L
Laappoorraan n PPrraakkttiikkuumm HHaarrii, , ttaannggggaal l : : RRaabbuu, , 222 2 AApprriil l 22001155 T
Teekknnoollooggi i BBiiooiinndduussttrrii GGooll!!eel l : : PP11 "" #osen
#osen : : #r$#r$%r$ %r$ H&$ H&$ 'ul(orini 'ul(orini R$, R$, ')') Asisten
Asisten :: 1$
1$ %is %is )oli*at )oli*at + + -.11-.1100.5 00.5 // 2$
2$ A*A*mad mad 'u*'u*aimaiminin + + -.-.111100"00" //
PRODUKSI BIOINSEKTISIDA DENGAN
PRODUKSI BIOINSEKTISIDA DENGAN
KULTIVASI CAIR DAN PADAT
KULTIVASI CAIR DAN PADAT
#isusun ole* : #isusun ole* : Har(ati
Har(ati id(id(astuti astuti +-.12001/+-.12001/ R
Ree33kki i ))eeppttiiaann(( ++--..112200002255// !
!aaddeek k ##iiddiit t AAgguus s PP$$ ++--..11220000--00// 4ulia
4ulia Paulina Paulina +-.1200-./+-.1200-./ #edi
#edi )udirman )udirman +-.1200-"/+-.1200-"/
DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
BOGOR
2015
2015
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
Latar Belaka!
Pertanian di %ndonesia belum bisa dikategorikan bebas masala*$ Lebi* lagi ketika masala* *ama men&adi perbinangan di mas(arakat umum$ Ban(ak sekali upa(a untuk menangani kasus *ama (ang men(erang tumbu*an$ Ban(ak orang pula (ang mempera(akan pestisida untuk membasmi tuntas *ama ini$ Pestisida
disini memiliki de6inisi sebagai ba*an untuk mengendalikan,menolak, memikat atau membasmi organism pengganggu dan nama ini berasal dari pest +*ama/ (ang diberi ak*iran ide +pembasmi/$ )asarann(a bermaam7maam seperti serangga, tikus, gulma, burung dan ulat (ang dianggap mengganggu$ !e*adiran pestisida bukan tanpa resiko, pestisida tersususn atas unsur kimia (ang ¨a*n(a tidak
kurang dari 105 unsur$ 8amun (ang sering digunakan sebagai unsur pestisida adala* 21 unsur$ 9nsur7unsur tersebut adala* karbon, p*osp*or, *lorine, sul6ur, 6erum, uprum, merur(, 3indan arseni$ #ari komposisi unsur kimia tersebut akan ditimbulkan beberapa dampak negati6 (ang diterima ole* lingkungan sekitar ataupun kese*atan manusia$
!onsentrasi pestisida (ang tinggi dalam air dapat membunu* organisme air$ )ementara dalam kadar renda* akan merauni organisme keil seperti plankon$ Pestisida &uga memiu timbuln(a *ama spesies baru (ang ta*an ter*adap
takaran pestisida (ang diterapkan$ Hama ini baru musna* bila takaran pestisida diperbesar ¨a*n(a$
!arena begitu ban(ak *al negati6 (ang diberikan dalam penggunaan insektisida kimia tersebut$ 'aka sangat penting untuk mengembangkan insektisida organik$ %nsektisida (ang mampu membunu* *ama tanpa memberikan e6ek samping (ang tinggi pada lingkungan maupun organisme *idupnon*idup disekitarn(a$ Begitu ban(ak pengembangan insektisida organik (ang tela* ada seperti peman6aatan tumbu*an dalam produksi insektisida$ #alam praktikum kali ini akan dilakukan pembuatan bioinsektisida (ang meman6aatkan mikroorganisme dalam 6ermentasi dan menggunakan limba* sebagai ba*an bakun(a (aitu onggok dan limba* air ta*u$
T"#"a
