DISAIN EKSPERIMEN
PROGRAM STUDI PEP PASCASARJANA UNJ
PENELITIAN EKSPERIMENTAL
Suatu penelitian yang berusaha untuk melihat pengaruhsebab akibat dengan melakukan uji coba
Keunggulan Kelemahan
•Peneliti memiliki peluang untuk mengontrol variabel luar
•Peneliti dapat memanipulasi variabel
•Hasil penelitian dapat memberi arah yang lebih akurat dan dapat
menyarankan solusi praktis untuk penelitian baru
•Untuk mendisain lingkungan artifisial yang mendekati
keadaan asli sering kali sulit dilakukan
•Memerlukan waktu yang relatif lama
TUJUAN
DISAIN EKSPERIMEN
• Memperoleh atau mengumpulkan
informasi yang maksimum sesuai dengan data yang diperlukan
• Melakukan penelitian secara efisien dengan memperhatikan:
– Waktu – Tenaga – Dana
PRINSIP DASAR
DISAIN EKSPERIMEN
• Replikasi, artinya pengulangan eksperimen
• Rendemisasi atau pengacakan, dilakukan untuk menghilangkan bias
LANGKAH-LANGKAH
MEMBUAT DISAIN EKSPERIMEN
• Perumusan masalah • Perumusan hipotesis
• Penentuan teknik dan disain ekperimen • Melakukan eksperimen
• Menentukan teknik statistika terhadap hasil eksperimen
MERUMUSKAN MASALAH
• Masalah yang dipilih merupakan sesuai yang baru
• Mengandung rancangan eksperimen ( variabel bebas dan terikat)
• Tidak bertentangan dengan moral
MERUMUSKAN HIPOTESIS
(
hipotesis adalah pernyataan dugaan tentang hubungan antar dua variabel atau lebih)HIPOTESIS PENELITIAN • Berlandaskan teori
• Mengandung implikasi yang jelas untuk dapat diuji • Bentuk kalimat pernyataan tentang relasi yang
menghubungkan antar variabel HIPOTESIS STATISTIK
• Hipotesis nol
PENGERTIAN VALIDITAS
• Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauhmana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya.
• Suatu instrumen pengukuran dapat
dikatakan mempunyai validitas yang tinggi jika instrumen tersebut menjalan
VALIDITAS INTERNAL
• Mempersoalkan seberapa jauh perubahan variabel kriterion benar-benar adalah akibat perlakuan bukan karena faktor lain.
• Untuk menjamin validitas internal, peneliti harus mengontrol faktor-faktor yang mengancam:
- Peristiwa (sejarah)
TIPE VALIDITAS
• Content Validity • Construct Validity
CONSTRUCT VALIDITY
• Validitas yang menunjukan sejauhmana
instrumen mengungkapkan suatu trait atau kontrak teoritik.
• Validitas konstrak biasanya memerlukan tehnik analisis statistika.
• Mempermasalahkan seberapa jauh item
CONTENT VALIDITY
• Sejauhmana item dalam instrumen
mencakup keseluruhan kawasan isi objek yang hendak diukur.
• Sejauhmana isi instrumen mencerminkan ciri atribut yang hendak diukur.
• Estimesi content validity tidak melibatkan perhitungan statistik melainkan hanya
KRITERION-RELATED VALIDITY
• Adalah validitas yang ditentukan
berdasarkan kriteria internal amupun eksternal.
• Kriteria internal adalah tes atau instrumen itu sendiri menjadi kriteria.
• Kriteria eksternal adalah hasil ukur
VALIDITAS INTERNAL
• Seberapa jauh hasil ukur butir konsisten dengan hasil ukur instrumen sebagai suatu kesatuan
• Tercermin pada besaran koefisien korelasi antara skor butir dengan skor total instrumen
• Jika koefisien korelasi antara skor butir dan skor total instrumen positif dan signifikan maka butir dapat dianggap valid berdasarkan ukuran
VALIDITAS INTERNAL
• Mempersoalkan seberapa jauh perubahan variabel kriterion benar-benar adalah akibat perlakuan bukan karena faktor lain.
