1
PERCEPTION IN THE NATIONAL COMMUNITY EMPOWERMENT PROGRAM PNPM MANDIRI TO ERADICATE POVERTY IN KENAGARIAN PADUKUAN
SALAK DHARMASRAYA KOTO SUBDISTRICT
By
Dewi Putri Pamiluarsih*, Erna Juita**, Elvi Zuriyani**
*)University Student Program Education Study Geography STKIP PGRI West Sumatera
**) Staff Teacher Program Education Study Geography STKIP PGRI West Sumatera
ABSTRACT.
This study aimed to obtain the data, process, analyze and discuss the Peoples Perception In the National Community Empowerment Program PNPM Mandiri To Eradicate Poverty In Kenagarian Padukuan Salak Dharmasraya Koto subdistrict in view of the: 1) Program PNPM Mandiri National Community Empowerment Women's Savings and Loans and Results 2) Program PNPM Mandiri National Community Empowerment of Women and the Savings and Loans Non Results. This study pertained to a descriptive study. The study population was families who follow the PNPM independent in the field of women and non smpan loans savings and loans women who are in Kenagarian Padukuan Salak Dharmasraya Koto subdistrict. This research is spread on 3 ellipse. The research sample by random sampling technique of the population in the study area, sample data was collected using a numbering 91. guided questionnaire, the analysis used was descriptive statistics using a percentage formula. The results showed: 1) Public Perceptions About the National Program for Community Empowerment (PNPM) in the Field of Women's Savings and Loans To Tackle Poverty and result in Kenagarian Padukuan Koto subdistrict Dharmasraya Salak is good 2) Public Perceptions About the National Program for Community Empowerment (PNPM) Mandiri in the field of Women's Savings and Loans To Tackle Poverty and result in Kenagarian Padukuan Koto subdistrict Dharmasraya Salak is good.
PENDAHULUAN
Masalah kemiskinan tidak ada habisnya untuk di bahas, karena akan menjadi tolak ukur apakah suatu Negara itu dikatakan Negara maju, Negara berkembang atau Negara miskin. Kenyataan menunjukkan bahwa kemiskinan masih terdapat pada penduduk negara-negara berkembang termasuk di Indonesia.
Dalam hal ini pemerintah juga melakukan berbagai cara untuk
meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi tingkat kemiskinan. Program PNPM Mandiri adalah upaya penanggulangan kemiskinan yang melibatkan unsur masyarakat, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi.
Pelaksanaan PNPM Mandiri tahun 2007 dimulai dengan Program Pengembangan Kecamatan (PPK) sebagai dasar pengembangan pemberdayaan masyarakat di perdesaan.
2 Pelaksanaan PNPM Mandiri 2008 juga diprioritaskan pada desa-desa tertinggal. Pelaksanaan PNPM Mandiri tahun 2007 dimulai dengan Program Pengembangan Kecamatan (PPK) sebagai dasar pengembangan pember dayaan masyarakat di perdesaan. Pelaksanaan PNPM Mandiri 2008 juga diprioritaskan pada desa-desa tertinggal. Koto Salak merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Dharmasraya, Salah satu kenagarian yang ada di kecamatan koto salak adalah kenagarian padukuan. Masyarakat di Kenagarian Padukuan Kecamatan Koto Salak Kabupaten Dharmasraya pada umumnya bermata pencaharian sebagai petani.
Sebagian mereka berpenghasilan rendah, hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan saja. Dengan demikian Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) diharapkan mam pu membantu permasalahan pere konomian masyarakat, mengurangi tingkat pengangguran, memberdayakan masyarakat agar mandiri salah satunya melalui Program simpan pinjam perempuan dan program non simpan pinjam perempuan.
Belum meratanya pengetahuan masyarakat tentang Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat PNPM Mandiri di Kenagarian Padukuan Kecamatan Koto Salak Kabupaten Dharmasraya mengakibatkan kurangnya efektifnya kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat PNPM Mandiri yang ditujukan untuk masyarakat kurang mampu.
Karena masyarakat belum sepenuhnya merespon tentang adanya Program Nasonal Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. Hal ini di sebabkan karena kurang di sosia lisasikan Program Nasional Pember dayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri,
dan kurangnya pengetahuan masya rakat.
