vii Universitas Kristen Maranatha
ABSTRACT
Banks in running its operations would not be separated from a variety of risks. Business risks the bank is the level of uncertainty about an outcome that is expected or hoped to be received. In fact, not all theories in which the effect of CAR and the LDR is directly proportional to the ROA in line with existing empirical evidence. Looking at the dynamics of the ratio of ROA and LDR are uncertain for a period of five years (June 2002 to June 2007), it is necessary to analyze whether the proposed research are the influence of CAR and LDR against the projected performance of banks with ROA in the four banks in Indonesia which is consistently listed in Indonesia Stock Exchange, Bank Mandiri, Bank BCA, Bank Danamon and Bank BRI in the subsequent period from 2007 to 2010.
This study aims to analyze the effect of Capital Adequacy Ratio (CAR) on the performance of banks as measured by Return on Assets (ROA), and analyzed the influence of Loan Deposit Ratio (LDR) on the performance of banks as measured by Return on Assets (ROA) ROA in the four banks in Indonesia which is consistently listed in Indonesia Stock Exchange, Bank Mandiri, Bank BCA, Bank Danamon and Bank BRI.
The data used by researchers from the data obtained in the form of company financial statements of each bank that will be used to transform the variables of the study.
The results showed that (a) Performance of the Banking (ROA) can be predicted by variables X1 and X2 is the level of capital adequacy ratio (CAR) and liquidity (LDR), (b) if the tested jointly independent variable (CAR & LDR) affect the variable not free (ROA) and when tested individually mampunyai independent variables influence dependent variable, (c) is jointly significant relationship exists between CAR and LDR for the banking performance (ROA).
viii Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK
Bank dalam menjalankan operasinya tentunya tak lepas dari berbagai macam risiko. Risiko usaha bank merupakan tingkat ketidakpastian mengenai suatu hasil yang diperkirakan atau diharapkan akan diterima. Dalam kenyataannya, tidak semua teori dimana pengaruh CAR dan LDR berbanding lurus terhadap ROA sejalan dengan bukti empiris yang ada.
Melihat dinamika rasio ROA dan LDR yang tidak menentu selama periode lima tahun (Juni 2002 hingga Juni 2007), maka perlu diajukan penelitian untuk menganalisis apakah terdapat pengaruh CAR dan LDR terhadap kinerja perbankan yang diproyeksikan dengan ROA pada empat bank di Indonesia yang secara konsisten terdaftar di Bursa Efek Indonesia yaitu Bank Mandiri, Bank BCA, Bank Danamon, dan Bank BRI pada periode setelahnya yaitu 2007 – 2010.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap kinerja perbankan yang diukur dengan Return on Asset (ROA), dan menganalisis pengaruh Loan Deposit Ratio (LDR) terhadap kinerja perbankan yang diukur dengan Return on Asset (ROA) ROA pada empat bank di Indonesia yang secara konsisten terdaftar di Bursa Efek Indonesia yaitu Bank Mandiri, Bank BCA, Bank Danamon, dan Bank BRI.
Data yang digunakan oleh peneliti diperoleh dari data perusahaan berupa laporan keuangan masing-masing bank yang nantinya akan digunakan untuk ditransformasikan sebagai variabel penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) Kinerja Perbankan (ROA) dapat diprediksi oleh variabel X1 dan X2 yaitu tingkat kecukupan modal (CAR) dan Likuditas (LDR); (b) jika diuji secara bersama-sama variabel bebas (CAR & LDR) mempengaruhi variabel tidak bebas (ROA) dan jika dilakukan pengujian secara individu variabel bebas mampunyai pengaruh terhadap variabel tidak bebas; (c) secara bersama-sama terdapat hubungan yang signifikan antara CAR dan LDR terhadap kinerja perbankan (ROA).
