• Tidak ada hasil yang ditemukan

MUHAMAD SYARIF NIM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MUHAMAD SYARIF NIM"

Copied!
62
0
0

Teks penuh

(1)

i

AUDIT ENERGI LISTRIK PADA GEDUNG FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG

Tugas Akhir

Tugas Akhir ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana S1 pada Program Studi Teknik Elektro Universitas Islam Sulatan Agung

Semarang

OLEH:

MUHAMAD SYARIF NIM 30601201256

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG

2018

(2)

ii

(3)

iii

(4)

iv

(5)

v

(6)

vi PRAKATA

Puji Syukur ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-Nya sehingga tesis yang berjudul “Membangun Model Kemitraan Bisnis Antara Pengrajin Dan Toko- Toko Mebel Di Solo Raya” ini dapat diselesaikan. Hal tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak sehingga proses penulisan bisa berjalan lancar.

Penulisan tesis ini dilakukan untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar Magister Manajemen Program Studi Magister Manajemen Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. Dalam kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak diantaranya:

1. Kepada kedua orang tua dan kakak saya yang selalu memberi semangat, doa, dan dukungan yang tidak terkira, terutama dalam penulisan tesis ini.

2. Prof. Dr. Asri Laksmi Riani, M.Si. selaku ketua Program Studi Magister Manajemen Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah memberikan izin dalam penelitian ini.

3. Dr. Ahmad Ikhwan Setiawan, SE, MT., selaku pembimbing yang sabar dan selalu memberi masukan dalam penulisan tesis ini.

4. Bapak/Ibu Dosen Program Studi Teknik Elektro Universitas Islam Sultan Agung yang telah bersedia berbagi ilmu, sehingga menambah wawasan penulis dalam penyusunan tesis ini serta bekal dalam menjalani hidup di masa depan.

5. Teman-teman yang selalu memberikan dukungan dan bantuan dalam menjalan proses perkuliahan.

6. Semua pihak yang telah memberikan semangat, dukungan, dan bantuan yang tidak dapat disebutkan satu persatu dalam menyelesaikan penyusunan tesis ini Penulis berharap tesis ini bisa memberikan kontribusi dan referensi bagi ilmu manajemen, khususnya manajemen pemasaran.

Semarang,

Muhamad Syarif

(7)

vii MOTO

“Midaadul „Ulama Khoirun min Dimaa‟iasy-Syuhada” (Tinta Ulama lebih utama dari darah para syuhada) -Nabi Muhammad SAW-

“Tidak ada kebanggaan kecuali bagi ahli ilmu, sesungguhnya mereka di atas petunjuk, dan mereka penunjuk orang yang minta petunjuk.”

-Imam Ali bin Abi Thalib R.A-

“Give you‟re all, the sweetness of life will be tasted after the struggles.”

-Imam Syafi’i-

For my mother, father, and sister, Thank you.

(8)

viii

Persembahan

Dengan penuh rasa syukur kepada Allah SWT, tesis ini saya persembahkan untuk:

1. Ayah dan ibu saya yang telah berjuang dalam memberi doa dan semangat bagi kehidupan anak-anaknya.

2. Kakak saya yang selalu memberi dukungan.

3. Teman-teman di teknik elektro Universitas Islam Sultan Agung.

4. Almamater.

(9)

ix

ABSTRAK

AUDIT ENERGI GEDUNG FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan energi listrik dan nilai intensitas konsumsi energi di gedung FTI Unissula Semarang pada bulan Januari 2018. Masalah utama yang disoroti adalah penggunaan listrik pada universitas yang terkadang kurang efisien sehingga biaya rekening listrik menjadi membengkak.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah melakukan pengumpulan data historis. Selanjutnya, dilakukan pengamatan dan pencatatan seluruh peralatan listrik setiap jam dengan mengamati masing-masing ruangan dan mencatat satu per satu peralatan listrik yang ada di setiap ruangan. Kemudian, dilakukan perhitungan jumlah kWh total selama 1 bulan. Data- data listrik yang digunakan adalah data peralatan listrik yang terpasang di FTI Unissula Semarang.

Data per peralatan dihitung pada saat peralatan tersebut sedang menyala. Pengamatan peralatan menyala dilakukan setiap jam, mulai pukul 08.00 hingga 21.00 WIB. Sedangkan, untuk lampu jalan, menyala selama 12 jam, mulai pukul 18.00-06.00 WIB. Langkah selanjutnya adalah dilakukan perhitungan Intensitas Konsumsi Energi (IKE) pada ruangan ber-AC dan ruangan tidak ber-AC.

Berdasarkan hasil pengamatan, nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE) FTI Unissula Semarang termasuk dalam kategori “efisien” (10,490 kWh/m2/bulan) karena standardnya sebesar 7,92 – 12,08kWh/m2/bulan untuk ruangan ber-AC dan “cukup efisien” untuk ruangan tidak ber- AC (1,981 kWh/m2/bulan) dengan standardnya sebesar 1,67-2,5 kWh/m2/bulan.

Kata Kunci: Audit Energi, Intensitas Konsumsi Energi, Fakultas Teknologi Industri, Univeritas Islam Sultan Agung

ABSTRACT

AUDIT ENERGY IN INDUSTRIAL TECHNOLOGY FACULTY OF SULTAN AGUNG ISLAMIC UNIVERSITY SEMARANG

This research aimed to know the electrical energy used and the value of energy consumption intensity in Industrial Technology Faculty of Sultan Agung Islamic University Semarang in January 2018. The main problem observed was the use of electrical used in the faculty that sometimes inefficient. This made the electrical payment gets more and more expensive.

The steps were collecting historical data. Next, it was observed and written to all the electrical tools in every hour by observing each room and write one by one the electrical tools in each room. Then, the measurement of total kWh in a month was counted. The data used are the installed electrical tools in the faculty. Each tool was measured when it was on. The observation was conducted every hour, from 08.00 until 21.00 WIB. However, street lamps were counted 12 hours, from 18.00 until 21.00 WIB. The next step was measuring the Energy Consumption Intensity for room with and without AC.

Based on the observation of energy consumption intensity, this was in the level of

“efficient” (10,490 kWh/m2/month) since its standard was 7,92 – 12,08kWh/m2/month for room with AC and “sufficient efficient” to non-AC rooms (1,981 kWh/m2/month) with its standard was 1,67-2,5 kWh/m2/month.

Key Words: Audit Energy, Energy Consumption Intensity, Industrial Technology Faculty, Sultan Agung Islamic University Semarang

(10)

x DAFTAR ISI

Halaman

SURAT PERNYATAAN ... ii

LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI ... iii

LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING ... iv

MOTO ... v

KATA PENGANTAR ... vi

PERSEMBAHAN ... vii

PERSETUJUAN PUBLIKASI ILMIAH .. ... viii

ABSTRAK ... ix

ABSTRACT ... ix

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ...xiii

DAFTAR GAMBAR ...xiv

DAFTAR LAMPIRAN ...xv

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Perumusan Masalah ... 3

1.3 Batasan Masalah ... 3

1.4 Tujuan Penelitian ... 3

1.5 Manfaat Penelitian ... 3

1.6 Sistematika Penulisan ... 4

(11)

xi BAB II TINJUAN PUSTAKA

2.1 Penelitian Terdahulu ... 5

2.2 Manajemen Energi ... 7

2.3 Audit Energi ... 9

2.3.1 Audit Energi Awal ... 10

2.3.2 Audit Energi Rinci ... 10

2.4 Intensitas Konsumsi Energi ... 10

2.5 Air Conditioner ... 13

2.5.1 Kapasitas AC Ruangan ... 13

2.6 Pencahayaan ... 14

2.6.1 Macam-Macam Lampu Listrik ... 15

2.7 Tarif Listrik... 16

2.7.1 Biaya Awal ... 16

2.7.2 Biaya Bulanan... 17

2.8 Tabel Harga Listrik PLN ... 18

2.9 Cara Menghitung Energi ... 19

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Langkah-Langkah Penelitian ... 21

