• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sosialisasi Pilkades 2019.pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Sosialisasi Pilkades 2019.pdf"

Copied!
56
0
0

Teks penuh

(1)

1

1

BAGIAN ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DESA

BAGIAN ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DESA

SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN LAMONGAN

SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN LAMONGAN

2019

(2)
(3)

2 2

U

U

U

U

6

6

/

/

2

2

0

0

1

1

4

4

ttg

ttg

D E S A

D E S A

PERDA 3 / 2015 t

PERDA 3 / 2015 t

tg DESA

tg DESA

Sebagaimana telah diubah dgn

Sebagaimana telah diubah dgn

PERDA 8 / 2018

PERDA 8 / 2018

PERBUP 42 / 2015 ttg

PERBUP 42 / 2015 ttg

PILKADES DI KAB. LAMONGAN

PILKADES DI KAB. LAMONGAN

Sebagaimana telah diubah dgn

Sebagaimana telah diubah dgn

PERBUP 42 / 2017 PERBUP 42 / 2017

L

L

A

A

N D A

N D A

S

S

A

A

N

N

H U

H U

K U M

K U M

PP 43 / 2014 ttg DESA

PP 43 / 2014 ttg DESA

sebagaimana telah diubah dgn

sebagaimana telah diubah dgn

Pp 47 / 2015

Pp 47 / 2015

Permendagri 112 / 2014

Permendagri 112 / 2014

ttg PILKADES

ttg PILKADES

sebagaimana telah diubah dgn

sebagaimana telah diubah dgn

Permendagri 65 / 2017

(4)

PILKADES SERENTAK

PILKADES SERENTAK

3

3

KALI

KALI

DLM

DLM KURUN

KURUN WAKTU

WAKTU 6

6 TAHUN

TAHUN



INTERVAL WAKTU PALING LAMA 2 TAHUN

INTERVAL WAKTU PALING LAMA 2 TAHUN

(PERMENDAGRI 112 / 2014 PS. 4)

(PERMENDAGRI 112 / 2014 PS. 4)

3

(5)

PANITIA

PANITIA

a.

a.

P

PA

AN

NI

IT

TI

IA

A

P

PE

EM

MIL

IL

I

IH

HA

AN

N

T

TK

K

KABUPATEN

KABUPATEN

b.

b.

P

PA

AN

NI

IT

TI

IA

A

PE

P

EN

NG

GA

AW

WA

AS

S

T

TK

K

KECAMATAN

KECAMATAN

c.

c.

P

PA

AN

NI

IT

TI

IA

A

PI

P

IL

LK

KA

AD

DE

ES

S

T

TK

K

DESA

DESA

4 4

(6)

P

P

ANI

ANI

TIA

TIA TK

TK KABUP

KABUP

A

A

TEN

TEN

(KEP. BUPATI)

(KEP. BUPATI)

Susunan P

Susunan Panitia Panitia Pemilihan tingkat emilihan tingkat Kabupaten Kabupaten ::

• Ketua ; Ketua ;

• Wakil Ketua ; Wakil Ketua ;

• Sekretaris ; dan Sekretaris ; dan

• Anggota. Anggota.

5

(7)

PANITIA PENGAWAS TK KECAMATAN

(KEP. BUPATI)

Susunan tim pengawas tingkat Kecamatan :

Ketua

: Camat

Sekretaris

: Sekcam

Anggota

: Unsur dari :

- Polsek

- Koramil

- Kec

(8)

PANITIA PEMILIHAN TK DESA

(KEP. BPD)

Panitia pemilihan kepala Desa

berjumlah ganjil,

terdiri dari unsur Perangkat Desa, pengurus Lembaga

Kemasyarakatan dan tokoh masyarakat   dengan

susunan keanggotaan :

- Ketua ;

- Wakil ketua ;

- Sekretaris ;

- Bendahara ; dan

- Seksi-seksi ;

7

(9)

KETENTUAN JUMLAH PANITIA

PEMILIHAN

No Jumlah Hak Pilih Jumlah panitia maksimal Ket. 1 s/d 2000 9 0rang 2 2001 s/d 3000 11 orang 3 3001 s/d 4000 13 orang 4 4001 s/d 5000 15 orang 5 5001 s/d 6000 17 orang 6 6001 s/d 7000 19 orang 7 7001 s/d 8000 21 orang 8 8001 s/d 9000 23 orang 9 9001 s/d 10.000 25 orang 10 Diatas 10.000 27 orang 8

(10)

