• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kegiatan Percepatan Studi bagi Mahasiswa PPs UNJ – Pascasarjana DISAIN EKSPERIMEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kegiatan Percepatan Studi bagi Mahasiswa PPs UNJ – Pascasarjana DISAIN EKSPERIMEN"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

DISAIN EKSPERIMEN

PROGRAM STUDI PEP PASCASARJANA UNJ

(2)

PENELITIAN EKSPERIMENTAL

Suatu penelitian yang berusaha untuk melihat pengaruh

sebab akibat dengan melakukan uji coba

Keunggulan Kelemahan

•Peneliti memiliki peluang untuk mengontrol variabel luar

•Peneliti dapat memanipulasi variabel

•Hasil penelitian dapat memberi arah yang lebih akurat dan dapat

menyarankan solusi praktis untuk penelitian baru

•Untuk mendisain lingkungan artifisial yang mendekati

keadaan asli sering kali sulit dilakukan

•Memerlukan waktu yang relatif lama

(3)

TUJUAN

DISAIN EKSPERIMEN

• Memperoleh atau mengumpulkan

informasi yang maksimum sesuai dengan data yang diperlukan

• Melakukan penelitian secara efisien dengan memperhatikan:

– Waktu – Tenaga – Dana

(4)

PRINSIP DASAR

DISAIN EKSPERIMEN

• Replikasi, artinya pengulangan eksperimen

• Rendemisasi atau pengacakan, dilakukan untuk menghilangkan bias

(5)

LANGKAH-LANGKAH

MEMBUAT DISAIN EKSPERIMEN

• Perumusan masalah • Perumusan hipotesis

• Penentuan teknik dan disain ekperimen • Melakukan eksperimen

• Menentukan teknik statistika terhadap hasil eksperimen

(6)

MERUMUSKAN MASALAH

• Masalah yang dipilih merupakan sesuai yang baru

• Mengandung rancangan eksperimen ( variabel bebas dan terikat)

• Tidak bertentangan dengan moral

(7)

MERUMUSKAN HIPOTESIS

(

hipotesis adalah pernyataan dugaan tentang hubungan antar dua variabel atau lebih)

HIPOTESIS PENELITIAN • Berlandaskan teori

• Mengandung implikasi yang jelas untuk dapat diuji • Bentuk kalimat pernyataan tentang relasi yang

menghubungkan antar variabel HIPOTESIS STATISTIK

• Hipotesis nol

(8)

PENGERTIAN VALIDITAS

• Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauhmana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya.

• Suatu instrumen pengukuran dapat

dikatakan mempunyai validitas yang tinggi jika instrumen tersebut menjalan

(9)

VALIDITAS INTERNAL

• Mempersoalkan seberapa jauh perubahan variabel kriterion benar-benar adalah akibat perlakuan bukan karena faktor lain.

• Untuk menjamin validitas internal, peneliti harus mengontrol faktor-faktor yang mengancam:

- Peristiwa (sejarah)

(10)

TIPE VALIDITAS

• Content Validity • Construct Validity

(11)

CONSTRUCT VALIDITY

• Validitas yang menunjukan sejauhmana

instrumen mengungkapkan suatu trait atau kontrak teoritik.

• Validitas konstrak biasanya memerlukan tehnik analisis statistika.

• Mempermasalahkan seberapa jauh item

(12)

CONTENT VALIDITY

• Sejauhmana item dalam instrumen

mencakup keseluruhan kawasan isi objek yang hendak diukur.

• Sejauhmana isi instrumen mencerminkan ciri atribut yang hendak diukur.

• Estimesi content validity tidak melibatkan perhitungan statistik melainkan hanya

(13)

KRITERION-RELATED VALIDITY

• Adalah validitas yang ditentukan

berdasarkan kriteria internal amupun eksternal.

• Kriteria internal adalah tes atau instrumen itu sendiri menjadi kriteria.

• Kriteria eksternal adalah hasil ukur

(14)

VALIDITAS INTERNAL

• Seberapa jauh hasil ukur butir konsisten dengan hasil ukur instrumen sebagai suatu kesatuan

• Tercermin pada besaran koefisien korelasi antara skor butir dengan skor total instrumen

• Jika koefisien korelasi antara skor butir dan skor total instrumen positif dan signifikan maka butir dapat dianggap valid berdasarkan ukuran

(15)

VALIDITAS INTERNAL

• Mempersoalkan seberapa jauh perubahan variabel kriterion benar-benar adalah akibat perlakuan bukan karena faktor lain.

• Untuk menjamin validitas internal, peneliti harus mengontrol faktor-faktor yang mengancam:

- Peristiwa (sejarah)

(16)

VALIDITAS EKSTERNAL

• Validitas Konkuren

– Jika krieteria eksternal yang digunakan

adalah ukuran atau penampilan saat ini atau saat yang bersamaan dengan pengukuran.

