• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERSEPSI MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH UNIVERSITAS NEGERI MEDAN TENTANG PANGERAN DIPONEGORO SEBAGAI PAHLAWAN NASIONAL.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERSEPSI MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH UNIVERSITAS NEGERI MEDAN TENTANG PANGERAN DIPONEGORO SEBAGAI PAHLAWAN NASIONAL."

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

PERSEPSI MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN TENTANG PANGERAN

DIPONEGORO SEBAGAI PAHLAWAN NASIONAL

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagai Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh :

HERYANTI TIRTA UTAMI 3113121028

JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

฀BSTR฀S

Heryanti Tirta Utami, NIM 3113121028, “Persepsi Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Medan Tentang Pangeran Diponegoro Sebagai Pahlawan Nasional”, Skripsi. Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan, 2015.

Tujuan penelitian ini adalah : Untuk mengetahui persepsi Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Medan tentang Pangeran Diponegoro sebagai Pahlawan Nasional.Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan mengunakan angket. Adapun alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah memberikan angket kepada responden, dimana yang menjadi respondennya adalah mahasiswa stambuk 20฀3 Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Medan. Data yang terkumpul diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 38 responden. Teknik analisis yang digunakan adalah mengikuti konsep yang diberikan Miles and Huberman yang memiliki 3 komponen seperti reduksi data, penyajian data dan penyimpulan data. Hasil penelitian dan kesimpulan yang diperoleh dari lapangan menyatakan bahwa mahasiswa memiliki pengetahuan tentang Pangeran Diponegoro. Mahasiswa memiliki pengetahuan riwayat hidup Pangeran Diponegoro dan mampu memahami nilai-nilai keteladanan yang dimiliki Pangeran Diponegoro misalnya Sosok pangeran diponegoro sebagai pahlawan nasional adalah seorang yang berjuang dengan gigih, rela berkorban tanpa pamrih serta bersikap jujur, berwibawa, dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan upaya menegakkan kedaulatan.

(7)

฀ATA PENGANTAR

฀lhamdulillah, puji syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat ฀llah SWT yang

telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan

skripsi dengan judul: Persepsi Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Medan Tentang Pangeran Diponegoro Sebagai Pahlawan Nasional dapat selesai dengan baik.

Penulisan skripsi ini sebagai salah satu syarat guna mendapatkan gelar Sarjana

Pendidikan pada Jurusan Sejarah, program S1 Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial

Universitas Negeri Medan. Dalam penyusunan skripsi ini, penulis menemui hambatan dan

rintangan dikarenakan kemampuan dari penulis. Tetapi Dalam penyusunan skripsi ini, penulis

memperoleh bimbingan, bantuan, dan pengarahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu

dengan segala kerendahan hati, penulis ucapkan banyak terima kasih kepada:

1. Bapak Prof.Dr. Ibnu Hajar, M.Si sebagai Rektor Universitas Negeri Medan.

2. Bapak Dekan Fakultas Ilmu Sosial beserta staffnya yang telah membantu penulisan dalam

proses pemberkasan.

3. Ibu Dra.Flores Tanjung,M.฀ sebagai ketua jurusan pendidikan sejarah yang telah

membimbing dan mengarahkan penulis selama menempuh studi.

4. Bapak Drs.Yushar Tanjung,M.Si sebagai sekretaris jurusan pendidikan sejarah yang telah

membimbing dan mengarahkan penulis selama menempuh studi.

5. Ibu Dra.Lukitaningsih,M.Hum dan Bapak ฀bdul Haris Nasution selaku dosen

pembimbing skripsi yang telah membimbing penulis dengan penuh kesabaran, dan

memberikan waktu serta ilmu pengetahuan dengan penuh bijaksana sehingga penulis

(8)

6. Ibu Dra.Syarifah,M.Pd sebagai dosen pembimbing akademik yang telah membimbing

penulis dengan penuh kesabaran, dan memberikan waktu serta ilmu pengetahuan dengan

penuh bijaksana sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini

7. Bapak Dr.Hidayat,M.Si sebagai dosen pengajar dan juga dosen penguji yang telah

membimbing penulis dengan penuh kesabaran, dan memberikan waktu serta ilmu

pengetahuan dengan penuh bijaksana sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini

8. Ibu Dr.Samsidar Tanjung,M.Pd sebagai dosen pengajar dan juga dosen penguji yang telah

membimbing penulis dengan penuh kesabaran, dan memberikan waktu serta ilmu

pengetahuan dengan penuh bijaksana sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

9. Untuk keluarga tercinta, Bapak Muhammad Hariono dan ibu Chairani Tirta Sari yang

selalu mendoakan penulis, selalu memberikan kasih sayang dan motivasinya selama

penulis menyelesaikan skripsi dan untuk adik penulis bagus dan indah yang terus penulis

repotkan.

