• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 LANDASAN TEORI. Tabel 2.1 Penelitian Sebelumnya Judul

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 2 LANDASAN TEORI. Tabel 2.1 Penelitian Sebelumnya Judul"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

13 LANDASAN TEORI 2.1 Penelitian Sebelumnya Tabel 2.1 Penelitian Sebelumnya Peneliti Judul Penelitian Persamaan Perbedaan European Journal of Bussiness and Management (Owusu Alfred) 2013:Vol.5, No. 1 Influences of Price And Quality On Consumer Purchase of Mobile Phone In The Kumasi Metropolis In Ghana A Comparative Study 1. Variabel harga (X) dan Variabel Keputusan Pembelian (Y) 2. Penelitian Kuantitaif 1. Terdapat dua variabel X , yaitu harga dan kualitas. 2. Penelitian menggunakan kuisioner dan wawancara 3. Menggunakan penelitian deskriptif

Hasil Penelitan Harga dan Kualitas mempengaruhi keputusan pembelian Jurnal Ilmu Manajemen (Dian Ayu Puspita Ayu) 2013 : Vol. 1 , No. 1 Pengaruh Gaya Hidup, Fitur, dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Blackberry Curve 9300 1. Variabel harga (X) dan Variabel Keputusan Pembelian (Y). 2. Menggunakan metode kuantitif. 1. Terdapat variabel X lainnya, yaitu gaya hidup, dan fitur

Hasil Penelitian Gaya hidup, fitur dan harga mempengaruhi keputusan pembelian Diponegoro Journal of Social And Politic Pengaruh Harga, Citra Merk, Positioning Dan 1. Variabel harga (X) dan variabel keputusan 1 Terdapat perbedaan metode, dalam hal ini digunakan metode

(2)

Sumber: Data yang diolah peneliti, 2013

2.2 Tinjauan pustaka

Untuk menghindari kesalahan dalam memahami arti mengenai istilah-istilah yang dipakai dalam judul. Penulis akan menguraikan beberapa pengertian di antaranya yaitu pemasaran, bauran pemasaran (marketing mix), harga (price), keputusan pembelian (buying decision), dan tour & travel. Hal itu akan dijelaskan oleh beberapa ahli dan penulis buku yang terdapat pada literatur yang berhubungan dengan penelitian ini.

2.2.1 Pemasaran

Fungsi manajemen pemasaran Menurut Abdullah dan Tantri ( 2012 : 22 ) , Pemasaran adalah “proses perencanaan dan pelaksanaan dari perwujudan,

(Simamora, Djoki W dan Widayanto) 2013 :Vol. 2 , No. 2 Diferensiasi Produk terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Pada Produk Jamu PT, Njonja Meneer

pembelian (Y) explanatory. 2. Terdapat beberapa variabel X , yaitu : harga, citra merek , positioning dan diferensiasi produk

Hasil Penelitian Harga, citra merek, positioning, dan diferensiasi produk mempengaruhi keputusan pembelian

Revista de Administração de Empresas (Rosa Diaz and Rondan Cataluna) 2011 : Vol. 51, No. 4 Antecedants of the importance of price in purchase decision 1.Variabel yang dipakai adalah harga dan keputusan pembelian

1. Ada unsur brand loyalty yang juga diteliti.

(3)

pemberian harga, promosi dan distribusi dari barang – barang, jasa dan gagasan untuk menciptakan pertukaran dengan kelompok sasaran yang memenuhi tujuan pelanggan dan organisasi“.

Fungsi manajemen pemasaran adalah untuk merencanakan dan mengembangkan produk dan jasa untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen bahkan untuk memberikan kepuasan lebih kepada pelanggan. Dalam usaha memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, yaitu dengan cara mencapai kepuasan konsumen yang belum pernah ditawarkan oleh tour lainnya. Sistem pemasaran ini memiliki potensi yang mutualisme antara pemasukan perusahaaan dan kepuasan terhadap konsumen.

2.2.1.1 Pengertian pemasaran

Pemasaran yang sering disebut dengan kata marketing merupakan suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan, dan bertukar sesuatu yang menilai satu sama lain.

