• Tidak ada hasil yang ditemukan

Patogenesis Asma Bronkiale (Studi Pustaka).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Patogenesis Asma Bronkiale (Studi Pustaka)."

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

PATOGENESIS

ASMA BRONKIALE

Dian Anggraini Santoso, 2005. Pembimbing I: Widura, dr., M.S.

Pembimbing II: Endah Tyasrini, S.Si., M.Si.

ABSTRAK

Saat ini, mekanisme yang paling populer yang mendasari patogenesis asma adalah proses intlamasi kronik saluran napas, dan penyebabnya adalah mekanisme imunogenik. Di pihak lain, berbagai penelitian menunjukkan bahwa inflamasi juga dapat disebabkan oleh gangguan kontrol sistem syaraf di saluran napas, yaitu

tcIjadinya ketidakseimbangan antara jalur penghambat dan penmgsang saluran napas, yang mungkin menjadi scbab mengapa pengelolaan asma belum sepenuhnya memuaskan.

Tujuan penelitian ini adalah untuk menyempurnakan pengetahuan mengcnai pctogenesis asma, sehingga pengelolaannya lebih bcrhasil.

Ada dua jalur utama yang menyebabkan benda asing dapat menyebabkan intlamasi pada saluran napas yaitu: inflamasi imunogenik, melalui antigen yang berikatan dengan reseptor (antibodi) di permukaan sel mast sehingga menyebabkan teIjadinya kaskade inflamasi dan inflamasi neurogenik melalui chemical irritant yang berikatan dengan chemical irritant receptors syaraf sensoris yang selanjutnya melepaskan substance P (SP) dan neuropeptida intlamasi lainnya. Oi antara keduanya teIjadi interaksi yang disebut neurogenic switching, yaitu bila teIjadi inflamasi di satu tempat, mediator/neuropeptida yang dilepaskan akan merangsang timbulnya impuls sensoris yang kcmudian menuju susunan syaraf pusat, selanjutnya melalui syaraf perifer menyebabkan inflamasi di tempat lain.

Scbagai kesimpulan, patogencsis asma disebabkan oleh suatu proses inflamasi kronik yang da arnya imunogenik dan atau neurogenik sehingga asma lebih tepat diklasifika...ikan sebagai asma imunogenik dan asma neurogenik.Untuk mengelola asma secara sempuma, perlu diperhatikan kedua mekanisme terse but.

(2)

PA THOGENESIS

OF BRONCHIAL

ASTHMA

Dian Anggraini Santoso, 2005. 151Tutor: Widura, dr., M.S.

rd Tutor: Endah Tyasrini, S.Si., M.Si.

ABSTRACT

Recently, the most popular mechanism in pathogenesis of a~thma is airways chronic inflammation, caused by immunogenic mechanism. On the other hand, many researches indicated that inflammation may also be caused by trouble in controlling airway nervous system, that is the imbalance between inhibitor and excitator pathway in airway, which is possibly the reason why until now management of asthma has not yet fully succeeded

The aim of this research is to enrich the knowledge concerning pathogenesis of asthma, so that its management would be more successfiJll.

There are m'o pathways by which a foreign agent can cause airway i'1/lammation, that is: immunogenic inflammation, in which an antigen couples with the reseptor (antibody) on the mast cell surface, folluwed by cascade i'1flammation and neurogenic iriflammation, in which chemical irritants are bound by chemical irritant receptors of sensory nerve, followed by discharge of substance P (.C;;P)and other neuropeptides. There is an interaction between these two forms of inflammation, that is neurogenic switching, proposed to operate when sensory impulses generated by mediators and neuropeptides from a site of inflammation is rerouted to central nervous system and produce neurogenic i'1/lammation at the second (distant) location via peripheral nerves.

In cone/us ion, pathogenesis of asthma is caused by chronic airway inflammation, of which the basic mechanism is immunogenic and or neurogenic, so it is more appropiate /0 classified asthma as immunogenic and neurogenic asthma. To manage asthma more perfectly, more a/tention on both mechanisms are required

(3)

DAFTAR ISI

Halaman

I...)<~M BAR PE RSETlJ J lJ AN ...

