Bab ini merupakan bagian akhir dari penelitian yang merupakan kesimpulan studi. Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai temuan studi, kesimpulan, rekomendasi, kelemahan studi dan saran untuk studi lanjutan untuk melengkapi studi yang telah dilakukan ini.
5.1 Temuan Studi
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, dapat ditemukan beberapa temuan studi sebagai berikut:
1. Untuk penghuni yang menempati rumah tipe sederhana secara umum memiliki preferensi yang sama dengan penghuni rumah tipe menengah terhadap prioritas fasilitas yang didahulukan keberadaannya. Hal ini dapat dilihat dari preferensi penghuni terhadap penyediaan fasilitas lingkungan perumahan yang secara umum hampir sama antara penghuni tipe rumah sederhana dan penghuni tipe rumah menengah. Berbeda dengan penghuni tipe rumah mewah yang memiliki preferensi berbeda terhadap prioritas fasilitas yang didahulukan keberadaannya yaitu dalam penempatan prioritas fasilitas ruang terbuka lebih utama dibandingkan dengan fasilitas perdagangan dan olahraga.
2. Adanya kesamaan preferensi untuk semua penghuni tipe rumah dalam memilih beberapa fasilitas lingkungan perumahan yang dibutuhkan. Fasilitas tersebut adalah fasilitas peribadatan dengan spesifikasi mesjid warga, fasilitas kesehatan dengan spesifikasi fasilitas praktik dokter dan apotik, fasilitas pendidikan dengan spesifikasi fasilitas TK, SD, dan SMP, serta fasilitas perdagangan dengan spesifikasi fasilitas toko swalayan, meskipun dengan unsur atau alasan yang berbeda. Perbedaan alasan yang cukup signifikan terdapat pada pemilihan fasilitas pendidikan TK, yaitu penghuni tipe rumah sederhana dan mewah secara umum memiliki preferensi alasan yang sama dalam memilih TK
penghuni yang menempati rumah tipe sederhana dan menengah memiliki preferensi alasan yang sama yaitu berdasarkan unsur kedekatan, sedangkan penghuni yang menempati rumah tipe mewah memilih apotik dengan mempertimbangkan kelengkapan jenis obat.
3. Perbedaan preferensi penghuni terhadap penyediaan fasilitas lingkungan perumahan yang dibutuhkan, terdapat pada dua fasilitas yaitu fasilitas perdagangan dan fasilitas olahraga. Untuk fasilitas perdagangan, secara umum penghuni tipe rumah sederhana dan menengah memiliki preferensi yang sama dalam memilih fasilitas perdagangan yaitu memilih fasilitas warung sebagai prioritas pertama, baru kemudian mempertimbangkan memilih fasilitas toko swalayan. Untuk penghuni tipe rumah mewah, memilih fasilitas pertokoan sebagai fasilitas yang utama digunakan. Untuk fasilitas olahraga, preferensi penghuni rumah tipe sederhana secara umum memilih fasilitas lapangan sepakbola atau lapangan volly, penghuni rumah tipe menengah memilih fasilitas lapangan basket sebagai prioritas pertama dan lapangan badminton sebagai prioritas kedua, sedangkan untuk penghuni rumah tipe mewah, preferensi penghuni secara umum memilih fasilitas lapangan tenis atau fasilitas kolam renang.
4. Adanya beberapa arahan standar jarak sehat (Barton,2000) yang kurang sesuai diterapkan di perumahan bumi adipura yang menggunakan acuan jumlah penduduk menurut standar Kepmen PU No 378/KPTS/1987, yaitu fasilitas peribadatan dengan spesifikasi mesjid dan arahan jarak sehat 300 m, fasilitas kesehatan untuk spesifikasi fasilitas dokter dan arahan jarak sehat 700 m, dan fasilitas olahraga dengan arahan jarak sehat 400-800 m.
5. Proporsi penghuni yang memilih menggunakan fasilitas yang terdapat di lingkungan perumahan cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat dari cukup besarnya presentase alasan penghuni memilih fasilitas lingkungan karena unsur kedekatan. Hal ini berlaku untuk fasilitas peribadatan, olahraga, perdagangan dan ruang terbuka.