• Validitas prediktif

(17)

PENELITIAN EKSPERIMENTAL

(18)

DESAIN PRA-EKSPERIMEN

(1)

One group after- only design ( one short case study)

• Desain yang melibatkan satu kelompok dan hanya satu kali observasi atau

pengukuran

• Studi deskriptif

• Disain: X O

(19)

DESAIN PRA-EKSPERIMEN

(2)

One group before-after ( pretest-posttest) design

• Melibatkan satu kelompok namun

pengukuran atau observasi dua kali ( awal perlakuan dan akhir perlakuan )

• Disain: O X O

(20)

DESAIN PRA-EKSPERIMEN

(3)

Nonequivalent posttest-only design (static group comparison)

• Melibatkan kelompok kontrol • Desain:

Treatment Response Measure X 01

(21)

DESAIN EKSPERIMENTAL

SEJATI

• Kontrol terhadap variabel-variabel dibuat terpadu dalam desain sendiri

• Variabel kontrol adalah variabel yang bersaing dengan variabel independen yang sengaja

dirancang

• Keunggulan desain eksperimental sejati (ES): - Desain ES melibatkan setidaknya satu

kelompok pembanding

- Desain ES menggunakan penugasan acak (random assignment) sebagai upaya untuk

(22)

DESAIN EKSPERIMENTAL

SEJATI

Pre Test-Post Test Control Group Design

• Melibatkan dua kelompok atau lebih

(23)

DESAIN EKSPERIMENTAL

SEJATI

Post Test-Only Control-Group Design

• Kelompok kontrol hanya dilakukan pada tes akhir saja

(24)

DESAIN EKSPERIMENTAL

SEJATI

Solomon Four-Group Design

• Kombinasi dua desain sebelumnya

• Melibatkan dua kelompok perlakuan dan dua kelompok kontrol. Tes awal dan tes akhir hanya dilakukan pada dua

kelompok, sedangkan dua kelompok lainnya hanya mendapat tes akhir

(25)

• Desain:

(26)

DESAIN QUASI EKSPERIMENTAL

• Digunakan jika desain ES tidak fleksibel • Desain ini bisa melakukan kontrol tetapi

terbatas

• Dapat mengontrol hal berikut:

(27)

DESAIN QUASI EKSPERIMENTAL

Desain Tes Awal-Tes Akhir (TAA)

a. Desain kelompok Kontrol Tdk Setara (KKTS) - Tidak adanya randomisasi

- Mewajibkan subyek mengikuti tes awal dan tes akhir

- Desain:

O1 X O2 (eksperimental group)

__ __---__________________

(28)

DESAIN QUASI EKSPERIMENTAL

• a Desain Perbandingan Kelompok yang bersifat Statik

• Bagan :

X O _______ O

(29)

DESAIN QUASI EKSPERIMENTAL

• Desain Seri Waktu • Bagan :

O O O O X O O O O

• SATU KELOMPOK SUBJEK DIUKUR DALAM INTERVAL WAKTU TERTENTU

(30)

DESAIN QUASI EKSPERIMENTAL

• DESAIN COUNTERBALANCE

• BAGAN:

– X1 O X2 O X3 O – X3 O X1 O X2 O – X2 O X3 O X1 O

(31)

DESAIN QUASI EKSPERIMENTAL

Desain Tes Awal-Tes Akhir (TAA)

b. Desain Tes Awal – Akhir dengan Sampel Terpisah (TAAST)

(32)
(33)

DISAIN ACAK SEMPURNA

(34)

Lanjutan

• Tipe content validity.

– Face validity

• Adalah tipe validitas yang paling rendah

signifikannya karena hanya didasarkan pada penilaian terhadap format penampilan. Atau

mampu mengungkapkan apa yang hendak diukur.

– Logical validity

• Adalah validitas sampling yang menunjukan

(35)

Cara mengontrol pada eksperimen dengan:

Referensi

Dokumen terkait

Panggung Kota Tegal Tahun Anggaran 2016 dalam waktu 3 (tiga) hari setelah pengumuman pemenang, terhitung mulai hari Sabtu tanggal 27 Agustus 2016 sampai dengan hari Senin tanggal

Pada hari ini, Senin tanggal Dua bulan September tahun Dua Ribu Tiga Belas, Pejabat Pengadaan Barang/Jasa Bidang Permukiman dan Perumahan Dinas Pekerjaan Umum Kota Cimahi,

[r]

[r]

[r]

Fungsi pengangkutan ialah memindahkan barang atau orang dari suatu tempat ke tempat yang lain dengan maksud untuk meningkatkan daya guna dan nilai. Di sini

[r]

The edges of the classified building groups are then emphasized with shearlet based edge detection method, which is able to detect edges only in the main directions, resulting in