Berdasarkan realita yang ada di Kenagarian Padukuan Kecamatan Koto Salak Kabupaten Dharmasraya maka penulis tertarik untuk meneliti tentang “Persepsi Masyarakat Dalam Prog ram Nasional Pemberdayaaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Untuk Menanggulangi Kemiskinan Di Kenagarian Padukuan Kecamatan Koto Salak Kabupaten Dharmas raya“.
METODOLOGI PENELITIAN Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian yang tercantum dalam bab sebelumnya, maka jenis penelitian ini adalah merupakan penelitian deskriptif.
Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendes kripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi saat sekarang ini. Penelitian deskrptif memusatkan perhatian masalah aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian berlangsung melalui penelitian dekriptif. Penelitian berusaha mendeskripsikan peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatian tanpa memberikan perlakuan khusus terhadap peristiwa tersebut (Juliansyah, 2001).
Penelitian ini membahas tentang Persepsi Masyarakat Dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Untuk Menanggulangi Kemiskinan Di Kenagarian Padukuan Kecamatan Koto Salak Kabupaten Dharmasraya. Sesuai dengan perma salahan di atas maka variabel yang akan di teliti meliputi: 1) PNPM Mandiri Simpan Pinjam Perempuan Dan Hasil, 2) PNPM Mandiri Non Simpan Pinjam Perempuan Dan Hasil.
Populasi dalam penelitian ini adalah KK yang mengikuti PNPM mandiri dalam bidang smpan pinjam
3 perempuan dan non simpan pinjam perempuan yang terdapat di Kenagarian Padukuan Kecamatan Koto Salak Kabupaten DharmasrayaPenelitian ini tersebar pada 5 jorong.
Menurut Sukandarrudin (2002: 50) adalah bagian populasi yang memiliki sifat-sifat yang sama dari objek yang merupakan sumber data. Dengan demikian yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah dengan mengambil 3 jorong yang ada di Kenagarian Padukuan Kecamatan Koto Salak Kabupaten Dharmasraya
Dengan merujuk Arikunto (2000) yang menyatakan bahwa untuk sampel penelitian yang populasinya kurang dari 100, lebih baik diambil semuanya tetapi apabila lebih dari 100 maka jumlah sampel dapat diambil 5% atau sesuai kemampuan peneliti dari segi waktu, tenaga dan dana. Maka sampel responden dalam penelitian ini diambil sebanyak 15% dari jumlah Kepala Keluarga (KK) yang berjumlah 91 dari 3 Jorong yang menggunakan metode Random Sampling.
HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Daerah Penelitian
Secara geografis Kecamatan Koto Salak Kabupaten Dharmasraya terletak pada 101º44’40” - 101º54’ 27”BT dan 1º05’32” - 1º13’16”LS. Memiliki batas-batas sebagai berikut: - Sebelah Utara berbatas dengan
Kecamatan Padang Laweh
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Tebo Provinsi Jambi
- Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Koto Baru dan Kecamatan Sungai Rumbai - Sebelah Timur berbatasan
dengan Kabupaten Tebo Provinsi Jambi
B. Pembahasan
Berdasarkan deskriptif data di atas maka dapat dijelaskan bahwa:
Pertama : bahwa Persepsi Masyarakat tentang PNPM Mandiri simpan pinjam perempuan di Kenagarian Padukuan Kecamatan Koto Salak Kabupaten Dharmasraya adalah baik dari 91 responden 72 responden (79, 12%) menyatakan baik. PNPM Mandiri simpan pinjam perempuan juga baik dalam membatu usaha dari 91 responden 58 responden (63, 74%) menyatakan baik , dan partisipasi dan peran ibu dalam PNPM Mandiri juga baik dari 91 responden 51 responden (56, 04%) menyatakan baik.
Peran pemerintah atau instasi terkait dalam PNPM Mandiri simpan pinjam perempuan adalah sedang dari 91 responden 52 (57, 14%) menyatakan sedang, hasil PNPM Mandiri simpan pinjam perempuan adalah baik dari 91 responden 69 (75, 83%) menyatakan baik, dan repon hasil PNPM Mandiri simpan pinjam perempuan untuk kelanjutan program ini kedepannya adalah baik dari 91 responden 43 (47, 25%) menyatakan baik.