10. Teristimewa untuk abang Mohammad Fajrin S.H yang selalu mendoakan penulis, selalu

memberikan kasih sayang dan motivasi selama menyelesaikan skripsi.

11. Sahabat seperjuangan dibangku kuliah yang telah memberikan warna dan cerita, pahit

manis kita lalui bersama buat Reg B 2011. Terkhusus untuk Desi Jumanisa teman

seperjuangan mulai dari acc judul sampai acc skripsi, buat adik Kristina Gultom dan adik

Wulan ฀gustini yang selalu bersama-sama diperkuliahan.

12. Terimakasih untuk adik Riska Junianda, adik Sri Yuningsih , adik Keke Sihombing dan

adik-adik SM฀ Negeri 2 Bandar yang selalu mendoakan dan memberi semangat kepada.

13. Terimakasih kepada seluruh teman-teman PPLT SM฀ Negeri 2 Bandar yang telah

mengisi hidup penulis dengan pengalaman baru yang sangat berharga. Makasih ya kak

Lenny, ฀nte Lidya, Mei, Rotua, Baya, Frau, Harni, Opung, Benry, John, Kak Geta, Tere,

(9)

14. Terimakasih kepada seluruh keluarga yang telah memberikan dukungan atas kelancaran

penulisan skripsi.

15. Seluruh responden pada penelitian ini yang telah meluangkan waktunya untuk mengisi

kuesioner penulis.

16. Buat semuanya yang berpartisipasi dalam penulisan skripsi ini penulis ucapkan

terimakasih banyak.

Medan, Maret 2015

PENULIS

(Heryanti Tirta Utami)

(10)
(11)

A. Jenis Penelitian...44

B. Lokasi Penelitian...45

C. Populasi dan Sampel...45

D. Variabel Penelitian dan Defenisi Operasional ...46

E. Teknik Pengumpulan Data ...46

F. Teknik Analisis Data...47

BAB IV HASIL PENELITIAN ฀AN PEMBAHASAN A. Deskripsi Lokasi Penelitian...49

1. Jurusan Pendidikan Sejarah...49

2. Visi, Misi Jurusan Pendidikan Sejarah...50

B. Deskripsi ฀asil Penelitian ...50

1. Kemampuan Berpikir Teknis ...51

2. Kemampuan Berpikir Interpretatif...55

3. Kemampuan Berpikir Emansipatoris...58

C. Persepsi Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Medan tentang Pangeran Diponegoro sebagai Pahlawan Nasional ...61

BAB V KESIMPULAN ฀AN SARAN A. Kesimpulan ...65

B. Saran...66 ฀AFTAR PUSTAKA

(12)

฀AFTAR GAMBAR

฀alaman

Gambar 1. Dokumentasi menyebaran angket...65

Gambar 2 . Dokumentasi menyebarkan angket ...65

Gambar 3. Dokumentasi menyebarkan angket...66

(13)

฀AFTAR TABEL

฀alaman

Tabel 1.1 Kisi Kisi Angket...65

Tabel 1.2 Kemampuan Teknis...52

Tabel 1.3 Kemampuan Teknis...55

Tabel 1.4 Kemampuan Teknis...58

Tabel 1.5 Kemampuan Interpretatif...61

Tabel 1.6 Kemampuan Teknis...64

Tabel 1.7 Kemampuan Teknis...67

Tabel 1.8 Kemampuan Teknis...70

Tabel 1.9 Kemampuan Interpretatif...72

Tabel 1.10 Kemampuan Interpretatif...75

(14)

฀AFTAR LAMPIRAN

(15)

฀A฀ I

PENDAHULUAN

A. Latar ฀elakang Masalah

฀angsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa – jasa para pahlawannya. Itulah

yang diungkapkan oleh Ir. Soekarno untuk mengenang dan menghargai jasa–jasa para

pahlawan karena perjuangan mereka yang tanpa pamrih dan selalu berpijak pada kepentingan

bangsa dan negara Indonesia demi mencapai satu kata “kemerdekaan”. Para pejuang dengan

semangat yang gigih merebut dan mempertahankan kemerdekaan. ฀angsa Indonesia

memiliki banyak pahlawan dan pejuang daerah. Di Aceh kita mengenal Teuku Umar dan

istrinya Cut Nyak Dien, di Jawa kita mengenal Pangeran Diponegoro serta ada Panglima

Polim yang berjuang dengan gagah berani mengusir kolonial ฀elanda.

