• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Jawa Barat No. 13/03/32/Th.XIX, 1 Maret 2017 1 No. 13/03/32/Th.XIX, 1 Maret 2017

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

FEBRUARI 2017 INFLASI SEBESAR 0,36 PERSEN

BPS PROVINSI JAWA BARAT

 Februari 2017 IHK Gabungan Jawa Barat yang meliputi 7 kota yaitu Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Bekasi, Kota Depok dan Kota Tasikmalaya mengalami kenaikan indeks. IHK dari 125,32 di Januari 2017 menjadi 125,77 di Februari 2017; dengan demikian terjadi inflasi sebesar 0,36 persen.

Laju inflasi tahun kalender “year to date” (Januari – Februari 2017) sebesar 1,13 persen dan laju inflasi dari tahun ke tahun “year on year” (Februari 2017 terhadap Februari 2016) tercatat sebesar 3,49 persen. Dari tujuh kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi yaitu Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok

& Tembakau sebesar 0,70 persen, Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar sebesar 0,68 persen, Kelompok Sandang sebesar 0,32 persen, Kelompok Kesehatan sebesar 0,47 persen, Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olahraga sebesar 0,19 persen dan Kelompok Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan sebesar 0,33 persen. Sementara yang mengalami deflasi yaitu Kelompok Bahan Makanan sebesar 0,21 persen.

Dari tujuh kota pantauan IHK di Jawa Barat Januari 2017, seluruh kota mengalami inflasi yaitu Kota Bogor sebesar 0,34 persen, Kota Sukabumi sebesar 0,38 persen, Kota Bandung sebesar 0,38 persen, Kota Cirebon sebesar 0,43 persen, Kota Bekasi sebesar 0,17 persen, Kota Depok sebesar 0,57 persen dan Kota Tasikmalaya sebesar 0,31 persen.

(2)

Dari hasil pendataan harga yang meliputi tujuh kota pantauan IHK Gabungan di Jawa Barat tercatat bahwa pada Februari 2017 mengalami inflasi sebesar 0,36 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 125,32 pada Januari 2017 menjadi 125,77 pada Februari 2017. Dengan demikian laju inflasi tahun kalender “year to date” (Januari - Februari 2017) sebesar 1,13 persen dan laju inflasi dari tahun ke tahun “year on year” (Februari 2017 terhadap Februari 2016) tercatat sebesar 3,49 persen.

Dari tujuh kelompok pengeluaran yang mengalami i nflasi yaitu Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,70 persen, Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar sebesar 0,68 persen, Kelompok Sandang sebesar 0,32 persen, Kelompok Kesehatan sebesar 0,47 persen, Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olahraga sebesar 0,19 persen dan Kelompok Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan sebesar 0,33 persen. Sementara yang mengalami deflasi yaitu Kelompok Bahan Makanan sebesar 0,21 persen. Grafik 1 memperlihatkan gerakan inflasi dari Februari 2016 sampai dengan Februari 2017.

Grafik 1

Perkembangan Inflasi Gabungan Tujuh Kota di Jawa Barat

Sementara pada Tabel 1 terlihat pergerakan IHK selama dua belas bulan terakhir terjadi inflasi sebesar 3,49 persen. Dari tujuh kelompok pengeluaran, yang mengalami inflasi tertinggi yaitu Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 4,78 persen, Kelompok Bahan Makanan sebesar 4,72 persen, Kelompok Kesehatan sebesar 4,15 persen, Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar sebesar 3,07 persen, Kelompok Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan sebesar 2,37 persen, Kelompok Sandang sebesar 2,06 persen, dan Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olahraga sebesar 1,99 persen.

