• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kegiatan Pengembangan Profesi Pengawas Sekolah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kegiatan Pengembangan Profesi Pengawas Sekolah"

Copied!
80
0
0

Teks penuh

  • Pengajar:
    • Garti Sri Utami, Direktur Pembinaan Tendik Dikdasmen
  • Sekolah: Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan
  • Mata Pelajaran: Pengawasan Sekolah
  • Topik: Kegiatan Pengembangan Profesi Pengawas Sekolah
  • Tipe: buku
  • Tahun: 2015
  • Kota: Jakarta

I. Karya Tulis Ilmiah bagi Pengawas Sekolah

Bagian ini membahas tentang berbagai jenis karya yang dapat dilakukan oleh pengawas sekolah sebagai bagian dari pengembangan profesi. Kegiatan ini mencakup pembuatan karya tulis ilmiah, penerjemahan, dan karya inovatif. Setiap jenis karya memiliki kriteria dan angka kredit yang berbeda, yang berfungsi untuk menilai kontribusi pengawas terhadap pendidikan. Ini penting untuk memastikan bahwa pengawas sekolah tidak hanya memenuhi kewajiban administratif, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu pendidikan.

1.1. Macam Karya Kegiatan Pengembangan Profesi Pengawas

Kegiatan pengembangan profesi pengawas sekolah terdiri dari beberapa sub unsur, termasuk pembuatan karya tulis ilmiah, penerjemahan buku, dan karya inovatif. Pembuatan karya tulis ilmiah mencakup laporan penelitian dan artikel yang dimuat di jurnal ilmiah, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengawasan di sekolah. Penerjemahan buku dan karya ilmiah juga membantu dalam memperluas akses pengetahuan, sedangkan karya inovatif berfokus pada pengembangan teknologi dan metode baru dalam pendidikan.

1.2. Definisi, Kerangka Isi, Bukti Fisik dan Besaran Angka Kredit Karya Kegiatan Pengembangan Profesi Pengawas

Setiap jenis karya memiliki definisi dan kerangka isi yang jelas, serta bukti fisik yang diperlukan untuk pengajuan angka kredit. Misalnya, buku laporan hasil penelitian harus mengikuti kerangka isi tertentu dan dilengkapi dengan bukti penerbitan. Besaran angka kredit ditentukan berdasarkan kualitas dan jenis publikasi, yang berfungsi untuk mendorong pengawas sekolah dalam menghasilkan karya yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pendidikan.

1.3. Besaran Angka Kredit Minimal dari Kegiatan Pengembangan Profesi Guna Persyaratan Kenaikan Pangkat/ Golongan

Pengawas sekolah yang ingin naik pangkat atau golongan harus memenuhi syarat angka kredit minimal yang ditentukan. Setiap golongan memiliki persyaratan angka kredit yang berbeda, yang harus dicapai melalui kegiatan pengembangan profesi. Ini menekankan pentingnya pengembangan profesional berkelanjutan bagi pengawas sekolah dalam meningkatkan kualitas pengawasan dan pendidikan di sekolah.

1.4. Besaran Angka Kredit untuk Karya yang Dilakukan Bersama

Karya yang dihasilkan secara kolaboratif juga dihargai dengan angka kredit yang ditentukan berdasarkan jumlah penulis. Ini mendorong kerja sama antara pengawas sekolah dalam menghasilkan karya yang lebih komprehensif dan berdampak. Penilaian yang adil dan transparan terhadap kontribusi masing-masing penulis penting untuk memastikan pengakuan yang tepat atas kerja keras mereka.

II. Menilai Pengembangan Profesi Pengawas Sekolah

Bagian ini menjelaskan langkah-langkah dalam menilai karya pengembangan profesi pengawas sekolah. Proses penilaian ini penting untuk memastikan bahwa karya yang dihasilkan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Penilaian yang baik akan mendorong pengawas untuk terus meningkatkan diri dan berkontribusi lebih banyak dalam bidang pendidikan.

2.1. Langkah Dalam Menilai

Penilaian karya pengembangan profesi pengawas sekolah dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah tertentu, mulai dari memeriksa identitas pengawas hingga kesesuaian karya dengan format yang ditentukan. Proses ini penting untuk menjaga kualitas dan integritas karya yang diajukan. Penilaian yang sistematis dan objektif akan membantu dalam memberikan umpan balik yang konstruktif kepada pengawas sekolah.

2.2. Nomor Alasan Penolakan KTI Pengawas Sekolah

Terdapat berbagai alasan yang dapat menyebabkan penolakan karya tulis ilmiah pengawas sekolah. Alasan-alasan ini berkaitan dengan keaslian, relevansi, dan kualitas karya. Memberikan umpan balik yang jelas dan spesifik kepada pengawas mengenai alasan penolakan akan membantu mereka memahami area yang perlu diperbaiki dan mendorong mereka untuk menghasilkan karya yang lebih baik di masa depan.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh rasio keuangan seperti CACL, CATA, WCTA, NITA, RETA, SETA, TLTA, STA, dan ITO terhadap prediksi probabilitas kondisi

penghargaan finasial yang dikontrol oleh variabel gender tidak memiliki pengaruh yang signiftikan terhadap pemilhan karir baik akuntan publik, akuntan perusahaan, akuntan

[r]

 Mengamati perangkat keras untuk keperluan akses internet/ intranet yang terdapat di ruang praktek (melalui tayangan).  Mencocokkan peralatan yang digunakan internet/

[r]

 Disajikan interaksi untuk menyatakan dan menanyakan tentang maksud dan tujuan melakukan suatu tindakan/kegiatan, peserta didik dapat menerapkan unsur kebahasaan dengan

[r]

mengalami kesulitan berbicara atau menunjukkan ekolali (pengulangan kata-.. kata) sehingga mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang-. orang yang ada