• Tidak ada hasil yang ditemukan

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN BAB I PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN BAB I PENDAHULUAN"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN BAB I

PENDAHULUAN

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan laporan keuangan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Grobogan tahun anggaran 2021 yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021. Sebagaimana pemberlakuan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan berbasis akrual maka tahun 2021 adalah merupakan tahun kelima bagi Pemerintah Kabupaten Grobogan dalam menerapkan akuntansi berbasis akrual. Selanjutnya laporan keuangan merupakan laporan yang terstruktur mengenai posisi keuangan dan transaksi-transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas pelaporan.

1.1 Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan SKPD

Laporan keuangan merupakan salah satu wujud pertanggungjawaban pemerintah daerah atas penggunaan keuangan daerah dalam kerangka pelaksanaan otonomi daerah dan penyelenggaraan operasional pemerintahan, hal tersebut menjadi tolok ukur kinerja pemerintahan untuk mempertanggungjawabkan pada setiap akhir tahun anggaran. Sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 30, Pasal 31, dan Pasal 32 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Pasal 55 ayat (2) dan ayat (3), serta Pasal 56 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 yang diperbaharui dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan menyebutkan bahwa laporan keuangan merupakan laporan terstruktur mengenai posisi keuangan dan transaksi-transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas pelaporan. Dengan telah keluarnya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2013 tentang Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual pada Pemerintah Daerah, dan telah ditetapkannya Peraturan Bupati Grobogan Nomor 40 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Grobogan Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kebijakan Akuntansi Pemerintah Kabupaten Grobogan Berbasis Akrual, maka tujuan umum laporan keuangan adalah menyajikan informasi mengenai posisi keuangan, realisasi anggaran, hasil operasi, dan perubahan ekuitas Pemerintah Kabupaten Grobogan yang bermanfaat bagi pengguna laporan keuangan dalam membuat dan mengevaluasi keputusan mengenai alokasi sumber daya.

Secara spesifik, tujuan pelaporan keuangan adalah untuk menyajikan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan dan untuk menunjukkan akuntabilitas atas sumber daya yang dipercayakannya. Laporan Keuangandisusun untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan oleh pemerintah daerah selama satu periode pelaporan.

Melalui Laporan Keuangan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Grobogan, para pengguna laporan diharapkan dapat memperoleh informasi untuk menilai akuntabilitas dan membuat keputusan ekonomi, sosial, maupun politik.

(2)

Laporan Keuangan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Grobogan memuat informasi mengenai:

1) Penjelasan atau rincian dari angka yang tertera dalam Laporan Realisasi Anggaran;

2) Laporan Operasional (LO);

3) Laporan Perubahan Ekuitas (LPE);

4) Neraca.

1.2 Landasan Hukum Penyusunan Laporan Keuangan SKPD

Laporan Keuangan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Grobogan Tahun 2021 disusun berdasarkan:

1. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

2. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten dalam Lingkungan Provinsi Jawa Tengah;

3. Undang-Undang Nomor 17Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

5. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Menjadi Undang-undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.

8. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 138, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4576);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

10. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah;

(3)

11. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 123);

12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan kedua atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2013 tentang Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual Pada Pemerintah Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 1425);

14. Peraturan Daerah Kabupaten Grobogan Nomor 4 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah (Lemparan Daerah Kabupaten Grobogan Tahun 2008 Nomor 2 Seri E);

15. Peraturan Daerah Kabupaten Grobogan Nomor 8 Tahun 2013 tentang Pokok- pokok Pengelolaan Keuangan Daerah.

16. Peraturan Bupati Grobogan Nomor 32 Tahun 2013 tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Barang Milik Daerah Kabupaten Grobogan;

17. Peraturan Bupati Grobogan Nomor 40 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Grobogan Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kebijakan Akuntansi Pemerintah Kabupaten Grobogan Berbasis Akrual.

1.3 Sistematika Penulisan Catatan atas Laporan Keuangan SKPD

Catatan atas Laporan Keuangan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Grobogan Tahun 2021 disusun dengan sistematika sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan

1.1. Maksud dan tujuan penyusunan laporan keuangan SKPD 1.2. Landasan hukum penyusunan laporan keuangan SKPD 1.3. Sistematika penulisan catatan atas laporan keuangan SKPD Bab II Ikhtisar pencapaian kinerja keuangan SKPD

2.1 Ikhtisar realisasi pencapaian target kinerja keuangan SKPD 2.2 Hambatan dan kendala yang ada dalam pencapaian target yang

telah ditetapkan

Bab III Penjelasan pos-pos laporan keuangan SKPD

3.1 Rincian dari penjelasan masing-masing pos-pos pelaporan keuangan SKPD

3.1.1 Pendapatan 3.1.2 Beban 3.1.3 Belanja 3.1.4 Aset 3.1.5 Kewajiban 3.1.6 Ekuitas Dana

3.2 Pengungkapan atas pos-pos aset dan kewajiban yang timbul sehubungan dengan penerapan basis akrual atas pendapatan dan

(4)

belanja dan rekonsiliasinya dengan penerapan basis kas, untuk entitas akuntansi/entitas pelaporan yang menggunakan basis akrual pada pemerintah daerah.

Bab IV Penjelasan atas informasi non keuangan Bab V Penutup.

(5)

BAB II

IKHTISAR PENCAPAIAN KINERJA KEUANGAN

2.1 Ikhtisar Realisasi Pencapaian Target Kinerja Keuangan Dinas Komunikasi dan Informatika.

A. Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2021.

Realisasi Pendapatan, Belanja, dan Pembiayaan Tahun Anggaran 2021 secara ringkas adalah sebagai berikut:

1) Realisasi Pendapatan sebesar Rp562.805.373,00.

2) Realisasi Belanja dan Transfer sebesarRp7.002.572.048,00.

3) Pada realisasi APBD tahun anggaran 2021 terjadi defisit sebesar (Rp6.439.766.675,00) Sedangkan pada pembiayaan terdapat Pembiayaan Netto sebesar Rp0,00 dengan demikian maka terdapat Sisa Kurang Pembiayaan Anggaran (SiKPA) sebesar (Rp6.439.766.675,00).