DAFTAR PEMILIH

Daftar pemilih yang digunakan pada saat

pelaksanaan pemilihan umum terakhir, digunakan

sebagai   dasar   penyusunan daftar pemilih untuk

pemilihan Kepala Desa (divalidasi)

DPS

(disusun 10 hari kalender)

(11)

PERSYARATAN PEMILIH

(PS. 14 PERBUP 42 / 2015)

Penduduk Desa berumur 17 (tujuh

belas) tahun atau sudah/ pernah

menikah (pada hari H)

Berdomisili

di Desa

sekurang-kurangnya 6 bulan, tmt sebelum

disyahkannya DPS, dibuktikan dgn

KTP

atau

Surat

Keterangan

Penduduk

Tidak

sedang

terganggu

jiwa/ingatannya;

Tidak sedang dicabut hak pilihnya;

Tidak sedang menjalani hukuman

pidana atau kurungan;

(12)

KETENTUAN BAGI ANGGOTA TNI DAN

POLRI

Anggota

TNI

dan

Polri

dilarang

menggunakan

hak

memilih

dalam

pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa;

Bersikap NETRAL serta menempatkan diri

dalam jarak yang sama, adil dan

proporsional kepada semua Calon Kepala

Desa;

 Anggota TNI dan Polri

 tidak didaftar dalam

Daftar Pemilih ; 

Kecuali di tentukan dan sesuai ketentuan

Peraturan Perundang-Undangan.

11

(13)

DPS DAN DPT

DPS diumumkan selama   3 (tiga) hari

kalender sejak ditetapkan;

Pencatatan Daftar Pemilih Tambahan

(DPTam) paling lambat

3 (tiga) hari

kalender sejak DPS diumumkan;

Jangka waktu pengumuman Daftar

Pemilih Tambahan (DPTam) dilaksanakan

selama   3 (tiga) hari kalender   terhitung

sejak

berakhirnya

jangka

waktu

penyusunan daftar pemilih tambahan;

Daftar Pemilih Tetap (DPT) diumumkan

selama   3 (tiga) hari kalender   sejak

ditetapkan, yg DTO Ketua, Sekretaris

Panitia dan Calon Kades.

(14)

PENGUMUMAN PENDAFTARAN

BAKAL CALON

 Pengumuman pendaftaran dilaksanakan untuk jangka

waktu 9 (sembilan) hari kerja, mulai jam 07.00 wib

s/d 15,00 wib; (Lengkap, diberi tanda terima

pendaftaran)

Penelitian kelengkapan persyaratan administrasi,

klarifikasi, serta penetapan dan pengumuman nama

calon dalam waktu

20 (dua puluh) Hari

Kerja;

(15)

• Penetapan calon kepala Desa paling sedikit 2 (dua) orang

dan paling banyak 5 (lima) orang calon;

• Dalam hal bakal calon yang memenuhi persyaratan kurang

dari 2 (dua) orang, panitia pemilihan memperpanjang waktu pendaftaran selama 20 (dua puluh) hari kerja, dengan cara membuka pengumuman pendaftaran kembali;

(16)

• Setelah perpanjangan pendaftaran, panitia pemilihan

melakukan penelitian kelengkapan administrasi, klarifikasi, serta penetapan dan pengumuman calon dalam waktu 10 (sepuluh) hari kerja;

• Dalam hal bakal calon yang memenuhi persyaratan tetap

kurang dari 2 (dua) orang, Bupati menunda pilkades sampai waktu yang ditetapkan kemudian;

(17)

Dalam hal bakal calon yang memenuhi persyaratan lebih dari 5 (lima) orang, panitia melakukan seleksi tambahan dengan menggunakan urutan  kriteria :

1.

Lamanya Pengalaman bekerja di bidang pemerintahan;

2.

Tingkat Pendidikan tertinggi;

3.

Usia Tertua bakal calon;

4.

 Lamanya Domisili di desa setempat; dan

5.

Urutan Pendaftaran sebagai bakal calon.

(18)

KETENTUAN SKOR SELEKSI TAMBAHAN

BALON LEBIH DR 5

1. Pengalaman bekerja di Bidang Pemerintahan :

• 1 s/d 3 tahun skor 1 • 4 s/d 6 tahun skor 2 • 7 s/d 9 tahun skor 3 •   10 s/d 13 tahun skor 4 • 14 tahun keatas skor 5

(19)

2. TINGKAT PENDIDIKAN :

• SMP/sederajat skor 1 • SMA /D1 skor 2 • D2/D3 skor 3 • D4/S1 skor 4 • S2/S3 skor 5 18

(20)

