• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Perencanaan pembangunan daerah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem perencanaan pembangunan nasional yang diatur dalam Undang-undang Nomor 25 tahun 2005 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah mengamanatkan kepada Satuan Kerja Pemerintahan Daerah (SKPD) untuk menyusun Rencana Strategis (Renstra), dengan koordinasi Badan Perencanaan Pembangunan daerah. Dokumen Rencana Strategis (Renstra) berpedoman kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), mengacu kepada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) serta dengan memperhatikan RPJM Nasional.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kembangan adalah rumah sakit pemerintah Provinsi Daerah Ibukota Jakarta yang merupakan pengembangan dari Puskesmas Kecamatan Kembangan berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 1024 Tahun 2014, tentang Penetapan Pusat Kesehatan Masyarakat Kecamatan menjadi RSU Kelas D, yang berlokasi di jalan Topaz Raya Blok F2 No.3 Taman Meruya Ilir, Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat dan beroperasi sejak bulan April 2015. RSUD Kembangan dibangun diatas lahan sebesar 5000m2 dengan luas bangunan 2500m2

RSUD Kembangan merupakan salah satu unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta yang mempunyai tugas memberikan pelayanan perorangan secara paripurna. RS mempunyai tugas dan fungsi menyusun dan melaksanakan Renstra dan rencana kerja. Pada tahun 2015 Renstra RSUD Kembangan yang disusun oleh empat pejabat struktural yang merupakan dokumen perencanaan lima tahunan RSUD Kembangan; memuat visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan di bidang kesehatan berdasarkan kondisi dan potensi daerah di Provinsi DKI Jakarta.(“Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 128 Tahun 2014

(2)

2

Tentang Pembentukan Organisasi Dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Kelas D,” 2014).

Rumah Sakit Umum Daerah Kembangan mempunyai visi: “menjadikan Rumah Sakit Umum Daerah Kembangan sebagai rumah sakit pilihan yang memprioritaskan pelayanan prima dalam menuju Jakarta Sehat Tahun 2017. Adapun misinya: memberikan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna, meningkatkan kompetensi SDM secara berkala, meningkatkan sarana dan prasarana sesuai kebutuhan pelayanan secara berkesinambungan, meningkatkan sistem administrasi rumah sakit berbasis IT. Perencanaan rencana strategis 2015-2019 telah disusun oleh tim manajemen yang belum berpengalaman dalam hal penyusunan rencana strategis.

Berdasarkan keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 910 tahun 2015 tentang penetapan RSU Kembangan sebagai unit pelaksana teknis yang menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) secara bertahap, RSUD Kembangan ditargetkan menjadi BLUD penuh pada tahun 2017. Rumah sakit memiliki kewenangan pengelolaan keuangan yang fleksibel dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.(“Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 Tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah,” 2007)

Sarana dan prasarana di RSUD Kembangan berawal dari gedung Puskesmas Kecamatan dengan jumlah ruangan 22 ruangan dengan sarana seperti instalasi air, instalasi pengolahan limbah dan ambulan. Peralatan Rumah Sakit yang ada sudah sesuai dengan Permenkes No.56 tahun 2015 tentang klasifikasi dan perizinan Rumah Sakit. Jenis layanan yang ada terdiri dari Rawat Jalan dengan empat spesialis dasar dan beberapa poliklinik: THT, Mata, Gizi, Fisio Terapi dan Gigi. Sarana penunjang medis yang dimiliki seperti Radiologi, Farmasi dan Laboratorium. Sarana Rawat Inap yang dimiliki ada 32, terdiri dari 20 tempat tidur Rawat Inap Umum, 9 tempat tidur bersalin, 3 ruang transit. Adapun IGD mempunyai 4 tempat tidur, 3 ruang VK dan satu ruang Operasi.

RSUD Kembangan mempunyai Sumber Daya Manusia 177 terdiri dari: 28 PNS dan 149 Non PNS. Terdapat 4 Manajemen, 13 dokter umum, 4 dokter gigi,

(3)

3

16 bidan, 44 perawat, 18 dokter spesialis terdiri dari 3 spesialis kandungan, 2 spesialis anak, 2 spesialis penyakit dalam, 1 spesialis bedah, 2 spesialis mata, 3 spesialis THT, 1 spesialis kejiwaan, 1 spesialis anastesi, 1 spesialis patologi klinik, 1 spesialis radiologi, dan 1 spesialis akupunktur, 3 apoteker, 7 asisten apoteker, 7 analis kesehatan, 3 radiografer, 1 fisioterapi, 1 elektromedis, 1 petugas K3, 2 tenaga Gizi, 2 pengemudi, 2 Rekam Medis dan 28 tenaga administrasi serta 21 petugas kebersihan dan Satpam.

