PENGARUH INTENSITAS MENONTON BERITA ETLE
TERHADAP PERILAKU SADAR HUKUM LALU LINTAS
MASYARAKAT KOTA JAKARTA PUSAT
Skripsi
Disusun Untuk Memenuhi Sebagai Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Strata 1 (S1) Ilmu Komunikasi
Konsentrasi : Penyiaran
Disusun Oleh : SABRINA OKTAVIANA
07031181621015
PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2020
IV
PERNYATAAN KEASLIAN DAN PERSYARATAN PUBLIKASI 1. Skripsi yang berjudul “Pengaruh Intensitas Menonton Berita ETLE terhadap
Perilaku Sadar Hukum Lalu Lintas Masyarakat Kota Jakarta Pusat” ini adalah karya penelitian saya sendiri dan tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik serta tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang tertulis dengan acuan yang disebutkan sumbernya, baik dalam naskah karangan dan daftar pustaka. Apabila ternyata di dalam naskah Skripsi ini dapat dibuktikan terdapat unsur-unsur plagiasi, maka saya dibatalkan serta diprotes sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2. Publikasi sebagian atau keseluruhan isi Skripsi pada jurnal atau form ilmiah harus menyertakan tim promoter / pembimbing sebagai author dan program studi Ilmu Komunikasi Universitas Sriwijaya sebagai institusinya. Apabila saya melakukan pelanggaran dari ketentuan publikasi ini, maka saya bersedia mendapatkan sanksi akademik yang berlaku.
Palembang, Desember 2020
Sabrina Oktaviana
V
PERNYATAAN ORISINALITAS Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : SABRINA OKTAVIANA
NIM : 07031181621015
Tempat dan Tanggal
Lahir : Bangunsari, 23 Oktober 1998
Program Studi/Jurusan : Penyiaran / Ilmu Komunikasi
Judul Skripsi : Pengaruh Intensitas Menonton Berita ETLE terhadap Perilaku Sadar Hukum Lalu Lintas Masyarakat Kota Jakarta Pusat.
Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa :
1. Seluruh data, informasi serta pernyataan dalam pembahasan dan kesimpulan yang disajikan dalam karya ilmiah ini, kecuali yang disebutkan sumbernya adalah merupakan hasil pengamatan, penelitian, pengolahan serta pemikiran saya dengan pengarahan dari pembimbing yang ditetapkan.
2. Karya ilmiah yang saya tulis ini adalah asli dan belum pernah diajukan untuk mendapat gelar akademik baik di Universitas Sriwijaya maupun di perguruan tinggi lainnya.
Demikianlah pernyataan ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan apabila di kemudian hari ditemukan bukti ketidak benaran dalam pernyataan ini, maka saya bersedia menerima sanksi akademis berupa pembatalan gelar yang saya peroleh melalui pengajuan karya ilmiah ini.
Palembang, Desember 2020 Yang membuat pernyataan,
SABRINA OKTAVIANA NIM. 07031181621015
VI MOTTO
“Bismillahirrahmanirrahim”
“Selalu percaya dengan segala takdir Allah, dan yakin pasti bisa. Menjadi rendah hati bukan berarti rendah diri. Hanya saja menjadi padi yang
semakin berisi semakin merunduk adalah cerminan diri yang luar biasa. Berterima kasih kepada orang lain itu Perlu, tapi berterima kasih pada diri sendiri
itu Harus. Believe in Yourself ” ~Sabrina Oktaviana.
VII
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Yang Maha Esa, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, atas kehendak-Nya yang telah banyak memberikan karunia dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “PENGARUH INTENSITAS MENONTON BERITA ETLE TERHADAP PERILAKU SADAR HUKUM LALU LINTAS MASYARAKAT KOTA JAKARTA PUSAT” Sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ilmu Komunikasi. Penulis menyadari bahwa keberhasilan dalam penyusunan dan penulisan skripsi ini tidak terlepas dari adanya bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu, pada kesempatan ini dengan segala kerendahan hati penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya dengan tulus kepada:
1. Allah SubhanWaaTa’alaa
2. Ibu Karsinah tercinta yang selalu memberikan do’a, kasih sayang, serta dukungan selama penulis menyelesaikan skripsi.
3. Bapak Prof. Dr. Ir. H Anis saggaf, MSCE rektor Universitas Sriwijaya.
4. Bapak Prof. Dr. Kgs. M. Sobri, M. Si selaku dekan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik.
5. Bapak Dr. Andries Lionardo, S.IP.,M.Si selaku ketua Jurusan Ilmu Komunikasi.
6. Ibu Dr. Retna Mahriani, M.Si selaku pembimbing I yang selalu memberikan arahan, saran dan motivasi serta dukungan selama penulis membuat skripsi ini. 7. Bapak Krisna Murti, S.I.Kom., MA selaku pembimbing II yang selalu memberikan arahan, saran dan motivasi serta dukungan selama penulis membuat skripsi ini.
8. Ibu Febrimarani Malinda, S.Sos., MA dan Bapak Adi Inggit Handoko, M.I.Kom selaku Tim Penguji Sempro yang telah memberikan masukan untuk kebaikan skripsi ini.
9. Faisal Nomaini, S.SOS.M.Si selaku pembimbing akademik dan Tim Penguji 1 Sidang Komperhensif yang telah memberikan arahan serta dukungan selama penulis membuat skripsi ini.
VIII
10. Ibu Erlisa Saraswaty, S.KPM.,M.Sc selaku Tim Penguji 2 Sidang Komperhensif yang telah membimbing dan mengarahkan penulis menulis skripsi.
11. Seluruh dosen pengajar Jurusan Ilmu Komunikasi dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang telah memberikan ilmu dan pengalaman selama perkuliahan. 12. Mba Elvira Humaira selaku administrasi Ilmu Komunikasi dan para Staff karyawan FISIP yang memabantu kelancaran dalam proses administrasi penulis selama mengerjakan skripsi.
13. Bapak Sujarwo Kusnan serta seluruh keluarga Khasanah yang telah mendukung penulis meyelesaikan skripsi.
14. Arif Subiantoro yang selalu menemani penulis penelitian dan pengambilan data lapangan, bertukar pikiran, serta tempat cerita suka duka selama penulis menyelesaikan skripsi.
15. Muhammad Husnizar Hude adik ayuk tercinta yang selalu memberikan do’a dalam menyusun skripsi.
16. AKBP Hendra Wahyudi selaku pimpinan KaKorlantas Subdit Sidik Laka (Penyelidikan Kecelakaan) Polda Metro Jaya yang memberikan bantuan terkait data-data yang dibutuhkan dalam skripsi ini.
17. Bapak Darsa, Bapak Muzaqki, dan Ibu Putri selaku anggota KaKorlantas Subdit Dakkgar (Penindakan Pelanggaran) Polda Metro Jaya yang telah membantu penulis dalam memperoleh data-data lapangan terkait penulisan skripsi ini.
18. Bapak Faisal selaku Humas Badan Pajak dan Retribusi Derah Jakarta Pusat yang memberikan bantuan terkait data-data yang dibutuhkan dalam skripsi ini. 19. Seluruh responden penelitian yakni pemilik kendaraan di Jakarta Pusat yang
telah memberikan izin untuk penulis menyebarkan kuesioner penelitian ini. 20. Diri sendiri, Sabrina Oktaviana, terima kasih karena masih bertahan sampai di
titik ini. Be Yourself !
21. Surtina, Sarina Dwi Putri, Vaulina Situmorang sahabat yang selalu mendukung selama penulis membuat skripsi ini.
IX
22. Mba Renggi Putrima, Mba Rachel Marimbunna, Mba Hafiyah Yahya, Om Pramono Hari Susanto, Mas Akhsanul Aato, Mas Tri selaku Produser Metro TV yang mendukung penulis menyelesaikan skripsi ini.