APBD Tahun 2021

Anggaran (Rp) Realisasi (Rp)

Surplus Penerimaan/Sisa

Pengeluaran Pendapatan dan Belanja

Pendapatan 460.000.000,00 562.805.373,00 (102.805.373,00)

Belanja dan Transfer 7.239.852.250,00 7.002.572.048,00 237.280.202,00 Surplus/(Defisit) (6.779.852.250,00) (6.439.766.675,00) 134.474.829,00 Pem biayaan

Penerimaan Pembiayaan -

Pengeluaran Pembiayaan -

Pembiayaan Netto - - - Sisa Kurang Pem biayaan

Anggaran (6.779.852.250,00) (6.439.766.675,00) 134.474.829,00

Dengan menggunakan anggaran sebagai tolok ukur kinerja, SiKPA TA.2021 berasal dari over target pendapatan sebesar Rp102.805.373,00 atau 22,34 persen; sisa anggaran belanja sebesar Rp237.280.202,00; dan dari surplus Pembiayaan Netto sebesar Rp0,00.

B. Realisasi Anggaran Tahun 2021 dibandingkan dengan Tahun 2020.

Dibandingkan dengan realisasi pada TA.2020, Pendapatan TA.2021 sebesar Rp562.805.373,00 atau 121,34 persen. Belanja TA.2021 meningkat sebesar Rp7.002.572.048,00 atau 106,30 persen. Pembiayaan Netto Rp0,00 sedangkan SiKPA Rp6.439.766.675,00.

(6)

2021 2020 Prose ntase

Anggaran (Rp) Re alisasi (Rp) Re alisasi (Rp) %

Pe ndapatan

Pendapatan Asli Daerah 460.000.000,00 562.539.375,00 462.171.525,00 121,72%

Pendapatan T ransfer - - -

Lain-lain Pendapatan Yang Sah - 265.998,00 1.642.384,00 16,20%

Jumlah Pe ndapatan 460.000.000,00 562.805.373,00 463.813.909,00 121,34%

Be lanja

Belanja Operasi 6.860.991.400,00 6.636.500.778,00 5.995.444.323,00 110,69%

Belanja Modal 378.860.850,00 366.071.270,00 591.866.614,00 61,85%

Belanja T idak T erduga - - - T ransfer - - -

Jumlah Be lanja 7.239.852.250,00 7.002.572.048,00 6.587.310.937,00 106,30%

Surplus/(De fisit) (6.779.852.250,00) (6.439.766.675,00) (6.123.497.028,00) 105,16%

Pe mbiayaan

Penerimaan Pembiayaan - - - Pengeluaran Pembiayaan - - - Pe mbiayaan Ne to - - -

Sisa Kurang Pe mbiayaan Anggaran (6.779.852.250,00) (6.439.766.675,00) (6.123.497.028,00) 105,16%

URAIAN

2.2 Hambatan dan Kendala dalam Pencapaian Target yang Telah Ditetapkan.

Belanja TA.2021 terealisasi sebesar Rp7.002.572.048,00 dibandingkan dengan anggarannya, sebesar Rp7.239.852.250,00. Pada Dinas Komunikasi dan Informatika tidak ada hambatan dan kendala dalam pencapaian target belanja TA.2020.

(7)

BAB III

PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN SKPD

Sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2013 tentang Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual Pada Pemerintah Daerah, bahwa laporan keuangan pemerintah daerah menyajikan informasi tentang:

A. Realisasi pendapatan-LRA, belanja, transfer, surplus/defisit-LRA, pembiayaan, dan sisa lebih/kurang pembiayaan anggaran

B. Laporan perubahan saldo anggaran lebih, yaitu laporan yang menyajikan informasi kenaikan dan penurunan SAL yang terdiri dari SAL awal, SiLPA/SiKPA, koreksi, dan SAL akhir

C. Laporan operasional, yaitu laporan yang menyajikan informasi mengenai seluruh kegiatan operasional keuangan entitas pelaporan yang tercermin dalam pendapatan-LO, beban, dan surplus/defisit operasional

D. Laporan perubahan ekuitas, yaitu laporan yang menyajikan informasi mengenai perubahan ekuitas yang terdiri dari ekuitas awal, surplus/defisit-LO, koreksi, dan ekuitas akhir

E. Neraca, yaitu laporan yang menyajikan informasi mengenai posisi keuangan, aset, utang, dan ekuitas dana pada tanggal tertentu

F. Laporan arus kas, yaitu laporan yang menyajikan informasi mengenai sumber, penggunaan, perubahan kas dan setara kas selama satu periode akuntansi, serta saldo kas dan setara kas pada tanggal pelaporan.

3.1 Rincian dari Penjelasan Masing-masing Pos-pos Laporan Realisasi Anggaran (LRA)

Laporan Realisasi Anggaran terdiri atas akun pendapatan, belanja, dan pembiayaan. Realisasi Pendapatan pada Tahun Anggaran (TA) 2021 adalah sebesar Rp562.805.373,00 atau mencapai 122,35 persen dari target APBD Perubahan TA. 2021 sebesar Rp460.000.000,00. Realisasi pendapatan TA. 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp100.367.850,00 atau 21,72 persen jika dibandingkan dengan realisasi TA. 2020. Realisasi Pendapatan Daerah TA. 2021 berasal dari Pendapatan Retribusi Daerah sebesar Rp562.539.375,00; Pendapatan Transfer sebesar Rp 0,00; Lain-lain PAD Yang Sah sebesar Rp265.998,00.

Realisasi Belanja Daerah dan Transfer pada TA.2020 adalah sebesar Rp6.587.310.937,00 atau 97,39 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBD Perubahan TA.2020 sebesar Rp6.764.005.547,00.

Realisasi Belanja Daerah TA.2021 mengalami kenaikan Rp415.261.111,00 atau 6,3 persen jika dibandingkan dengan TA.2020. Realisasi Belanja Daerah TA.2021 terdiri atas Belanja Operasi sebesar Rp6.636.500.778,00; Belanja Modal sebesar Rp366.071.270,00; Belanja Tidak Terduga sebesar Rp 0,00 dan Transfer sebesar Rp0,00. Berdasarkan realisasi Pendapatan Daerah sebesar Rp562.805.373,00 dan realisasi Belanja Daerah dan Transfer sebesar Rp7.002.572.048,00; maka terjadi

(8)

Defisit Anggaran pada TA.2021 sebesar (Rp6.439.766.675,00). Sementara itu, realisasi Pembiayaan (Netto) pada TA.2021 adalah sebesar Rp 0,00 yang berasal dari Penerimaan Pembiayaan sebesar Rp 0,00 dan Pengeluaran Pembiayaan sebesar Rp 0,00. Terjadinya Defisit Anggaran dan realisasi Pembiayaan Netto mengakibatkan Sisa Kurang Pembiayaan Anggaran (SiKPA) TA.2021 sebesar (Rp6.439.766.675,00).