ix Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL…... i
HALAMAN PENGESAHAN…... ii
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI... iii
KATA PENGANTAR………...….. iv
BAB II KAJIAN PUSTAKA, RERANGKA PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS ... 9
2.1.5 Karakterisitik Usaha Perbankan ... 14
2.1.6 Tingkat Kesehatan Bank ... 16
2.1.6.1 Penilaian Permodalan………17
2.1.6.2 Penilaian Kualitas Aktiva Produktif………..17
x Universitas Kristen Maranatha
2.2.4 Alat Ukur Penilaian Kinerja Perbankan………...23
2.3 Kecukupan Modal (CAR) ... 25
2.3.1 Pengertian Modal………...25
2.3.2 Komponen Modal Bank………... 25
2.3.3 Pengukuran Rasio Kecukupan Modal (CAR)…………30
2.4 Likuiditas (LDR) ... 33
2.4.1 Pengertian Likuiditas ... 33
2.4.2 Pengukuran Rasio Likuiditas (LDR) ... 33
2.5 Pengaruh Tingkat Kecukupan Modal (CAR) terhadap Kinerja Perbankan (ROA) ... 34
2.6 Pengaruh Likuiditas (LDR) terhadap Kinerja Perbankan (ROA)36 2.7 Kerangka Penelitian... 39
xi Universitas Kristen Maranatha
3.2.5 Rancangan Pengujian Hipotesis………..….52
3.2.5.1 Rancangan Analisis………..53
3.2.5.2 Pemilihan dan Perhitungan Nilai Tes Statistik………....54
4.1.4 Hasil Analisis Regresi Pengaruh Tingkat Kecukupan Modal (CAR) dan Likuiditas (LDR) terhadap Kinerja Perbankan (ROA)………...67
4.1.5 Uji Signifikansi Koefisien Regresi………...68
4.2 Pembahasan ... 72
4.2.1 Analisis Capital Adequacy Ratio (CAR) ... 72
4.2.2 Analisis Loan to Deposit Ratio (LDR)………...73
4.2.3 Analisis Kinerja Perbankan (ROA)………..74
4.2.4 Pengaruh Tingkat Kecukupan Modal (CAR) dan Likuiditas (LDR) terhadap Kinerja Perbankan………….75
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan... 77
5.2 Saran... 78
5.2.1 Bagi Pihak Perbankan………..78
xii Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Kerangka Pemikiran Pengaruh CAR terhadap Profitabilitas…...35
Gambar 2 Pengaruh CAR dan LDR terhadap Kinerja Perbankan (ROA)…..38
Gambar 4.1 Tingkat Kecukupan Modal (CAR) Bank Pemerintah………62
Gambar 4.2Tingkat Likuiditas (LDR)Bank Pemerintah………..…..64
xiii Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR TABEL
Tabel I Operasionalisasi Variabel ... 50
Tabel II Pedoman untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi ... 57
Tabel 4.1 Tingkat Kecukupan Modal (CAR) ... 61
Tabel 4.2 Pertumbuhan CAR ... 61
Tabel 4.3 Tingkat Likuiditas (LDR) ... 63
Tabel 4.4 Pertumbuhan LDR ... 64
Tabel 4.5 Tingkat Kinerja Perbankan ... 65
Tabel 4.6 Pertumbuhan ROA ... 66
Tabel 4.7 Regresi ... 67
Tabel 4.8 Uji F Hitung ... 69
xiv Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran A BNI: Ikhtisar Keuangan (2003-2007)
BNI: A Decade of Dedication (2010)
BNI: Laporan Tahunan (2009)
Lampiran B BRI: Laporan Tahunan (2006-2007)
BRI: Laporan Tahunan (2008-2009)
Lampiran C Bank Mandiri: Laporan Tahunan (2001-2006)
Bank Mandiri: Laporan Tahunan (2006-2007)
Bank Mandiri: Laporan Tahunan (2008-2009)
1 Universitas Kristen Maranatha
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pasar modal merupakan salah satu alternatif pilihan sumber dana jangka panjang
bagi perusahaan. Termasuk didalamnya adalah perusahaan-perusahaan pada sektor
perbankan. Industri Perbankan memegang peranan penting bagi pembangunan
ekonomi sebagai Financial Intermediary atau perantara pihak yang kelebihan dana
dengan pihak yang membutuhkan dana. Menurut Ali (2006), bank didefinisikan
sebagai lembaga keuangan yang memiliki izin usaha untuk beroperasi sebagai bank,
yaitu menerima penempatan dana-dana yang dipercayakan masyarakat kepada bank
tersebut, memberikan pinjaman kepada masyarakat dan dunia usaha pada umumnya,
memberi akseptasi atas berbagai bentuk surat utang yang disampaikan pada bank
tersebut serta menerbitkan cek. Usaha perbankan sendiri lahir karena pada
kenyataannya tidak semua orang yang menabung menggunakan tabungannya untuk
keperluannya seharihari, sedangkan banyak kegiatan usaha lain yang membutuhkan
modal lebih banyak dari kemampuan para pemilik usaha tersebut (Jaya, 1998).
