PENGEMBANGAN ENERGI BERSIH
MELALUI PEMANFAATAN ENERGI TERBARUKAN
DI DAERAH PROPINSI KALIMANTAN BARAT
Oleh
Ir. Djoko Winarno MM, IPU
Direktur Renewable Energi & Primary Energi
Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia
2013/4/18 6
2013/4/18 7
2013/4/18 8
Menetapkan pengembangan energi terbarukan sebagai prioritas pengembangan energi nasional ;
Mengatur dan memberlakukan
harga khusus
untuk energi terbarukan dan mewajibkan kepada
perusahaan penyedia energi untuk membeli energi dari sumber energi terbarukan sesuai dengan
kuota yang ditentukan serta mensubsidi selisih harga energi terbarukan terhadap energi
konvensional dalam waktu tertentu;
Menetapkan
kuota minimum
tenaga listrik, bahan bakar cair dan gas dari sumber energi terbarukan
dalam bauran energi listrik nasional;
Memberikan
insentif pajak
bagi pengembangan, pengusahaan dan pemanfaaran energi terbarukan
sampai nilai keekonomiannya kompetitif dengan energi konvensional;
Meningkatkan pengembangan industri peralatan produksi dan pemanfaat energi terbarukan dalam
negeri;
Mewujudkan
pasar
energi terbarukan yang diatur oleh pemerintah;
Mengalokasikan
dana penelitian dan pengembangan EBT
dengan skema khusus untuk
mempercepat pemanfaatan energi baru dan terbarukan;
2.1. Kebijakan Energi Terbarukan dalam Draft Kebijakan
Energi Nasional (KEN)
Setiap orang berhak memperoleh energi
Penyediaan dan pemanfaatan energi baru dan energi
terbarukan wajib ditingkatkan oleh Pemerintah dan
pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya (Pasal
20 ayat 4)
Penyediaan dan pemanfaatan energi dari sumber energi
baru dan sumber energi terbarukan dapat memperoleh
kemudahan dan/atau insentif dari Pemerintah dan/atau
pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya untuk
jangka
waktu
tertentu
hingga
tercapai
nilai
keekonomiannya (Pasal 20 ayat 5).
2.6. Harga Pembelian Tenaga Listrik Berbasis Energi
Terbarukan
2.7. Haga Jual Listrik (Feed In Tariff) Berbasis Biomassa,
Biogas Dan Sampah Kota (Municipal Solid Waste New Feed
In Tariff : Permen ESDM No. 4/2012
tentang
Penugasan pada PT PLN (persero) untuk Melakukan Pembelian Tenaga Listrik dari
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi dan Harga Patokan Pembelian Tenaga
Listrik oleh PT PLN (persero) dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi
17
No. Provinsi
Harga Listrik Panas Bumi (sen US$/kWh)
Tegangan Tinggi Tegangan
Menengah
1. Sumatra 10 11,5
2. Jawa, Madura, Bali 11 12,5
3. South Sulawesi, West Sulawesi, Southeast Sulawesi
12
13,5
4. North Sulawesi, Central Sulawesi,
Gorontalo 13 14,5
5. West Nusa Tenggara, East Nusa
Tenggara 15 16,5
6. Maluku and Papua 17 18,5
a. PMK No. 24/PMK.011/2011 Pemberian Fasilitas Perpajakan dan Kepabeanan untuk
Kegiatan Pemanfaat Sumber Energi Terbarukan
b. PMK No.22/PMK.011/2011:PPN DTP Atas Impor Barang untuk Kegiatan Usaha
Eksplorasi Hulu Minyak dan Gas serta Panas Bumi
c. PMK No. 21/PMK.011/2010 PPN DTP untuk Impor barang bagi eksplorasi hulu migas
dan eksplorasi panas bumi tahun anggaran 2010
d. PMK 128/PMK.011/2009: Perubahan Atas PMK No. 154/PMK.011/2008: Pembebasan
Bea Masuk atas Impor Barang Modal dalam rangka Pembangunan dan Pengembangan
Industri Pembangkit Tenaga Listrik untuk Kepentingan Umum
e. PMK No. 230/PMK.011/2008: PPN DTP Atas Impor Dan/Atau Penyerahan BKP
Tertentu Pada Sektor-Sektor Tertentu
f.