23. Blessto Martinus dan Zsa Zsa Dhasa Simatupang sahabat internship Metro TV yang selalu mendukung penulis menyelesaikan perkuliahan.
24. Fera Pradita, Devi Ratnasari, Tia Febriana, dan Lilis Suharningsih sahabat SMA yang selalu mendukung penulis menyelesaikan skripsi ini.
25. Bunga Junika, adik tingkat yang sudah ku anggap sebagai adikku sendiri. Tiga tahun satu kos yang selalu menemai suka duka selama penulis menyelesaikan skripsi.
26. Teman-teman Seangkatan 2016 Jurusan Ilmu Komunikasi. 27. Teman-teman konsentrasi Broadcasting 2016.
28. Kerabat, keluarga dan teman-teman seperjuangan skripsi yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini, yang tidak bisa saya sebut satu persatu. Terima kasih yang sebsar-besarnya saya ucapkan dari lubuk hati terdalam. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan dengan balasan terbaik-Nya. Aamiin.
Indralaya, Desember 2020
Sabrina Oktaviana
XII DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN UJIAN KOMPREHENSIF ... II
HALAMAN PERSETUJUAN ... III
PERNYATAAN KEASLIAN DAN PERSYARATAN PUBLIKASI ... IV
PERNYATAAN ORISINALITAS... V
MOTTO ... VI
KATA PENGANTAR ... VII
ABSTRAK ... X
ABSTRACT ... XI
DAFTAR ISI... XII
DAFTAR DIAGRAM ... XVI
DAFTAR TABEL ... XVII
DAFTAR GAMBAR ... XX
DAFTAR BAGAN ... XXI
BAB I ... 1
PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.1.1 Ramai pemberitaan perluasan ETLE di 10 titik Kota Jakarta Pusat oleh TV nasional periode 1 Juli 2019... 6
1.1.2 Selain sosialisasi langsung dari Ditlantas PMJ tentang sistem ETLE, Televisi berperan aktif dalam penyebaran informasi dalam bentuk pemberitaan kepada masyarakat terkhusus yang berada disekitar penerapan 10 titik yang nomor kendaraannya terdaftar di database Pemilik Kendaraan Jakarta Pusat tahun 2019. ... 10
1.1.3 Banyak negara maju berhasil menerapkan e-CCTV sebelum Indonesia, dan Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan sistem yang sama bahkan telah diperluas dari 2 titik menjadi 10 dengan fitur kamera terbaru. ... 11
1.1.4 Sistem ETLE mengubah perilaku masyarakat Jakarta Pusat menjadi lebih sadar lalu lintas setelah adanya perluasan kamera ETLE di 10 titik. ... 15
1.2 Rumusan Masalah ... 19
1.3 Tujuan Penelitian ... 19
1.4 Manfaat Penelitian ... 19
BAB II ... 21
XIII 2.1 Landasan Teori ... 21 2.2 Penelitian Terdahulu ... 21 2.3 Komunikasi Massa ... 22 2.4 Media Massa ... 27 2.5 Televisi ... 28
2.6 Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau Tilang Elektronik ... 28
2.7 Masyarakat ... 33
2.8 Intensitas Menonton Berita ... 34
2.9 Perilaku Sadar Hukum Lalu Lintas ... 36
2.10 Teori Pendukung Penelitian ... 38
2.11 Kerangka Teori ... 43 2.12 Kerangka Pemikiran ... 44 2.13 Alur Pemikiran ... 45 2.14 Hipotesis Deskriptif ... 45 BAB III ... 46 METODE PENELITIAN ... 46 3.1 Desain Penelitian ... 46 3.2 Definisi Konsep ... 47 3.2.1 Frekuensi ... 47 3.2.2 Durasi ... 47 3.2.3 Atensi ... 47 3.2.4 Law Awareness ... 47 3.2.5 Law Acquaintance ... 48 3.2.6 Legal Attitude ... 48 3.2.7 Legal Behavior ... 48 3.3 Definisi Operasional ... 48
3.4 Unit Analisis dan Unit Observasi ... 50
3.5 Data dan Sumber Data ... 51
3.5.1 Data ... 51
3.5.2 Sumber Data ... 51
3.6 Populasi dan Sampel Penelitian ... 51
3.6.1 Populasi ... 51
3.6.2 Sampel ... 52
3.7 Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian ... 55
XIV
3.7.2 Uji Realibilitas Instrumen Penelitian ... 56
3.8 Teknik Pengumpulan Data ... 57
3.9 Instrumen Penelitian ... 57
3.10 Uji Normalitas Data ... 58
3.11 Konversi Data Ordinal ke Interval... 59
3.12 Teknik Analisis Data ... 59
3.12.1 Teknik Analisis Deskriptif Kuantitatif... 59
3.12.2 Teknik Analisis Eksplanatif ... 60
3.13 Uji Hipotesis ... 61
BAB IV ... 63
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN ... 63
4.1 Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya ... 63
4.2 Regional Traffic Management Center (RTMC) Polda Metro Jaya ... 68
4.3 Badan Pajak dan Retribusi Daerah Jakarta Pusat ... 69
BAB V ... 76
HASIL DAN ANALISIS ... 76
5.1 Analisis Deskriptif Kuantitatif ... 76
5.1.1 Frekuensi ... 78 5.1.2 Durasi ... 82 5.1.3 Atensi ... 86 5.2.1 Law Awareness ... 92 5.2.2 Law Acquaintance ... 96 5.2.3 Legal Attitude ... 102 5.2.4 Legal Behavior ... 110 5.2 Analisis Eksplanatif ... 118 BAB VI ... 123 PENUTUP ... 123 6.1 Kesimpulan ... 123 6.2 Saran ... 125 DAFTAR PUSTAKA ... 127
LAMPIRAN 1 DAFTAR BIMBINGAN SKRIPSI DOSPEM I ... 133
LAMPIRAN 2 DAFTAR BIMBINGAN SKRIPSI DOSPEM II ... 134
LAMPIRAN 3 KUESIONER PENELITIAN MELALUI GOOGLE FORM ... 136
XV
LAMPIRAN 5 UJI VALIDITAS ... 139
LAMPIRAN 6 UJI RELIABILITAS ... 142
LAMPIRAN 7 UJI REGRESI LINEAR SEDERHANA ... 144
LAMPIRAN 8 PENGAMBILAN DATA LAPANGAN DARI DIRGAKKUM ... 147
LAMPIRAN 9 PENGAMBILAN DATA LAPANGAN KE BPRD ... 148
XVI
DAFTAR DIAGRAM
Diagram 1 1 Data Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas (Tilang) Daerah Jakarta
XVII
DAFTAR TABEL
Tabel 1 1 Anatomi Data Laka Tahun 2017-2019 Secara Nasional ... 4
Tabel 1 2 Pemberitaan Perluasan ETLE oleh TV Nasional Periode 1 Juli 2019 ... 6
Tabel 1 3 Nama-Nama Yang Menerapkan e-CCTV Sebelum Indonesia ... 12
Tabel 2 1 Penelitian Terdahulu ... 21
Tabel 3 1 Definisi Operasional ... 49
Tabel 3 2 Rekapitulasi Pemilik Kendaraan di Wilayah Jakarta Pusat Tahun 2019 ... 52
Tabel 3 3 Jumlah Sampel Penelitian ... 54
Tabel 3 4 Bobot Kuesioner Penelitian ... 58
Tabel 5 1 Kategori Penilaian Berdasarkan Rata-Rata Skor ... 77
Tabel 5 2 Saya pernah menonton berita perluasan kamera ETLE periode 1 Juli 2019 di program berita di televisi (min. 1 kali penayangan) ... 79
Tabel 5 3 Saya sering menonton berita perluasan kamera ETLE periode 1 Juli 2019 di televisi (min. 3 kali dalam 1 minggu) ... 80
Tabel 5 4 Saya berusaha untuk konsentrasi saat menonton tayangan berita perluasan kamera ETLE periode 1 Juli 2019 di televisi ... 83
Tabel 5 5 Saya menonton tayangan berita perluasan kamera ETLE periode 1 Juli 2019 di program televisi sampai tayangan selesai ... 85
Tabel 5 6 Saya selalu menantikan tayangan berita perluasan kamera ETLE per 1 Juli 2019 di program berita televisi ... 87
