TINJAUAN YURIDIS TENTANG PENGAKUAN ANAK LUAR KAWIN MENJADI ANAK SAH Tinjauan Yuridis Tentang Pengakuan Anak Luar Kawin Menjadi Anak Sah.
Teks penuh
Dokumen terkait
(ahliwaris kelas pertama) maka anak luar kawin itu mendapat bahagian sebesar 1/3 dari bahagian yang akan diterimanya. sekiranya ia adalah
Jika anak tersebut merupakan anak hasil kawin hamil yang lahir enam bulan setelah perkawinan yang sah kedua orang tuanya, sehingga ia memiliki hubungan nasab dengan ayah
“Anak yang dilahirkan di luar perkawinan mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya serta dengan laki-laki sebagai ayahnya yang dapat dibuktikan berdasarkan
Perkawinan yang menyatakan bahwa anak luar kawin hanya mempunyai hubungan hukum dengan ibunya maupun juga antara keluarga ibu dengan anak yang dilahirkan di luar
Pasal 42 yang menyatakan bahwa “Anak sah adalah anak yang dilahirkan dalam atau sebagai akibat perkawinan yang sah”, dan Pasal 43 ayat (1) yang menyatakan: “Anak yang
Bahwa Pasal 43 ayat (1) UU Perkawinan menyatakan: “ Anak yang dilahirkan diluar perkawinan hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya ”, menurut
Pasal 42 yang menyatakan bahwa “Anak sah adalah anak yang dilahirkan dalam atau sebagai akibat perkawinan yang sah”, dan Pasal 43 ayat (1) yang menyatakan: “Anak yang
Berdasarkan uraian tersebut, maka Pasal 43 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 yang menyatakan “anak yang dilahirkan di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan perdata dengan