• Tidak ada hasil yang ditemukan

SPESIFIKASI TEKNIK JALAN TOL 16 AGUSTUS 2016 FINAL (1).pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SPESIFIKASI TEKNIK JALAN TOL 16 AGUSTUS 2016 FINAL (1).pdf"

Copied!
574
0
0

Teks penuh

(1)

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

D I R E K T O R A T J E N D E R A L B I N A MA R G A

SPESIFIKASI TEKNIS JALAN BEBAS HAMBATAN

DAN JALAN TOL

(2)

Divisi 1 Umum

Divisi 2 Pembersihan Tempat Kerja Divisi 3 Pembongkaran

Divisi 4 Pekerjaan Tanah Divisi 5 Galian Struktur Divisi 6 Drainase

Divisi 7 Persiapan Tanah Dasar Divisi 8 Lapis Pondasi Agregat Divisi 9 Perkerasan

Divisi 10 Struktur Beton

Divisi 11 Pekerjaan Baja Struktural Divisi 12 Pekerjaan Lain-Lain

Divisi 13 Pencahayaan, Lampu Lalulintas dan Pekerjaan Listrik Divisi 14 Plaza Tol

Divisi 15 Pengalihan dan Perlindungan Perlengkapan Yang Ada Divisi 16 Kantor dan Fasilitas Tol

Divisi 17 Pekerjaan Harian

SPESIFIKASI KHUSUS

Divisi SK 1.09 Kantor dan Fasilitas Lapangan Divisi SK 1.16 Pengaturan Lalulintas

Divisi SK 1.20 Mobilisasi

(3)

SU1 - 1

DIVISI I

U M U M

S1.01 SINGKATAN-SINGKATAN

Selain definisi-definisi yang dinyatakan dalam Syarat-syarat Umum Kontrak, singkatan-singkatan berikut, yang digunakan dalam Spesifikasi Umum, dan Daftar Kuantitas dan Harga, harus ditafsirkan sebagai berikut:

C.B.R. - California Bearing Ratio cm - centimeter

Cov. Pl - Cover plate (Selimut Beton) cu.m. atau m3 - meter kubik

Dia atau Ø - Diameter

Diaph. - Diaphragm (Diafragma)

Drg atau Dwg - Drawing (Gambar)

Ea - Each (Buah)

Guss - Gusset (Segitiga Pengaku) Hp. - Horse Power (Tenaga Kuda) kg. - Kilogram

L.M. atau m - linear meter (meter panjang) lt - liter

Max. - Maksimum Min. - Minimum mm - milimeter No. - Nomor

P.C - Prestressed Concrete (Beton Pratekan) R.C - Reinforced Concrete (Beton bertulang) Rp. - Rupiah

Sht. - Sheet (lembar) Spl. - Splice (sambungan) sq.cm atau cm2 - sentimeter persegi

sq.m atau m2 - meter persegi

T atau ton - metrik ton

W atau Wt - Berat

S1.02 MATERIAL

S1.02 (1) Kecuali bila ditetapkan lain dalam Kontrak ini, seluruh barang material yang dibutuhkan dalam menyelesaikan pekerjaan, seperti material, instalasi mesin (bukan peralatan konstruksi) dan perlengkapan lainnya, harus dalam kondisi baru dan dengan kualitas terbaik untuk tujuan yang dimaksudkan. Kecuali bila ditentukan lain dalam kontrak ini setiap keterangan mengenai peralatan, material, barang atau proses yang dipatenkan, dalam bentuk nama dagang, buatan atau nomor katalog harus dianggap sebagai penentu standar atau kualitas dan tidak boleh ditafsirkan sebagai upaya membatasi persaingan; dan Kontraktor harus dengan sendirinya menggunakan peralatan, material, barang

(4)

SU1 - 2 atau proses, yang atas penilaian Konsultan Pengawas sesuai dengan keterangan itu. Kecuali bila ditentukan lain, seluruh material paten itu harus dipergunakan sesuai dengan instruksi pabrik yang membuatnya.

S1.02 (2) Sebelum memesan material atau barang-barang manufaktur yang termasuk dalam pekerjaan tetap, Kontraktor harus menyampaikan rincian lengkap untuk persetujuan, mengenai jenis material, nama perusahaan tempat Kontraktor memperoleh material tersebut, sertifikat pabrik (mill certificate) dan daftar material yang akan dipesan dari perusahaan itu. Kontraktor harus mengajukan sample dan dokumen-dokumennya untuk meminta persetujuan Konsultan Pengawas.

S1.02 (3) Kontraktor harus melakukan semua pengaturan untuk memilih lokasi, memilih material, dan mengolah material alami sesuai dengan Spesifikasi ini, dan harus menyerahkan kepada Konsultan Pengawas semua informasi yang berhubungan dengan lokasi sumber bahan sebelum pekerjaan pengolahan bahan dimulai, untuk mendapatkan persetujuan. Persetujuan Konsultan Pengawas atas sumber bahan tersebut tidak dapat diartikan bahwa seluruh bahan yang terdapat di lokasi sumber bahan telah disetujui untuk dipakai. S1.02 (4) Lokasi sumber material yang mungkin dipergunakan dan telah

diidentifikasikan serta diberikan dalam Gambar hanya merupakan bahan informasi bagi Kontraktor. Kontraktor tetap harus bertanggungjawab untuk mengidentifikasi dan memeriksa ulang apakah bahan tersebut cocok untuk dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan.

S1.03 PENYIMPANAN MATERIAL

S1.03 (1) Material harus disimpan sedemikian rupa untuk menjaga kualitas agar sesuai dengan pekerjaan yang dikerjakan. Material harus diletakkan di atas permukaan yang bersih, keras dan bila diminta, harus ditutupi.

Material harus disimpan sedemikian rupa agar memudahkan pemeriksaan. Tempat atau lahan milik pribadi tidak boleh dipergunakan untuk penyimpanan

tanpa ijin tertulis dari pemiliknya dan bila perlu menyewa dan membayarnya. S1.03 (2) Tempat penyimpanan barang harus dibersihkan (clearing) dan diratakan

(levelling) menurut petunjuk Konsultan Pengawas.

S1.03 (3) Bagian tengah tempat penyimpanan barang harus ditinggikan dan dimiringkan ke samping sesuai kebutuhan sehingga memberikan drainasi/pematusan dari kandungan air/cairan yang berlebihan. Material harus disusun sedemikian rupa sehingga tidak menyebabkan pemisahan bahan (segregation), agar timbunan tidak berbentuk kerucut, dan menjaga gradasi serta mengatur kadar air. Penyimpanan agregat kasar harus ditimbun dan diangkat/dibongkar lapis demi lapis dengan tebal lapisan tidak lebih dari satu meter. Tinggi tempat penyimpan tidak lebih dari 5 (lima) meter.

(5)

SU1 - 3 S1.03 (4) Lapangan (Site) berarti tempat Pekerjaan Permanen akan dilaksanakan

termasuk tempat penyimpanan dan tempat kerja dimana bahan dan instalasi mesin (bukan peralatan konstruksi) akan didatangkan, dan setiap tempat lain yang disebutkan dalam Kontrak yang merupakan bagian dari Lapangan.

S1.04 RETRIBUSI

Kontraktor harus bertanggungjawab untuk segala kompensasi dan retribusi material galian. Untuk kompensasi dan retribusi ini, tidak akan diadakan pembayaran terpisah, tetapi sudah harus termasuk ke dalam Harga Satuan dan Harga Total yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

S1.05 RUANG MILIK JALAN (RUMIJA)

Rumija adalah bidang tanah yang diperoleh dan diperuntukkan untuk jalan. Lebar Rumijaseperti tampak pada Gambar hanya merupakan perkiraan, lebar sesungguhnya akan diarahkan oleh Konsultan Pengawas.

S1.06 TEMPAT KERJA (WORKING AREA)

Kontraktor harus melakukan segala tata cara, termasuk pembayaran bila perlu, untuk memakai bidang tanah yang dibutuhkan untuk tempat kerja di luar Rumija, dan Pengguna Jasa tidak bertanggungjawab atas pemakaian tanah tersebut. Kecuali bila ditentukan dalam Spesifikasi Khusus. Pembayaran untuk tempat kerja ini sebagaimana ditentukan dalam Pasal S1.20 “Mobilisasi”.

S1.07 TEMPAT UNTUK JALAN SEMENTARA, BANGUNAN DAN

KEPERLUAN LAINNYA

Kontraktor harus memilih, menata dan bila perlu membayar atas pemakaian bidang tanah untuk jalan sementara, bangunan tempat pengolahan beton dan material aspal (bitumen), tempat penyimpanan peralatan, bangunan Kantor, rumah tinggal, atau keperluan lain selama pelaksanaan kerja.

Tanah milik Pemerintah atau milik pribadi, sebelum dipakai untuk keperluan pelaksanaan proyek, harus dimintakan persetujuan terlebih dahulu dari Konsultan Pengawas.

Bila bangunan utilitas air, listrik, drainase dan lain-lain yang melewati tempat kerja itu akan terganggu oleh pekerjaan, maka Kontraktor, harus mencari alternatif terbaik sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Bila Kontrak telah selesai, atau sebelumnya jika diperintahkan oleh Konsultan Pengawas semua bangunan dan rintangan lainnya harus disingkirkan, tempat harus bersih seperti semula, segala kerusakan harus diperbaiki dan bila perlu, pemilik tanah harus dibayar atas dipakainya tanah itu.

(6)

SU1 - 4

S1.08 TEMPAT TINGGAL/BARAK PEKERJA DAN GUDANG

Kontraktor harus menyediakan dan memelihara tempat tingal untuk pekerja dan gudang-gudang yang diperlukan selama pelaksanaan pekerjaan, dan harus mengaturnya sendiri dengan persetujuan Konsultan Pengawas dan pemilik tanah yang bersangkutan serta bila perlu membayar kepada pemilik tersebut. Penyediaan dan pemeliharaan tempat tinggal dan gudang-gudang tersebut dibayar menurut Pasal S1.20 "Mobilisasi".

