• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sarjana & Industri Kreatif.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Sarjana & Industri Kreatif."

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Pikiran

Rakyat

.

Senin

123

17 18 19

o

Jan

() Peb

o

Rabu 6 7

21 22

OApr .Mei

o

Kamis

0

Jumat

8 9 10

<tD

23 24 25 26

0Jun

OJul

0 Ags

o

Sabtu

12 13

27 28

OSep OOkt

o

Selasa

--4 5 20

o

Mar

o

Minggu

14

15

16

29

30

31

ONov

ODes

Sarjana & IndustriKreatif

Oleh SULAEMAN RAHMAN

S

EO RANG pengusaha terkenal Indonesia Ir. Ciputra mengatakan bahwa Indonesia membutuh-kan empat juta wirausahawan agar sektor riil bisa berjalan se-iring dengan sektor keuangan sehingga Indonesia lebih maju lagi. Sekarang wirausahawan Indonesia baru 400.000 atau 0,18%. Jadi, idealnya minimal di suatu negara terdapat 2% wirausahawan. Akan sangat membantu dalam hal penye-rapan tenaga kerja bila ber-tambahnya para wirausahawan baru dapat terwujud.

Saat ini, para pencari kerja di antaranya adalah lulusan perguruan tinggi. Pada 2008, tercatat sekitar '1:1 juta pe-nganggur berasal dari

perguru-an tinggi. Alperguru-angkah baiknyaji-ka pengusaha atau wirausah-awan bisa berasal dari lulusan perguruan tinggi. Sebagai awal untuk memulai usaha adalah memulai dengan ide atau ga-gas an yang diproses menjadi produk atau jasa yang memi-liki nilai tambah, yang saat ini dikenal dengan industri kreatif. Lulusan perguruan tinggi yang telah dibekali ilmu pengetahu-an ypengetahu-ang mumpuni diharapkpengetahu-an bisa menjadi pelopor mengge-rakkan ekonomi yang sekarang sedang lesu dengan ekonomi kre~tif. Lu)usan perguruatJ. tinggi di Bandung bisa me-manfaatkan semangat Kota Bandung yang pada tahun lalu mendapat anugerah sebagai percontohim kota indlJstri kre-atif se-Asia Timur mifuk terjun ke industri kreatif.

Potensi yang dimiliki indus-tri kreatif banyak mendapat sorotan dari berbagai kalang-an. Awal dari pengungung-kapan industri kreatif disada-ri pertama kalinya oleh J. Howkins pada 2001 (T.M. Si-matupang, 2008) dengan me- . nemukan kehadiran gelom-bang ekonomi baru setelah pada 1996 diketahui bahwa nilai penjualan karya hak cip-ta Amerika Serikat mencapai Rp 600 triliun (60,18 miliar dolar). Nilai tersebut melam~ paui ekspor sektor otomotif, pertanian, dan pesawat.

How-

~----kinsberpendapat bahwa eko-nomi baru telah muncul yaitu industri kreatif yang dikenda-likan oleh hukum kekayaan intelektual seperti paten, hak cipta, merek, royalti, dan de-sain.

Industri kreatif dikembang-kan melalui input berupa ga-gasan dan ide, akan lebih mu-dah dikembangkan oleh mere-ka yang mempunyai pengeta-huan dan sudah melalui latih-an ylatih-ang pernah dialaminya. Lulusan perguruan tinggi un-tuk level sarjana adalah mere-ka punya pengetahuan dasar, kajian ilmu yang sesuai dengan jurusannya, serta metode pe-nelitian untuk menganalisis mCiSalah.sal11pai memberikan saran atau rekomendasi. Wajar bila dari proses yang mereka tempuh pada pengetahuan atau yang bersifat akademik mereka akan mampu mencip-takan hal-hal yang inovatif, apalagi ditambah dengan pengalaman kegiatan ekstraku-rikuler mereka selama menjadi mahasiswa.

Alasan klasik yang muncul biasanya bukan karena kuriku-lum yang tidak menunjang pa-da saat lulusan perguruan ting-gi memulai usaha, tetapi lebih kepada lingkungan. Yaitu, ke-mauan orang tua, agar bila me-reka lulus menjadi sarjana diha-rapkan untuk bekerja dan be-kerja. $ebagian besar orang tua . tidak merasa bangga bila anak-nya menjadi pengusaha. Orang tua atau lingkungan (orang se-kitar) akan merasa bangga bila. .., ~'.~-..' .