Intrik–intrik politik yang berujung kematian para pejuang juga mewarnai kehidupan

bernegara kita. Kita mengetahui pahlawan revolusi, seperti A. H Nasution, Katamso, Piere

Tendean, dan lain–lain. Iereka diculik dan dibunuh untuk mempertahankan Dasar Negara

Indonesia yaitu Pancasila. Iasih banyak lagi tokoh – tokoh pahlawan yang bisa kita teladani

sikap dan prinsip hidup mereka terkait dengan rasa kecintaan mereka terhadap Tanah Air.

Iereka rela memberikan apa yang mereka miliki demi negara. Hal yang patut kita tiru saat

ini, ditengah–tengah iklim globalisasi yang dapat membuka kemungkinan adanya penjajahan

dalam bentuk baru.

Sebagai bangsa yang besar, kita tidak perlu menciptakan tokoh–tokoh fiktif semacam

super hero untuk mendidik generasi penerus bangsa. Kita mempunyai banyak sekali tokoh

perjuangan bangsa, baik dari era kerajaan sampai dengan era kolonial, bahkan setelah

kemerdekaan sekalipun. ฀anyak sekali keteladanan yang dapat kita ambil dari mereka.

(16)

2

Diponegoro dan sebagainya. Dimana tokoh – tokoh tersebut berjuang untuk merebut dan

mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Perjuangan untuk menegakkan kemerdekaan itu dilakukan melalui proses yang cukup

panjang dan melelahkan fisik maupun pikiran, serta menuntut pengorbanan harta dan nyawa.

(Suryo, 1996 : 1) Ienurut Sukarno (1964 : 286): “kemerdekaan adalah sjarat jang maha

penting untuk menghilangkan kapitalisme dan imperialisme, sjarat yang penting untuk

mendirikan masjarakat jang sempurna”.

Perjuangan Pangeran Diponegoro terlihat didalam Perang Diponegoro. Perang

Diponegoro adalah perang besar dan menyeluruh berlangsung selama lima tahun (1825-1830)

yang terjadi di Jawa antara pasukan ฀elanda di bawah pimpinan Jendral De Kock melawan

penduduk pribumi Indonesia dibawah pimpinan Pangeran Diponegoro. Perang ini

menewaskan sekitar 200.000 orang warga pribumi. Sementara korban tewas di pihak ฀elanda

berjumlah 8.000. Perang Diponegoro merupakan salah satu pertempuran terbesar yang pernah

dialami oleh ฀elanda selama masa pendudukannya di Nusantara. Peperangan ini terjadi

secara menyeluruh wilayah Jawa, sehingga disebut Perang Jawa. (Iarwati, 1984 : 206)

Adapun medan peperangan Diponegoro itu adalah berlainan daripada daerah yang akan

dimasukkan dalam rancangan perjuangan dalam abad ke-19. Iemang orang berperang di

tanah Jawa Tengah, tetapi yang dipertaruhkan dalam peperangan waktu itu bukan sekali

sekali soal di sekeliling tanah Jawa. Ada dua barang yang dipertaruhkan dalam peperangan

itu, yaitu nasib bangsa dan tanah air Indonesia: akan teruskah menjadi jajahan atau akan

dapatkah mendirikan negeri baru di Indonesia, yang memang lebih tinggi dan lebih lebar

daripada daerah perjuangan tersebut. ( Yamin, 1998:3 )

Tujuan peperangan Diponegoro selalu diarahkan kepada suatu negara merdeka dan

suatu masyarakat baru. Untuk mendirikan susunan baru itu, maka keadaan dalam tahun 1825

(17)

3

kesalahan telah mengenai dasar dan tiang masyarakat. Adapun peperangan Diponegoro itu

pertama sekali ditujukan kepada kekuasaan pemerintah ฀elanda, dan kedua kepada segala

kekuasaan yang sejalan dengan atau yang membantu pemerintah ฀elanda; jadi peperangan

Diponegoro bukanlah peperangan saudara, atau peperangan karena dendam hati, melainkan

peperangan kemerdekaan yang tentu tujuan dan dasarnya. ( Yamin, 1998: 33).