Menurut Kotler dan Keller (2010:5) mengatakan bahwa pemasaran adalah :

“seni dan ilmu memilih pasar sasaran dan meraih, mempertahankan , serta menumbuhkan pelanggan dengan menciptakan, menghantarkan , dan mengkomunikasikan nilai pelanggan yang unggul. “

(4)

Pemasaran menurut American Marketing Association (AMA) di dalam buku Kotler dan Keller ( 2010 : 5) adalah “pemasaran adalah suatu fungsi organisasi dan serangkaian proses untuk menciptakan , mengkomunikasikan, dan memberikan nilai kepada pelanggan dan untuk mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan pemangku kepentingannya”.

Dari contoh - contoh definisi di atas, maka dapat disimpulkan pemasaran mencakup suatu proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan, dan memberikan suatu nilai kepada pelanggan. Nilai ini akan memberikan hubungan baik kepada pelanggan maupun kepada pemangku dalam terjadinya keputusan pembelian yang menyebabkan kepuasan pelanggan akan barang atau jasa yang ditawarkan. Dari fungsi pemasaran tersebut dapat dilihat keputusan pembelian merupakan peranan penting dalam pembelian barang atau jasa yang ditawarkan dari pihak pemangku kepada pelanggan.

2.2.1.2 Proses Pemasaran

Proses pemasaran merupakan suatu langkah-langkah yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam kegiatan pemasaran dan promosi.

Gambar 2.1 Konsep inti Pemasaran Sumber : Abdullah dan Tantri ( 2012 :14)

(5)

Konsep pemasaran inti menurut Abdullah dan Tantri ( 2012 : 14) dapat diurutkan sebagai berikut :

1. Kebutuhan , keinginan dan permintaan

Kebutuhan manusia adalah keadaan merasa tidak memiliki kepuasan dasar. Manusia membutuhkan makanan, pakaian , perlindungan, keamanan, hak milik , harga diri dan beberapa hal lain untuk bisa hidup. Kebutuhan ini tidak diciptakan oleh masyarakat atau pemasar, namun sudah ada terukir dalam hayati serta kondisi manusia.

Keinginan adalah suatu hasrat untuk memenuhi kepuasan dari kebutuhan tersebut. Permintaan adalah keinginan akan sesuatu yang didukung dengan kemampuan serta kesediaan membelinya. Keinginan menjadi permintaan bila didukung oleh daya beli.

2. Produk

Produk sebagai sesuatu yang dapat ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan seperti produk fisik , produk jasa, dan sarana lain yang dapat memenuhi suatu kebutuhan dan keinginan.

Jasa menjadi sarana lain seperti orang , tempat , kegiatan , organisasi atau gagasan.

3. Nilai, biaya , dan kepuasan

Nilai setiap produk sebenarnya tergantung dari seberapa jauh produk tersebut dapat mendekati produk ideal. Masing – masing produk itu ada biayanya , jadi seberapa nilainya itu sendiri guna menentukan nilai di

(6)

masyarakat. Kepuasan adalah sesuatu yang dirasakan ketika seorang konsumen mendapatkan nilai lebih dari apa yang dia harapkan.

4. Pertukaran, transaksi dan hubungan

Pertukaran merupakan proses , bukan kejadian sesaat. Masing – masing pihak disebut berada dalam suatu pertukaran bila mereka berunding dan mengarah ke suatu persetujuan. Pertukaran adalah salah satu dari empat cara orang mendapatkan suatu produk. Cara tersebut adalah :

• Cara pertama dengan menghasilkan sendiri. • Cara kedua dengan memaksa.

• Cara ketiga dengan meminta- minta. • Cara keempat dengan pertukaran.

Transaksi adalah proses yang terjadi ketika terjadi pertukaran antar dua orang atau lebih yang saling membutuhkan. Dalam kenyataannya hubungan antar orang – orang tersebut yang menjadi simbiosis mutualisme.

5. Pasar

Pasar terdiri dari semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu serta mau dan mampu turut dalam pertukaran untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan itu.

6. Pemasaran dan Pemasar

Pemasaran adalah kegiatan manusia dalam hubungannya dengan pasar. Pemasaran memiliki maksud bekerja dengan pasar untuk mewujudkan

(7)

transaksi yang mungkin terjadi dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia.