PMK No. 177/PMK.011/2007:Pembebasan BM Atas Impor Barang untuk Kegiatan Hulu
Migas dan Panas Bumi
g. PMK No. 117/PMK.06/2006:Kredit Pengembangan Energi Nabati dan Revitalisasi
Perkebunan
A. Fasilitas PPh
− Pengurangan penghasilan neto sebesar 30% dari jumlah Penanaman Modal, dibebankan selama 6 tahun
masing-masing sebesar 5% pertahun;
− penyusutan dan amortisasi yang dipercepat,
− Pengenaan Pajak Penghasilan atas deviden yang dibayarkan kepada Subjek Pajak Luar Negeri sebesar 10%,
atau tarif yang lebih rendah menurut Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda yang berlaku; dan − Kompensasi kerugian yang lebih lama dari 5 tahun tetapi tidak lebih dari 10 tahun
B. Fasilitas PPN
− Pembebasan dari pengenaan PPN atas impor Barang Kena Pajak yang bersifat strategis berupa : mesin dan
peralatan, baik dalam keadaan terpasang maupun terlepas, tidak termasuk suku cadang, yang diperlukan oleh pengusaha di bidang pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan untuk menghasilkan Barang Kena Pajak
C. Fasilitas Bea Masuk
− PMK no. 176/PMK.011/2009 tentang Fasilitas Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Mesin Serta Barang dan
Bahan untuk Pembangunan atau Pengembangan Industri Dalam Rangka Penanaman Modal, beserta perubahannya;
− PMK no.154/PMK.01.1/2008 tentang Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Barang Modal Dalam Rangka
Pembangunan dan Pengembangan Industri Pembangkit Tenaga Listrik Untuk Kepentingan Umum, beserta perubahannya
D. Fasilitas pajak ditanggung Pemerintah(DTP)
− Fasilitas pajak ditanggung Pemerintahyang diatur dengan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara dan peraturan pelaksanaannya
PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 21/PMK.011/2010
Fasilitas pajak dan kepabeanan untuk kegiatan pemanfaatan sumber daya energi terbarukan
PPH
INSTRUMEN FINANSIAL
PENDUKUNG
PPN
• Reduced net income for 30% of total investment • accelerated depreciation • Imposition
of Income Tax on dividend p aid
to Foreign Taxable at 10% • compensation for losses in
certain circumstances
Exemptions of VAT for
Taxable Goods,
machinery and
equipment
for RE
utilization (not
included spare parts)
Regulated in State
Annual Budget
Law and its
implementing
regulations
Bea Impor
Pajak Ditanggung
Pemerintah
Exemptions for Import Duty of
Goods and Machinery
for development and capital investment Capital Goods Imports
for construction and development of electricity industry
SABAH (MALAYSIA) SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH Kuaro U Sangatta Bontang U Tj. Selor Tj. Redep U U U Karangjoang Manggarsari Industri G U Petung G G Maloi Melak Malinau Tidang Pale Kota Bangun A G G A U U Barikin Tanjung Rantau Buntok Palangkaraya Kuala Kurun Puruk Cahu Muara Teweh Kasongan Sampit Seberang Barito Selat Trisakti Mantuil Ulin Cempaka Batu Licin Kayutangi U D D D D D D D D U Amuntai Pelaihari A New Palangkaraya Kotabaru Satui Bandara G Sukamara Nangabulik Pangkalan Bun Kuala Pambuang Pangkalan Banteng U D U U U Parenggean U U U A G U U U U U U Ketapang Sukadana Sukadana Tayan Ngabang Bengkayang Sambas Singkawang Mempawah Parit Baru Siantan
Sei Raya Kota Baru Sanggau Sekadau Sintang Putussibau Nanga Pinoh Kota Baru SERAWAK (MALAYSIA) PLTG/MG Pontianak 100 MW-2019 PLTU Ketapang PLN : 20 MW-2015 IPP : 14 MW-2015
PLTU Parit Baru 100 MW-2014 PLTU Pantai Kura-Kura 55 MW-2014 PLTU Parit Baru Loan China 100 MW-2015
PLTU Kalbar-1
200 MW-2018/19 PLTA Nanga Pinoh 98 MW-2020
• PLTG/MG Tj. Selor 20 MW-2013/15 • PLTU Tj. Selor 14 MW-2014 PLTU Tj. Redep 14 MW-2014 • PLTU Embalut (Eksp.)
50 MW-2015 • PLTG Kaltim Peaking 100 MW-2013 • PLTG Kaltim Peaker 1 100 MW-2017 PLTA Kelai 75 MW-2020 PLTU Kaltim-2 200 MW-2016 PLTG/MG Bangkanai 280 MW-2014/15/16 PLTU Kaltim-3 200 MW-2018/19 PLTGU Senipah 117 MW-2013/15 PLTU Muara Jawa
220 MW-2014 PLTU Kalsel-1 65 MW-2019 PLTA Kusan 200 MW-2016/17 PLTU Asam-Asam 130 MW-2013 PLTU Kalselteng-2 200 MW-2017/18 PLTG/MG Kalselteng Peaker 50 MW-2018 PLTU Pulang Pisau 120 MW-2014
PLTU Sampit 50 MW-2014 PLTU Kalselteng-3 100 MW-2016 U U G U U A U U U GU U U A U U U U U A G G PLTU Kalselteng-1 200 MW-2017/18 U
GI. KETAPANG GI. TANJUNG
GI. SANDAI
GI. KOTA BARU
PLTD & GI. SINTANG PLTD & GI. SANGGAU
GI. NGABANG GI. BENGKAYANG
GI. MEMPAWAH
PLTG & GI. SIANTAN PLTU 2x25 MW (IPP) & GI.