Guna menjaga dan mempertahankan kemerdekaan yang telah dicapai maka diperlukan

adanya kesadaran sejarah terutama dari generasi muda karena generasi muda inilah nantinya

yang diharapkan sebagai generasi penerus bangsa yang akan mempertahankan dan mengisi

kemerdekaan yang telah dicapai. Salah satu generasi muda yang diharapkan itu adalah

mahasiswa karena mahasiswa merupakan bagian kecil dari komunitas di masyarakat yang

memiliki potensi besar dalam memberikan kontribusi perubahan bagi bangsa dan negaranya.

Terfokus pada permasalahan yang akan diteliti, maka dalam hal ini mahasiswa Jurusan

Pendidikan Sejarah hendaklah memiliki persepsi di dalam memaknai setiap peristiwa sejarah

bangsanya karena dapat menumbuhkan kesadaran sejarah yang merupakan modal awal dalam

membentuk patriotisme. Iahasiswa juga harus meneladani nilai-nilai perjuangan Pangeran

Diponegoro seperti kejujurannya, kearifannya, kesederhanaannya, keadilannya, rela

berkorban, egaliter (bersifat sederajat), professional, ksatria dan mencintai rakyat. Sikap

ksatria dan rela berkorban yang dimiliki oleh Pangeran Diponegoro serta kearifan dan

kejujurannya memang patut kita teladani. Ieskipun tidak berhasil membawa Jawa menjadi

sejahtera, perjuangannya bukan berarti sia-sia. Semangatnya menginspirasi generasi bangsa

untuk terus melawan ketidakadilan.

Semangat kepahlawanan yang telah diwujudkan oleh para pejuang merupakan amal

perjuangan yang dipersembahkan kepada bangsa dan tanah air. Iereka berjuang berdasar

jiwa dan semangat rela berkorban untuk bangsanya. Semangat juang yang menggelora,

(18)

4

berkorban, sifat kegotongroyongan, cinta tanah air dan bangsa, tidak mengenal menyerah

serta percaya pada kemampuan diri sendiri adalah nilai-nilai Kepahlawanan yang masih

relevan dan patut menjadi suri teladan bagi generasi muda. Nilai-nilai Kepahlawanan perlu

dijunjung tinggi dengan penuh kebanggaan dan diamalkan dalam berbagai kegiatan

pembangunan serta kehidupan sehari-hari. Iemang harus diakui bahwa nilai-nilai

Kepahlawanan saat ini cenderung mengalami penurunan dalam pengamalannya. Oleh karena

itu pengenalan nilai-nilai Kepahlawanan perlu dilakukan dan di sosialisasikan pada generasi

muda.

Dalam menumbuhkan semangat kebangsaan dalam diri mahasiswa melalui materi

perkuliahan Sejarah Indonesia II tentang perlawanan rakyat – rakyat di daerah khususnya

perlawanan Pangeran Diponegoro, pendidik melakukan pembinaan nilai-nilai keteladanan

Pangeran Diponegoro sebagai Pahlawan Nasional dalam diri mahasiswa agar mahasiswa

dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air dan bangsa, berawal dari penanaman rasa

nasionalisme, cinta kepada tanah air dan bangsanya.

Sejarah lebih dari sekedar pengetahuan mengenai masa lalu. Sejarah tidak dapat

digenggam dalam tangan kita dan tidak dapat disimpan dalam lemari buku perpustakaan..

Jacques ฀arzun dalam Same Wineburg menjelaskan bahwa:

฀ Perasaan sejarah tidak bersemayam di dalam seperangkat buku-buku tertentu. Perasaan sejarah bersemayam di dalam benak seseorang; dan perasaan itu, meski lahir dari rasa ingin tahu yang alami, harus dirawat dengan cara – cara tertentu, dengan membaca sejarah yang sejati. Izinkan saya mengulangi kembali apa yang dipahami sejarawan yang telah diakui pemikirannya sebagai sejarah sejati: sejarah sejati adalah uraian yang memaparkan serangkaian motivasi, tindakan dan hasil. Urutan waktu-kronologi-harus jelas. Tanggal-tanggal penting artinya semata-mata untuk tujuan orientasi di dalam arus motivasi, tindakan dan hasil. Rangkaian ini tidak harus panjang...tetapi harus tebal, karena motivasi dan tindakan, karena berasal dari banyak orang, selalu berkaitan satu sama lain, dan hasil karena itu tidak dapat dipahami kecuali jika gambaran keseluruhan dari keterkaitan itu telah diberikan”. (Sam, 2006:228)

