• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBANDINGAN PELUMAS SEMI SINTETIK TERHADAP TEKANAN KOMPRESI, TEMPERATUR MESIN DAN EMISI GAS BUANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERBANDINGAN PELUMAS SEMI SINTETIK TERHADAP TEKANAN KOMPRESI, TEMPERATUR MESIN DAN EMISI GAS BUANG"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PERBANDINGAN PELUMAS SEMI SINTETIK TERHADAP

TEKANAN KOMPRESI, TEMPERATUR MESIN

DAN EMISI GAS BUANG

Wahyudiansyah

(1)

, M. Arsad Al Banjari

(2)

Program Studi D3 Teknik Otomotif Politeknik Hasnur

(1,2)

Jl. Brigjen Hasan Basri, Barito Kuala 70582, Kalimantan Selatan-Indonesia

[email protected]

(1)

, [email protected]

(2)

Abstract

Lubricants are chemicals that are generally in the form of a liquid given between two moving objects to reduce friction. This study aims to compare 3 types of semi-synthetic oil with different additives in each oil. The results show that the Compression Pressure shows Oil Samples 3 greater compression pressure than Oil Sample 1 and Oil Samples 2. Engine Temperature shows at 1500 rpm engine speed. The best temperature for the engine is the Oli sample 3 at a temperature of 48.5 ° C. At 3500 rpm engine speed The lowest engine temperature is Oil sample 3 is at a temperature of 65.5 ° C and engine speed is 5500 rpm Temperature Engine Oil sample 1 is at a temperature of 83.7 ° C, Oil sample 2 is at a temperature of 81.7 ° C and Oil Sample 3 are at 80.9 ° C. Exhaust Gas Emission at 1500 rpm engine speed The least amount of Carbon Monoxide (CO) is Oli 3 by 0.003%. At engine speed 3500 levels of Carbon Monoxide (CO) are the fewest, namely Oil sample 3 of 0.53%. At engine speed 5500 levels of Carbon Monoxide (CO) with a little Oil Sample 1 of 1.26%. At 1500 engine rotation the level of Hydrocarbon (HC) Oil Sample 2 is 186 ppm. At engine speed 3500 levels of Hydrocarbon (HC) Oil Sample 3 amounted to 81.6 ppm. At engine speed 5500 levels of Hydrocarbon (HC) Oil Sample 2 amounted to 122.3 ppm. At engine speed 1500 levels of Carbon Dioxide (CO2) at least 3 Oil Samples of 0.41%. At engine speed 3500 levels of Carbon Dioxide (CO2) are a little Oil Sample 3 of 0.5%. At engine speed 5500 levels of carbon dioxide (CO2) in the 1 sample oil exhaust emission of 2.1%. Oxygen levels (O2) in Exhaust Gas Emissions from all Oil Samples and engine speed variations do not change. the figures obtained are 20.90%.

Keywords: Compression Pressure, Engine Temperature and Exhaust Emissions

Abstrak

Pelumas adalah zat kimia yang umumnya berbentuk cairan yang diberikan diantara dua benda bergerak untuk mengurangi gaya gesek. Pada Penelitian ini bertujuan untuk mengkomparasi 3 jenis oli semi sintetik dengan memiliki perbedaan zat additive pada setiap oli. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Tekanan Kompresi menunjukan Sampel Oli 3 lebih besar tekanan kompresinya dari pada Sampel Oli 1 dan Sampel Oli 2. Dari Temperatur Mesin menunjukan pada putaran mesin 1500 rpm. Temperatur Mesin yang paling baik pendinginanya yaitu Sampel Oli 3 berada pada suhu 48,5°C. Pada putaran mesin 3500 rpm Temperatur Mesin yang paling rendah yaitu Sampel Oli 3 berada pada suhu 65,5°C dan putaran mesin 5500 rpm Temperatur Mesin Sampel Oli 1 berada pada suhu 83,7°C, Sampel Oli 2 berada pada suhu 81,7°C dan Sampel Oli 3 berada pada suhu 80,9°C. Emisi Gas Buang pada putaran mesin 1500 rpm kadar Karbon Monoksida (CO) paling sedikit yaitu Oli 3 sebesar 0,003%. Pada putaran mesin 3500 kadar Karbon Monoksida (CO) yang paling sedikit yaitu Sampel Oli 3 sebesar 0,53%. Pada putaran mesin 5500 kadar Karbon Monoksida (CO) yang sedikit Sampel Oli 1 sebesar 1,26%. Pada putaran mesin 1500 kadar Hidrokarbon (HC) Sampel Oli 2 sebesar 186 ppm. Pada putaran mesin 3500 kadar Hidrokarbon (HC) Sampel Oli 3 sebesar 81,6 ppm. Pada putaran mesin 5500 kadar Hidrokarbon (HC) Sampel Oli 2 sebesar 122,3 ppm. Pada putaran mesin 1500 kadar Karbon Dioksida (CO2) yang paling sedikit Sampel Oli 3 sebesar 0,41%. Pada putaran mesin 3500 kadar Karbon Dioksida (CO2) yang sedikit Sampel Oli 3 sebesar 0,5%. Pada putaran mesin 5500 kadar Karbondioksida (CO2) didalam Emisi Gas Buang Sampel Oli 1 sebesar 2,1%. Kadar Oksigen (O2) didalam Emisi Gas Buang dari semua Sampel Oli dan variasi putaran mesin tidak terjadi perubahan. angka yang diperoleh yaitu sebesar 20,90%.

Kata Kunci : Tekanan Kompresi, Temperatur Mesin dan Emisi Gas Buang

Pendahuluan

Pada bidang permesinan tidak lepas adanya kontak mekanik antara elemen satu dengan elemen lainnya. Kontak mekanik tersebut mengakibatkan terjadinya keausan (wear), keausan ada yang memang diperlukan dan ada yang harus dihindari. Keausan yang memang diperlukan misalnya terjadi dalam proses grinding, cutting, pembubutan dan lain-lain.

Sedangkan keausan yang harus dihindari adalah kontak mekanik pada elemen mesin yang digunakan untuk mentransmisikan daya, misalnya motor bakar, mesin produksi, mesin konvensional dan lainnya. Penulis pada penelitian ini akan membahas mengenai pelumas yang digunakan pada mesin secara umum. Fungsi pelumas secara umum yaitu untuk mencegah atau mengurangi keausan (wear) antara dua elemen atau lebih

(2)

Page 6 didalam suatu mesin. Karena apabila keausan

tersebut dapat dikurangi maka akan menghasilkan kinerja mesin menjadi lebih efisien dan menghasilkan jangka waktu atau usia komponen-komponen didalam engine menjadi lebih panjang untuk dilakukannya perbaikan kompoen engine (overhaul). Pelumas dasar mesin saat ini telah di isi dengan berbagai merk yang menawarkan beragam kualitas dan harga.

Pada dasarnya pelumas dibagi menjadi tiga jenis yaitu Dino Oil (Mineral), Synthetyc Based Oil (Semi Sintetik), dan Full Synthetic Oil (Sintetik), semakin baik zat penyusun di dalam oli maka semakin baik juga viskositas atau kekentalan oli pada saat diaplikasikan sebagai media pelumasan di dalam mesin, dimana setiap jenis oli memiliki zat penyusun dan spesifikasi masing-masing yang telah ditentukan oleh pabrikan pelumas. Menurut zat penyusun yang terkandung di dalam pelumas Dino Oil (Oli Mineral) digunakan pada mesin yang memiliki sistem standar kerja harian dengan jarak pemakaian pelumas antara 2000 km s/d 3000 km dan Synthetyc Based Oil (Oli Semi Sintetik) digunakan pada perputaran mesin yang lebih berat dengan jarak pemakaian pelumas antara 3000 km s/d 5000 km, sedangkan Full Synthetyc Oli (Oli Sintetik) digunakan pada putaran mesin yang tinggi atau ekstrim contohnya motor balap atau mobil offroad dengan jarak pemakaian pelumas antara 5000 km s/d 7000 km.

Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Bagaimana Perbandingan Pelumas Semi Sintetik Terhadap Tekanan Kompresi, Temperatur Mesin dan Emisi Gas Buang.

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian Perbandingan Pelumas Semi Sintetik Terhadap Tekanan Kompresi, Temperatur Mesin dan Emisi Gas Buang yaitu: 1. Untuk mengetahui pengaruh dari beberapa

sampel pelumas semi sintetik terhadap tekanan kompresi, temperatur mesin dan emisi gas buang.

2.

Untuk mendapatkan perbandingan terhadap tekanan kompresi, temperatur mesin dan emisi gas buang dari beberapa sampel pelumas semi sintetik dengan data yang akurat.

Metode Penelitian

Sebagai acuan atau referensi untuk mengerjakan penelitian ini. Dari penelitian ini, metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental (Experimental method).

Alat dan Bahan a. Alat

Adapun alat yang digunakan dalam penelitian ini, sebagai berikut:

Gambar 1. Compression Tester

Gambar 2. Thermometer

Gambar 3. Stopwacth

Gambar 4. Gas Analyzer

Gambar 5. Tachometer

(3)

Adapun bahan yang digunakan dalam penelitian ini, sebagai berikut:

1. Sampel Oli 1 menggunakan oli dengan Tingkat Fluiditas Tinggi.

2. Sampel Oli 2 menggunakan oli dengan Xpeed Technology.

3. Sampel Oli 3 menggunakan oli dengan Teknologi Trizone.

4. Engine Flush.

5. Motor Yamaha Jupiter Z 125.

Tahap Penelitian

Dalam proses penelitian Perbandingan Pelumas Semi Sintetik Terhadap Tekanan Kompresi, Temperatur Mesin dan Emisi Gas Buang, penulis melaksanakan penelitian dengan cara sistematis. Dengan tahap penelitian yang sistematis maka hasil penelitian ini menjadi lebih efektif baik dari hasil pengujian maupun dalam penganalisaan. Berikut adalah Tahapan Penelitian yang akan diuji coba dari setiap sampel oli pelumas semi sintetik dimulai dari pendiagnosaan variabel penelitian, prosedur penggantian sampel oli ke mesin, prosedur pengujian tekanan kompresi, prosedur pengujian temperatur mesin dan prosedur pengujian emisi gas buang:

- Tekanan Kompresi, Temperatur Mesin dan Emisi Gas Buang:

1. Tekanan Kompresi

Diketahui salah satu fungsi pelumas yaitu sebagai perapat seal atau komponen yang berkontak. Didalam siklus kompresi maka yang menjadi hal penting yaitu adalah kerapatan antara ring piston dengan silinder linear, dengan fakta inilah penulis melakukan analisa terhadap tekanan kompresi dari setiap sampel pelumas.

2. Temperatur Mesin

Salah satu fungsi pelumas yaitu adalah sebagai sistem pendingin, maka dari itu penulis melakukan pengujian temperatur mesin dalam tempo waktu yang sama untuk mendapatkan hasil atau kesimpulan sampel mana yang paling baik dalam proses pendinginan mesin.

3. Emisi Gas Buang

Setiap jenis pelumas memiliki bahan penyusun dan teknologi yang berbeda pula, Perbedaan setiap oli akan berpengaruh terhadap emisi gas buang pada mesin.

- Prosedur Penggantian Sampel Oli Ke Dalam Mesin

Agar tidak terdapat kandungan sampel sebelumnya dengan sample baru yang akan diuji maka prosedur penggantian sampel yaitu dengan cara sebagai berikut:

1. Masukan cairan zat engine flush ke dalam lubang pengisian.

2. Tutup rapat lubang pengisian oli.

3. Hidupkan mesin sepeda motor selama 5 menit sampai 10 menit.

4. Kendorkan baut tab dan kuras oli di dalam mesin.

5. Semprot lubang pengisian sampai pelumas di dalam mesin benar-benar kering.

6. Setelah oli di dalam mesin kering masukan sampel oli kedalam mesin untuk dilakukan pengujian.

- Prosedur Pengujian Tekanan Kompresi

Compression Tester yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analog Compression Tester. Berikut adalah langkah pengujian Tekanan Kompresi:

1. Persiapkan alat pengukur tekanan kompresi yaitu pressure gauge.

2. Masukan sampel masing-masing ke dalam mesin.

3. Lepaskan busi.

4. Masukan nipple ke dalam lubang busi. 5. Pastikan nipple terpasang dengan rapat ke

dalam lubang busi.

6. Starting sepeda motor beberapa kali. 7. Lihat indikator pressure gauge.

- Prosedur Pengujian Temperatur Mesin

Thermometer yang digunakan dalam pengujian Temperatur Mesin ini yaitu Termometer Inframerah. Selain hasil yang didapatkan objektif penggunaan Termometer ini lebih memudahkan penguji. Berikut adalah langkah-langkah pengujian Temperatur Mesin: 1. Persiapkan bahan yaitu sampel pelumas dari

setiap merk pelumas semi sintetik.

2. Pastikan suhu awal mesin berada dalam suhu kamar yaitu 25°C.

3. Hidupkan mesin.

4. Hitung engine start 10 menit dengan menggunakan stopwatch.

5. Matikan mesin setelah mencapai waktu 10 menit.

6. Arahkan infrared thermometer ke arah bak engkol bagian bawah.

(4)

Page 8 7. Ukur suhu permukaan bak engkol.

8. Untuk melakukan pengujian pada sampel berikutnya, dinginkan mesin sampai berada pada suhu kamar kembali.

- Prosedur Pengujian Emisi Gas Buang

Gas analyzer adalah alat mengukur zat CO, HC, CO2 dan O2 yang terkandung dalam gas

sisa pembakaran mesin bakar terutama kendaraan otomotif. Berikut adalah prosedur

pengujian Emisi Gas Buang dengan

menggunakan alat Gas Analyzer:

1. Hubungkan alat pada sumber daya listrik. 2. Hidupkan alat dan tunggu beberapa saat

untuk proses pemanasan.

3. Nyalakan atau starting sepeda motor yang akan diuji.

4. Setelah gas analyzer dalam posisi Ready, masukan gas probe kedalam ujung lubang knalpot.

5. Tekan tombol ENTER untuk memulai pengujian.

6. Dalam proses ini, angka pada display akan berubah-ubah tunggu sampai angka di display menjadi baku atau stabil.

7. Tekan tombol HOLD dua kali untuk mengunci display.

8. Tekan tombol HOLD tiga kali untuk mencetak angka pada display.

Hasil dan Pembahasan A. Hasil

Tabel 1. Tekanan Kompresi

Repetisi Tekanan Kompresi (kg/cm2) Sampel Oli 1 2 3 1 8,5 9,5 9 2 10,25 10 10,5 3 9 8 9,5 Rata-rata 9,25 9,15 9,6

Tabel 2. Temperatur Mesin

Putaran Mesin (RPM) Repetisi Temperatur Mesin (°C) Sampel Oli 1 2 3 1500 1 48,1 48,9 48,9 2 50,8 48,9 48,5 3 46,8 49 48,2 Rata-rata 48,6 48,9 48,5 1 68,9 66,2 65,7 2 69,1 66,5 65,3 3500 3 68 66,6 65,7 Rata-rata 68,6 66,4 65,5 5500 1 83,5 81,3 81 2 83 82 80,9 3 84,6 81,9 80,9 Rata-rata 83,7 81,7 80,9

Tabel 3. Emisi Gas Buang (CO)

Putaran Mesin (RPM) Repetisi Kadar CO (%) Sampel Oli 1 2 3 1500 1 0,00 0,02 0,00 2 0,02 0,04 0,01 3 0,05 0,01 0,00 Rata-rata 0,023 0,023 0,003 3500 1 0,70 1,53 0,76 2 1,70 0,10 0,61 3 0,21 0,19 0,24 Rata-rata 0,87 0.6 0.53 5500 1 2,01 3,26 0,80 2 0,71 1,92 2,15 3 1,07 0,66 1,82 Rata-rata 1,26 1,94 1,59

Tabel 4. Emisi Gas Buang (HC)

Putaran Mesin (RPM) Repetisi Kadar HC (ppm) Sampel Oli 1 2 3 1500 1 470 184 323 2 454 175 251 3 431 199 291 Rata-rata 451 186 288 3500 1 93 151 70 2 76 215 68 3 87 200 107 Rata-rata 85,3 188,6 81,6 5500 1 92 102 655 2 219 97 123 3 194 168 117 Rata-rata 159,6 122,3 298,3

Tabel 5. Emisi Gas Buang (CO2)

Putaran Mesin (RPM) Repetisi Kadar CO2 (%) Sampel Oli 1 2 3 1500 1 0,7 0,8 1,0 2 0,5 0,3 0,3 3 0,6 0,3 0,2 Rata-rata 0,6 0,46 0,41 1 1,8 0,7 0,8

(5)

Page 9 8,8 9 9,2 9,4 9,6 9,8

Sampel Oli 1 Sampel Oli 2 Sampel Oli 3

Perbandingan Tekanan

Kompresi

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 1500 3500 5500 Su h u M e si n ( °C )

Perbandingan Temperatur Mesin

sampel 1 sampel 2 sampel 3 0 0,5 1 1,5 2 2,5 1500 3500 5500 K adar CO (% ) Putaran Mesin (RPM) Perbandingan Kadar CO 3500 2 1,9 0,5 0,4 3 0,7 0,4 0,3 Rata-rata 1,46 0,53 0,5 5500 1 2,8 3,8 1,2 2 1,9 3,1 2,9 3 1,5 2,7 2,9 Rata-rata 2,1 3,2 2,33

Tabel 6. Emisi Gas Buang (O2)

Putaran Mesin (RPM) Repetisi Kadar O2 (%) Sampel Oli 1 2 3 1500 1 20,90 20,90 20,90 2 20,90 20,90 20,90 3 20,90 20,90 20,90 Rata-rata 20,90 20,90 20,90 3500 1 20,90 20,90 20,90 2 20,90 20,90 20,90 3 20,90 20,90 20,90 Rata-rata 20,90 20,90 20,90 5500 1 20,90 20,90 20,90 2 20,90 20,90 20,90 3 20,90 20,90 20,90 Rata-rata 20,90 20,90 20,90 B. Pembahasan

Gambar 6. Tekanan Kompresi

Grafik di atas menunjukan perbandingan Tekanan Kompresi dari Sampel Oli 1, Sampel Oli 2 dan Sampel Oli 3. Dari pengambilan data tiga kali pengulangan atau repetisi lalu diambil rata-rata Sampel Oli 1 tekanan kompresinya sebesar 9,25 kg/cm2, Sampel Oli Kedua tekanan kompresinya sebesar 9,15 kg/cm2 dan sampel oli ketiga tekanan kompresinya sebesar 9,6 kg/cm2, dari data tersebut dapat dilihat tekanan kompresi sampel oli tiga lebih besar dari pada tekanan kompresi sampel oli 1 dan sampel oli 2 dan sampel oli 1 lebih besar tekanan kompresinya daripada sampel oli 2.

Gambar 7. Temperatur Mesin

Pada grafik di atas dijelaskan perbandingan Temperatur Mesin dari setiap Sampel. Sampel Oli 1 pada putaran mesin 1500 berada pada suhu 48,6°C , saat putaran mesin dinaikan ke 3500 rpm suhu berada pada 68,6°C. Pada putaran mesin 5500 rpm mesin berada pada temperatur 83,7°C. Sedangkan pada sampel Oli 2 pada putaran 1500 mesin bertemperatur 48,9°C, ketika putaran mesin dinaikan menjadi 3500 rpm suhu mesin menjadi 66,4°C. Sedangkan untuk putaran mesin 5500 rpm temperatur mesin berada pada suhu 81,7°C. Dan untuk sampel Oli 3, pada putaran mesin 1500 rpm suhu mesin berada pada 48,5°C. Ketika putaran mesin dinaikan menjadi 3500 rpm temperatur mesin berada pada 65,5°C, sedangkan pada putaran mesin 5500 rpm suhu mesin berada pada 80,9°C.

Gambar 8. Emisi Gas Buang (CO)

Pada grafik diatas dijelaskan perbandingan kadar Karbon Monoksida dari setiap Sampel Oli. Sampel Oli 1 pada putaran mesin 1500 mengandung kadar Karbon Monoksida sebesar 0,023%, saat putaran mesin dinaikkan ke 3500 rpm kandungan CO menjadi 0,87 %. Pada putaran mesin 5500 rpm kandungan

(6)

Page 10 0 100 200 300 400 500 1500 3500 5500 K ad ar HC (p p m ) Putaran Mesin (RPM) Perbandingan Kadar HC 0 1 2 3 4 1500 3500 5500 K ad ar C O 2 (% ) Putaran Mesin (RPM) Perbandingan Kadar CO2

0 5 10 15 20 25 1500 3500 5500 K a da r O 2 ( %) Putaran Mesin (RPM) Perbandingan Kadar O2

Karbon Monoksida Sampel Oli 1 sebesar 1,26 %. Sedangkan pada Sampel Oli 2 pada putaran 1500 mengandung kadar Karbon Monoksida sebesar 0,023 %, ketika putaran mesin dinaikan menjadi 3500 rpm kandungan Karbon Monoksida sebesar 0,6 %. Sedangkan untuk putaran mesin 5500 rpm kandungan Karbon Monoksida sebesar 1,94%. Dan untuk Sampel Oli 3, pada putaran mesin 1500 rpm mengandung Karbon Monoksida sebesar 0,003%. Ketika putaran mesin dinaikan menjadi 3500 rpm kadar Karbon Monoksida sebesar 0,53%, sedangkan pada putaran mesin 5500 rpm mengandung karbon sebesar 1,59 %.

Gambar 9. Emisi Gas Buang (HC)

Pada grafik di atas dijelaskan perbandingan kadar Hidrokarbon (HC) dari setiap Sampel pelumas semi sintetik. Pada Sampel Oli 1 diputaran mesin 1500 rpm mengandung kadar Hidrokarbon sebesar 451 ppm dan ketika putaran mesin dinaikan ke 3500 rpm menghasilkan kadar Hidrokarbon sebesar 85,3 ppm, sedangkan pada putaran mesin 5500 rpm menghasilkan kadar Hidrokarbon sebesar 159,6 ppm. Sedangkan pada Sampel Oli 2, ketika mesin pada putaran 1500 rpm menghasilkan kadar Hidrokarbon sebesar 186 ppm dan pada putaran mesin 3500 rpm menghasilkan kadar Hidrokarbon sebesar 188,6 ppm. ketika putaran mesin dinaikan menjadi 5500 rpm kadar Hidrokarbon yang dihasilkan sebesar 122,3 ppm. Dan pada Sampel Oli 3, dalam putaran mesin 1500 rpm menghasilkan kandungan Hidrokarbon sebesar 288 ppm, pada putaran mesin sebesar 3500 rpm menghasilkan kadar Hidrokarbon sebesar 81,6% dan pada putaran mesin 5500 rpm menghasilkan gas Hidrokarbon sebesar 298,3 ppm.

Gambar 10. Emisi Gas Buang (CO2)

Pada grafik di atas dijelaskan perbandingan kadar Karbon Dioksida (CO2) dari

setiap Sampel pelumas semi sintetik. Pada Sampel Oli 1 diputaran mesin 1500 rpm mengandung kadar Karbon Dioksida sebesar 0,6 % dan ketika putaran mesin dinaikan ke 3500 rpm menghasilkan kadar Karbon Dioksida sebesar 1,46%. Sedangkan pada putaran mesin 5500 rpm menghasilkan kadar Karbon Dioksida sebesar 2.1%. Sedangkan pada Sampel Oli 2, ketika mesin pada putaran 1500 rpm menghasilkan kadar Karbon Dioksida sebesar 0,46 % dan pada putaran mesin 3500 rpm menghasilkan kadar Karbon Dioksida sebesar 0,53 %. Ketika putaran mesin dinaikan menjadi 5500 rpm kadar Karbon Dioksida yang dihasilkan sebesar 3,2 %. Dan pada Sampel Oli 3, dalam putaran mesin 1500 rpm menghasilkan kandungan Karbon Dioksida sebesar 0,41%, pada putaran mesin sebesar 3500 rpm menghasilkan kadar Karbon Dioksida sebesar 0,5% dan pada putaran mesin 5500 rpm menghasilkan gas Karbon Dioksida sebesar 2,33 %.

Gambar 11. Emisi Gas Buang (O2)

Pada gas yang terkandung salah satunya Oksigen di dalam gas buang, perbedaan Sampel pelumas tidak mempengaruhi hasil pengujian. Hal ini terlihat pada tabel diatas dimana perbedaan Sampel dan perbedaan putaran mesin tidak mempengaruhi besar nilai Oksigen didalam Emisi Gas Buang. Pada pengujian ini didapat angka sebesar 20,90% dari setiap Sampel Oli dan putaran mesin. Selain gas Oksigen (O2) yang

(7)

perbandingannya sama ada pula gas lainnya di dalam Emisi Gas Buang yang angka pengujiannya sama yaitu Nitrogen (NOx) dan AFR (Air Fuel Ratio) dimana angka pengujian dari setiap sampel pelumas dan variasi putaran mesin didapatkan angka (0), dari data tersebut dapat diketahui perbedaan sampel pelumas tidak mempengaruhi perubahan Oksigen (O2), Nitrogen (NOx) dan AFR

(Air Fuel Ratio).

Kesimpulan

Dari hasil penelitian Perbandingan Pelumas Semi Sintetik Terhadap Tekanan Kompresi, Temperatur Mesin dan Emisi Gas Buang didapat kesimpulan sebagai berikut: 1. Perbandingan Tekanan Kompresi pada Sampel

Oli 3 lebih besar dari pada Sampel Oli 1 dan Sampel Oli 2 dan perbandingan Tekanan Kompresi Sampel Oli 2 lebih besar dari pada Sampel Oli 1.

2. Pada putaran mesin 1500 rpm Temperatur Mesin yang paling baik pendinginanya yaitu Sampel Oli 3 dengan suhu 48,5°C. Pada putaran mesin 3500 rpm Temperatur Mesin yang paling baik pendinginanya yaitu Sampel Oli 2 dengan 66,4°C dan pada putaran mesin 5500 rpm Temperatur Mesin yang paling baik pendinginanya yaitu Sampel Oli Sampel Oli 3 dengan suhu 80,9°C.

3. Pada putaran mesin 1500 rpm kadar Karbon Monoksida (CO) yang paling sedikit yaitu Sampel Oli 3 dengan kadar 0,003%. Pada putaran mesin 3500 kadar Karbon Monoksida (CO) yang paling sedikit yaitu Sampel Oli 3 dengan kadar 0,53%. Pada putaran mesin 5500 kadar Karbon Monoksida (CO) yang paling sedikit yaitu Sampel Oli 1 sebesar 1,26%.

4. Pada putaran mesin 1500 kadar Hidrokarbon (HC) yang paling sedikit yaitu Sampel Oli 2 sebesar 186 ppm. Pada putaran mesin 3500 kadar Hidrokarbon (HC) yang paling sedikit yaitu Sampel Oli 3 dengan kadar 81,6 ppm. Pada putaran mesin 5500 kadar Hidrokarbon (HC) yang paling sedikit yaitu Sampel Oli 2 sebesar 122,3 ppm.

5. Pada putaran mesin 1500 kadar Karbon Dioksida (CO2) yang paling sedikit yaitu Sampel

Oli 3 dengan kadar 0,41%. Pada putaran mesin 3500 kadar Karbon Dioksida (CO2) yang paling

sedikit yaitu Sampel Oli 3 sebesar 0,5%. Pada putaran mesin 5500 kadar Karbon Dioksida

(CO2) yang paling sedikit yaitu Sampel Oli 1

sebesar 2,1%.

6. Kadar Oksigen (O2) didalam Emisi Gas Buang

dari semua Sampel Oli dan variasi putaran mesin tidak terjadi perubahan. angka yang diperoleh yaitu sebesar 20,90%.

Daftar Pustaka

[1] Darmanto. 2011. Mengenal Pelumas Pada Mesin. Jurnal Teknik Mesin. Vol. 7, No. 1/ Hal 5-10.

[2] Daryanto. 2013. Prinsip Dasar Mesin Otomotif. Bandung: Alfabeta.

[3] Effendi, M. Syafwansyah. 2014. Penurunan Nilai Kekentalan Akibat Pengaruh Kenaikan Temperatur pada Bebeapa Merek Minyak Pelumas. Jurnal Intekna No. 01: 1-101. [4] Maryanto, Dicky. 2009. Penurunan Kadar

Emisi Gas Buang Karbon Monoksida (Co) Dengan Penambahan Arang Aktif Pada Kendaraan Bermotor. Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 03, No, 03: 162-232.

[5] Muhammad, Fadhil Burhannudin. 2015. Analisa Perbandingan Tipe Pelumas Berdasarkan Wujud Pada Studi Kasus Pelumasan Pada Gearbox Sepeda Motor. Jurnal Rekayasa Mesin Vol.6, No.02, Hal. 137-146.

[6] Mujiman. 2011. Pengukuran Nilai Viskositas Oli Mesran SAE 10-SAE 50 Untuk Pendingin Transformator Distribusi. Jurnal Teknologi Technoscientia Vol.04, No.01.

[7] Mulyawan, R Budi. 2008. Studi Kasus Sistem Pelumasan Dan Pengaruhnya Terhadap Sistem Komponen Mesin. Jakarta: Universitas Mercu Buana.

[8] Maran, Zevy D. 2003. Peralatan Bengkel Otomotif. Yogyakarta: Andi Offset.

[9] Ningsih. T. Diana. 2015. Kajian Pengaruh Blending Minyak Nabati dan Minyak Mineral Terhadap Stabilitas Oksidasi Pelumas. Jakarta: Universitas Muhammadiyah Jakarta. [10] Putro, Dheni Anggoro. 2015. Analisis Sistem Pelumasan pada Mesin Toyota Kijang Seri 5-K. Semarang: Universitas Negeri Semarang. [11] PT Hino Motor. 2010. Servis Devision.

Tanggerang: PT Hino Motor Indonesia. [12] Saragih, H.R. 2010. Studi Eksperimental

Performasi Motor Otto Dengan Zat Adiktif Berbentuk Cair. Universitas Sumatra Utara. [13] Silaban, Mawardi. 2011. Kinerja Mesin

(8)

Page 12 Mineral Dan Sintetik. Jurnal Ilmiah Teknologi

Energi, Vol. 1, No. 12.

[14] Suriansyah. 2010. Pengaruh Kombinasi Bahan Bakar Biopremium Dan Oli Samping. Jurnal Penelitian Teknik. Vol. 02, No. 2/ Hal. 28-34.

[15] Sitepu, Tekad. 2010. Efek Penambahan Zat Aditif Pada Minyak Pelumas Multigrade Terhadap Kekentalan dan Distribusi Tekanan Bantalan Luncur. Jurnal Dinamis Vol.1, No. 07.

Gambar

Tabel 2. Temperatur Mesin
Tabel 6. Emisi Gas Buang (O 2 )
Gambar 10. Emisi Gas Buang (CO 2 )  Pada  grafik  di  atas  dijelaskan  perbandingan  kadar  Karbon  Dioksida  (CO 2 )  dari  setiap  Sampel  pelumas  semi  sintetik

Referensi

Dokumen terkait