PARIT BERKAT
GI. KOTA BARU
GI. SEI RAYA PLTD & GI. SINGKAWANG
PLTD & GI. SAMBAS
PLTM MERASAP GI. SELUAS GI. KUCHING KUCHING M D D U G D D
Gardu Induk Ongoing Gardu Induk Existing
Transmisi Existing Keterangan Transmisi On Going Transmisi Future Pembangkit Future Pembangkit Existing Gardu Induk Future
Pembangkit Ongoing
Transmisi 150/275KV
D D D
GI. PEMANGKAT GI. SANGGAU LEDO
GI. TAYAN GI. SEKADAU U PLTU 1 SINGKAWANG (2x25 MW) & GI. U
PLTU 2x50 MW & GI. PARIT BARU
U
3.3.1 POTENSI TENAGA AIR (1)
3.3 POTENSI ENERGI PRIMER DI PROPINSI KALIMANTAN BARAT
3.3.1 POTENSI TENAGA AIR (2)
*
3.3.2 POTENSI GAMBUT
Nama Kabupaten
Potensial
(Juta ton)
Pontianak
: 2,999
Sambas
: 840
Ketapang
: 990
Kapuas Hulu
: 297
Sintang
: ?
Total
: 5.123,25
* Keyakinan Geologi 60 % maka secara umum sumber daya gambut yang ada sebesar 3.074 Juta Ton ** Nilai Kalori antara 4.967 – 5.021 kcal/kg
3.3.4 POTENSI PLT BIOMASS DARI SAMPAH PKS
(Pabrik Kelapa Sawit )
3.3.5 POTENSI PENANAMAN 1 MILYAR POHON
NO PROVINCE KBR/UNIT 1 KBR Total Ha
1 Nangroe Aceh D 550 125 68,750 2 North Sumatera 775 125 96,875 3 West Sumatera 306 125 38,250 4 Riau 148 125 18,500 5 Riau Islands 60 125 7,500 6 Jambi 182 125 22,750 7 Bengkulu 268 125 33,500 8 South Sumatera 325 125 40,625 9 Bangka Belitung 58 125 7,250 10 Lampung 448 125 56,000 11 Banten 93 125 11,625 12 DKI Jakarta - 125 125 13 West Java 355 125 44,375 14 Central Java 564 125 70,500 15 DI Yogyakarta 85 125 10,625 16 East Java 827 125 103,375 17 West Kalimantan 393 125 49,125 18 Central Kalimantan 144 125 18,000 19 South Kalimantan 338 125 42,250 20 East Kalimantan 251 125 31,375 21 North Sulawesi 296 125 37,000 22 Gorontalo 127 125 15,875 23 Central Sulawesi 214 125 26,750 24 West Sulawesi 195 125 24,375 25 South East Sulawesi 349 125 43,625 26 South Sulawesi 659 125 82,375 27 Bali 110 125 13,750 28 NTB 292 125 36,500 29 NTT 963 125 120,375 30 Maluku 152 125 19,000 31 North Maluku 158 125 19,750 32 West Papua 123 125 15,375 33 Papua 192 125 24,000 10000 1,250,125
3.3.6 POTENSI PLT BIOMASS DARI SAMPAH KOTA
No City Population
Municipal Waste
Potential Municipal Waste Location
(Person) (ton/day)
1 DKI Jakarta 9.703.000 8.733 Bandar Gebang, Sumur Batu
2 Batam 636.729 450 Telaga Punggur
3 Kota Semarang 1.495.000 1.345 Jatibarang
4 Kota Palembang 1.301.000 1.171 Sukawinata, Karya Jaya
5 Kota Surabaya 2.847.000 2.562 Benowo
6 Kota Padang 758000 682 Air Dingin
7 Kota Pontianak 49000 440 Batu Layang
8 Kota Medan 2.014.000 1.812 Namo Bintang, Terjun
9 Kota Bogor 3.600.000 2.800 Galuga
10 Kota Malang 846000 761 Supit Urang
11 Kota Depok 1.352.000 1.217 Cipayung
12 Kota Jogya, Sleman, Bantu 2.408.000 1400
Ngablak-Piyung
13 Kota Jambi 437.170 350 Talang Gulo
14 Kota Samarinda 550000 400 Bukit Pinang
15 Kab. Bogor 3.600.000 3.24 Pondok Rajeg
16 Kab. Tangerang 3.048.000 2.743 Jatiwaringin
17 Kota Sukabumi 2.210.000 1.989 Cigundul
18 Kab. Garut 2.050.000 1.844 Basir Bajing
Biomass
Langsung
Listrik
Industri Padat
Energi
Upgrading
charcoal
Konversi
Pencairan
Gasifikasi
Pasokan Bahan Bakar dan Bahan Baku Industri4.1. PEMANFAATAN BIOMASS
INCINERATING Ash HP steam to generator batubara abu Cairan/ter udara/O2/uap/H2
producer gas,
syngas
, SNG
Direct Fire:
Gasifikasi Total:
biomass
PEMURNIANREAKTOR
STEAM BOILERWOOD RESIDUES: forestry and lumber residues, etc.