Tabel 5 7 Saya fokus saat sedang menonton tayangan berita perluasan kamera ETLE periode 1 Juli 2019 di televisi ... 88
Tabel 5 8 Saya tidak akan mengganti channel televisi ketika sedang menonton tayangan berita perluasan kamera ETLE periode 1 Juli 2019 ... 90
XVIII
Tabel 5 9 Saya mengetahui dua landasan hukum yang mengatur sistem ETLE ... 93 Tabel 5 10 Saya mengetahui Pasal 5 Ayat (1) dan (2) UU No.11 Tahun 2008 tentang ITE menjadi dasar hukum tambahan sistem ETLE ... 94 Tabel 5 11 Saya mengetahui isi Pasal 272 Ayat (1) dan (2) UU No.22 Tahun 2009
sebagai regulasi hukum sistem ETLE ... 97 Tabel 5 12 Saya mengetahui isi Pasal 28 Ayat (1-5) PP No.80 Tahun 2012 sebagai
regulasi hukum yang kedua dari sistem ETLE ... 99 Tabel 5 13 Saya mengetahui isi Pasal 5 Ayat (1) dan (2) UU No.11 Tahun 2008 tentang ITE juga hukum yang mengatur sistem ETLE ... 101 Tabel 5 14 Saya menerima isi pasal-pasal yang mengatur sistem ETLE... 103 Tabel 5 15 Bentuk tanggapan saya terhadap adanya peraturan hukum ETLE adalah mulai dari memahami pentingnya aturan tersebut bagi saya dan pengendara lainnya di jalan raya ... 105 Tabel 5 16 Menghargai adanya aturan sistem ETLE saya lakukan dalam bentuk
penyebarluasan informasi tersebut kepada orang disekitar saya ... 107 Tabel 5 17 Saya akan bertanggung jawab terhadap aturan sistem ETLE yang telah
ditetapkan oleh pihak kepolisian dalam menegakkan sadar hukum berkendara ... 109 Tabel 5 18 Saya mulai mengenal dan memilih berbagai objek yang berkaitan dengan aturan sistem ETLE, lalu mulai mengambil tindakan dalam menerapkannya ... 111 Tabel 5 19 Saya melakukan aturan sistem ETLE sesuai dengan contoh-contoh di
masyarakat ... 113 Tabel 5 20 Saya melakukan dan menjalankan aturan sistem ETLE dengan baik dan benar, dan saya mulai membiasakan diri terhadap aturan ETLE ... 114 Tabel 5 21 Sejah ini saya telah konsisten untuk selalu menerapkan aturan sistem ETLE dengan baik dan tidak melanggar aturan tersebut ... 116 Tabel 5 22 Rekapitulasi skor variabel ... 117
XIX
XX
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 1 Hasil Survei Indeks Kualitas Program Berita Periode I dan II Tahun 2019 ... 2
Gambar 1 2 Pemberitaan Terkat Uji Coba Sistem ETLE di Televisi ... 10
Gambar 1 3 10 Titik Perluasan Kamera ETLE oleh Ditlantas PMJ ... 14
Gambar 1 4 Informasi Rencana Penerapan ETLE di Seluruh Indonesia oleh Wakapolri ... 18
Gambar 2 1 Lokasi Penempatan Kamera ETLE di Simpang TL. Sarinah Bawaslu, Jakarta Pusat... 29
Gambar 4 1 Logo Direktoral Lalu Lintas Polda Metro Jaya ... 63
Gambar 4 2 Logo Regional Traffic Management Center (RTMC) Polda Metro Jaya ... 68
Gambar 4 3 Logo Lama Badan Pajak dan Retribusi Daerah Jakarta Pusat ... 69
Gambar 4 4 Logo Terbaru Badan Pajak dan Retribusi Daerah Jakarta Pusat ... 70
Gambar 4 5 Launching Logo Baru BPRD bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ... 72
Gambar 4 6 Struktur Bidang-Bidang BPRD ... 73
Gambar 4 7 Struktur Unit Kerja BPRD ... 73
Gambar 4 8 Struktur Unit PKB dan BBN-KB BPRD... 74
XXI
DAFTAR BAGAN
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Dalam kehidupan manusia tidak bisa terlepas dari yang namanya komunikasi. Komunikasi ada beberapa macam termasuk komunikasi massa. Jay Black dan Frederick C. Whitney, 1988 (dalam Nurudin, 2014: hal.12) menyebutkan bahwa:
“Mass communication is a process where by mass-produced massage are transmitted to large, anonymous, and heterogeneous masses of receivers.”
Perbedaan komunikasi massa dengan komunikasi lainnya adalah terletak pada salurannya, yakni media massa. Media massa dalam proses komunikasi massa ada beberapa macam, seperti televisi, radio, tabloid, majalah, surat kabar dan lain sebagainya. Namun, dalam penelitian ini penulis mengkhususkan pada bahasan media massa televisi. Televisi adalah media yang mampu menyajikan pesan dalam bentuk
audio visual (suara dan gambar) secara besamaan, sehingga mampu menstimuli indera
pendengaran dan penglihatan. Perkembangan media televisi tersebut telah membuat dunia semakin kecil.
Televisi selalu memberikan informasi yang menjadi kebutuhan manusia dalam mengetahui peristiwa yang terjadi di sekitarnya, memperluas cakrawala pengetahuannya, sekaligus memahami kedudukan serta perannya dalam masyarakat. Oleh karena itu, menonton televisi menjadi hal yang penting bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan akan informasi, dan terkait judul penelitian ini penulis akan memfokuskan kepada intensitas menonton televisi dalam bentuk pemberitaan ETLE atau tilang elektronik terhadap perubahan perilaku sadar lalu lintas masyarakat Kota Jakarta Pusat.
Pada penelitian ini penulis memilih program berita karena terdapat Hasil Survei Indeks Kualitas Program Siaran Televisi Periode I dan II tahun 2019 oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Kualitas yang dimaksud dalam survei ini merupakan
2
kumpulan dari berbagai standar yang ditetapkan oleh KPI dengan memperhatikan UU No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS). Berikut data hasil Survei Indeks Kualitas Program Siaran Televisi oleh KPI tahun 2019 periode I dan II khusus program berita:
Gambar 1 1 Hasil Survei Indeks Kualitas Program Berita Periode I dan II Tahun 2019
Berdasarkan gambar 1.1 di atas, menunjukan hasil Survei Indeks Kualitas Program Berita oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) seperti yang dilansir langsung dari website resmi KPI, menyatakan bahwa KPI telah melaksanakan survei di tahun 2019 untuk periode I dan II. Untuk program berita, riset periode I (Januari-Maret) tahun 2019 menunjukkan indeks kualitas program berita adalah sebesar 2,93. Nilai indeks yang diperoleh program berita hampir mencapai standar program berkualitas yang ditetapkan oleh KPI. Selain itu, untuk program siaran berita riset II (Juli-Agustus) tahun 2019 menunjukkan indeks kualitas program siaran berita adalah sebesar 3,21. Nilai indeks yang diperoleh program berita telah mencapai standar program berkualitas yang ditetapkan oleh KPI.
3
Program berita yang ada di televisi menurut Lembaga Penyiaran memenuhi standar berkualitas KPI dengan indeks program berita tertinggi dicapai SCTV, TVRI dan Trans TV. Sedangkan MNCTV pada riset periode I (Januari-Maret) memperoleh indeks terendah sebesar 2,53. Sedangkan di periode II (Juli-Agustus) untuk program berita, nilai tertinggi diraih oleh TVRI dan Kompas TV dengan indeks 3,50. Kategori program berita di periode II 2019 ini dari 14 stasiun televisi yang memiliki program berita, 13 stasiun televisi telah mencapai standar KPI, hanya Metro TV yang mendekati standar KPI dengan nilai 2,99.
Berita (news) merupakan laporan peristiwa yang bernilai jurnalistik atau memiliki nilai berita (news values), antara lain aktual, faktual, penting, dan menarik yang dibuat oleh wartawan. Berita sering disebut “informasi terbaru” atau salah satu hasil dari aktivitas jurnalistik yang dicari, dikumpulkan, diolah, lalu disebarkan melalui media massa televisi. Salah satu pemberitaan yang akan dibahas oleh penulis adalah pemberitaan terkait perluasan tilang elektronik atau ETLE di Indonesia periode 1 Juli 2019.
Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) oleh Direktorat Lalu Lintas Polda
Metro Jaya adalah implementasi teknologi untuk mencatat pelanggaran-pelanggaran dalam berlalu lintas secara elektronik, untuk mendukung keamanan, ketertiban, keselamatan dan ketertiban dalam berlalu lintas. Sistem ETLE telah banyak diterapkan di luar negeri, namun teknologi dalam berlalu lintas ini baru diterapkan di Indonesia sejak tanggal 1 November 2018, dan diperluas penerapannya pada tanggal 1 Juli 2019.
Sistem ETLE atau tilang elektronik adalah salah satu upaya pihak kepolisian untuk mengajak masyarakat lebih sadar lalu lintas, telebih untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Karena, jika masyarakat masih banyak yang melanggar lalu lintas, maka intensitas terjadinya kecelakaan juga akan meningkat. Di Indonesia, untuk angka kecelakaan masih sangat tinggi. Namun, tidak bisa dispesifikasikan daerah tertentu, misalnya Jakarta Pusat (objek penelitian ini). Untuk melihat anatomi data kecelakaan
4
lalu lintas 3 tahun terakhir di Indonesia oleh Direktorat Penegakan Hukum (Dirgakkum) Subdit Laka Lantas terjadi peningkatan sebagai berikut:
Tabel 1 1 Anatomi Data Laka Tahun 2017-2019 Secara Nasional
Sumber: Dirgakkum Subdit Laka Lantas tanggal 04 Februai 2020
Anatomi data kecelakaan lalu lintas di 3 tahun terakhir oleh Dirgakkum di atas menyatakan, bahwa untuk jumlah angka kecelakaan lalu lintas secara nasional tahun 2017, 2018, 2019 mengalami peningkatan setiap tahunnya. Namun, tidak bisa dispesifikasikan daerah tertentu, misalnya Jakarta Pusat (objek peneiltian ini). Dapat dilihat dalam data di atas, untuk tahun 2017 total jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas adalah 104.327 kasus, sedangkan di tahun 2018 adalah 109.215 kasus, dan yang terakhir adalah 116.411 kasus di tahun 2019. Artinya, setiap tahun selalu bertambah untuk angka kecelakaan lalu lintas. Maka dari itu, sistem ETLE juga salah satu upaya pihak kepolisian untuk menekan angka tersebut.
Kepolisian bekerja sama dengan media televisi untuk menyebarkan informasi adanya penerapan ETLE periode 1 Juli 2019 kepada masyarakat, khususnya di Jakarta Pusat. Menurut Saifuddin (2006: 294) (dalam Yusuf, 2019) “Masyarakat merupakan hasil dari perilaku dan tindakan orang-orang yang saling terjalin satu sama lain yang menempati batas-batas dan konteks sosial yang berbeda. Menurut Hendropuspito OC (dalam Yusuf, 2019) “Masyarakat sebagai kesatuan yang tetap dari orang-orang yang hidup di daerah tertentu dan bekerjasama dalam kelompok-kelompok berdasarkan kebudayaan yang sama untuk mencapai kepentingan yang sama. Masyarakat yang
5
dimaksud dalam penelitian ini adalah masyarakat yang tinggal disekitar perluasan 10 titik kamera ETLE, yakni masyarakat Jakarta Pusat terkhusus yang memiliki kendaraan jenis mobil dan telah menonton tayangan berita ETLE di Televisi periode 1 Juli 2019. Karena sistem yang diterapkan ini, berkaitan dengan database kendaraan Jakarta Pusat tahun 2019.
Adanya pemberitaan mengenai perluasan ETLE di 10 titik per 1 Juli 2019 dalam penelitian ini didukung dengan teori komunikasi massa, yakni Teori Kultivasi. Teori tersebut memfokuskan kajiannya pada studi televisi dan khalayak, juga menekankan bahwa masyarakat (selaku audien/khalayak) tepengaruh dari tayangan televisi berupa perubahan perilaku mereka. Namun, untuk mengukur indikator masing-masing variabel mengacu pada indikator intensitas menonton dan indikator perilaku sadar hukum. Penulis memprediksikan adanya perilaku masyarakat Jakarta Pusat menjadi lebih sadar hukum lalu lintas. Hal tersebut dipaparkan dalam data Dirgakkum di alasan ke-4 dalam penelitian ini, yang menyatakan bahwa untuk angka tilang elektronik mengalami penurunan signifikan di Jakarta Pusat, tepatnya pada bulan-bulan selanjutnya setelah perluasan bulan Juli di 10 titik penempatan kamera ETLE.
Alasan penulis memilih judul Pengaruh Intensitas Menonton Berita ETLE terhadap Perilaku Sadar Hukum Lalu Lintas Masyarakat Kota Jakarta Pusat berikut alasannya:
1. Ramai pemberitaan terkait perluasan ETLE di 10 titik Kota Jakarta Pusat oleh TV berita nasional periode 1 Juli 2019.
2. Selain sosialisasi langsung dari Ditlantas Polda Metro Jaya tentang penerapan sistem ETLE, televisi sebagai media massa berperan aktif menyebarkan informasi dalam bentuk pemberitaan kepada masyarakat terkhusus yang berada disekitar penerapan 10 titik yang nomor kendaraannya terdaftar di database Pemilik Kendaraan Jakarta Pusat tahun 2019.
6
3. Banyak negara maju berhasil menerapkan e-CCTV sebelum Indonesia, dan Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan sistem yang sama bahkan telah diperluas dari 2 titik menjadi 10 titik dengan fitur kamera terbaru.
4. Sistem ETLE mengubah perilaku masyarakat Jakarta Pusat menjadi lebih sadar lalu lintas setelah adanya perluasan kamera ETLE di 10 titik periode 1 Juli 2019.
1.1.1 Ramai pemberitaan perluasan ETLE di 10 titik Kota Jakarta Pusat oleh TV nasional periode 1 Juli 2019
Tabel 1 2 Pemberitaan Perluasan ETLE oleh TV Nasional Periode 1 Juli 2019
No
Nama Stasiun TV
Logo Pemberitaan ETLE
1. RCTI 2. GLOBAL TV 3. MNCTV
7 4. INEWS 5. SCTV 6. INDOSIAR 7. TVONE 8. METROTV
8 9. TRANS7 10. TRANSTV 11. KOMPAS TV 12. NET TV
Sumber: Data diolah oleh penulis dari hasil Screenshoot di Youtube.Com pada tanggal 12 Februari 2020 pukul 16.00 WIB
Berdasarkan data tabel 1.2 di atas menjelaskan bahwa terdapat 12 televisi nasional yang menyiarkan berita tentang penerapan perluasan 10 titik kamera ETLE di kawasan Jakarta Pusat periode 1 Juli 2019, seperti RCTI menyajikan pemberitaan dengan tema Fitur Baru Tilang Elektronik, GTV dengan tema Pemberlakuan E-TLE, MNC TV dengan tema Fitur Baru Tilang Elektronik, INews dengan tema berita 370 Pelanggar
9
Terekam Kamera Sejak 1 Juli 2019, dan SCTV dengan tema Aturan ETLE Akan Diperluas.
INDOSIAR dengan tema berita Tilang Elektronik, TVONE dengan tema berita Mulai Diterapkan Sejak 1 Juli 2019, Metro TV dengan tema berita Efektivitas Tilang Elektronik, Trans 7 dengan tema Penerapan Tilang Elektronik, TRANS TV dengan tema berita Uji Coba Tilang Elektronik, Kompas TV dengan tema Penambahan Fitur Kamera Pemantau Tilang Elektronik, serta NET TV dengan tema Program Tilang Elektronik.
Dari ke-12 stasiun televisi nasional yang memberitakan perluasan sistem ETLE di 10 titik pada tanggal 1 Juli 2019 di atas, penulis menyimpulkan bahwa setiap stasiun televisi satu dengan yang lainnya memiliki berbagai macam tema berita yang berbeda, meskipun dengan satu topik yang sama. Selain itu, berkaitan dengan ramainya pemberitaan perluasan kamera ETLE oleh pihak Ditlantas Polda Metro Jaya, media televisi membantu menyebarluaskan informasi tersebut. Oleh karena itu, televisi berperan sebagai saluran dari proses komunikasi massa.
Media televisi memberikan suatu hal yang positif terkait pemberitaan perluasan kamera ETLE kepada khalayak. Jika, dikaitkan dengan judul dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa memang ramainya pemberitaan mengenai perluasan 10 titik kamera ETLE disekitar Kota Jakarta Pusat oleh televisi memang ada, dan hal tersebut sangat penting bagi setiap pihak, baik pihak kepolisian, pemerintahan, media massa bahkan terlebih kepada masyarakat Indonesia, khususnya di Kota Jakarta Pusat.
10
1.1.2 Selain sosialisasi langsung dari Ditlantas PMJ tentang sistem ETLE, Televisi berperan aktif dalam penyebaran informasi dalam bentuk pemberitaan kepada masyarakat terkhusus yang berada disekitar penerapan 10 titik yang nomor kendaraannya terdaftar di database Pemilik Kendaraan Jakarta Pusat tahun 2019.
Gambar 1 2 Pemberitaan Terkat Uji Coba Sistem ETLE di Televisi
Berdasarkan gambar 1.2 mengenai pemberitaan sistem Electronic Traffic Law
Enforcement (ETLE) oleh berbagai televisi berita nasional di atas menjelaskan, bahwa
selain sosialisasi langsung dari pihak Ditlantas Polda Metro Jaya terkait uji coba penerapan ETLE di 2 titik (jalan Thamrin-Sudirman) dengan 2 kamera ETLE pada 1 November 2018 hingga pada perluasan di 10 titik penerapan kamera tilang elektronik tersebut di tanggal 1 Juli 2019, media massa televisi ikut berperan dalam menyebarkan informasi kepada khalayak dalam bentuk pemberitaan dengan tema yang bervariasi, namun dalam satu topik yang sama.
Jika, dikaitkan dengan judul penelitian ini, alasan kedua menurut penulis adalah memang sebagai saluran dalam komunikasi massa. Media televisi haruslah berperan aktif menjadi penyalur sebuah informasi yang ada disekitar kehidupan masyarakat.
11
Adanya program penerapan tilang elektronik dalam bentuk kamera capture ETLE oleh pihak Ditlantas PMJ tidak serta-merta langsung diterapkan begitu saja. Namun, sosialisasi langsung terkait uji coba kamera ETLE telah dilaksanakan satu bulan sebelum dipasangnya 2 kamera ETLE di Thamrin-Sudirman, tepatnya pada bulan oktober 2018.
Sosialisasi langsung tersebut mengundang para awak media, khususnya media televisi untuk ikut berperan aktif dalam menyebarluaskan informasi tersebut kepada masyarakat Indonesia, khususnya yang ada di Kota Jakarta Pusat dimana lokasi penerapan 10 titik kamera ETLE terpasang didaerah tersebut. Jika, hanya pihak Ditlantas saja yang mensosialisasikan informasi tersebut, belum tentu dapat tersebar secara merata bagi masyarakat Indonesia, terkhusus Kota Jakarta Pusat yang berada disekitar penerapan 10 titik sistem ETLE yang telah terdaftar nomor kendaraannya di database Pemilik Kendaraan oleh Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Jakarta Pusat tahun 2019.
1.1.3 Banyak negara maju berhasil menerapkan e-CCTV sebelum Indonesia, dan Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan sistem yang sama bahkan telah diperluas dari 2 titik menjadi 10 dengan fitur kamera terbaru.
Sitem tilang e-CCTV adalah sistem tilang berbasis elektronik yang mampu
meng-capture pelanggaran-pelanggaran lalu lintas. Di tengah kemajuan teknologi informasi
dan komunikasi, bidang lalu lintas pun juga ikut andil di tengah perkembangan tersebut. Berdasarkan data negara-negara di dunia, ada 5 negara yang menerapkan sistem e-CCTV atau tilang elektronik sebelum Indonesia, yakni Amerika Serikat, Inggris, Korea, Jepang dan Singapura.
Rata-rata negara yang menerapkan sistem e-CCTV tersebut adalah negara-negara maju yang memanfaatkan teknologi dan informasi kepada masayarakatnya. Semua ini dilakukan secara otoriter mengenai peraturan lalu lintas, guna menjaga keselamatan dan menurunkan angka kecelakaan. Berikut lima negara maju di dunia yang menerapkan e-CCTV sebelum Indonesia:
12
Tabel 1 3 Nama-Nama Yang Menerapkan e-CCTV Sebelum Indonesia
No. Nama negara Deskripsi Penerapan e-CCTV 1 Amerika Serikat
Tahun 2009 Amerika Serikat berhasil menjaring banyak pelanggar dengan berbagai bentuk tindak pelanggaran lalu lintas. Cakupan penerapan kebijakan ini telah merata di 400 Kota di seluruh negara bagian.
2 Inggris Inggris memasang ribuan CCTV di seluruh penjuru Inggris. Otoritas terkait mampu memantau 14 juta mobil per harinya. Yang istimewa, otoritas setempat telah mengaktifkan 20 jenis CCTV untuk menompang laju kebijakan ini. Setiap CCTV memiliki spesifikasi dan fungsi yang berbeda.
3 Korea
Selatan
Puluhan ribu CCTV yang disebar otoritas setempat telah mampu mengurangi angka kejahatann jalanan dan meningkatkan kesadaran berlalu lintas masyarakat.
4 Jepang Jepang adalah negara yang mempunyai kedisiplinan tinggi. Tahun 2014, Ribuan CCTV dipasang oleh otoritas setempat, tidak hanya di wilayah-wilayah vital, tetapi sampai ke gang-gang kecil. Terbukti pemerintahan Jepang hanya mampu mengumpulkan uang sebesar Rp. 221 juta yang dihasilkan dari denda para pelanggar.
5 Singapura Tahun 2012 otoritas Singapura memasang sebanyak 6.500 CCTV di seluruh wilayah. Dalam kurun waktu tersebut, otoritas setempat berhasil menangkap 1.900 penjahat dengan bantuan CCTV.
13
Berdasarkan tabel 1.3 di atas yang dilansir dari situs nasional.okezone.com menjelaskan bahwa terdapat lima negara yang telah menerapkan e-CCTV atau tilang elektronik sebelum Indonesia.