3.2 Flow Chart ... 23

3.3 Cara Mendapatkan Data ... 24

BAB IV HASIL DAN ANALISIS 4.1 Data Pembayaran Listrik ... 25

4.2 Data Pengukuran kWh Meter ... 26

(12)

xii

4.3 Perhitungan Biaya Listrik ... 27

4.4 Luas Bangunan ... 28

4.5 Perhitungan Daya AC ... 30

4.6 Perhitungan Konsumsi Energi Setiap Hari Selama Bulan Januari 2018 ... 31

4.7 Perhitungan Intensitas Konsumsi Energi (IKE) Ruangan Ber-AC ... 34

4.8 Perhitungan Intensitas Konsumsi Energi (IKE) Ruangan Tidak Ber-AC ... 35

4.9 Perhitungan Intensitas Konsumsi Energi (IKE) Selama 1 Tahun ... 36

4.10 Pembahasan…...38

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 39

5.2 Saran ... 40

Daftar Pustaka ... 41

Lampiran-lampiran ... 43

(13)

xiii

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

2.1 Standardisasi IKE pada Bangunan Gedung…...11

2.2 Konsumsi Energi Listrik dalam kWh/m2/bln ... 11

2.3 Kriteria IKE Bangunan Gedung ber-AC ... 12

2.4 Kriteria IKE Bangunan Gedung tidak ber-AC ... 13

2.5 Kapasitas AC Ruangan ... 14

2.8.1Tarif Dasar Listrik Rumah Tangga RI…...18

2.8.2 Tarif Dasar Listrik Bisnis B1…...18

2.8.3 Tarif Dasar Listrik Sosial…...18

2.8.4 Tarif Dasar Listrik Industri…...19

2.8.5 Tarif Dasar Listrik Publik…...19

4.1 Tabel data pembayaran rekening listrik beberapa bulan terakhir ... 25

4.2 Tabel hasil pengukuran kwh meter bulan Januari 2018 pada gedung Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung ... 26

4.3 Tabel komposisi luas bangunan gedung ... 28

4.4 Daya AC ... 30

4.5 Tabel daya total bulan Januari 2018 ruangan ber-AC ... 32

4.6 Tabel daya total bulan Januari 2018 ruangan tak ber-AC ... 33

4.7 IKE ruangan ber-AC ... 34

4.8 IKE ruangan tidak ber-AC ... 35

(14)

xiv

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman 3.1 Diagram alur penelitian ... 23 4.1 Diagram Pembayaran Rekening Listrik pada Gedung FTI Unissula ... 26

(15)

xv

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran

1 Single Line Diagram

2.1 Instalasi Listrik FTI Lantai 1 2.2 Instalasi Listrik FTI Lantai 2 2.3 Instalasi Listrik FTI Lantai 3

2.4 Instalasi Listrik Lab Elektro Lantai 1 2.5 Instalasi Listrik Lab Elektro Lantai 2 2.6 Instalasi Listrik Lab Industri Lantai 1 2.7 Instalasi Listrik Lab Industri Lantai 2 3 Data Beban Terpasang FTI

4.1 Rekapitulasi Dan Perhitungan Konsumsi Energi 9 Januari 2018 FTI UNISSULA (ber-AC)

4.2 Rekapitulasi Dan Perhitungan Konsumsi Energi 9 Januari 2018 FTI UNISSULA (tidak ber-AC)

4.3 Rekapitulasi Dan Perhitungan Konsumsi Energi 10 Januari 2018 FTI UNISSULA (ber-AC)

4.4 Rekapitulasi Dan Perhitungan Konsumsi Energi 10 Januari 2018 FTI UNISSULA (tidak ber-AC)

4.5 Rekapitulasi Dan Perhitungan Konsumsi Energi 11Januari 2018 FTI UNISSULA (ber-AC)

(16)

xvi

4.6 Rekapitulasi Dan Perhitungan Konsumsi Energi 11 Januari 2018 FTI UNISSULA (tidak ber-AC)

4.7 Rekapitulasi Dan Perhitungan Konsumsi Energi 12 Januari 2018 FTI UNISSULA (ber-AC)

4.8 Rekapitulasi Dan Perhitungan Konsumsi Energi 12 Januari 2018 FTI UNISSULA (tidak ber-AC)

4.9 Rekapitulasi Dan Perhitungan Konsumsi Energi 13 Januari 2018 FTI UNISSULA (ber-AC)

4.10 Rekapitulasi Dan Perhitungan Konsumsi Energi 13 Januari 2018 FTI UNISSULA (tidak ber-AC)

4.11 Rekapitulasi Dan Perhitungan Konsumsi Energi 14 Januari 2018 FTI UNISSULA (ber-AC)

4.12 Rekapitulasi Dan Perhitungan Konsumsi Energi 14 Januari 2018 FTI UNISSULA (tidak ber-AC)

4.13 Rekapitulasi Dan Perhitungan Konsumsi Energi 15 Januari 2018 FTI UNISSULA (ber-AC)

4.14 Rekapitulasi Dan Perhitungan Konsumsi Energi 15 Januari 2018 FTI UNISSULA (tidak ber-AC)

5.1 Hasil Perhitungan Kwh Selama 1 Bulan (ruang ber AC) 5.2 Hasil Perhitungan Kwh Selama 1 Bulan (ruang tidak ber AC)

6.1 Urutan IKE Per Ruangan Dari Terboros Hingga Terhemat (ruang ber-AC) 6.2 Urutan IKE Per Ruangan Dari Terboros Hingga Terhemat (ruang tidak ber AC)

(17)

xvii 7 Foto-foto

(18)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Manusia dapat memanfaatkan sumber daya di sekitarnya untuk membantu kehidupannya. Sumber daya ini dapat digunakan untuk melakukan usaha (kerja) atau melakukan suatu perubahan. Hal ini sering disebut energi (Sasrawan, H.;

2016). Menurut hukum Termodinamika Pertama, “Energi bersifat kekal, Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnakan, tetapi dapat berubah bentuk (konversi) dari bentuk energi yang satu ke bentuk energi yang lain” (Djafar, 2013). Ada berbagai macam jenis energi yang digunakan sehari-hari, misalnya energi listrik, panas, kimia, gerak, dan lain sebagainya. Salah satu energi vital yang digunakan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari adalah energi listrik.

Jenis energi ini berasal dari muatan listrik yang menimbulkan medan listrik statis atau bergeraknya elektron pada konduktor ( pengantar listrik ) atau ion (positif atau negatif ) pada zat cair atau gas (Bitar,2016). Di Indonesia sendiri, kebutuhan energi listrik disalurkan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) melalui penggerak turbin sebagai pembangkitnya. Energi listrik ini bisa ditemukan dimana-mana, termasuk pada rumah tangga, ruang publik, sosial, perkantoran, dan industri.

Dalam operasional sehari-hari, universitas adalah salah satu lembaga yang sangat membutuhkan banyak energi guna mendukung aktivitas-aktivitasnya, terutama energi listrik. Hal ini terbukti dari kebutuhan universitas akan penggunaan lampu, pendingin ruangan, dan sebagainya untuk kenyamanan proses belajar mengajar. Akan tetapi, masalah yang sering timbul adalah kurang efisien dan ekonomisnya penggunaan listrik yang ada pada universitas. Hal ini sebenarnya tidak hanya mempengaruhi biaya yang membengkak pada pembayaran rekening listrik tetapi juga berkontribusi lebih luas pada kerusakan lingkungan, seperti efek rumah kaca dan hujan asam. Oleh sebab itu, sangatlah penting dilakukan pengukuran yang akurat terhadap penggunaan energi yang ada

pada universitas

(19)

2

sehingga dapat diketahui dengan pasti tingkat efisiensi penggunaan energinya.

Pengukuran ini dapat dilakukan dalam bentuk audit energi.

Audit energi itu sendiri diperlukan untuk mengidentifikasi besarnya konsumsi energi di suatu area dan diharapkan akan mampu memberikan data yang akurat untuk pengambilan kebijakan penghematan energi untuk kedepannya. Audit energi adalah pencatatan sistematis dan berkesinambungan dari penggunaan energi di suatu area. Direktorat Pengembangan Energi, Departemen Pertambangan dan Energi Republik Indonesia sendiri telah memiliki penetapan petunjuk konservasi energi pada beberapa bangunan gedung yang memiliki konsumsi energi yang cukup besar, salah satunya pada bangunan universitas, yang bertujuan untuk mengurangi terjadinya pemborosan energi listrik.

Gedung Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung, Semarang didirikan pada tahun 1999. Menurut Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL); (2011), instalasi listrik suatu bangunan disyaratkan untuk diganti setiap 10 tahun sekali. Gedung ini termasuk salah satu gedung yang sibuk di Universitas Islam Sultan Agung, Semarang dengan jumlah mahasiswa 1.386 dan jumlah dosen dan karyawan sebanyak 65 orang. Hal ini, menyebabkan konsumsi listrik yang besar yang mencapai kurang lebih 45.000 kWh/ bulan. Hal ini dikarenakan kebutuhannya yang juga besar. Namun, dari konsep pemahaman yang seharusnya dimiliki oleh seluruh anggota Fakultas Teknologi Industri yang notabene mengetahui pentingnya penghematan energi menjadi hal yang menarik untuk diketahui. Sejauh mana kesadaran anggota Fakultas Teknologi Industri, baik dosen, staff, dan mahasiswanya, untuk menggunakan energi listrik yang ada dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Hal ini diangkat karena adanya penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Alrosjad (2016) yang hasilnya menunjukan tingkat konsumsi energi listrik di Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung Semarang masih berada di level boros untuk ruangan ber-AC maupun yang tidak ber-AC. Oleh sebab itu, peneliti tertarik untuk melakukan audit energi gedung Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung Semarang pada Januari 2018 ini untuk mengetahui

(20)

3

penggunaan energi listrik pada gedung Fakultas Teknologi Industri pada saat ini.