Dari kondisi diatas, peneliti akan mengkaji sejauh mana pengetahuan mahasiswa

(19)

5

keteladanan para Pangeran Diponegoro dan diharapkan dari penelitian tersebut dapat berguna

untuk meningkatkan semangat kebangsaan mahasiswa. Dalam penelitian ini diajukan judul

“Persepsi Mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Medan Tentang Pangeran

Diponegoro Sebagai Pahlawan Nasional”

฀. Identifikasi Masalah

฀erdasarkan latar belakang diatas, maka dapat dikembangkan suatu identifikasi

masalah sebagai berikut :

1. Kriteria seseorang untuk menjadi seorang pahlawan

2. Tokoh-tokoh pahlawan dalam sejarah di Indonesia

3. Persepsi mahasiswa tentang Pangeran diponegoro sebagai pahlawan nasional

C. ฀atasan Masalah

Dari identifikasi di atas, maka masalah penelitian ini akan dibatasi pada:

1. Persepsi mahasiswa tentang Pangeran Diponegoro sebagai pahlawan nasional

D. Rumusan Masalah

Dari latar belakang permasalahan yang telah diuraikan di atas, rumusan masalah yang

hendak dikaji dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. ฀agaimana persepsi mahasiswa tentang Pangeran Diponegoro sebagai pahlawan

nasional ?

E. Tujuan Penelitian

(20)

6

1. Iengetahui persepsi mahasiswa tentang Pangeran Diponegoro sebagai pahlawan

nasional.

F. Manfaat Penelitian

Ianfaat yang diharapkan dari hasil penelitian adalah sebagai berikut:

1. Ianfaat Teoretis

Secara teoretis penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber referensi untuk penelitian

lebih lanjut mengenai sejauh mana mahasiswa mengetahui nilai- nilai keteladanan Pangeran

Diponegoro sebagai Pahlawan Nasional. Disamping itu, dapat diketahui bagaimana

Pendidik dalam menyampaikan materi mengenai perlawanan rakyat di daerah daerah

khususnya perlawanan Pangeran Diponegoro guna meningkatkan semangat kebangsaan

siswa-siswi di Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Iedan.

2. Ianfaat Praktis

a. ฀agi Pendidik

Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai:

1) Iasukan kepada pendidik, dalam penyampaian materi agar selalu mengacu pada tujuan

pembelajaran, dengan harapan mahasiswa dapat menguasai dan memahami materi

perkuliahan sekaligus dapat membina nilai-nilai keteladanan pahlawan nasional sehingga

para mahasiswa tahu arti penting nilai-nilai keteladanan yang harus diperjuangkan pada

masa sekarang ini khususnya nilai-nilai keteladanan dari Pangeran Diponegoro.

2) Sumbangan informasi bagi Pendidik dalam melaksanakan proses belajar mengajar untuk

pembinaan nilai-nilai keteladanan sebaik mungkin kepada mahasiswa sebagai generasi

penerus yang tahu akan perjuangan masa lampau untuk dijadikan sebagai pedoman pada

(21)

7

b. ฀agi Iahasiswa

1) Dapat menumbuhkan semangat kebangsaan melalui nilai-nilai keteladanan Pangeran

Diponegoro sebagai pahlawan nasional kepada mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa.

2) Dapat memberikan motivasi kepada mahasiswa agar mempunyai kesadaran untuk

berbangsa dan bernegara.

3) Ieningkatkan rasa kebanggaan dan rasa cinta tanah air kepada bangsa dan negara.

4) Agar mahasiswa lebih menghormati dan menghargai jasa-jasa para pejuang yang sudah

berkorban demi tanah air.

5) Agar mahasiswa bisa lebih berkata jujur dalam perkataan maupun perbuatan.

6) Dapat mempererat kerukunan antar mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa.

(22)

฀9

฀A฀ V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Penelitian tentang persepsi mahasiswa stambuk 2013 Jurusan Pendidikan

Sejarah Universitas Negeri Medan terhadap Pangeran Diponegoro sebagai Pahlawan

Nasional telah penulis uraikan dalam bab IV. Berdasarkan penelitian tersebut

penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa mahasiswa memiliki pengetahuan

tentang Pangeran Diponegoro sebagai pahlawan nasional dikarenakan beberapa

faktor seperti faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internalnya meliputi:

fisiologis, perhatian, minat, pengalaman dan ingatan. Sedangkan faktor eksternal

meliputi obyek yang dipersepsi dan informasi.