Tenaga kesehatan dokter spesialis dasar yang ada di RSUD Kembangan, ada dua spesialis yaitu Anak dan Obgyn yang bekerja dari hari Senen sampai dengan Sabtu dimana mendapatkan kunjungan pelayanan paling banyak. Fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di wilayah Kembangan terdiri dari satu rumah sakit swasta, 8 puskesmas kelurahan dan satu puskesmas kecamatan serta 5 klinik bersalin dan praktek dokter spesialis bersama. Berdasarkan laporan tahunan masih ada kegiatan yang belum mencapai target.

Tabel 1. Hasil Kegiatan RSUD Kembangan 2015 s/d 2017 No. Kunjungan Pasien 2015 (April s/d Des.) Target 2015 2016 (Jan. s/d Des.) Target 2016 2017 (Jan. s/d September) Target 2017 1 Rawat Jalan 9.521 25.364 34.771 55.801 35.416 61.381 2 Rawat Inap 1.104 1.300 1.515 1.228 2.001 2.432 3 Laboratorium 4.512 4.600 15.097 15.371 10.283 16.900 4 Radiologi 904 1.312 2.916 3.816 3.050 4510 Sumber: Laporan tahunan rumah sakit.

Data tersebut diatas merupakan kunjungan rumah sakit dimana rawat jalan tahun 2015 dan 2016 belum mencapai target Renstra. Untuk tahun 2017 sampai bulan September, kunjungan masih jauh mencapai target Renstra.

(4)

4

Tabel 2. Hasil Kegiatan Ruang Perawatan

No. Indikator Target* 2015 (April s/d Des.) 2016 (Jan. s/d Des.) 2017(Jan. s/d September) 1 BOR 60%-85% 51% 73% 65,3% 2 LOS 6-9 hari 4 3 3,95 3 BTO 40-50 kali 34,5 47,3 25 4 TOI 1-2 hari 2 1 2,4

(“Laporan Tahunan RSUD Kembangan 2015, 2016, 2017,” n.d.)

Persentase pemakaian tempat tidur (BOR) 2015 tidak mencapai target karena rumah sakit baru beroperasi dan belum mencapai periode satu tahun. Pada tahun 2017 Januari hingga September juga belum mencapai target.

Tabel 3. Realisasi Pendapatan Rumah Sakit Umum Daerah Kembangan (Rp.) Unit Layanan 2015 (April s/d

Des.)

2016 (Jan. s/d Des.) 2017 (Jan. s/d September) Pendapatan BPJS 904.306.750 3.388.554.253 4.142.018.795 Pendapatan Non BPJS 616.956.504 3.067.507.085 3.567.772.565 Total Pendapatan 1.521.263.254 6.456.061.338 7.709.791.360 Target Renstra 3.065.634.250 6.723.594.350 10.000.000.000 (“Laporan Tahunan RSUD Kembangan 2015, 2016, 2017,” n.d.)

Pendapatan dari kelompok pasien BPJS tahun 2015 mencapai 59% dan menurun menjadi 52% di tahun 2016, tahun berikutnya mencapai 53% di tahun 2017, namun dibanding dengan target Renstra tahun 2017 hampir mendekati dari pencapaiannya. Secara keseluruhan pendapatan total masih belum mencapai Target Renstra. Demikian juga dilihat dari jumlah kunjungan belum mencapai

(5)

5

target Renstra (Tabel 1).

Perencanaan Strategi yang dibuat dan dilaksanakan selama ini belum disusun dengan baik karena para penyusunnya belum mempunyai pengalaman dalam hal manajemen strategi. Para karyawan rumah sakit pada pelaksanaan Renstra belum mengerti sepenuhnya.

Faktor eksternal yang mempengaruhi kinerja rumah sakit diantaranya adalah lokasi rumah sakit yang jauh dari perlintasan jalan umum, rujukan BPJS ke rumah sakit belum banyak dan kemampuan ekonomi masyarakat sekitar rumah sakit masih rendah.

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, perumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

a) Bagaimanakah implementasi Renstra 2015-2019 RSUD Kembangan?

b) Bagaimana pencapaian kinerja Rumah Sakit dibandingkan dengan target Renstra 2015-2019?

c) Apakah visi dan misi Renstra 2015-2019 sesuai dengan situasi lingkungan internal dan eksternal RS?

C. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan:

a) Mengetahui implementasi Renstra 2015-2019 RSUD Kembangan dalam rangka mencapai BLUD penuh.

b) Mengetahui pencapaian kinerja RSUD Kembangan sesuai dengan target pelayanan berdasarkan konsep Balanced Scorecard.

c) Mengetahui apakah visi dan misi RSUD Kembangan masih sesuai dengan lingkungan yang ada saat ini?

(6)

6

D. Manfaat Penelitian

 Untuk manajemen rumah sakit dapat digunakan untuk mengarahkan operasionalisasi dan pengembangan rumah sakit secara bertahap dan berkelanjutan.

 Bagi peneliti dapat menjadi masukan dalam mengambil kebijakan dalam perencanaan strategi Rumah Sakit Umum Daerah Kelas D.

 Bagi Pemerintah penelitian ini dapat memberikan masukan dalam mengevaluasi kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Kelas D.

E. Keaslian Penelitian

Berdasarkan penelusuran pustaka yang dilakukan peneliti sebelumnya dengan topik yang hampir menyamai penelitian ini tentang perencanaan strategis Rumah Sakit, yaitu sebagai berikut:

1. Pengukuran kinerja RSUP Fatmawati Jakarta dengan Metode

Balanced Scorecard. Penelitian ini memberikan gambaran tentang

kinerja rumah sakit tidak hanya dari perspektif keuangan saja tapi juga dari perspekttif pelanggan, perspektif bisnis internal dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Persamaan: sama-sama menggunakan perspektif Balanced Scorecard. Perbedaannya: penelitian ini menekankan pada kinerja individu yang akan berdampak pada meningkatnya kinerja rumah sakit. (Amelia, 2011)

2. Perencanaan Strategis Rumah Sakit Ibu dan Anak Al Fauzan dengan

Rerangka Balanced Scorecard. Penelitian ini menggambarkan tentang penerapan Perencanaan Strategis bagi pengembangan Rumah Bersalin menjadi Rumah Sakit Ibu dan Anak melalui sistem manajemen strategis, mulai dari tahap perumusan, pengukuran dan pengendalian strategi secara komprehensif dengan menggunakan 4 (empat) perspektif yaitu; perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan dalam Balanced Scorecard. Persamaan: sama-sama menggunakan perspektif Balanced Scorecard. Perbedaannya: penelitian ini menekankan pada Cost Leadership Strategy. (Hidayat, 2009)

(7)

7

3. Penilaian Kinerja Instalasi Rawat Inap Umum dengan Pendekatan BSC di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Penelitian ini menilai sejauh mana kinerja instalasi rawat inap umum RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin dengan pendekatan Balanced

Scorecard. Persamaan: sama-sama menggunakan perspektif Balanced Scorecard. Perbedaannya: penelitian ini fokus pada instalasi rawat

inap umum. (Rafi’i, 2009)

4. Evaluasi Strategi RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang Sebelum dan Sesudah BLUD. Penelitian ini membandingkan kinerja rumah sakit berdasarkan konsep Balanced Scorecard sebelum BLUD dan sesudah BLUD dari tahun 2007 sampai dengan 2011. Persamaan: sama-sama menggunakan perspektif Balanced Scorecard.

Perbedaannya: penelitian ini merupakan perbandingan kinerja rumah sakit sehubungan dengan status BLUD. (Trianasari & Idrus, 2011)

Keaslian penelitian ini adalah studi kasus untuk mengevaluasi Rencana Strategis di RSUD Kembangan sesuai dengan empat perspektif Balanced

Scorecard, yaitu pearspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal serta

Gambar

Tabel 1. Hasil Kegiatan RSUD Kembangan 2015 s/d 2017  No.  Kunjungan  Pasien  2015  (April s/d  Des.)  Target 2015  2016  (Jan
Tabel 3. Realisasi Pendapatan Rumah Sakit Umum Daerah Kembangan (Rp.)  Unit Layanan  2015 (April s/d

Referensi

Dokumen terkait

Better Barbershop dalam melakukan promosi hanya melalui media Instagram dengan followers mencapai 535, sedangkan fasillitas menyediakan Wifi gratis dan sarana prasarana tidak

Jadi tugas humas adalah meyakinkan kepada masyarakat apa yang telah dicapai lembaga pendidikan selama ini, dengan memberikan fakta-fakta misalnya, sarana prasarana yang

Mengusulkan sarana dan prasarana untuk kelancaran tugas pemeliharaan Instalasi Penyediaan Air Bersih, Instalasi Pengolahan Air Limbah, Instalasi Pengolahan Sampah Medis dan

Desain Kawasan ruang hijau dan bangunan memiliki keterpaduan yang merupakan kesatuan antara bangunan utama Gedung dan sarana prasarana penunjang terhadap fungsi

17) Meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana penunjang pelayanan dan operasional kantor. 18) Meningkatkan kualitas bangunan gedung dan pemenuhan kebutuhan ruang

Dari hasil sudi yang ada bahwa suatu kawasan industri harus memiliki sarana dan prasarana salah satunya adalah Sistem Instalasi Pengolahan Air untuk memenuhi akan kebutuhan air

Dengan adanya manajemen sarana dan prasarana sekolah, semua fasilitas sekolah selalu dalam kondisi baik atau layak pakai yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran.. Dalam

Meski Pemerintah Daerah, dalam hal ini Kantor Lingkungan Hidup Wonogiri, telah menyediakan lebih dari 10 (sepuluh) Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk meminimalisir