Hal ini,

(21)

3

diharapkan akan dapat dijadikan pedoman sebagai bentuk penghematan di masa yang akan datang.

1.2 Perumusan Masalah

1. Bagaimana penggunaan energi listrik dan nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE) Listrik di gedung Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung Semarang selama bulan Januari 2018?

1.3 Batasan Masalah

Dari fenomena diatas, batasan masalah yang akan dibuat adalah:

1. Audit energi listrik hanya dilakukan pada Fakultas Teknologi Industri Univresitas Islam Sultan Agung Semarang.

2. Pada penelitian ini, audit energi dilakukan pada seluruh peralatan listrik terpasang di gedung Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung Semarang seperti AC, lampu, kipas angin, kulkas, komputer, fingerprint, proyektor, televisi, dan pompa air.

3. Data pengukuran dilakukan selama 1 bulan, yaitu pada bulan Januari 2018.

4. Audit energi ini berpedoman pada SNI 03-6196-2000 tentang Prosedur Audit Energi pada Bangunan Gedung.

1.4 Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk:

1. Mengetahui penggunaan energi listrik dan nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE) Listrik di gedung Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung Semarang selama bulan Januari 2018.

1.5 Manfaat Penelitian

Dengan dilaksanakannya audit energi listrik pada gedung Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung Semarang diharapkan memberikan manfaat antara lain:

1. Mengetahui besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) listrik pada gedung Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

(22)

4

2. Mencegah pemborosan tanpa mengurangi kenyamanan penghuni gedung.

3. Memberikan masukan pada universitas tentang jumlah energi yang dibutuhkan dan digunakan oleh suatu gedung sehingga dapat dilihat tingkat penggunananya dengan tepat.

4. Sebagai pembelajaran tentang audit energi dan dapat dijadikan dasar untuk pengembangan penelitian selanjutnya.

1.6 Sistematika Penulisan

Penelitian ini dibagi menjadi lima bab. Bab pertama membahas tentang latar belakang masalah,perumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan untuk penelitian ini.

Bab kedua adalah mengenai kajian literatur pada penelitian. Hal ini terdiri dari kajian pada penelitian sebelumnya yang sejenis, teori mengenai manajemen energi, teori mengenai audit energi, dan teori mengenai Intensitas Konsumi Energi (IKE).

Pada bab ketiga akan dibahas mengenai metode penelitian yang terdiri dari pengumpulan data dan langkah-langkah untuk menganalisis data tersebut.

Bab keempat akan membahas analisis data yang diperoleh. Pada bab ini, akan disajikan pula perhitungan dan analisis dari data yang tersaji tersebut.

Pada bab kelima akan disajikan kesimpulan dan saran yang dapat dilakukan agar konsumsi energi di Fakultas Teknologi Industi Unissula lebih baik lagi.

(23)

5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Penelitian Terdahulu

Alajmi (2011) melakukan penelitian di area gedung pendidikan dengan total luas bangunan sebesar 7020 m2 di negara Kuwait. Teknik audit energi ini dilakukan oleh tim audit energi untuk mengidentifikasi peluang penghematan.

Audit energi ini dilakukan dalam 2 tahap, tahap 1 dilakukan dengan observasi awal dengan mengitari bangunan gedung dan di tahap 2 dilakukan survei dan analisis data. Ditemukan bahwa bangunan gedung dan sistem kelistrikannya tidak dijaga dengan baik dan tidak dioperasikan dengan baik. Berdasarkan penilaian ini, peluang penghematan dapat diklasifikasikan menjadi 2, peluang penghematan tanpa biaya dan yang mengeluarkan biaya. Penghematan tanpa biaya dapat menghemat hingga 6,5% konsumsi energi gedung, sedangkan yang mengeluarkan biaya dapat menghemat konsumsi energi gedung sebesar 49,3%. Sehingga, total penghematan sebesar 52% yang dihitung dengan menggunakan software DesignBuilder. Analisis biaya dari audit ini dapat menunjukan bahwa dengan melakukan rekomendasi peluang penghematan ini, pengembalian investasi dalam bentuk penghematan energi ini dapat dilakukan dalam 6 bulan, baik dengan melakukan penghematan tanpa biaya dan yang mengeluarkan biaya.

Sait (2012) melakukan penelitian tentang konsumsi energi listrik di bangunan gedung pendidikan di kota Rabigh, Arab Saudi. Audit energi rinci dilakukan dengan melihat material bangunan yang digunakan, konsumsi energi, pendingin ruangan, dan pencahayaan. Dari hasil audit yang dilakukan, dapat diketahui distribusi suhu yang ada dalam bangunan gedung tersebut sehingga dapat diidentifikasi kebocoran udara dari atau ke dalam gedung. Berdasarkan analisis audit ini, beberapa rekomendasi untuk mengurangi konsumsi energi dapat dilakukan karena akan menghemat hingga 35,5% penggunaan energi. Efisiensi

(24)

6

AC juga dapat dilakukan sehingga mampu menghemat 31% konsumsi energi.

Hasil penelitian ini dapat

(25)

6

6

dimanfaatkan oleh organisasi pendidikan dan operasional serta bagian pemeliharaan gedung untuk pengelolaan penggunaan energi listrik di gedung tersebut dan dapat mengurangi biaya listrik.

Pasisarha (2012) melakukan evaluasi IKE melalui audit energi di kampus Polines. Audit energi listrik ini dilakukan dengan mengacu pada standard audit energi listrik SNI 03-6196-2000. Pola pemakaian energi listrik dalam kegiatan pendidikan vokasional dikenali berdasarkan histori pemakaian energi dan pengukuran besaran listrik. Metode deskriptif kasuistik disertai bantuan uji statistik digunakan untuk mengevaluasi profil pemakaian listrik dan intensitas konsumsi energi (IKE) listrik kampus Politeknik Negeri Semarang selama kurun 2005 sampai dengan 2010. Hasil evaluasi menunjukkan intensitas konsumsi energi (IKE) listrik Kampus Politeknik Negeri Semarang ternyata masih memenuhi syarat hemat energi listrik dan tergolong sangat efisien. Beberapa langkah penghematan penggunaan energi listrik dapat dilakukan demi meningkatkan efisiensi operasional penyelenggaraan pendidikan.

Hardiputra (2007) melakukan penelitian audit energi pada bangunan gedung rumah sakit Dr. Karyadi Semarang. Penelitian ini berpedoman pada SNI 03-6196- 2000 tentang prosedur audit energi pada bangunan gedung. Proses audit energi dimulai dengan perhitungan tingkat pencahayaan dan kapasitas AC terpasang kemudian dihitung daya penggunaannya yang kemudian dibandingkan dengan Intensitas Konsumsi Energi (IKE) listrik. Hasil penelitian ini menunjukan nilai IKE tergolong sangat efisien.

Alrosjad (2016) yang melakukan penelitian di gedung Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung. Ia menyatakan bahwa intensitas konsumsi energi pada ruangan ber-AC di gedung Fakultas Teknologi Industri ini bernilai 22,97 Kwh m2 /bulan. Bila merujuk pada Standard ASEAN-USAID, maka hasil ini berada di angka antara 19,17-23,75 Kwh m2 /bulan. Jadi, dapat dikatakan bahwa hasil ini menunjukan hasil yang boros. Untuk ruangan tidak ber- AC, didapatkan hasil sebesar 3,31 Kwh m2 /bulan yang standard dari ASEAN- USAID untuk gedung tidak ber-AC berada di rentang 2,5-3,34. Hal ini menunjukan bahwa penggunaan energi listrik untuk ruangan tidak ber-AC di

(26)

7

Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung ini termasuk dalam kategori boros.

Melihat berbagai penelitian terdahulu yang telah dilakukan diatas, penelitian ini akan menguji penggunaan energi listrik di Fakultas Teknologi Industri selama bulan Januari 2018. Hal ini dilakukan karena sudah adanya beberapa perubahan instalasi listrik yang terjadi di gedung Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung. Pembaharuan yang dilakukan dalam penelitian ini dari penelitian-penelitian sebelumnya adalah:

a. Pada penelitian terdahulu perhitungan peralatan listrik hanya berdasarkan asumsi selama jam kerja saja, yaitu kurang lebih selama 13 jam dan pada hari Minggu semua dianggap mati. Namun, pada kenyataanya, berbeda dengan apa yang sehari-hari terjadi dilapangan. Sehingga, penelitian ini akan mengukur beban listrik yang menyala di gedung Fakultas Teknologi Industri selama 24 jam selama 1 bulan penuh.

b. Penelitian terdahulu hanya mengukur AC dan lampu saja. Penelitian ini akan mengukur berbagai peralatan listrik, mulai dari lampu, AC, proyektor, komputer, fingerprint, pompa air, kulkas, dan kipas angin.

