dokter spesialis

100% 65%

Ketepatan jumlah anfrahan obat

100% 97.3%

2 Drupadi, Bima Waktu tunggu hasil lab patologi klinik untuk darah lengkap dan kimia klinik

100% 100%

(11)

spesialis

Ketepatan jumlah anfrahan obat

100% 93.29%

Kejadian pasien jatuh yang berakibat kecacatan

0% 0%

3 Kresna Pemberi pelayanan rawat

inap

100% 100%

Kejadian infeksi pasca operasi

≤ 1.5% 0%

Tidak adanya kejadian pasien jatuh yang berakibat

kecacatan

0% 0%

Angka kejadian infeksi rumah sakit

≤ 1.5% 0%

4 Sahadewa Kemampuan menangani

BBLR 1500 – 2500 gram

100% 100%

Tidak adanya kejadian pasien jatuh yang berakibat

kecacatan/kematian

0% 0%

Pemberi pelayanan rawat inap

100% 100%

Kejadian infeksi pasca operasi

≤ 1.5% 0%

Angka kejadian infeksi rumah sakit

≤ 1.5% 0%

Ketepatan jam visite dokter spesialis

100% 72.6%

5 Nakula Pemberi pelayanan rawat

inap

100% 100%

Tidak adanya kejadian pasien jatuh yang berakibat

kecacatan/kematian

0% 0%

Ketepatan dokter penanggung jawab pasien rawat inap

100% 99.5%

Kejadian infeksi pasca operasi

(12)

Ketepatan jam visite dokter spesialis

100% 57.3%

Angka kejadian infeksi rumah sakit

≤ 1.5% 0%

Ketidakpatuhan perawat melaksanakan cuci tangan sesuai dengan 5 moment dan 6 langkah

0% 0%

6 HCU Kejadian reaksi tranfusi ≤ 0.01% 0%

Pemenuhan kebutuhan darah bagi setiap pelayanan tranfusi

100% 73.5

Pemberi pelayanan rawat inap

100% 100%

Ketepatan penentuan dokter penanggung jawab pasien rawat inap

100% 99.1%

Angka kejadian infeksi rumah sakit

≤ 1.5% 0%

Tidak adanya kejadian pasien jatuh yang berakibat

kecacatan/kematian

0% 0%

7 ICU Pasien yang kembali ke

perawatan intensif dengan kasus yang sama < 72 jam

< 3 % 0%

Pemberi pelayanan unit intensif

100% 100%

8 UGD Waktu tanggap pelayanan

dokter di UGD

≤ 5 menit 100%

Kepuasan pelanggan pada unit gawat darurat

≤ 70% Belum dilakukan Pemberi pelayanan kegawatdaruratan yang bersertifikat BLS/PPGD/GELS/ALS 100% Belum dikumpulkan

(13)

unit gawat darurat dikumpulkan

9 VK Kejadian kematian karena

persalinan

0% 0%

Pertolongan persalinan melalui section cesaria

≤ 100% 84.7%

10 Haemodialisa Ketidakpatuhan pasien GGK akan jadwal HD rutin

0% 31%

Ketenagaan ruang haemodialisa

100%

11 Rawat jalan Waktu tunggu rawat jalan ≤ 60 menit Belum dikumpulkan

Jam buka pelayanan sesuai dengan ketentuan

100% 100%

12 Radiologi Pelaksana hasil expertise 0% 31.2%

Waktu tunggu hasil pelayanan thorax foto

≤ 20 menit 7.5 menit

Pemeriksaan ulang radiologi ≤ 2% 1.5% 13 Laboratorium Waktu tunggu hasil

pemeriksaan laboratorium klinik

140 menit 38.39 menit

14 Kamar Operasi Kelengkapan pengisian inform consent tindakan operasi pada pasien elektif

100% 11.6%

Kelengkapan pengisian persetujuan pembiusan pada pasien operasi elektif

100% 0%

Terjadinya kesalahan tindakan operasi

0% 0.4%

15 Asisten perawat Ketepatan waktu penyediaan linen untuk pasien rawat inap

100% 79%

16 USPRS Ketepatan waktu

pemeliharaan alat

100% 1.4%

17 Front office Kesesuaian surat kontrol

pasien rawat inap 100% dikumpulkanBelum

18 Kasir Kecepatan waktu pemberian

(14)