Untuk lebih jelasnya perbandingan antara anggaran dan realisasinya selama TA. 2021 dan realisasi TA. 2020 dapat dilihat dalam tabel berikut:

2021 2020

Anggaran (Rp) Re alisasi (Rp) Re alisasi (Rp)

Pe ndapatan

Pendapatan Asli Daerah 460.000.000,00 562.539.375,00 462.171.525,00 Pendapatan T ransfer - - - Lain-lain Pendapatan Yang Sah - 265.998,00 1.642.384,00 Jumlah Pe ndapatan 460.000.000,00 562.805.373,00 463.813.909,00 Be lanja

Belanja Operasi 6.164.005.547,00 6.636.500.778,00 5.995.444.323,00 Belanja Modal 600.000.000,00 366.071.270,00 591.866.614,00 Belanja T idak T erduga - - - T ransfer - - - Jumlah Be lanja 6.764.005.547,00 7.002.572.048,00 6.587.310.937,00 Surplus/(De fisit) (6.304.005.547,00) (6.439.766.675,00) (6.123.497.028,00) Pe mbiayaan

Penerimaan Pembiayaan - - - Pengeluaran Pembiayaan - - - Pe mbiayaan Ne to - - - Sisa Kurang Pe mbiayaan Anggaran (6.304.005.547,00) (6.439.766.675,00) (6.123.497.028,00)

URAIAN

Uraian selengkapnya dari masing-masing akun laporan realisasi anggaran adalah sebagai berikut:

3.1.1 PENDAPATAN-LRA ……….Rp562.805.373,00

Pendapatan-LRA, adalah semua penerimaan rekening kas umum daerah yang menambah saldo anggaran lebih dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah daerah dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah daerah.

Realisasi Pendapatan-LRA pada TahunAnggaran (TA) 2021 adalah sebesar Rp562.805.373,00 atau mencapai 122,35 persen dari target APBD Perubahan TA 2021 sebesar Rp460.000.000,00. Realisasi pendapatan TA. 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp100.367.850,00 atau 21,72 persen jika dibandingkan dengan realisasi TA. 2020.

3.1.2 BELANJA – (LRA) ………..……Rp7.002.572.048,00 Belanja adalah semua pengeluaran dari rekening bendahara pengeluaran/kas umum daerah yang mengurangi ekuitas dana lancar dalam periode tahun

(9)

Rp7.002.572.048,00 yang berarti mencapai 96,72 persen dari anggaran yang ditetapkan pada APBD Perubahan sebesar Rp7.239.852.250,00. Berdasarkan jenisnya, Belanja terdiri atas Belanja Operasi, Belanja Modal, Belanja Tidak Terduga, dan Transfer. Perbandingan antara anggaran dan realisasi Belanja TA 2021 serta realisasi TA 2020 adalah sebagai berikut:

1. BELANJA OPERASI ………...Rp6.636.500.778,00 Belanja Operasi meliputi pengeluaran untuk penyelenggaraan kegiatan pemerintah daerah yang memberikan manfaat jangka pendek.

Realisasi Belanja Operasi TA 2021 adalah sebesar Rp6.636.500.778,00 yang berarti mencapai 96,73 persen dari anggaran yang ditetapkan dalam APBD Perubahan sebesar Rp6.860.991.400,00. Belanja Operasi terdiri atas Belanja Pegawai, Belanja Barang, Belanja Bunga, Belanja Subsidi, Belanja Hibah, dan Belanja Bantuan Sosial dan Belanja Bantuan Keuangan, dengan rincian sebagaimana tabel berikut:

2020

Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) Realisasi (Rp)

Belanja Pegawai 2.139.393.100,00 2.078.550.445,00 1.987.650.797,00 Belanja Barang 4.721.598.300,00 4.557.950.333,00 4.007.793.526,00 Belanja Bunga - - - Belanja Subsidi - - - Belanja Hibah - - - Belanja Bantuan Sosial - - - Belanja Bantuan Keuangan - - - Jumlah Belanja O perasi 6.860.991.400,00 6.636.500.778,00 5.995.444.323,00

2021 Belanja O perasi:

A. Belanja Pegawai ……….Rp2.078.550.445,00 Realisasi Belanja Pegawai TA 2021 adalah sebesar Rp2.078.550.445,00 yang berarti mencapai 97,16 persen dari anggaran yang ditetapkan dalam APBD Perubahan sebesar Rp2.139.393.100,00. Belanja Pegawai lebih besar Rp90.899.648,00 atau 4,57 persen dari realisasi TA 2020.

Belanja pegawai meliputi Gaji dan Tunjangan, Tambahan Penghasilan PNS, Belanja Penerimaan Lainnya Pimpinan dan Anggota DPRD serta Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, Belanja Insentif

2020 An ggaran (Rp) Re al i sasi (Rp) Re al i sasi (Rp)

1 Belanja Operasi 6.860.991.400,00 6.636.500.778,00 5.995.444.323,00

2 Belanja Modal 378.860.850,00 366.071.270,00 591.866.614,00

3 Belanja T idak T erduga - - - 4 T ransfer - - -

7.239.852.250,00

7.002.572.048,00 6.587.310.937,00

Be l an ja 2021 No.

Ju ml ah Be l an ja

(10)

Pemungutan Pajak Daerah, dan Belanja Insentif Pemungutan Retribusi Daerah, dengan rincian sebagaimana tabel berikut:

No. Belanja Pegawai: Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % Lebih/(Kurang)

1 Gaji dan Tunjangan 2.130.883.100,00 2.070.557.945,00 97,17 (60.325.155,00) 2 Tambahan Penghasilan PNS - - - -

3

Belanja Penerimaan Lainnya Pimpinan dan anggota DPRD serta KDH/WKDH

-

- - -

4 Biaya Insentif Pemungutan Pajak

Daerah - - - - 5 Biaya Insentif Pemungutan Retribusi

Daerah 8.510.000,00 7.992.500,00 93,92 (517.500,00) 2.139.393.100,00

2.078.550.445,00 97,16 (60.842.655,00) Jumlah Belanja Pegawai

1) Realisasi Gaji dan Tunjangan sebesar Rp2.078.550.445,00 atau 97,16 persen dari anggarannya sebesar Rp2.139.393.100,00.