2.2 Manajemen Energi

Manajemen energi adalah suatu pendekatan sistematis dan terpadu dalam melaksanakan pemanfaatan sumber daya energi secara efektif, efisien dan rasional tanpa mengurangi kuantitas maupun kualitas fungsi utama gedung. Jadi, dapat dikatakan bahwa manajemen energi sendiri adalah suatu cara penggunaan suatu energi agar dapat seoptimal mungkin untuk mencapai tujuan dari kegiatan pengguna energi sendiri. Manajemen energi sangat diperlukan karena akan mempengaruhi finansial dan lingkungan pengguna energi. Secara finansial, penerapan manajemen energi yang tepat akan membawa pada pemahaman penggunaan energi seminimal mungkin untuk memperoleh keuntungan semaksimal mungkin. Hal ini juga diharapkan akan lebih menghemat biaya.

Selain itu, bagi lingkungan, penerapan manajemen energi dapat membantu mengurangi efek pemanasan global. Hal ini karena semakin sedikit konsumsi

(27)

8

energi, tentu akan semakin mengurangi polusi dan mengurangi pula penggunaan AC yang sangat berakibat pada kualitas lingkungan.

Manajemen energi memiliki prinsip-prinsip dasar yang harus dipenuhi agar penerapannya dapat dengan baik dilaksanakan. Tahapan-tahapan rinci manajemen energi adalah:

1. Perencanaan (Planning)

Tahap ini adalah perumusan tujuan kegiatan dalam melaksanakan manajemen energi. Perencanaan ini meliputi perwujudan tujuan yang direncanakan sebagai kegiatan dasar pengolahan energi. Dalam sistem manajemen energi, perencanaan dilakukan mulai dari pengolahan energi primer, pemanfaatan energi, hingga pengelolaan energi sehingga penggunaan energi dapat dicapai semaksimal mungkin.

2. Pengorganisasian (Organizing)

Pengorganisasian adalah kegiatan pengaturan pelaksanaan manajemen energi. Tujuan pengorganisasian dengan diterapkannya pengaturan yang tepat ini adalah untuk penghematan energi sehingga dapat diketahui energi yang dibutukan dan energi yang tidak dibutuhkan sehingga energi tidak terbuang sia-sia.

3. Pengarahan (Directing)

Pengarahan adalah suatu pengelolaan meningkatkan efektivitas dan efisiensi energi. Dengan pengarahan yang tepat, energi dapat dikelola dan dimanfaatkan dengan tepat.

4. Pengendalian (Controlling)

Pengendalian dalam manajemen energi adalah suatu pengaturan pemakaian energi. Pengendalian dilakukan dengan memonitoring pemakaian energi. bentuk pengendalian energi ini misalnya dengan pembatasan penggunaan energi tertentu, konversi energi, dan lain sebagainya agar energi yang ada akan selalu terjaga kelestarianya (Muhtadien, 2012).

(28)

9

Jadi, manajemen energi dapat dikatakan bertujuan mencapai keefektifitasan dan efisiensi segala sumber daya energi yang dimiliki organisasi tanpa mengurangi manfaat dan kenyamanan penggunaan energi.

2.3 Audit Energi

Audit energi merupakan langkah awal manajemen energi. Audit energi dapat didefinisikan sebagai cara menghitung besarnya konsumsi energi pada suatu bangunan dan menganalisis cara penghematan yang mungkin dilakukan.Audit energi sendiri meliputi analisis profil penggunaan energi, mengidentifikasi pemborosan energi dan menyusun langkah pencegahan yang diperlukan. Jadi, dengan kata lain, audit energi adalah satu usaha pengamatan yang dilakukan secara berkala atau rutin untuk memberikan informasi atau profil penggunaan energi listrik pada proses atau alat tertentu.

Di Indonesia sendiri, ada standar nasional yang disebut SNI yang dijadikan acuan dalam melakukan audit energi. SNI untuk bangunan gedung adalah SNI03- 6196-2000 mengenai Prosedur Audit Energi pada Bangunan Gedung.

Audit energi dibagi kedalam 3 tahapan, yaitu: audit energi awal, audit rinci, dan implementasi & monitoring. Audit energi awal dapat dilihat dari rekening pembayaran yang telah dikeluarkan. Sedangkan, audit energi rinci dilakukan bila audit energi awal memberi gambaran besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) lebih besar daripada target nilai yang telah ditentukan.

Tujuan audit energi di bangunan gedung adalah untuk dijadikan pedoman semua pihak yang terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengelolaan gedung agar peningkatan efisiensi penggunaan energi dapat dilakukan sehingga penekanan biaya akibat penggunaan energi dapat tercapai. Jadi, audit energi pada bangunan gedung perlu dilakukan untuk mengetahui penggunaan energi pada gedung secara riil dan menemukan langkah-langkah untuk meningkatkan penghematan penggunaan energi yang ada di gedung tersebut.

2.3.1 Audit Energi Awal

(29)

10

Audit energi awal adalah pengumpulan data tentang dimana, bagaimana, berapa dan jenis energi apa yang digunakan oleh suatu gedung. Data ini diperoleh dari pengukuran dan pencatatan historis, maksudnya adalah pada tahun-tahun atau bulan-bulan sebelumnya, pada bangunan dan sistem kelengkapannya. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah sebagai berikut:

a. Pengumpulan dan penyusunan data energi bangunan gedung.

Data-data tersebut adalah:

- Pembayaran rekening listrik bulanan - Denah bangunan gedung

- Denah instalasi pencahayaan bangunan - Kurva satu garis

b. Menghitung besarnya intensitas konsumsi energi (IKE) gedung (Salpanio, 2007).

2.3.2 Audit Energi Rinci

Audit energi rinci dilakukan jika nilai IKE lebih besar dari nilai target yang ditentukan. Kegiatan audit energi rinci ini dapat dilakukan dengan langkah- langkah berikut:

a. Penelitian konsumsi energi b. Pengukuran energi

c. Identifikasi peluang hemat energi

d. Analisis peluang hemat energi. (Salpanio, 2007).

2.4 Intensitas Konsumsi Energi (IKE)

Intensitas Konsumsi Energi (IKE) adalah suatu besaran energi yang digunakan pada suatu bangunan gedung per luas area yang dikondisikan dalam satu bulan atau satu tahun. Sehingga, dapat dikatakan bahwa Intensitas Konsumsi Energi (IKE) adalah suatu acuan penggunaan energi yang digunakan di suatu gedung dan melihat potensi penghematan yang mungkin dilakukan.

Intensitas Konsumsi Energi (IKE) dapat dirumuskan sebagai berikut:

IKE=

... (2.1)

(30)

11

IKE sendiri akan berbeda-beda di setiap jenis bangunan gedung. Besaran IKE telah di standardisasikan oleh ASEAN-USAID tahun 1992. Besarannya adalah sebagai berikut:

Tabel 2.1 Standardisasi IKE pada Bangunan Gedung

(ASEAN-USAID, 1992)

Menurut Pedoman Pelaksanaan Konservasi Energi nilai IKE dari suatu bangunan gedung dapat digolongkan dalam dua kriteria, yaitu untuk bangunan ber-AC dan bangunan tidak ber-AC.

Tabel 2.2 Konsumsi Energi Listrik dalam kWh/m2/bln

(Salpanio, 2007)

No Jenis Gedung IKE (kWh/m2/tahun)

1. Perkantoran (komersial) 240

2. Pusat Perbelanjaan 330

3. Hotel dan Apartemen 300

4. Rumah Sakit 380

Kriteria

Konsumsi Energi Listrik Bulanan (kWh/m2/bln)

Ber-AC Tidak ber-AC

Sangat efisien 4,71 - 7,92

Efisien 7,92 - 12,08 0,84 - 1,67

Cukup efisien 12,08 - 14,58 1,67 - 2,5 Agak boros 15,58 - 19,17

Boros 19,17 - 23,75 2,5 - 3,34

Sangat boros 23,75 - 37,5 3,34 - 4,17

Sumber: Pedoman Pelaksanaan Konservasi Energi Dan Pengawasan Di Lingkungan Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, 2006

(31)

12

Penjelasan lengkap mengenai kriteria IKE pada gedung ber-AC dan tidak ber-AC pada tabel-tabel di bawah ini:

Tabel 2.3 Kriteria IKE Bangunan Gedung ber-AC

Kriteria Keterangan

Sangat Efisien

(4,71 - 7,92) kWh/m2/bulan

a. Desain gedung sesuai standar dan tata cara perencanaan teknis konservasi energi.

b. Pengoperasian perlatana energi dilakukan dengan prinsip-prinsip manajemen

energi.

