• Tidak ada hasil yang ditemukan

221MKpIX2010 Tim RPP Iptek UU LLAJ 27 092010

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "221MKpIX2010 Tim RPP Iptek UU LLAJ 27 092010"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA

KEPUTUSAN MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI NOMOR 221/M/Kp/IX/2010

TENTANG

TIM PERUMUS RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH (RPP) TENTANG PENGEMBANGAN INDUSTRI DAN TEKNOLOGI SARANA DAN PRASARANA LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN

MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Bab XIII Pasal 219 sampai dengan Pasal 225 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Pengembangan Industri dan Teknologi Sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Keputusan Menteri Negara Riset dan Teknologi tentang Tim Perumus Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pengembangan Industri dan Teknologi Sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;

Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 96 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5025);

2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 84 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4219);

(2)

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI TENTANG TIM PERUMUS RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH (RPP) TENTANG PERKEMBANGAN INDUSTRI DAN TEKNOLOGI SARANA DAN PRASARANA LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN.

PERTAMA : Mengangkat mereka yang namanya tercantum dalam Lampiran Keputusan ini, sebagai Tim Perumus Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Perkembangan Industri dan Teknologi Sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

KEDUA : Tugas Tim sebagaimana dimaksud pada diktum PERTAMA, yaitu merumuskan dan menyusun Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Perkembangan Industri dan Teknologi Sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan .

KETIGA : Segala biaya yang timbul sebagai akibat ditetapkannya Keputusan ini dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Kementerian Riset dan Teknologi.

KEEMPAT : Keputusan ini berlaku surut sejak tanggal 1 Juli 2010 sampai dengan tanggal 31 Desember 2010, dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam Keputusan ini akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.

Salinan Keputusan ini disampaikan kepada:

1. Sekretaris Menteri Riset dan Teknologi;

2. Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi; 3. Kepala Badan Standardisasi Nasional;

4. Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia; 5. Yang bersangkutan.

Ditetapkan di : Jakarta

Pada Tanggal : 27 September 2010 Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia,

TTD.

(3)

LAMPIRAN

KEPUTUSAN MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI Nomor : 221/M/Kp/IX/2010

Tanggal : 27 September 2010

DAFTAR TIM PERUMUS RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH

TENTANG PENGEMBANGAN TEKNOLOGI DAN INDUSTRI SARANA DAN PRASARANA LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN

NO NAMA JABATAN

1 2 3

1. ENGKOS KOSWARA PENANGGUNG JAWAB

2. PRAWOTO KOORDINATOR

3. HARI PURWANTO ANGGOTA

4. MOH. NUR HIDAYAT ANGGOTA

5. DADIT HERDIKIAGUNG ANGGOTA

6. DJOKO W. KARMIADJI ANGGOTA

7. SAMUDRO ANGGOTA

8. RUSMADI SUYUTI ANGGOTA

9. MAHFUDZ AL HUDA ANGGOTA

10. ERRY RICARDO NURZAL ANGGOTA

11. RAYMOND AMIR ANGGOTA

12. WAWAS SWATHATA FRIJIAH ANGGOTA

13. HARI SUMARTONO ANGGOTA

14. SUGENG SANTOSO ANGGOTA

15. I WAYAN PASTER SUSENAPATHY ANGGOTA

16. LUKITO HASTA ANGGOTA

17. SINUNG NUGROHO ANGGOTA

18. DJASWADIN ANGGOTA

19 SETYO MARGO UTOMO ANGGOTA

20 FITRI SUHARIYADI ANGGOTA

(4)

NO NAMA JABATAN

22 SUGIARTO ANGGOTA

23 ABDUL HAPID ANGGOTA

Ditetapkan di Jakarta

Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia,

TTD.

Referensi

Dokumen terkait

Menggunakan Pasal 310 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan Pasal 359 dan 360 KUHP dalam memberikan saksi hukum kepada pelanggaran

berkendara pengemudi harus mengetahui ketentuan mengenai pelanggaran lalu lintas yagn diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu LIntas dan Angkutan

Sesuai Pasal 3 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, tujuan dari pengangkutan adalah “ terwujudnya lalu lintas dan angkutan jalan

bahwa sesuai ketentuan Pasal 182 ayat (2) huruf d dan Pasal 183 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pada

bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 208 ayat (2) huruf c Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, perlu mengatur pemberian

“Hal tersebut diatas juga dipertegas oleh ketentuan pidana pada pasal 275 ayat 1 Undang-Undang No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan jalan yang menyatakan

Kesimpulan dalam jurnal ini adalah terdapat 36 bentuk pelanggaran lalu lintas di dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan terdapat peraturan yang mewajibkan pengemudi sepeda motor agar pada waktu siang hari menyalakan lampu utama