Akreditasi Pab (Anestesi Dan Bedah)
Teks penuh
(2) PAB: Maksud. . Pengkajian yang lengkap dan menyeluruh Perencanaan perawatan yang terintegrasi Pemantauan pasien terus-menerus Transfer berdasarkan kriteria tertentu untuk kelanjutan perawatan Rehabilitasi Transfer dan pemulangan akhir. © Copyright, Joint Commission International. Anestesi, sedasi, dan intervensi bedah adalah sering dilakukan dan kompleks Hal-hal tersebut membutuhkan:. www.lean-indonesia.blogspot.com.
(3) Berapa banyak diantara anda menggunakan anestesi di rumah sakit anda? Berapa banyak hal itu dilakukan di tempat yang berbeda di rumah sakit? Apakah faktor risiko terbesar dalam memberikan anestesi?. © Copyright, Joint Commission International. Pertanyaan. www.lean-indonesia.blogspot.com.
(4) PAB-Empat Area Fokus Organisasi dan Manajemen Sedasi sedang dan dalam Perawatan anestesi Perawatan bedah © Copyright, Joint Commission International. . www.lean-indonesia.blogspot.com.
(5) Sedasi Sedang. Sedasi Dalam. Pasien menanggapi perintah lisan dengan baik. Pasien tidak dapat dirangsang dengan mudah tetapi menanggapi dengan baik setelah stimulasi berulang atau yang menyakitkan Jalan napas mungkin terganggu Fungsi kardiovaskular biasanya dipelihara. Tidak diperlukan intervensi untuk memelihara jalan napas pasien Fungsi kardiovaskular biasanya dipelihara. © Copyright, Joint Commission International. Sedasi. www.lean-indonesia.blogspot.com.
(6) Layanan anestesi (termasuk sedasi sedang dan dalam) tersedia untuk keadaan darurat setelah jam kegiatan kerja biasa. Sumber luar dipilih berdasarkan rekomendasi direktur, rekam jejak kinerja yang dapat diterima, dan kepatuhan terhadap undang-undang dan peraturan yang berlaku.. © Copyright, Joint Commission International. Organisasi dan Manajemen. www.lean-indonesia.blogspot.com.
(7) Organisasi dan Manajemen. mengembangkan, menerapkan dan menjaga kebijakan dan prosedur menjalankan program pengendalian mutu merekomendasikan sumber dari luar untuk layanan anestesi (termasuk sedasi sedang dan dalam) memantau dan mengkaji semua layanan anestesi (termasuk sedasi sedang dan dalam). © Copyright, Joint Commission International. Layanan anestesi (termasuk sedasi sedang dan dalam) seragam di seluruh rumah sakit. Layanan anestesi (termasuk sedasi sedang dan dalam) berada di bawah arahan satu atau lebih individu yang memenuhi kualifikasi. Tanggung jawab ditetapkan dan dijalankan untuk:. www.lean-indonesia.blogspot.com.
(8) Perawatan Sedasi. bagaimana perencanaan dilaksanakan, termasuk menetapkan perbedaan penerapan sedasi antara populasi dewasa dan pediatrik atau pertimbangan-pertimbangan khusus lainnya; dokumentasi yang diperlukan tim perawatan untuk bekerja dan berkomunikasi secara efektif; pertimbangan persetujuan khusus, jika sesuai; frekuensi dan jenis persyaratan pemantauan pasien; kualifikasi atau keterampilan khusus staf yang terlibat dalam proses sedasi; ketersediaan dan penggunaan peralatan khusus.. © Copyright, Joint Commission International. Kebijakan dan prosedur sedasi mengidentifikasi. www.lean-indonesia.blogspot.com.
(9) Perawatan Sedasi. . teknik-teknik berbagai cara sedasi; pemantauan yang tepat; respons terhadap komplikasi; penggunaan zat antidotum; dan setidaknya melakukan pertolongan pertama atau P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) atau menggunakan alat-alat bantu kehidupan yang mendasar.. © Copyright, Joint Commission International. Kualifikasi dokter, dokter gigi, atau individu lain yang bertanggung jawab akan pasien yang menerima sedasi sedang dan dalam harus kompeten dalam:. www.lean-indonesia.blogspot.com.
(10) Asesmen prasedasi dilaksanakan konsisten dengan kebijakan rumah sakit. Individu yang memenuhi kualifikasi memantau pasien selama masa sedasi dan mendokumentasikan pemantauan tersebut. Kriteria untuk pemulihan dan selesainya sedasi ditetapkan dan didokumentasikan.. © Copyright, Joint Commission International. Perawatan Sedasi. www.lean-indonesia.blogspot.com.
(11) Asesmen praanestesi dilaksanakan untuk setiap pasien. Asesmen prainduksi yang terpisah dilaksanakan. Kedua asesmen tersebut dilaksanakan oleh seseorang yang memenuhi kualifikasi dan didokumentasikan di rekam medis. © Copyright, Joint Commission International. Perawatan Anestesi. www.lean-indonesia.blogspot.com.
(12) Perawatan anestesi setiap pasien direncanakan dan didokumentasikan di dalam rekam medis. Risiko, manfaat, dan alternatif dibahas dengan pasien, keluarga pasien, atau mereka yang membuat keputusan untuk pasien. Jenis dan teknik anestesi yang digunakan ditulis di dalam rekam medis. Ahli anestesi dan/atau perawat anestesi dan asisten anestesi diidentifikasi di dalam catatan anestesi pasien.. © Copyright, Joint Commission International. Perawatan Anestesi. www.lean-indonesia.blogspot.com.