Efisien

(7,92 - 12,08) kWh/m2/bulan

a. Pemeliharaan gedung dan peralatan energi listrik dilakukan sesuai prosedur.

b. Efisiensi penggunaan energi listrik masih mungkin untuk ditingkatkan melalui penerapan sistem manajemen energi terpadu.

Cukup efisien

(12,08 - 14,58) kWh/m2/bulan

a. Audit energi cukup efisien melalui pemeliharaan bangunan dan peralatan energi masih memungkinkan.

b. Pengoperasian dan pemeliharaan gedung belum mempertimbangkan prinsip konservasi energi.

Agak boros

(15,58 - 19,17) kWh/m2/bulan

a. Audit energi perlu dipertimbangkan untuk menentukan perbaikan efisiensi yang dapat dilakukan.

b. Desain bangunan maupun pemeliharaan dan pengoperasian gedung belum memepertimangkan konservasi energi.

Boros

(19,17 - 23,75) kWh/m2/bulan

a. Audit energi perlu dipertimbangkan untuk menentukan langkah-langkah perbaikan sehingga pemborosan eenrgi dapat dihindari.

b. Instalasi peralatan dan desain

pengoperasian dan pemeliharaan tidak mengacu pada penghematan energi.

Sangat boros

(23,75 - 37,5) kWh/m2/bulan

a. Agar ditinjau ulang atas semua

instalasi/peralatan energi serta penerapan manajemen energi dalam pengelolaan

(32)

13

Tabel 2.4 Kriteria IKE Bangunan Gedung tidak ber-AC

Kriteria Keterangan

Efisien

(0,84 - 1,67) kWh/m2/bulan

a. Pengelolaan gedung dan peralatan energi dilakukan dengan prinsip konservasi energi.

b. Pemeliharaan peralatan energi dilakukan sesuai prosedur.

c. Efisiensi penggunaan energi masih mungkin ditingkatkan melalui penerapan sistem manajemen energi terpadu.

Cukup Efisien

(1,67 - 2,5) kWh/m2/bulan

a. Penggunaan energi cukup efisien namun masih memiliki peluang konservasi energi.

b. Perbaikan efisiensi melalui pemeliharaan bangunan dan peralatan energi masih dimungkinkan.

Boros

(2,5 - 3,34) kWh/m2/bulan

a. Audit energi perlu dilakukan untuk menentukan langkah-langkah perbaikan sehingga pemborosan energi dapat dihindari.

b. Desain bangunan maupun pemeliharaan dan pengoperasian gedung

mempertimbangkan konservasi energi.

Sangat Boros

(3,34 - 4,17) kWh/m2/bulan

a. Instalasi peralatan, desain pengoperasian dan pemeliharaan tidak mengacu pada penghematan energi.

b. Agar dilakukan peninjauan ulang atas semua instalasi/peralatan energi serta penerangan manajemen energi dalam pengelolaan bangunan.

c. Audit energi rinci adalah langkah awal yang perlu dilakukan.

2.5 Air Conditioning (AC)

Air Conditioning (AC) atau sistem tata udara adalah usaha mengelola udara untuk mengendalikan temperatur ruangan, kelembaban, kualitas udara dan penyegarannya untuk menjaga kenyamanan penghuni ruangan.

2.5.1 Kapasitas AC Ruangan

bangunan.

b. Audit energi adalah langkah awal yang perlu dilakukan.

(33)

14

Cara menghitung dan menyesuaikan daya AC dengan mengkonversikan PK menjadi BTU/h. Konversi satuan PK adalah sebagai berikut:

1PK= 9.000-10.000 BTU/h 1m2= 600 BTU/h

1m= 3.33 kaki

Daya pendingin AC berdasarkan PK AC dapat dilihat dari tabel berikut:

Tabel 2.5 Kapasitas AC Ruangan Daya AC Kapasitas AC (BTU/h)

AC ½ PK ± 5.000

AC 3/4 PK ± 7.000

AC 1PK ± 9.000

AC 1½ PK ± 12.000

AC 2 PK ± 18.000

(Joto,2013)

Untuk menghitung kebutuhan BTU/h, digunakan persamaan sebagai berikut:

BTU/h = (L x W x H x I x E)/60...

(2.2)

Keterangan:

L= Panjang ruangan (dalam feet) W= Lebar ruangan (dalam feet) H= Tinggi ruangan (dalam feet)

I= Nilai 10 jika ruangan berinsulasi (berada dalam batas bawah atau berhimpit dengan ruang lain). Nilai 18 jika ruang tidak berinsulasi (dilantai atas).

E= Nilai 16 jika dinding terpanjang menghadap utara, nilai 17 jika menghadap timur, nilai 18 jika menghadap selatan, dan nilai 20 jika menghadap barat.

1 PK= 746 Watt 2.6 Pencahayaan

Pencahayaan ada dua jenis, pencahayaan alami dan buatan. Pencahayaan alami bersumber dari sinar matahari. Terkadang, pencahayaan alami ini kurang efektif karena matahari tidak dapat memberi intensitas cahaya yang tetap. Untuk

(34)

15

pencahayaan alami diperlukan jendela-jendela besar, dinding kaca, dan dinding yang banyak dilubangi. Sedangkan, pencahayaan buatan adalah pencahayaan yang bersumber selain dari cahaya alami, misalnya lampu.

2.6.1 Macam-macam Lampu Listrik

Lampu menjadi kebutuhan primer saat ini karena lampu adalah sumber cahaya yang digunakan untuk menerangi suatu ruangan ketika ruangan tersebut kekurangan cahaya atau dalam keadaan tidak mempunyai cahaya sama sekali.

Lampu terdiri dari berbagai macam jenis berdasarkan bentuk dan elemen yang terdapat di dalamnya. Berikut ini macam-macam lampu listrik:

1. Lampu pijar

Lampu pijar adalah lampu yang menghasilkan cahaya yang menghasilkan cahaya dengan pemanasan listrik dari kawat filamennya pada temperatur yang tinggi. Temperatur ini memberi radiasi pada daerah tampak dari spektrum radiasi yang dihasilkan.

2. Lampu Flourensen Tabung

Lampu ini adalah lampu yang sebagian besar cahayanya dihasilkan oleh bubuk flourensen pada dinding bola lampu yang diaktifkan oleh energi ultraviolet dari pelepasan energi elektron. Umumnya lampu ini berbentuk panjang dan mempunyai elektroda pada kedua ujungnya bersisi uap merkuri pada tekanan rendah dan gas iner untuk penyalaanya.

3. Lampu halogen

Lampu halogen adalah lampu pijar biasa denan filamen bertempratur tinggi dan menyebabkan partikel tungsten akan menguap serta berkondensasi pada dinding bola lampu yang akan mengakibatkan penghitaman. Lampu halogen berisi gas halogen (iodine, chlorine, chromine) yang dapat mencegah penghitaman lampu.

(35)

16

4. Lampu pelepasan gas

Lampu ini bekerja berdasarkan pelepasan elektron terus menerus yang bekerja di dalam uap yang diionisasi. Lampu pelepasan gas mempunyai tekanan gas tinggi atau tekanan gas rendah. Gas yang dipakai adalah merkuri atau natrium. Salah satu lampu pelepas gas bertekanan rendah dan memakai merkuri adalah lampu TL (Tube Lamp).

5. Lampu LED

Lampu LED adalah sirkuit semikonduktor yang memancarkan cahaya ketika dialiri listrik. Sifatnya berbeda dengan filamen yang harus dipijarkan (dibakar) atau lampu TL yang merupakan pijaran partikel. Lampu LED memancarkan cahaya lewat aliran listrik yang relatif tidak menghasilkan banyak panas sehingga ruangan terasa tidak sepanas apabila menggunakan lampu pijar. Lampu LED juga memiliki warna sinar yang beragam, yaitu putih, kuning, dan warna-warna lainnya. Lampu LED juga bisa bertahan sangat lama hingga 20an tahun. Bila dibandingkan dengan menggunakan lampu pijar, maka dalam 20 tahun harus membeli atau mengganti sekitar 60an lampu pijar.

2.7 Tarif Listrik

Tarif listrik adalah harga jual listrik yang dikenakan pemerintah untuk pelanggan PLN. PLN memiliki golongan tarif pelanggan subsidi dan nonsubsidi.

2.7.1 Biaya Awal

Biaya awal merupakan biaya yang harus dikeluarkan konsumen untuk mendapatkan suplai listrik dari penyedia layanan listrik pada waktu awal yang terdiri dari biaya penyambungan dan jaminan listrik.