Terjadinya krisis moneter di Indonesia sejak pertengahan tahun 1997
membawa dampak pada sektor perbankan. Krisis moneter mengakibatkan banyaknya
bank yang mengalami kredit macet. Hal tersebut mempengaruhi iklim investasi pasar
modal dibidang perbankan baik secara langsung maupun tidak langsung. Menurut
BAB 1 PENDAHULUAN 2
Universitas Kristen Maranatha imbas dari lemahnya kualitas sistem perbankan. Liberalisasi sektor perbankan sejak
tahun 1988 lebih banyak berimplikasi pada peningkatan kuantitas daripada kualitas
lembaga perbankan, sehingga efisiensi dan stabilitas perbankan masih jauh dari yang
diharapkan. Rendahnya kualitas perbankan antara lain tercermin dari lemahnya
kondisi internal sektor perbankan, lemahnya manajemen bank, moral hazard yang
timbul akibat mekanisme exit yang belum tegas serta belum efektifnya pengawasan
yang dilakukan Bank Indonesia. Sedangkan menurut Ali, (2006), penyebab
terjadinya krisis ekonomi di Indonesia bukan lemahnya fundamental ekonomi, tetapi
karena merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika. Utang luar negeri
swasta jangka pendek sejak awal 1990-an telah terakumulasi sangat besar dimana
sebagian besar tidak di-hedging (dilindungi nilainya terhadap mata uang asing). Hal
inilah yang kemudian menambah tekanan terhadap nilai tukar rupiah, karena tidak
tersedia cukup devisa untuk membayar hutang tempo beserta bunganya.
Industri perbankan merupakan industri yang syarat dengan risiko, terutama
karena melibatkan pengelolaan uang masyarakat dan diputar dalam bentuk berbagai
investasi, seperti pemberian kredit, pembelian surat-surat berharga dan penanaman
dana lainya (Imam Ghozali, 2007). Kondisi perbankan di Indonesia selama tahun
2005-2007 merupakan periode yang penuh dinamika bagi industri perbankan
nasional. Ditengah beratnya tantangan yang dihadapi, bank pada umumnya mampu
mempertahankan kinerja yang positif. Profitabilitas, likuiditas dan solvabilitas bank
stabil pada tingkat yang memadai. Namun demikian, fungsi intermediasi masih
terkendala akibat perubahan kondisi perekonomian yang kurang menguntungkan
BAB 1 PENDAHULUAN 3
Universitas Kristen Maranatha Kondisi perbankan ini mendorong pihak-pihak yang terlibat didalamnya
untuk melakukan penilaian atas kesehatan bank. Salah satu pihak yang perlu
mengetahui kinerja dari sebuah bank adalah investor sebab semakin baik kinerja
bank tersebut maka jaminan keamanan atas dana yang diinvestasikan juga semakin
besar. Dengan menggunakan rasio keuangan, investor dapat mengetahui kinerja
suatu bank. Hal ini sesuai dengan pernyataan Muljono (1999) bahwa perbandingan
dalam bentuk rasio menghasilkan angka yang lebih obyektif, karena pengukuran
kinerja tersebut lebih dapat dibandingkan dengan bank-bank yang lain ataupun
dengan periode sebelumnya.