Hasil PNPM Mandiri terhadap perekonomian rumah tangga adalah baik dari 91 responden 63 (69, 23%) menyatakan baik, hasil PNPM Mandiri terhadap pendidikan anak adalah sedang ari 91 responden 56 (61, 54%) menyatakan sedang, dan hasil PNPM Mandiri terhadap kesehatan keluarga adalah buruk dari 91 responden 35 (38, 46%) menyatakan buruk. Sedangkan pelaksanaan PNPM Mandiri simpan pinjam perempuan secara keseluruhan adalah baik dari 91 responden 69 (75, 82%) menyatakan baik.
Dalam penjelasan PTO IV PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri dalam bidang simpan pinjam perempuan merupakan kegiatan
4 pemberian pemodalan untuk kelompok perempuan yang mempunyai simpan pinjam.
Rarun (2014), Penerapan kebijakan PNPM di Kelurahan Taratara I sudah berjalan secara optimal. Hal ini didukung oleh adanya respon yang baik dari masyarakat untuk bersedia berpartisipasi, baik material maupun non-material, meskipun masih terdapat faktor-faktor penghambat yang ber-sumber dari panitia pelaksana program (BKM), hambatan dari bagian teknik, kurang sosiali-sasi, dan pembangunan tidak sesuai dengan spek yang di-ajukan oleh konsultan.
Widayati (2013), Pengelolaan dana bergulir pada PNPM pada hakekatnya melibatkan 3 (tiga) unsur dalam hal ini yaitu : (1) Unit Pengelola Kegiatan (UPK) sebagai pengelola dan penyalur seluruh dana bergulir di tingkat kecamatan. (2) Kelompok peminjam sebagai pengelola dan sekaligus penyalur dana bergulir kepada anggotanya pada tingkat desa. (3) Tim pengelola kegiatan di desa sebagai fasilisator antara kelompok peminjam dan UPK di tingkat kecamatan. (4) Unit Pengelola Kegiatan:UPK dan TPK Perguliran dana diberikan kepada kelompok-kelompok yang ada di desa yang bersangkutan, dalam arti individu masyarakat yang belum tergabung dalam kelompok tidak dapat memanfaatkan dana bergulir. Satu kelompok minimal terdiri dari 4 orang dan maksimal 10 orang.
Murbeng (2014), Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dari penulis dapat disimpulkan bahwa proses yang dilakukan dalam tahapan– tahapan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi merupakan langkah–langkah pengelolaan dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM–MP). Pelaksanaan
pro-gram PNPM–MP di Desa Bendungan Kecamatan Gondang Kabupaten Tulung-agung adalah sebagai program pember-dayaan masyarakat khususnya masyarakat miskin Desa Bendungan yang di beri wadah dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MP). Sehingga dalam hal ini masyarakat Desa Bendungan belajar untuk berorgani-sasi dan bekerja sama serta lebih berdaya dan berkemandirian sehingga mampu untuk meningkatkan perekonomian mereka. Sehingga PNPM MP di Desa Bendungan telah dirasa mampu untuk: 1. Membantu meningkatkan
pereko-nomian masyarakat.
2. Membantu meningkatkan keberdayaan masyrakat miskin. 3. Meningkatkan partisipasi masyarakat
Desa Bendungan terhadap pemba-ngunan desa.
4. Membantu mengurangi tingkat pe-ngangguran masyarakat desa.
5. Membantu dan mengembangkan usaha masyarakat desa.
6. Meningkatkan sarana dan prasarana desa.
7. Meningkatkan pengetahuan dan SDM masyarakat desa.
Persepsi masyarakat tentang Program PNPM Mandiri simpan pinjam perempuan dan hasilnya untuk menanggulangi kemiskinan Di Kenagarian Padukuan Kecamatan Koto Salak Kabupaten Dharmasraya. Termasuk Baik dengan presentase 94, 51% dari 91 responden. Persepsi masyarakat baik karena program ini berjalan sesuai dengan yang di rencanakan dengan baik, terbukti program ini membantu usaha dari segi modal sehingga usaha yang dijalankan mengalami kemajuan. program ini juga membantu dalam perekonomian rumah tangga maupun dalam kesehtan keluarga, karena dapat membantu
5 apabila terjadi kesulitan dalam perekonomian di dalam rumah tangga. Dari 91 responden 5, 49 masyarakat berpresepsi sedang, karena mereka tidak mendapatkan atau tidak hadir dalam penyuluhan/sosialisasi tentang PNPM Mandiri simpan pinjam perempuan dan dana yang di dapatkan dari simpan pinjam perempuan tidak di peruntukkan untuk pendidikan anak.