SlJRA'f PERNY AT AAN ... A BST RA K... A BS TRA CT ...

P RAKA T A ... "0 ...

o A F1'A R I SI ...

D A F'TART AD E L ...

o AF'T A R (; AM B..\.R ...

11 111 IV V VI VIII X XI

BAB I.

PENOAHULVAN

1.1 I.atar Belakang ... 1.2 rdenti fikas i Nlasalah ... 1.3 Maksud dan Tuj uan ... J.4 Manfaat Karya Tulis 11miah ...

2 2

BAB II. TINJAUAN PVSTAKA

2. 1 De ti nis i Asma 3

2.2 Patogen es is A sma 3

2.2.1 Mekanismc Imunogcnik dalam Patogenesis Asma 4 2.2.2 Mekanisme Neurogcnik daIam Patogenesis Asma 7

2.2.2.1 Mek,mismc Ko 1incrgik 8

2.2.2.1.1 Kontrol Kolinergik pada saluran Napas 8

2.2.2.1.2 Reseptor Muskarinik 9

2.2.2. J.J Rcfleks Kol inergik 10

2.2.2.1.4 Peranan Kolinergik pada Asma 11

2.2.2.2 Mckanisme Adrenergik 13

2.2.2.2. I Respon Simpatomimetik Otot Pol os

dan Se I Mast I 5

2.2.2.2.2 Efek Fisiologis Stimulasi Sistem Syaraf Simpatis 16

2.2.2.3 N ANC pada Saluran Napa... 17

2.2.2.3.1 Vasoactive Intestinal Peptide (VIP) 18

2.2.2.3.2 Tachykinins 19

2.2.2.3.3 Calcitonin Gene-related Peptide (CGRP) 22

2.2.2.3.4 Ncuropeptida lainnya 23

2.2.2.4 Fcnomena Ncuroint1mnasi pad a Patogenesis Asma 23 2.2.2.4.1 Common Chemical Receptor (CCR) 25 2.2.2.4.2 Pcngaturan tcrhadap Intlamasi Ncurogenik 27 2.2.2.4.3 Peran:m Inflamasi Neurogenik pada Asma 27

2.2.3 iVeuroge nic Sw itching 28

(4)

HAB III. PEMBAHASAN

3.1 Mekanisme Imunogcnik 31

3.2 Mckanisme Neurogenik 31

3.:3IVeurogenic ,S'witching 3:3

BAR IV. KESIMPULAN ()AN SARAN

4.1 Kcsim puIan 34

4.2 Saran 34

o Alii AR PUSTAKA

35

RIWAYAT HIDUP 38

(5)

DAFTAR TABEL

llalaman

2.1 Pcrhedaan Inflamasi Imunogcnik dan Ncurogenik 28

(6)

DAFT AR GAMHAR

Halaman

2..1 Rcs[><JnCepat pada Asma 5

2.2 Respon Lambat pada Asma 6

2.3 Proses Airway Remodelling pada Asma 7

2.4 Rescptor Mz Paru 9

2.5 Olfaktion dan Common Chemical Sense 26

2.6 Gambar Skcmatik Inflamasi Ncurogenik yang Dipicu oleh Chemical

IrriIan Is 26

2.7 Interaksi antara Inflamasi Imunogenik dan Inflamasi Neurogenik 29

(7)

RIW

AYA

T "lour

PENULIS

1. UMUM

Nama

: Dian Anggraini Santoso

: Pamckasan, 22 Mei 1983

: Nugroho 27 Pamekasan

: Katolik

: Santoso Kadri

: Clara Suwami

TempatJ Tanggallahir

Alamat

Agama

Nama Ayah

Nama Ibu

2.