5.2 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dalam penelitian ini, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, secara umum adanya perbedaan pemilihan fasilitas lingkungan serta alasan yang mendorong penghuni dalam memilih fasilitas lingkungan yang digunakan dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya. Perbedaan fasilitas yang digunakan oleh penghuni mencakup fasilitas olahraga dan perdagangan. Hal ini menyebabkan arahan penyediaan fasilitas lingkungan harus disesuaikan dengan segmentasi penduduk yang dilayani.
2. Adanya penyediaan beberapa fasilitas lingkungan yang disediakan melebihi standar luas awal yang telah ditetapkan. Hal ini bertujuan untuk lebih meningkatkan efektivitas dari segi jarak dan efisiensi dari segi pembiayaan. Namun hal itu dilakukan tanpa mengurangi daya tampung fasilitas tersebut. Penyediaan fasilitas tersebut mencakup fasilitas pendidikan dengan spesifikasi fasilitas TK, SD, dan SMP, fasilitas perdagangan dengan spesfikasi fasilitas warung dan fasilitas ruang terbuka dengan spesifikasi taman lingkungan + tempat bermain anak-anak.
3. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan menunjukan bahwa dalam penempatan fasilitas di lingkungan perumahan, adanya beberapa arahan standar jarak sehat (Barton, 2000) yang kurang sesuai untuk diterapkan di indonesia yang menggunakan acuan jumlah penduduk menurut Kepmen PU No 378/KPTS/1987, yaitu arahan jarak sehat terhadap fasilitas kesehatan (praktik dokter), olahraga, perdagangan (swalayan). Untuk fasilitas peribadatan, tidak dijelaskan dalam standar jarak sehat (Barton, 2000).
4. Preferensi Penghuni Perumahan Bumi Adipura terhadap penyediaan fasilitas lingkungan perumahan adalah :
y Prioritas kedua adalah pembangunan fasilitas kesehatan dengan spesifikasi fasilitas Praktik dokter dan apotik. Untuk fasilitas praktik dokter, unsur kualitas sebagai syarat yang diutamakan. Untuk fasilitas apotik, unsur kelengkapan jenis obat sebagai syarat yang diutamakan. y Prioritas ketiga adalah fasilitas pendidikan, dengan spesifikasi
fasilitas TK, SD fan SLTP. Untuk ketiga fasilitas tersebut, unsur kualitas sebagai syarat yang diutamakan untuk penghuni ketiga tipe rumah. Namun khusus TK, untuk penghuni tipe rumah sederhana dan mewah lebih mengutamakan unsur kedekatan.
y Prioritas keempat adalah fasilitas olah raga, dengan spesifikasi fasilitas volli atau sepakbola untuk penghuni tipe rumah sederhana, fasilitas basket atau badminton untuk penghuni tipe rumah menengah, dan fasilitas tenis atau kolam renang untuk penghuni tipe rumah mewah. Untuk ketiga fasilitas tersebut, unsur kedekatan sebagai syarat yang diutamakan.
y Prioritas kelima adalah fasilitas Perdagangan, dengan spesifikasi fasilitas warung untuk penghuni tipe rumah sederhana dan menengah, fasilitas pertokoan untuk penghuni tipe rumah mewah, dan fasilitas toko swalayan untuk semua penghuni. unsur kedekatan sebagai syarat yang diutamakan untuk penghuni tipe rumah sederhana dan menengah. Syarat yang diutamakan untuk penghuni tipe rumah mewah adalah unsur keberagaman jenis barang
y Prioritas keenam adalah fasilitas Ruang Terbuka, dengan spesifikasi fasilitas taman lingkungan + tempat bermain anak-anak dengan unsur kedekatan sebagai syarat yang diutamakan.
Berikut ini merupakan kesimpulan rumusan arahan penyediaan fasilitas lingkungan di perumahan bumi adipura yang dapat dilihat pada Tabel V.1.