Praktikum bertu&uan untuk mengeta*ui dan mema*ami ta*ap7ta*ap produksi bioinsektisida dengan menggunakan kultiasi air dan padat, dalam *al ini menggunakan limba* onggok dan limba* air ta*u sebagai ba*an baku bioinsektisida$
Alat $a Ba%a
Alat (ang digunakan adala* tabung reaksi, ;rlenme(er, otokla6, pH meter, spektro6otometer, oen, timbangan, gelas ukur, a<an petri$ Ba*an (ang digunakan adala* B$t*uringiensis, nutrient brot*, glukosa .=, urea 1=, 'g)>. ? H2>, e)>. ? H2>, 'n)>. ? H2> dan @a@>-$
Met&$e
a' K"lt()a*( Ca(r
a$1$ Ta*ap Propagasi$
50 ml nutrient brot* disiapkan dan distrerilkan dengan otokla6 121@ selama 15 menit$ #iinokulasi dengan satu lup B$ T*uringiensis ai3a<ai$ #iinkubasi pada inubator go(ang 150 rpm selama 12 &am$ a$2$ Ta*ap ermentasi
'edia 6ermentasi disiapkan seban(ak 5 erlenme(er masing7 masing 50 ml$ pH diatur agar ?$00, disterilkan dengan otokla6 121@ selama 15 menit$ 9rea dan glukosa diampur$ #iambil 50 ml untuk ># dan sisan(a diinokulasi dengan *asil ta*ap propagasi seban(ak 5= +/$
a$-$ Pengambilan sampel dan pengamatan
Parameter (ang diamati adala* pH, >#, dan biomassa kering$ )ampel disentri6ugasi$ ;ndapakan dan diambil dan dikeringkan dengan menggunakan oen 50@ selama 2. &am$
a$.$ iable )pore @ount + )@ /
1 ml sampel diren&atan panas ?0@ selama 15 menit$ #ilakukan pengeneran berseri$ #iinokulasi ke dalam media nutrient dalam
a<an petri$ #iinkubasi selama 2. &am *ingga . &am$ Pertumbu*an koloni diamati dan di*itung$
+' K"lt()a*( Pa$at
>nggok ditamba*n dengan limba* air ta*u ditamba*kan kapur bubuk *ingga pH "7$ #iratakan dalam ;rlenme(er dan ditutup dengan
aluminium 6oil$ #iotokla6 121@ selama 15 menit dan dinginkan$ #iinokulasi dengan 10= media propagasi seara merata$ #iinkubasi pada su*u ruang$ #ipanen pada &am ke 0, 2., ., ?2 dan "$ #ikeringkan dalam oen bersu*u 50@ di*aluskan$
Ha*(l
+ terlampir /
Pe,+a%a*a
Pe!ert(a B(&(*ekt(*($a
Pestisida merupakan ba*an (ang digunakan untuk mengurangi *ama pada tanaman$ 4enis pestisida bermaam7maam diantaran(a insektisida, 6ungisida dan *erbisida$ %nsektisida merupakan pestisida (ang digunakan dalam membasmi insekta atau serangga$ Biasan(a ba*an (ang digunakan adala* ba*an kimia se*ingga berba*a(a bagi manusia dan tanaman lainn(a$ Lain *al n(a dengan bioinsektisida (ang merupakan &enis pestisida (ang ba*an akti6n(a adala* mikroorganisme (akni bakteri Bacillus thuringiensis, enda<an Beaveria sp, Metarrhizium sp, dan irus ) podotera litura nuclea polyhidrosis. Bioinsektisida