CROPS & RESIDUES: energy crops, corn, soy, sorghum and any other agricultural or agro-industrial residues .
BIOMASS SOURCES
OTHER RESIDUES:
Refuse Derived Fuel, swine residues, etc.
4.3.
What can be Gasified?
Biomass Feedstock
CGT Gasification Power Plant
Shredding Rice Straw Shredded Straw Dried Straw Biomass Briquette Electricity Generation Electricity (Sales) Recovered Heat Biochar (Sales) Soil Applications for Plantation Rice Husk
4.4.
Process Flow for Biomass
Syngas System
DRY BIOMASS ENTERS REACTOR
PYROLYSIS ZONE –THERMAL DECOMPOSITION
OXIDATION ZONE—COMBUSTION OF HYDROCARBON INTO CO2 + H2O REDUCTION ZONE—SYNGAS FORMATION
GRATING
SYNGAS OUT TO CLEANING CHARCOAL COLLECTION CHARCOAL EXTRACTION
1,100 KWe
Gas Engine
10%
2,000 KWth
Bio-charcoal from woodchips has value for agricultural
applications.
.
1.Biomass enters the facility.
2.Biomass driers use waste heat from engines to dry the biomass.
3.Dry biomass is staged.
4.Gasifiers produce clean gas. 5.Gas is staged in the gasholders. 6.Internal combustion engines
produced electricity powered by green syngas.
7.Biochar is extracted, ready for soil applications. 8.Size is approximate - 300 ft X 400 ft
Drye
r
Engine
Gasifier
1
2
3
4
5
6
7
B ioG en 350kW G asi fier s Envirologiix 5063 floating gasholders 16” x 20” H 4000 cu ft storage G E G uasco r S F G LD 480 co nt ai ner ize d G ense ts5.2. Various Biomass Fuel Consumption using Full
Condensing Turbine
1000 900 800 700 600 500 400 300 200 100 0 FUE L CO NS UMPT IO N ( T O N/ 24 H )5 10 15 20
GENERATING OUTPUT ( MW ) 720 247 477 706 938 167 322 477 633 150 290 429 571EFB
Bagasse
Wood
Husk
Bagasse Wood Husk EFB 360 Eucafuel Co. Ltd.5.4. PEMBANGUNAN PLT BIOMASS MELALUI KEBUN ENERGI
PEMANFAATAN TANAMAN LUCEANA/ ELEPHANT GRASS
(LAMTORO GUNG DAN RUMPUT GAJAH )
Main fuel
: Leucaena Leucocephala
Calorific Value
: 12,000 – 14,000 kJ/kg
Plantation Area
: 3000 Hectare to support 10 MW
Power Plant
Production capacity
: 60 ton/Hectare/year
Current Market Price
: USD 25/ton
(USD 1.37 MMbtu)
Harvesting
Principles of Wood chopping
Wood Chop-milling(Sawdust)
Round log
chopping
Palm sherreding(Small particle)
Palm EFB sherreder
Sawdust
Regular particle for drying
New Concept Sawdust making process
New concepted sawdust making systems(Beaver system; 3 steps)
Wood log chopping Drying
Conventional sawdust making systems( 5 steps)
Wood log chipping
Pelletize pressure
1)Type; Ring-die roller press
2)Power; 200Hp Electric motor x 2=400HP
3)Pressure; 4ton/cm2
4)Production capacity; 2Ton/hour.
5)M/C; 12% dried sawdust.
Pellet Quality(cooling,packing)
)
Pellet Screener
Pellet Cooler
(From 200C- Normal temprature)
Packing machine 20kgs plastic bag type & 500kgs jumbo bag