3. USIA :

• Usia 25 s/d 29 tahun skor 1 • Usia 30 s/d 34 tahun skor 2 • Usia 35 s/d 39 tahun skor 3 • Usia 40 s/d 44 tahun skor 4 • Usia 45 tahun keatas skor 5

(21)

4. LAMANYA DOMISILI DI DESA SETEMPAT :

1 s/d 3 thun

skor 1

4 s/d 6 thun

skor 2

7 s/d 9 thun

skor 3

10 s/d 13 thun

skor 4

14 tahun keatas

skor 5

(22)

5. URUTAN PENDAFTARAN :

• Urutan pertama skor 5

• Urutan kedua skor 4

• Urutan ketiga skor 3

• Urutan keempat skor 2

• Urutan kelima skor 1

• Urutan keenam dst skor 0

Skor dari 5 urutan kriteria tersebut, dijumlahkan secara komulatif guna mendapatkan 5 (lima) bakal calon dengan skor tertinggi ;

(23)

CONTOH TABEL SIMULASI JUMLAH BAKAL

CALON 7 ORANG

No Nama Kriteria/ skor Jumlah skor PK *) TK *) U *) LD *) UP *) 1 Teguh 5 5 5 5 5 25 2 Fahmi 5 5 5 5 4 24 3 Yanuar 5 5 4 5 3 22 4 Galih 4 5 3 4 2 18 5 Yuli 4 2 5 5 1 17 6 Zamroni 5 4 3 5 0 17 7 Wiwit 4 5 3 2 0 14 22

(24)

KETERANGAN : *)

• PK = Pengalaman kerja di bidang pemerintahan • TK = Tingkat Pendidikan

• U = Usia

• LD = Lamanya domisili di desa setempat • UP = Urutan Pendaftaran

(25)

• Dalam hal terdapat 2 (dua) atau lebih bakal calon yang

memperoleh skor sama pada urutan jumlah skor (ranking) kelima dan seterusnya, maka untuk menentukan bakal calon yang lolos mengikuti tahapan berikutnya adalah ditentukan dengan membandingkan skor tertinggi pada urutan kriteria

(26)

Dari contoh tabel, yang memperoleh skor sama adalah Yuli & Zamroni pada ranking 5 dan 6. Sehingga untuk menentukan yg berhak lolos pada tahapan berikutnya adalah dengan membandingkan skor urutan kriteria teratas yakni skor pada kriteria Pengalaman kerja dibidang pemerintahan (PK). Mengingat skor PK Zamroni adalah 5 sedangkan skor PK Yuli adalah 4, maka yang lolos pada tahapan berikutnya adalah Zamroni.

(27)

26

PERSYARATAN CALON KADES :

(Perbup 42 / 2017 Ps. 22 )

 Warga Negara Republik Indonesia;

 Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;

 Memegang teguh dan mengamalkan Pancasila, melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta mempertahankan dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika;

 Berpendidikan paling rendah tamat sekolah menengah pertama atau sederajat;

 Berusia paling rendah 25 (dua puluh lima) tahun pada saat mendaftar;

 Bersedia dicalonkan menjadi kepala Desa;

 Tidak sedang menjalani hukuman pidana penjara;

 Tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun atau lebih, kecuali 5 (lima) tahun setelah selesai menjalani pidana penjara, dan mengumumkan secara jujur dan terbuka kepada publik bahwa yang bersangkutan pernah dipidana serta bukan sebagai pelaku kejahatan berulang-ulang;

(28)

 Tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap;

 Berbadan sehat;

 Tidak pernah menjabat sebagai kepala Desa selama 3 (tiga) kali masa jabatan, baik berturut-turut maupun tidak berturut-turut;

 Berkelakuan baik, jujur, dan adil;

  Bersedia dan sanggup menjalankan kewajiban sebagai kepala Desa sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;

 Sanggup bertempat tinggal di desa yang bersangkutan;

 Mendapatkan izin secara tertulis dari pejabat yang berwenang apabila pendaftar berasal dari PNS/TNI/Polri.