Transaksi pemasaran tentu menjadi pembeli atau penjual. Dalam keadaan normal, pemasar adalah suatu perusahaan yang melayani suatu pasar pemakai ditengah kompetisi.

2.2.1.3 Bauran pemasaran

Bauran pemasaran lebih dikenal dengan marketing mix yang memiliki makna semua faktor yang dikuasai, diterapkan, dan dikendalikan oleh perusahaan untuk memenuhi permintaan konsumen terhadap barang dan jasa.

Dewasa ini, bauran pemasaran sangat penting bagi kemajuan perusahaan untuk bertumbuh dan berkembang. Namun, sekarang ini untuk melaksanakan kegiatan pemasaran bukanlah hal mudah, semua anggota perusahaan harus berpartisipasi, aktif dan saling memberi dukungan untuk tercapainya visi dan misi perusahaan.

Di sisi lain, jumlah penjualan barang dan jasa banyak disertai dengan faktor-faktor. Faktor-faktor tersebut adalah kualitas dan penampilan produk atau jasa perusahaan, cara penyampaian produk atau jasa dari produsen ke konsumen, harga yang diterapkan perusahaan ,dan visi dan misi perusahaan yang memberikan keuntungan mutualisme bagi perusahaan dan konsumen.

Pemasaran membutuhkan suatu rencana, visi, dan misi dalam melaksanakan kegiatannya. Program pemasaran tersebut adalah keputusan tentang

(8)

bauran alat pemasaran. Bauran pemasaran merupakan kebijakan yang digunakan oleh perusahaan untuk memasarkan produk dan jasanya dalam hubungan baik antara keuntungan perusahaan dan kepuasan konsumen.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Kotler (2003:15) adalah “Marketing mix is the set of marketing tools that the firm uses to pursue it’s marketing objectives in the target market”. Bauran pemasaran merupakan sekumpulan alat pemasaran (marketing mix) tersebut digunakan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan pemasarannya dalam pasar sasaran.

Sedangkan menurut Mc Carthy dalam Kotler (2010:24) mengklarifikasi aktivitas – aktivitas ini sebagai sarana bauran pemasaran dari empat jenis yang luas, yang disebutnya empat P dari pemasaran : produk ( product) , harga ( price ) , tempat (place) dan promosi ( promotion ).

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Marketing Mix merupakan sekumpulan variabel-variabel pemasaran yang dapat dikendalikan dan dipergunakan oleh perusahaan dalam pencapaian sasaran dari tujuan perusahaannya, melalui pemanfaatan kombinasi dari variabel-variabel seperti harga, produk, promosi, dan saluran distribusi, diharapkan agar kinerja penjualan dapat meningkat sehingga mampu bersaing dengan para pesaing.

Pemasaran jasa diperlukan bauran pemasaran yang diperluas dengan penambahan unsur yang telah berkembang. Pemasaran jasa dikatakan sebagai salah satu bentuk produk yang berarti setiap tindakan atau perbuatan yang ditawarkan dari

(9)

satu pihak ke pihak lainnya dan bersifat tidak berwujud. Sedangkan alat pemasaran tersebut dikenal dengan istilah “4P” dan dikembangkan menjadi “7P” yang dipakai sangat tepat untuk pemasaran jasa.

Tujuh P dijelaskan sebagai berikut : 1) Produk (product)

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Kotler (2000:395) adalah “A product is anything than can be offered to a market to satisfy a want or need. Product that are marketed include physical goods, service, experiences, events, persons, places, properties, organizations, information and ideas”. Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan di pasar, untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Produk terdiri atas barang, jasa, pengalaman, events, orang, tempat , kepemilikan , organisasi informasi dan ide. Hal ini tercatat dalam buku Alma (2011 :139)

2) Harga (price)

Harga sebuah produk dan jasa merupakan faktor penentu utama permintaan pasar. Penetapan harga merupakan hal yang paling krusial dan sulit diantara unsur-unsur dalam bauran pemasaran. Harga adalah satu-satunya unsur dalam berbagai unsur bauran pemasaran yang akan mendatangkan laba bagi peritel, sedangkan unsur lainnya menghabiskan biaya.