Kinerja perusahaan dapat dilihat melalui berbagai macam variable atau
indikator. Variabel atau indikator yang dijadikan dasar penilaian adalah laporan
keuangan perusahaan yang bersangkutan. Apabila kinerja sebuah perusahaan publik
meningkat, nilai keusahaannya akan semakin tinggi. Menurut Ikatan Akuntansi
Indonesia (IAI, 1995), kinerja perusahaan dapat diukur dengan menganalisa dan
mengevaluasi laporan keuangan. Informasi posisi dan kinerja keuangan dimasa lalu
seringkali digunakan sebagai dasar untuk memprediksi posisi keuangan dan kinerja
dimasa depan dan hal-hal lain yang langsung menarik perhatian pemakai seperti
pembayaran deviden, upah, pergerakan harga sekuritas dan kemampuan perusahaan
untuk memenuhi komitmennya ketika jatuh tempo. Kinerja merupakan hal penting
yang harus dicapai oleh setiap perusahaan dimanapun, karena kinerja merupakan
cerminan dari kemampuan perusahaan dalam mengelola dan mengalokasikan sumber
dayanya.
Menurut Sofyan (2003), kinerja perbankan dapat diukur dengan
BAB 1 PENDAHULUAN 4
Universitas Kristen Maranatha dan profitabilitas perbankan. Lebih lanjut lagi dalam penelitiannya menyatakan
bahwa tingkat bunga simpanan merupakan ukuran kinerja yang lemah dan
menimbulkan masalah, sehingga dalam penelitiannya diisimpulkan bahwa
profitabilitas merupakan indikator yang paling tepat untuk mengukur kinerja suatu
bank. Ukuran profitabilitas yang digunakan adalah rate of returnequity (ROE) untuk
perusahaan pada umumnya dan return on asset (ROA) pada industri perbankan.
Return on Asset (ROA) memfokuskan kemampuan perusahaan untuk memperoleh earning dalam operasi perusahaan, sedangkan Return on Equity (ROE) hanya mengukur return yang diperoleh dari investasi pemilik perusahaan dalam bisnis
tersebut (Mawardi, 2005). Sehingga dalam penelitian ini ROA digunakan sebagai
ukuran kinerja perbankan.
Alasan dipilihnya Return on Asset (ROA) sebagai ukuran kinerja adalah
karena ROA digunakan untuk mengukur efektifitas perusahaan didalam
menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya. ROA
merupakan rasio antara laba sebelum pajak terhadap total asset. Semakin besar ROA
menunjukkan kinerja keuangan yang semakin baik, karena tingkat kembalian (return)
semakin besar. Apabila ROA meningkat, berarti profitabilitas perusahaan meningkat,
sehingga dampak akhirnya adalah peningkatan profitabilitas yang dinikmati oleh
pemegang saham (Husnan, 1998).
Beberapa faktor yang bepengaruh terhadap kinerja bank adalah CAR, dan
LDR. Capital Adequacy Ratio (CAR) adalah rasio keuangan yang berkaitan dengan
permodalan perbankan dimana besarnya modal suatu bank akan berpengaruh pada
mampu atau tidaknya suatu bank secara efisien menjalankan kegiatannya. Jika modal
BAB 1 PENDAHULUAN 5
Universitas Kristen Maranatha dapat dihindarkan, maka bank dapat mengelola seluruh kegiatannya secara efisien,
sehingga kekayaan bank (kekayaan pemegang saham) diharapkan akan semakin
meningkat demikian juga sebaliknya (Muljono, 1999). Dengan demikian Capital
Adequacy Ratio (CAR) mempunyai pengaruh terhadap kinerja bank.
Sementara Loan to Deposit Ratio (LDR) merupakan rasio yang mengukur
kemampuan bank untuk memenihi kewajiban yang harus dipenuhi. Sehingga
semakin tinggi LDR maka laba bank semakin meningkat (dengan asumsi bank
tersebut mampu menyalurkan kreditnya dengan efektif), dengan meningkatnya laba
bank, maka kinerja bank juga meningkat. Dengan demikian besar-kecilnya rasio
LDR suatu bank akan mempengaruhi kinerja bank tersebut.