S1.09 KANTOR DAN FASILITAS LAPANGAN

S1.09 (1) Kontraktor harus memasok, melengkapi, memelihara selama masa Kontrak, semua tempat tinggalnya sendiri, barak dan gudang yang diperlukan untuk pelaksanaan Pekerjaan, dan harus melakukan pengaturannya sendiri dengan pemilik tanah yang akan ditempati, sesuai dengan persetujuan Konsultan Pengawas, dan jika perlu, membayar untuk penggunaanya. Kebutuhan kantor dan fasilitas lapangan diuraikan dalam Spesifikasi Khusus.

S1.09 (2) Pengadaan dan pemeliharaan tempat tinggal, barak dan gudang akan dibayar sebagaimana yang disyaratkan dalam Pasal S.1.20 Mobilisasi

S1.10 LABORATORIUM

Kontraktor harus menyediakan, melengkapi dan memelihara, selama berlaku Kontrak, 2 (dua) laboratorium yang memadai, satu digunakan oleh Kontraktor dan lainnya digunakan oleh Konsultan Pengawas, dan masing-masing bisa dipindah-pindah lengkap dengan fasilitas, furniture, peralatan, personil, perlengkapan dan instalasinya; untuk melaksanakan pengujian pengendalian mutu dan kecakapan kerja yang disyaratkan dalam Kontrak ini. Umumnya Kontraktor harus bertanggungjawab atas pelaksanaan semua pengujian menurut perintah dan koordinasi Manager Kendali Mutu dan menurut pengawasan dari Konsultan Pengawas.

Laboratorium harus dilengkapi dengan peralatan dan material yang dibutuhkan untuk melakukan pemeriksaan (tes) standar yang ditentukan dalam Spesifikasi ini.

(7)

SU1 - 5 Kelompok 1

Pemeriksaan-pemeriksaan yang menurut pendapat Konsultan Pengawas bukan bersifat rutin dapat dikerjakan dalam laboratorium eksternal yang telah disetujui oleh Konsultan Pengawas.

Kelompok 2

Peralatan dan bahan/material lain-lainnya yang diperlukan untuk pemeriksaan yang ditentukan dalam Kontrak ini harus disediakan oleh Kontraktor dan dipasang dalam Laboratorium. Dalam jangka waktu tidak lebih dari 30 hari setelah dikeluarkannya Tanggal Mulai Kerja (Commencement Date) Kontraktor harus mengajukan daftar semua peralatan yang akan disediakan dan rinciannya, minimum sebagaimana yang ditunjukkan dalam Lampiran 1.10, untuk disetujui oleh Konsultan Pengawas.

Semua peralatan untuk pemeriksaan/testing harus bertipe standar dan telah disetujui oleh Konsultan Pengawas dan disimpan secara benar oleh Kontraktor. Pasokan air dan tenaga listrik yang cukup harus senantiasa tersedia sepanjang waktu.

Standard Nasional Indonesia (SNI) wajib digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan. Dalam segala hal, Kontraktor harus menggunakan SNI yang relevan atau setara yang ditunjukkan dalam Spesifikasi ini. Kontraktor harus menggunakan SNI terbaru atau standar lain yang relevan sebagai pengganti atas perintah Konsultan Pengawas.

Setiap penunjukan AASHTO Test and Material dalam Spesifikasi ini merujuk pada "AASHTO Specification for Highways Material and Methods of Sampling and Testing" maupun Standar lainnya maka harus merujuk pada edisi terakhir, kecuali sudah dinominasikan dengan yang lain.

Bila material atau pembuatannya telah ditentukan oleh salah satu diantara pemeriksaan tersebut di atas, maka dibolehkan adanya metoda pemeriksaan alternatif. Metoda-metoda yang dipakai untuk menentukan kesesuaian dengan Spesifikasi ini merupakan wewenang mutlak Konsultan Pengawas. Keputusan Konsultan Pengawas bersifat final, dan setiap tuntutan terhadap keputusan Konsultan Pengawas atas metoda pemeriksaan yang diperkenankan akan ditolak.

Penyediaan dan pemeliharaan laboratorium, termasuk personil, air, fasilitas listrik dan seluruh pengeluaran lainnya yang harus disiapkan denganpenyewaan akan dibayar menurut Pasal S1.20. Pada akhir Kontrak, pembayaran semacam ini hanya untuk penggunaannya saja bukan kepemilikan peralatan, perlengkapan dan instalasi laboratorium yang akan tetap menjadi milik Kontraktor.

(8)

SU1 - 6

S1.11 PENGUKURAN DAN PEMBUATAN PATOK

S1.11 (1) Kontraktor harus membuat patok-patok untuk membentuk garis-garis dan kemiringan jalan sesuai dengan Gambar, dan harus memperoleh persetujuan Konsultan Pengawas sebelum memulai pekerjaan. Bila dianggap perlu Konsultan Pengawas dapat merevisi garis-garis dan kemiringan jalan, dan meminta Kontraktor untuk membetulkan patok-patok. Kontraktor harus mengajukan pemberitahuan mengenai pematokan atau penentuan permukaan (level) dari bagian pekerjaan tertentu, tidak kurang dari 48 jam, agar susunan patok itu dapat diperiksa. Kontraktor harus dapat membuat pengukuran atas pekerjaan pematokan, dan Konsultan Pengawas akan memeriksa pengukuran itu. Pengukuran yang sudah disetujui akan menjadi dasar pembayaran.

S1.11 (2) Sebagai keharusan dari Kontrak ini dan tanpa biaya tambahan, Kontraktor harus menyediakan khusus untuk digunakan oleh Konsultan Pengawas segala peralatan, instrumen, personil dan tenaga survai, dan lain-lain material yang mungkin dibutuhkan oleh Konsultan Pengawas dalam memeriksa pemasangan / pematokan (setting out) atau untuk pekerjaan-pekerjaan lain yang terkait. Peralatan dan personil survai harus meliputi, tetapi tidak hanya terbatas pada :

(a) 2 orang surveyor

6 orang pekerja surveyor (b) Peralatan Survai :

3 set Peralatan Survai yang tercantum di bawah ini atau setara yang disetujui oleh Konsultan Pengawas.

Semua survei, pengujian, audit teknis, dsb harus menggunakan peralatan GPS untuk ketepatan koordinat (garis lintang-garis bujur)

- Total station elektronik yang dapat dibaca minimum 1 (satu) detik, dengan akurasi ≤ 5 (lima) detik, buatan sekurang-kurangnya 2 tahun sebelum Dimulainya Pekerjaan, dan memiliki sertifikat kalibrasi yang masih berlaku ketika digunakan.

- Auto Level

- Tripod Aluminium (Flat Head)

- Program Card, termasuk perangkat lunak dan data cable - Min 1 MB SRAM

- Card reader/Writer Model Card - Single prism set

- Pole Tripod Type PPS

- Telescopic Prism Pole dengan nivo - 3 (tiga) set walky-talky

- 2 meteran pita baja dengan panjang 50m; - 2 batang baja pengukur (4m);

- Patok survai sebagaimana yang diperlukan; dan

- Perlengkapan dan bahan sekali pakai lainnya sebagaimana yang diperlukan dalam survai.

(9)

SU1 - 7 Peralatan survei semacam ini akan digunakan oleh Konsultan Pengawas dan akan diperbaiki dan diganti oleh Kontraktor bilamana diperlukan oleh Konsultan Pengawas, peralatan ini tetap menjadi milik Kontraktor pada akhir Kontrak. Atas tanggungan biaya sendiri, Kontraktor harus mengadakan survai dan pengukuran tambahan yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan, seperti patok kemiringan (slope stakes), temporary grade stakes, lay out dari jembatan dan gorong-gorong, offset line, dan lain-lain. Kontraktor harus bertanggungjawab atas ketepatan pengukuran dan survai yang dikerjakan oleh petugasnya.

Setiap tanda yang dibuat oleh Konsultan Pengawas ataupun oleh Kontraktor harus dijaga baik-baik, bila terganggu atau rusak harus segera diperbaiki oleh Kontraktor atas tanggungan biaya sendiri. Setiap jenis pekerjaan, dari bagian apapun, tidak boleh dikerjakan sebelum penetapan titik untuk kerja (setting out) disetujui oleh Konsultan Pengawas.

S1.11 (3) Kontraktor wajib melaksanakan pematokan rinci (stake-out) sesuai dengan Gambar sebelum pekerjaan dimulai. Pengukuran penampang melintang (cross section) setiap interval 25 meter atau lebih rapat sesuai dengan kebutuhan lapangan.

Setelah pekerjaan pembersihan tempat kerja (clearing and grubbing) Kontraktor harus melakukan pengukuran potongan melintang (cross section) kembali untuk mendapatkan kondisi terakhir lapangan.

S1.11 (4) Kontraktor harus mengajukan satu set salinan gambar beserta perangkat lunak penampang melintang (cross section) kepada Konsultan Pengawas sebagaimana ditentukan oleh Pasal S4.02. Konsultan Pengawas akan mengesahkan salah satu salinan atau merevisinya, kemudian mengembalikannya kepada Kontraktor.

Kontraktor harus mengajukan lagi salinan penampang melintang sebagaimana untuk persetujuan tersebut di atas, bila Konsultan Pengawas perlu mengadakan perubahan/revisi.

Penampang melintang dari Kontraktor harus digambar di atas format standar dengan skala ukuran dan tata letak (layout) sebagaimana yang ditentukan oleh Konsultan Pengawas. Bila penampang melintang itu akhirnya disetujui, maka Kontraktor harus menyerahkan perangkat lunak dan 3 (tiga) lembar hasil cetakan.

Gambar penampang melintang harus memakai judul dan ukuran sesuai dengan yang ditentukan oleh Konsultan Pengawas.

S1.11 (5) Biaya dari upaya memenuhi ketentuan Pasal ini dianggap sudah termasuk dalam Harga Penawaran untuk mata pembayaran dalam Kontrak ini.