PENDIOIKAN

Tahun t 989 lulus TK S1.Theresia, Pamekasan

Tahun 1995 lulus SD S1. Redemptus, Pamekasan

Tahun 1998 lulus 8MP 81. Thomas, Pamekasan

Tahun 2001lulus SMlJ Katolik S1. Louis 1, Surabaya

(8)

BABI

PENDAHULLJAN

t.

t Latar Bclakang

Asma bronkiale (se1anjutnya hanya discbut asma) merupakan kelainan salumn

napas kronis yang mcnjadi masalah keschatan dunia karena prevalensinya yang

mcningkat di negara maju maupun bcrkcmbang (Murray & Nadel, 2000; GINA,

2(03). Asma adalah suatu int1amasi kronik saluran napas yang mclibatkan

bcrbagai macam sel int1amasi antara lain eosinofil, sel mast, neutrotil dan limfosit

T, yang menyebabkan peningkatan hiperreaktvitas saluran napas yang

berhubungan dengan timbulnya episode mengi (wheezing) yang berulang, sesak

napa..,>(breathle.\'sness), ra.."a ketat di dada (chest lightness) dan batuk (cough)

(GINA, 2003).

Banyak usaha dilakukan untuk mernmuskan definisi asma, tetapi sampat

sckarang usaha tersebut masih mengecewakan karcna mekanisme-mekanisme

yang terlibat pada asma masih belwn dimengerti sepenuhnya (GINA, 2003).

Walaupun sudah ban yak cara, obat etektif barn ditemukan dan pengobatan

profesional dilakukan, prevalensi, morbiditas dan mortalitas asma terus

mengalami peningkatan. Alasannya masih belum jelas, mungkin ini disebabkan

karena a..,>mamernpakan penyakit yang multi faktorial (Mcfadden, 200 I; Miller,

2002; GINA, 2003).

Sclama ini dianggap bahwa yang mcnjadi dasar terjadinya int1amasi pada asma

adalah mekanisme imunogenik (Mcfadden, 2001; Ghafar.20(2). Di pihak lain,

berbagai pcnclitian menu~ukkan bahwa selain mckanisme imunogenik tersebut,

intcraksi pada inflamasi juga dipcngaruhi olch gangguan kontrol sistem syaraf di

saluran napas, yaitu tcrjadinya kctidakseimbangan antara jalur penghambat dan

pemngsang saluran napas. Kontrol syaraf tersebut meliputi mekanisme kolinergik,

adrencrgik, non adrenergik non kolinergik dan neuropeptida, yang mungkin

menjadi scbab mcngapa pcngelolaan asma belum sepenuhnya memuaskan

(Barncs, 1996; Joos, 2000; Holmes & Moore, 2002; Miller, 2002; GINA, 20(3).

(9)

2

t.2 Identifikasi masalah

Bagaimana patogenesis yang terjadi pada asma?

1.3 Maksud dan Tujuan

Karya tulis ini bermaksud untuk mempelajari dan memahami patogenesis yang

terjadi pada asma.

Tujuannya adalah untuk menyempumakan pengetahuan mengenai patogenesis

tcrjadinya asma. sehingga pengelolaannya lebih berhasil.

1.4 Manfaat Karya Tulis IImiah

(10)

BAD IV

KESIMPUIJAN I>ANSARAN

4.1 Kesimpulan

.

Jadi, ada dua jalur utama yang menyebabkan bt.~da asing dapat menyebabkan inflamasi pada saluran napas yaitu:

1. [nt1amasi imunogenik, me[alui antigen yang berikatan dcngan reseptor

(antibodi) schingga menyebabkan terjadinya kaskade inf1amasi.

2. Int1amasi neurogenik, melalui chemical irrilant yang berikatan dcngan

chemical irrilant receptors syaraf sensoris yang selanjutnya melepaskan

SP dan ncuropeptida inflamasi lainnya.

·

Atas dasar hipotesis tersebut maka asma lcbih tepat diklasifikasikan sebagai asma imunogenik dan asma neurogenik.