Bank dalam menjalankan operasinya tentunya tak lepas dari berbagai macam
risiko. Risiko usaha bank merupakan tingkat ketidak pastian mengenai suatu hasil
yang diperkirakan atau diharapkan akan diterima (Permono, 2000). Dalam
kenyataannya, tidak semua teori seperti yang telah dipaparkan diatas, (dimana
pengaruh CAR dan LDR berbanding lurus terhadap ROA) sejalan dengan bukti
empiris yang ada.
Melihat dinamika rasio ROA dan LDR yang tidak menentu selama periode
lima tahun (juni 2002 hingga juni 2007), maka perlu diajukan penelitian untuk
menganalisis apakah terdapat pengaruh CAR dan LDR terhadap kinerja perbankan
yang diproksikan dengan ROA pada tiga bank di Indonesia yang secara konsisten
terdaftar di Bursa Efek Indonesia yaitu Bank Mandiri, Bank BNI, dan Bank BRI
pada periode setelahnya yaitu 2006– 2010.
Berdasarkan uraian di atas maka dalam penyusunan penelitian ini penulis
BAB 1 PENDAHULUAN 6
Universitas Kristen Maranatha “Pengaruh CAR dan LDR terhadap ROA pada Bank Pemerintahan Periode
Tahun 2006 – 2010”.
1.2 Identifikasi Masalah
Atas dasar latar belakang masalah tersebut diatas, maka dapat disimpulkan terjadinya
suatu kesenjangan (gap) antara teori yang selama ini dianggap benar dan selalu
diterapkan pada industri perbankan dengan kondisi empiris bisnis perbankan yang
ada selama periode 2006 sampai dengan 2010. Hal tersebut diperkuat dengan adanya
beberapa riset gap antara peneliti satu dengan peneliti yang lain, perbedaan pendapat
antara secara garis besar dapat dipaparkan seperti keterangan di bawah ini.
Menurut Mawardi (2005), dalam penelitiannya tentang analisis faktor-faktor
yang mempengaruhi kinerja bank umum di Indonesia dimana CAR berpengaruh
positif terhadap ROA. Penelitian yang dilakukan oleh Werdaningtyas (2002), tentang
faktor yang mempengaruhi profitabilitas Bank Take Over pramerger di Indonesia
menunjukkan bahwa CAR berpengaruh positif terhadap ROA, LDR berpengaruh
negatif terhadap ROA, dan Pangsa Pasar tidak memiliki pengaruh terhadap ROA.
Sample yang digunakan adalah bank-bank BUMN di Indonesia antara lain PT Bank
Mandiri tbk ; PT Bank BNI 46, dan Bank BRI periode 2008 - 2010.
Paparan diatas memperkuat alasan perlunya diadakan penelitian ini, yaitu
analisis pengaruh rasio CAR dan LDR terhadap kinerja keuangan bank-bank yang
konsisten terdaftar di bursa efek di Indonesia antara lain Bank Mandiri; Bank BCA,
Bank Danamon dan Bank BRI periode 2007-2010. Sehubungan dengan hal tersebut
diatas, maka permasalahan yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah sebagai
BAB 1 PENDAHULUAN 7
Universitas Kristen Maranatha 1. Apakah terdapat pengaruh dari Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap kinerja
perbankan yang diukur dengan Return on Asset (ROA)?
2. Apakah terdapat pengaruh dari Loan Deposit Ratio (LDR) terhadap kinerja
perbankan yang diukur dengan Return on Asset (ROA)?
1.3 Tujuan penelitian
Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk:
1. Menganalisis pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap kinerja
perbankan yang diukur dengan Return on Asset (ROA).
2. Menganalisis pengaruh Loan Deposit Ratio (LDR) terhadap kinerja perbankan
yang diukur dengan Return on Asset (ROA).