(13) Frekuensi minimum dan jenis pemantauan selama anestesi seragam untuk pasien serupa yang menerima anestesi yang serupa di mana pun anestesi tersebut diberikan. Status fisiologis dipantau berdasarkan kebijakan dan prosedur selama pemberian anestesi. Hasil-hasil pemantauan ditulis di dalam catatan anestesi pasien.. © Copyright, Joint Commission International. Perawatan Anestesi. www.lean-indonesia.blogspot.com.
(14) Perawatan Anestesi. dipindahkan (atau pemantauan pemulihan dihentikan) oleh seorang ahli anestesi yang memenuhi kualifikasi atau individu lain yang diizinkan oleh individu yang bertanggung jawab mengelola layanan anestesi. dipindahkan (atau pemantauan pemulihan dihentikan) oleh seorang perawat atau individu yang memiliki kualifikasi setara berdasarkan kriteria pascaanestesi yang ditetapkan oleh pemimpin rumah sakit. Rekam medis menunjukkan bukti bahwa kriteria tersebut terpenuhi. dipindahkan ke unit yang mampu menyediakan perawatan pascaanestesi atau pascasedasi pasien khusus. Waktu dimulai dan dihentikannya proses pemulihan ditulis di dalam rekam medis.. © Copyright, Joint Commission International. Pasien dipantau sesuai dengan kebijakan selama masa pemulihan pascaanestesi. Penemuan-penemuan dalam pemantauan dituliskan Pasien dipindahkan dari unit pascaanestesi dengan salah satu alternatif berikut:. www.lean-indonesia.blogspot.com.
(15) Perawatan Bedah Dokumentasi oleh dokter yang bertanggung jawab sebelum prosedur:. Perawatan bedah setiap pasien direncanakan berdasarkan informasi asesmen.. © Copyright, Joint Commission International. Asesmen pra bedah diagnosis praoperasi dan prosedur yang yang direncanakan. www.lean-indonesia.blogspot.com.
(16) Pasien, keluarga pasien, dan pembuat keputusan diberi edukasi mengenai risiko, manfaat, kemungkinan komplikasi, dan alternatif yang berkaitan dengan prosedur bedah yang direncanakan. Penyuluhan tersebut mencakup kebutuhan, risiko dan manfaat, serta alternatif penggunaan darah dan produk darah. Ahli bedah pasien atau individu lain yang memenuhi kualifikasi memberikan edukasi tersebut.. © Copyright, Joint Commission International. Perawatan Bedah. www.lean-indonesia.blogspot.com.
(17) Perawatan Bedah. . diagnosis pascaoperasi; nama ahli bedah dan para asistennya; nama prosedur; spesimen bedah yang dikirim untuk pemeriksaan; komplikasi ataupun tidak adanya komplikasi selama prosedur, termasuk jumlah darah yang hilang disebut secara khusus; dan tanggal, waktu dan tanda tangan dokter yang bertanggung jawab.. © Copyright, Joint Commission International. Isi minimum laporan bedah tertulis atau catatan operasi singkat meliputi:. www.lean-indonesia.blogspot.com.
(18) Status fisiologis pasien dipantau secara terusmenerus selama pembedahan. Hal-hal yang ditemukan dimasukkan ke dalam rekam medis. Perawatan pascaoperasi setiap pasien direncanakan dan meliputi medis, keperawatan dan lainnya seperti diindikasikan oleh kebutuhan pasien. Rencana perawatan didokumentasikan dalam rekam medis dalam waktu 24 jam setelah pembedahan.. © Copyright, Joint Commission International. Perawatan Bedah. www.lean-indonesia.blogspot.com.
(19)
Dokumen terkait
Dalam pengembangan sistem pengelolaan pengiriman surat dan barang, penulis menggunakan metode pendekatan objek yaitu metode waterfall dimana teknik pengumpulan data yang
Adanya pengaruh nyata pemberian konsentrasi limbah cair tapioka terhadap kadar lipid yang dihasilkan menandakan bahwa limbah cair tapioka dapat digunakan sebagai
baroreseptor yaitu suatu reseptor regang yang mampu mendeteksi peregangan dinding pembuluh darah oleh peningkatan tekanan darah, dan kemoreseptor, yaitu sensor
Upacara pengibaran bendera di sekolah adalah Kegiatan pengibaran / penurunan bendera kebangsaan Republik Indonesia sang Merah Putih yang dilakukan di sekolah pada saat- saat
Dalam suatu riwaya t disebutkan bahwa pada masa pemerintahan Umar bin Abd Aziz, tidak ditemukan lagi masyarakat yang layak untuk menerima zakat, karena semua
2. erb#kti ba$"a transistor jenis -N- adala$ transistor !an, memiliki kaki basis lebi$ ne,atif dari pada kaki emitorn!a... Bila pen!idik mera$ dipinda$ ke. 3mitor< jar#m
“Pengakuan tersangka cocok dengan ditemukan nya sebilah senjata tajam yang menurut penduduk Kebumen disebut wadung dan tali jemuran yang terbuat dari plastik sepanjang
Dari Sistem Informasi Pendaftaran Siswa Baru ini, User bisa Melakukan ubah pengumuman dan menubah masa pendaftaran selain itu Juga dapat melakukan verifikasi pendaftar dan