0.22 0.55 0.09 -0.17 0.20 0.47 0.72 0.25 -0.37 -0.17 0.36 0.77 0.36 -1.00 0.00 1.00 2.00 3.00 4.00

Feb'16 Mar'16 Apr'16 Mei'16 Juni'16 Juli'16 Ags'16 Sep'16 Okt'16 Nov'16 Des'16 Jan'17 Feb'17

0.22 0.55 0.09 -0.17 0.20 0.47 0.72 0.25 -0.37 -0.17 0.36 0.77 0.36 -1.00 0.00 1.00 2.00 3.00 4.00

Feb'16 Mar'16 Apr'16 Mei'16 Juni'1 6 Juli'1 6 Ags'1 6 Sep'16 Okt'1 6

(3)

Tabel 1

IHK dan Laju Inflasi Gabungan 7 Kota di Ja wa Barat Februari 2017 Menurut Kelompok Pengeluaran (IHK 20 12 = 100)

Kelompok Pengeluaran IHK Februari

2017 Inflasi Februari 2017*) Inflasi Tahun 2017 **) Inflasi Tahun ke Tahun ***) Andil Inflasi/Deflasi Tahun 2017**) [1] [2] [3] [4] [5] [6] Umum 125,77 0,36 1,13 3,49 1,13 1. Bahan Makanan 140,75 -0,21 -0,15 4,72 -0,03 2

2. Makanan Jadi,Minuman, Rokok &

Tembakau 127,41 0,70 1,10 4,78 0,19

3

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan

Bakar 119,69 0,68 1,81 3,07 0,50 4 4. Sandang 108,45 0,32 0,59 2,06 0,03 5 5. Kesehatan 119.93 0,47 0,63 4,15 0,02 6

6. Pendidikan, Rekreasi & Olahraga 116,36 0,19 0,28 1,99 0,02

7

7. Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan 129,64 0,33 2,38 2,37 0,45

Keterangan : *) Perubahan IHK Februari 2017 terhadap IHK Januari 2017 **) Perubahan IHK Februari 2017 terhadap IHK Desember 2016 ***) Perubahan IHK Februari 2017 terhadap IHK Februari 2016

Bila dilihat menurut andilnya terha dap inflasi/deflasi tahun 2017, pada Tabel 1 tampak andil inflasi diberikan oleh Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0, 19 persen, Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar sebesar 0, 50 persen, Kelompok Sandang sebesar 0,03 persen, Kelompok Kesehatan sebesar 0,02 persen, Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olahraga sebesar 0,02 persen, dan Kelompok Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan sebesar 0, 45 persen. Sementara Kelompok Bahan Makanan memberikan andil deflasi sebesar 0,03 persen.

Perbandingan besarnya inflasi Januari – Februari dalam kurun waktu tahun 2013 sampai 2017 terlihat pada Tabel 2. Inflasi gabungan Januari – Februari di Jawa Barat tertinggi terjadi pada tahun 2013 sebesar 1,85 persen, dan terendah pada tahun 2015 sebesar -0,62 persen.

Tabel 2

Inflasi Januari- Februari Gabungan 7 Kota Jawa Barat Tahun 2013 – 2017

Tahun Inflasi Januari - Februari

[1] [2] 2013 1,85 2014 1,43 2015 -0,62 2016 0,41 2017 1,13

(4)

TARIF PULSA PONSEL KONTRAK RUMAH BAWANG MERAH KENTANG

DAUN PINTU DAGING AYAM RAS

TELUR AYAM RAS

SEMEN ANGKUTAN UDARA TOMAT BUAH DAUN BAWANG IKAN MAS ASBES BAYAM TARIF LISTRIK JERUK TOMAT SAYUR CABE MERAH SIOMAY CABE RAWIT -0.15 -0.10 -0.05 0.00 0.05 0.10 0.15 0.20

Hasil pemantauan harga barang dan jasa selama Februari 2017 tercatat beberapa komoditas mengalami kenaikan/penurunan harga dan memberikan andil inflasi/deflasi cukup siginifikan. Komoditas yang mengalami kenaikan harga dan memberikan andil inflasi antara lain tarif listrik, cabe rawit, tarif pulsa ponsel, bayam, kontrak rumah, bawang merah, kentang, daun pintu, siomay, rokok kretek, rokok kretek filter. Sementarakomoditas yang mengalami penurunan dan memberikan andil deflasi signifikan antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, cabe merah, jeruk, tomat sayur, semen, angkutan udara, tomat buah, daun bawang.

Grafik 2

Andil Inflasi/Deflasi Barang & Jasa Februari 2017 (Persen)

(5)

Besarnya andil inflasi/deflasi per kelompok pengeluaran pada Februari 2017 terlihat pada Grafik 3. Andil inflasi diberikan oleh Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,12 persen, Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar sebesar 0,18 persen, Kelompok Sandang sebesar 0,01 persen Kelompok Kesehatan sebesar 0,02 persen, Kelompok Pendidi kan, Rekreasi & Olahraga sebesar 0,01 persen, dan Kelompok Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan sebesar 0,06 persen. Seementara Kelompok Bahan Makanan memberikan andil deflasi sebesar 0,05 persen.

Inflasi Gabungan Februari 2017 di Jawa Barat berdasarkan kelompok pengeluaran dan jenis komoditas yang memberikan andil inflasi atau deflasi dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Kelompok Bahan Makanan

Kelompok Bahan Makanan mengalami penurunan IHK dari 141,05 pada Januari 2017 menjadi 140,75 pada Februari 2017 atau terjadi deflasi sebesar 0,21 persen. Deflasi pada kelompok ini dipicu oleh penurunan harga-harga komoditi pada sub kelompok daging & hasil-hasilnya sebesar 2,69 persen, sub kelompok ikan segar sebesar 0,10 persen, sub kelompok telur, susu & hasil-hasilnya sebesar 2,39 persen, dan sub kelompok kacang-kacangan sebesar 0,21 persen, dan sub kelompok buah-buahan sebesar 0,73 persen. Sementara sub kelompok yang mengalami inflasi yaitu sub kelompok padi-padian, umbi-umbian & hasilnya sebesar 0,31 persen, sub kelompok ikan diawetkan sebesar 0, 89 persen, sub kelompok sayur-sayuran sebesar 0,55 persen, sub kelompok bumbu-bumbuan sebesar 2,03 persen, sub kelompok lemak & minyak sebesar 1,13 persen, dan sub kelompok bahan makanan lainnya sebesar 0,23persen.

Andil deflasi gabungan Jawa Barat untuk Kelompok Bahan Makanan pada Februari 2017 sebesar 0,05 persen. Adapun komoditas pada Kelompok Bahan Makanan yang mengalami penurunan harga diantaranya daging ayam ras, telur ayam ras, cabe merah, jeruk, tomat sayur, tomat buah, daun bawang. 0.36 0.12 0.18 0.01 0.02 0.01 0.06 -0.05 UMUM Bahan Makanan Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar Sandang Kesehatan Pendidikan, Rekreasi & Olahraga Transport, Komunikasi & Jasa Keuangan

Grafik 3

(6)

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau

Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau mengalami inflasi sebesar 0,70 persen. Inflasi tersebut dikarenakan IHK naik dari 126,52 pada Januari 2017 menjadi 127,41 pada Februari 2017. Dari tiga sub kelompok yang ada, seluruhnya mengalami inflasi yaitu sub kelompok makanan jadi sebesar 0,66 persen, sub kelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,30 persen, dan sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar 1,14 persen.

Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau menyumbang andil inflasi sebesar 0,12 persen terhadap inflasi gabungan Jawa Barat Februari 2017. Adapun komoditas yang mengalami kenaikan harga diantaranya siomay, rokok kretek, rokok kretek filter, kerupuk ikan, gado-gado, lontong sayur.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar

Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar mengalami kenaikan IHK dari 118,88 pada Januari 2017 menjadi 119,69 pada Februari 2017 atau terjadi inflasi sebesar 0,68 persen. Inflasi terjadi pada sub kelompok biaya tempat tinggal sebesar 0, 26 persen, sub kelompok bahan bakar, penerangan & air sebesar 2,24 persen, sub kelompok perlengkapan rumah tangga sebesar 0,34 persen dan sub kelompok penyelenggaraan rumah tangga sebesar 0,35 persen.

Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar memberikan andil inflasi sebesar 0,18 persen terhadap gabungan Jawa Barat di Februari 2017. Adapun komoditas yang mengalami kenaikan harga diantaranya tarif listrik, kontrak rumah, daun pintu, cat tembok, bahan bakar rumah tangga.

4. Sandang

Kelompok Sandang pada Februari 2017 mengalami inflasi sebesar 0,32 persen. Inflasi tersebut dikarenakan IHK Kelompok Sandang mengalami kenaikan dari 108,10 pada Januari 2017 menjadi 108,45 pada Februari 2017. Inflasi terjadi pada sub kelompok sandang anak-anak sebesar 0,33 persen, dan sub kelompok barang pribadi & sandang lainnya sebesar 1,03 persen. Sementara sub kelompok lainnya mengalami deflasi yaitu sub kelompok sandang laki-laki sebesar 0,03 persen, sub kelompok sandang wanita sebesar 0,16 persen.

Kelompok Sandang pada Februari 2017 memberikan andil inflasi sebesar 0,01 persen terhadap inflasi gabungan Jawa Barat. Adapun komoditas yang mengalami kenaikan diantaranya emas perhiasan, sandal, sepatu, kemeja pendek katun.

5. Kesehatan

Kelompok Kesehatan pada Februari 2017 mengalami inflasi sebesar 0,47 persen. Inflasi tersebut dikarenakan kenaikan IHK dari 119,37 pada Januari 2017 menjadi 119,93 pada Februari 2017. Adapun sub kelompok yang mengalami inflasi yaitu sub kelompok jasa kesehatan sebesar 0, 18 persen, sub kelompok obat-obatan sebesar 0,22 persen, dan sub kelompok perawatan jasmani & kosmetika sebesar 0,89 persen.

Kelompok Kesehatan memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen terhadap inflasi gabungan Jawa Barat Februari 2017. Adapun komoditas yang mengalami kenaikan antar lain pasta gigi,tarif rumah sakit, bedak, parfum, sabun wajah, shampoo.

(7)

6. Pendidikan, Rekreasi & Olahraga

Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olahraga Februari 2017 mengalami inflasi sebesar 0,19 persen. Inflasi tersebut dikarenakan kenaikan indeks dari 116,14 pada Januari 2017 menjadi 116,36 pada Februari 2017. Adapun sub kelompok yang mengalami inflasi yaitu sub kelompok kursus/pelatihan sebesar 0,62 persen, sub kelompok perlengkapan/peralatan pendidikan sebesar 0,40 persen, sub kelompok rekreasi sebesar 0,52 persen, dan sub kelompok olahraga sebesar 0,39 persen.

Kelompok Pendidi kan, Rekreasi & Olahraga memberikan andil inflasi sebesar 0,01 persen terhadap laju inflasi gabungan Jawa Barat Februari 2017. Adapun komoditas yang mengalami kenaikan diantaranya rekreasi, buku tulis bergambar, bimbingan belajar, fitness centre, majalah remaja.

7. Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan

Kelompok Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan pada Februari 2017 terjadi inflasi sebesar 0,33 persen, atau mengalami kenaikan 129,21 pada Januari 2017 menjadi 129,64 pada Februari 2017. Inflasi pada kelompok ini disebabkan kenaikan pada sub kelompok transpor sebesar 0,09 persen, sub kelompok komunikasi & pengiriman sebesar 1,14 persen, dan sub kelompok sarana & penunjang transpor sebesar 0,32 persen.

Kelompok Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan memberikan andil inflasi sebesar 0,06 persen terhadap inflasi gabungan Jawa Barat Februari 2017. Adapun komoditas yang mengalami kenaikan antara lain tarif pulsa ponsel, mobil, bensin, tarif sewa motor.

(8)

Perbandingan Inflasi 82 Kota IHK di Indonesia Februari 2017

Dari 82 kota IHK pada Februari 2017, sebanyak 62 kota mengalami inflasi dan 20 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Manado sebesar 1,16 persen, diikuti Kota Dumai sebesar 1,12 persen, sementara inflasi terendah terjadi di Kota Ternate 0,03 persen. Sementara kota yang mengalami deflasi tertinggi terjadi di Kota Jambi sebesar 1,40 persen.

(9)

Tabel 3

Indeks Harga Konsumen Februari 2017 dan Perubahannya di 82 Kota di Indonesia (IHK 20 12=100)

Kota IHK Februari 2017 Inflasi

Februari 2017* Tahun 2017 ** Tahun ke tahun***

[1] [2] [3] [4] [5] 1 MEULABOH 128,03 0,41 1,75 4,71 2 BANDA ACEH 120,50 0,19 0,47 2,97 3 LHOKSEUMAWE 124,27 -0,79 -0,54 4,88 4 SIBOLGA 131,50 -1,34 -0,76 4,68 5 PEMATANG SIANTAR 132,80 -0,17 0,55 5,22 6 MEDAN 132,59 -0,64 -0,26 4,97 7 PADANGSIDIMPUAN 126,63 -0,07 1,01 4,77 8 PADANG 134,06 -0,13 0,43 4,56 9 BUKITTINGGI 126,00 -0,45 -0,23 3,60 10 TEMBILAHAN 131,25 -0,14 1,05 3,23 11 PEKANBARU 129,04 -0,60 0,85 5,34 12 DUMAI 131,10 1,12 2,72 5,78 13 BUNGO 125,34 -0,02 0,80 2,94 14 JAMBI 125,74 -1,40 -1,16 2,67 15 PALEMBANG 125,73 0,09 0,62 4,10 16 LUBUKLINGGAU 125,23 0,30 1,15 3,86 17 BENGKULU 136,65 0,21 1,20 5,82 18 BANDAR LAMPUNG 129,13 0,58 1,43 4,48 19 METRO 135,42 0,28 1,00 2,85 20 TANJUNG PANDAN 136,14 -0,29 1,42 5,36 21 PANGKAL PINANG 134,19 -1,11 0,59 7,00 22 BATAM 127,92 0,09 0,76 4,33 23 TANJUNG PINANG 127,98 0,59 1,56 3,34 24 DKI JAKARTA 127,94 0,33 1,32 3,54 25 BOGOR 128,20 0,34 1,69 4,46 26 SUKABUMI 126,58 0,38 1,19 3,06 27 BANDUNG 126,37 0,38 0,87 3,43 28 CIREBON 122,70 0,43 1,27 2,92 29 BEKASI 124,26 0,17 0,97 3,12 30 DEPOK 126,13 0,57 1,43 3,80 31 TASIKMALAYA 125,69 0,31 1,01 3,15

GABUNGAN JAWA BARAT 125,77 0,36 1,13 3,49

32 CILACAP 130,74 0,69 2,29 4,44 33 PURWOKERTO 125,23 0,56 1,62 3,80 34 KUDUS 134,22 0,93 2,30 4,45 35 SURAKARTA 124,43 0,48 1,65 3,42 36 SEMARANG 126,53 0,44 1,56 3,82 37 TEGAL 124,08 0,32 1,30 3,62 38 YOGYAKARTA 125,19 0,36 1,61 3,48 39 JEMBER 124,62 0,22 1,68 3,07 40 BANYUWANGI 123,74 0,35 1,01 2,14 41 SUMENEP 124,63 0,65 1,32 2,89 42 KEDIRI 124,57 0,70 1,64 2,81 43 MALANG 128,49 0,24 1,69 3,91 44 PROBOLINGGO 124,66 0,13 1,28 2,48 45 MADIUN 125,46 0,82 2,22 3,97 46 SURABAYA 128,18 0,16 1,92 4,55 47 TANGERANG 135,13 0,48 1,14 3,12 48 CILEGON 132,76 0,38 1,35 4,98 49 SERANG 134,73 0,50 1,29 3,83 50 SINGARAJA 138,60 0,79 2,59 6,48 51 DENPASAR 125,33 0,42 1,81 4,22 52 MATARAM 126,67 0,40 1,91 3,41

(10)

Tabel 3 (Lanjutan)

Indeks Harga Konsumen Februari 2017 dan Perubahannya di 82 kota di Indonesia (IHK 20 12=100)

Kota IHK Februari 2017

Inflasi

Februari 2017* Tahun 2017 ** Tahun ke tahun***

[1] [2] [3] [4] [5] 53 BIMA 130,40 -0,40 1,00 2,42 54 MAUMERE 122,29 -0,05 0,35 3,28 55 KUPANG 130,32 0,18 0,97 2,94 56 PONTIANAK 137,74 0,36 2,18 5,42 57 SINGKAWANG 127,99 0,19 1,95 4,18 58 SAMPIT 128,49 0,27 1,18 3,40 59 PALANGKARAYA 124,74 0,27 1,13 3,31 60 TANJUNG 128,86 0,32 1,09 3,79 61 BANJARMASIN 127,73 0,20 1,15 4,17 62 BALIKPAPAN 132,65 -0,26 0,81 4,68 63 SAMARINDA 130,31 0,13 1,15 3,44 64 TARAKAN 137,59 0,04 0,72 4,02 65 MANADO 128,49 1,16 2,27 3,65 66 PALU 129,14 0,29 1,61 4,19 67 BULUKUMBA 132,55 0,78 1,77 3,90 68 WATAMPONE 123,07 0,79 2,33 4,10 69 MAKASSAR 128,89 0,79 1,94 3,78 70 PARE-PARE 123,40 0,14 1,07 2,10 71 PALOPO 125,87 0,87 1,69 3,77 72 KENDARI 123,35 0,49 1,37 2,88 73 BAU-BAU 129,26 -0,15 0,30 1,79 74 GORONTALO 123,74 0,32 1,61 2,84 75 MAMUJU 127,61 1,07 1,67 4,38 76 AMBON 125,26 -0,74 -0,47 2,33 77 TUAL 141,72 1,03 1,13 5,23 78 TERNATE 131,13 0,03 0,66 3,02 79 MANOKWARI 121,76 -0,57 -0,48 5,02 80 SORONG 128,10 0,13 0,99 2,73 81 MERAUKE 134,01 0,40 1,43 4,21 82 JAYAPURA 127,82 -0,77 -0,65 2,50 NASIONAL 128,24 0,23 1,21 3,83

Keterangan : *) Perubahan IHK Februari 2017 terhadap IHK Januari 2017 **) Perubahan IHK Februari 2017 terhadap IHK Desember 2016 ***) Perubahan IHK Februari 2017 terhadap IHK Februari 2016

(11)

Tabel 4

IHK Gabungan Tujuh Kota di Jawa Barat Februari 2017 serta Perubahannya, Andil Inflasi / Deflasi Menurut Kelompok / Sub Kelompok Pengeluaran (IHK 20 12=100)

Kelompok dan Sub Kelompok

Gabungan 7 Kota IHK di Jawa Barat IHK Januari’17 IHK Februari’17 Perubahan Indeks (%) Andil Inflasi/Deflasi (%) [1] [2] [3] [4] [5] Umum 125,32 125,77 0,36 0,36 I. Bahan Makanan 141,05 140,75 -0,21 -0,05

1. Padi2-an, Umbi2-an dan hasil-hasilnya 126,61 127,00 0,31 0,01

2. Daging & Hasil-hasilny a 130,29 127,79 -2,69 -0,08

3. Ikan segar 149,21 149,06 -0,10 0,00

4. Ikan diaw etkan 145,28 146,58 0,89 0,01

5. Telur, susu & hasil-hasilnya 122,64 119,71 -2,39 -0,05

6. Say uran 166,96 167,88 0,55 0,01

7. Kacang-kacangan 131,26 130,99 -0,21 0,00

8. Buah-buahan 155,13 153,99 -0,73 -0,01

9. Bumbu-bumbuan 210,54 214,82 2,03 0,05

10. Lemak dan minyak 111,41 112,67 1,13 0,01

11. Bahan Makanan Lainnya 127,33 127,62 0,23 0,00

II. Makanan Jadi. Minuman. Rokok & Tembakau 126,52 127,41 0,70 0,12

1. Makanan Jadi 123,41 124,22 0,66 0,07

2. Minuman y ang Tidak Beralkohol 121,19 121,55 0,30 0,01

3. Tembakau & Minuman Beralkohol 143,33 144,97 1,14 0,04

III. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 118,88 119,69 0,68 0,18

1. Biay a tempat tinggal 111,89 112,18 0,26 0,04

2. Bahan bakar, penerangan & air 153,68 157,12 2,24 0,13

3. Perlengkapan rumah tangga 108,65 109,02 0,34 0,00

4. Peny elenggaraan rumah tangga 113,97 114,37 0,35 0,01

IV. Sandang 108,10 108,45 0,32 0,01

1. Sandang laki-laki 110,22 110,19 -0,03 0,00

2. Sandang w anita 109,41 109,24 -0,16 0,00

3. Sandang anak-anak 107,49 107,85 0,33 0,01

4. Barang pribadi dan sandang lainnya 105,49 106,58 1,03 0,01

V. Kesehatan 119,37 119,93 0,47 0,02

1. Jasa Kesehatan 116,84 117,05 0,18 0,00

2. Obat-obatan 109,32 109,56 0,22 0,00

3. Jasa Peraw atan jasmani 125,77 125,77 0,00 0,00

4. Peraw atan jasmani dan kosmetik 123,65 124,75 0,89 0,07

VI. Pendidikan. Rekreasi & Olahraga 116,14 116,36 0,19 0,01

1. Jasa pendidikan 122,81 122,81 0,00 0,00

2. Kursus-kursus/pelatihan 116,03 116,75 0,62 0,00

3. Perlengkapan/Peralatan pendidikan 110,73 111,17 0,40 0,00

4. Rekreasi 106,87 107,43 0,52 0,01

5. Olah raga 108,55 108,97 0,39 0,00

VII. Transpor. Komunikasi & Jasa Keuangan 129,21 129,64 0,33 0,06

1. Transpor 139,82 139,94 0,09 0,01

2. Komunikasi dan pengiriman 104,99 106,19 1,14 0,05

3. Sarana dan penunjang transpor 132,83 133,26 0,32 0,01

Referensi

Dokumen terkait

Pada bab ini akan menganalisis bagaimana kebijakan kerjasama militer bisa dipakai sebagai sarana untuk mengakomodasikan kepentingan nasional, terutama kepentingan strategis

Berdasarkan pergerakan dan perilaku mencari makan ketiga jenis burung pantai genus Calidris (kedalaman paruh burung saat mengambil organisme makanan); ukuran, bentuk dan

Kawasan hutan dan areal perkebunan gampong Pasir Belo terletak di dalam KEL dengan status lahan APL (Areal Penggunaan Lain), sebahagian besar hutan yang baru

Namun dalam pembuatannya tersebut diperlukan suatu analisa yang mana diperlukan untuk mengetahui kelayakan produk melalui beberapa pengujian terkait produk pangan

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler pramuka di sekolah dasar, (2) Kandungan nilai karakter gotong royong pada

Penerimaan ganti rugi atas kerugian negara (tuntutan ganti rugi dan tuntutan bendaharawan). Penerimaan denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan pemerintah. Penerimaan

Hasil penelitian ini dapat disimpulkan: (1) kondisi dan potensi sekolah mendukung dikembangkannya modul PPKn karena siswa tidak memiliki bahan ajar sendiri yang

Panti Jompo kelas premium memiliki fasilitas lebih banyak dan perawatan yang lebih baik, di lingkungan yang aman untuk membantu warga lansia dapat hidup