(36)

17

2.7.2 Biaya Bulanan

Rekening listrik merupakan biaya wajib yang harus dibayarkan oleh pelanggan setiap bulan. Ada beberapa komponen dalam menghitung pembayaran rekening listrik:

1. Biaya Beban

Biaya beban memiliki besaran yang tetap dan dihitung berdasarkan daya kontrak. Pada golongan H-3, I-4, dan tanur busur dan I-5, biaya beban dihitung berdasarkan Kva Max.

2. Biaya Pemakaian (kWh)

Biaya pemakaian adalah biaya pemakaian energi yang dihitung berdasarkan jumlah pemakaian energi yang diukur dalam kWh. Untuk golongan tarif tertentu, pemakaian energi ini dipilih dari dua golongan, yaitu:

- Pemakaian WBP (waktu beban puncak) dan pemakaian LWBP (Luar Waktu Beban Puncak).

- Untuk golongan tarif R-2, biaya pemakaian dihitung berdasarkan sistem blok.

3. Biaya Kelebihan Pemakaian (kVARh)

Biaya ini adalah biaya yang dikenakan untuk pelanggan golongan tarif S-3, B-3, I-2, I-3,I-4, P-2.

4. Biaya Pemakaian Trafo

Jenis biaya ini dikenakan untuk pelanggan tertentu yang tidak memiliki trafo sendiri.

5. Biaya Pajak Penerangan Jalan Umum

Biaya ini dipungut oleh pemerintah daerah (PERDA) berdasarkan peraturan daerah. Besarnya pajak ditentukan oleh peraturan daerah

(37)

18

juga. Komponen ini disetorkan ke kas pemda dan masuk sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).

2.8 Tabel Harga Listrik PLN

Menurut PLN (listrik.org) , tarif dasar listrik dibagi pada golongan subsidi dan non subsidi. Tarif ini dibagi menjadi 5 kriteria, yaitu rumah tangga, sosial, bisnis, industri, dan publik. Tarifnya masing-masing adalah sebagai berikut:

a. Tarif Dasar Listrik Rumah Tangga R1

Tabel 2.8.1 Tarif Dasar Listrik Rumah Tangga R1

Golongan Tarif/Daya Keterangan Tarif (Rp /kWh) Golongan Tarif/Daya

R-1/450 VA Subsidi 415 R-1/450 VA

R-1/900 VA Subsidi 586 R-1/900 VA

R-1/900 VA-RTM (Rumah

Tangga Mampu) Non-Subsidi 1352

R-1/900 VA-RTM (Rumah Tangga

Mampu)

R-1/1300 VA Non-Subsidi 1467,28 R-1/1300 VA

R-1/2200 VA Non-Subsidi 1467,28 R-1/2200 VA

R-2/3500 VA, 4400 VA,

5500 VA Non-Subsidi 1467,28 R-2/3500 VA, 4400

VA, 5500 VA R-3/6600 VA ke atas Non-Subsidi 1467,28 R-3/6600 VA ke atas

(listrik.org)

b. Tarif Dasar Listrik Bisnis B1 (Subsidi)

Tabel 2.8.2 Tarif Dasar Listrik Bisnis B1 Golongan Tarif/Daya Tarif (Rp /kWh)

B-1/450 VA 535

B-1/900 VA 630

B-1/1300 VA 966

B-1/2200 VA 1100

B-1/3500 VA 1100

B-1/4400 VA 1100

B-1/5500 VA 1100

(listrik.org) c. Tarif Dasar Listrik Sosial (Subsidi)

(38)

19

Tabel 2.8.3 Tarif Dasar Listrik Sosial Golongan Tarif/Daya Tarif (Rp /kWh)

S-1/220 VA -

Golongan Tarif/Daya Tarif (Rp /kWh)

S-2/450 VA 325

S-2/900 VA 455

S-2/1300 VA 708

S-2/2200 VA 760

S-2/3500 VA s.d 200 Kva 900

S-3/ di atas 200 Kva -

(listrik.org) d. Tarif Dasar Listrik Industri (Subsidi)

Tabel 2.8.4 Tarif Dasar Listrik Industri Golongan Tarif/Daya Tarif (Rp /kWh)

I-1/450 VA 485

I-1/900 VA 600

I-1/1300 VA 930

I-1/2200 VA 960

I-1/3500 VA s.d 14 kVA 1112

I-2/14 kVA s.d 200 kVA -

(listrik.org)

e. Tarif Dasar Listrik Publik (Subsidi)

Tabel 2.8.5 Tarif Dasar Listrik Publik Golongan Tarif/Daya Tarif (Rp /kWh)

P-1/450 VA 685

P-1/900 VA 760

P-1/1300 VA 1049

P-1/2200 VA 1076

P-1/3500 VA 1076

P-1/4400 VA 1076

P-1/5500 VA 1076

(listrik.org) 2.9 Cara Menghitung Energi

Rumus menghitung energi adalah sebagai berikut:

E= P x t... (2.3)

(39)

20

E= V x I x t... (2.4)

E= I2 x R x t... (2.5)

Keterangan:

E= energi (Wh)

P= daya (watt)

t= waktu (jam)

V= tegangan (Volt)

I= Arus (Ampere) R= hambatan (Ω)

Untuk menjadikan energi tersebut dalam satuan Kwh, maka akan digunakan rumus berikut:

Kwh=

... (2.6)

(40)

21

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Langkah-Langkah Penelitian

Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah:

1. Pengumpulan Data Historis

Data historis yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Pembayaran rekening listrik beberapa bulan terakhir milik Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

b. Melakukan pengumpulan dokumentasi bangunan gedung, berupa:

- Denah bangunan gedung untuk mengukur luas masing-masing ruangan di Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung Semarang..

- Kurva satu garis Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

- Denah instalasi AC dan lampu pada gedung Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

c. Mengamati dan mencatat seluruh peralatan listrik gedung Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung Semarang setiap jam. Langkah-langkah yang dilakukan untuk melakukan hal ini adalah dengan mengamati masing-masing ruangan dan mencatat satu per satu peralatan listrik yang ada di setiap ruangan.

2. Pengolahan Data

Dalam pengambilan data penelitian ini, dilakukan pengukuran dan pencatatan pada kWh Meter Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung Semarang yang kemudian menghitung jumlah kWh totalnya dalam 1 bulan, yaitu selama tanggal 1-31 Januari 2018.

Selain itu, dilakukan pula perhitungan biaya pemakaian listrik pada Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung Semarang selama bulan Januari 2018. Pada penelitian ini, data-data listrik yang digunakan adalah data

(41)

22

peralatan listrik yang terpasang di Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung Semarang, seperti AC, lampu, kipas angin, kulkas, komputer, fingerprint, proyektor, televisi, dan pompa air. Data per peralatan dihitung pada saat peralatan tersebut sedang menyala. Pengamatan peralatan menyala dilakukan setiap jam, mulai pukul 08.00 hingga 21.00 WIB. Sedangkan, untuk lampu jalan, menyala selama 12 jam, mulai pukul 18.00-06.00 WIB.

3. Perhitungan Intensitas Konsumsi Energi (IKE)

Intensitas Konsumsi Energi (IKE) listrik adalah pembagian antara konsumsi energi listrik pada kurun waktu tertentu dengan satuan luas bangunan gedung.

Menurut Pedoman Pelaksanaan Konservasi Energi, nilai IKE dari suatu bangunan gedung digolongkan dalam dua kriteria, yaitu: untuk bangunan ber-AC dan bangunan tidak ber-AC. Intensitas Konsumsi Energi (IKE) dapat dirumuskan sebagai berikut:

IKE=

...(3.1) Dari hasil perhitungan nilai IKE ini, dapat dilihat tingkat konsumsi energi di gedung Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung Semarang dan dapat dikatakan efisien jika sesuai dengan standard yang sudah ditetapkan.

(42)

23

3.2 Flow Chart

Gambar 3.1 Diagram Alur Penelitian 3.3 Cara Mendapatkan Data

Cara mendapatkan data dari tugas akhir ini di gedung Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung Semarang adalah sebagai berikut:

1. Data pembayaran rekening listrik

Data pembayaran rekening listrik gedung Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung Semarang didapatkan dari gedung biro rekor Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

2. Hasil Pengukuran kWh Meter bulan Januari 2018

(43)

24

Data ini didapatkan berdasarkan pengukuran pada Kwh meter gedung Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

3. Luas Bangunan

Data luas bangunan ini didapatkan dari bagian pembangunan gedung biro rektor Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

4. Daya AC

Data ini didapatkan berdasarkan arus dan cos ϕ dari masing-masing jenis AC yang kemudian dikalikan dengan tegangan sebesar 220 volt.

