13 C. METODE PENELITIAN
Pada metode penelitian ini akan dibahas mengenai jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, subjek penelitian, jenis data dan sumber data, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, teknik analisis data, dan prosedur penelitian yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti.
1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Penelitian ini dilaksanakan dua siklus dengan setiap siklusnya dilakukan dua kali pertemuan. Penelitian ini juga menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari empat tahap penelitian yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi yang digambarkan sebagai berikut :
Gambar 1. Siklus rencana penelitian tindakan kelas (PTK)
(Model Kemmis dan Mc Taggart)
Pelaksanaan siklus II dilakukan dengan perubahan pada kelemahan di refleksi siklus I yang prosedur penelitiannya sama dengan tahap di siklus I. Pada siklus II juga terdapat tes yang nantinya tes tersebut akan dibandingkan dengan tes pada siklus 1 untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematik siswa melalui penerapan model koperatif tipe inside outside circle.
14 2. Tempat dan Waktu Penelitian
Pelaksanaan penelitian ini dilakukan secara tatap muka di kelas XI MIPA 6 SMAN 2 Bangkalan. Pelaksanaan pembelajaran siklus I diadakan pada tanggal 1 Maret 2021 s/d 2 Maret 2021 dan pembelajaran siklus II diadakan pada tanggal 15 Maret 2021 s/d 16 Maret 2021.
3. Subjek Penelitian
Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dengan 16 subjek siswa dari kelas XI MIPA 6 SMAN 2 Bangkalan tahun ajaran 2020/2021.
4. Jenis Data dan Sumber Data
Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Data kualitatif dalam penelitian ini adalah hasil observasi aktivitas guru dan siswa serta hasil tes. Data hasil observasi aktivitas guru dan siswa akan mempereroleh data tentang kegiatan guru dan siswa selama proses pembelajaran di kelas dengan menerapkan model kooperatif tipe inside outside circle dan data hasil tes akan memperoleh data tentang hasil tes kemampuan pemecahan matematik siswa. Sumber data penelitian ini diperoleh dari siswa dan guru. Aktivitas siswa dan hasil tes diperoleh dari siswa kelas XI MIPA 6 SMAN 2 Bangkalan, sedangkan aktivitas guru diperoleh dari peneliti yang berperan sebagai guru di kelas dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe inside outside circle.
5. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data bertujuan untuk mengumpulkan data yang akan diperlukan dalam penelitian ini.
a. Observasi
Observasi yang dilakukan peneliti adalah observasi aktivitas siswa dan aktivitas guru. Observasi dilakukan untuk melihat dan mengamati bagaimana terlaksananya aktivitas guru dan aktivitas siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe inside outside circle.
b. Tes
Tes dilakukan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematik siswa. Tes berupa soal uraian yang dikerjakan oleh masing-masing siswa dan diberikan pada akhir pembelajaran di setiap siklusnya.
15 6. Intrumen Penelitian
Instrumen yang dipakai pada penelitian ini untuk mengumpulkan data adalah sebagai berikut :
a. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)
RPP digunakan untuk rencana pembelajaran yang sudah dirancang oleh guru sesuai dengan langkah-langkah penelitian. Pada penelitian ini lembar RPP berfungsi untuk melihat bagaimana kesesuaian guru dalam menerapkan model kooperatif tipe inside outside circle di kelas.
b. Lembar observasi guru
Lembar observasi guru digunakan untuk mengamati bagaimana terlaksananya aktivitas guru di kelas selama pembelajaran dengan model kooperatif tipe inside outside circle. Hal-hal yang diamati ketika mengumpulkan data tentang proses pelaksanaan pembelajaran meliputi terlaksana tidaknya langkah-langkah pembelajaran yang telah direncanakan dalam RPP. Lembar observasi guru nantinya akan diisi oleh 2 orang pengamat.
c. Lembar observasi siswa
Lembar observasi siswa digunakan untuk mengamati bagaimana aktivitas siswa di kelas selama pembelajaran dengan model kooperatif tipe inside outside circle. Lembar observasi siswa nantinya akan diisi oleh 2 orang pengamat.
d. Lembar tes
Tes yang digunakan untuk tes kemampuan pemecahan masalah berupa soal pemecahan masalah atau soal tidak rutin yang terdiri dari 2 butir soal. Tes ini akan dilaksanakan pada setiap akhir siklus. Tes ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematik siswa terhadap seluruh materi yang telah diberikan dengan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe inside outside circle.
7. Teknik Analisis Data
Penelitian ini dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif.
a. Analisis data observasi aktivitas guru dan siswa
Data ini dianalisis menggunakan rumus persentase (Hendra, 2012).
(𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑟𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎) 𝑁𝑅 = 𝑆𝑘𝑜𝑟 ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑎𝑚𝑎𝑡𝑎𝑛
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 × 100%
16
Hasil persentase dari aktivitas guru dan siswa kemudian dikategorikan sesuai dengan kriteria penilaian observasi aktivitas guru dan siswa. Kategori ini dibagi menjadi 4 kategori yaitu sangat baik, baik, cukup baik, dan kurang baik.
Berikut ini disajikan tabel kriteria penilaian observasi aktivitas guru dan siswa.
Tabel 1. Kriteria penilaian observasi aktivitas guru dan siswa
(Hendra, 2012) b. Data tes
Analisis data hasil tes diawali dengan menghitung skor nilai siswa di setiap indikator kemampuan pemecahan masalah. Skor tersebut kemudian dihitung secara klasikal di masing-masing nomor soal. Perhitungan skor nilai pada masing-masing indikator dapat dihitung dengan rumus persentase. Rata-rata skor pada setiap indikator diperoleh dengan cara menjumlahkan persentase dari kedua nomor dan setelah itu dibagi 2. Di bawah ini merupakan tabel skor masing-masing indikator kemampuan pemecahan masalah matematik siswa.