Mahasiswa memiliki pengetahuan riwayat hidup Pangeran Diponegoro dan

mampu memahami nilai-nilai keteladanan yang dimiliki Pangeran Diponegoro

misalnya Sosok pangeran diponegoro sebagai pahlawan nasional adalah seorang

yang berjuang dengan gigih, rela berkorban tanpa pamrih serta bersikap jujur,

berwibawa, dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan upaya menegakkan

kedaulatan.

Dengan memahami setiap nilai-nilai keteladanan Pangeran diponegoro

diharapkan dapat meningkatkan semangat kebangsaan para mahasiswa dan

mahasiswa dapat memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari

maupun di Perguruan Tinggi.

(23)

50

Berdasarkan pada kesimpulan tersebut diatas, penulis memberikan saran

kepada :

1. Mahasiswa dituntut juga untuk pro aktif dalam pembelajaran sejarah dan

jangan pasif hanya menerima apa yang diberikan atau diajarkan dosen dan

mahasiswa harus dapat belajar mandiri agar prestasinya terus meningkat.

Selain itu mahasiswa diharapkan mengenal dan mampu meniru

keteladanan yang dicontohkan para pahlawan nasional untuk

meningkatkan semangat kebangsaan, misalnya Pangeran Diponegoro

dalam nilai-nilai patriotismenya di Perang Diponegoro

2. Bagi peneliti yang akan datang hendaknya mengadakan penelitian dengan

populasi yang lebih luas dan sampel yang berbeda, sehingga kita dapat

(24)
(25)

฀7

฀AFTAR PUSTAKA

Sukarno. (1964). ฀ibawah Bendera Revolusi. Jakarta : Panitya.

Sumanto. (2014). Psikologi Umum. Yogyakarta: Center of Academic Publisting Service.

Sobur, Alex. (2011). Psikologi Umum.Bandung: Pustaka Setia.

Carey, Peter. (2014). Takdir Riwayat Pangeran ฀iponegoro(1785-1885). Jakarta: Kompas

Media Nusantara.

Fitriyat, Lailatul,dkk. (2014). Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: Prestasi Pustaka.

Adam , Asvi Warman. (2010). Menguak Misteri Sejarah. Jakarta: Kompas Media Nusantara.

Yamin, Mutammad. (199฀).Sejarah Peperangan ฀ipanegara Pahlawan Kemerdekaan

Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Sudarmanto, Y.B. (1996). Jejak – Jejak Pahlawan ฀ari Sultan Agung Hingga Syekh Yusuf.

Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.

Arikunto, Sutarsimi.(2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka

Cipta

Sugiono. (2009). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,Kualitatif, dan R&฀.

Bandung: Alfabeta.

Haryono, Pius Suryo. (1996). Pahlawan Nasional Frans Kaisiepo. Jakarta: Devit Prima

Karya.

Walgito, Bimo. (2011). Teori-Teori Psikologi Sosial. Yogyakarta: Andi.

Margono. (2010). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Poesponegoro, M.D. Nugroto Notosusanto. (19฀4). SejarahNasional Indonesia. Jakarta: PN.

Balai Pustaka.

Adi, Kresna A.(2014). ฀iponegoro Ksatria Perang Jawa. Yogyakarta: Mata Padi Pressindo.

Ma’arif Syamsul. (2014). Jejak Kesaktian ฀an Spiritual Pangeran ฀iponegoro.Yogyakarta:

Araska

Ricklefs, M.C. (200฀). Sejarah Indonesia Modern ( 1200-2008). Jakarta: PT Serambi Ilmu

Semesta.

Wineburg, Sam. (2006). Berpikir Historis Memetakan Masa ฀epan,Mengajarkan Masa Lalu.

Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Moleong , Lexy.( 1991). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosda

Karya.

Budiningsit, Asri. (2012). Belajar ฀an Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Mar’at prof, DR. (19฀1). Sikap Manusia Perubahan Serta Pengukuran. Bandung: Gtalia

Indonesia

FIS.2011. Buku Pedoman Penulisan Skripsi dan Proposal Penulisan Matasiswa Program Studi Pendidikan Sejarat. Medan. FIS Unimed

N.N tersedia dalam internet

(tttp://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/psikologi_umum_1/Bab_3.pdf) diakses tanggal 20 februari 2015 pukul 13.00

Supriatna,nana.2007.tersedia dalam internet

Gambar

Gambar 1. Dokumentasi menyebaran angket..................................................................65
Tabel 1.1  Kisi Kisi Angket........................................................................................65

Referensi

Dokumen terkait