1.4 Kegunaan Penelitian
Sejalan dengan tujuan dari penelitian ini, maka kegunaan yang diperoleh dari
penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Bagi Emiten
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu dasar
pertimbangan dalam pengambilan keputusan dalam bidang keuangan terutama
dalam rangka memaksimumkan kinerja perusahaan dan pemegang saham,
sehingga saham perusahaannya dapat terus bertahan dan mempunyai return yang
besar.
BAB 1 PENDAHULUAN 8
Universitas Kristen Maranatha Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai sumber informasi untuk
bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi saham Bank
Mandiri, Bank periode 2006 - 2010.
3. Bagi Akademisi
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan atau referensi untuk
77 Universitas Kristen Maranatha BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian-uraian yang telah penulis paparkan terhadap data penelitian yang
telah terkumpul untuk kemudian diolah, mengenai pengaruh tingkat kecukupan
modal (CAR) dan likuiditas (LDR) terhadap tingkat kinerja perbankan (ROA) pada
tiga Bank milik pemerintah, maka penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan
sebagai jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada identifikasi masalah
yang menjadi acuan dasar dari maksud dan tujuan penelitian ini. Dapat disimpulkan
sebagai berikut:
a) Pengaruh Tingkat Kecukupan Modal (CAR) dan Likuditas (LDR)
terhadap Kinerja Perbankan (ROA)
Pengujian dengan menggunakan regresi ganda digunakan untuk mengetahui
sejauh mana variabel Y yaitu Kinerja Perbankan (ROA) dapat diprediksi oleh
variabel X1 dan X2 yaitu tingkat kecukupan modal (CAR) dan Likuditas (LDR).
Dari hasil perhitungan sebelumnya diperoleh persamaan regresi ganda Y =
-15,115 + 1,959 X1 + 2,046 X2. Hal ini menunjukkan bahwa jika CAR dan LDR
sebesar nol, maka nilai ROA sebesar -15,115 dan jika CAR dan LDR naik satu
satuan maka ROA akan meningkat sebesar 1,959 ditambah dengan 2,046
satuan. Begitu juga sebaliknya jika CAR dan LDR turun satu satuan maka
ROA akan turun sebesar 1,959 ditambah dengan 2,046 satuan.
b) Berdasarkan analisis yang dilakukan dengan perhitungan SPSS, diperoleh nilai
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 78
Universitas Kristen Maranatha dalam menerangkan ROA adalah sebesar 92,6%. Berdasarkan analisis yang
telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikoliniearitas.
Hal ini dikarenakan dengan nilai koefisien determinasi yang tidak terlalu besar.
Selain itu, jika diuji secara bersama-sama variabel bebas (CAR & LDR)
mempengaruhi variabel tidak bebas (ROA) dan jika dilakukan pengujian secara
individu variabel bebas mampunyai pengaruh terhadap variabel tidak bebas.
c) Dari uji statistik F didapat Fhitung > Ftabel sehingga Ho ditolak. Hal ini
mengandung makna bahwa secara bersama-sama terdapat hubungan yang
signifikan antara CAR dan LDR terhadap kinerja perbankan (ROA).
5.2 Saran
5.2.1 Bagi Pihak Perbankan
Berikut adalah beberapa saran dari penulis berdasarkan penelitian, yang
diharapkan dapat menjadi masukan bagi perkembangan dan operasional Bank.
1. Mengacu pada hasil penelitian sebaiknya Bank lebih meningkatkan lagi
kualitas penyaluran kreditnya dengan lebih aktif menyalurkan dana kepada
masyarakat. Sampai batas yang diterapkan oleh Bank Indonesia sebesar
85%-110% karena hasil yang dicapai oleh masing-masing Bank masih dibawah
standar tersebut. Sebagai salah satu cara adalah mempermudah syarat
pengajuan kartu kredit, kredit kepemilikan rumah dan mempermudah
pinjaman bagi para pengusaha.
2. Sebaiknya Bank harus memperhatikan peningkatan terhadap modal yang
berasal dari dana sendiri untuk kelangsungan usahanya. Karena apabila
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 79
Universitas Kristen Maranatha pada saat mengalami kewajibannya kepada masyarakat menjadi sangat
diragukan.
