• Tidak ada hasil yang ditemukan

URUGAN S4.06 (1) Uraian

PEKERJAAN TANAH

URUGAN S4.06 (1) Uraian

Pekerjaan ini meliputi timbunan badan jalan dan pengurugan kembali yang tidak diatur dengan ketentuan lain, dengan penyediaan, penempatan, pemadatan dan pengolahan material dengan mutu yang dapat diterima, yang diperoleh dari sumber yang disetujui sesuai dengan Spesifikasi dan sesuai dengan garis, ketinggian, kelandaian, ukuran dan penampang melintang seperti tampak dalam Gambar dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas.

S4.06 (2) Sumber dan Penggunaan Material

Material untuk timbunan badan jalan harus material yang memenuhi syaratdan disetujui Konsultan Pengawas, digali menurut ketentuan Pasal-pasal lain dalam Spesifikasi ini. Borrow material hanya digunakan menurut ketentuan Pasal S4.05(5). Material yang berlebih harus diperlakukan sesuai dengan ketentuan Pasal S4.02 (8) dan Pasal S4.07.

SU4 - 15 S4.06 (3) Pelaksanaan Pekerjaan

(a) Pemadatan Fondasi Badan Jalan

Kontraktor harus menggali tanah berumput, sampah, atau bahan tak terpakai lainnya sampai kedalaman yang diminta oleh Konsultan Pengawas. Pekerjaan ini harus dianggap termasuk dalam pekerjaan Pembersihan Tempat Kerja atau Galian Biasa dan harus dibayar menurut Pasal S2.01 dan S4.03.

Sebelum memulai pekerjaan timbunan badan jalan, Kontraktor harus terlebih dulu mengurug kembali segala lubang di seluruh daerah yang sudah dibersihkan dan dikupas, dan daerah itu harus diratakan secara horisontal setelah pengupasan lapisan humus. Material urugan harus disetujui dulu oleh Konsultan Pengawas. Pekerjaan ini tidak dibayar langsung, melainkan merupakan kewajiban tambahan Kontraktor dan tercakup dalam ketentuan Pasal S2.01.

Sebelum pelaksanaan timbunan dimulai,Konsultan Pengawas dapat memerintahkan pemadatan permukaan yang telah dibersihkan atau setelah pengupasan lapisan humus, dengan kepadatan setelah pemadatan harus memenuhi ketentuan Pasal S4.06(3)(d).

(b) Penghamparan dan pemadatan

(i) Material untuk timbunan badan jalan sebagaimana diatur di atas, harus dihampar selapis demi selapis horisontal dengan tebal yang sama dan dengan lebar sesuai ketentuan dari Konsultan Pengawas dan sesuai dengan garis, kelandaian, penampang melintang dan ukuran yang tercantum pada Gambar. Lapisan material gembur (sebelum dipadatkan) selain timbunan batuan, tidak boleh lebih dari 20 cm, kecuali bila alat pemadatnya mampu melakukan pemadatan sampai kedalaman lebih dari 20 cm dengan kepadatan yang seragam dan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas. Setelah kadar airnya disesuaikan untuk tercapainya kepadatan maksimum, materialitu harus dipadatkan sampai tingkat kepadatan yang telah ditentukan. (ii) Bila tumpukan material untuk timbunan dalam keadaan sedemikian

rupa sehingga tidak bisa dipadatkan menurut ketentuan dari Kontrak, maka Kontraktor dengan biaya sendiri harus bertanggungjawab untuk :

1) memperbaiki dengan memindahkan material tersebut untuk diproses sampai berada dalam kondisi bisa digunakan, dan atau menggantinya dengan material lain yang sesuai; atau

2) memperbaiki kondisi material secara mekanis atau pun kimiawi; atau

3) menangguhkan pekerjaan sampai material tersebut kondisinya dapat dipadatkan sesuai ketentuan Kontrak.

SU4 - 16 (iii) Bila badan jalan terletak pada lereng bukit, atau timbunan baru harus dihampar dan dipadatkan pada badan jalan lama, atau timbunan harus dilakukan setengah lebar badan jalan, maka lereng bukit atau badan jalan lama atau timbunan setengah lebar yang pertama itu harus dipotong sedemikian rupa sehingga memudahkan penggunaan peralatan pemadatan pada waktu urugan timbunan baru diletakkan berupa lapisan horisontal, dan material hasil pemotongan tersebut tidak dapat dicampurkan dan dipadatkan dengan urugan baru.

Dalam pengukuran pekerjaan ini, tidak ada pembayaran untuk volume material pemotongan dari lereng bukit atau dari badan jalan lamaatau dari timbunan setengah lebar yag pertama untuk mengakomodasi peralatan pemadat,tetapi akan dihitung volume nettogalian pada lereng bukit, badan jalan lama atau timbunan setengah lebar pertama.

(iv) Untuk mencegah terganggunya pelaksanaan konstruksi badan jembatan (abutment), dinding samping (wing walls) dan gorong-gorong, Kontraktor harus menghentikan pembuatan badan jalan di muka struktur-struktur tersebut, sampai pekerjaan-pekerjaan struktur itu mendekati penyelesaian sehingga daerah-daerah di dekatnya bisa dikerjakan tanpa mengganggu pekerjaan jembatan. Biaya penangguhan pekerjaan ini sudah harus termasuk ke dalam Harga Satuan untuk "Galian Biasa" dan "Borrow Material".

(v) Material untuk badan jalan pada keadaan yang tidak memungkinkan pemadatan dilakukan secara normal harus dihamparkan secara horisontal dengan ketebalan gembur lapisan tidak melebihi 10 cm dan dipadatkan dengan "mechanical hammers".

(vi) Dalam melaksanakan pekerjaan timbunan di sekitar gorong-gorong atau abutmentjembatan, Kontraktor harus mengerjakan timbunan sama tingginya pada kedua sisi. Bila diperlukan pengurugan atau penimbunan dengan sisi yang satu lebih tinggi dari pada sisi yang lain, maka penimbunan pada sisi yang lebih tinggi tidak boleh dilakukan sebelum ada ijin dari Konsultan Pengawas, dan sebelum struktur berusia 14 hari; dan hasil test laboratorium yang diawasi Konsultan Pengawas menunjukkan bahwa struktur sudah cukup kuat menahan tekanan yang diakibatkan tanpa mengalami kerusakan atau tegangan di atas faktor aman.

Pengurugan tidak harus dilakukan selebar total timbunan badan jalan itu tetapi dapat dilakukan secara bertahap, sehingga perbedaan tinggi areal yang berbatasan tidak lebih dari satu lapisan.

Pada timbunan batu, material harus ditempatkan secara hati-hati pada jarak tertentu dari struktur sesuai dengan ketentuan dalam Spesifikasi ini.

SU4 - 17 Pekerjaan harus dilakukan secara hati-hati sehingga tidak terjadi desakan terhadap struktur, dan di semua lereng didaerah urugan harus dibentuk bench atau sengkedan untuk mencegah timbulnya desakan. Penimbunan dan pembentukan bench pada lereng harus bertahap lapis demi lapismembentuk lapisan horisontal dari material padat sehingga mencapai tinggi penopang (abutment) atau dinding yang diurugi, kecuali bila ada material yang dapat merusak daerah struktur itu. (vii) Pada panjang timbunan tertentu bahan-bahan tambahan akan

diperlukan untuk menginduksi penurunan/pemampatan permukaan tanah asli yang ditimpa dengan timbunan. Timbunan ini dapat berupa timbunan biasa/atau blok beton dan/atau setiap usulan alternatif yang dapat diterima yang dibuat oleh Kontraktor dan akan tergantung pada kondisi lapangan pada saat pelaksanaan penimbunan dan sebagaimana disetujui dan/atau diperintahkan Konsultan Pengawas.

(c) Percobaan Pemadatan

Sebelum memulai pekerjaan timbunan, Kontraktor harus mengadakan percobaan pemadatan sesuai dengan perintah Konsultan Pengawas. Percobaan dilakukan padaruang milik jalan, dengan alat pemadat yang harus sama dengan yang akan dipakai dalam pekerjaan utama dan telah disetujui Konsultan Pengawas.

Tujuan percobaan adalah untuk memastikan besarnya kadar air optimum dan mengetahui hubungan antara jumlah lintasan alat pemadatan dan kepadatan yang diperoleh dengan tanah sejenis itu. Untuk pekerjaan ini, tak ada pembayaran khusus, dan dianggap sebagai kewajiban tambahan Kontraktor sesuai dengan ketentuan Pasal lain dalam Spesifikasi ini. (d) Kepadatan yang disyaratkan

Kepadatan yang disyaratkan untuk setiap lapisan timbunan adalah sebagai berikut :

(i) Lapisan yang berada lebih dari 30 cm di bawah subgrade harus dipadatkan hingga mencapai 95% dari kepadatan kering maksimum sesuai ketentuan SNI 1742 : 2008 (AASHTO T99-15 (2015)). Untuk semua jenis tanah, kecuali material urugan batu, yang mengandung lebih dari 10% material oversize yang tertahan pada ayakan 19,0 mm (3/4 inci), kepadatan kering maksimum yang diperoleh harus dikoreksi sesuai jumlah kandungan material oversize tersebut sebagaimana petunjuk Konsultan Pengawas. Penghamparan dan pemadatan lapisan berikutnya tidak boleh dilakukan sebelum lapisan sebelumnya selesai dipadatkan secara sempurna dan disetujui oleh Konsultan Pengawas.

SU4 - 18 (ii) Lapisan 30 cm atau kurang di bawah elevasi subgrade harus dipadatkan hingga mencapai 100% kepadatan kering maksimum yang ditentukan dengan SNI 1742 : 2008 (AASHTO T99-15 (2015)). (e) Kadar Air

Pemadatan timbunan tanah harus dilaksanakan hanya bilamana kadar air bahan berada dalam rentang 3 % di bawah kadar air optimum sampai 1% di atas kadar air optimum. Kadar air optimum harus didefinisikan sebagai kadar air pada kepadatan kering maksimum yang diperoleh bilamana tanah dipadatkan sesuai dengan SNI 1742 : 2008 (AASHTO T99-15 (2015)). Material timbunan yang tidak mengandung kadar air yang memadai harus ditambah kadar airnya dengan cara disiram atau diaduk hingga merata dan mendekati kadar air pemadatan.Material yang mengandung kadar air lebih besar dari yang diperlukan untuk pemadatan, tidak boleh disertakan untuk timbunan sampai material tersebut telah secukupnya dikeringkan. Pengeringan material yang basah dapat dilaksanakan hanya jika metodanya disetujui oleh Konsultan Pengawas

Pemadatan timbunan harus dikerjakan pada kadar air optimum pemadatan. Dalam membentuk timbunan itu, Kontraktor harus menjamin air hujan dapat dikeluarkan, dan Kontraktor harus memberi kelonggaran tinggi dan lebar terhadap kembang susutnya pekerjaan..

(f) Timbunan dengan Batu

Timbunan dengan batu tidak dapat dilaksanakan sebelum permintaan penggalian dan penimbunan telah disetujui Konsultan Pengawas. Untuk memperoleh permukaan ketinggian yang seragam, harus dgunakan material batuan penutup dari hasil penggalian setempat.

Bila material tersebut tidak dapat disediakan, sehingga diperlukan pemakaian borrow material, maka borrow material itu harus disediakan dan dihamparkan oleh Kontraktor tanpa tambahan pembayaran.

Timbunan batu dapat dihamparkan dengan tebal lapisan dalam keadaan tidak padat tidak lebih dari 60 cm dan dipadatkan sesuai dengan ketentuan. Bagian teratas timbunan ini tidak boleh kurang dari 20cm di bawah subgrade, dan celah-celah harus diisi dengan kerikil, butiran, atau material sejenis yang telah disetujui, dan dipadatkan secara merata sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas.

Suatu timbunanharus dianggap sebagai timbunan batuan bila butir material bersentuhan satu sama lain dan tidak dipisahkan oleh tanah atau material sejenis lainnya. Selain dari pada hal tersebut diatas, material urugan akan diperlakukan dan dianggap sebagai Material Galian yang dihamparkan dan dipadatkan sesuai ketentuan Pasal S4.06.

SU4 - 19 Bila batuan akan dicampurkan pada timbunan atau menjadi bagian dari timbunan yang sebagian besar terdiri dari material tanah yang mudah remuk, maka batu-batu itu harus dibatasi sampai ukuran maksimum tidak lebih dari 75% ketebalan lapisan. Agar permukaan urugan seragam dan rata, timbunan batu harus ditutup dengan tanah secukupnya.

(g) Timbunan Berlapis (Mixed Material in Fill)

Bila timbunan akan terdiri dari lapis-lapis dari bermacam-macam jenis batuan seperti pasir, kapur atau lempung atau material lain yang berlainan sifat, maka material tersebut harus diletakkan pada lapisan berselang-seling secara vertikal pada seluruh lebar timbunan dengan ketebalan yang ditentukan Konsultan Pengawas.

Bila kualitas material urugan bermacam-macam, Kontraktor harus meletakkan sedemikian rupa sehingga material yang menurut Konsultan Pengawas lebih baik harus diletakkan pada lapisan yang lebih atas. Batu cadas atau batu lempung dan batuan lunak lainnya harus dihancurkan dan gumpalan atau bongkahan-bongkahan tidak boleh terkumpul pada kaki timbunan.

(h) Perataan timbunan yang sudah ada.

Sebelum urugan ditempatkan dan diletakkan pada badan jalan, timbunan badan jalan lama harus diratakan dengan digali, digaruk atau cara mekanis lainnya yang disetujui sampai kedalaman yang ditentukan Konsultan Pengawas. Kelayakan kualitas tanah, aspal lama atau material lainnya hasil dari pekerjaan ini untuk digunakan sebagai bahan timbunan akan ditentukan oleh Konsultan Pengawas.Material yang dapat dipakai diratakan dan dipadatkan kembali sesuai petunjuk Konsultan Pengawas, dan dibayar dengan "Galian Biasa". Bila tidak bisa, material itu harus dibuang sesuai ketentuan Pasal S4.07 "Material Buangan (Waste)".

(i) Penyelesaian permukaan badan jalan.

i) Permukaan Akhir (final grade level). Bila timbunan memerlukan tambahan material sampai kedalaman tidak lebih dari 30 cm agar sesuai dengan ketinggian permukaan yang ditentukan, maka bagian teratas timbunan harus digali atau dipotong dan dibuang, dipadatkan lagi sebelum material tambahan diletakkan. Permukaan final, dengan penampang yang disesuaikan untuk superelevasi bila diperlukan, harus sesuai dengan ketentuan Pasal S4.02 (3) Spesifikasi ini, dan dengan toleransi menurut Spesifikasi Khusus.

ii) Talud Samping (Side Slopes)

Talud samping (slide slopes) harus dipotong rapih sesuai dengan garis dan kemiringan dalam Gambar dan petunjuk Konsultan

SU4 - 20 Pengawas.Untuk tercapainya kepadatan talud yang seragam dengan keseluruhan timbunan, saat melakukan pemadatan lapis-perlapis Kontraktor melebihkan lebar timbunannya yang pada akhir pemadatan bagian tepi luarnya dipotong rapih sesuai garis kemiringan yang diminta Gambar. Ketebalan dan kekurangan kemiringan talud tidak dibenarkan dihasilkan dari penambalan talud. iii) Stabilitas

Kontraktor bertanggungjawab atas stabilitas seluruh timbunan, dan harus mengganti bagian yang rusak atau longsor, atau erosi, yang menurut pendapat Konsultan Pengawas akibat kecerobohan Kontraktor, atau akibat alamiah seperti banjir. Kontraktor tidak bertanggungjawab atas kerusakan akibat yang tidak dapat dihindarkan dari gerakan tanah asli dimana timbunan tersebut dibuat, yang tidak atas kesalahan Kontraktor.

Selama pelaksanaan, badan jalan harus selalu terhindar dari genangan air. Bila Kontraktor menggunakan material yang tidak memadai pada timbunan, maka Kontraktor harus menggantinya dengan material semestinya, tanpa pembayaran tambahan.

S4.06 (4) Metoda Pengukuran

Pelaksanaan pekerjaan tersebut di atas sudah tercakup dalam Harga Kontrak untuk mata pembayaran yang sesuai darimana material urugan tersebut diperoleh. Pekerjaan di bawah Pasal S4.06 ini tidak akan diukur untuk pembayaran langsung. S4.06 (5) Dasar Pembayaran

Pekerjaan ini tidak dibayar langsung, melainkan merupakan kewajiban Kontraktor yang tercakup dalam Harga Kontrak untuk pelaksanaan pekerjaan yang tercakup dalam Pasal S4.03, "Galian Biasa", Pasal S4.05, "Borrow Material", dan Divisi 5 dan Divisi 6 dariSpesifikasi ini.

S4.07 MATERIAL BUANGAN (WASTE)

S4.07 (1) Uraian

Pekerjaan ini mencakup penggalian, pembongkaran, pemuatan, pengangkutan dan penghamparan tanah yang ditentukan sebagai material buangan di tempat pembuangannya.

S4.07 (2) Material Buangan (waste)

SU4 - 21 (a) Material hasil galian dari pelaksanaan jalan yang dinyatakan secara tertulis oleh Konsultan Pengawas, tidak memenuhi syarat digunakan sebagai timbunan atau pekerjaan lainnya.

Umumnya, lempung dan lanau dengan organik berkadar tinggi, gambut, tanah yang banayk mengandung akar, rumput dan bahan tumbuan lainnya, limbah rumah tangga atau industri, adalah tidak sesuai. Bahan yang lunak atau tidak sesuai karena terlalu basah atau kering tidak harus diklasifikasikan sebagai bahan yang tidak sesuai kecuali diperintahkan lain oleh Konsultan Pengawas.

(b) Material hasil galian dalam ruang milik jalan yang berlebih setelah dipakai untuk timbunan, tetapi kelebihan material ini bukan diakibatkan karena penggunaan material dari borrow pit yang dibuat oleh Kontraktor untuk kemudahannya, sesuai dengan ketentuan Pasal S4.04 Spesifikasi ini. Material yang tergolong material buangan ini tidak boleh dibuang sebelum ada persetujuan atau perintah tertulis dari Konsultan Pengawas setelah memperoleh petunjuk dari Pengguna Jasa. Apabila tidak untuk dibuang, maka Pengguna Jasa harus menyediakan lokasi penyimpanan.

S4.07 (3) Syarat Pelaksanaan.

Material yang tidak memenuhi syarat (unsuitable), harus digali sampai kedalaman di bawah lapisan subgrade pada daerah galian dan di bawah dasar timbunan sampai kedalaman yang ditunjukkan pada Gambar atau menurut petunjuk Konsultan Pengawas. Bila material itu digali di bawah subgrade atau di bawah dasar timbunan atau untuk benching pada timbunan, penggalian harus ditimbun lagi dengan material yang memenuhi syarat dan cara menurut Pasal S4.06.

Material buangan (waste) harus dibuang ke daerah pembuangan yang disediakan oleh Kontraktor sedemikian rupa sehingga tampak rapi dan tidak mengganggu drainase yang ada, dipadatkan secukupnya agar tidak longsor maupun erosi, dan tidak akan menimbulkan kerusakan pada jalan. Bila Kontraktor merasa perlu memindahkan tempat pembuangan, sebelumnya harus ada persetujuan dari Konsultan Pengawas.

Daerah pembuangan harus selalu rapi, dan dalam keadaannya memungkinkan berfungsinya drainase, sesuai petunjuk Konsultan Pengawas. Material buangan (waste) harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak membahayakan atau merusak harta milik sekitarnya.

Lereng penimbunan material buangan (waste) tidak melebihi kemiringan H 2 : V 1, kecuali bila ada ketentuan lain dari Konsultan Pengawas.

Pelaksanaan pekerjaan ini tidak akan dibayar, melainkan merupakan kewajiban dari Kontraktor yang tercakup dalam Harga Satuan dari mata pembayaran untuk Galian.

SU4 - 22

S4.08 DAERAH URUGAN KHUSUS

S4.08 (1) Uraian

Pekerjaan ini meliputi penyediaan dan penempatan "free-draining granular material" (material berbutir untuk penyalir bebas) di bawah air pada daerah rawa, atau pada daerah bertanah lunak yang cukup dalam, dimana penggantian seluruh tebal tanah yang lunak tidak memungkinkan.

Urugan Khusus ini diletakan sebagai dasar untuk timbunan yang melintasi tanah dasar yang rendah dan lunak yang secara musiman atau selamanya berada dalam genangan air, sehingga sehingga menurut pendapat Konsultan Pengawas, berdasarkan topografi daerah itu, tidak dapat dikeringkan dengan metoda menurut Spesifikasi ini.

S4.08 (2) Ketentuan lain yang mengikat

Ketentuan yang sesuai dari Pasal S4.02 dan S4.06 merupakan bagian dari Pasal ini.

S4.08 (3) Pelaksanaan

Sebelum melaksanakan pekerjaan sebagaimana ketentuan Pasal ini, seluruh pekerjaan dalam Pasal S2.01 (2) (b), S4.02 (12) dan S4.03 (4) harus sudah selesai sesuai dengan perintah Konsultan Pengawas.

Pengurugan harus sampai ketinggian tidak kurang dari 50 cm di atas muka tanah asli atau tidak kurang dari 50 cm di atas muka air pada waktu itu, dengan menggunakan material dari galian biasa, borrow material atau free-drainingmaterial sebagaimana yang ditentukan di bawah ini.

Free-draining granular material :

Material penyalir bebas di atas tanah rawa dan untuk keadaan di mana penghamparan dalam kondisi jenuh atau banjir tidak dapat dihindarkan haruslah batu, pasir atau kerikil atau bahan berbutir bersih lainnya dengan Index Plastisitas maksimum 6 % (enam persen).

Material yang akan digunakan harus sudah disetujui oleh Konsultan Pengawas. Material pilihan harus ditempatkan sesuai dengan elevasi dan penampang melintang pada Gambar atau sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas, sedemikian rupa sehingga :

(i) setelah pemadatan dan proofrolling, permukaannya tidak kurang dari 50 cm di atas permukaan air pada waktu itu; dan/atau

SU4 - 23 (ii) tingkat daya dukung telah tercapai untuk keperluan pelaksanaan timbunan

sampai elevasi Subgrade, sesuai dengan Pasal S4.06.

Untuk itu, material tersebut harus dihamparkan secara merata sesuai dengan profil (penampang memanjang) yang tercantum dalam Gambar atau sesuai petunjuk Konsultan Pengawas, dengan alat yang cocok dan merupakan lapisan dengan ketebalan tidak lebih besar dari yang diperlukan untuk mendukung alat angkut selama pelaksanaan lapisan berikutnya. Material yang dihamparkan di luar profil yang ditentukan tidak akan diukur untuk pembayaran.

Pemadatan harus dilaksanakan sesuai instruksi Konsultan Pengawas dan dilakukan dengan menggunakan alat yang sesuai/cocok. Penurunan elevasi akibat penurunan timbunan harus diperbaiki dengan menghamparkan material tambahan sampai elevasinya lebih tinggi dari elevasi yang ditentukan, atau dengan menambahkan material lain selama pemadatan berlangsung.

Pemadatan harus diteruskan sampai Konsultan Pengawas merasa pasti bahwa penurunan permukaan telah berhenti dan tidak ada deformasi pada lintasan alat pemadat (roller).

Bila pekerjaan telah selesai sesuai dengan ketentuan Pasal ini, pengurugan harus dikerjakan menurut ketentuan Pasal S4.06.

S4.08(4) Metode Pengukuran

Material yang dihampar dan dipadatkan dalam Pasal ini diukur dalam meter kubik di atas truk sebelum dibongkar. Untuk setiap truk yang memuat material ini, Kontraktor harus menyertakan keterangan untuk Konsultan Pengawas di tempat bongkar muatan, yaitu keterangan yang ditandatangani kedua pihak, termasuk kecocokan mengenai nomor STNK mobil dan volume material yang dimuatnya.

Detail keterangan per hari mengenai nomor mobil truk dan jumlah muatan harus dicatat/disimpan pada daftar khusus yang dipegang oleh Konsultan Pengawas. Material yang dipasok akan diukur di atas truk menurut bidang horisontal yang sejajar dengan tepi/muka karoseri bak truk itu. Tidak ada cara pengukuran lain yang diijinkan.

Penggunaan geotextile sesuai Divisi 4.12dengan tipe yang sudah disetujui Konsultan Pengawas diukur dalam meter persegi.

S4.08 (5) Dasar Pembayaran

Kuantitas pekerjaan di atas dibayar berdasarkan Harga Satuan Kontrak untuk mata pembayaran yang tertulis di bawah ini, kecuali untuk penggunaan geotextile dibayar menurut Divisi 4.12. Harga dan pembayaran ini merupakan kompensasi penuh untuk segala biaya penyediaan, pengangkutan, penempatan dan untuk segala material, tenaga kerja, peralatan, perlengkapan dan

kebutuhan-SU4 - 24 kebutuhan insidental yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan sesuai dengan ketentuan Pasal ini.

Nomor dan Nama Mata Pembayaran Satuan Pengukuran

4.08 Free-Draining Granular Material meter kubik

S4.09 URUGAN MATERIAL BERBUTIR (GRANULAR BACKFILL)

S4.09 (1) Uraian

Pekerjaan ini meliputi penyediaan, penempatan dan pemadatan urugan material berbutir di dekat struktur. Daerah tempat urugan adalah daerah pengaruh dari struktur sebagaimana tertera dalam Gambar.

S4.09 (2) Material

Material harus kerikil pecah, batu, timbunan batuatau pasir alam atau campuran yang baik dari kombinasi material-material ini. Gradasi atau bukan bergradasi menerus, Ketentuan gradasi dari material ini adalah sebagai berikut :

Ukuran maksimum 10 cm Lolos ayakan 4,75 mm 25% to 90% Lolos ayakan 0,075 mm 0% to 10% Indeks Plastisitas maks. 10. S4.09 (3) Pelaksanaan

Urugan material berbutir harus ditempatkan sebagai lapisan tidak lebih dari 15 cm, dan dipadatkan sampai kepadatan 95 % dari kepadatan kering maksimum menurut ketentuan SNI 1743 : 2008 (AASHTO T180-01 (2004)).

S4.09 (4) Metode Pengukuran

Kuantitas urugan material berbutir diukur dan dibayar berdasarkan jumlah meter kubik material yang disediakan dan dipadatkan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas, dan sesuai dengan ketentuan Spesifikasi ini. Material urugan harus ditempatkan dalam batas zona pengaruh, dan material yang ditempatkan di luar zona pengaruh tidak akan diukur untuk pembayaran.

Bila ada material dari zona pengaruh yang harus dipindahkan akibat dari metoda kerja Kontraktor, maka Kontraktor harus menggantinya dengan urugan material berbutir atas biaya sendiri. Bila ada Pasal dari Spesifikasi ini yang memerintahkan penggalian pada zona pengaruh, maka pengurugan galian harus dengan material berbutir, dan pekerjaan akan diukur untuk pembayaran berdasarkan ketentuan Pasal ini.

SU4 - 25 S4.09 (5) Dasar Pembayaran

Kuantitas urugan material berbutir yang diukur seperti di atas akan dibayar sesuai Harga Satuan Kontrak untuk mata pembayaran seperti di bawah ini. Harga