dapat ber6ungsi untuk membunu* atau meng*ambat perkembangan spesies insekta (ang dapat di*asilkan ole* tumbu*an maupun (ang menggunakan organisme *idup seperti irus, bakteri, dan &amur dan dalam bioinsektisida terkandung ba*an sen(a<a toksik$ Berbeda dengan insektisida biasan(a, bioisektisida ini aman ter*adap organisme non7target, manusia dan lingkungan$ Bioinsektisida memilki e6ektiitas (ang sama dengan pestisida (ang berbasis ba*an kimia$ >le* karena itu dengan penggunaan bioinsektisida dapat mengurangi pemakaian insektisida kimia (ang tela* ban(ak menimbulkan kerugian bagi lingkungan$ Bioinsektisida mikrobial (ang diperole* dari Bacillus thuringiensis + B.t / (ang bersi6at aman karena memiliki dera&at spesi6isitas (ang tinggi dan relati6 keil ter&adin(a resistensi +kekebalan/ pada serangga *ama$ Bacillus thuringiensis aizawai merupakan sala* satu &enis bakteri (ang ban(ak
diman6aatkan dalam produksi bioinsektisida mirobial +Be*le et al $ 1/$
4enis pestisida lainn(a (akni 6ungisida dan *erbisida$ ungisida dan *erbisida merupakan ba*an pestisida (ang mengandung sen(a<a kimia (ang beraun dan tentu sa&a mengandung raung (ang berba*a(a bagi manusia dan lingkungan sekitar$ Perbedaan(a dengan bioinsektisida (akni pada 6ungisida ber6ungsi untuk meng*ambat atau membunu* enda<an (ang ada pada tanaman sedangkan pada *erbisida ber6ungsi untuk meng*ambat atau membunu* gulma pada tanaman$ Ba*an akti6n(a (ang merupakan ba*an kimia (ang bersi6at toksik
sangat berba*a(a bagi manusia se*ingga apabila seara tidak senga&a dikonsumsi ole* manusia dapat men(ebabkan keraunan ba*kan kematian$ )elain tidak aman bagi manusia, 6ungisida dan *erbisida &uga tidak rama* lingkungan karena ba*an kimia (ang terkandung didalamn(a se*ingga dapat men(ebabkan kerusakan pula pada tanaman lain (ang bukan target utama +)emangun 1-/$
Baillus t*uringiensis merupakan bakteri (ang patogen ter*adap serangga$ Bakteri ini mengandung kristal protein (ang bersi6at toksin se*ingga dapat memberantas *ama7*ama pada suatu tanaman$ )eluru* kristal protein bakteri *an(a bersi6at toksin apabila termakan ole* lara serangga$ Protein kristal Baillus t*uringiensis berpotensi besar sebagai agen pengendali serangga$ Bakteri ini akan membentuk spora dorman +spora (ang mengandung satu atau lebi* &enis kristal protein/ apabila suplai makanan mengalami penurunan$ )ampai saat ini tela* diidenti6ikasi kristal protein (ang beraun ter*adap lara dari berbagai ordo serangga (ang men&adi *ama pada tanaman pangan dan *ortikultura$ !eban(akan dari kristal protein tersebut lebi* rama* lingkungan karena mempun(ai target (ang spesi6ik se*ingga *an(a men(erang serangga (ang men&adi sasaran dan tidak men(erang serangga lainn(a serta muda* terurai se*ingga tidak menumpuk dan menemari lingkungan +Asmali(a* 2001/$
Baillus t*uringiensis adala* raun perut bagi serangga *ama dan Baillus t*uringiensis merupakan bakteri (ang meng*asilkan kristal protein (ang bersi6at membunu* serangga +%nsektisida/ se<aktu mengalami proses sporulasin(a +Ho6te dan *itele( 1/$ !ristal protein (ang bersi6at insektisidal ini sering disebut dengan C7endotoksin$ !ristal protein (ang ada pada Baillus t*uringiensis ini sebenarn(a merupakan pro7toksin (ang &ika larut dalam usus serangga