(29)

SYARAT ADMINISTRASI MELIPUTI :

(PS 23 AYAT (2) PERBUP 42 / 2017)

• Surat keterangan sebagai bukti Warga Negara Indonesia dari Camat; • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga yang dilegalisir

oleh pejabat yang berwenang;

• Surat pernyataan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa bermeterai

cukup;

• Surat pernyataan memegang teguh dan mengamalkan Pancasila,

melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta mempertahankan dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika bermaterai cukup;

• Fotokopi ijasah yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang;

• Fotokopi akta kelahiran yang dilegalisir oleh pejabat yang

berwenang;

• Surat pernyataan bersedia dicalonkan sebagai Kepala Desa

bermaterai cukup;

• Surat pernyataan tidak sedang menjalani hukuman pidana penjara

bermaterai cukup;

• Surat keterangan dari Ketua Pengadilan Negeri bahwa tidak pernah

dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun atau lebih;

(30)

Surat keterangan dari Ketua Pengadilan Negeri

bahwa tidak sedang dicabut hak pilihnya sesuai

dengan putusan pengadilan yang telah mempunyai

kekuatan hukum tetap;

• Surat keterangan berbadan sehat dari RSUD;

• Surat pernyataan tidak pernah menjabat sebagai Kepala Desa

selama 3 (tiga) kali masa jabatan, baik berturut-turut maupun tidak berturut-turut bermaterai cukup;

• Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari Kepolisian Resort; • Surat pernyataan bersedia dan sanggup menjalankan kewajiban

sebagai kepala Desa sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan bermaterai cukup;

• Surat pernyataan sanggup bertempat tinggal di desa yang

bersangkutan (desa setempat) bermaterai cukup ;

• Surat keterangan bebas narkoba dari RSUD;

• Surat ijin dari pejabat yang berwenang bagi pendaftar dari unsur

PNS, TNI, Polri dan Perangkat Desa;

• Surat cuti dari pejabat yang berwenang bagi pendaftar dari Kepala

Desa definitif;

• Surat pengunduran diri bagi pendaftar dari unsur BPD; dan • Pas foto berwarna ukuran 4x6 cm sebanyak 4 (empat) lembar.

(31)

Kades yang mencalonkan diri kembali, wajib

mengajukan cuti kpd Bupati lewat Camat (sejak

di tetapkan sebagai Calon Kades yang berhak

dipilih s/d selesainya Pelaksanaan Penetapan

Calon Terpilih);

Calon Kades dari pengurus parpol, apabila

terpilih harus berhenti dr pengurus porpol;

Anggota

BPD yng

mendaftar

wajib

mengundurkan diri dari keanggotaan BPD

terhitung sejak mendaftar;

Perangkat Desa yang mencalonkan sebagai

Kepala Desa wajib mengajukan permohonan ijin

kepada Kepala Desa dengan tembusan Camat.

(sejak mendaftar)

(32)

KETENTUAN CALON KADES DARI PNS :

CAPEG TIDAK BOLEH MENDAFTAR

SEBAGAI CALON KADES;

PNS HARUS MENDAPATKAN IZIN

TERTULIS DARI PEJABAT PEMBINA

KEPEGAWAIAN;

PANGKAT MINIMAL II/A DAN

SETINGGI-TINGGINYA 1 (SATU)

TINGKAT DI BAWAH PANGKAT

CAMAT SETEMPAT.

(33)

KETENTUAN CALON DARI TNI DAN POLRI

Mendapatkan izin tertulis dari

pejabat yang berwenang;

TNI pangkat minimal Sersan Dua dan

setinggi-tingginya 1 (satu) tingkat di

bawah pangkat Komandan Rayon

Militer setempat;

POLRI pangkat minimal Brigadir Dua

dan setinggi-tingginya 1 (satu) tingkat

di bawah pangkat Kepala Kepolisian

Sektor setempat.

(34)

TIM SUKSES

Calon kepala Desa dapat membentuk tim sukses

sejak ditetapkan sebagai calon kepala Desa yang

berhak dipilih.

 Tim sukses sebagaimana dimaksud pada ayat (1),

bertugas membantu calon kepala Desa agar

terpilih dalam pemilihan kepala Desa dan wajib

mensukseskan pelaksanaan pemilihan kepala Desa.

 Jumlah tim sukses masing-masing calon kepala Desa

maksimal 10 (sepuluh) orang dan daftar namanya

harus dilaporkan secara tertulis kepada panitia

pemilihan.

BPD dan perangkat Desa dilarang menjadi tim

sukses calon kepala Desa.

 Calon kepala Desa bertanggung jawab penuh atas

segala bentuk kegiatan dari tim sukses.

(35)

KAMPANYE

• Calon kepala Desa dapat melakukan kampanye sesuai

dengan kondisi sosial budaya masyarakat Desa.

• Pelaksanan kampanye sebagaimana dimaksud pada ayat

(1) dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) Hari sebelum dimulainya masa tenang.

• Kampanye sebagaimana dimaksud pada ayat (1),

dilakukan dengan prinsip jujur, terbuka, dialogis, serta bertanggungjawab.

•  Materi kampanye sebagaimana dimaksud pada ayat (3)

meliputi visi dan misi bila terpilih sebagai kepala Desa.