~...--

K lip i n 9

Hum Q 5 U n p Q d

2009---'

anaknyaatau temannyabekerja

pada perusahaan terkenal atau

departemen terkenal.

Akan lebih baik bila saat ini,

masyarakat mendorong dan

'menghargai lebih tinggi

kepa-da mereka Oulusanperguruan

tinggi) yang setelah Mus

men-jadi wirausahawan barn diberi

penghargaan. Perguruan tinggi

sudah banyak memberikan

be-kal agar mereka kreatif dan

inovatif. Saat ini pun di

bebe-rapa perguruan tinggi banyak

didirikan jurusan manajemen

kewirausahaan serta adanya

lembaga inkubator

sebagai

lembaga yang niembantu

ma-hasiswa dan alumni

untuk

asistensi pembuatan 'business

pia!! (rencana bisnis), konsul- I

tasi, networking, dan bantuan

modal.

Data 2007 memper.kirakan

dari 2,5 juta penduduk Kota

Bandung, terdapat 52/7%yang

bekerja di sektor jasadan

per-dagangan. Ini bisa !menjadi

bukti bila Kota Band~ng bisa

mendapatjulukan

"KotaKrea-tif' diduga berkatjasa dan

per-dagangan yang mengro;ahpada

sektor industri

kreatffl(keber-adaan factory outlet, distro,

wisata

kuliner).Lulusanpergu-ruan tinggi di Kota Bandung

cukup banyak. Alangkah bijak

bila pemerintah merqberikan

insentif.dengan men~

.

. .diakan

tempat yang memada~sebagai sarana pemasaran daij belajar menjadi wirausahaw<V1.

Kesulitan dalam filemulai usaha untuk mengem~angkan industri kreatifbisa di'iltasi bila

"'pani"'pengusananya ,memiliki ..

pengetahuan yang ntumpuni

dan insentif fasilitas dari

pe-merintah. Lulusan perguruan

tinggi bisa menjadi harapan

untuk solusi ini, agar'muncul

lebih banyak lagi

yan'gmemu-lai usaha lewat jalur industri

kreatif. Modal utama untuk

menekuni industri

kreatifbu-kan modal fisik sem~ta tetapi

yang lebih penting adalah

hu-man capital yang kr~atif dan

.~ahan banting. Ijazah sarjanra

atau diploma bukan,menja:4!

penghambat untuk memulai

berwirausaha

dan berju&fig

untuk lebih menyejaQterakan

.

bangsa dengan memahfaatkan kreativitas dan inovasi yang

di-miliki.

***

t

Penulis, dosen Fakultas

Ekonomi Unpad Banaung.

Referensi

Dokumen terkait

9 Riset dan pengembangan yang dilakukan oleh perguruan tinggi dalam hal ini pengembangan produk pada kegiatan unit produksi boga pada intinya merupakan merupakan salah satu

Dengan terciptanya sebuah lapangan pekerjaan baru oleh para lulusan sarjana yang menjadi pengusaha atau entrepreneur, walaupun usahanya dalam skala kecil atau menengah,

Untuk mewujudkan daya saing tinggi dalam kancah internasional, Perguruan Tinggi termasuk Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) atau STAI dituntut menghasilkan lulusan berkualitas serta

Persyaratan minimal berpendidikan Sarjana Teknik (S-1) jurusan Teknik Sipil / Pengairan lulusan universitas / perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta

Persyaratan minimal berpendidikan Sarjana Teknik (S-1) jurusan Teknik Sipil / Pengairan / Sipil Hidro lulusan universitas / perguruan tinggi negeri atau perguruan

Persyaratan minimal berpendidikan Sarjana Teknik (S-1) jurusan Teknik Sipil / Pengairan / Sipil Hidro lulusan universitas / perguruan tinggi negeri atau perguruan

Persyaratan minimal berpendidikan Sarjana Teknik (S-1) jurusan Teknik Sipil / Pengairan lulusan universitas / perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta

Tenaga Ahli disyaratkan minimal Sarjana Teknik Sipil S1 Jurusan Sipil lulusan unversitas/ perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta terakreditasi, atau yang telah lulus ujian