- Amerika Serikat pada tahun 2009 berhasil menjaring banyak pelanggar dengan berbagai bentuk tindak pelanggaran lalu lintas. Cakupan penerapan kebijakan ini telah merata di 400 Kota di seluruh negara bagian.
- Inggris memasang ribuan CCTV di seluruh penjuru Inggris. Otoritas terkait mampu memantau 14 juta mobil per harinya. Yang istimewa, otoritas setempat telah mengaktifkan 20 jenis CCTV untuk menompang laju kebijakan ini. Setiap CCTV memiliki spesifikasi dan fungsi yang berbeda.
- Korea Selatan memasang puluhan ribuan CCTV yang disebar otoritas setempat telah mampu mengurangi angka kejahatann jalanan dan meningkatkan kesadaran berlalu lintas masyarakat.
- Jepang adalah negara yang mempunyai kedisiplinan tinggi. Tahun 2014, Ribuan CCTV dipasang oleh otoritas setempat, tidak hanya di wilayah-wilayah vital, tetapi sampai ke gang-gang kecil. Terbukti pemerintahan Jepang hanya mampu mengumpulkan uang sebesar Rp. 221 juta yang dihasilkan dari denda para pelanggar.
- Singapura memasang sebanyak 6.500 CCTV di seluruh wilayahnya pada tahun 2012. Dalam kurun waktu tersebut, otoritas setempat berhasil menangkap 1.900 penjahat dengan bantuan CCTV.
Dari ke-5 negara maju tersebut, sangat memberi contoh bagi Indonesia dalam memanfaatkan kecanggihan teknologi, khususnya dalam bidang lalu lintas. Ditlantas Polda Metro Jaya khususnya bagaian National Traffic Management Center (NTMC) bekerja sama dengan media massa, salah satunya televisi berita nasional dalam memberikan informasi serta pemahaman kepada khalayak terkait sistem ETLE atau tilang elektronik.
14
Adanya otoritas penerapan ETLE atau tilang elektronik menekankan kepada masyarakat Indonesia agar tertib berlalu lintas, guna menjaga keselamatan saat berkendara, mulai dari menggunakan seat belt (sabuk pengaman), tidak menggunakan
handphone saat menyetir kendaraan, mematuhi marka jalan, tidak melanggar lampu
merah dan masih banyak lagi jenis pelanggaran lalu lintas.
Perluasan sistem ETLE atau tilang elektronik bertambah sejak tanggal 1 Juli 2019 oleh Ditlantas Polda Metro Jaya. Bertambahnya fitur kamera baru tersebut membuat sistem ETLE semakin hari semakin ketat dalam penerapannya. Fitur kamera baru dari sistem ETLE dipasang di 10 titik Kota Jakarta, yakni JPO MRT Bundaran Senayan, JPO MRT Polda Semanggi, JPO Depan Kemen Pariwisata, Jembatan Penyeberangan MRT dekat Kemenpan, Fly Over JLNT Sudirman ke Thamrin, Fly Over JLNT Thamrin ke Sudirman, Simpang Bundaran Patung Kuda, Simpang TL. Sarinah Bawaslu, Simpang TL. Sarinah Starbuck, dan JPO Plaza Gajah Mada. Berikut data 10 titik perluasan sistem ETLE di Indonesia:
Gambar 1 3 10 Titik Perluasan Kamera ETLE oleh Ditlantas PMJ
Sumber: Data Ditlantas Polda Metro Jaya bagian National Traffic Management Center (NTMC), Jakarta tanggal 08 November 2019
Berdasarkan gambar 1.2 di atas, menyatakan bahwa beberapa titik penempatan fitur kamera ETLE baru ditambahkan di Indonesia, khususnya daerah Jakarta guna
15
menjadi barometer dari efektivitas penegakan hukum. Selain itu, data diatas juga menjelaskan bahwa NTMC memasang berbagai macam status dari kameranya, mulai dari langsung check point, speed radar, hingga Automatic Number Plate Recognition (ANPR).
Hasil capture kamera tersebut langsung di kirim ke bagian Back Office Traffic
Management Center (TMC) Polda Metro Jaya di Jalan Jend. Sudirman No.Kav. 55,
RT.5/RW.3, Senayan, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, disana terdapat petugas dari Gakkum (Penindakan Hukum) yang akan mengecek database tersebut Jakarta.
1.1.4 Sistem ETLE mengubah perilaku masyarakat Jakarta Pusat menjadi lebih sadar lalu lintas setelah adanya perluasan kamera ETLE di 10 titik.
Perluasan penerapan kamera ETLE di Kota Jakarta Pusat (Jalan Protokol Indonesia) dari 2 titik (Thamrin-Sudirman) menjadi 10 titik penempatan periode 1 Juli 2019, merupakan upaya dari pihak Kepolisian untuk menjadikan masyarakat Jakarta Pusat lebih sadar lalu lintas. Hal ini terbukti dari adanya data tilang elektronik khusus daerah Jakarta Pusat yang mengalami angka penurunan pelanggaran lalu lintas pada bulan-bulan berikutnya setelah perluasan pada bulan Juli 2019, berikut datanya:
16
Diagram 1 1 Data Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas (Tilang) Daerah Jakarta Pusat Tahun 2019
Sumber: Data Resmi Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas Jakarta Pusat Tahun 2019 Kategori Tilang Secara Elektronik Oleh Dirgakkum Subdit Dakkgar (Penindakan dan Pelanggaran) Lalu Lintas tanggal
3 Januari 2020.
Berdasarkan diagram 1.1 di atas yang didapat dari Direktorat Penegakan Hukum (Dirgakkum) bagian Subdit Dakkar (Penindakan Pelanggaran) Lalu Lintas di atas, menjelaskan bahwa tilang yang dilakukan secara elektronik melalui sistem ETLE di Jakarta Pusat mengalami angka penurunan pelanggaran lalu lintas pada bulan-bulan selanjutnya, setelah perluasan 10 titik per Juli 2019. Meskipun, awalnya di bulan Juli banyak pelanggar lalu lintas yang tertangkap kamera ETLE, dimana angkanya meningkat drastis dari 4.215 menjadi 20.055. Namun, pada bulan berikutnya hingga akhir bulan di tahun 2019 mengalami penurunan yang signifikan terkait angka pelanggaan lalu lintas, yakni Agustus (15.341), September (12.685), Oktober (12.379), November (9.708), dan Desember (3.432).
Angka pelanggaran lalu lintas di atas menjelaskan bahwa upaya pihak kepolisian dalam meningkatkan tertib berlalu lintas berhasil setelah diterapkannya sistem ETLE. Oleh karena itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa penindakan pelanggaran dalam hal tilang secara elektronik di Jakarta Pusat mampu menjaring lebih banyak pelanggar lalu lintas setelah adanya penerapan perluasan sistem ETLE. Artinya, penambahan fitur
10.969 17.59816.968 4.921 6.770 4.215 20.055 15.341 12.68512.379 9.708 3.432 0 5000 10000 15000 20000 25000
Data Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas (Tilang) Daerah Jakarta Pusat Tahun 2019
17
kamera terbaru dari Sistem kerja kamera ETLE tersebut langsung meng-capture setiap pelanggar lalu lintas selama 24 jam, lalu data pelanggar lalu lintas masuk ke database di Back Office TMC Polda Metro Jaya.
Sistem ETLE menjadi sistem baru yang lebih efektif dan efisien dalam menjaring pelanggar-pelanggar lalu lintas. Sebelum adanya sistem ini, polisi melakukan penilangan pada pelanggar-pelanggar lalu lintas secara manual, upaya tersebut dinilai kurang efektif dan efisien. Karena sebelumnya polisi melakukan tilang manual hanya pada jam-jam operasional, sedangkan penerapan kamera ETLE mampu beroperasi meng-capture selama 24 jam setiap harinya.