• Kampanye sebagaimana dimaksud pada ayat (4), dapat

dilaksanakan melalui :

• pertemuan terbatas; • tatap muka dan dialog;

• penyebaran bahan kampanye kepada umum; • pemasangan alat peraga di tempat yang telah

ditentukan oleh panitia;

• kegiatan lain yang tidak melanggar peraturan

perundang-undangan.

(36)

- MEMPERSOALKAN DASAR NEGARA PANCASILA, PEMBUKAN UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA

REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945, DAN BENTUK NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA;

- MELAKUKAN KEGIATAN YANG MEMBAHAYAKAN KEUTUHAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA;

- MENGHINA ATAU MERENDAHKAN SESEORANG, AGAMA, SUKU, RAS, GOLONGAN, CALON DAN/ATAU CALON YANG LAIN;

- MENGHASUT DAN MENGADU-DOMBA PERSEORANGAN ATAU MASYARAKAT; - MENGGANGGU KETERTIBAN UMUM;

- MENGANCAM UNTUK MELAKUKAN KEKERASAN ATAU MENGANJURKAN PENGGUNAN KEKERASAN KEPADA SESEORANG, SEKELOMPOK ANGGOTA MASYARAKAT, DAN/ATAU CALON YANG LAIN;

- MERUSAK DAN/ATAU MENGHILANGKAN ALAT PERAGA KAMPANYE CALON YANG LAIN;

- MEMASANG TANDA GAMBAR/TULISAN ATAU FOTO CALON TANPA IZIN PANITIA PENCALONAN DAN PEMILIHAN KEPALA DESA;

- MEMASANG TANDA GAMBAR/TULISAN ATAU FOTO CALON YANG MELEBIHI UKURAN YANG TELAH DITETAPKAN;

- MENGGUNAKAN FASILITAS PEMERINTAH, TEMPAT IBADAH, DAN TEMPAT PENDIDIKAN;

- MEMASANG TANDA GAMBAR/TULISAN ATAU FOTO CALON DI LUAR DARI TEMPAT-TEMPAT YANG DITETAPKAN;

- MEMBUAT SLOGAN-SLOGAN DAN TULISAN-TULISAN SERTA SELEBARAN YANG MENGARAH KEPADA TINDAKAN KEKERASAN, PENGHINAN DAN TINDAKAN CURANG LAINNYA;

- MENGADAKAN PAWAI/ARAK-ARAKAN ATAU SENGAJA MENGUMPULKAN MASA SEHINGGA MENGGANGGU KELANCARAN AKTIFITAS KEHIDUPAN MASYARAKAT;

- MENGGUNAKAN FASILITAS DAN ANGGARAN PEMERINTAH DESA;

- MEMBAWA ATAU MENGGUNAKAN GAMBAR DAN/ATAU ATRIBUT CALON LAIN SELAIN DARI GAMBAR DAN/ATAU ATRIBUT CALON YANG BERSANGKUTAN; DAN

- MENJANJIKAN ATAU MEMBERIKAN UANG ATAU MATERI LAINNYA KEPADA PESERTA KAMPANYE.

35

Larangan Kampanye

(37)

36

HARI

TENANG

H

3 SBLM

PEMUNGUTAN

SUARA

SEMUA GAMBAR/TULISAN/FOTO DIBERSIHKAN,

KECUALI DI HALAMAN DAN / ATAU PEKARANGAN RUMAH

(38)

SAKSI

Dalam pemungutan dan penghitungan

suara calon Kades dapat menunjuk

saksi;

Saksi yang ditunjuk harus me mahami

tata

cara

pemungutan

dan

penghitungan suara;

Saksi

bertugas

menyaksikan

pemungutan & penghitungan suara;

Dalam hal terjadi pelanggaran, saksi

dapat menyampaikan

kepada

Panitia

Pemilihan

pada

saat

pemungutan dan atau penghitungan

suara masih berlangsung.

(39)

HARI ‘H’

PEMUNGUTAN SUARA

Pemungutan suara dimulai pada pukul

07.00 WIB s/d 13.00 WIB;

Dilaksanakan di TPS, yakni di balai

Desa / tempat lain yang ditetapkan oleh

panitia;

Jumlah bilik suara

  paling sedikit

 sesuai

dengan jumlah dusun;

Dalam hal jumlah dusun hanya ada 1

Dusun, maka jumlah bilik suara sesuai

jumlah RW

Pemilih menggunakan hak pilihnya sesuai

dengan bilik suara dusun/RW

masing-masing.