4.2 Saran

Untuk dapat mengelola asma secara scmpurna,. perlu dipcrhatikan bcrbagai

mekanisme dalam paogenesis asma, selain mekanismc imunogenik yang telah

banyak dikenal, juga mekanisme neurogenik.

(11)

DAFTARPUSTAKA

American

Academy

of Environmental

Medicine

(AAEM).

1998.

Several

presentation

on innovative approaches to asthma.

http://www.aaem.com.

IS Maret 2004.

Barnes, P.J. 1996. Neuroeffector mechanism: the interface between inflammation

and neuronal respons.

Allergy and clinical ammunology.

5 (98): 73-9.

Barnes, P.J., Karlson, J.A. & Widdicombe, J.G. 1991. Cholinergic mechanism in

asthma. In: Barnes P.J., Kaliner M.A, Persson C.G, editor:

Asthma its

pathology and treatment.

New york: Marcel Dekker. p: 32-345.

Barnes, P.J. & Lundberg, J.M. 1991. Airways neuropeptides and asthma. In:

Barnes

P.l,

Kaliner M.A, Persson C.G, editor:

Asthma its pathology and

treatment.

New york: Marcel Dekker. p: 385-399.

Bcavo, I.A. 2000. Functional heterogenity of central cholinergic systems. http://www.pubmedcentral.nih.gov/artic1e.tcgi?artid=18727. 8 Mei 2004.

Bellofiore, S., Geppetti, P. & Maria, G.U.

2003.

Regulation of neurogenic

inflammation by neutral endopeptidase.

http://www.ncbi.n1m.nih.gov/entrezl

query.fcgi?cmd=Retrieve&db=PubMed&list_ uids= 1351052&dopt=Abstt"dct.

8 Mei 2004.

Costello, R.W., Fryer, A.D. & Jacoby, 0.8.

1998.

Pulmonary neuronal M2

muscarinic receptor function in asthma and animal models of hyperreactivity.

http://www.thorax.bmjjoW1lals.com/cgi/contifulV5317/613. 8 Mei 2004.

Daoui, S., Lagente, V. & Naline, E. 2000.

Neurokinin B and specific tachykinin

NK3 receptor agonists-induced airway hyperresponsiveness in the guinea-pig.

http://www.brjpharmaco1.org/cgi/content/abstractl9111195. 15 Maret 2004.

Fischer, A., Frossard, N.,Groneberg,

D. & Ouarcoo D. 2004.

Neurogenic

mechanism in bronchial inflammatory disease.

http://www.stanley.niehs.nih.

gov/ehp/ query.htm1. 12 Mei 2005.

Ghafar, A. 2002.

Hipersensitive reactions.

http://www.stantey.niehs.nih.Gov/ehp

/query.html?...&lk=1 %26rf=0%26oq=%26rq=0%26si=1.

12 Mei 2004.

Global Initiative for Asthma (GINA). 2003. Definition of asthma.

Global strategy

for asthma management.

Revised ed. p:2-7.

(12)

36

Gololobov, G., Kortylewicz, J.B., Noda, Y., Paul, S., Rubinstein, I. & Sherman S.

1998. Stabilization of vasoactive intestinal peptide by lipid').

http://www.pet.

aspetjoumals.org/cgi/content/full/285/21753.

22 Mei 2004.

Hasaneen, N.A., Hussein. D.F. & Said S.I. 2000.

Nitric oxide and vasoactive

intestinal peptide as co-tram.milters of airway smooth-muscle relaxation.

http://www.ehestjoumal.org/cgi/content/full/1241l067.

22 Mei 2004

Holmes, E.P. & Moore, R.M. 2002.

Non-adrenergic non-cholinergic innervation

in the airways: role ofNK2 receptors.

http://www.ingentacom/isis/Expanding?

ingenta?pub=infolike:/ /bse. 15 Maret 2004.

Joos, G.F. 2000.

Neural mechanism in asthma.

http://www.aaai.org/aadmc/

current1iterature/selectcdarticles/2000archieve/neural_ mechanism_in _asthma.

html. 15 Maret 2004.