3. Bank juga harus terus menerus meningkatkan pemenuhan kebutuhan layanan
perbankan serta perlindungan kepada nasabah agar masyarakat semakin
percaya dengan kredibilitas Bank yang bersangkutan, hal ini akan sangat baik
bagi pertumbuhan Bank.
5.2.2 Bagi Pihak Peneliti Selanjutnya
1. Sebaiknya sampel penelitian terhadap tingkat kecukupan modal dan likuiditas
lebih diperbanyak, lebih fokus dan aplikatif agar dapat mempertahankan
tingkat kecukupan modal pada posisi yang baik.
2. Hasil penelitian agar lebih akurat disarankan agar baik subjek maupun objek
yang akan diambil diperbanyak, mengingat data lewat media pojok BEI
Universitas Kristen Maranatha DAFTAR PUSTAKA
Ali, Hasymi. 2006. Dasar-Dasar Operasi Bank,PT. Rineka Cipta
Almilia, Luciana Spica, dan Winny Herdiningtyas, 2005. “Analisa Rasio Camel terhadap Prediksi Kondisi Bermasalah pada Lembaga Perbankan Periode
2000-2002”. Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Volume 7 Nomor 2, STIE
Perbanas, Surabaya
Alwi Hasan, dkk. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Departemen
Pendidikan. Nasional Balai Pustaka
Ardiyos, 2000, Kamus besar Akuntansi, Citra Harta Firma, Jakarta
Dendawijaya, Lukman, 2005. Manajemen Perbankan, Edisi Kedua, Cetakan.
Kedua, Ghalia Indonesia
Hasibuan, Malayu. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia:Pengertian. Dasar,
Pengertian, dan Masalah. Jakarta: PT Bumi Aksara
Husnan, Suad . 1998. Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuiritas. lidisi
3. UUP AMP YKPN, Yogyakarta
Jaya, Wihana K. & Nur Wanto C.N., 1998, “Analisis Struktur dan Kinerja Industri Bank Swasta Nasional di Indonesia tahun 1996”, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, Vol.13, No.1, pp.42-52.
Pohan, Aulia, 2002, ”Arah dan Perkembangan Kebijakan Perbankan Nasional”,
Ventura, Vol.5, No.1, April, pp.1-13
Ikatan Akuntan Indonesia, 1995, Standar Akuntansi Keuangan, Salemba Empat,
Jakarta
Universitas Kristen Maranatha Mawardi, Wisnu, 2005, ”Analisis Faktor Faktor yang Mempengaruhi Kinerja
Keuangan Bank Umum di Indonesia (Studi Kasus pada Bank Umum dengan Total Asset Kurang dari 1 Triliun)”, Jurnal Bisnis Strategi Vol.14, No.1, Juli, pp.83-94.Kasmir. 2008. Bank dan Lembaga Keuangan
Lainnya. Jakarta: Raja Grafindo Persada
______. 2003. Manajemen Perbankan. Jakarta: Rajawali Pers
Riyanto, Bambang, Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan, Cetakan ke III, 1999,
BPFE Yogyakarta, p.85-86.
Mulyono, Teguh Pudjo. 1999. Manajemen Perkreditan Bagi Bank Komersil.
Yogyakarta: BPFE
Ruddy, Santoso T. 1994. Pembiayaan Transaksi Luar Negeri. Jakarta Erlangga
Sinungan, Muchdorsyah. 2000. Strategi Manajemen Bank. Cetakan ketiga
Jakarta: Remika Cipta
Suyatno, Thomas. 1999. Kelembagaan Perbankan. Jakarta : Gramedia Pustaka
Utama
Widjanarko. 1994. Hukum dan Ketentuan Perbankan di Indonesia. Jakarta:
Erlangga
Yusuf, Amir A, 1998, Akuntansi Keuangan Lanjutan di. Indonesia, Buku Satu,
Salemba Empat, Jakarta
Sumber lain :
Undang-undang RI No.10 tahun 1998
PSAK No.31 mengenai Akuntansi Perbankan