akan beruba* men&adi poli7peptida (ang lebi* pendek serta mempun(ai si6at insektisidal$ !ristal protein (ang dimakan ole* serangga akan dipea* ole* en3im protease di bagian tenga* dalam saluran penernaan men&adi molekul toksik$ Toksin tersebut akan mempengaru*i permeabilitas membrane sel, mikroili pada sel7sel epitalium (ang dapat men(ebabkan paralisis saluran makanan dan beruba*n(a keseimbangan pH *emop*ilia, (ang kemudian dapat men(ebabkan
kematian$
Baillus t*uringiensis ini dapat men(ebabkan terbentukn(a pori7pori +lubang (ang sangat keil/ di sel membrane saluran penernaan dan dapat mengganggu keseimbangan osmoti dari sel7sel tersebut$ !arena keseimbangan osmoti terganggu, maka serangga atau *ama akan mati$ !ematian serangga biasan(a ter&adi dalam <aktu -75 *ari, akan tetapi ada lara (ang dapat berta*an *idup lebi* lama$ Tanda7tanda a<al serangan bakteri Baillus t*uringiensis pada serangga (aitu aktiitas makan serangga menurun ba*kan ber*enti$ )erangga men&adi lema* dan kurang tanggap ter*adap sentu*an$ )etela* mati, serangga keli*atan ber<arna okelat tua atau *itam$
Ta%a-a Pe,+"ata B(&(*ekt(*($a
Pr&$"kt()(ta* B(&(*ekt(*($a
Pembuatan bioinsektisida dengan bakteri Bacillus thuringiensis memiliki parameter7parameter (ang *arus diper*atikan agar produktiitas bioinsektisida tersebut maksimal, diantaran(a (akni nilai pH, nilai >#, biomassa kering dan nilai )@ pada kultiasi air$ 8ilai pH dapat diu&i untuk mengeta*ui kondisi
bakteri tersebut$ diketa*uin(a nilai pH selama proses 6ermentasi maka dapat diketa*ui pula rentang nilai pH untuk bakteri (ang digunakan dan berapa nilai pH optimumn(a$ )etala* diketa*uin(a nilai pH maka pH tersebut dapat dikontrol supa(a selalu pada kondisi optimum atau minimal pada rentang *idup dari bakteri +Duinlan dan Lisansk(, 15/$ Parameter selan&utn(a (akni pengaru* lama 6ermentasi dengan nilai optical density +>#/$ ># merupakan sala* satu metode langsung untuk mengeta*ui pertumbu*an sel$ )emakin tinggi nilai ># menun&ukkan semakin keru* larutan tersebut, *al tersebut disebabkan adan(a pertumbu*an sel (ang membuat kandungan sel di dalam larutan men&adi meningkat$ Pertumbu*an sel Bacillus thuringiensis akan memasuki 6ase stasioner dimana pertumbu*an sel mulai melambat atau terkesan statis pada &am ke -" dan umumn(a pertumbu*an optimum pada sekitar &am ke -0 6ermentasi +Ben*ard, 1-/$
Parameter berikutn(a (akni biomassa kering$ Pengu&ian biomassa kering merupakan pengukuran selisi* massa biomassa setela* dan sebelum proses 6ermentasi$ )elama proses 6ermentasi, biomassa akan tumbu* dan seara tidak langsung massa n(a akan meningkat$ Peningkatan massa ini akan ter&adi seiring <aktu 6ermentasi sampai ter&adi 6ase stasioner +Gumbira, 1?/$ Parameter terak*ir (akni mengenai nilai )@$ )@ + Viable Spore Count) merupakan u&i (ang digunakan untuk menganalisa ¨a* spora *idup (ang terkandung dalam ampuran spora kristal$ Pengu&ian )@ dilakukan untuk mengeta*ui pertumbu*an spora pada media air dan media padat$ Penentuan nilai )@ dilakukan *an(a pada &am ke 2.7?2$ Hal tersebut karena pada &am ke 0 spora belum bertumbu* dan pada &am ke " pertumbu*an spora dianggap tela* menurun +)alama* 2002/$