(40)

TEKNIS PEMUNGUTAN SUARA :

• DPT dipisahkan pada masing-masing dusun/RW sebagai

dasar panitia pemilihan dalam pelaksanaan pemungutan suara di TPS dan di bilik suara masing-masing dusun/RW;

• Pemilih masuk ke pintu TPS berdasarkan dusun/ RW ;

• Panitia pemilihan wajib mengarahkan/mengecek

masing-masing pemilih untuk memastikan bahwa ybs berada pada bilik suara berdasarkan dusun/RW;

(41)

Setelah dipastikan bahwa pemilih berada

pada

TPS

 berdasarkan dusun/ RW

masing-masing, pemilih menggunakan hak pilihnya

pada

 bilik suara

 Dusun/ RW masing-masing

;

Selesai menggunakan hak pilihnya, pemilih

memasukkan kartu suara ke

  kotak suara

berdasarkan dusun/RW

yang disediakan

panitia.

(42)

PENGHITUNGAN SUARA

Penghitungan

suara

dilakukan

sesuai

dusun/RW dengan cara menghitung surat

suara yang berada didalam kotak suara

masing-masing dusun/RW;

Jumlah perolehan suara pada kotak suara

masing-masing dusun/RW dicatat dalam

lembar penghitungan suara di papan

penghitungan;

Setelah penghitungan suara pada kotak

suara seluruh dusun/RW selesai, perolehan

suara untuk tiap-tiap dusun/RW dijumlahkan

guna mengetahui total perolehan suara

masing-masing calon.

(43)

CONTOH REKAP PENGHITIUNGAN

SUARA

No

Nama

Calon

Kepala

Desa

Perolehan suara sah

masing-masing Dusun

Jumlah total

peroleh- an

suara sah

Dsn

A

Dsn B Dsn C Dsn D Dsn E

1 Teguh

483 290 110

87

105

1.075

2 Fahmi

130 210 332

188 215

1.075

3 Yanuar

231 211 230

56

42

770

4 Galih

79 231 233

111

45

699

5 Zamroni

453 12

109

221

19

814

42

(44)

Calon yang dinyatakan terpilih adalah calon

yang memperoleh suara terbanyak dari

jumlah suara sah;

Dalam hal calon Kepala Desa yang

memperoleh suara terbanyak yang sama

lebih dari 1 (satu) orang, maka

 calon yang

dinyatakan

terpilih

ditetapkan

berdasarkan sebaran suara sah

di

masing-masing dusun;

Pada contoh tabel simulasi diatas, maka

yang dinyatakan sebagai Calon Kepala

Desa terpilih

adalah Sdr. Fahm

i, karena

sebaran suara sahnya terbanyak di 3 (tiga)

dusun, sedangkan Sdr. Teguh

hanya di 2

(dua) dusun;

(45)

• Dalam hal sebaran suara sah di masing-masing dusun tetap

sama, maka yang dinyatakan sebagai calon terpilih adalah calon yang memperoleh suara terbanyak di dusun dengan jumlah DPT terbanyak.

(46)

CONTOH TABEL

No

Nama

Calon

Perolehan suara sah

masing-masing Dusun

Jumlah

total

suara

sah

Dsn A Dsn B Dsn C

Dsn D

1 Teguh

501

211

432

87

1.231

2 Fahmi

232

612

76

311

1.231

3 Yanuar

234

16

54

111

415

4 Galih

112

211

9

42

374

45

(47)

Catatan :

Dusun A jumlah DPT = 1.170

Dusun B jumlah DPT = 1.591

Dusun C jumlah DPT = 510

Dusun D jumlah DPT = 766

Dari tabel tersebut diatas, maka calon yang dinyatakan

terpilih adalah Sdr. Fahmi karena yang bersangkutan

memperoleh suara terbanyak pada Dusun dengan DPT terbanyak

.

(48)

PENETAPAN, PENGESAHAN, PELANTIKAN

Panitia pemilihan menetapkan calon terpilih dan

melaporkan kepada BPD dengan tembusan Camat

paling lambat 7 (tujuh) Hari setelah pemungutan

suara;

Paling lambat 7 (tujuh) Hari setelah diterimanya

laporan dari panitia pemilihan, BPD menyampaikan

laporan calon terpilih dan mengusulkan pengesahan

kepada Bupati melalui Camat;

(49)

 Apabila dalam waktu 7 hari panitia pemilihan tidak

melaporkan hasil pemilihan, maka BPD menetapkan

calon terpilih setelah berkordinasi dengan Camat;

Dalam hal setelah 7 hari panitia pemilihan dan/atau

BPD juga tidak menetapkan hasil pemilihan kepala

Desa, maka Camat melaporkan hasil penghitungan

suara berdasarkan kondisi di lapangan kepada

Bupati;

(50)

Bupati menerbitkan SK tentang

pengesahan

dan

pengangkatan

kepala Desa paling lambat 30 (tiga

puluh) Hari sejak diterima laporan

dari BPD;

Apabila panitia pemilihan tidak

menetapkan dan tidak melaporkan

hasil pemilihan kepala Desa serta BPD

tidak melaporkan dan mengusulkan

pengesahan

maka

Bupati

menetapkan

calon

terpilih

berdasarkan berita acara hasil

penghitungan

suara

yang

disampaikan oleh Camat.