(10)

SU1 - 8

S1.12 PEMBERITAHUAN MEMULAI PEKERJAAN

S1.12 (1) Pekerjaan tetap harus selalu disertai persetujuan Konsultan Pengawas sebelum dikerjakan. Sebelum mulai melaksanaan pekerjaan, Kontraktor harus menyerahkan penjelasan lengkap secara tertulis kepada Konsultan Pengawas agar Konsultan Pengawas dapat mengatur waktu untuk pemeriksaan/inspeksi. S1.12 (2) Bila diminta oleh Konsultan Pengawas, Kontraktor harus memberikan penjelasan lengkap tertulis mengenai tempat asal diperolehnya material dan tempat pekerjaan yang akan dilaksanakan.

S1.13 KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

S1.13 (1) Uraian Pekerjaan

(a) Pasal ini mencakup ketentuan-ketentuan penanganan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) konstruksi kepada setiap orang yang berada di tempat kerja yang berhubungan dengan pemindahan bahan baku, penggunaan peralatan kerja konstruksi, proses produksi dan lingkungan sekitar tempat kerja.

(b) Penanganan K3 mencakup penyediaan sarana pencegah kecelakaan kerja dan perlindungan kesehatan kerja konstruksi maupun penyediaan personil yang kompeten dan organisasi pengendalian K3 Konstruksi sesuai dengan tingkat resiko yang ditetapkan oleh Pengguna Jasa. (c) Kontraktor harus mengikuti ketentuan-ketentuan pengelolaan K3 yang

tertuang dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.05/PRT/M/2014 tentang Pedoman Sistem Manjemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum dan Pedoman Pelaksanaan K3 untuk Konstruksi Jalan dan Jembatan No.004/BM/2006 serta peraturan terkait lainnya.

(d) Kontraktor harus harus menyediakan manual K3 berupa gambar dan petunjuk praktis pada setiap jenis pekerjaan yang mudah untuk dipahami oleh setiap pekerja di lapangan.

S1.13 (2) Sistem Manajemen K3 Konstruksi

(a) Kontraktor harus membuat, menerapkan dan memelihara prosedur untuk identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendaliannya secara berkesinambungan sesuai dengan Rencana K3 Kontrak (RK3K) yang telah disetujui oleh Konsultan Pengawas sebagaimana dijelaskan dalam Pasal S.1.20 Mobilisasi.

(b) Kontraktor harus melengkapi RK3K dengan rencana penerapan K3 Konstruksi untuk seluruh tahapan pekerjaan.

(11)

SU1 - 9 (c) Kontraktor harus mempresentasikan RK3K pada rapat persiapan

pelaksanaan pekerjaan konstruksi untuk disahkan dan ditandatangani oleh Pengguna Jasa sesuai ketentuan Permen PU No. 05/PRT/M/2014 tentang Pedoman SMK3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum.

(d) Kontraktor harus melibatkan Ahli K3 Konstruksi pada paket pekerjaan dengan risiko K3 tinggi atau sekurang-kurangnya Petugas K3 Konstruksi pada paket pekerjaan dengan risiko K3 sedang dan kecil. Ahli K3 Konstruksi atau Petugas K3 bertugas untuk merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi Sistem Manajemen K3 Konstruksi. Tingkat risiko K3 ditetapkan oleh Pengguna Jasa

(e) Kontraktor harus membentuk Panitia Pembina K3 (P2K3) bila :

i) Mengelola pekerjaan yang mempekerjakan pekerja dengan jumlah paling sedikit 100 orang,

ii) Mengelola pekerjaan yang mempekerjakan pekerja kurang dari 100 orang, akan tetapi menggunakan bahan, proses dan instalasi yang mempunyai risiko yang besar akan terjadinya peledakan, kebakaran, keracunan dan penyinaran radioaktif

P2K3 (Panitia Pembina K3) adalah badan pembantu di perusahaan dan tempat kerja yang merupakan wadah kerjasama antara pengusaha dan pekerja untuk mengembangkan kerja sama saling pengertian dan partisipasi efektif dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Unsur P2K3 terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Anggota. Ketua P2K3 adalah pimpinan puncak organisasi Kontraktor dan Sekretaris P2K3 adalah Ahli K3 Konstruksi.

f) Kontraktor harus membuat Laporan Rutin Kegiatan P2K3 ke Dinas Tenaga Kerja setempat dan tembusannya disampaikan kepada Konsultan Pengawas.

g) Kontraktor harus melaksanakan Audit Internal K3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum.

h) Kontraktor harus melakukan tinjauan ulang terhadap RK3K (pada bagian yang memang perlu dilakukan kaji ulang) setiap bulan secara berkesinambungan selama pelaksanaan pekerjaan konstruksi berlangsung.

i) Konsultan Pengawas dapat sewaktu-waktumelaksanakan inspeksi K3 Konstruksi

S1.13 (3) K3 Kantor Lapangan dan Fasilitasnya a) Fasilitas Pencucian

Kontraktor harus menyediakan fasilitas pencucian yang memadai dan sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan untuk seluruh pekerja konstruksi.

(12)

SU1 - 10 Fasilitas pencucian termasuk penyediaan air panas dan zat pembersih untuk kondisi berikut ini:

- Jika pekerja beresiko terpapar kontaminasi kulit yang diakibatkan oleh zat beracun, zat yang menyebabkan infeksi dan iritasi atau zat sensitif lainnya;

- Jika pekerja menangani bahan yang sulit dicuci dari kulit jika menggunakan air dingin;

- Jika pekerja harus membersihkan seluruh badannya;

- Jika pekerja terpapar pada kondisi panas atau dingin yang berlebih, atau bekerja pada kondisi basah yang tidak biasa sehingga menyebabkan para pekerja harus membersihkan seluruh badannya, maka Kontraktor harus menyediakan pancuran air (shower) dengan jumlah yang memadai.

- Untuk kondisi normal, Kontraktor harus menyediakan pancuran air untuk mandi dengan jumlah sekurang-kurangnya satu untuk setiap 15 orang.

b) Fasilitas Sanitasi

i) Kontraktor harus menyediakan toilet yang memadai baik toilet khusus pria maupun toilet khusus wanita yang dipekerjakan di dalam atau di sekitar tempat kerja serta tempat sampah dengan kapasitas yang memadai.

ii) Jika Kontraktor mempekerjakan lebih dari 15 orang tenaga kerja, maka persyaratan minimumnya adalah:

1) Satu peturasan untuk jumlah pekerja 15 orang, apabila jumlah pekerja lebih dari 15 orang sampai dengan tambahan 30 orang maka harus ditambah satu peturasan;

2) Satu kloset untuk jumlah pekerja kurang dari 15 orang, apabila jumlah pekerja lebih dari 15 orang sampai dengan tambahan 30 orang maka harus ditambah satu kloset.

iii) Jika Kontraktor mempekerjakan wanita, toilet harus disertai fasilitas pembuangan pembalut wanita.

iv) Toilet pria dan wanita harus dipisahkan dengan dinding tertutup penuh. Toilet harus mudah diakses, mempunyai penerangan dan ventilasi yang cukup, dan terlindung dari cuaca. Jika toilet berada di luar, harus disediakan jalur jalan kaki yang baik dengan penerangan yang memadai di sepanjang jalur tersebut. Toilet harus dibuat dan ditempatkan sedemikian rupa sehinga dapat menjaga privasi orang yang menggunakannya dan terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan.

v) Kontraktor dapat menyediakan satu toilet jika: setiap jumlah pria dan setiap jumlah wanita kurang dari 10 orang; toilet benar-benar tertutup;

(13)

SU1 - 11 mempunyai kunci dalam; tersedia fasilitas pembuangan pembalut wanita; tidak terdapat urinal di dalam toilet tersebut.

vi) Dalam segala hal toilet harus menyediakan sekurang-kurangnya air bersih dengan debit yang cukup dan lancar, plumbing system yang memisahkan air bersih dan air kotor serta pembuangannya melalui saluran drainase dengan sanitasi baik.

c) Air Minum

Kontraktor harus menyediakan pasokan air minum yang memadai bagi seluruh pekerja dengan persyaratan:

- Mudah diakses oleh seluruh pekerja dan diberi label yang jelas sebagai air minum;

- Kontainer untuk air minum harus memenuhi standar kesehatan yang berlaku;

- Jika disimpan dalam kontainer, kontainer harus: bersih dan terlindungi dari kontaminasi dan panas; harus dikosongkan dan diisi air minum setiap hari dari sumber yang memenuhi standar kesehatan.

d) Fasilitas Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K)

i) Peralatan P3K harus tersedia dalam seluruh kendaraan konstruksi dan di tempat kerja. Standar isi kotak P3K tercantum dalam Lampiran II Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia No.PER.15/MEN/VIII/2006 tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan di Tempat Kerja

ii) Di tempat kerja harus selalu terdapat pekerja yang sudah terlatih dan/atau bertanggungjawab dalam Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan.

e) Akomodasi untuk Makan dan Baju

i) Akomodasi yang memadai bagi pekerja harus disediakan oleh Kontraktor sebagai tempat untuk makan, istirahat, dan perlindungan dari cuaca.

ii) Akomodasi tersebut harus mempunyai lantai yang bersih, dilengkapi meja dan kursi, serta furnitur lainnya untuk menjamin tersedianya tempat istirahat makan dan perlindungan dari cuaca.

iii) Tempat sampah harus disediakan, dikosongkan dan dibersihkan secara periodik.

iv) Tempat ganti baju untuk pekerja dan tempat penyimpanan pakaian yang tidak digunakan selama bekerja harus disediakan.Setiap pekerja harus disediakan lemari penyimpan pakaian (locker).

(14)

SU1 - 12 f) Penerangan

i) Penerangan harus disediakan di seluruh tempat kerja, termasuk di ruangan, jalan, jalan penghubung, tangga dan gang. Semua penerangan harus dapat dinyalakan ketika setiap orang melewati atau menggunakannya.

ii) Penerangan tambahan harus disediakan untuk pekerjaan detil, proses berbahaya, atau jika menggunakan mesin.

iii) Penerangan darurat yang memadai juga harus disediakan. g) Pemeliharaan Fasilitas

Kontraktor harus menjamin terlaksananya pemeliharaan fasilitas-fasilitas yang disediakan dalam kondisi bersih dan higienis, serta dapat diakses secara nyaman oleh pekerja.

h) Ventilasi

i) Seluruh tempat kerja harus mempunyai aliran udara yang bersih. ii) Pada kondisi tempat kerja yang sangat berdebu misalnya tempat

pemotongan beton, penggunaan bahan kimia berbahaya seperti perekat, dan pada kondisi lainnya, Kontraktor harus menyediakan alat pelindung nafas seperti respirator dan pelindung mata.

S1.13 (4) Ketentuan Bekerja Pada Tempat Tinggi

a) Bekerja di tempat kerja yang tinggi harus dilakukan oleh pekerja yang mempunyai pengetahuan, pengalaman dan mempunyai sumberdaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan selamat. b) Keselamatan kerja untuk bekerja pada tempat tinggi dapat menggunakan

satu atau beberapa pelindung sebagai berikut: terali pengaman lokasi kerja, jaring pengaman, sistem penangkap jatuh.

c) Pengamanan di sekeliling pelataran kerja atau tempat kerja

i) Terali pengaman lokasi kerja harus dibuat sepanjang tepi lantai kerja atau tempat kerja yang terbuka sesuai dengan Pasal S1.13 (4) (d).

ii) Jika pelataran kerja atau tempat kerja berada di atas jalan umum dan jika ada bahaya material atau barang lain jatuh pada pengguna jalan, maka daerah di bawah pelataran kerja atau tempat kerja harus dibebaskan dari akses orang atau dapat digunakan jaring pengaman.

(15)

SU1 - 13 Jika terali pengaman lokasi kerja digunakan di sekeliling bangunan, atau bukaan di atap, lantai, atau lubang lift, maka terali pengaman harus memenuhi syarat:

- 900 – 1100 mm dari pelataran kerja; - Mempunyai batang tengah (mid-rail);

- Mempunyai papan bawah (toeboard) jika terdapat resiko jatuhnya alat kerja atau material dari atap/tempat kerja.

e) Jaring pengaman

i) Pekerja yang memasang jaring pengaman harus dilindungi dari bahaya jatuh. Sebaiknya digunakan kendaraan khusus (mobile work platform) saat memasang jaring pengaman. Akan tetapi jika peralatan mekanik tersebut tidak tersedia maka pekerja yang memasang jaring harus dilindungi dengan tali pengaman (safety harness) atau menggunakan perancah (scaffolding).

ii) Jaring pengaman harus dipasang sedekat mungkin pada sisi dalam area kerja.

iii) Jaring pengaman harus dipasang dengan jarak bersih yang cukup dari permukaan lantai/tanah sehingga jika seorang pekerja jatuh pada jaring tidak akan terjadi kontak dengan permukaan lantai/tanah.

f) Sistem pengaman jatuh individu (individual fall arrest system)

i) Sistem pengaman jatuh individu (individual fall arrest system) termasuk sistem rol inersia (inertia reel system), safety harness dan tali statik. Pekerja yang diharuskan menggunakan alat ini harus dilatih terlebih dahulu.

ii) Jenis sabuk pinggang tidak boleh digunakan untuk pekerjaan atap. iii) Pekerja yang menggunakan safety harness tidak diperbolehkan

bekerja sendiri. Pekerja yang jatuh dan tergantung pada safety harness harus diselamatkan selama-lamanya 20 menit sejak terjatuh.

iv) Perhatian harus diberikan pada titik angker untuk tali statik, jalur rel inersia, dan/atau jaring pengaman.

g) Tangga

Jika tangga akan digunakan, maka Kontraktor harus:

- Memilih jenis tangga yang sesuai dengan pekerjaan yang akan dilakukan;

(16)

SU1 - 14 - Mengikat bagian atas dan bawah tangga untuk mencegah

kecelakaan akibat bergesernya tangga;

- Tempatkan tangga sedekat mungkin dengan pekerjaan;

- Jika tangga digunakan untuk naik ke lantai kerja di atas, pastikan bahwa tangga berada sekurang-kurangnya 1m di atas lantai kerja; h) Perancah (scaffolding)

i) Perancah dengan tinggi lebih dari 5 m dari permukaan hanya dapat dibangun oleh orang yang mempunyai kompetensi sebagai scaffolder.

ii) Seluruh perancah harus diinspeksi oleh orang yang berkompeten pada saat: sebelum digunakan, sekurang-kurangnya seminggu sekali saat digunakan, setelah cuaca buruk atau gangguan lain yang dapat mempengaruhi stabilitasnya, jika perancah tidak pernah digunakan dalam jangka waktu lama. Hasil inspeksi harus dicatat, termasuk kerusakan yang diperbaiki saat inspeksi. Catatan tersebut harus ditandatangani oleh orang yang melakukan inspeksi.

iii) Orang yang melakukan inspeksi harus memastikan bahwa: - Tersedia akses yang cukup pada lantai kerja perancah.

- Semua komponen tiang diletakkan di atas pondasi yang kuat dan dilengkapi dengan plat dasar. Jika perlu, gunakan alas kayu atau cara lainnya untuk mencegah tiang bergeser dan/atau tenggelam.

- Perancah telah terhubung dengan bangunan/struktur dengan kuat sehingga dapat mencegah runtuhnya perancah dan menjaga agar ikatannya cukup kuat.

- Jika beberapa pengikat telah dipindahkan sejak perancah didirikan, maka ikatan tambahan atau cara lainnya untuk mengganti harus dilakukan.

- Perancah telah diperkaku (bracing) dengan cukup untuk menjamin stabilitas.

- Tiang, batang, pengaku (bracing), atau strut belum dipindahkan.

- Papan lantai kerja telah dipasang dengan benar, papan harus bersih dari cacat dan telah tersusun dengan baik.

- Seluruh papan harus diikat dengan benar agar tidak terjadi pergeseran.

- Tersedia pagar pengaman dan toeboard di setiap sisi dimana suatu orang dapat jatuh.

- Jika perancah didesain dan dibangun untuk menahan beban material, pastikan bahwa bebannya disebarkan secara merata. - Tersedia penghalang atau peringatan untuk mencegah orang

(17)

SU1 - 15 S1.13 (5) Elektrikal

a) Pasokan Listrik

Alat elektrik portabel yang dapat digunakan di situasi lembab hanyalah alat yang memenuhi syarat:

- Mempunyai pasokan yang terisolasi dari pentanahan dengan voltase antar konduktor tidak lebih dari 230 volt.

- Mempunyai sirkuitpentanahan yang termonitor dimana pasokan listrik pada alat akan secara otomatis terputus jika terjadi kerusakan pada pentanahan.

- Alat mempunyai insulasi ganda.

- Mempunyai sumber listrik yang dihubungkan dengan pentanahan sedemikian rupa sehingga voltase kepentanahan tidak akan melebihi 55 volt AC; atau

- Mempunai alat pengukur arus sisa (residual). b) Supply Switchboard sementara

Seluruh supply switchboard yang digunakan di lokasi pekerjaan harus menjadi perhatian utama dan :

- Jika ditempatkan di luar ruangan, harus dibuat sedemikian rupa sehingga tidak akan terganggu oleh cuaca.

- Dilengkapi dengan pintu dan kunci. Pintu harus dirancang dan dan ditempel sedemikian rupa sehingga tidak akan merusak kabel lentur yang tersambung dengan panel dan harus dapat melindungi switch dari kerusakan mekanis. Pintu harus diberi tanda: HARAP SELALU DITUTUP.

- Mempunyai slot yang terinsulasi di bagian bawah.

- Ditempelkan pada dinding permanen atau struktur yang didesain khsus untuk ini.

- Jika ditempel, pastikan menempel dengan baut. c) Inspeksi Peralatan

Seluruh alat dan perlengkapan kelistrikan harus diinspeksi sebelum digunakan untuk pertama kali dan setelahnya sekurang-kurangnya tiap tiga bulan. Seluruh alat dan perlengkapan kelistrikan harus mempunyai tanda identifikasi yang menginformasikan tanggal terakhir inspeksi dan tanggal inspeksi selanjutnya.

d) Jarak Bersih dari Saluran Listrik

Alat crane, excavator, rig pengebor, atau plant mekanik lainnya, struktur atau perancah tidak boleh berada kurang dari 4 m di bawah saluran listrik udara tanpa ijin tertulis dari pemilik saluran listrik.

S1.13 (6) Material dan Kimia Berbahaya a) Alat Pelindung Diri

Kontraktor bertanggungjawab untuk menyediakan alat pelindung diri bagi pekerjanya dengan ketentuan:

(18)

SU1 - 16 - Seluruh pekerja dan personil lainnya yang terlibat harus dilatih cara

penggunaan alat pelindung diri dan harus memahami alasan penggunaannya.

- Jika dipandang tidak praktis untuk melindungi bagian atas dan jika ada resiko terluka dari objek jatuh, maka Kontraktor menyediakan helm pelindung dan seluruh personil yang terlibat di lapangan harus menggunakannya.

- Perlindungan mata harus digunakan jika terdapat kemungkinan kerusakan mata akibat pekerjaan las, atau dari serpihan material seperti potongan gergaji kayu, atau potongan beton.

- Sepatu yang digunakan harus mampu melindungi kaki pekerja. Gunakan sepatu dengan ujung besi di bagian jari kaki.

- Pelindung kebisingan harus digunakan jika tingkat kebisingan tinggi.

- Sarung tangan akan diperlukan pada beberapa pekerjaan.

- Perlindungan pernafasan harus disediakan untuk pekerja yang terekspos pada bahaya seperti asbes, asap dan debu kimia.

b) Bahaya pada Kulit

- Setiap pekerja harus melapor jika mendapatkan masalah kulit, terutama di tangan akibat penggunaan bahan berbahaya.