(10)

Distribusi menurut Philip Kotler adalah “The various the company undertakes to make the product accessible and available to target customer”. Tempat merupakan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk membuat produknya mudah diperoleh dan tersedia pada konsumen sasaran. Distrubusi memiliki peranan yang sangat penting dalam membantu perusahaan guna memastikan produknya. Hal ini dikarenakan tujuan dari distribusi adalah menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen pada waktu dan tempat yang tepat.

4) Promosi (promotion)

Definisi promosi menurut Kotler adalah : “Promotion includes all the activities the company undertakes to communicate and promote its product the target market”. Promosi adalah semua kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk mengkomunikasikan dan mempromosikan produknya kepada pasar sasaran.

5) Orang (people)

People menurut Philip Kotler yaitu proses seleksi, pelatihan, dan pemotivasian karyawan yang nantinya dapat digunakan sebagai pembedaan perusahaan dalam memenuhi kepuasan pelanggan.

6) Bukti fisik (physical evidence)

Bukti fisik menurut Philip Kotler yaitu bukti yang dimiliki oleh penyedia jasa yang ditujukan kepada konsumen sebagai usulan nilai tambah

(11)

konsumen. Bukti fisik merupakan wujud nyata yang ditawarkan kepada pelanggan ataupun calon pelanggan.

7) Proses (process)

Proses yaitu semua prosedur aktual, mekanisme dan aliran aktivitas dengan mana jasa disampaikan yang merupakan sistem penyajian atas operasi jasa menurut Boom dan Bitner yang dikutip oleh Buchari Alma (2000:234). Proses merupakan bentuk kegiatan yang dilakukan untuk memasarkan produk barang atau jasa kepada calon pelanggan.

Dari definisi yang ada, maka dapat disimpulkan bahwa bauran pemasaran dikembangkan menjadi bauran pemasaran jasa yang terdiri dari alat-alat pemasaran. Alat pemasaran tersebut terdiri dari product, price, place, promotion, people, physical evidence, dan process. Hal ini digunakan oleh perusahaan dalam mencapai pasar sasaran yang ditentukan.

(12)

Gambar 2.2

Komponen 7P dari Bauran Pemasaran

Sumber : Philip Kotler dan Kevin Lane Keller ( 2010 : 24)

2.2.2 Price

2.2.2.1 Pengertian harga (price)

Menurut Alma ( 2011 : 169 ) Value adalah nilai suatu produk untuk ditukarkan dengan produk lain. Nilai ini dapat dilihat dalam situasi barter yaitu

(13)

pertukaran antara barang dengan barang. Sekarang ini ekonomi kita tidak melakukan barter lagi, akan tetapi sudah menggunakan uang sebagai ukuran yang disebut harga. Jadi harga adalah nilai suatu barang yang dinyatakan dengan uang.

Definisi harga menurut Philip Kotler adalah : “Price is the amount of money charged for a product or service”. Harga adalah sejumlah uang yang mempunyai nilai tukar untuk memperoleh keuntungan dari memiliki atau menggunakan suatu produk atau jasa. Harga mempunyai sifat fleksibel di mana suatu harga akan stabil dalam jangka waktu tertentu tetapi dalam seketika harga dapat meningkat atau menurun yang terdapat pada pendapatan dari hasil penjualan.

Dari definisi diatas , dapat disimpulkan harga adalah tolak ukur dalam memperoleh keuntungan dari suatu proses jual beli barang , produk atau jasa. Harga menjadi tolak ukur dan penentu dalam nilai tukar yang terjadi.

2. 2.2.2 Penetapan harga

Penetapan harga merupakan suatu masalah penting bagi suatu peusahaan harus menentukan harga untuk pertama kali. Hal ini terjadi pada saat perusahaan mengembangkan atau memperoleh suatu produk baru , ketika ia memperkenalkan produk lamanya ke saluran distribusi baru, dan ketika memasuki tawaran kontrak kerja yang baru.