(51)

MEKANISME PENGADUAN DAN

PENYELESIAN MASALAH

Calon Kades yang tidak terpilih dpt mengajukan

keberatan atas hasil pemilihan kepada Tim pengawas

gan dilengkapi bukti-bukti ;

 Keberatan hasil pemilihan disampaikan paling lama 7

(tujuh) hari terhitung sejak tanggal pelaksanaan

Pilkades;

(52)

Tim Pengawas Tingkat Kec wajib melakukan

penyelesaian keberatan dgn melakukan

penelitian / pengecekan dan koordinasi;

Hasil penelitian dituangkan dalam Berita

Acara dan disampaikan kepada pihak

pengadu serta di Laporkan kepada Bupati ;

Apabila pengadu tidak puas dengan hasil

penyelesaian

keberatan,

maka

yang

bersangkutan dapat menempuh upaya

hukum;

(53)

BIAYA PILKADES

Biaya Pilkades dibebankan pada APBD

dan APBDesa;

Besarnya

Biaya pemilihan Kepala Desa

dianggarkan dalam APBDes ;

Besarnya biaya Pilkades Th 2019 yang

bersumber dari APBD Kab. Lamongan

ditetapkan dgn Keputusan Bupati;

Panitia pemilihan dilarang membebani biaya

Pilkades kepada calon.

(54)

53

PROSES TAHAPAN PILKADES SERENTAK TAHUN 2019

NO. HARI/TANGGAL/BULAN KEGIATAN KETERANGAN

1 2 3 4

1. Sabtu, 20 April 2019 sampai dengan

Kamis, 9 Mei 2019

- Sosialisasi Pemilihan Kepala Desa;

- Pembentukan Panitia dan Pengambilan sumpah Panitia Pemilihan Kepala Desa;

- Penetapan Program Kerja Panitia Pemilihan Kepala Desa.

Dilaksanakan di tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa oleh Panitia Pemilihan Kepala Desa Kabupaten, Panitia Pengawas Kecamatan dan Panitia Pelaksana Desa

2. Jum’at, 10 Mei 2019

sampai dengan Rabu, 22 Mei 2019

Pengumuman Pendaftaran 9 (sembilan) hari kerja

3. Kamis, 23 Mei 2019 sampai dengan Senin, 24 Juni 2019

Penelitian administrasi Bakal Calon Kepala Desa

20 (dua puluh) hari kerja

4. Selasa, 25 Juni 2019 sampai dengan

Senin, 22 Juli 2019

Perpanjangan pengumuman pendaftaran Bakal Calon

(20 (dua puluh) hari kerja) dilaksanakan dalam hal jumlah Bakal Calon yang memenuhi syarat kurang dari 2 (dua) orang

5. Selasa, 23 Juli 2019 sampai dengan

Senin, 5 Agustus 2019

Penelitian administrasi Bakal Calon 10 (sepuluh) hari kerja

6. Selasa, 6 Agustus 2019 sampai dengan

Senin, 12 Agustus 2019

Penetapan dan pengumuman nama Calon Kepala Desa yang berhak dipilih serta Penetapan Lambang atau Tanda gambar dan Nomor Urut Calon

7 (tujuh) hari kalender

7. Selasa, 6 Agustus 2019 sampai dengan

Kamis, 15 Agustus 2019

Penyusunan Daftar Pemilih Sementara

10 (sepuluh) hari kalender

8. Jum’at, 16 Agustus 2019

sampai dengan

Minggu, 18 Agustus 2019

Pengumuman Daftar Pemilih Sementara

3 (tiga) hari kalender

9. Senin, 19 Agustus 2019 sampai dengan

Rabu, 21 Agustus 2019

Pencatatan Daftar Pemilih Tambahan

(55)