- Tangan dan mata pekerja harus dilindungi terhadap kontak dengan semen. Usahakan kontak dengan semen seminimum mungkin. Penggunaan krim pelindung dapat mengurangi resiko kerusakan kulit.

- Sedapat mungin, pakaian pelindung harus digunakan selama pekerjaan. Pakaian ini termasuk baju lengan panjang, sarung tangan dan sepatu pelindung.

- Kontraktor harus menyediakan fasilitas untuk mencuci badan dan mengganti pakaian seperti tertulis pada Pasal 1.19 (3).

- Alat pelindung pernapasan harus digunakan selama proses pemeraman beton dimana debu mulai terbentuk.

c) Penggunaan Bahan Kimia

i) Kontraktor harus mempunyai prosedur yang mengatur tata cara menangani bahan kimia atau zat berbahaya dengan sehat, tata cara penyimpanan, tata cara pembuangan limbah.

ii) Seluruh bahan kimia harus disimpan di kontainer asalnya dalam suatu tempat yang aman dan berventilasi baik.

iii) Seluruh pekerja harus dilatih jika menangani bahan kimia atau zat berbahaya termasuk tindakan darurat yang perlu dilakukan jika terjadi masalah.

iv) Kontraktor yang menggunakan material mengandung B3 pada pekerjaan jalan dan/atau jembatan wajib menyusun dokumen pengelolaan, termasuk di dalamnya adalah pengangkutan,

(19)

SU1 - 17 penyimpanan, pengumpulan, pemanfaatan, dan/atau pengolahan material tersebut, dan diajukan kepada Kementerian Lingkungan Hidup atau BLHD

v) Daftar B3 yang dapat dipergunakan, dilarang, maupun terbatas penggunaannya mengacu PP Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun beserta Lampirannya. d) Asbestos

i) Seluruh pekerja yang terlibat harus menggunakan pakaian overall sekali pakai atau overall yang dapat dicuci ulang.

ii) Perlengkapan pernafasan harus selalu digunakan.

iii) Gunakan jaring dengan lembar yang tidak lulus udara. Lakukan uji udara sebelum menggunakan daerah kerja.

e) Pemotongan dan Pengelasan dengan Gas Bertekanan Tinggi

i) Kontraktor harus memperhatikan potensi bahaya sebagai berikut: - Kebakaran akibat kebocoran bahan bakar (propana, asetilen),

biasanya dari kerusakan pada selang atau pada sambungan selang.

- Ledakan tabung akibat kebocoran oksigen dari selang atau alat pijar pemotong.

- Menghisap asap berbahaya dari pengoperasian las.

- Kebakaran dari material yang mudah terbakar di sekeliling tempat las.

ii) Penanganan tabung

- Tabung tidak boleh digelindingkan di permukaan tanah atau ditangani dengan kasar. Jika memungkinkan, gunakan troli dengan mengikat tabung dengan rantai.

- Tabung tidak boleh ditempatkan berdiri bebas sendiri untuk mencegah jatuhnya tabung.

- Tabung harus diberi waktu beberapa saat ketika diposisikan berdiri sebelum digunakan

iii) Penyimpanan

- Seluruh selang dan aksesoris pemotong harus dibuka ketika pekerjaan selesai dan disimpan jauh dari tabung.

- Tabung harus disimpan dalam posisi jauh dari bahan mudah terbakar dan sumber api.

iv) Peralatan

- Hanya selang yang memenuhi standar yang dapat digunakan. Selang harus diperiksa setiap hari untuk memeriksa tanda kerusakan.

(20)

SU1 - 18 - Selang yang digunakan harus sependek mungkin. Jika selang

harus disambung akibat adanya bagian yang rusak, gunakan hose coupler dan hoseclamps.

- Jika terjadi kebocoran dan tidak bisa dihentikan, tabung harus dipindahkan ke tempat aman dan dalam udara terbuka dan segera kontak suppliernya.

v) Peralatan pemadam kebakaran dan alat pelindung

- Bahan mudah terbakar harus dipindahkan dari daerah kerja dan alat pemadam yang memadai harus disediakan oleh Kontraktor.

- Pekerja harus menggunakan pelindung mata dan pakaian pelindung untuk melindungi dari api.

S1.13 (7) Penggunaan Alat-alat Bermesin

a) Umum

Seluruh alat-alat bermesin harus dilengkapi dengan manual penggunaan dan keselamatan yang salinannya dapat diakses secara mudah oleh operator atau pengawas lapangan.

b) Alat Pemaku dan Stapler Otomatis dan Portabel

Jika Kontraktor menggunakan pemaku dan stapler otomatis dan portabel, maka ketentuan keselamatan di bawah ini harus dipenuhi: i) Alat tidak boleh diarahkan pada orang, walaupun alat tersebut

memiliki pengaman.

ii) Pemicu pada alat pemaku dan stapler tidak boleh ditekan kecuali ujung alat diarahkan pada suatu permukaan benda yang aman. iii) Perhatian khusus harus diberikan jika memaku di daerah tepi suatu

benda.

iv) Jika sumber tenaga alat pemaku dan stapler otomatis menggunakan tenaga pemantik, tidak diperkenankan menggunakan sumber gas yang berbahaya dan mudah terbakar.

v) Alat yang rusak tidak boleh digunakan.

vi) Pelindung pendengaran dan pelindung mata yang sesuai harus digunakan saat menggunakan alat tersebut.

c) Alat Portabel Bermesin (Portable Power Tools)

i) Gergaji mesin, mesin pengaduk beton, alat pemotong beton dan alat bermesin lainnya harus dilengkapi dengan alat pengaman sepanjang waktu.

(21)

SU1 - 19 ii) Kontraktor harus memenuhi ketentuan keselamatan berikut:

- Setiap operator harus telah dilatih untuk menggunakan alat-alat tersebut di atas.

- Gunakan hanya alat dan metoda yang tepat untuk setiap jenis pekerjaan yang dilakukan.

- Alat atau mesin yang rusak tidak boleh digunakan. - Alat pemotong harus terjaga ketajamannya.

- Pelindung pendengaran dan pelindung mata yang sesuai harus digunakan saat menggunakan alat tersebut.

- Daerah di sekitar alat atau mesin harus bersih.

- Kabel penyambung (extension) harus ditempatkan sedemikian rupa agar terhindar dari kerusakan dari peralatan dan material. - Penerangan tambahan harus diberikan ketika menggunakan

alat atau mesin tersebut.

d) Alat Kerekan (Hoist) Pengangkat Material dan Orang

i) Alat pengangkat material dan orang harus didirikan oleh orang yang berkompeten.

ii) Operator harus orang yang terlatih dan diberikan izin khusus untuk mengoperasikan alat.

iii) Alat pengangkat harus berada di atas pondasi yang kokoh dan diikat pada bangunan atau struktur.

iv) Akses untuk operator dan personil yang melakukan pemeliharaan harus aman.

v) Keranjang alat pengangkat mempunyai ketinggian minimum 2 m, dengan sisi dan pintu tertutup penuh (solid) atau ditutup dengan ram kawat dengan diameter kawat minimum 3 mm dan dengan bukaan maksimum 9 mm. Keranjang alat pengangkat harus ditutup dengan atap sekurang-kurangnya dari papan kayu atau plywood dengan tebal minimal 18 mm.

vi) Tinggi pintu keranjang minimum 2 m dan mempunyai kunci yang aman. Pintu solid harus mempunyai panel yang tembus pandang. vii) Jarak dari lantai keranjang ke permukaan tanah tidak boleh lebih

dari 50 mm.

viii) Keranjang alat pengangkat harus mempunyai mekanisme pengunci elektro-mekanik yang hanya dapat dibuka dari keranjang dan hanya dapat dibuka ketika keranjang berada di permukaan tanah serta dapat mencegah beroperasinya alat pengangkat ketika keranjang sedang dibuka.

(22)

SU1 - 20 x) Semua bagian dari metal harus dihubungkan ke bumi (earth). xi) Alat penyelamat harus ada untuk menghentikan keranjang jika jatuh

atau bergerak terlalu cepat.

xii) Keterangan pabik pembuat, model dan kapasitas beban harus ditempel dalam keranjang.

xiii) Harus tersedia suatu mekanisme untuk keadaan darurat dan untuk mengeluarkan orang yang terjebak dalam keranjang.

xiv) Harus tersedia alarm darurat di dalam keranjang.

xv) Jika memungkinkan, sediakan alat komunikasi antara operator dan personil yang bekerja.

e) Crane dan Alat Pengangkat

i) Tidak dibenarkan melakukan pekerjaan pemindahan atau pengangkatan barang/material dengan resiko gangguan fisik terhadap pekerja tanpa menggunakan alat pengangkat.

ii) Pekerjaan pemindahan atau pengangkatan barang-barang/material dengan perbedaan ketinggian lebih dari 5 m dan berat lebih dari 500 kg harus menggunakan crane, excavator atau forklift.

iii) Crane harus diperiksa setiap minggu, dan diperiksa secara menyeluruh setiap 12 bulan oleh orang yang berkompeten. Hasil inspeksi harus dicatat.

iv) Harus tersedia sertifikat pengujian alat yang terbaru.

v) Operator harus terlatih, kompeten dan berusia di atas 18 tahun. vi) Alat kendali (tuas, saklar, dan sebagainya) harus diberi keterangan

yang jelas.

vii) Sebelum dilakukan pengangkatan, beban yang dapat diangkat hanya ditentukan oleh operator.

viii) Setiap jib crane dengan kapasitas lebih dari 1 ton harus mempunyai indikator beban aman (safe load indicator) yang diperiksa setiap minggu.

ix) Crane harus didirikan di atas pondasi yang kokoh.

x) Harus disediakan ruang yang cukup untuk pelaksanaan pengangkatan yang aman.