Pe!ar"% A!(ta*( ter%a$a- Pr&$"k*( B(&(*ekt(*($a
Agitasi diperlukan agar ter&adi di6usi oksigen terlarut dalam larutan$ Adan(a padatan pada media meng*ambat la&u agitasi se*ingga pemea*an gelembung udara renda* mengakibatkan ¨a* oksigen terlarut (ang semakin sedikit$ Hal ini mengakibatkan respirasi sel akan meningkat se*ingga mempengaru*i la&u pertumbu*an maksimum$ 4ika konsentrasi oksigen terlarut lebi* keil dari konsentrasi oksigen kritis, maka metabolisme sel akan terganggu$ +#ar<is 2012/$
Fakt&r K&tr&l Pr&$"k*( B(&(*ekt(*($a
Beberapa 6aktor (ang sangat mempengaru*i 6ermentasi Baillus t*uringiensis, diantaran(a komposisi medium dan kondisi untuk pertumbu*an mikroba seperti pH, oksigen dan su*u +#ulmage dan R*odes, 1?1/$ Lalu, media merupakan sala* satu 6aktor (ang sangat berpengaru* pada proses 6ermentasi Bacillus thuringiensis$ 'enurut #ulmage et al. +10/ medium basal untuk pertumbu*an Bacillus thuringiensis terdiri dari garam, glukosa, dan asam amino
seperti asam glutamat, asam aspartat dan alanin dalam konsentrasi (ang ukup untuk mendukung pertumbu*an dan sporulasi Bacillus thuringiensis. !arbon adala* ba*an utama untuk mensintesis sel baru atau produk sel$ Beberapa sumber
karbon (ang dapat digunakan untuk memproduksi bioinsektisida dari Bacillus thuringiensis dengan 6ermentasi terendam adala* glukosa, sirup &agung, dekstrosa, sukrosa, laktosa, gula, min(ak kedelai, dan molase dari bit dan tebu +#ulmage dan R*odes 1?1/$
'enurut Gumbira )aEid +1?/, 6aktor lingkungan (ang berpengaru* ter*adap pertumbu*an sel dan pembentukan produk adala* su*u dan pH a<al medium$ )pora dan kristal protein di*asilkan pada saat ak*ir dari 6ase logaritmik +Pearson dan ard, 1/$ !ondisi kultur dalam medium 6ermentasi berpengaru* ter*adap pembentukan spora dan kristal protein$ 'enurut 'orris et al$, +1"/, dera&at keasaman +pH/ berpengaru* ter*adap produksi spora dan kristal protein$
)u*u berpengaru* ter*adap pertumbu*an sel, tetapi tidak ada *ubungan seara langsung antara pertumbu*an sel dengan produksi kristal protein +)ikdar et al$, 11/$ )truktur dan susunan asam7asam amino didalam toksin berpengaru* ter*adap toksisitas bioinsektisida +)*nep6 et al$, 1/$
Hampir semua mikroorganisme memiliki kisaran su*u untuk tumbu* dan berkembang$ )u*u (ang optimal untuk produksi sel atau produk sel dapat ditentukan seara empiris$ Biasan(a su*u (ang optimal ter&adi sedikit diba<a* su*u maksimal untuk pertumbu*ann(a dan su*u (ang paling baik untuk pembentukan produk sering tidak sama untuk pertumbu*an maksimaln(a