Kappel, L. 2002.

Neural control of airways.

http://www.health.gov/enviromnent/

mcs/iii.html. 8 Oktober 2004.

Kice, N. 2003.

Unden;tand the regulation of the type I hypersensitivity response.

http://cvm.uiuc.cdul-ombirchenl.../Immunologyftmmunostudyguideforfinal.ht

m. 18 September 2004.

LetT, A.R. 1991. Role of the adrenergic nervous system in asthma. In: Barnes P.J.,

Kaliner M.A., Persson C.G., editor:

Asthma its pathology and treatment.

New

york: Marcel Dekker. p: 357-377.

Mcfadden, E.R. 2001. Asthma. In: Fauci, Longos., editors: Harrison's principles of internal medicine. 15th ed. USA: Me-graw-hill company. Section 2 (252).

Meggs, W.J. 1995.

Neurogenic .';witching: a hypothesis for a mechanism fbr

shifiing

the site of inflammation

in allergy and chemical

sensitivity.

http://ehpnet1.niehs.nih.gov/docs/19951l03-1/meggs.html.

15 Maret 2004.

. 1997.

Hypothesis for induction and propagation of chemical sensitivity

based on biop.')ystudies.

http://www.chp.nichs.nih.gov/memberslI997/Suppl-2/meggs-full.html. 4 April 2004.

1998.

Neurogenic

inflammation

and sensitivity

to errvironmental

chemical.

http://\\'ww.herc.org/news/mcsartickles/meggs-full.html.

8 mei 2004

Miller,

B.D.

2002.

Where p.\:vche meets

soma

in asthma.

http://www.

psycruatrictimes.com/po20 158.html.18 September 2004.

(13)

37

Philiber, M.D. 2000.

Neural supply and reflexes.

http://www.c-elect.co.uk/ers/

algebraic/display _filc_from_toc.php3'?file__path=/ www/htd.15 Maret 2004.

Saarcsranta, T. 2003.

Cholinergic reflex bronchoconstriction.

http://che~1journa1.

org/cgi/contentifulll122/6/2165. 22 Mei 2004.

Sabinsa Coorporation. 2002.

Bronchial asthma its etiology and control with

ayurvedic herbs.

http://www.sabinsa.com/asthma_book.htm.

15 Maret 2004.

Schmidt, et a1. 2000.

Role of /achykinins in asthma.

http://www.chestjoumal.org/

Referensi

Dokumen terkait

Obstruksi saluran napas pada asma merupakan kombinasi spasme otot bronkus, sumbat mukus,edema dan inflamasi dinding bronkus.obstruksi bertambah berat selama ekspirasi karena

Paparan kronik ovalbumin secara inhalasi pada model binatang alergi menyebabkan inflamasi alergi dan perubahan struktur saluran napas. Perubahan struktur saluran

Obstruksi saluran napas pada asma merupakan kombinasi spasme otot bronkus, sumbat mukus,edema dan inflamasi dinding bronkus.obstruksi bertambah berat selama

Hal tersebut menyebabkan terjadi gejala rinitis dan asma melalui pengaruh langsung terhadap reseptor syaraf dan pembuluh darah pada saluran napas dan juga pada

Asma dipengaruhi oleh dua faktor yaitu genetik dan lingkungan, mengingat patogenesisnya tidak jelas, asma didefinisikan secara deskripsi yaitu penyakit inflamasi kronik saluran

Asma merupakan penyakit inflamasi kronis yang diakibatkan oleh hiperesponsif jalan napas dan menyebabkan episodik berulang berupa mengi atau wheezing, sesak

Asma adalah suatu kelainan berupa inflamasi (peradangan) kronik saluran napas yang menyebabkan hipereaktivitas bronkus terhadap berbagai rangsangan yang ditandai dengan

Hubungan antara rinitis dengan saluran nafas atas dan bawah, dengan adanya gejala inflamasi pada hidung, pengeluaran mediator-mediator yang menyebabkan alergen ini menyebabkan