Terdiri dari :

No. Gaji dan Tunjangan Anggaran (Rp) Re alisasi (Rp) % Le bih/(Kurang)

1 Gaji Pokok PNS 1.549.823.000,00 1.529.361.103,00 98,68 (20.461.897,00) 2 T unjangan Keluarga 126.459.000,00 122.733.831,00 97,05 (3.725.169,00) 3 T unjangan Jabatan 165.192.000,00 162.750.000,00 98,52 (2.442.000,00) 4 T unjangan Fungsional - - - - 5 T unjangan Fungsional Umum 39.266.000,00 39.040.000,00 99,42 (226.000,00) 6 T unjangan Beras 75.418.000,00 72.347.580,00 95,93 (3.070.420,00) 7 T unjangan PPh/T unjangan Khusus

ASN 10.928.000,00 7.757.250,00 70,99 (3.170.750,00) 8 Pembulatan Gaji 21.000,00 19.899,00 94,76 (1.101,00) 9 Iuran Jaminan Kesehatan 69.984.000,00 63.777.708,00 91,13 (6.206.292,00) 10 Asuransi Ketenagakerjaan 4.244.000,00 3.157.640,00 74,40 (1.086.360,00) 11 Iuran Jaminan Kematian ASN 9.598.000,00 9.472.934,00 98,70 (125.066,00)

12 Iuran Simpanan Peserta T abungan

Perumahan Rakyat ASN 9.208.000,00 - - (9.208.000,00) 13 Belanja Honorarium 70.742.100,00 60.140.000,00 85,01 (10.602.100,00)

14

Insentif bagi KDH/WKDH atas Pemungutan Retribusi Daerah bagi KDH/WKDH

8.510.000,00

7.992.500,00 93,92 (517.500,00)

2.139.393.100,00

2.078.550.445,00 97,16 (60.842.655,00) Jumlah Gaji dan Tunjangan

2) Tambahan Penghasilan PNS sebesar Rp0,00 atau 0,00 persen dari anggarannya sebesar Rp0,00. Rincian Tambahan Penghasilan PNS secara lengkap disajikan dalam tabel berikut:

(11)

No. Tambahan Penghasilan PNS Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % Lebih/(Kurang) 1 Tambahan Penghasilan Berdasarkan Beban Kerja - - - - 2 Tambahan Penghasilan Berdasarkan Tempat Bertugas - - - - 3 Tambahan Penghasilan Berdasarkan Kondisi Kerja - - - - 4 Tambahan Penghasilan Guru PNS - - - - 5 Tambahan Penghasilan Profesi Guru PNS - - - -

-

- - - Jumlah Tambahan Penghasilan PNS

B. Belanja Barang dan Jasa ………Rp4.557.950.333,00 Realisasi Belanja Barang TA 2021 adalah sebesar Rp4.557.950.333,00 yang berarti mencapai 96,53 persen dari anggaran yang ditetapkan dalam APBD Perubahan sebesar Rp4.721.598.300,00. Belanja Barang lebih besar Rp550.156.807,00 atau 13,73 persen jika dibandingkan dengan realisasi TA 2020. Belanja Barang dan Jasa terdiri atas belanja sebagai berikut:

(12)

No. Belanja Barang Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % Lebih/(Kurang)

1 Belanja Bahan-Bahan Bakar dan Pelumas 1.288.000,00 436.034,00 33,85 (851.966,00)

2 Belanja Bahan-Bahan Lainnya 12.440.000,00 8.840.000,00 71,06 (3.600.000,00)

3 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Alat Tulis Kantor 194.354.800,00 190.068.300,00 97,79 (4.286.500,00) 4 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover 16.070.000,00 16.070.000,00 100,00 - 5 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Benda Pos 3.550.000,00 3.550.000,00 100,00 - 6 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Komputer 11.079.000,00 10.663.000,00 96,25 (416.000,00) 7 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Perabot Kantor 7.298.000,00 7.298.000,00 100,00 - 8 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Alat Listrik 149.991.000,00 148.654.630,00 99,11 (1.336.370,00) 9 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Perlengkapan Dinas 80.945.000,00 80.945.000,00 100,00 - 10 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Alat/Bahan untuk Kegiatan

Kantor Lainnya

260.000

260.000 100,00

- 11 Belanja Makanan dan Minuman Rapat 121.980.000 114.968.000 94,25 (7.012.000,00) 12 Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lapangan 22.065.000,00 22.065.000,00 100,00 - 13 Belanja Jasa Pengelolaan BMD yang Tidak Menghasilkan Pendapatan 3.600.000,00 3.600.000,00 100,00 - 14 Honorarium Narasumber atau Pembahas, Moderator, Pembawa Acara,

dan Panitia

62.990.000,00 58.240.000,00 92,46

(4.750.000,00) 15 Belanja Jasa Tenaga Operator Komputer 30.937.500,00 30.690.000,00 99,20 (247.500,00) 16 Belanja Jasa Tenaga Kebersihan 15.975.000,00 8.100.000,00 50,70 (7.875.000,00) 17 Belanja Jasa Tenaga Keamanan 22.812.500,00 22.812.500,00 100,00 - 18 Belanja Jasa Tenaga Supir 10.312.500,00 10.230.000,00 99,20 (82.500,00) 19 Belanja Jasa Tenaga Teknisi Mekanik dan Listrik 50.000.000,00 49.736.500,00 99,47 (263.500,00) 20 Belanja Jasa Tenaga Informasi dan Teknologi 425.247.500,00 419.922.000,00 98,75 (5.325.500,00) 21 Belanja Jasa Penulisan dan Penerjemahan 7.500.000,00 7.495.000,00 99,93 (5.000,00) 22 Belanja Jasa Penyelenggaraan Acara 6.355.000,00 6.355.000,00 100,00 - 23 Belanja Jasa Iklan/Reklame, Film, dan Pemotretan 353.264.000,00 352.222.763,00 99,71 (1.041.237,00) 24 Belanja Tagihan Telepon 10.000.000,00 4.166.069,00 41,66 (5.833.931,00) 25 Belanja Tagihan Air 5.000.000,00 5.000.000,00 100,00 - 26 Belanja Tagihan Listrik 100.000.000,00 96.481.603,00 96,48 (3.518.397,00) 27 Belanja Langganan Jurnal/Surat Kabar/Majalah 11.500.000,00 11.200.000,00 97,39 (300.000,00) 28 Belanja Kawat/Faksimili/Internet/TV Berlangganan 1.636.700.000,00 1.632.248.390,00 99,73 (4.451.610,00) 29 Belanja Sewa Kendaraan Bermotor Penumpang 42.000.000,00 42.000.000,00 100,00 - 30 Belanja Sewa Peralatan Umum 3.682.000,00 1.500.000,00 40,74 (2.182.000,00) 31 Belanja Jasa Konsultansi Berorientasi Bidang-Telematika 335.400.000,00 333.028.500,00 99,29 (2.371.500,00) 32 Belanja Jasa Konsultansi Berorientasi Layanan-Jasa Studi Penelitian dan