Artinya, pihak kepolisian hanya mampu menangkap pelanggar-pelanggar lalu lintas pada saat jam operasional saja, berbeda dengan adanya sistem ETLE yang beroperasi 24 jam, hal tersebut berarti lebih banyak menjaring pelanggar-pelangga lalu lintas, bahkan pada waktu malam hari. Apalagi jika ditambah pemasangan kamera ETLE pada 1 Juli 2019, lebih banyak pelanggar yang tertangkap kamera ETLE. Berikut data tilang elektronik khusus Jakarta pusat tahun 2019 yang didapat langung dari Direktorat Penegakan Hukum Subdit Dakkgar (Penindakan dan Pelanggaran) Lalu Lintas:
Selain empat alasan di atas, penulis juga memiliki alasan dasar mengapa memilih judul mengenai pengaruh intensitas menonton Berita ETLE periode 1 Juli 2019 di televisi terhadap perubahan perilaku sadar hukum lalu lintas masyarakat Kota Jakarta Pusat, karena terdapat landasan hukum yang mengatur penerapan sistem ETLE oleh Ditlantas Polda Metro Jaya, yakni sebagai berikut:
Berdasarkan landasan hukum terkait tilang elektronik atau ETLE yang diterapkan di Indonesia diatur dalam dua regulasi hukum. Pertama, yaitu Pasal 272 ayat (1) dan (2) Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Kedua, yakni Pasal 28 ayat (1), (2), (3), (4), (5) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 80 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan dan Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Serta, regulasi yang bisa
18
memperkuat dasar hukum pemanfaatan CCTV untuk tilang, yaitu Pasal 5 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Menanggapi perluasan tilang elektronik atau ETLE di Indonesia, Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Ari Dono Sukamto berharap dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda) dan kesadaran masyarakat untuk bisa menerapkan tilang elektronik di seluruh Indonesia. Berikut informasi yang didapat dari situs resmi Kompas.com terkait tilang elektronik:
Gambar 1 4 Informasi Rencana Penerapan ETLE di Seluruh Indonesia oleh Wakapolri
Sumber: Portal berita Kompas.com diakses pada tanggal 26 November 2019 pukul 09.00 WIB
Alasan terakhir yang disampikan oleh penulis diatas, menurut Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Ari Dono Sukamto menyatakan bahwa sistem ETLE yang diprogramkan oleh Ditlantas Polda Metro Jaya akan diterapkan diseluruh Indonesia apabila Pemerintah Daerah (Pemda) beserta seluruh masyarakat mendukung program
19
tersebut. Dari beberapa alasan dan latar belakang di atas, penulis memfokuskan penelitian “Pengaruh intensitas menonton berita ETLE terhadap perilaku sadar hukum lalu lintas masyarakat Kota Jakarta Pusat.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan indikasi yang diuraikan dalam latar belakang di atas maka dirumuskanlah penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Berapa besar pengaruh intensitas menonton berita ETLE periode 1 Juli 2019 di Televisi terhadap perilaku sadar hukum lalu lintas masyarakat Kota Jakarta Pusat? 2. Apakah setelah masyarakat Jakarta Pusat menonton dan mengetahui tayangan berita perluasan kamera ETLE periode 1 Juli 2019 mampu berperilaku lebih sadar hukum lalu lintas?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui berapa besar pengaruh intensitas menonton berita ETLE periode 1 Juli 2019 di Televisi terhadap perubahan perilaku sadar hukum lalu lintas masyarakat Kota Jakarta Pusat.
2. Untuk mengetahui apakah setelah masyarakat Jakarta Pusat menonton dan mengetahui tayangan berita perluasan kamera ETLE periode 1 Juli 2019 mampu merubah perilaku mereka menjadi lebih sadar hukum lalu lintas.
1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan memberi manfaat untuk kepentingan teoritis dan praktis. Secara teoritis penelitian ini dapat bermanfaat antara lain:
a. Manfaat Teoritis
20
1. Menguji kembali indikator yang mengukur intensitas menonton dan indikator perilaku sadar hukum lalu lintas, terhadap responden yang tinggal di Jakarta Pusat.
2. Bahan masukan bagi penelitian lebih lanjut terhadap objek sejenis atau aspek lainnya yang belum tercakup dalam penelitian ini, serta
3. Pengembangan khasanah keilmuan yang berhubungan dengan kajian komunikasi massa, khususnya media massa televisi terkait dampak pemberitaan kepada khalayak.
b. Manfaat Praktis
Secara praktis penelitian ini diharapkan memiliki nilai guna bagi pihak-pihak sebagai berikut:
1. Bagi media massa televisi, sebagai masukan dan evaluasi penyempurnaan tentang segala bentuk pemberitaan yang ada disekitar masyarakat yang kemudian dicari, dikumpulkan, diolah hingga disiarkan kepada khalayak luas, dan juga masukan tentang seberapa besar pengaruh intensitas menonton terkait pemberitaan ETLE periode 1 Juli 2019 kepada khalayak,
2. Bagi masyarakat, dapat memberikan informasi dan wawasan betapa pentingnya untuk selalu menaati peraturan lalu lintas demi kenyamanan dan keselamatan saat berkendara,
3. Bagi kaum akademis, menambah pemahaman dan penalaran mengenai indikator untuk mengukur intensitas menonton dan perilaku sadar hukum, dan 4. Bagi pemerintah, bisa menjadi bahan evaluasi untuk kedepannya bahwa penerapan sistem elektronik tilang ini mampu mendisiplinkan masyarakat Indonesia.
127
DAFTAR PUSTAKA Buku:
Achamd Ali dan Wiwie Heryani. (2012). Menjelajahi Kajian Empiris terhadap
Hukum. Jakarta: Kencana.
Afdjani, H. (2014). Ilmu Komunikasi, Proses Dan Strategi. Tangerang: Indigo Media.
Ardianto, Elvinaro, dkk. (2007). Komunikasi Massa: Suatu Pengantar. Edisi
Revisi. Bandung: Simbiosa.
Arikunto, S. (2002). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta Timur: Rineka Cipta.
Azwar S. (2013). Sikap Manusia: Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Bajari, A. (2015). Metode Penelitian Komunikasi - Prosedur, Trend and Etika. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Danim, Sudarwan. (2004). Motivasi Kepemimpinan dan Efektivitas Kelompok. Jakarta: Rineka Cipta.
Darwis, Ranidar. (2003) Pendidikan Hukum dalam Konteks Sosial Budaya bagi
Pembinaan Kesadaran Hukum Warga Negara. Bandung: Departemen
Penndidikan Indonesia UPI.
Djahiri, Achmad Kosasih. (1985). Strategi PengajaranAfektif-Nilai Moral VCT
dan Games terhadap VCT. Bandung: Jurusan PMPKN FPIPS IKIP
Bandung.
Effendi, M. S. (2003). Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3ES.
Kansil, C.S.T. (1986). Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
Kholid, Ahmad. (2014). Promosi Kesehatan: Dengan Pendekatan Teori
Perilaku, Media dan Aplikasinya untuk Mahasiswa dan Praktisi Kesehatan.
128
Kriyantono, R. (2009). Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.
Masri, S., Effendi. (2013). Metode Penelitian. Jakarta: LP3ES.
Mertokusumo, Sudikno. (1081). Meningkatkan Kesadaran Hukum Masyarakat. Ed-1. Yogyakarta: Liberti.
Morissan. (2008). Jurnalistik Televisi Mutakhir. Jakarta: Kencana.
Mufid, M. (2010). Komunikasi dan Regulasi Penyiaran. Jakarta: Kencana.
Mulyana, D. (2015). Ilmu Komunikasi : Suatu Pengantar. Bandung: Rosda.
Nazir, Mohammad. 2011. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Nurrohim, KP, Hasa. (2008). Pengaruh Profitabilitas, Fixed Assets Ratio,
Kontrol Kepemilikan dan Struktur Aktiva Terhadap Struktur Modal Pda Perusahaan Manufaktur di Indonesia. Kajian Bisnis dan Manajemen, Vol.