Kedua :Berdasarkan hasil penelitian persepsi Masyarakat tentang PNPM Mandiri non simpan pinjam perempuan adalah baik dari 91 responden 67 (73, 63%) menyatakan baik, partisipasi atau peran Bpk/Ibu dalam PNPM Mandiri non simpan pinjam perempuan adalah baik dari 91 responden 52 (57, 14%) menyatakan baik, dan peran pemerintah atau instasi terkait dalam PNPM Mandiri non simpan pinjam perempuan adalah sedang dari 91 responden 41 (45, 06%) menyatakan sedang, dan hasil dari PNPM Mandiri non simpan pinjam perempuan adalah baik dari 91 responden 67 (73, 63%) menyatakan baik, sedangkan respon Bpk/Ibu tentang hasil PNPM Mandiri untuk kelanjutan program ini ke depannaya adalah baik dari 91 responden 41 (45, 05%) menyatakan baik.
Pelaksanaan PNPM Mandiri non simpan pinjam perempuan terhadap pembangunan jalan adalah sedang dari 91 responden 54 (59, 34%) menyatakan sedang, pelaksanaan PNPM Mandiri non simpan pinjam perempuan terhdap pembangunan sekolah adalah baik dari 91 responden 69 ( 78, 82%) menyatakan baik, dan pelaksanaan PNPM Mandiri terhadap pembangunan TPA adalah baik dari 91 respoden 45 (49, 45%) menyatakan baik, sedangkan pelaksanaan PNPM Mandiri non simpan pinjam perempuan terhadap pembangunan rumah kesehatan adalah sedang dari 91 responden 47 (51, 65%)
menyatakan sedang. Pelaksanaan PNPM Mandiri non simpan pinjam perempuan secara keseluruhan adalah baik dari 91 responden 66 (72, 53%) menyatakan baik.
Program Nasional Pember-dayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri non simpan pinjam perempuan merupakan salah satu kegiatan yang ada dalam Program PNPM Mandiri yang bergerak dalam bidang pembangunan infrastruktur seperti, pembangunan jalan, pembangunan sekolah, rumah kesehatan dan pembangunan TPA. Yang pada dasarnya membantu peningkatan pelayanan dan kemajuan dalam desa atau daerah tersebut. Adanya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri non simpan pinjam perempuan diharapkan mampu memberi perubahan ke arah yang lebih baik dan maju yang ditujuakan untuk desa atau daerah terkait. Kemajuan yang dimaksud yaitunya dalam bidang sarana dan prasarana, bidang pendidikan, kesehatan dan agama. Sehingga pola fikir dan cara pandang masyarakat diharapkan lebih maju dan terlepas dari lingkaran kemiskinan, yang nantinya akan menghasilkan generasi penerus yang berkualitas.
Rarun (2014), Dibutuhkan kemauan dan semangat dari seluruh masyarakat Desa Benungan untuk terus mendukung dan menjaga hasil–hasil dari pembangunan yang sudah dilaksanakan sebagai suatu milik bersama sehingga kelompok dapat berkembang dan lebih maju serta berke-lanjutan. pembina dan penanggung jawab pembangunan desa hendaknya memberikan arahan dan memotivasi para pemuda desa agar mau menjaga hasil dari pembangunan itu.
Persepsi masyarakat tentang Program PNPM Mandiri Non simpan pinjam perempuan dan hasilnya untuk
6 menanggulangi kemiskinan Di Kenagarian Padukuan Kecamatan Koto Salak Kabupaten Dharmasraya. Termasuk Baik dengan presentase 96, 7% dari 91 responden. Masyarakat Berpresepsi baik karena program ini berjalan sesuai dengan yang di rencanakan dengan baik, terbukti program ini membantu dalam pembangunan sekolah yang dapt digunakan oleh anak dalam proses belajar mengajar sehingga anak dapat belajar nyaman dengan faslitas yang memadai. dalam pembangunan TPA juga dapat digunakan oleh anak untuk belajar mengaji atau kegiatan ibadah lainnya, sehingga menunjang pengetahuan anak. Dari 91 responden 3, 30% masyarakat berpresepsi sedang, karena tidak seemua masyarakat melewati jalan yang di bangun oleh PNPM Mandiri, dan tidak semua masyarakat memanfaatkan rumah kesehatan yang telah di bangun oleh PNPM Mandiri karena mereka lebih memilih berobat ke tempat prakter dokter atau rumah sakit.