(23)

SU1 - 21 xi) Asisten operator harus dilatih untuk memberikan sinyal pada

operator dan untuk mengikatkan beban secara benar dan mengetahui kapasitas pengangkatan crane.

xii) Crane harus secara rutin menjalani pemeliharaan menyeluruh. xiii) Gigi pengangkat harus dalam kondisi baik dan telah diperiksa secara

menyeluruh.

S1.13 (8) Pengukuran dan Pembayaran

a) Pembayaran yang diberikan kepada Kontraktor harus mencakup seluruh biaya untuk penanganan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) termasuk biaya untuk Ahli K3 Konstruksi pada paket pekerjaan yang mempunyai risiko K3 tinggi atau Petugas K3 Konstruksi pada setiap paket pekerjaan yang mempunyai risiko K3 sedang dan kecil. Ahli 3 adalah seseorang yang mempunyai sertifikat dari yang berwenang dan sudah berpengalaman sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun dalam pelaksanaan K3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum yang dibuktikan dengan referensi pengalaman kerja. Petugas K3 adalah petugas di dalam organisasi Kontraktor yang telah mengikuti pelatihan/sosialisasi K3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum. b) Perhitungan biaya penangananan K3 tersebut sudah merupakan satu

kesatuan dengan biaya pelaksanaan konstruksi, yang diperhitungkan dalam masing-masing Harga Satuan atau Biaya Tak Terduga (Overhead) sebagaimana peraturan yang berlaku pada setiap jenis pekerjaan yang mengandung risiko K3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum.

c) Tanpa mengabaikan ketentuan-ketentuan dari Syarat-syarat Umum dan Syarat-syarat Khusus Kontrak, Konsultan Pengawas akan memberi surat peringatan secara bertahap kepada Kontraktor apabila Kontraktor menyimpang dari ketentuan yang berkaitan dengan Pedoman SMK3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum dengan cara memberi surat peringatan ke-1 dan ke-2. Apabila peringatan ke-2 tidak ditindaklanjuti, maka Pengguna Jasa dapat menghentikan pekerjaan dan akan mengurangi pembayaran semua item pekerjaan sebesar 1% (satu persen) dari tagihan bulanan (Monthly Certificate of Payment) Kontraktor hingga rencana SMK3 Konstruksi dapat terpenuhi sesuai jadwalnya.

S1.14 JALAN SEMENTARA

S1.14 (1) Kontraktor harus mengadakan, memelihara dan membongkar kembali, bila pekerjaan yang memerlukannya telah selesai, semua jalan sementara, dan jalan setapak, jembatan darurat di atas jalan umum, penyeberangan sementara di atas saluran air atau tanah yang labil, jalan tambahan atau jalan kerja, dan harus menjamin kesesuaiannya dalam segala hal untuk melaksanakan pengangkutan peralatan konstruksi yang diperlukan untuk pekerjaan. Untuk menyediakan jalan bagi lalulintas Kontraktor sendiri dan orang lain, atau untuk berbagai tujuan lainnya. Jalan-jalan sementara tersebut harus dibangun sesuai dengan petunjuk

(24)

SU1 - 22 Konsultan Pengawas, tetapi Kontraktor harus bertanggungjawab atas segala kerusakan yang terjadi pada atau disebabkan oleh lalulintas yang melewati jalan sementara tersebut.

S1.14 (2) Sebelum membuat jalan sementara, Kontraktor harus menyelesaikan segala persiapan, termasuk pembayaran bila perlu, dengan menghubungi penguasa setempat atau pemilik tanah yang terkait, atas pemakaian tanah itu, dan harus disertai persetujuan dari Konsultan Pengawas.

Persetujuan tersebut akan ditentukan oleh Konsultan Pengawas terhadap proposal Kontraktor mengenai hal-hal seperti kualitas rambu-rambu, lampu dan kualitas permukaan jalan sementara itu, serta proposal mengenai persiapan pemeliharaannya. Tetapi, persetujuan itu tidak akan mengurangi beban tanggungjawab Kontraktor dalam Kontrak ini. Bila pekerjaan selesai, Kontraktor harus membersihkan kembali tanah itu sesuai dengan Konsultan Pengawas.

S1.14 (3) Bila diperlukan, Kontraktor harus menyerahkan Gambar jalan sementara untuk memperoleh persetujuan Konsultan Pengawas. Gambar detail tersebut harus mencakup alinemen, penampang melintang dan memanjang, konstruksi perkerasan, drainase, rambu-rambu, lampu-lampu dan masa dipakainya jalan/ jembatan sementara.

S1.14 (4) Kontraktor harus menyelesaikan segala persiapan yang diperlukan untuk lintasan di sepanjang bagian jalan yang bersangkutan dengan Kontrak ini, bagi segala peralatan konstruksi, material dan tenaga kerja dari kontraktor lain yang terlibat dalam pembuatan rentang jalan yang berdekatan. Untuk keperluan itu, maka Kontraktor dan kontraktor-kontraktor lain yang berkepentingan dalam pembuatan jalan yang berdekatan itu sampai titik mereka akan berpapasan, dalam waktu selambat-lambatnya 15 hari dan apabila perlu, meminta ijin dari Konsultan Pengawas untuk melintas dan harus menyerahkan jadwal pelintasan itu.

Setelah Konsultan Pengawas mengijinkan dan menyetujui jadwal pelintasan, maka baik Kontraktor yang memohon melintas maupun Kontraktor yang diminta ijin harus bersama-sama menjaga jadwal yang sudah disetujui oleh Konsultan Pengawas, tanpa ada hak untuk menuntut pembayaran ekstra atas konsekuensi pembatasan pelintasan atau penundaan pekerjaan sehubungan dengan jadwal itu.

S1.14 (5) Pembayaran untuk jalan sementara akan dilakukan sebagaimana ditetapkan dalam Pasal S1.19 "Manajemen dan Keselamatan Lalulintas".

(25)

SU1 - 23

S1.15 JALAN PENGHUBUNG SEMENTARA (TEMPORARY TRAFFIC

RAMPS)

S1.15 (1) Umum

Untuk memberikan akses ke pekerjaan, Kontraktor harus membangun, memelihara dan membongkar pekerjaan yang telah selesai seperti yang telah disyaratkan, jalan akses sementara, termasuk jembatan sementara, untuk melakukan pembangunan instalasi, peralatan dan kendaraan yang dibutuhkan untuk pekerjaan.

Pekerjaan jalan dan/atau jembatan sementara tersebut akan dibangun sampai pekerjaan tersebut diterima oleh Konsultan Pengawas, namun Kontraktor harus tetap bertanggungjawab atas kerusakan yang disebabkan oleh pekerjaan sementara tersebut

Desain jembatan sementara harus disiapkan oleh Kontraktor dan disampaikan kepada Konsultan Pengawas untuk persetujuan; namun, persetujuan tersebut tidak akanmembebaskan Kontraktor dari salah satu tanggungjawabnya berdasarkan Kontrak.

Bila perlu atau bila diminta oleh Konsultan Pengawas, Kontraktor harus membuat dan memelihara jalan penghubung sementara, dan menyediakan tenaga kerja dan material yang diperlukan untuk itu.

S1.15 (2) Tata Letak

Tata letak umum, dimensi dan persyaratan konstruksi harus seperti yang ditunjukkan pada gambar yang disediakan atau diperintahkan oleh Konsultan Pengawas, atau seperti yang diusulkan oleh Kontraktor dan disetujui oleh Konsultan Pengawas. Jalan akses sementara dan/atau jembatan harus dijaga setiap saat dalam kondisi memuaskan sampai mereka tidak lagi diperlukan untuk bagian kendaraan konstruksi dan peralatan

S1.15 (3) Pembayaran

Pembayaran untuk jalan penghubung sementara akan dilaksanakan sebagaimana ditetapkan dalam Pasal S1.19 "Manajemen dan Keselamatan Lalulintas".

S1.16 PENGATURAN

S1.16 (1) Umum

Agar supaya memungkinkan lalulintas berjalan melalui atau berada dalam daerah pekerjaan, atau bila diperintahkan oleh Konsultan Pengawas, Kontraktor harus memasang dan memelihara rambu-rambu lalulintas, lampu, suar, rintangan kerucut karet (rubber cone) dan fasilitas lainnya, pada tempat-tempat yang ditentukan di lokasi kerja dan tempat-tempat yang berdekatan,

(26)

SU1 - 24 sebagaimana yang diminta oleh Konsultan Pengawas untuk mengarahkan dan mengendalikan lalulintas.

Bila diminta atau diperintahkan oleh Konsultan Pengawas, Kontraktor harus menyediakan dan menempatkan petugas pemberi isyarat (flagmen) yang tugasnya adalah mengatur lalulintas yang terjadi di lokasi kerja.

Untuk memperkecil gangguan terhadap arus lalulintas maka Kontraktor harus memasang pagar sementara di sekeliling tempat kerjanya untuk menunjukkan batas yang dapat dilihat antara tempat kerja dan lalulintas di dekatnya. Batas pagar itu harus setinggi 2.0 m, dan lalu-lalang manusia, material dan para pekerja ke dalam dan ke luar dari daerah batas harus diatur oleh petugas isyarat (flagmen).

S1.16 (2) Bahan

Pengaturan lalulintas sementara terdiri dari penyediaan perangkat pengaturan lalulintas dan layanan untuk pengaturan dan perlindungan dari lalulintas melalui bidang konstruksi sesuai dengan spesifikasi ini dan sesuai cukup dekat dengan rincian dan pada lokasi yang ditunjukkan pada rencana atau ditetapkan oleh Konsultan Pengawas.

Untuk jalan kecepatan tinggi dan jalan tol, detail yang tidak ditampilkan pada rencana harus sesuai dengan semua standar yang berlaku, Spesifikasi dan peraturan lembaga yang bersangkutan seperti "Petunjuk Teknis Pemeliharaan Jalan Tol Dan Jalan Penghubung (PTP)" di bawah Peraturan Menteri Pekerjaan Umum, Nomor 02/PRT/M /2007.