Bantuan Teknik 243.000.000,00 241.824.000,00 99,52 (1.176.000,00)

33 Belanja Kursus Singkat/Pelatihan 19.500.000,00 19.500.000,00 100,00 - 34 Belanja Sosialisasi 32.681.000,00 32.649.000,00 99,90 (32.000,00) 35 Belanja Pemeliharaan Alat Kantor dan Rumah Tangga-Alat Kantor-Alat

Kantor 55.434.500,00 54.803.200,00 98,86 (631.300,00)

36 Bermotor-Kendaraan Dinas Bermotor Perorangan 54.630.000,00 54.630.000,00 100,00 - 37 Belanja Pemeliharaan Bangunan Gedung- Bangunan Gedung Tempat

Kerja-Bangunan Gedung Kantor 34.933.000,00 34.926.000,00 99,98 (7.000,00) 38 Belanja Perjalanan Dinas Biasa 342.573.000,00 303.801.546,00 88,68 (38.771.454,00) 39 Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota 139.700.000,00 104.035.298,00 74,47 (35.664.702,00) 40 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota 44.550.000,00 12.935.000,00 29,03 (31.615.000,00)

4.721.598.300,00

4.557.950.333,00 96,53 (163.647.967,00) Jumlah Belanja Barang

(13)

1. Realisasi Belanja Bahan Pakai Habis sebesar Rp603.817.964,00 atau 97,18 persen dari anggarannya sebesar Rp621.320.800,00. Rincian selengkapnya disajikan dalam tabel berikut:

No. Belanja Bahan Pakai Habis Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % Lebih/(Kurang) 1 Belanja Bahan-Bahan Bakar dan Pelumas 1.288.000,00 436.034,00 33,85 (851.966,00) 2 Belanja Bahan-Bahan Lainnya 12.440.000,00 8.840.000,00 71,06 (3.600.000,00) 3 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Alat

Tulis Kantor 194.354.800,00 190.068.300,00 97,79 (4.286.500,00) 4

Belanja Perangko, Materai, dan Benda Pos Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover

16.070.000,00

16.070.000,00 100,00 -

5 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Benda

Pos 3.550.000,00 3.550.000,00 100,00 - 6 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan

Komputer 11.079.000,00 10.663.000,00 96,25 (416.000,00) 7 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-

Perabot Kantor 7.298.000,00 7.298.000,00 100,00 - 8 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Alat

Listrik 149.991.000,00 148.654.630,00 99,11 (1.336.370,00) 9 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-

Perlengkapan Dinas 80.945.000,00 80.945.000,00 100,00 - 10 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-

Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor Lainnya 260.000,00 260.000,00 100,00 - 11 Belanja Makanan dan Minuman Rapat 121.980.000,00 114.968.000,00 94,25 (7.012.000,00) 12 Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas

Lapangan 22.065.000,00 22.065.000,00 100,00 - 621.320.800,00

603.817.964,00 97,18 (17.502.836,00) Jumlah Belanja Bahan Pakai Habis

2. Realisasi Belanja Jasa Kantor sebesar Rp2.718.499.825,00 atau 98,77 persen dari anggarannya sebesar Rp2.752.194.000,00. Rincian selengkapnya disajikan dalam tabel berikut:

(14)

No. Belanja Jasa Kantor Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % Lebih/(Kurang) 1 Belanja Jasa Pengelolaan BMD yang Tidak 3.600.000,00 3.600.000,00 100,00 - 2 Honorarium Narasumber atau Pembahas,

Moderator, Pembawa Acara, dan Panitia 62.990.000,00 58.240.000,00 92,46 (4.750.000,00)

3

Honorarium Tim Penyusunan Jurnal, Buletin, Majalah, Pengelola Teknologi Informasi dan Pengelola Website

-

- - -

4 Belanja Jasa Tenaga Operator Komputer 30.937.500,00 30.690.000,00 99,20 (247.500,00) 5 Belanja Jasa Tenaga Kebersihan 15.975.000,00 8.100.000,00 50,70 (7.875.000,00) 6 Belanja Jasa Tenaga Keamanan 22.812.500,00 22.812.500,00 100,00 - 8 Belanja Jasa Tenaga Supir 10.312.500,00 10.230.000,00 99,20 (82.500,00) 9 Belanja Jasa Tenaga Teknisi Mekanik dan 50.000.000,00 49.736.500,00 99,47 (263.500,00) 10 Belanja Jasa Tenaga Informasi dan 425.247.500,00 419.922.000,00 98,75 (5.325.500,00) 11 Belanja Jasa Penulisan dan Penerjemahan 7.500.000,00 7.495.000,00 99,93 (5.000,00) 12 Belanja Jasa Penyelenggaraan Acara 6.355.000,00 6.355.000,00 100,00 - 13 Belanja Jasa Iklan/Reklame, Film, dan 353.264.000,00 352.222.763,00 99,71 (1.041.237,00) 14 Belanja Tagihan Telepon 10.000.000,00 4.166.069,00 41,66 (5.833.931,00) 15 Belanja Tagihan Air 5.000.000,00 5.000.000,00 100,00 - 16 Belanja Tagihan Listrik 100.000.000,00 96.481.603,00 96,48 (3.518.397,00) 17 Belanja Langganan Jurnal/Surat 11.500.000,00 11.200.000,00 97,39 (300.000,00) 18 Belanja Kawat/Faksimili/Internet/TV 1.636.700.000,00 1.632.248.390,00 99,73 (4.451.610,00)

