I. Berita Seputar Indonesia
Bab ini membahas teks berita, dimulai dengan pengenalan pengertian berita dan kegunaannya. Kemudian, dijelaskan unsur-unsur berita menggunakan rumus 5W + 1H (What, Who, Where, When, Why, How) yang disingkat menjadi ADIKSIMBA (Apa, Di mana, Kapan, Siapa, Mengapa, Bagaimana). Bab ini juga menekankan pentingnya memahami unsur-unsur berita untuk meringkas, menyimpulkan, dan memberikan tanggapan atas sebuah berita. Pembahasan meliputi teknik meringkas dengan fokus pada informasi penting, menyimpulkan isi berita secara ringkas dan logis, serta memberikan tanggapan yang kritis dan objektif, baik dari segi isi maupun bahasa. Bagian ini dilengkapi dengan contoh-contoh kegiatan dan tugas yang mendorong siswa untuk menganalisis teks berita dari berbagai sumber.
1.1 Menentukan Unsur-Unsur Berita
Subbab ini menjelaskan secara rinci tentang keenam unsur berita (5W+1H) dan bagaimana mengidentifikasi unsur-unsur tersebut dalam teks berita. Siswa diajak untuk menganalisis contoh berita dan mengidentifikasi keenam unsur tersebut. Terdapat beberapa kegiatan untuk melatih siswa dalam mengidentifikasi unsur-unsur berita dan membedakan berita berdasarkan topik (peristiwa alam, sosial, politik). Aktivitas ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan analitis siswa dalam memahami struktur dasar sebuah berita dan relevansi masing-masing unsur terhadap pemahaman keseluruhan berita. Metode pembelajaran aktif seperti diskusi kelompok dan presentasi laporan hasil diskusi diintegrasikan untuk meningkatkan pemahaman dan kolaborasi antar siswa.
1.2 Meringkas dan Menyimpulkan Berita
Subbab ini memfokuskan pada keterampilan meringkas dan menyimpulkan berita. Siswa diajarkan bagaimana meringkas berita dengan tetap mempertahankan unsur-unsur penting. Subbab ini juga membahas penyimpulan berita sebagai ringkasan yang lebih padat dari ringkasan sebelumnya. Teknik penyimpulan dibahas, dan siswa dilatih untuk memberikan tanggapan yang berimbang dan berdasarkan analisis logis terhadap berita yang telah diringkas dan disimpulkan. Rubrik penilaian yang diberikan membantu siswa untuk mengevaluasi kualitas ringkasan dan kesimpulan mereka, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya ketepatan dan kelengkapan informasi dalam penulisan ringkasan dan kesimpulan. Keterampilan kritis dan analitis siswa diasah melalui kegiatan-kegiatan yang menuntut mereka untuk membandingkan dan mengevaluasi berbagai ringkasan berita.
1.3 Menemukan Struktur dan Kaidah Berita
Subbab ini membahas struktur berita yang disajikan dalam pola piramida terbalik, dengan informasi paling penting di awal (kepala berita), diikuti informasi pendukung (tubuh berita), dan informasi tambahan (ekor berita). Lebih lanjut, dibahas kaidah kebahasaan berita, antara lain penggunaan bahasa baku, kalimat langsung, konjungsi, keterangan waktu dan tempat, dan kata kerja mental. Siswa dilatih untuk mengidentifikasi kaidah-kaidah kebahasaan tersebut dalam teks berita dan memahami fungsinya dalam penyampaian informasi yang efektif dan efisien. Melalui kegiatan dan tugas, siswa mempraktikkan kemampuan mereka dalam menganalisis struktur dan kaidah kebahasaan berita sehingga mampu memahami bagaimana sebuah berita disusun dan disampaikan secara efektif. Pemahaman ini penting untuk meningkatkan kemampuan membaca kritis dan kemampuan menulis berita yang baik dan benar.