pasien rawat inap

19 Pencegahan dan

pengendalian infeksi

Tersedianya anggota Tim PPI yang terlatih

100% 100%

Tersedianya Alat Pelindung

diri ( APD ) 100% 100%

Terlaksananya kegiatan pencatatan dan pelaporan

infeksi rumah sakit 100% 100%

20 Transportasi dan keamanan

Kecepatan memberikan pelayanan ambulance

transport / ambulance jenasah 100% 93.7%

21 Gizi Ketepatan penyediaan diet

pasien 100% Belum dikumpulkan

Ketepatan waktu penyediaan

makanan ≥ 90%

Belum dikumpulkan

22 Farmasi Kesalahan penulisan resep 0% 32.7%

Berikut ini adalah hasil analisa dan pembahasan indikator masng-masing unit : a. Ruang Anggrek, Bakung dan Cempaka

Indikator yang dipilih adalah pemberi pelayanan sudah mencapai target 100% semua perawat lulusan minimal Diploma III keperawatan dan Sarjana Keperawatan. Untuk indikator kedua adalah tidak adanya kejadian pasien jatuh yang berakibat kecacatan/kematian juga sudah mencapai target yaitu 0%, hal ini dibuktikan dengan tidak adanya laporan insiden pasien jatuh di catatan insiden keselamatan pasien yang di monitor tiap hari. Untuk indikator yang ketiga adalah ketepatan jam visite dokter spesialis mencapai 65% dari target pencapaian sebesar 100%, hal ini disebabkan karena sebagian besar dokter penanggung jawab pasien yang merawat pasien di RSU Kertha Usada masih merupakan dokter PNS yang masih aktif sehingga masih sangat sulit untuk menerapkan jam visite dokter spesialis di ruang Anggrek, Bakung dan Cempaka. Sedangkan untuk indikator yang keempat adalah ketepatan jumlah anfrahan obat mencapai 97.3% hampir mendekati target 100%.

b. Drupadi, Bima

Indikator mutu yang dipilih adalah ketepatan jam visite dokter spesialis masih mencapai 58% dari target 100%. Sedangkan untuk indikator ketepatan anfrahan obat baru mencapai 93,29% hampir mencapai target.

(15)

Indicator yang di pilih semua sudah mencapai target pencapaian. Akan tetapi tetap dilakukan monitoring untuk triwulan berikutnya.

d. Sahadewa

Indicator yang belum mencapai target adalah ketepatan jam visite dokter spesialis yaitu mencapai 72.6% masih jauh dari target yang ditentukan yaitu 100%.

e. Nakula

Dari kelima indicator yang dipilih hanya indicator ketepatan jam visite dokter spesialis yang masih belum mencapai target yaitu 57.3%.

f. HCU

Indicator mutu yang dipilih hanya indicator mengenai pemenuhan kebutuhan darah bagi setiap pelayanan transfuse yang masih belum mencapai target yaitu sebesar 73.5%. hal ini dikarenakan stok di PMI sebagai bank darah mengalami kekosongan stok oleh karena banyaknya permintaan dari semua rumah sakit di wilayah Kabupaten Buleleng. Dan di RSU Kertha Usada belum menyediakan bank darah sendiri.

g. ICU h. UGD

Indikator yang dipilih adalah angka kematian IGD, yaitu pasien gawat yang datang ke IGD masih dalam kondisi hidup dan meninggal di IGD.Standar kematian di IGD adalah ≤ 2‰. Data selengkapnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini

BULAN JUMLAH KEMATIAN

IGD

JUMLAH PASIEN GD

Januari Belum dilakukan

pengumpulan data

Februari Belum dilakukan pengumpulan data

Maret Belum dilakukan

pengumpulan data

TOTAL

i. VK

Indicator yang dipilih adalah pertolongan persalinan melalui section cesaria mencapai 84.7% di triwulan I ini. Dimana target pencapaian adalah ≤ 100%.