+#ulmage dan R*odes, 1?1/$ 'enurut Heimpel +1"?/ dan #eaon +1-/, Baillus t*uringiensis dapat tumbu* dengan medium buatan dengan su*u pertumbu*an berkisar antara 15 7 .0 o@$ Baillus t*uringiensis dapat tumbu* pada medium (ang memiliki pH pada kisaran 5$5 7 $5 dan tumbu* optimum pada pH "$5 7 ?$5 +Ben*ard dan 9t3, 1-/$ )elama 6ermentasi pH dapat beruba* dengan epat tergantung pada penggunaan karbo*idrat +menurunkan pH/ dan protein +menaikkan pH/$ 8ilai pH dapat dikendalikan dengan memeli*ara keseimbangan antara sen(a<a gula dan nitrogen +Duinlan dan Lisansk(, 15/$ Pengaturan nilai pH medium merupakan sala* satu 6aktor penting (ang mempengaru*i pertumbu*an dan pembentukan produk +!etaren,10/$
Bioinsektisida berba*an akti6 kristal protein diproduksi dengan ara kultiasi bakteri dalam media dan kondisi pertumbu*an (ang optimum$ !ondisi kultiasi media berpengaru* ter*adap toksisitas bioinsektisida (ang di*asilkan +Pearson dan ard, 1F 'orris et al$, 1"/$ ormulasi media 6ermentasi (aitu rasio @8 berpengaru* ter*adap produksi bioinsektisida, densitas optik dan pembentukan spora dari Baillus t*uringiensis subsp$ israelensis +Ra*a(uningsi*, 200-/$ 'ineral +trae element/ seperti !2HP>., 'g)>.$?H2>, @a@>-, e, 'n dan @u berpengaru* ter*adap pembentukan 87endotoksin +)ikdar et al$, 11/$ Pe!ar"% Fakt&r Pr&$"k*(
Ta%a-a H(l(r B(&(*ekt(*($a
ermentasi (ang umum digunakan untuk memproduksi ba*an akti6 bioinsektisida dengan menggunakan kultur Bacillus thuringiensis adala*
6ermentasi semi padat + semi solid fermentation) dan 6ermentasi terendam + submerged fermentation/$ Pada umumn(a 6ermentasi terendam atau 6ermentasi air lebi* disukai karena men&aga kesterilan kultur serta proses pemanenan dan pengaturan parameter proses produksi atau 6ermentasi (ang lebi* seder*ana$ )elain itu, produk *asil 6ermentasi air dapat langsung digunakan dibandingkan
*asil 6ermentasi semi padat (ang sulit disuspensikan karena ada keenderungan menggumpal +)&amsuritra et al $ 1./$
Bern*ard dan 9t3 +1-/ men(atakan ba*<a produksi bioinsektisida Bacillus thuringiensis pada umumn(a dilakukan dengan 6ermentasi sistem tertutup karena *asil ak*ir (ang di*arapkan adala* spora dan kristal protein (ang dibentuk selama proses sporulasi$ 'enurut #ulmage dan R*odes +1?1/, 6aktor7 6aktor (ang mempengaru*i proses 6ermentasi Bacillus thuringiensis adala* komposisi medium dan kondisi untuk pertumbu*an mikroba seperti pH, oksigen dan temperatur$
!ondisi 6ermentasi Bacillus thuringiensis dalam labu kook dilakukan pada su*u 27-2o@, pH a<al medium kultur sekitar "$7?$2, agitasi 1.27-.0 rpm
dan dipanen pada <aktu inkubasi 2.7. &am +#ulmage dan R*odes 1?1/$ )edangkan menurut )ikdar dan 'a&umdar +1-/ men(atakan ba*<a 6ermentasi Bacillus thuringiensis dalam 6ermentor dilakukan pada su*u 27-2o@, pH a<al medium "$7?$2, olume medium sekitar setenga* sampai dua per tiga dari kapasitas olume 6ermentor, agitasi .007?00 rpm, aerasi 0$570$15 m, dan dipanen pada <aktu inkubasi .07?2 &am$