.
KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian pada deskripsi data dan dan pembahasan data di atas dapat diambil kesimpulan bahwa:
1. Persepsi Masyarakat Tentang Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Dalam Bidang Simpan Pinjam Perempuan dan Hasilnya Untuk Menanggulangi Kemiskinan di Kenagarian Padukuan Kecamatan Koto Salak Kabupaten Dharmasraya. Persepsi masyarakat termasuk Baik dengan presentase 94, 51% dari 91 responden.
2. Persepsi Masyarakat Tentang Program Nasional Pemberdayaan
Masyarakat (PNPM) Mandiri Dalam Bidang Non Simpan Pinjam Perempuan dan Hasilnya Untuk Menanggulangi Kemiskinan di Kenagarian Padukuan Kecamatan Koto Salak Kabupaten Dharmasraya. Persepsi masyarakat termasuk Baik dengan presentase 96, 7%% dari 91 responden.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang dikemukakan di atas maka peneliti memberikan saran sebagai berikut :
1. Diharapkan kepada pemerintah atau Instasi terkait di Kenagarian Padukuan Kecamatan Koto Salak Kabupaten Dharmasraya untuk lebih memperhatikan dan memberikan sosialisasi atau penyuluhan dalam Program Nasional Pemberdyaan Masyarakat PNPM Mandiri sehingga hasilnya sesuai dengn yang diharapkan.
2. Bagi masyarakat di Kenagarian Padukuan Kecamatan Koto Salak Kabupaten Dharmasrayayang mengikuti Progrm Nasional Pemberdayaan Masyarakat PNPM Mandiri Impan Pinjam Perempuan dan Non Simpan Pinjam Perempuan agar ikut berpastisipasi sehingga program ini mencapai target yang diharapkan.
3. Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini bisa dijadikan bahan rujukan dan pedoman yang bermanfaat dan menambah wawasan pembaca dan peneliti sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Edisi Revisi V. Jakarta: Rineka Cipta.
7 Badan Pusat Statistik. 2013. Keadaan
Geografis Kecamatan Koto Salak. Padang.
Kenagarian Padukuan. 2013. Data Kepenudukan Di Nagari Padukuan. Padukuan Sumber Internet httphttp://ssbelajar.blogspot.co m/2013/06/pengertian-masyarakat-menurut-para-ahli. Diakses jam 13. 00 wib tanggal 30 desember 2013.
Sumber Internet : http://ryzmelinda-ryzmelinda.blogspot.com/2012 /04/pengertian-kemiskinan-menurut-beberapa.htm.
Diakses jam 13. 30 wib tanggal 30 desember 2013. Sumber Internet : http://id.shvoong.com/social- sciences/sociology/2177548- konsep-dan-definisi-kemiskinan/#ixzz2MIEmD3zR . Diakses jam 11. 00 wib tanggal 28 desember 2013
Sumber Internet
:Mandiri.http://www.scribd.co m/doc/16652437/pedoman umum PNPM mandiri (Diakses jam 20.00 wib tanggal 29 desember 2013).
Murbeng, 2014. Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri
Perdesaan (PNPM MP) Studi Pada Desa Bendungan Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung. Jurnal Administrasi. Diakses
jam 15. 00 wib tanggal 10 Agustus 2014
Nengsi, Afrina. 2012. Bantuan PNPM Mandiri Dalam Bidang Simpan Pinjam Bagi Perempuan Di Nagari Sungai Liku Kecamatan Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan. Skripsi. STKIP PGRI Sumatra Barat.
Rarun, 2014. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di Kelurahan Taratara 1 Kecamatan Tomohon Barat Koto Tomohon. Diakses jam 15. 20 wib tanggal 10 Agustus 2014.
Tim pengendali PNPM Mandiri. 2008. Pedoman umum program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM).
8 Widayati, 2013. Pemberdayaan
Ekonomi Melalui Dana Bergulir PNPM Mandiri Bagi Kelompok Simpan Pinjam Perempuan Di Desa Sraten Kabupaten Semarang. Diakses jam 15. 30 wib tanggal 10 Agustus 2014.