Tabel 2. Penilaian Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Siswa Aspek yang
dinilai
Reaksi Terhadap Soal Skor Memahami
masalah
Tidak dapat menyebutkan apa saja yang diketahui dan ditanyakan
0 Menyebutkan apa saja yang diketahui tetapi tidak menyebutkan apa yang ditanyakan, begitu sebaliknya
1
Kurang tepat dalam menyebutkan apa saja yang diketahui dan ditanyakan
2 Menyebutkan secara tepat apa saja yang diketahui dan ditanyakan
3 Merencanakan
penyelesaian
Tidak membuat perencanaan penyelesaian masalah sama sekali
0 Merencanakan strategi penyelesaian tetapi tidak relevan atau tidak jelas
1 Kurang lengkap/jawaban salah dalam merencanakan strategi penyelesaian yang mengarah pada jawaban yang benar
2 Nilai Katagori Penilaian
90≤ 𝑁𝑅≤100 80≤ 𝑁𝑅<90
70≤ 𝑁𝑅<80 60≤ 𝑁𝑅<70
Sangat Baik Baik Cukup baik Kurang baik
17
Tepat dalam merencanakan penyelesaian 3 Menyelesaikan
masalah
Tidak ada penyelesaian sama sekali 0 Melaksanakan rencana dengan menjawab persoalan tetapi prosedur tidak jelas/salah
1 Melaksanakan rencana dengan menjawab persoalan menggunakan prosedur yang benar tetapi perhitungan salah
2
Penyelesaian masalah benar 3
Memeriksa kembali
Tidak menuliskan kesimpulan 0 Kesimpulan yang diberikan salah 1 Kesimpulan yang diberikan benar 2 (Ariani, Hartono, & Hiltrimartin, 2017)
Setelah memperoleh rata-rata persentase, kemudian rata-rata persentase digolongkan berdasarkan kategori penggolongan kemampuan pemecahan masalah yang terdiri dari 5 kategori yaitu sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi.
Tabel 3. Penggolongan Kemampuan Pemecahan Masalah
(Kurniawan et al., 2019) Keterangan :
𝑃 = Persentase indikator kemampuan 8. Prosedur Penelitian
Prosedur dalam penelitian tindakan kelas dijabarkan sebagai barikut:
a. Perencanaan
Tahap perencanaan merupakan tahapan awal yang dilaksanakan sebelum penelitian, beberapa tahapannya sebagai berikut :
1. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat berdasarkan materi yang akan diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe inside outside circle
2. Membuat Lembar Kerja Siswa (LKS)
3. Membuat lembar observasi aktivitas siswa dan guru.
Persentase Kategori
0% ≤ 𝑃 < 20%
20% ≤ 𝑃 < 40%
40% ≤ 𝑃 < 60%
60% ≤ 𝑃 < 80%
80% ≤ 𝑃 < 100%
Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi
18
4. Membuat soal tes uraian yang digunakan sebagai tes evaluasi yang nantinya akan divalidasi oleh dosen ahli.
b. Pelaksanaan Tindakan
Pada tahap ini, seluruh persiapan dan perencanaan dilaksanakan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Berikut kegiatan dalam pelaksanaan tindakan :
Kegiatan Pendahuluan
1. Guru membuka kelas dengan salam 2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
3. Guru memberikan informasi bahwa pembelajaran yang diterapkan adalah model pembelajaran kooperatif tipe inside outside circle
Kegiatan Inti
1. Siswa diberikan pengarahan untuk membuat 4-5 kelompok yang disebut kelompok asal.
2. Kemudian kelompok asal diberi LKS yang akan didiskusikan bersama.
3. Setelah berdiskusi, siswa berkumpul saling membaur (tidak berdasarkan kelompok asal).
4. Siswa dibentuk menjadi dua kelompok yang terdiri dari kelompok lingkaran kecil dan lingkaran besar. Lingkaran kecil berdiri menghadap keluar dan lingkaran besar menghadap ke dalam.
5. Siswa yang saling berpasangan dari lingkaran kecil dan lingkaran besar saling bertukar informasi dan siswa yang berada di lingkaran kecil memulai diskusi.
Kegiatan ini dapat dilakukan dalam waktu bersamaan oleh semua pasangan.
6. Siswa yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam, sedangkan siswa yang berada di lingkaran kecil diam di tempat, sehingga masing-masing siswa memiliki pasangan yang baru.
7. Siswa yang membagi informasi adalah siswa yang berada di lingkaran besar.
Jika anggota kelompok lingkaran kecil dan lingkaran besar sebagai pasangan awal bertemu kembali maka pergerakan dihentikan.
8. Siswa dapat merangkum materi yang telah didiskusikan.
19 Kegiatan Penutup
1. Setelah selesai berbagi informasi guru membubarkan lingkaran kecil dan lingkaran besar
2. Guru memberikan soal tes kepada siswa.
3. Guru memberikan informasi mengenai materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya
c. Observasi
Tahap observasi dilakukan untuk melihat bagaimana pelaksanaan proses pembelajaran sesuai dengan tindakan yang telah dirancang oleh peneliti. Ketika peneliti akan menyusun rancangan pada siklus selanjutnya, maka hasil observasi bisa digunakan sebagai masukan.
d. Refleksi
Tahap ini yang diperoleh setelah melakukan pelaksanaan tindakan dan observasi. Pada siklus sebelumnya dilihat kelemahan-kelemahan apa saja yang nantinya akan diperbaiki pada saat melaksanakan siklus berikutnya.