Pemanenan produk bioinsektisida Bacillus thuringiensis berupa ampuran spora dan kristal protein +delta7endotoksin ini dapat dilakukan dengan sentri6ugasi, 6iltrasi, presipitasi, freeze drying atau kombinasi dari proses7proses berikut$ Ba*an akti6 bioinsektisida ini dapat di6ormulasikan men&adi produk
wettable powder , flowable liuid, dust atau granular tergantung pada tipe 6ermentasi, segi ekonomi serta kebutu*an 6ormulasi +%gno6o dan Anderson 1?/$
PENUTUP
S(,-"la
Pembuatan bioinsektisida dengan bakteri Bacillus thuringiensis memiliki parameter7parameter (ang *arus diper*atikan agar produktiitas bioinsektisida tersebut maksimal, diantaran(a (akni nilai pH, nilai >#, biomassa kering dan nilai )@ pada kultiasi air$ Beberapa 6aktor (ang sangat mempengaru*i 6ermentasi Baillus t*uringiensis, diantaran(a komposisi medium dan kondisi untuk pertumbu*an mikroba seperti pH, oksigen dan su*u$ Agitasi diperlukan agar ter&adi di6usi oksigen terlarut dalam larutan$ Adan(a padatan pada media meng*ambat la&u agitasi se*ingga pemea*an gelembung udara renda* mengakibatkan ¨a* oksigen terlarut (ang semakin sedikit$ ermentasi (ang umum digunakan untuk memproduksi ba*an akti6 bioinsektisida dengan menggunakan kultur Bacillus thuringiensis adala* 6ermentasi semi padat + semi solid fermentation) dan 6ermentasi terendam + submerged fermentation/$
Pemanenan produk bioinsektisida Bacillus thuringiensis berupa ampuran spora dan kristal protein +delta7endotoksin ini dapat dilakukan dengan
sentri6ugasi, 6iltrasi, presipitasi$ Ba*an akti6 bioinsektisida ini dapat di6ormulasikan men&adi produk wettable powder , flowable liuid, dust atau granular tergantung pada tipe 6ermentasi, segi ekonomi serta kebutu*an 6ormulasi
Sara
Alat dan prasarana (ang lengkap akan lebi* memuda*kan praktikan untuk men(elesaikan praktikumn(a$ )erta prosedur (ang &elas sangat di*arapkan untuk kelanaran praktikum agar tidak meng*abiskan <aktu lama$
DAFTAR PUSTAKA
Asmali(a*$2001$ Prospek Peman6aatan %nsektisida 'ikroba Baillus t*uringiensis )ebagai Alternati6 #alam Pengendalian Hama$ Palembang: Buletin Teknologi Reboisasi 8o$0, 1$
Ho6te, H$ and H$R$ *itele($ 1$ %nsetiidal r(stal proteins o6 Baillus t*uringiensis$ 'irobiol$ Re$ 5-:.27255$
#ar<is AA, !*as<ar ), 9mmi )$ 2012$ !a&ian Produksi Bioinsektisida dari Baillus t*uringiensis subsp israelensis Pada 'edia Tapioka$4urnal Teknologi %ndustri Pertanian ol$ 1.+1/ *al 175$
Pearson #$ and ard >$P$ 1$ ;66et >6 @ulture @ondition >n Gro<t* and )porulation >6 Baillus t*uringiensis subsp$ israelensis and #eelopment o6 'edia or Prodution >6 t*e protein @r(stal ;ndotoin$ Biote*nolog( Letters ol$10 no$? .517.5"$
Ra*a(uningsi*, '$ 200-$ Toksisitas dan Perbedaaan Aktiitas #ipterosidalBioinsektisida Baillus t*uringiensis ar$ israelensis Tipe Liar dan 'utan pada berbagai ormulasi 'edia dan !ondisi !ultiasi$ #isertasi$ Program Pasasar&ana %nstitut Pertanian Bogor, Bogor$