2.752.194.000,00

2.718.499.825,00 98,78 (33.694.175,00) Jumlah Belanja Jasa Kantor

3. Realisasi Belanja Sewa Peralatan dan Mesin sebesar Rp43.500.000,00 atau 95,22 persen dari anggarannya sebesar Rp45.682.000,00. Rincian selengkapnya disajikan dalam tabel berikut:

No. Belanja Sewa Peralatan dan Mesin Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % Lebih/(Kurang)

1 Belanja Sewa Kendaraan Bermotor 42.000.000,00 42.000.000,00 100,00 - 2 Belanja Sewa Peralatan Umum 3.682.000,00 1.500.000,00 40,74 (2.182.000,00)

45.682.000,00

43.500.000,00 95,22 (2.182.000,00) Jumlah Belanja Sewa Peralatan dan Mesin

4. Realisasi Belanja Jasa Konsultansi Non Konstruksi sebesar Rp574.852.500,00 atau 99,39 persen dari anggarannya sebesar Rp578.400.000,00. Rincian selengkapnya disajikan dalam tabel berikut:

No. Belanja Jasa Konsultansi Non Konstruksi Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % Lebih/(Kurang) 1 Belanja Jasa Konsultansi Berorientasi

Bidang-Telematika

335.400.000,00 333.028.500,00 99,29

(2.371.500,00)

2

Belanja Jasa Konsultansi Berorientasi Layanan-Jasa Studi Penelitian dan Bantuan Teknik

243.000.000,00 241.824.000,00 99,52

(1.176.000,00)

578.400.000,00

574.852.500,00 99,39 (3.547.500,00) Jumlah Belanja Jasa Konsultansi Non

Konstruksi

(15)

5. Realisasi Belanja Kursus/Pelatihan, Sosialisasi, Bimbingan Teknis serta Pendidikan dan Pelatihan sebesar Rp52.149.000,00 atau 99,94 persen dari anggarannya sebesar Rp52.181.000,00. Rincian selengkapnya disajikan dalam table berikut:

No.

Belanja Kursus/Pelatihan, Sosialisasi, Bimbingan Teknis serta Pendidikan dan

Pelatihan

Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % Lebih/(Kurang)

1 Belanja Kursus Singkat/Pelatihan 19.500.000,00 19.500.000,00 100,00 - 2 Belanja Sosialisasi 32.681.000,00 32.649.000,00 99,90 (32.000,00)

52.181.000,00

52.149.000,00 99,94 (32.000,00) Jumlah Kursus/Pelatihan, Sosialisasi,

Bimbingan Teknis serta Pendidikan dan Pelatihan

6. Realisasi Belanja Pemeliharaan Peralatan dan Mesin sebesar Rp109.433.200,00 atau 99,43 persen dari anggarannya sebesar Rp110.064.500,00. Rincian selengkapnya disajikan dalam tabel berikut:

No. Belanja Pemeliharaan Peralatan dan Mesin Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % Lebih/(Kurang)

1

Belanja Pemeliharaan Alat Angkutan-Alat Angkutan Darat Bermotor-Kendaraan Dinas Bermotor Perorangan

54.630.000,00

54.630.000,00 100,00 -

2 Belanja Pemeliharaan Alat Kantor dan Rumah

Tangga-Alat Kantor-Alat Kantor 55.434.500,00 54.803.200,00 98,86 (631.300,00) 110.064.500,00

109.433.200,00 99,43 (631.300,00) Jumlah Belanja Makanan dan Minuman

7. Realisasi Belanja Pemeliharaan Gedung dan Bangunan sebesar Rp34.926.000,00 atau 99,98 persen dari anggarannya sebesar Rp34.933.000,00.

Rincian selengkapnya disajikan dalam tabel berikut:

No. Belanja Pemeliharaan Gedung dan

Bangunan Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % Lebih/(Kurang)

1

Belanja Pemeliharaan Bangunan Gedung- Bangunan Gedung Tempat Kerja-Bangunan Gedung Kantor

34.933.000,00

34.926.000,00 - (7.000,00)

34.933.000,00

34.926.000,00 99,98 (7.000,00) Jumlah Belanja Pemeliharaan Gedung dan

Bangunan

(16)

8. Realisasi Belanja Perjalanan Dinas Dalam Negeri sebesar Rp420.771.822,00 atau 79,87 persen dari anggarannya sebesar Rp526.823.000,00. Rincian selengkapnya disajikan dalam tabel berikut:

No. Belanja Perjalanan Dinas Dalam Negeri Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % Lebih/(Kurang) 1 Belanja Perjalanan Dinas Biasa 342.573.000,00 303.801.546,00 88,68 (38.771.454,00) 2 Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota 139.700.000,00 104.035.298,00 74,47 (35.664.702,00) 3 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Dalam

Kota - - - - 4 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar

Kota 44.550.000,00 12.935.000,00 29,03 (31.615.000,00) 526.823.000,00

420.771.844,00 79,87 (106.051.156,00) Jumlah Belanja Perjalanan Dinas

2. BELANJA MODAL ………..Rp366.071.270,00

Belanja modal mencakup pengeluaran anggaran untuk perolehan aset tetap dan aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Belanja Modal meliputi pengeluaran atas perolehan tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, irigasi dan jaringan serta aset tetap lainnya. Realisasi Belanja Modal TA 2021 adalah sebesar Rp366.071.270,00 atau 96,63 persen dari anggarannya sebesar Rp378.860.850,00. Realisasi belanja modal terdiri dari:

No. Belanja Modal Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % Lebih/(Kurang)

1 Belanja Modal Tanah - - - - 2 Belanja Modal Peralatan dan Mesin 378.860.850,00 366.071.270,00 96,62 (12.789.580,00) 3 Belanja Modal Gedung dan Bangunan - - - - 4 Belanja Modal Jalan, Irigasi, dan Jaringan - - - - 5 Belanja Modal Aset Tetap Lainnya - - - -

378.860.850,00

366.071.270,00 96,62 (12.789.580,00) Jumlah Belanja Modal

1) Realisasi Belanja Modal Tanah sebesar Rp 0,00 atau 0,00 persen dari anggarannya sebesar Rp 0,00.