Perusahaan haruslah mempertimbangkan banyak faktor dalam menyusun kebijakan menetapkan harga yaitu (Kotler, Keller 2009 :76 ):

(14)

a. Memilih tujuan penetapan harga

Perusahaan memutuskan di mana perusahaan ingin memposisikan penawaran pasarnya. Semakin jelas tujuan perusahaan memudahkan suatu perusahaan dalam menetapkan harga.

b. Menentukan permintaan.

Setiap harga akan mengarah ke tingkat permintaan yang berbeda. Karena itu akan memiliki berbagai dampak pada tujuan pemasaran perusahaan. Dalam kasus normal, keduanya berhubungan terbalik : semakin tinggi harga, semakin rendah permintaan.

c. Memperkirakan biaya.

Permintaan menetapkan batas atas harga yang dapat dikenakan perusahaan untuk produknya. Biaya yang ditetapkan berada di batas bawah. Perusahaan ingin mengenakan harga yang dapat menutupi biaya memproduksi, mendistribusikan, dan menjual produk, termasuk tingkat pengembalian yang wajar untuk usaha dan risikonya. Profitabilitas tidak selalu menjadi hasil akhirnya ketika perusahaan menetapkan harga produk yang dapat menutupi biaya penuh mereka.

d. Menganalisis biaya, harga, dan penawaran pesaing.

Pengenalan harga baru atau perubahan harga lama dapat memprovokasi respon dari pelanggan , pesaing , distributor, pemasok, dan bahkan pemerintah. Pesaing sangat mungkin bereaksi ketika jumlah perusahaan hanya sedikit, produk bersifat homogen, dan pembeli banyak memiliki

(15)

informasi. Reaksi pesaing bisa menjadi masalah khusus ketika perusahaan – perusahaan ini memiliki proposisi nilai yang kuat. Perusahaan bisa mengantisipasi pesaing dengan cara mengasumsikan pesaing bereaksi dalam cara standar terhadap harga yang ditetapkan atau diubah.

e. Memilih metode penetapan harga

Metode penetapan harga paling mendasar adalah menambah markup standar ke biaya produk. Perusahaan konstruksi memasukkan penawaran tender dengan memperkirakan total biaya proyek dan menambahkan markup standar untuk laba.

f. Memilih harga akhir

Harga akhir harus memperhitungkan kualitas dan iklan merek relatif terhadap kompetisi. Harga harus konsisten dengan kebijakan penetapan harga perusahaan. Perusahaan tidak menolak untuk menentukan pinalti penetapan harga dibawah keadaan tertentu tetapi perusahaan haruslah mempertimbangkan banyak faktor dalam menyusun kebijakan menetapkan harga.

2. 2.2.3 Strategi Penetapan Harga

Perusahaan tidak menetapkan harga tunggal tetapi mereka menetapkan beberapa struktur penetapan harga yang mencakup produk dan jenis barang yang berbeda dan yang mencerminkan variasi dalam permintaan dan biaya geografis, variasi segmen pasar, penetapan waktu pembelian , dan faktor lainnya. Beberapa

(16)

strategi dilakukan oleh perusahaan seperti strategi penyesuaian harga, penetapan harga geografis , potongan harga, penetapan harga promosi, penetapan harga diskriminatif , dan penetapan harga bauran produk.

1. Penetapan Harga Geografis

Ini melibatkan perusahaan dalan memutuskan cara menetapkan harga produknya kepada pelanggan dalam lokasi – lokasi berbeda.

2. Potongan Harga dan Potongan Pembelian

Kebanyakan perusahaan akan memodifikasi harga dasar mereka untuk memberi hadiah kepada pelanggan atas pembayaran awal , volume pembelian, dan pembelian luar musim. Penyesuaian harga ini disebut diskon dan potongan pembelian.

3. Penetapan Harga Promosional

Perusahaan kadang menetapkan harga produk mereka dibawah harga resmi dan mungkin dibawah biaya

4. Penetapan Harga Diskriminasi

Perusahaan sering melakukan modifikasi harga mereka untuk menyesuaikan dengan perbedaan – perbedaan yang ada pada pelanggan, produk, lokasi , dan seterusnya. Harga diskriminasi terjadi bila suatu perusahaan menjual suatu produk dan jasa pada dua atau lebih harga yang tidak mencerminkan perbedaan promosional pada biaya.