)ikdar #$P$, '$!$ 'a&umdar dan )$!$ 'a&umdar$ 11$ ;66et o6 'ineral >n T*e Prodution o6 delta ;ndotoksin B( Baillus t*uringiensis )ubsp$ israelensis$ Biote*nolog( Letters ol$1- 8o$? pp$ 511751.$
Gumbira7)aEid, ;$ 1?$ Bioindustri$ 'edi(atama )arana Perkasa, 4akarta$
'orris, >$8$, P$ !anagaratnam, dan $ @onerse$ 1?$ )utabilit( o6 -0 Produt and B( Produt as 8utrient )oures 6or Laborator( Prodution o6 Baillus t*uringiensis subsp$ ai3a<ai +H#1--/$ 4ournal o6 %nerteb$ Pat*ol$ "?:1271-"$
)*nep6, ;$, 8$ @rikmore, 4$ an Rie, #$ Lerelus, 4$ Baum, 4$ eitelson, #$ R$ eigler, dan #$ H$ #ean$ 1$ Baillus t*uringiensis and %ts Pestiidal @r(stal Proteins$ 'irobiolog( and 'oleular Biolog( Reie<s$ "2: ??57 0"$
#ulmage, H$ T$ dan R$A$ R*odes$ 1?1$ Prodution o6 Pat*ogens in Arti6iial 'edia, pp$50?75.0 #i dalam : Burges, H$#$ +editor/$ 'irobial @ontrol o6 Pest and Plant #iseases 1?0710$ Aad Press, 8e< Iork$
#eaon, 4$ $ 1-$ 'irobial @ontrol o6 Plant and #iseases$ an 8ostrand Rein*old +!/ @o, Ltd$
Heimpel, A$'$ 1"?$ A @ritial Reie< o6 Baillus t*uringiensis ar$ t*uringiensis Berl, and >t*er @r(stalli6erous Bateria$ Ann$ Re$ ;ntomol$12:2?7-22$
Bern*ard, !$ dan R$ 9t3$ 1-$ Prodution o6 Baillus t*uringiensis %nsetiide 6or ;perimental and @ommerial 9ses$ #i dalam P$ $ ;n<istle, 4$ )$ @or(, '$ 4$ Baile( dan )$
Higgs +editor/$ Baillus t*uringiensis , An ;niromental Biopestiide : T*eor( and Pratie$ 4o*n ile( and )on, @*i*ester : 25572""$
Duinlan, R$ 4$ And )$ G$ Lisansk($ 15$ 'irobial %nsetiides, pp$ 2--725.$ #i dalam H$ #ell<eg +editor/$ Biote*nolog( ol$ -$ erlag @*emis, ein*eim$
!etaren, )$ 10$ !inetika Reaksi Biokimia$ #epartemen Pendidikan dan !ebuda(aan$ #irektorat 4endral Pendidikan Tinggi PA9 Bioteknologi$ %PB, Bogor$
%gno66o, @$ '$ dan R$ $ Anderson$ 1?$ Bioinsetiides$ #i dalam H$ 4$ Peppler dan #$ Perlman +editor/$ 'irobial Te*nolog($ Aademi Press, 8e<7 Iork: 172?$
Be*le, et all$ 1$ 'akala* ormulations orum E$ ormulating Bionsetiides To %mproe Residual Atiit($ 9niersit( Peoria$ %llinois$
Bern*ard, !$ dan R$ 9t3$ 1-$ Prodution o6 Baillus t*uringiensis %nsetiide 6or ;perimental and @ommerial 9ses$ #i dalam P$ $ ;n<istle, 4$ )$ @or(, '$ 4$ Baile( dan )$ Higgs +editor/$ Baillus t*uringiensis, An ;niromental Biopestiide : T*eor( and Pratie$ 4o*n ile( and )on, @*i*ester : 25572""$
Gumbira )aid, ;$ 1?$ Bioindustri$ 4akarta: Penebar )<ada(a$
Duinlan, R$4$ dan )$G Lisansk($ 15$ 'ikrobial %nsetiides$ ein*eim: erlag @*emist$
)alama*, 9$ 2002$ !a&ian Produksi Bioinsektisida dari Baillus t*uringiensis subsp$ %sraelensis Pada 'edia Tapioka$ Ter*ubung berkala *ttp:repositor($ipb$a$idbitstream*andle12-.5"?1"-0-02usa$pd6 JseKuene2 +2 'ei 2015/
)emangun, Har(ono$ 1-$ Pen(akit7pen(akit Tanaman Hortikultura$ Iog(akarta: Gad&a* 'ada 9niersit( Press$