2) Realisasi Belanja Modal Peralatan dan Mesin sebesar Rp366.071.270,00 atau 96,63 persen dari anggarannya sebesar Rp378.860.850,00. Rincian selengkapnya disajikan dalam tabel berikut:

(17)

No. Belanja Modal Peralatan dan Mesin Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % Lebih/(Kurang)

1 Belanja Modal Alat Kantor 12.022.000,00 11.981.000,00 99,66 (41.000,00)

2 Belanja Modal Alat Rumah Tangga 10.236.000,00 10.008.000,00 - (228.000,00)

3 Belanja Modal Alat Studio 32.700.000,00 32.622.600,00 - (77.400,00)

4 Belanja Modal Alat Komunikasi 13.800.000,00 13.796.200,00 99,97 (3.800,00)

5 Belanja Modal Peralatan Pemancar 84.805.850,00 83.471.000,00 - (1.334.850,00)

6 Belanja Modal Komputer Unit 80.810.000,00 80.793.900,00 - (16.100,00)

7 Belanja Modal Peralatan Komputer 144.487.000,00 133.398.570,00 - (11.088.430,00) 378.860.850,00

366.071.270,00 96,62 (12.789.580,00) Jumlah Belanja Modal Peralatan dan Mesin

Penganggaran Belanja Modal mengikuti kebijakan akuntansi mengenai nilai minimum kapitalisasi aset tetap. Nilai minimum kapitalisasi aset tetap adalah batasan besaran minimum belanja per unit barang untuk dianggarkan sebagai Belanja Modal. Pembelian barang yang tidak memenuhi nilai minimum kapitalisasi aset tetap dianggarkan dalam Belanja Barang.

Pada tahun anggaran 2021 belanja yang menghasilkan aset hanya berasal dari belanja modal saja sebesar Rp366.071.270,00. Sedangkan belanja modal yang dikapitalisasi dari belanja barang jasa sebesar Rp7.500.000,00. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Uraian Kapitalisasi dari Belanja Pegawai

Kapitalisasi dari

Belanja Barang Jasa Belanja Modal Dihibahkan Tidak Dikapitalisasi Dibawah Nilai Kapitalisasi

Belanja Modal Tanah - - - - - -

Belanja Modal Peralatan dan Mesin - 7.500.000,00 366.071.270,00 - -

Belanja Modal Gedung dan Bangunan - - - - - - Belanja Modal Jalan, Irigasi dan

Jaringan - - - - - - Belanja Modal Aset Tetap Lainnya - - - - - -

Konstruksi Dalam Pengerjaan - - - - - - Belanja Modal Aset Lainnya - - - - - -

Jumlah - 7.500.000,00 366.071.270,00 - - -

(18)

3. Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) / Sisa Kurang Pembiayaan Anggaran (SIKPA) (Rp6.439.766.675,00)

Berdasarkan Surplus/Defisit Anggaran sebesar (Rp6.439.766.675,00) dan realisasi Pembiayaan Netto sebesar Rp 0,00 sebagaimana diuraikan di atas, maka terdapat Sisa Kurang Pembiayaan Anggaran (SiKPA) TA 2021 sebesar (Rp6.439.766.675,00), dengan rincian sebagai berikut :

Selanjutnya disajikan sebagaimana tabel berikut:

Tahun 2020 Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) Realisasi (Rp) 1 Pendapatan dan Belanja

Pendapatan 460.000.000,00 562.805.373,00 463.813.909,00

Belanja dan Transfer 7.239.852.250,00 7.002.572.048,00 6.587.310.937,00

Surplus/(Defisit) (6.779.852.250,00) (6.439.766.675,00) (6.123.497.028,00) 2 Pembiayaan

Penerimaan Pembiayaan - - - Pengeluaran Pembiayaan - - - Pembiayaan Neto - - -

(6.779.852.250,00)

(6.439.766.675,00) (6.123.497.028,00) Sisa Kurang Pembiayaan Anggaran

Uraian No.

Tahun 2021

Sisa Kurang Pembiayaan Anggaran (SiKPA) tahun 2021 sebesar (Rp6.439.766.675,00) tersebut berasal dari kelebihan penerimaan pendapatan, sisa anggaran/sisa belanja, dan pembiayaan netto yang dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Dari target pendapatan sebesar Rp460.000.000,00 realisasinya sebesar Rp562.805.373,00 sehingga terdapat kelebihan penerimaan dari target pendapatan sebesar Rp102.805.373,00

.

Komponen terbesar kelebihan penerimaan dari target pendapatan antara lain berasal dari Pendapatan Asli Daerah, yaitu Pendapatan Retribusi Daerah sebesar Rp102.539.375,00, Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah sebesar Rp265.998,00;

Pendapatan Pajak Daerah sebesar Rp 0,00 dan dari Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat, yaitu Pendapatan Bagi Hasil Bukan Pajak Sumber Daya Alam sebesar Rp 0,00.

2. Dari anggaran Belanja dan Transfer sebesar Rp7.239.852.250,00 realisasinya sebesar Rp7.002.572.048,00 sehingga terdapat sisa anggaran/sisa belanja sebesar Rp237.280.202,00. Sisa belanja tersebut terdiri atas rincian sebagai berikut:

a). Selisih kurang anggaran Belanja Operasi sebesar Rp621.278.897,00 yang terdiri atas:

a. Selisih kurang realisasi terhadap anggaran Belanja Pegawai sebesar Rp60.842.655,00 dengan rincian sebagai berikut:

(19)

ii. Selisih lebih realisasi terhadap anggaran Belanja Tambahan Penghasilan PNS sebesar Rp0,00.

iii. Selisih realisasi terhadap anggaran Belanja Penerimaan Lainnya Pimpinan dan Anggota DPRD serta Kepala Daerah/Wakil sebesar Rp 0,00.

b. Selisih kurang realisasi terhadap anggaran Belanja Barang sebesar Rp163.647.967,00 untuk pelaksanaan kegiatan, yakni:

i. Selisih kurang realisasi terhadap anggaran Belanja Barang Pakai Habis sebesar Rp17.502.836,00.

ii. Selisih kurang realisasi terhadap anggaran Belanja Jasa Kantor sebesar Rp33.694.175,00.