(17)

Logika penetapan harga harus dimodifikasi apabila produk tersebut merupakan bagian dari suatu bauran produk. Dalam hal ini, perusahaan mencari kumpulan harga yang memaksimalkan keuntungan pada bauran produk keseluruhan. Penetapan harga merupakan hal yang sulit, karena berbagai produk memiliki hubungan yang terkait dalam permintaan dan biayanya, dan berhubungan dengan tingkat – tingkat persaingan yang berbeda.

6. Memulai dan menanggapi Perubahan Harga

Setelah mengembangkan strategi dan struktur harga, perusahaan akan menghadapi situasi dimana mereka akan menginginkan untuk menurunkan atau menaikkan harga.

7. Memulai Penurunan Harga

Perusahaan akan mempertimbangkan untuk menurunkan harga dalam masa resesi ekonomi. Lebih sedikit konsumen yang akan membeli versi produk berharga sedikit mahal. Strategi pemasaran menunjukkan beberapa cara di mana para penjual dapat menyesuaikan harga dan bauran pemasaran mereka dalam menghadapi situasi permintaan yang terus menurun.

8. Memulai Peningkatan Harga

Kondisi yang menyebabkan kenaikan harga adalah inflasi biaya. Peningkatan harga yang tidak disesuaikan dengan peningkatan produktivitas akan menekan margin keuntungan.

(18)

9. Reaksi Konsumen terhadap Perubahan Harga

Perubahan harga akan mempengaruhi konsumen, pesaing , distributor, dan pemasok dan mungkin kepentingan pemerintah. Hal ini akan memperhatikan reaksi konsumen.

10. Reaksi Pesaing terhadap Perubahan Harga

Perusahaan yang melakukan perubahan harga harus memerhatikan pesaing selain rekasi konsumen. Pesaing lebih sering bereaksi jika jumlah perusahaan yang ada adalah sedikit, produk homogen , dan para pembeli memiliki banyak informasi mengenai produk.

2.2.3 Keputusan Pembelian

Proses psikologis dasar memainkan peranan penting dalam memahami bagaimana konsumen benar-benar membuat keputusan pembelian mereka. Tahap – tahap proses pembelian konsumen menurut Kotler dan Keller ( 2010 : 185 ) adalah sebagai berikut :

(19)

Gambar 2.3

Proses Pembelian Konsumen

Sumber : Philip Kotler dan Kevin Lane Keller ( 2010 :185)

Keputusan pembelian membuat konsumen mencari tahu informasi yang ada. Sumber informasi utama di mana konsumen dibagi menjadi empat kelompok :

• Pribadi ( Keluarga , teman , rekan , tetangga)

• Komersial (Iklan, situs web , penyalur , kemasan , tampilan) • Publik ( Media massa , organisasi pemeringkat konsumen ) • Eksperimental ( Penanganan , pemeriksaan ,penggunaan produk)

2.2.4 Tour & Travel

Dewasa ini dunia menjadi serba sibuk dan cepat dalam segala hal kehidupan sehari-hari, maka tidak ada kemungkinan lagi untuk berbuat segala sesuatu atas usaha dan kerja seseorang tanpa ada hubungannya dengan usaha dan kerja orang lain.

(20)

Hal ini sangat terasa dalam dunia perjalanan atau wisata, lebih – lebih kalau orang mau bepergian ke luar negeri. Mempersiapkan keberangkatan ke luar negeri sangat menyita waktu, belum lagi seseorang belum tentu tahu bagaimana keadaan suatu kota atau negara tempat tujuan mereka.

Menurut Alma ( 2011 : 350) pelopor dalam dunia travel biro perjalanan adalah seorang berkebangsaan Inggris yang bernama Thomas Cook, yang memulainya pada tanggal 05 Juli 1941 dengan jalan mencarter kereta api dengan ongkos murah untuk penumpang sebanyak 750 orang dari kota Leicester ke Loughborough pulang pergi.