1.4 Menyampaikan Informasi dalam Bentuk Berita
Subbab ini menekankan pentingnya berita sebagai sumber informasi dan penambah wawasan. Selain itu, siswa diajarkan cara menyampaikan informasi dalam bentuk berita, baik lisan maupun tulisan, dengan memperhatikan struktur dan kaidah kebahasaan yang tepat. Proses penyampaian berita diuraikan secara sistematis, mulai dari menentukan sumber berita, mendatangi sumber, mencatat fakta, hingga mengembangkan catatan menjadi teks berita yang utuh. Tahap penyuntingan berita juga dibahas, yang meliputi pengecekan kebenaran isi, kelengkapan unsur berita, struktur penyusunan, dan penggunaan bahasa yang tepat. Siswa diberikan contoh-contoh dan tugas untuk melatih keterampilan mereka dalam menyampaikan informasi secara efektif dan akurat, termasuk kemampuan menyunting tulisan mereka sendiri atau tulisan teman sebaya. Kemampuan berpikir kritis dan kolaboratif siswa diasah melalui kegiatan diskusi dan presentasi hasil kerja kelompok.
II. Iklan, Sarana Komunikasi
Bab ini membahas teks iklan, slogan, dan poster sebagai sarana komunikasi persuasif. Dimulai dengan penjelasan pengertian dan fungsi masing-masing jenis teks, kemudian diuraikan unsur-unsur pembentuk iklan, meliputi sumber, pesan, media, penerima, efek, umpan balik, dan konteks. Bab ini juga membahas pola penyajian iklan yang beragam, baik secara tertulis maupun lisan, dan berbagai teknik penyajiannya. Siswa dilatih untuk menganalisis teks iklan, menyimpulkan pesan dan informasi, dan menceritakan kembali isi iklan dengan memperhatikan unsur-unsur pembentuknya serta kaidah kebahasaannya. Keterampilan analisis kritis dan interpretasi teks siswa diasah melalui berbagai kegiatan dan tugas yang menuntut pemahaman mendalam tentang strategi persuasi dalam iklan.
2.1 Menentukan Unsur-Unsur Iklan, Slogan, dan Poster
Subbab ini membedakan pengertian dan fungsi iklan, slogan, dan poster. Meskipun tujuannya sama, yaitu membujuk khalayak, namun ketiga jenis teks ini memiliki karakteristik yang berbeda dalam hal unsur-unsur yang digunakan (gambar, kata-kata, gerak, suara). Siswa dilatih untuk mengidentifikasi dan membedakan ketiga jenis teks ini berdasarkan unsur-unsur pembentuknya. Kegiatan dan tugas yang diberikan mendorong siswa untuk menganalisis berbagai contoh iklan, slogan, dan poster dari berbagai sumber, serta mengklasifikasikannya berdasarkan karakteristik masing-masing. Melalui kegiatan ini, kemampuan analisis dan pemahaman kritis siswa terhadap teks persuasif semakin terasah.
2.2 Menyimpulkan Pesan dan Informasi dalam Iklan
Subbab ini berfokus pada analisis isi dan pesan dalam iklan. Siswa belajar untuk mengidentifikasi unsur-unsur pembentuk iklan dan menyimpulkan maksud umum dari iklan tersebut. Berbagai jenis iklan dibahas, seperti iklan pemberitahuan, iklan layanan masyarakat, iklan strategis, dan iklan taktis, dengan penjelasan mengenai fungsi dan tujuan masing-masing. Siswa juga dilatih untuk menceritakan kembali isi iklan secara ringkas dan efektif, dengan tetap mempertahankan unsur-unsur pentingnya. Kegiatan dan tugas yang diberikan mendorong siswa untuk menganalisis iklan secara kritis dan kreatif, sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi dan presentasi mereka.
2.3 Menelaah Pola, Struktur, dan Kaidah Kebahasaan Iklan
Subbab ini membahas pola penyajian iklan yang beragam, baik secara tertulis, lisan, maupun gabungan keduanya. Siswa diajak untuk menganalisis bagaimana unsur-unsur dalam iklan dipadukan untuk menciptakan pesan yang efektif dan menarik. Pembahasan juga meliputi struktur dan kaidah kebahasaan iklan, termasuk penggunaan bahasa persuasif, pemilihan kata, dan gaya bahasa yang digunakan untuk membujuk khalayak. Siswa dilatih untuk mengidentifikasi dan menganalisis pola, struktur, dan kaidah kebahasaan dalam berbagai jenis iklan, meningkatkan pemahaman mereka tentang strategi persuasi yang digunakan dalam iklan dan bagaimana teks iklan memengaruhi pembaca atau pendengar. Melalui analisis kritis ini, siswa dapat memahami bagaimana teks iklan dirancang untuk memengaruhi persepsi dan perilaku khalayak.