(16)

j. Haemodialisa

Indicator yang dipilih adalah ketidakpatuhan pasien akan jadwal HD rutin mencapai 31% hal ini disebabkan karena beberapa alasan dari pasien diantaranya adalah adanya upacara keagamaan, keluarga yang mengantar ke rumah sakit tidak ada sehingga jadwal HD pindah hari atau waktunya.

k. Rawat Jalan

Indicator yang dipilih adalah waktu tunggu pasien rawat jalan di poli umum tercapai ≤ 60 menit selama triwulan I. dan untuk ketepatan jam buka poli spesialis sudah mencapai 100%.

l. Radiologi

Indicator mutu yang dipilih yang belum tercapai adalah pelaksana hasil expertise hasil pencapaian sebesar 31,2% dimana targetnya adalah 0%. Hal ini dikarenakan ahli radiologi yang melaksana expertise tidak stand by 24 jam di RSU Kertha Usada.

m. Laboratorium

Indicator yang dipilih adalah waktu tunggu hasil pemeriksaan laboratorium klinik sudah mencapai target yaitu 38,39 menit dimana target pencapaian adalah 140 menit.

n. Kamar Operasi

Indicator yang dipilih adalah kelengkapan informed consent tindakan operasi pada pasien elektif selama triwulan I ini mengalami peningkatan dimana yang sebelumnya kelengkapannya 0% akan tetapi setelah dilakukan sosialisasi pada bulan Maret meningkat 20%. Untuk indicator kelengkapan persetujuan pembiusan pada pasien elektif setelah dilakukan evaluasi selama triwulan I masih 0% pencapaiannya. Dan untuk indicator tidak adanya kejadian salah tindakan pada operasi di triwulan I ini ada 1 kasus salah tindakan operasi. Dimana kejadian ini dikarenakan penentuan diagnosa pasien yang kurang tajam sehingga mengalami durante pada saat tindakan operasi.

o. Asisten perawat

Indicator yang dipilih adalah ketepatan waktu penyediaan ruangan rawat inap masih belum dapat dianalisa karena pengumpulan data dan analisa masih belum sesuai dengan target pencapaian.

p. USPRS

Indicator yang dipilih adalah ketepatan waktu pemeliharaan alat masih belum mencapai target karena masih belum terkoordinasi dengan unit yang akan melakukan pemeliharaan alat sehingga jika alat sudah mengalami kerusakan baru dilakukan

(17)

perbaikan . sedangkan waktu pemeliharaan sudah ditekankan pada saat pasien di ruang rawat inap pulang maka lakukan koordinasi dengan USPRS untuk pemeliharaan alat di ruang tersebut sehingga mengurangi complain dari pasien yang akan menempati ruangan tersebut.

q. Front Office

Indicator yang dipilih adalah ketepatan jadwal control denga surat control pasien rawat inap, selama dilakukan monitoring triwulan masih belum mencapai target sehingga masih ada pasien yang control tidak sesuai dengan jadwal control di surat kontrol. r. Kasir

Indicator yang dipilih adalah kecepatan waktu pemberian informasi tentang tagihan pasien rawat inap masih belum mencapai target < 2 jam. Pencapaian selama triwulan ini adalah 2 jam 6 menit.

s. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi

Indicator yang dipilih adalah tersedianya anggota Tim PPI yang terlatih sudah 100% pencapaiannya. Untuk indicator tersedianya alat pelindung diri selama triwulan I ini sudah mencapai 100% tersedianya di masing – masing unit yang membutuhkan APD. Sedangkan untuk indicator terlaksananya kegiatan pencatatan dan pelaporan infeksi rumah sakit sudah mencapai 100%.

t. Transportasi dan Keamanan

Indicator yang dipilih adalah kecepatan memberikan pelayanan ambulance transport / ambulance jenasah < 30 menit dimana target pencapaiannya adalah 100%. Pencapaian selama triwulan I yaitu 93,7% jadi masih dibawah target pencapaian.

u. Gizi

Pada unit gizi dipilih indikator ketepatan penyediaan diet pasien dan ketepatan waktu penyediaan makanan. Berikut adalah hasil indikator mutu pelayanan gizi :

Bulan Jumlah pasien yang tepat diet Jumlah pasien dengan diet Januari Masih belum dikumpulkan

Februari Maret Total Presentase

Tabel 1.24 Ketepatan waktu penyediaan makanan

Bulan Jumlah penyediaan tepat waktu Jumlah total diet pasien Januari Masih belum dikumpulkan

Februari Maret

(18)

Total Presentase

Data masih belum dikumpulkan oleh karena petugas di unit Gizi masih baru mulai dengan tenaga baru dan masih belum disosialisasikan mengenai indicator mutu oleh petugas Gizi yang sebelumnya.

v. Perawatan

Pada bidang perawatan dipilih indikator angka infeksi jarum infuse dan angka pasien dengan dekubitus. Analisis dilakukan dari data hasil telusur dari PPI pada bulan Januari – Maret 2015 dengan hasil tidak ditemukan angka infeksi jarum suntik dan decubitus di perawatan. Decubitus yang ditemukan adalah decubitus yang terjadi dari rumah dan dirawat di rumah sakit karena penyakit yang diderita oleh pasien.

w. Farmasi

Indicator yang dipilih adalah kesalahan penulisan resep yang mana hasil pencapaian masih ditemukan kesalahan dalam penulisan resep selama triwulan I.

x. Radiologi

Indikator yang dipilih adalah pelaksana ekspertise hasil rontgen. Dari hasil evaluasi dari bulan Januari – Maret 2016 masih mencapai 31.2%. Sehingga masih jauh di atas standar pelayanan yaitu 0% untuk pelaksana ekspertise.

KESIMPULAN

1. Evaluasi terhadap indikator area klinis mendapatkan beberapa indikator pencapaiannya masih rendah, diantaranya :

a. Indikator penggunaan antibiotik pada pasien DHF di ruang Arjuna, Yudistira dan Dahlia masih belum dapat dilakukan evaluasi oleh karena belum disusunnya profil indicator dan cara pengumpulan datanya.

b. Indikator pelaksana expertise masih 31,2%

c. Indikator kelengkapan inform consent tindakan operasi pada pasien elektif masih menncapai 11,3 %

(19)

e. Indicator kelengkapan pengisian rekam medic rawat inap 2 x 24 jam setelah pasien pulang masih 74%

2. Evaluasi terhadap indikator area managerial mendapatkan beberapa indikator-indikator yang belum dapat dilakukan evaluasi karena data belum terkumpul, diantaranya :

a. Indikator Utilisasi penggunaan kamar operasi. b. Indikator kegiatan evaluasi kepuasan pasien. c. Indikator kegiatan evaluasi kepuasan staf.

d. Indikator ketepatan pengiriman macam-macam data demografi RS. e. Indikator kesesuaian RAPB dengan penggunaan dana.

3. Evaluasi terhadap indikator mutu di masing-masing unit kerja mendapatkan beberapa indikator pencapaiannya masih rendah, diantaranya :

a. Indikator angka kematian < 24 jam belum dapat dilakukan evaluasi karena data belum terkumpul

b. Indikator kesalahan penulisan resep

c. Indikator ketepatan penyediaan diet pasien dan ketepatan waktu penyediaan makanan belum dapat dievaluasi karena data belum terkumpul.

d. Ketepatan jam visite dokter spesialis e. Ketepatan jumlah anfrahan obat f. Ketepatan DPJP pasien rawat inap

g. Pemenuhan kebutuhan darah bagi setiap pelayanan tranfusi h. Kepuasan pelanggan di UGD

i. Pemberi pelayanan kegawatdaruratan yang bersertifikat BLS/ALS/PPGD/GELS j. Waktu tunggu rawat jalan di poli umum

k. Kesesuaian surat control pada pasien rawat inap

SARAN

1. Untuk memudahkan evaluasi di triwulan yang berikutnya kami akan memberikan semacam sanksi kepada unit yang terkait jika pengumpulan laporan tidak tepat waktu sehingga kegiatan evaluasi yang kami lakukan dapat sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

2. PIC dari masing – masing unit diberikan semacam nilai plus untuk kinerja sehingga mereka merasa mempunyai tanggung jawab terhadap laporan mutu.

3. Melaksanakan FOCUS PDCA sesuai dengan waktu yang ditentukan sehingga pencapaian masing – masing indicator lebih terarah lagi.

(20)

4. Mohon dukungan dari pimpinan juga terhadap kegiatan – kegiatan yang berkenaan dengan pelaksanaan mutu pelayanan.

5. Untuk rekan – rekan yang di non keperawatan masih mengalami kendala dalam pengumpulan dan pengolahan data karena ada beberapa rekan kerja yang masih menganggap data tersebut kurang penting sehingga pengumpulan data hanya dilakukan jika diminta atau bukan merupakan kewajiban. Sehingga hanya 1 orang atau 2 orang saja yang melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Pada saat laporan akan tidak tepat jadwal karena harus mengolah terlebih dahulu ke luar rumah sakit dan mengeluarkan biaya ke persewaan computer.

6. Menyediakan sarana untuk pembuatan laporan bagi rekan – rekan non keperawatan sehingga mengurangi biaya yang dikeluarkan oleh rekan – rekan.

Singaraja, 25 April 2016 Ketua PMKP

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :