• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum BankIndonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum BankIndonesia"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

FREQUENTLY ASKED QUESTIONS

SE EKSTERN NO.12/15/DKBU/2010 PERIHAL PERUBAHAN KEDUA

ATAS SURAT EDARAN BANK INDONESIA NOMOR 8/7/DPBPR TANGGAL 23 FEBRUARI 2006 PERIHAL LAPORAN BULANAN BANK PERKREDITAN RAKYAT

1. Apa latar belakang penerbitan Surat Edaran (SE) ini?

SE ini diterbitkan sehubungan dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/20/PBI/2006 tentang Transparansi Kondisi Keuangan Bank Perkreditan Rakyat, Surat Edaran Nomor 11/37/DKBU perihal Penetapan Standar Akuntansi bagi Bank Perkreditan Rakyat dan Surat Edaran Nomor 12/14/DKBU perihal Pelaksanaan Pedoman Akuntansi Bank Perkreditan Rakyat.

2. Apa saja pokok-pokok pengaturan dalam SE ini?

SE ini mengatur Pedoman Penyusunan Laporan Bulanan dan Petunjuk Aplikasi Laporan Berkala Bank Perkreditan Rakyat yang harus dijadikan acuan oleh seluruh Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sejak periode laporan bulan Oktober 2010 yang disampaikan pada bulan November 2010 serta masa uji coba penyampaian Laporan Bulanan sesuai dengan pedoman baru untuk laporan bulan Juli, Agustus dan September 2010.

3. Mulai kapan SE ini berlaku?

SE ini berlaku sejak tanggal 11 Juni 2010.

4. Bagaimana keterkaitan dengan Pedoman Akuntansi BPR (PA BPR) yang baru diberlakukan sesuai SE No.12/14/DKBU?

Referensi

Dokumen terkait

Perubahan Atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 7/56/DPbS tanggal 9 Desember 2005 tentang Laporan Tahunan, Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan dan Bulanan serta Laporan

Bab III Data perbankan bersumber dari Laporan Bulanan Bank Umum (LBU) bank-bank yang berlokasi di wilayah Kalimantan Selatan, khusus untuk data penyaluran kredit berdasarkan

Format laporan SKBDN mengacu pada ketentuan Bank Indonesia mengenai Laporan Kantor Pusat Bank Umum yang berlaku, sehingga Lampiran 1 mengenai Laporan Transaksi SKBDN

Laporan apa saja yang harus disampaikan kepada Bank Indonesia Laporan apa saja yang harus disampaikan kepada Bank Indonesia Laporan apa saja yang harus disampaikan

(1a) Bank yang tidak menyampaikan pedoman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 huruf b dan huruf c serta laporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1) dikenakan

BPRS yang telah mendapat izin usaha dari Bank Indonesia wajibd. mencantumkan secara jelas frase “Bank Pembiayaan

Perubahan Atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 7/56/DPbS tanggal 9 Desember 2005 tentang Laporan Tahunan, Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan dan Bulanan serta Laporan

Menunjuk Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 8/15/DPNP tanggal 12 Juli 2006 perihal Laporan Berkala Bank Umum, khususnya pada Bab V mengenai Format Laporan