Perlu dicatat bahwa pekerjaan konstruksi akan berlangsung di salah satu koridor lalulintas tersibuk di Indonesia dan Kontraktor harus benar-benar memperkenalkan dirinya dengan kondisi lalulintas yang ada dan memahami pentingnya menjaga keselamatan lalulintas dan menghindari keterlambatan lalulintas yang berlebihan.

Kontraktor wajib bekerja sama dengan instansi terkait mengenai pengendalian lalulintas dan semua rincian akan tunduk pada persetujuan dari Konsultan Pengawas.

Pengaturan lalulintas sementara seperti Pengawas Keselamatan Lalulintas, Tenaga Kerja dan Flagman, Rambu Lalulintas seperti yang dijelaskan dalam Gambar dan/atau Spesifikasi Khusus

Kontraktor harus memperkirakan kuantitas yang dibutuhkan setiap jenis keperluan berdasarkan Metoda Kerja dan persyaratan dari Dokumen Kontrak. Kuantitas pada Daftar Kuantitas dan Harga adalah kebutuhan minimal yang harus disiapkan oleh Kontraktor.

Jenis keperluan yang belum ada pada daftar tersebut tidak membebaskan Kontraktor untuk melengkapi bila diperlukan.

(27)

SU1 - 25 S1.16 (3) Jarak Bebas Vertikal

Secara umum setiap pekerjaan sementara ditempatkan di atas jalan atau pengalihan yang digunakan oleh lalulintas umum harus menjaga jarak bebas vertikal minimal 5,1 meter. Jika diperlukan oleh Konsultan Pengawas, Kontraktor harus membangun dan menjaga gerbang Periksa yang telah disetujui, dilengkapi dengan rambu-rambu peringatan yang menunjukkan jarak bebas vertikal. Jarak bebas diatas rel kereta api harus seperti yang disyaratkan oleh otoritas kereta api

S1.16 (4) Bahan

Bahan untuk perangkat pengendali lalulintas harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan dibawah ini dan/atau sebagaimana ditentukan dalam kontrak. Rincian yang tidak tercakup oleh rencana dan spesifikasi harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku dari PTP.

(a) Bahan Retro-reflective

Kecuali jika ditentukan dalam kontrak, panel rambu, barikade, kerucut, panel vertikal, dan tongkat flagman harus memiliki pertemuan pelapis retro-reflektif sesuai persyaratan minimum untuk bahan retro-reflektif sesuai dengan Pasal S12.07 dan S12.08 dari Spesifikasi Umum.

(b) Sign Panels (Panel Rambu)

Panel rambu harus sesuai dengan pasal S12.07 dan S12.08 dari Spesifikasi Umum dan harus oranye dengan tanda hitam kecuali yang ditentukan dalam kontrak atau diperlukan dalam PTP.

(c) Sign Posts (patok pengarah)

Patok pengarah akan dibuat dari kayu lembut, logam, atau bahan lain yang dapat diterima Konsultan Pengawas. Pengarah harus mampu tetap dalam posisi selama kondisi arus lalulintas dan angin normal.

(d) Barricades

Barikade harus dibuat dari kayu, logam, plastic atau beton, misalnya Jenis New Jersey.

(e) Cones (Kerucut)

Kerucut harus minimal 75cm dengan dasar diperluas dan harus mampu menahan dampak tanpa merusak kerucut atau kendaraan. Semua kerucut harus oranye/ putih berwarna dan sangat terlihat baik pada siang hari dan kondisi gelap. Kerucut harus mampu tetap cerah dan dalam posisi selama arus lalulintas dan angin kondisi normal didaerah dimana mereka digunakan. Lampu untuk kerucut harus sesuai dengan PTP.

(28)

SU1 - 26 (f) Temporary Fence (Pagar Sementara)

Pagar sementara harus dibuat dalam panel dengan kerangka baja dicat, panel logam galvanis dan penutup dengan spanduk yang menunjukkan perspektif proyek dan tanaman hijau yang disetujui oleh Konsultan Pengawas. Bagian depan panel ke arah lalulintas harus dicat.

(g) Panel Vertikal

Panel vertical selain untuk pagar sementara harus dibuat dari kayu, logam atau plastik.

(h) Warning Lights (flashing or steady)/Lampu Peringatan

Lampu peringatan harus dipasang sesuai dengan persyaratan minimum dari PTP.

(i) Flagmen dan PilotCar Operators

Flagmen (Petugas Pembawa Bendera) dan operator pengatur mobil harus secara fisik dan mental berkualitas, terlatih dalam tugasnya, efisien, dan sopan. Setiap flagmen bertugas harus diidentifikasi dengan tepat dan khas pakaian, termasuk rompi retro-reflektif warna oranye dan topi, dan harus dilengkapi dengan, retro-reflektif tanda "Stop/Lambat" yang mudah terlihat. Bendera tidak akan diijinkan kecuali disetujui oleh Konsultan Pengawas.

Pengatur mobil harus diidentifikasi dengan tanda informatif yang sesuai dipasang di bagian belakang dari padanya dan dengan rambu kuning berputar, dan akan dioperasikan pada kecepatan yang tepat. Rambu lampu sorot tidak akan diijinkan.

S1.16 (5) Persyaratan Konstruksi

a) Umum

Kontraktor wajib menjaga seluruh panjang proyek dalam kondisi sedemikian rupa sehingga lalulintas akan ditampung dengan aman. Perangkat dan layanan pengendalian lalulintas harus disediakan dan dipelihara baik di dalam dan di luar batas proyek yang diperlukan untuk memfasilitasi pengaturan lalulintas.

Kontraktor harus menyiapkan dan menyerahkan untuk disetujui oleh Konsultan Pengawas, rencana pengendalian lalulintas untuk menangani lalulintas. Rencana tersebut harus berdasarkan Metode Laporan Kontraktor Manajemen Lalulintas seperti yang dipersyaratkan dalam Instruksi Kepada Peserta Lelang, diubah atau direvisi seperti yang dipersyaratkan oleh Konsultan Pengawas, dan harus memenuhi persyaratan spesifikasi ini.

(29)

SU1 - 27 Sebelum memulai pelaksanaan konstruksi, Kontraktor harus membuat tanda-tanda seperti itu, barikade dan perangkat kontrol lalulintas lainnya yang mungkin diperlukan oleh rencana dan spesifikasi atau diperintahkan oleh Konsultan Pengawas. Perangkat Pengendalian Lalulintas harus dioperasikan hanya ketika mereka dibutuhkan dan hanya mereka perangkat yang berlaku untuk kondisi sebenarnya yang ada akan dioperasikan.

Pagar sementara ditempatkan untuk memberikan penghalang visual antara area kerja dan lalulintas yang berdekatan atau bangunan dan dilokasi yang diperintahkan oleh Konsultan Pengawas.

Setiap perangkat yang disediakan dibawah Pasal ini yang hilang, dicuri, hancur, atau dianggap tidak dapat diterima sementara penggunaannya diperlukan pada proyek harus diganti oleh Kontraktor tanpa kompensasi tambahan.

Selama waktu tidak bekerja dan setelah selesainya operasi konstruksi tertentu, semua tanda-tanda peringatan, kecuali yang diperlukan untuk keselamatan publik,harus dihapus atau seluruhnya ditutupi dengan baik logam atau terpal kayu lapis sehingga panel tanda tidak akan terlihat. Retro-reflektif pelapis pada rambu-rambu, barikade, dan perangkat lainnya harus tetap bersih. Peregangan, sobek, dan sobekan diterpal tersebut harus segera diperbaiki oleh Kontraktor. Terpal Retro-reflektif harus dipelihara dengan retro-refleksi.

Operasi waktu malam akan diterangi oleh sistem pencahayaan yang disetujui oleh Konsultan Pengawas. Sistem pencahayaan harus diposisikan dan dioperasikan agar tidak silau kepada masyarakat pengguna jalan. Lampu pijar tidak akan diijinkan

b) Removal of Existing Marking (Pemindahan tanda yang ada)

Semua striping konstruksi yang bertentangan dan marka perkerasan jalan lainnya harus dihilangkan semaksimal mungkin dengan sandblasting atau metode lain yang disetujui yang tidak rusak secara material permukaan atau tekstur trotoar. Pola penghapusan harus dalam bentuk yang tidak rata yang tidak mengabadikan garis besar tanda dihapus dengan menggunakan stroke diagonal dan termasuk beberapa luas permukaan sekitarnya.Kerusakan permukaan harus diperbaiki atas biaya Kontraktor dengan metode diterima Konsultan Pengawas. Akumulasi pasir atau bahan lain yang mungkin merupakan bahaya lalulintas harus dihilangkan.Setelah selesai, daerah sand blasted pada permukaan aspal harus segera dilapisi dengan emulsi tar batubara atau sejenis yang telah disetujui.

(30)

SU1 - 28 Kontraktor wajib memiliki Pengawas Keselamatan Lalulintas yang kompeten dan bertanggungjawab atas operasi pemeliharaan lalulintas Kontraktor. Pengawas Keselamatan Lalulintas harus memiliki pengalaman sebelumnya dalam mengawasi pemeliharaan dan perlindungan lalulintas melalui wilayah kerja pembangunan jalan raya. Tugas Pengawas Keselamatan Lalulintas harus meliputi:

i) Memahami persyaratan PTP saat ini, gambar-gambar kontrak dan spesifikasi dan rencana pengendalian lalulintas yang telah disetujui.

ii) Secara rutin memeriksa kondisi dan posisi perangkat pengedali lalulintas yang digunakan pada proyek dan memastikan bahwa mereka berada diurutan kerja yang tepat, bersih, terlihat, dan sesuai dengan rencana dan spesifikasi.

iii) Memahami dan mengantisipasi kebutuhan perangkat pengendali lalulintas yang tepat, menyarankan Konsultan Pengawas dari padanya, dan bertekad untuk menjaga perangkat, menempatkan pergerakan lalulintas yang aman dan efisien.

iv) Mengkoordinasikan pemeliharaan dan pengaturan lalulintas dengan Konsultan Pengawas.

v) Menjelaskan wilayah kerja, penyimpanan peralatan, penanganan dan penyimpanan bahan-bahan untuk keselamatan lalulintas. vi) Mengikuti pertemuan keselamatan lalulintas dengan Kontraktor

utama dan pengawas Subkontraktor dan mandor sebelum konstruksi dimulai, dan pertemuan berkala sesudahnya dianggap perlu atau diperintahkan oleh Konsultan Pengawas. Konsultan Pengawas harus memberikan kesempatan untuk menghadiri pertemuan tersebut.

d) Batas Pengoperasian

Pekerjaan Kontraktor harus dibatasi sebagai berikut pada pembukaan jalan raya untuk lalulintas umum:

i) Pekerjaan Konstruksi tidak akan dilakukan pada saat gelap kecuali diijinkan oleh Konsultan Pengawas.

ii) Peralatan Kontraktor harus di operasikan ke arah lalulintas, secara praktis.

iii) Kendaraan pribadi milik karyawan Kontraktor tidak akan diparkir disepanjang jalan, tetapi harus diparkir didaerah-daerah yang disetujui oleh Konsultan Pengawas atau diluar Ruang Milik Jalan.

(31)

SU1 - 29 iv) Kontraktor harus menyediakan peralatan yang disetujui untuk

komunikasi radio dua arah antara pemberi isyarat ketika mereka tidak terlihat jelas satu sama lain, dan akan membuat peralatan tersebut tersedia untuk Konsultan Pengawas untuk digunakan sebagai mungkin diperlukan.

v) Sebelum beralih lalulintas kejalur yang telah selesai, Kontraktor harus menggikuti aturan sebagai berikut ini:

* Personel yang memadai dan peralatan untuk menghapus dan mengatur semua perangkat kontrol lalulintas yang disetujui oleh Konsultan Pengawas.

* Radio dua arah jaringan komunikasi dapat diterima selain citizen band units.

* Bahan hamparan dan peralatan terkait dipindahkan dari jalur jalan.

(f) Kontraktor harus menjadwalkan operasi untuk meminimalkan potensi kemacetan lalulintas. Konsultan Pengawas dapat menangguhkan pelaksanaan pekerjaan tersebut, baik seluruhnya atau sebagian, harus penundaan lalulintas berlebihan terjadi selama operasi konstruksi.

(g) Kontraktor harus memperoleh semua ijin dan/atau persetujuan yang diperlukan untuk pengoperasi yang disebutkan diatas dari Kepolisian dan instansi terkait lainnya.

S1.16 (6) Pembayaran

Semua perangkat pengendalian lalulintas harus disiapkan oleh Kontraktor, akan tetap menjadi milik Kontraktor, dan harus dibersihkan dari lapangan setelah selesai kontrak.

Pengawas Keselamatan Lalulintas Kontraktor, radio komunikasi dua arah, dan sistem pencahayaan malam tidak akan diukur untuk pembayaran langsung, tetapi akan dianggap sebagai kewajiban Kontraktor.

Pembayaran untuk pekerjaan pengaturan lalulintas ditetapkan dalam Pasal S1.19 "Manajemen Keselamatan Lalulintas".

S1.17 JUMLAH LAJUR LALULINTAS UNTUK PENGATURAN

LALULINTAS

Jumlah lajurlalulintas pada jalan di lokasi proyek harus dijaga selama masa pelaksanaan pekerjaan, dan bila akan dialihkan maka jalurnya harus berkapasitas sama dengan jalan semula. Meskipun begitu, Konsultan Pengawas dapat menyetujui pengurangan kapasitas lalulintas, bila Kontraktor bisa menunjukan hal itu tidak akan menimbulkan kemacetan lalulintas. Bila disetujui maka

(32)

SU1 - 30 Konsultan Pengawas akan menentukan jam-jam tertentu dalam sehari penerapan pengurangan itu, dan jam-jam itu tidak mencakup puncak jam sibuk lalulintas. Kontraktor harus bekerjasama dengan petugas atau instansi terkait dalam hal pengaturan lalulintas dan semua detail harus disetujui terlebih dahulu oleh Konsultan Pengawas.

Biaya atas upaya untuk memenuhi ketentuan Pasal ini dianggap sudah termasuk ke dalam mata pembayaran 1.19 ”Manajemen dan Keselamatan Lalulintas”.

S1.18 KHUSUS/LUAR BIASA

Kontraktor harus mematuhi ketentuan-ketentuan dalam Syarat-syarat Umum Kontrak, dan bertanggungawab untuk mengadakan penelitian-penelitian seperlunya dan meminta persetujuan, ijin, pengawalan dan fasilitas lainnya yang dibutuhkan untuk kepentingan lalulintas khusus di atas jalan dalam daerah proyek.

Setiap pembiayaan karena ketentuan ini dianggap sudah termasuk ke dalam pembayaran lump sum untuk "Manajemen dan Keselamatan Lalulintas" sebagaimana dijelaskan pada Pasal S1.19.

S1.19 MANAJEMEN DAN KESELAMATAN LALULINTAS

Kontraktor harus selalu membuka jalan yang telah ada untuk arus lalulintas selama pelaksanaan kerja, namun bila disetujui oleh Konsultan Pengawas, Kontraktor dapat membuat jalur by pass melalui jalan simpang sementara. Kontraktor harus selalu menjaga jalan dan jalur pejalan kaki, yang terkena oleh pekerjaannya, agar selalu bebas/bersih dari tanah dan tumpahan material. Kontraktor harus selalu berhati-hati selama pelaksanaan pekerjaan, untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan penghuni di sepanjang dan sekitar jalan, dan jalan raya atau fasilitas terminal umum yang terkena akibat pekerjaan ini. Lampu-lampu di jalan harus dipasang kembali sebagaimana mestinya untuk menjaga standar penerangan yang sama selama pelaksanaan pekerjaan sampai fasilitas penerangan yang baru dioperasikan.

Untuk melindungi pekerjaan, menjamin keamanan umum dan memudahkan arus lalulintas ke dan di sekitar tempat kerja, Kontraktor harus memasang dan memelihara rambu-rambu lalulintas, penghalang dan fasilitas lainnya pada tiap tempat, dimana pelaksanaan pekerjaan mempengaruhi pengguna jalan/lalulintas. Semua rambu-rambu rintangan termasuk garis-garis reflektif atau alat lain harus dapat dilihat dalam keadaan gelap. Kontraktor juga harus menyediakan dan menempatkan petugas isyarat yang bertugas mengarahkan dan mengontrol arus lalulintas ke dan di sekitar pekerjaan pada tempat-tempat dimana pelaksanaan pekerjaan mempengaruhi arus lalulintas.

(33)

SU1 - 31 Kontraktor harus mencegah kemacetan dan kecelakaan selama pengangkutan material dengan mengatur kecepatan dan melaksanakan jadwal operasi yang telah disetujui.

Kegagalan Kontraktor untuk memenuhi ketentuan-ketentuan itu akan memberi wewenang kepada Pemimpin Proyekuntuk menyelesaikan pekerjaan sebagaimana dianggapnya perlu, dan membebani Kontraktor seluruh biaya tersebut ditambah sepuluh persen dari biaya tersebut, yang mana jumlah uang ini akan dikurangkan dari uang yang merupakan hak Kontraktor berdasarkan Kontrak ini dan Pemimpin Proyek mengurangi pembayaran semua mata pembayaran sebesar 1% (satu persen) dari tagihan bulanan (Monthly Certificate of Payment) Kontraktor hingga Manajemen Keselamatan Lalulintas dipenuhi.

Pembayaran kepada Kontraktor berdasarkan mata pembayaran S1.19 harus dianggap sudah mencakup biaya Kontraktor untuk upaya memenuhi kewajibannya dalam Pasal ini beserta butir-butir pembayaran lain yang diuraikan dalam Spesifikasi Umum atau Spesifikasi Khusus yang dinyatakan tercakup dalam pembayaran berdasarkan Pasal ini.

Bilamana tidak disebutkan dalam Gambar maka Manajemen Keselamatan Lalulintas harus sesuai dengan yang diuraikan dalam Lampiran 1.19

Nomor dan Nama Mata Pembayaran Satuan Pengukuran

1.19 Manajemen dan KeselamatanLalulintas lump sum

Pembayaran akan dilakukan dalam 3 (tiga) kali angsuran, sebagai berikut :

 25 % (dua puluh lima persen) pada Sertifikat Bulanan yang pertama setelah peralatan utama untuk pemeliharaan dan perlindungan lalulintas berada dilapangan diterima dan disetujui oleh Konsultan Pengawas;

 50 % (lima puluh persen) pada Sertifikat Bulanan dengan angsuran yang sesuai dengan kemajuanpekerjaan yang telah dikerjakan; dan

 25 % (dua puluh lima persen) pada Sertifikat Akhir Akhir setelah pembersihan dan pemulihan tempat kerja selesai.

S1.20 MOBILISASI DAN PEKERJAAN PERSIAPAN

S1.20 (1) Bila di dalam Daftar Kuantitas dan Harga (Bill of Quantity) tercantum mata pembayaran untuk “Mobilisasi” maka pembayaran yang dimaksud adalah mencakup hal-hal sebagai berikut :

(a) Pengangkutan peralatan konstruksi (Constructional Plant) berdasarkan daftar alat-alat konstruksi yang diajukan bersama Penawaran, dari tempat pembongkarannya di Indonesia ke lokasi di mana alat itu akan digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan Kontrak ini, dan instalasi dari alat-alat itu.

Gambar

Tabel 1.39.(3) Baku Mutu Kebisingan
Tabel 1.39.(5) Baku Tingkat Getaran Mekanik Berdasarkan Dampak Kerusakan
Tabel 4.12.(2). Persyaratan Geotekstil untuk Drainase Bawah Permukaan
Tabel 4.13.2 Persyaratan PVD
+2

Referensi

Dokumen terkait