iii. Selisih kurang realisasi terhadap anggaran Belanja Sewa Peralatan dan Mesin sebesar Rp2.182.000,00

iv. Selisih kurang realisasi terhadap anggaran Belanja Jasa Konsultansi Non Konstruksi sebesar Rp3.547.500,00

v. Selisih kurang realisasi terhadap anggaran Belanja Kursus/Pelatihan, Sosialisasi, Bimbingan Teknis serta Pendidikan dan Pelatihan sebesar Rp32.000,00

vi. Selisih kurang realisasi terhadap anggaran Belanja Pemeliharaan Peralatan dan Mesin sebesar Rp631.300,00

vii. Selisih kurang realisasi terhadap anggaran Belanja Pemeliharaan Gedung dan Bangunan sebesar Rp7.000,00

viii. Selisih kurang realisasi terhadap anggaran Belanja Perjalanan Dinas Dalam Negeri sebesar Rp106.051.156,00

b) Selisih kurang realisasi terhadap anggaran Belanja Modal sebesar Rp12.789.580,00 untuk pelaksanaan kegiatan antara lain:

1) Selisih kurang realisasi terhadap Belanja Modal Tanah sebesar Rp 0,00 2) Selisih kurang realisasi terhadap Belanja Modal Peralatan dan Mesin

sebesar Rp12.789.580,00

3) Selisih kurang realisasi terhadap Belanja Modal Gedung dan Bangunan sebesar Rp 0,00

4) Selisih kurang realisasi terhadap Belanja Modal Jalan, Irigasi, dan Jaringan sebesar Rp0,00

5) Selisih kurang realisasi terhadap Belanja Modal Aset Tetap Lainnya sebesar Rp 0,00

c) Pembiayaan neto sebesar Rp 0,00 berasal dari:

1. Penerimaan Pembiayaan sebesar Rp 0,00 2. Pengeluaran Pembiayaan sebesar Rp 0,00 Sehingga terdapat selisih sebesar Rp 0,00

d) Sebagaimana yang telah diuraikan diatas, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) / Sisa Kurang Pembiayaan Anggaran (SiKPA) sebesar

(20)

(Rp6.439.766.675,00). (SiLPA) / SiKPA LRA tersebut berasal dari Surplus/Defisit Tahun 2021 sebesar (Rp6.439.766.675,00) ditambah dengan Pembiayaan Neto sebesar Rp 0,00.

(21)

B. LAPORAN OPERASIONAL

Laporan Operasional yang selanjutnya disingkat LO adalah laporan yang menyajikan informasi mengenai seluruh kegiatan operasional keuangan Pemerintah Kabupaten Grobogan yang tercermin dalam Pendapatan-LO, Beban dan Surplus/(Defisit) operasional Pemerintah Kabupaten Grobogan per 31 Desember 2021.

1. PENDAPATAN-LO ……….Rp531.645.331,13 Pendapatan-LO adalah hak Pemerintah Kabupaten Grobogan yang diakui sebagai penambah ekuitas dalam periode tahun anggaran 2021 dan tidak perlu dibayar kembali. Pendapatan-LO diakui pada saat:

➢ Timbulnya hak atas pendapatan (earned), atau

➢ Pendapatan telah direalisasi, yaitu adanya aliran masuk sumber daya ekonomi (realized).

Pendapatan-LO diukur berdasarkan azas bruto, yaitu dengan membukukan pendapatan bruto, dan tidak mencatat jumlah netonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran).

Dalam hal besaran pengurang terhadap pendapatan-LO bruto (biaya) bersifat variabel terhadap pendapatan dimaksud dan tidak dapat diestimasi terlebih dahulu dikarenakan proses belum selesai, maka asas bruto dapat dikecualikan.

Transaksi pendapatan-LO dalam bentuk barang/jasa harus dilaporkan dalam Laporan Operasional dengan cara menaksir nilai wajar barang/jasa tersebut pada tanggal transaksi.

Pendapatan dalam mata uang asing diukur dan dicatat pada tanggal transaksi menggunakan kurs tengah Bank Indonesia.

Realisasi Pendapatan-LO tahun 2021 dan tahun 2020 dapat dilihat dalam tabel berikut:

No Pendapatan-LO Tahun 2021 Tahun 2020 Kenaikan/(Penurunan)

1 Pendapatan Asli Daerah-LO 531.222.750,00 461.243.625,00 69.979.125,00 2 Pendapatan Transfer-LO - - - 3 Lain-lain PAD Yang Sah-LO 265.998,00 1.642.384,00 (1.376.386,00) 4 Suprlus Non Operasional-LO 156.583,13 4.639,50 151.943,63 5 Pendapatan Luar Biasa-LO - - -

531.645.331,13

462.890.648,50 68.754.682,63 Jumlah Pendapatan-LO

Realisasi pendapatan-LO tahun 2021 sebesar Rp531.488.748,00 atau mengalami kenaikan sebesar Rp68.602.739,00 atau 14,82 persen jika dibandingkan dengan realisasi pendapatan-LO tahun 2020.

1.1 Pendapatan Asli Daerah (PAD)-LO ………Rp531.488.748,00 Realisasi Pendapatan Asli Daerah-LO tahun 2021 dan tahun 2020 dapat dilihat dalam tabel berikut:

Referensi

Dokumen terkait

d. Tumpahan atau percikan darah atau cairan tubuh dibersihkan dengan bahan yang menyerap yang kemudian dibuang ke dalam kantong sampah medis yang kedap air dan

Isi -Bertanya pada pasien apakah merasa takut menghadapi operasi -Menjelaskan pengertian pendidikan kesehatan praoperasi - Menjelaskan manfaat pendidikan praoperasi

(Grönroos 2015, 133 – 134.) Tulkkauspalveluntarjoaja voisi esimerkiksi pyrkiä pettymyksen eh- käisemiseksi selkeyttämään, millaisessa roolissa tulkki toimii, jotta asiakas ei

Hasil analisis uji respon penonton ini menunjukan bahwa setelah menonton film documenter PTI : Rumahku (Sebuah Catatan, Sebuah Kisah), penonton bisa mengetahui

Penelitian ini dilakukan dengan mengambil judul “Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran dan Peran Manajerial Pengelola Keuangan Daerah terhadap kinerja aparat

bahwa untuk mewujudkan efektivitas dan efisiensi pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah serta untuk melaksanakan ketentuan Peraturan Menteri Dalam

INDOFOOD SUKSES MAKMUR, TBK TAHUN 2009-2015” untuk memenuhi salah satu syarat mencapai gelar Sarjana Ekonomi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Ekonomi Pembangunan

Berikut Tabel 4 disajikan data skor dan persentase dari kompetensi mahasiswa PTI UM yang sedang atau pernah KPL di sekolah tersebut dengan kebutuhan kompetensi yang ada di SMK