10, No. 1, Hlm. 11-18.
Nurudin. (2014).Pengantar Komunikasi Massa.Ed.1-6.Jakarta: Rajawali Pers.
Rakhmat, Jalaludin.(2003). Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Ruliana, Poppy dan Puji Lestari. (2019). Teori Komunikasi. Jakarta : Rajawali Pers.
Salman, Otje. (1993). Kesadaran Hukum Masyarakat terhadap Hukum Waris. Bandung: Penerbit Alumni.
Sarjono, Haryadi., dan Julianita, W.(2011). SPSS vs LISREL: Sebuah Pengantar,
Aplikasi untuk Riset. Jakarta: Salemba Empat.
Septiawan, Santana. (2005). Jurnalisme Kontemporer. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Simamora, B. (2000). Panduan Riset Perilaku Konsumen. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
129
Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Soekanto, Soerjono. (1985). Beberapa Aspek Sosial Yuridis Masyarakat. Bandung: Alumni.
Soekanto, Soerjono. (1982). Kesadaran Hukum dan Kepatuhan Hukum. Ed-1. Jakarta: Rajawali.
Solso, Robert. Dkk. (2008). Psikologi Kognitif Edisi Delapan. Jakarta: Erlangga.
Sudaryono. (2016). Metodologi Penelitian. Kota Depok: Rajawali Pers.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dam R&D. Bandung: Alfabeta.
Suryawati, Indah.(2014).Jurnalistik Suatu Pengantar: Teori & Praktik.Cet.2.Bogor: Ghalia Indonesia.
Syahrul, dkk. (2017). Metodologi Penelitian Pembelajaran Bahasa Indonesia. Padang: SUKABINA Press.
Turner, R. W. (2014). Pengantar Teori Komunikasi : Analisis dan Aplikasi (Ke-3 ed.). Jakarta: Salemba Humanika.
Widarmanto, T. (2015). Pengantar Jurnalistik: Panduan Awal Penulis dan
Jurnalis. Ngawi:Araska.
Penelitian Terdahulu
Sutopo, Rino. (2012). Pengaruh Intensitas Menonton Berita Reportase
Investigasi terhadap Sikap Ibu Rumah Tangga Suryatmajan (Studi Kuantitatif terhadap Pengaruh Intensitas Menonton Berita Reportase Investigasi tentang Bahan Panganan Tidak Layak Konsumsi terhadap Sikap Ibu Rumah Tangga Kelurahan Suratmajan Kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta). Ilmu
Komunikasi FISIP UAJY.
Khanafi, Ibnu Adam. (2017). Pengaruh Intensitas Menonton Tayangan My Trip
130
Pengaruh Intensitas Menonton Tayangan My Trip My Adventure terhadap Minat Traveling pada Mahasiswa S1 FISIP Universitas Sebelas Maret Surakarta Angkatan 2015. Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sebelas Maret
Surakarta.
Nurjanah. (2020). Pengaruh Intensitas Menonton Pemberitaan Perceraian pada
Infotainment Silet, Intensitas Kegiatan Literasi Media dan Intensitas Komunikasi Interpersonal Suami-Istri terhadap Sikap pada Perceraian di Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat. Ilmu Komunikasi FISIP
UNDIP.
Dan Lain-Lain
Pasal 272 ayat (1) dan (2) Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Pasal 28 ayat (1), (2), (3), (4), (5) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 80 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan dan Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Data Resmi NTMC (National Traffic Management Center) Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat Jumlah Penilangan melalui E-TLE Oleh Polda Metro Jaya periode 1 November 2018 – 1 Juli 2019 dan Titik-Titik Penempatan Kamera E-TLE Fitur Terbaru Tahun 2019.
Data Resmi dari Dirgakkum Subdit Dakkagar (Penindakan Pelanggaran) dan Subdit Sidik Laka (Penyelidikan Kecelakaan) Polda Metro Jaya pada bulan Desember 2019 – Januari 2020.
Data Resmi dari Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Jakarta Pusat tentang data pemilik kendaraan di Jakarta Pusat tahun 2019 pada bulan Januari 2020.
https://nasional.okezone.com > oleh Putra, Y. D. (2017, 09 13). Wacana Tilang
Elektronik, Indonesia Bisa Berkaca dari Lima Negara Ini. Retrieved 10 07,
131
http://kpi.go.id/index.php/id/publikasi/survei-indeks-kualitas-siaran-televisi?detail3=5581 diakses pada 14 Juni 2020 pukul 09.53 WIB
https://etle-pmj.info diakses pada 15 Juni 2020 pukul 08.40 WIB
www.youtube.com gambar screenshoot tentang pemberitaan ETLE per 1 Juli 2019 di TV Nasional diakses pada 12 Februari 2020 pukul 16.00 WIB
www.youtube.com gambar screenshoot tentang pemberitaan ETLE per 1 Juli 2019 di TV Nasional diakses pada 10 Desember 2019 pukul 20.00 WIB
www.kompas.com portal berita tentang Wakapolri ingin terapkan tilang elektronik di seluruh Indonesia diakses pada 26 November 2019 pukul 09.00 WIB
https://docplayer.com diakses pada 17 Maret 2020 pukul 09.10 WIB
https://atikelsiana.com diakses pada 15 Juni 2020 pukul 09.15 WIB
https://digilib.unila.ac.id diakses pada 15 Juni 2020 pukul 10.08 WIB
https://repository.usu.ac.id diakses pada 15 Juni 2020 pukul 10.11 WIB
https://berkas.dpr.go.id diakses pada 16 Juni 2020 pukul 17.24 WIB
https://library.binus.ac.id diakses pada 18 Juni 2020 pukul 10.17 WIB
Humas Badan Pajak dan Retribus Daerah DKI Jakarta, 14 Januari 2020 pukul 08.49 WIB
https://etle-pmj.info diakses pada 27 Juli 2020, pukul 19.50 WIB
http://1.bp.blogspot.com/JYgm1ER5d5M/VbRqS77EhpI/AAAAAAAAAm o/IXlBGbA45qc/s1600/p_519234_20120921085320.jpg diakses pada 11 September 2020 pukul 10.30 WIB
https://www.viva.co.id/berita/metro/1259392-sejarah-e-tilang-etle-di-indonesia-yang-prosesnya-tak-mudah diakses tanggal 20 September 2020 pukul 11.35 WIB
132
https://library.binus.ac.id diakses pada tanggal 20 September 2020 pukul 11.40 WIB
http://ditlantas.blogspot.com/2015/07/kontak.html diakses pada 11 September 2020 pukul 14.30 WIB
http://wim.tmcpoldametro.net/2015/07/visi-dan-misi-direktorat-lalu-lintas. diakses pada 11 September 2020 pukul 10.50 WIB
https://bprd.jakarta.go.id/2019/01/23/launching-logo-baru-bprd-provinsi-dki-jakarta/ diakses pada 19 September 2020 pukul 10.23 WIB
https://bprd.jakarta.go.id/2019/01/23/launching-logo-baru-bprd-provinsi-dki-jakarta/ diakses pada tanggal 19 september 2020 pukul 10.00 WIB
https://bapenda.jakarta.go.id/struktur-organisasi/ diakses pada 18 September 2020 pukul 11.08 WIB
https://bprd.jakarta.go.id/# diakses pada 19 September 2020 pukul 10.15 WIB
https://www.zonareferensi.com/pengertian-berita/ diakses pada 12 Oktober 2020 pukul 13.00 WIB
https://www.pengertianmenuruparaahli.net/pengertian-durasi/ diakses pada 13 Oktober 2020 pukul 11.45 WIB
https://sc.syekhnurjati.ac.id diakses pada 3 Desember 2020 pukul 22.25 WIB.