Tabel V.1
Rumusan Arahan Penyediaan Fasilitas Lingkungan di Perumahan Bumi Adipura
No Fasilitas Spesifikasi Tipe Unsur yang diutamakan Luas Jarak Sehat (meter)
Jumlah Cakupan Pelayanan (Ha)
1 Peribadatan Mesjid Semua Tipe Kedekatan 3000 m2 300 7 20,60
Praktik dokter + Apotik Semua Tipe • Kualitas pengobatan • Kelengkapan Jenis Obat 1400 m2 800 2 82,42 2
Kesehatan
Praktik dokter Semua Tipe • Kualitas pengobatan 1050 m2 700 1 41,21
TK Semua Tipe Kedekatan dan kualitas 2520 m2 400 5 30,00
SD Semua Tipe Kualitas 13333 m2 600 3 50,00
SMP Semua Tipe Kualitas 10000 m2 1000 1 115,38
3 Pendidikan SMA - - - - -
Sepakbola Sederhana Kedekatan 5000 m2 400 1
Basket Kedekatan 900 m2 400 3
Badminton Menengah Kedekatan 1250 m2 400 2
4 Olah Raga
Tenis Mewah Kedekatan 1200 m2 400-800 1
21,43 Warung Sederhana dan Menengah Kedekatan 70 m2 100 42 3.52
Pertokoan Mewah Keberagaman jenis barang 1200 m2 800-1000 1 82,42
5
Perdagangan
Swalayan Semua Tipe • Kedekatan • Keberagaman barang 4800 m2 1000 2 82,42
6
Ruang Terbuka Taman lingkungan dan
tempat bermain Semua Tipe Kedekatan 52 m2 100 36 4,12
5.3. Rekomendasi
Berikut ini merupakan rekomendasi bagi penyusunan arahan penyediaan fasilitas lingkungan perumahan perumahan Bumi Adipura berdasarkan penelitian ini:
1. Penyediaan fasilitas lingkungan di perumahan bumi adipura sebaiknya dibangun menurut skala prioritas preferensi penghuni, sehingga fasilitas yang disediakan secara bertahap, dimulai dari fasilitas yang paling diprioritaskan terlebih dahulu oleh penghuni.
2. Penempatan fasilitas lingkungan perumahan, sebaiknya ditempatkan sesuai dengan segmentasi penduduk yang dilayani dan arahan jarak sehat seperti terlihat pada gambar 5.1
Gambar 5.1
Arahan Jarak Sehat Terhadap Penyediaan Fasilitas Lingkungan Di Perumahan Bumi Adipura
Sumber : Hasil Analisis
100 200 1000 300 400 600 800 THE HOME
5.4. Kelemahan dan Lanjutan Studi
Penelitian ini tidak terlepas dari keterbatasan-keterbatasan baik berupa pengumpulan data maupun analisis. Pada bab berikut ini akan dijelaskan mengenai kelemahan studi dan saran lanjutan studi untuk menyempurnakan penelitian ini
5.4.1. Kelemahan Studi
Dalam penelitian ini terdapat kelemahan-kelemahan studi yaitu sebagai berikut :
1. Metode analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini berupa perbandingan perbedaan preferensi penghuni berdasarkan tipe rumah terhadap penyediaan fasilitas lingkungan yang di lihat dari perbedaan penskoran, namun tidak dibandingkan keberartian (signifikansi) dari perbedaan preferensi penghuni berdasarkan ketiga tipe rumah ini.
2. Ruang lingkup wilayah studi yang mengambil studi kasus satu objek penelitian yang sesuai dengan arahan penelitian ini, membutuhkan studi-studi lanjutan dengan objek perumahan lain untuk lebih menguatkan arahan dalam penyediaan fasilitas lingkungan perumahan berdasarkan preferensi penghuni
5.4.2. Lanjutan Studi
Untuk menyempurnakan penelitian ini, saran lanjutan studi yang dapat dilakukan adalah :
1. Penelaahan lebih lanjut terhadap tingkat kualitas fasilitas yang diinginkan oleh penghuni
2. Peninjauan secara menyeluruh terhadap hubungan antara penyediaan fasilitas sosial di lingkungan perumahan dengan fasilitas yang tersedia pada sub-pusat pelayanan kota
3. Kajian berkaitan dengan dasar pertimbangan dan arahan penyediaan fasilitas lingkungan untuk keseluruhan perumahan lainnya yang ada di