5. Daya Total Bulan Januari

Data ini didapatkan berdasarkan pengamatan dan pencatatan setiap hari beban yang menyala yang ada di setiap ruangan di gedung Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

6. IKE per ruangan

Data ini didapatkan berdasarkan perhitungan dari pembagian antara Kwh ruangan selama 1 bulan dengan luas ruangan tersebut.

(44)

25

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Data Pembayaran Listrik

Dalam melaksanakan audit energi listrik di gedung Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung Semarang dengan golongan tarif S2 dan daya sebesar 131.000VA, maka data sekunder mengenai konsumsi energi diambil dari rekening listrik selama beberapa bulan terakhir, dari bulan Agustus 2016- Agustus 2017. Rinciannya adalah sebagai berikut:

Tabel 4.1 Tabel Data Pembayaran Rekening Listrik Beberapa Bulan Terakhir

No Bulan Tagihan PLN

1 Agustus 2016 Rp. 20.949.100 2 September 2016 Rp. 36.560.500 3 Oktober 2016 Rp. 42.495.100 4 November 2016 Rp. 39.735.700 5 Desember 2016 Rp. 42.986.500 6 Januari 2017 Rp. 39.055.300 7 Februari 2017 Rp. 38.073.100 8 Maret 2017 Rp. 29.416.300 9 April 2017 Rp. 46.955.500

10 Mei 2017 Rp. 38.072.500

11 Juni 2017 Rp. 49.733.460 12 Juli 2017 Rp. 29.084.794 13 Agustus 2017 Rp. 32.233.902 Biaya rata-rata per bulan Rp. 37.334.781

(45)

26

Gambar 4.1 Diagram Pembayaran Rekening Listrik pada Gedung FTI Unissula

4.2 Data Pengukuran kWh Meter

Gedung Fakultas Teknologi Industri adalah salah satu gedung yang berada di lingkungan Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Dilakukan pengukuran pada kWh meter untuk pemakaian energi listrik di gedung Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung Semarang selama bulan Januari 2018, datanya adalah sebagai berikut:

Tabel 4.2 Tabel Hasil Pengukuran kWh Meter bulan Januari 2018 pada Gedung Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung

Tanggal Kwh Meter

1 51744,26

2 51765,17

3 51805,40

4 51848,45

5 51892,32

6 51933,51

7 51962,93

8 51985,11

9 52026,73

10 52066,60

11 52110,82

0 10,000,000 20,000,000 30,000,000 40,000,000 50,000,000 60,000,000

Agust-16 Sep-16 Okt-16 Nop-16 Des-16 Jan-17 Feb-17 Mar-17 Apr-17 Mei-17 Jun-17 Jul-17 Agust-17

Tagihan PLN

(46)

27

Tanggal Kwh Meter

12 52149,02

13 52190,29

14 52223,44

15 52248,97

16 52290,21

17 52330,71

18 52369,33

19 52407,05

20 52450,74

21 52477,37

22 52503,32

23 52537,61

24 52578,27

25 52618,10

26 52662,69

27 52699,23

28 52728,44

29 52753,83

30 52793,66

31 52832,92

4.3 Perhitungan Biaya Listrik

Selanjutnya adalah untuk menghitung biaya listrik selama bulan Januari 2018 sebagai berikut ini:

Pemakaian Kwh Total= (nilai Kwh Akhir – nilai Kwh awal) x FKM

Keterangan:

FKM: Faktor Kali Kwh Meter = 40

Nilai pemakaian Kwh Total = (52832,92 - 51744,26) x 40 = 1.088,66 x 40

= 43.546,40 Kwh

Selanjutnya menghitung biaya pemakaian energi listrik selama satu bulan.

Gedung Fakultas Teknologi Industri Universitas Sultan Agung Semarang

(47)

28

termasuk dalam kategori subsidi sosial dengan golongan tarif S-2/3500VA s.d.

2000kVa. Biaya per kVa-nya adalah Rp.900,-.

Biaya pemakaian Listrik (Rp) = Pemakaian Kwh 1 bln x TDL (Rp) = 43.546,40 x Rp.900,- (Rp) = 39.191.760,-

Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) sebesar (5%) = x Rp 39.191.760,-

= Rp 1.959.588,-

Biaya tagihan rekening listrik PLN = Biaya pemakaian Listrik + PPJU

= Rp 39.191.760,- + Rp 1.959.588,-

= Rp 41.151.348,-

Dari hasil perhitungan diatas, maka dapat diketahui seberapa besar jumlah biaya energi listrik yang digunakan digedung Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung Semarang selama bulan Januari 2018.

4.4 Luas Bangunan

Sebelum menghitung tingkat konsumsi energi di Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Sultan Agung Semarang, penting untuk mengetahui luas masing-masing ruangan yang ada di lokasi ini. Berikut adalah luas ruangannya:

Tabel 4.3 Tabel Komposisi Luas Bangunan Gedung

NO. RUANGAN LUAS (m2)

1 R. Sidang 30,24

2 R. Dekan 59,84

3 R. Wakil Dekan 72,4

4 R. BAP 68,4

5 R.Seminar 72,4

6 R. Dosen Informatika 59,84

7 R.Dosen Industri 67,44

8 R. Dosen Elektro 55,84

(48)

29

NO. RUANGAN LUAS (m2)

9 R. Magister Teknik Elektro 38,56

10 Perpustakaan 94,4

11 R. Rapat 67,44

12 Lobi dan Jalan Lantai 1 221,76

13 R. Rumah Tangga 30,24

14 Kamar Mandi 78,3

15 Laboratorium IT A 67,44

16 Laboratorium IT B 55,84

17 Pengelola IT 25,2

18 Pengelola Kelas Mitra 25,2

19 R. Kelas 202 59,84

20 R. Kelas 203 55,84

21 R. Kelas 204 67,44

22 R. BSI 90,08

23 Lobi dan Jalan Lantai 2 271,36

24 Kamar Mandi 78,3

25 R. Kelas 302 59,84

26 R. Kelas 303 72,4

27 R. Kelas 304 68,4

28 R. Kelas 305 72,4

29 Aula 263,52

30 R. Kelas 307 55,84

31 R. Kelas 308 67,44

32 Lobi dan Jalan Lantai 3 323,92

33 Kamar Mandi 39,15

34 Lab Tenaga 88

35 Lab Dasar Pengukuran 88

36 Lab Kendali 88

37 R. Robotik 67

38 R. Mini Produksi 36

39 Lab Telekomunikasi 36

40 R. Dosen Lab Elektro 36

41 R. Tim Robotik 67

42 Lobi dan Jalan Lab Elektro 287,6

43 Lab Mikroprosesor 154

44 R. Kelas Lab Elektro 120,96

45 R. Tazmania 36

46 R. BEM 25

(49)

30

NO. RUANGAN LUAS (m2)

47 R. Laboran Industri 36

48 R. Lab Komputer Industri 36

49 R.Kelas Lab Industri 43,2

50 Lab Ergonomi dan Fisika 43,2

51 R. HMJ 18

52 R. Mahapati 18

53 Lobi dan Jalan Lab Industri 355,2

54 Lab Komputer A 72

55 Lab Komputer B 62,72

56 Lab Komputer C 92,8

57 Laboran Teknik Informatika 18

TOTAL 4761,23

4.5 Perhitungan Daya AC

Daya AC dapat dihitung dengan cara menggunakan rumus sebagai berikut:

P = V x I x Cos ϕ

Sebagai contoh perhitungan daya AC Mitsubishi (E) seperti berikut:

P= V x I x Cos ϕ = 220 x 4,84 x 0,97 = 1031,8 Watt

Untuk daya pada keseluruhan jenis AC yang ada di Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung dengan tegangan sebesar 220V dan Cos ϕ sebesar 0,97 dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.4 Tabel Daya AC

NO. JENIS AC ARUS

(Ampere)

DAYA (Watt)

1 AC MITSHUBISHI (E) 4,84 1031,8

2 AC MITSHUBISHI (HD) 4,96 1058,2

3 AC PANASONIC 3,97 847

4 AC TCL 4,77 1018,6

(50)

31

NO. JENIS AC ARUS

(Ampere)

DAYA (Watt)

5 AC NASIONAL 4,31 919,6

6 AC DAIKIN 8,23 1755,6

7 AC CHANG HONG 3,70 789,6

8 AC MIDEA 4,36 930,6

4.6 Perhitungan Konsumsi Energi Setiap Hari selama Bulan Januari 2018 Untuk waktu operasional gedung Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung Semarang per peralatan dihitung pada saat peralatan tersebut sedang menyala. Pengamatan peralatan menyala dilakukan setiap jam, mulai pukul 08.00 hingga 21.00 WIB. Sedangkan, untuk lampu jalan, menyala selama 12 jam, mulai pukul 18.00-06.00 WIB. Peralatan listrik yang menyala dan perhitungan setiap ruangan per harinya dapat dilihat di lampiran 4.

Diambil sebagai contoh perhitungan adalah Ruang Sidang pada tanggal 12 Januari 2018. AC TCL: menyala selama 10 jam (08.00-13.00WIB dan 17.00- 20.00WIB). Sedangkan, untuk lampu TL 18W, 6 buah yang menyala selama 6 jam ( 08.00-13.00WIB) dan 4 buah menyala selama 4 jam (17.00-20.00WIB).

untuk penggunaan proyektor adalah selama 10 jam (dari jam 08.00-13.00 dan 17.00-20.00 WIB). Sedangkan untuk fingerprint menyala selama 24 jam. Maka, konsumsi energi Ruang Sidang pada tanggal 12 Januari 2018 (lihat lampiran 4) sebagai berikut:

Wh = [(daya AC TCL x 10 Jam)] + [(daya lampu TL 18W x 6 buah x 6 jam) +(daya lampu TL 18W x 4 buah x 4 jam)] + (daya proyektor x 10 jam) + (fingerprint x 24 jam)

= [(1018,6 x 10)] + [(18 x 6 x 6) + (18 x 4 x 4)] + (307.30 x 10) + (72,56 x 24)

= 10186 + (648+ 288) +3073 + 1741,44

= 15936,44 wh atau 15,94 kWh

(51)

32

Jadi, konsumsi energi di ruang sidang pada tanggal 12 Januari 2018 sebesar 15,94 kWh.

Untuk konsumsi energi selama bulan Januari 2018 pada seluruh ruangan yang ada di Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung Semarang dapat dilihat pada lampiran 5.

Tabel 4.5 Tabel Daya Total Bulan Januari 2018 Ruangan ber-AC

No Nama Ruang Ber-AC Kwh 1 Bulan

1 R. Sidang 157,98

2 R. Dekan 505,78

3 R. Wakil Dekan 849,77

4 R. BAP 773,51

5 R. Seminar 527,80

6 R. Dosen Informatika 412,89

7 R. Dosen Industri 519,15

8 R. Dosen Elektro 532,73

9 R. Magister Teknik Elektro 629,21

10 Perpustakaan 1102,02

11 R. Rapat 421,39

12 Laboratorium IT A 1321,92

13 Laboratorium IT B 1442,79

14 Pengelola IT 343,85

15 Pengelola Kelas Mitra 615,15

16 R. Kelas 203 673,14

17 R. Kelas 204 672,96

18 R. Kelas 202 694,66

19 R. BSI 4948,28

20 R. Kelas 302 625,81

21 R. Kelas 303 814,53

22 R. Kelas 304 699,46

23 R. Kelas 305 666,30

24 Aula 781,12

25 R. Kelas 307 537,12

26 R. Kelas 308 651,59

27 Lab Tenaga 372,72

28 Lab Dasar Pengukuran 312,73

29 Lab Kendali 189,13

30 R. Robotik 468,95

31 R. Mini Produksi 144,36

(52)

33

No Nama Ruang Ber-AC Kwh 1 Bulan

32 Lab Telekomunikasi 349,98

33 R. Dosen Lab Elektro 313,94

34 Lab Mikroprosesor 243,93

35 R. Kelas Lab Elektro 1250,49

36 R. Tazmania 585,57

37 R. BEM 324,49

38 R. Laboran Industri 356,84

39 R. Lab Komputer Industri 931,95

40 R. Kelas Lab Industri 437,99

41 Lab Ergonomi dan Fisika 276,82

42 R. Laboran Informatika 508,87

43 Lab Komputer B 1120,61

44 Lab Komputer C 1091,86

45 Lab Komputer A 746,23

Total

31947.77

Tabel 4.6 Tabel Daya Total Bulan Januari 2018 Ruangan Tak ber-AC

No Nama Ruang Tak Ber-Ac Kwh 1 Bulan 1 Lobi dan Jalan Lantai 1 407,72

2 R. Rumah Tangga 391,24

3 Kamar Mandi 928,23

4 Lobi dan Jalan Lantai 2 141,70

5 Kamar Mandi 9,99

6 Lobi dan Jalan Lantai 3 54,47

7 Kamar Mandi 10,02

8 R. Tim Robotik 11,85

9 Lobi dan Jalan Lab Elektro 252,74

10 R. HMJ 9,24

11 R. Mahapati 27,74

12 Lobi dan Jalan Lab Industri 1299,12

Total 3544,05

(53)

34

4.7 Perhitungan Intensitas Konsumsi Energi (IKE) Ruangan ber-AC

Langkah berikutnya yaitu menghitung intensitas konsumsi energi (IKE) pada ruangan ber-AC. Data yang dibutuhkan yaitu daya pemakaian energi selama 1 bulan dan luas gross ruangan ber-AC.

Tabel 4.7 Tabel IKE Ruangan ber-AC

No Nama Ruang Ber-AC Kwh 1 Bulan Luas (m2) IKE

(KWH/m2/BULAN)

1 R. Sidang 157,98 30,24 5,22

2 R. Dekan 505,78 59,84 8,45

3 R. Wakil Dekan 849,77 72,4 11,74

4 R. BAP 773,51 68,4 11,31

5 R. Seminar 527,8 72,4 7,29

6 R. Dosen Informatika 412,89 59,84 6,90

7 R. Dosen Industri 519,15 67,44 7,70

8 R. Dosen Elektro 532,73 55,84 9,54

9 R. Magister Teknik Elektro 629,21 38,56 16,32

10 Perpustakaan 1102,02 94,4 11,67

11 R. Rapat 421,39 67,44 6,25

12 Laboratorium IT A 1321,92 67,44 19,60

13 Laboratorium IT B 1442,79 55,84 25,84

14 Pengelola IT 343,85 25,2 13,64

15 Pengelola Kelas Mitra 615,15 25,2 24,41

16 R. Kelas 203 673,14 55,84 12,05

17 R. Kelas 204 672,96 67,44 9,98

18 R. Kelas 202 694,66 59,84 11,61

19 R. BSI 4181,42 90,08 46,42

20 R. Kelas 302 625,81 59,84 10,46

21 R. Kelas 303 814,53 72,4 11,25

22 R. Kelas 304 699,46 68,4 10,23

23 R. Kelas 305 666,3 72,4 9,20

24 Aula 781,12 263,52 2,96

25 R. Kelas 307 537,12 55,84 9,62

26 R. Kelas 308 651,59 67,44 9,66

27 Lab Tenaga 372,72 88 4,24

28 Lab Dasar Pengukuran 312,73 88 3,55

29 Lab Kendali 189,13 88 2,15

30 R. Robotik 468,95 67 7,00

31 R. Mini Produksi 144,36 36 4,01

32 Lab Telekomunikasi 349,98 36 9,72

33 R. Dosen Lab Elektro 313,94 36 8,72

34 Lab Mikroprosesor 243,93 154 1,58

No Nama Ruang Ber-AC Kwh 1 Bulan Luas (m2) IKE

Gambar

Tabel 2.2  Konsumsi Energi Listrik dalam kWh/m2/bln
Tabel 2.3 Kriteria IKE Bangunan Gedung ber-AC
Tabel 2.4 Kriteria IKE Bangunan Gedung tidak ber-AC
Tabel 2.5 Kapasitas AC Ruangan  Daya AC  Kapasitas AC (BTU/h)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Artinya, lirik lagu sebagai contoh penggunaan bahasa yang dikemas bersama musik tidak lagi menjadi media hiburan semata, tetapi juga bisa digunakan sebagai media

Sekolah dan pendidikan Barat di satu sisi membawa mereka pada kehidupan yang lebih beradab, namun di sisi lain menjadi batu loncatan bagi mereka untuk memperjuangkan status sosial

Petunjuk teknis beasiswa peningkatan prestasi akademik ini diharapkan menjadi acuan dalam melaksanakan program beasiswa peningkatan prestasi akademik bagi mahasiswa yang

Bapak Don Tasman, S.Mia., SE, S.Si., MM selaku dosen pembimbing yang selalu memberikan dukungan moral dan telah banyak membantu memberikan pengarahan dalam menyelesaikan skripsi

(2003) telah menjalankan penyelidikan dalam menentukan reka bentuk yang optimum bagi penderia mikro aliran terma, dua jenis analisis telah digunakan iaitu analisis

Tim yang merumuskan pada perencanaan terbagi menjadi dua bagian yaitu guru model yang mengajar dengan perencanaan yang sudah dibuat matang secara colaboratif dan

Pembangunan berbasis masyarakat dapat dimaknai sebagai co-management (pengelolaan bersama), yakni pembangunan yang dilakukan oleh masyarakat bersama-sama dengan pemerintah

Tekan OPTION untuk pertama kalinya, pilih DISPLAY dengan menekan tombol atau hingga simbol DISPLAY berkedip; Tekan OPTION lagi untuk mematikan tampilan LED pada panel, dan