54

1 2 3 4

10. Kamis, 22 Agustus 2019 sampai dengan

Sabtu, 24 Agustus 2019

Pengumuman Daftar Pemilih Tambahan

3 (tiga) hari kalender

11. Minggu, 25 Agustus 2019 sampai dengan

Selasa, 27 Agustus 2019

Pengesahan dan Pengumuman Daftar Pemilih Tetap

3 (tiga) hari kalender

12. Rabu, 28 Agustus 2019 sampai dengan

Sabtu, 7 September 2019

Cetak Surat Suara dan Surat Panggilan

-13. Minggu, 9 September 2019 sampai dengan

Rabu, 11 September 2019

Kampanye 3 (tiga) hari sebelum masa tenang

14. Minggu, 8 September 2019 sampai dengan

Rabu, 11 September 2019

Penyampaian Surat Panggilan

-15. Kamis, 12 September 2019 sampai dengan

Sabtu, 14 September 2019

Masa tenang 3 (tiga) hari sebelum pemungutan suara

16. Kamis, 12 September 2019 sampai dengan

Sabtu, 14 September 2019

Persiapan pemungutan dan penghitungan suara

-17.   Minggu, 15 September 2019 Pelaksanaan Pemungutan Suara (Pemilihan Kepala Desa)

-18. Senin, 16 September 2019 sampai dengan

Selasa, 24 September 2019

Laporan Panitia Pemilihan Kepala Desa kepada Badan Permusyawaratan Desa dengan tembusan Camat

Paling lambat 7 (tujuh) hari setelah pemungutan suara

19. Rabu, 25 September 2019 sampai dengan

Kamis, 3 Oktober 2019

Penyampaian laporan calon Kepala Desa terpilih dari Badan Permusyawaratan Desa kepada Bupati melalui Camat

Paling lama 7 (tujuh) hari setelah menerima laporan dari panitia

20. Jum’at, 4 Oktober 2019

sampai dengan

Kamis, 14 Nopember 2019

Penerbitan Keputusan Bupati tentang Pengesahan dan Pengangkatan Kepala Desa

Paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja setelah laporan dari Badan Permusyawaratan Desa

21. Jum’at, 15 Nopember 2019

sampai dengan

Kamis, 23 Januari 2020

Pelantikan Kepala Desa Terpilih Pelantikan Calon Kepala Desa Terpilih dilaksanakan paling lambat bersamaan dengan akhir masa jabatan Kepala Desa yang lama

(56)

HASIL EVALUASI DAN MONITORING PILKADES 2018

• Penataan TPS wajib disesuaikan dengan Jumlah Dusun

/ RW (Jika hanya 1 Dusun)

• Pelaksanaan penghitungan suara dilaksanakan per

dusun dan tekhnisnya bisa satu dusun selesai lanjut dusun berikutnya, atau dihitung bersamaan tapi tetap per dusun (Jika Jumlah DPT banyak)

• Setelah penghitungan suara 1 dusun selesai harus

segera ditanda tangani dan bisa dilanjutkan perhitungan suara dusun selanjutnya

• Spidol yang digunakan untuk penghitungan suara

harus permanen

• Tidak memberikan tambahan atau pengurangan yang

sifatnya tidak perlu/tidak penting thd ketentuan pelaksanaan pilkades yang sudah ditetapkan

• Meminimalisir persoalan yang ada dilapangan, sekecil

apapun

Referensi

Dokumen terkait

Gambar 2 diatas menunjukkan, produk penjernihan minyak jelantah dengan adsorben ampas tebu memiliki kadar air yang lebih seragam dibandingkan dengan adsorben kulit

Lampiran 6 Hasil Pengolahan Data dengan SPSS Descriptive Statistics.. N Minimum Maximum Mean

Ibid, jilid 1, hal.44.. 4) Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, Peraturan Daerah Propinsi, Kabupaten/Kota dan peraturan lain yang dibawahnya, masuk dalam kelompok IV,

Hal yang berbeda dalam penelitian ini dengan kedua penelitian tersebut adalah, penelitian ini akan menggunakan cerpen Neko No Jimusho karya Miyazawa Kenji berdasarkan

• Dalam hal jumlah calon terpilih yang memperoleh suara terbanyak yang sama lebih dari 1 calon pada desa dengan TPS hanya 1, calon terpilih ditetapkan berdasarkan wilayah

Kita semua berharap, pemanfaatan sumber energi yang sangat ramah lingkungan dan berkelanjutan (sustainable resource) ini dapat dikembangkan dengan baik di Indonesia bukan hanya

Berdasarkan data hasil dan pembahasan dari percobaan yang telah dikemukakan, dapat disimpulkan bahwa jenis pupuk lengkap Gandasil (NPK 20-15-15) dan Hyponex (NPK

[r]