Travel Agent adalah perantara yang menghubungkan wisatawan ( konsumen ) dengan produsen objek wisata. Travel biro menurut Nyoman S. Efendi dalam buku karangan Alma ( 2011 : 350) :” Travel adalah suatu perusahaan yang mempunyai tujuan untuk menyiapkan suatu perjalanan bagi orang-orang yang merencanakan untuk mengadakannya” .

Sedangkan travel biro menurut Drs. Oka Adelish Youti : “Travel adalah suatu perusahaan yang menyelenggarakan, merencanakan dan mengurus segala sesuatu mengenai perjalanan, pengadaan , dan hiburan bagi para wisatawan atau orang – orang yang mengadakan perjalanan”.

(21)

Menurut undang – undang No. 9 Th. 1990 bagian kedua pasal 12, disebutkan bahwa BPW merupakan usaha penyedia jasa perencanaan dan / atau jasa pelayanan dan penyelenggaraan wisata.

Dari definisi – definisi diatas dapat disimpulkan travel biro merupakan sarana yang merancang menyusun suatu agenda perjalanan wisata dan perjalanan. Dan juga dapat dapat diperoleh 3 ciri Travel Agent :

1. Merencanakan suatu perjalanan

2. Mengurus dan menyelenggarakan perjalanan

3. Memperoleh pendapatan dari orang yang menggunakan jasanya.

Biro perjalanan wisata memiliki tugas sebagai berikut :

1. Menyusun dan menjual paket wisata luar negeri atas dasar permintaan.

2. Menyelenggarakan atau menjual pelayaran wisata (cruise).

3. Menyusun dan menjual paket wisata dalam negeri kepada umum atau atas dasar permintaan.

4. Menyelenggarakan pemanduan wisata. 5. Menyediakan fasilitas untuk wisatawan.

6. Menjual tiket/karcis sarana angkutan, dan lain-lain. 7. Mengadakan pemesanan sarana wisata.

8. Mengurus dokumen-dokumen perjalanan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

(22)

Gambar 2.4

Komponen Perantara antara konsumen dan produsen Sumber : Buchari Alma ( 2011 : 350)

2.3 Kerangka Pemikiran

Dari uraian di atas, selanjutnya disajikan kerangka pikir penelitian sebagai berikut:

Gambar 2.5 Kerangka Pemikiran

Variabel X ( Harga ) Variabel Y ( Keputusan Pembelian )

Sumber : Hasil olahan peneliti dari Kotler dan Keller ( 2010 :76 ) dan Kotler dan Keller ( 2010 : 185 ) Harga (Variabel X) - Memilih tujuan penetapan harga - Menentukan permintaaan - Memperkirakan biaya - Menganalisis penawaran

harga para pesaing - Memilih metode yang

digunakan

- Memilih harga akhir

Keputusan Pembelian (Variabel Y) - Pengenalan masalah - Pencarian informasi - Evaluasi alternatif - Keputusan Pembelian - Perilaku Pascapembelian

Gambar

Gambar 2.5  Kerangka Pemikiran

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh bilangan Reynold dan formulasi pati sorgum- gelatin terhadap sifat mekanik dan fisik dalam pembuatan bioplastik. Pada penelitian

Menguasai materi, struktur, konsep dan pola pikir Mengelola inventarisasi barang dalam gudang Menggunakan aturan proses perawatan barang. keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang

Supply Chain Management, yaitu sebuah sistem antar perusahaan lintas fungsi yang menggunakan teknologi informasi untuk membantu mnedukung serta mengelola berbagai

Berdasarkan hasil penelitian awal dapat disimpulkan bahwa pengembangan modul PKn Keberagaman Indonesia sangat diperlukan untuk mengatasi kesulitan belajar siswa kelas III

Universitas Negeri

Kompetensi Umum Mahasiswa mampu menjelaskan eksistensi badan legislatif di Indonesia dengan bertitik tolak pada pelaksanaan fungsi legislasi, penyusunan

Membawa dokumen asli dan 1 (satu) Set Fotocopy dari data-data formulir isian kualifikasi yang diinput di dalam Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) pada

ibu bagi anaknya dan sekaligus pencari nafkah bagi keluarganya adalah beban kerja yang berat. Hal ini disebabkan sebagai istri ia harus bertanggung jawab mengurusi rumah