• Untuk menjamin validitas internal, peneliti harus mengontrol faktor-faktor yang mengancam:
- Peristiwa (sejarah)
VALIDITAS EKSTERNAL
• Validitas Konkuren
– Jika krieteria eksternal yang digunakan
adalah ukuran atau penampilan saat ini atau saat yang bersamaan dengan pengukuran.
• Validitas prediktif
PENELITIAN EKSPERIMENTAL
DESAIN PRA-EKSPERIMEN
(1)
One group after- only design ( one short case study)
• Desain yang melibatkan satu kelompok dan hanya satu kali observasi atau
pengukuran
• Studi deskriptif
• Disain: X O
DESAIN PRA-EKSPERIMEN
(2)
• One group before-after ( pretest-posttest) design
• Melibatkan satu kelompok namun
pengukuran atau observasi dua kali ( awal perlakuan dan akhir perlakuan )
• Disain: O X O
DESAIN PRA-EKSPERIMEN
(3)
Nonequivalent posttest-only design (static group comparison)
• Melibatkan kelompok kontrol • Desain:
Treatment Response Measure X 01
DESAIN EKSPERIMENTAL
SEJATI
• Kontrol terhadap variabel-variabel dibuat terpadu dalam desain sendiri
• Variabel kontrol adalah variabel yang bersaing dengan variabel independen yang sengaja
dirancang
• Keunggulan desain eksperimental sejati (ES): - Desain ES melibatkan setidaknya satu
kelompok pembanding
- Desain ES menggunakan penugasan acak (random assignment) sebagai upaya untuk
DESAIN EKSPERIMENTAL
SEJATI
Pre Test-Post Test Control Group Design
• Melibatkan dua kelompok atau lebih
DESAIN EKSPERIMENTAL
SEJATI
Post Test-Only Control-Group Design
• Kelompok kontrol hanya dilakukan pada tes akhir saja
DESAIN EKSPERIMENTAL
SEJATI
Solomon Four-Group Design
• Kombinasi dua desain sebelumnya
• Melibatkan dua kelompok perlakuan dan dua kelompok kontrol. Tes awal dan tes akhir hanya dilakukan pada dua
kelompok, sedangkan dua kelompok lainnya hanya mendapat tes akhir
• Desain:
DESAIN QUASI EKSPERIMENTAL
• Digunakan jika desain ES tidak fleksibel • Desain ini bisa melakukan kontrol tetapi
terbatas
• Dapat mengontrol hal berikut:
DESAIN QUASI EKSPERIMENTAL
Desain Tes Awal-Tes Akhir (TAA)
a. Desain kelompok Kontrol Tdk Setara (KKTS) - Tidak adanya randomisasi
- Mewajibkan subyek mengikuti tes awal dan tes akhir
- Desain:
O1 X O2 (eksperimental group)
__ __---__________________
DESAIN QUASI EKSPERIMENTAL
• a Desain Perbandingan Kelompok yang bersifat Statik
• Bagan :
X O _______ O
DESAIN QUASI EKSPERIMENTAL
• Desain Seri Waktu • Bagan :
O O O O X O O O O
• SATU KELOMPOK SUBJEK DIUKUR DALAM INTERVAL WAKTU TERTENTU
DESAIN QUASI EKSPERIMENTAL
• DESAIN COUNTERBALANCE
• BAGAN:
– X1 O X2 O X3 O – X3 O X1 O X2 O – X2 O X3 O X1 O
DESAIN QUASI EKSPERIMENTAL
Desain Tes Awal-Tes Akhir (TAA)
b. Desain Tes Awal – Akhir dengan Sampel Terpisah (TAAST)
DISAIN ACAK SEMPURNA
Lanjutan
• Tipe content validity.
– Face validity
• Adalah tipe validitas yang paling rendah
signifikannya karena hanya didasarkan pada penilaian terhadap format penampilan. Atau
mampu mengungkapkan apa yang hendak diukur.
– Logical validity
• Adalah validitas sampling yang menunjukan
Cara mengontrol pada eksperimen dengan: