Prosiding Hasil Penelitian Kehutanan. Kupang, 1997 100 PENELITIAN BUDIDAYA KAYU MERAH (pterocarpus indicua Wild) DI NUSA
TENGGARA oleh
Markum Efendi” dan I Komang Surata”
Ringkasan
Kayu merah merupakan jenis pohon yang sangat poten sial di Nusa Tenggara timur (NTT) kayu terasnya berwarna indah dan banyak dimanfaatkan sebagai kayu pertukangan. selama ini pemanenannya telah banyak di lakukan sehingga apa bila tidak di imbangi dengan upaya pemudaan di khawatirkan kelestariannya akan terganggu. keberhasilan permudaan alam sangat rendah,dengan demikian permudaan buatan dengan penanaman merupakan salah satu harapan untuk dapat menjamin kelestariannya. dalam upaya penanaman harus di dukung oleh teknologi hasil-hasil penelitian yang meliputi perbenihan, persemaian dan penanamannya.
Selama beberapa tahun terakhir ini telah di lakukan penelitian ketiga Aspek tersebut diatas, hasilnya adalah sebagai berikut: Ban,ulu merupakan sumber benih yang terbaik berdasarkan kualitas benih dan bibitnya, buah masak berwarna coklat banyak di jumpai pada bulan Maret-April jumlah benih per kilogram berkisar antara 19.702-21.739 butir.
dalam reboisasi sebaiknya di gunakan benih yang baru walau pun pada dasarnya masih dapat di pertahankan viabilitasnya selama 2 tahun dengan pengimpanan dalam refrigerator perlakuan pendahuluan adalah berupa perendaman dalam air dingin selama 24 jam sebelum di kecambahkan. pertumbuhan bibit di persemaian dapat di tingkatkan melalui pemberian pupuk N dengan dosis 2 gram /bibit yang di berikan pada saat bibit ber umur 2,5 bulan. pemupukan di persemaian dapat juga di lakukan dengan menggunakan bioferti dengan dosis 4 gram/bibit jenis ini dapat pula dibiakan dengan pembiakan vegetatip stek cabang, ketinggian tempat penanaman sangat mempengaruhi keberhasilan penanaman. ketingian tempat yang ideal 100-700m dpI.
bibit yang ber umur 6 bulan telah siap di tanam di lapangan. penanaman dapat pula di lakukan dengan stump. kayu merah tidak terlalu peka terhadap pesaingan gulma.
PENDAHULUAN
Kayu merah.(pterocarpus ingicus Wild)merupakan salah satu jenis pohon yang sangat potensial di Nusa Tenggara timur. kayunya termasuk kelas kuat I dan kelas awet II. di manfaatkan sebagai kayu pertukangan. kelebihan lain dari jenis pohon ini adalah kayunya yang berwarna indah sehingga sering dipakai interior decoration.
Di tempat tumbuh aslinya, ukuran pohonnya dapat mencapai diameter 90 cm dengan tinggi bebas cabang dapat mencaai 7 m. pada saat ini kayu merah memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap pendapatan daerah,hal ini dapat di mengeti mengingat jenis kayu ini merupakan jenis andalan NTT setelah Cendana.
Permudaan alam kayu merah sangat rendah kurang dari 40% per miliacre (Ormeling, 1955) sehingga apa bila per mudaannya hanya mengandalkan dari permudaan alam tersebut kelestariannya akan terganggu. Alternatif lain dalam menjaga kelestariannya adalah melalui permudaan buatan dengan penanaman. penelitian Silvikultur jenis tersebut masih sangat terbatas sehingga belum dapat menopang upaya pemudaan buatan yang selama ini kurang memuskan. mengingat pentingnya dukungan teknologi dalam upaya pemudaan buatan tersebut maka di lakukan penelitian tentang per benihan persemaian,penanaman dalam pemeliharannya.
Dalam upaya pembuatan hutan tanaman tidak terlepas dari ketersediaan benih baik dari segi kualitas dan kuantitasnya. dari segi kuantitasnya benih harus mencukupi untuk areal yang di Tanami sedangkan kualitasnya mencakup kualitas genetis dan kualitas
Prosiding Hasil Penelitian Kehutanan. Kupang, 1997 101 phisiologis. kualitas genetis baik atau di kenal sebagai benih unggul sangat di perlukan sehingga tanaman yang di hasilkan mempunyai pertumbuhan yang baik dan akan menghasilkan pohon yang ber kualitas yang baik pula. di samping itu di perlukan informasi penanganan dan teknik pengecambahannya untuk dapat meng hasilkan bibit yang berkualitas baik.
Informasi teknik persemaian sangat di perlukan untuk mendapatkan bibit yang berkualitas baik sehingga dapat mengatasi kondisi lingkungan penanaman yang kurang menguntungkan setelah di tanam di lapangan. beberapa teknik persemaia yang di teliti meliputi aspek media tumbuh, pemupukan,penaungan dan lain-lain.
Tabel 1. Rata-rata berat benih 100 butir,persen kecambah,dan tinggi dan diameter bibit kayu merah pada umur 6 bulan.
Sumber benih Berat benih
per 100 butir (gr)
Persen kecambah (%)
Tinggi (cm) Diameter
Atapupu (Belu) 4,60 30 32,96 6,22
Fatumetan(TTS) 4,61 10,25 40,40 6,32
Ban”ulu (TTU) 5,06 36 47,39 6,34
Camplong (Kupang) 4,82 25,5 37,42 6,26
Angka rata-rata yang di ikuti dengan huruf yang sama tidak berbeda nyata Sumber: Markum Efendi et,al. 1995.
Pengumpulan Benih
Pohon kayu merah di pulau Timor berbunga dan berbuah satu kali dalam setahun dan ada pula satu kali dalam dua dua tahun. musim berbunga jatuh pada bulan Desemer sampai januari dengan musim buah pada bualan Maret sampai April. musim bunga dan buah berfariasi antara tempat tumbuh yang dicirikan oleh ketinggian tempat dari permukaan laut. di daratan rendah musim berbunga dan berbuah ber langsung lebih awal. mengarah kedaratan tinggi, musim buah agak lebih lambat,menurut pengalaman dari hasil pengamatan di pulau Timor. musim berbunga dan berbuah lebih lambat satu minggu setiap kenaikan ketinggian tempat 100m.
Buah kayu merah mempunyai sayap sehingga memungkinkan penyebaran nyacukup luas.buah tua di tandai dengan warna coklat. atau paling tidak sayapnya telah berwarna coklat. biji banyak di sukai oleh ulat. buah yang terlalu lama mengiring di pohon sering kali telah terserang hama yang berupa ulat sehingga pemungutan buah yang telah jatuh dari pohon kurang baik.
Struktur kulit buah sangat keras sehingga sulit berkecambah tampa pengupasan.
kulitnya, hal yang demikian menurut Ormeling (1955)merupakan penyebab rendahnya potensi permudaan alam biji di ekstraksi dengan cara memotong buahnya dan mengeluarkan bijinya. jumlah biji per buah ber kisar antara 1-3 butir,biji yang baik di tandai dengan warnanya yang coklat kemerah-merahan,. menurut Efendi et,al.(1995a) berat benih per 100 butir berkisar antara 4,6 dan 5,06 gram atau setara dengan 21,736- 19,762 butir per kilogram.
Prosiding Hasil Penelitian Kehutanan. Kupang, 1997 102 Penyimpanan Benih
Benih yang tidak langsung di samaikan harus melalui tahapan penyimpanan agar persen perkecambah tidak cepat menurun, penyimpanan harus di lakukan dengan cara-cara yang baik. benih perlu di keringkan di tempat yang teduh (diangin-angikan) hingga kadar airnya mencapai 4-7% dan selanjutnya di simpan dalam kantung plastic atau kaleng kedap udara. selanjutnya benih di beri perlakuan disinfektan untuk menekan gangguan jamur dan bakteri. menrut efendu et,al. (1996 b) penyimpanan benih dalam refrigerator pada suhu 4”cdengan kemasan kantung plastic dapat mempertahankan persen berkecanbah benih sampai jangka waktu selama 2 tahun.namun benih yang masih baru tetap mempunyai persen kecambah yang baik (88%) (tabel 2).
Tabel 2. rata-rata persen kecambah benih kayu merah.
No Lama penyimpanan (bulan) Berkecambah (%)
1 0 88,00a
2 2 70,67b
3 4 57,00b
4 6 25,67c
5 8 24,33c
6 10 23,67cd
7 12 21,83cd
8 14 19,00cde
9 16 15,84cde
10 18 13,00def
11 20 14,33cde
12 22 10,33f
13 24 5,00f
Angka rata-rata yang di ikuti dengan huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata
Sumber: Markum Efendi et,al. (1996 b)
PERSEMAIAN Perkecambah
Biji kayu merah mempunyai kulit yang lunak sehingga perlakuan pendahuluan sebelum di kecambahkan untuk merekahkan. untuk merekahkan kulit tidak mutlak di perlukan perlakuan perendaman biji dalam air berpengaruh baik pada perekahan kotiledon.
Dormansi biji ini di sebabkan oleh Dormansi primer yang terjadi karena embryo belum berkecambah,bukan oleh dormansi sekunder atau karena sulitnya kulit biji di tembus air.menurut Efendi et,al. (1996 b) perkecambahan biji kayu merah yang baru dengan perlakuan perendaman air dingin selama 12 jam di mulai pada hari ke empat dan berakhir pada hari ke 26.perlakuan peredaman dalam air dengan menghasilkan persen berkecambah yang lebih baik dari pada perendaman dalam air panas (Susils et,al.
1995) perendaman dalam air dingin selama 24 jam mempercepat berkecambahan, yang meningkatkan nilai kecambah dan menghasilkan persen berkecambah yang tertinggi (Tabel 3).
Prosiding Hasil Penelitian Kehutanan. Kupang, 1997 103 Tabel 3. Rata-rata persen kecambah, laju kecambah,nilai kecambah biji kayu merah
No Perlakuan perendaman dalam Persen kecambah (%)
Laju kecambah Nilai kecambah
1 Air panas 2 menit 20,50 9,82 2,23
2 Air dingin 6 jam 20,00 11,50 1,04
3 Air dingin 12 jam 19,77 9,23 1,55
4 Air dingin 18 jam 24,53 9,12 2,14
5 Air dingin 24 jam 36,35 8,91 4,99
6 Air dingin 30 jam 30,00 7,21 5,34
Sumber: Susils et,al. (1995)
PENYEMAIAN
Penyemaian benih kayu merah di lakukan pada media yang bervariasi baik dan steril.media campuran pasir,dan serbuk gergaji dengan perbandingan yang sama merupakan media terbaik di bandingkan dengan media campuran pasir 2 bagian tanah 1 bagian dan serbuk gergaji 1 bagian (tabel 4).
Penyemaian beni pada bak tabur di taman pada kedalaman 1 cm di bawah permukan media. kerapatan beni pada bak tabur satu butir dalam 1 x 1 cm. bak tabur di letakan pada bedeng di persemaian dan di beri atap. penyiraman di lakukan sehari sekali dengan menggunakan sprayer yang halus. semai yamg telah berumur 1 bulan atau sudah mencapai 4 daun disapi kedalam polybag ukuran 20 x 15 cm. penyapihan di lakukan dengan mencungkil semai secara hati –hati agar tidak terjadi kerusakan akar.
ukuran polybag 20 x 15 cm atau dengan volume 1000 ml merupakan ukuran terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bibit kayu merah (Tabel 5)
Penggunaan pupuk kimia pada bibit persemaian perlu di lakukan secara hati – hati baik dari segi penentuan dosis maupun pada saat pemberian pupuk. pemberian pupuk kimia pada bibit yang masi terlalu muda atau pemberian pupuk yang berlebihan menimbulkan efek negatip pada bibit. Efendi et al; (1995b) menyatakan bahwa pemupukan dengan pupuk N pada bibit kayu merah sebaiknya di lakukan pada umur 2,5 bulan dengan dosis 2 gram per bibit (Tabel 6)
Pertumbuhan bibit dapat lebih di pertingkatkan dengan pemberian bioferty 4 gram per bibit (Soeda et al; 1993). di bandingkan dengan pupuk TSP, bioferty mempunyai pengaruh yang lebih baik terhadap persen tumbuh dan pertumbuhan kayu merah (Tabel 7). Bioferty bukan merupakan pupuk akan tetapi sebagai soil activator, sehingga tidak mempunyai pengaruh negatip pada tanaman.
Bioferty akan meningkatkan microorganisme dalam tanah, mengontrol pathogen, meningkatkan kandungan zat kimia, dan memperbaiki difat kimia tanah sehingga zat – zat makanan dalam tanah akan lebih mudah di serap oleh akar tanaman. kelemahan Bioferty adalah sulit di dapat di Indonesia. Bioferty ini merupakan produk jepang.
Prosiding Hasil Penelitian Kehutanan. Kupang, 1997 104 Tabel 4. Rata-rata persen kecambah, dan kecepatan berkecambah benih kayu merah.
Media Persen kecambah Nilai kecambah Kecepatan kecambah
P1T1 10,00 0,47 1,00
P1T1S1 37,14 5,11 2,42
P2T1S1 31,43 4,99 1,66
Keterangan P = pasir, T = tanah, S = serbuk gergaji sumber: Susila et al; 1995
Tabel 5. Rata-rata tinggi bibit, diameter bibit dan root-top ratio bibit kayu umur 6 bulan
Angka rata-rata yang diikuti dengan huruf yang sama tidak berbeda nyata Sumber : Effendi et all, 1996 c
Tabel 6. Rata-rata persen tumbuh, tinggi bibit dan jumlah daun bibit kayu merah umur 6 bulan.
Perlakuan
umurbibit Dosis pupuk n
Persen tumbuh
Tinggi bibit
Jumlah daun
(bI) (Gram) (%) (cm) helai
1,5 0 100 38,39ab 13,4
1 100 39,24ab 13
2 98 34,07ab 11,3
3 96 32,38b 10,9
2 0 100 41,87ab 12,1
1 100 42,42ab 11,3
2 100 41,93ab 13,8
3 100 33,54ab 11,3
2,5 0 100 42,36ab 13,8
1 100 48,41a 13,5:
2 100 55,83a 16,2
3 100 44,00ab 13,5
Angka rata-rata yang di ikuti dengan huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyrta.
Sumber : Efendi et,al. 1995a.
Volume media/ukuran polybag ml/cm
Tinggi cm
Diameter cm
Root-top Ratio
1100/21x16 18,76 a 4,60 a 0,83
1000/20x15 16,96 ab 4,55 ab 0,86
900/19x14 16,25 bc 4,42 abc 0,79
800/18x13 15,46 bc 4,35 abc 0,71
700/17x12 13,79 cd 4,03 bcd 0,70
600/16x11 12,52 d 3,93 cd 0,67
500/15x10 12,63 d 3,77 d 0,63
400/14x9 12,48 d 3,02 e 0,56
300/12x8 11,82 d 3,12 e 0,64
200/12x7 11,36 d 2,77 e 0,45
Prosiding Hasil Penelitian Kehutanan. Kupang, 1997 105 Tabel 7. Rata-rata persen tumbuh, Tinggi,diameter dan Root-top ratio bibit kayu merah
umur 6,5 bulan
Perlakuan Persen
Tumbuh (%)
Tinggi (cm)
Diameter (mm)
Root-top taio
Control 95,56 14,84a 0,396ab 0,945
Pupuk TSP2gr 96,67 14,17a 0,378a 1,047
Pupuk TSP 4gr 94,44 15,91b 0,403ab 1,0030
Boferty 2gr 96,67 17,28c 0,500ab 0,943
Bioferty 4gr 97,66 22,89d 0,665b 0,804
Angka rata-rata yang di ikuti dengan huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata Sumber: Soeda et,al. 1993.
Pembiakan Vegetatip
Kayu merah di biakan dengan stek cabang,Walau produksi benih bukan penghambat usaha usaha penanaman, namun upaya pembiakan vegetatip perlu dilakukan. di samping dapat di gunakan untuk memproduksi bibit secara besar-besaran , yang lebih utama manfaat dari pembiakan vegetatip jenis ini adalah untuk upaya manipulasi faktor Genetik pohon induknya atau untuk mendapatkan keturunan yang mempunyai sifat genetik yang sama dengan induknya.
Percoban pembiakan vegetatip stek cabang pada berbagai ukuran diameter pernah di lakukan oleh Munda (1997) ukuran diameter cabang berpengaruh terhadap keberhasilan tumbuhnya. stek cabang yang ber ukuran 1,0 – 2,5 cm menghasilkan persen tumbuh yang paling tinggi (53%) di bandingkan dengan stek yang berdiameter lebih kecil aau yang lebih besar.
PENANAMAN Pemilihan Lokasi
Kayu merah tumbuh secara alami di pulau Timor dan pulau-pulau lain di Nusa Tenggara timur, dengan demikian keadaan alam seperti di daerah-daerah tersebut pada umumnya cocok untuk pertumbuhan kayu merah. pengalaman BPK Kupang dalam melakukan uji kecocokan tempat tumbuh di 5 lokasi di pulau Timor yang mempunyai perbedaan jenis tanah, curah hujan, dan ketinggian tempat dari permukaan air laut dapat di tarik kesimpulan bahwa pertumbuhan kayu merah lebih banyak di pengaruhi oleh ketinggian tempat yang ideal untuk pertumbuhan kayu merah adalah tinggi 100-700 m dpl, curah hujan 850 – 1875cm/tahun,banyak sinar mata hari, temperature 20 – 34”c dan jenis tanah mediteran,alluvial dan kandungan tanah liat tinggi.
Penanaman dengan bibit
Areal penanaman dipersiapkan dengan membebaskannya dari vegetasi yang ada.
pengolahan tanah sebaiknya dilakukan, paling tidak pengolahan tanah jalur,lubang tanam dibuat dengan ukuran 30x30x30cm.
Bibit yang telah disiapkan selanjutnya ditanam pada lubang tanam di lokasi penanaman. di lubang tanam, kemudian di lubang tanam diisi dengan tanah sampai
Prosiding Hasil Penelitian Kehutanan. Kupang, 1997 106 penuh, tanah ditekan dengan tangan agar bibit berdiri kokoh . penanaman dilakukan segera setelah hujan pertama jatuh.
Percobaan penananaman bibit yang berasal dari perlakuan pupuk TSP dan Bioferty menunjukan bahwa persen hidup dan pertumbuhan tinggi dan diameter ter tinggi pada umur satu tahun. di capai oleh perlakuan bioferty 4 gram pertanaman (tabel 8). pada tingkat lapangan bioferty pengaruhnya lebih baik dari pada pupuk TSP (Soedaet,al.
1993).
Tabel 8. Rata-rata persen tumbuh,tinggi,dan diameter tanaman kayu merah umur 6 bulan
Perlakuan Persen tumbuh
(%)
Tinggi (cm)
Diameter (mm)
Kontrol 89,33 34,24a 6,79a
Pupuk TSP 2gr 88,00 33,44a 6,84a
Pupuk TSP 4gr 89,33 36,21ab 7,33ab
Bioferty 2gr 89,33 38,38ab 7,32ab
Bioferty 4gr 96,00 41,50b 8,00b
Angka rata-rata yang di ikuti dengan huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata.
Sumber: Soeda et,al. 1993.
Penanaman Dengan Stump
Kayu merah dapat di tanam dengan menggunakan stump,bibit kayu merah yang minimal telah berumur 9 bulan atau telah mencapai diameter 5,10mm dan tinggi 39,14 cm,di buat stump dengan memotong bagian batangnya sehingga panjangnya menjadi 5cm dan bagian akarnya 10cm. stump di tanam pada lubang tanam yang telah di siapkan pada awal musim juan ,percobaan pengaruh pada umur bibit sewaktu di burt stump telah di lakukan oleh Efendi et,al. (1996a) dengan kesimpulan bahwa umur berpengruh terhadap keberhasilan tumbuhnya pada umur 2 tahun keberhasilan tumbuh di lapangan dapat mencapai 43,81% untuk stump yang berawal dari bibit umur 10 bulan (tabel 9)
Tabel 9. Rata-rata persen tumbuh,jumlah trubusan, tinggi dan diameter trubus tanaman stump kayu merah umur 2 tahun.
Umur bulan
Persen jumlah (%)
Jumlah trubus (buah)
Tinggi (cm)
Diameter (mm)
10 54,69a 4,01a 59,74a 8,19a
9 13,32b 2,62ab 44,98ab 5,57b
8 5,32b 1,93b 28,68bc 5,28b
7 2,68b 1,87b 25,68bc 4,84b
6 1,33b 1,21b 19,23b 4,25b
Angka rata-rata yang di ikuti dengan huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata
Sumber : Efendi et,al. 1996
Percobaan penyimpanan selama 0,5 dan 10 hari sebelum stump di tanam menunjukan bahwa stump dari bibit yang berumur 7 dan 8 bulan.mempunyai pertumbuhan terbaik.
pada penyimpanan selama 10 hari (tampa penyimpanan) sedangkan stump umur 9 dan 10 bulan mempunyai pertumbuhan terbaik pada penyimpanan selama 5 hari (Efendi et,al.1997(tabel10)
Prosiding Hasil Penelitian Kehutanan. Kupang, 1997 107 Tabel 10. Rata-rata persen tumbuh,tinggi dan diameter trubus tanaman stump kayu
merah umur 2 tahun.
Perlakuan Lama
penyimpanan
Umur Persen tumbuh Tinggi Diameter
Hari (bl) ($) (cm) (mm)
0 7
8 9 10
40,00cd 40,03cd 39,24d 42,71c
25,01f 31,25bc 32,81b 32,57b
5,97 8,17 6,32 7,16
5 7
8 9 10
28,43c 38,84d 47,10b 51,35a
27,70de 27,91d 34,98ab 35,67a
8,13 6,47 8,40 10,65
10 7
8 9 10
27,50e 30,66e 46,72b 49,79ab
21,81f 21,72ef 20,09b 29,40cd
7,42 6,08 7,44 6,10
Angka rata-rata yang di ikuti dengan huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata
Sumber: Efendi et,al. 1997
Prospek Penggunakan Benih Unggul
Penggunaan benih unggul dalam reboisasi kayu merah belum di lakukan , hal ini karena belum tersedia benih unggul. upaya kearah produksi benih unggul telah di lakukan melalui seleksi calon pohon plus dan pembuatan tananaman uji keturunan tahap pertama. percobaan penggunaan benih dari calon pohon plus telah di lakukan di NTT. pada percobaan tersebut ternyata bahwa pada umur 3 tahun sebanyak 91,30%, dari tanaman tersebut mempunyai pertumbuhan tinggi dan diameter yang lebih cepat dari pada yang berasal dari pohon pembanding (Efendi et,al. 1995c. keadaan ini merupakan indikasi bahwa pertumbuhan tanaman dapat di tingkatkan melalui seleksi yang tepat terhadapparameter pertumbuhan pohon induknya. walaupun benih unggul belum tersedia namun dalam reboisasi perlu di gunakan benih-benih dari sumber yang telah ter uji atau dari pohon-pohon induk yang telah berseleksi secara baik.
Pemeliharaan
Pemeliharaan tanaman muda kayu merah perlu di lakukan. pemeliharaan perlukan paling tidak sampai tanaman berumur 10 tahun. Pada dasarnya tanaman kayu merah tidak terlalu sensitive terhadap persaingan rumput,akan tetapi untuk lebih meningkatkan riap pertumbuhannya, pekerjaan penyiangan perlu dilakukan.di daerah-daerah yang rawan kebakaran pembersihan rumput dari gulma secara total perlu dilakukan menjelang musim kcemarau.
Pendangiran atau penggemburan tanah perlu dilakukan. apa bila penggembura secara total tidak memungkinkan, penggemburan tanah dilakukan disekeliling tanaman dengan radius 50 cm. dengan penggemburan tanah tersebut akar dapat menembus lapisan tanah yang lebih dalam sehingga pertumbuhan semakin cepat.
Prosiding Hasil Penelitian Kehutanan. Kupang, 1997 108 KESIMPULAN
1. Sumber benih ban,ulu,(TTU) merupakan sumber benih ter baik bersarkan kualitas benih dan pertumbuhan bibit yang di hasilkan .
2. kualitas benih dan pertumbuhan bibit dapat di tingkatkan dengan seleksi pohon induk bersarkan superioritas tinggi pohon. diameter pohon, tinggi bebas cabang, bentuk batang,dan kesehatan pohon.
3. Buah kayu merah masak pada bulan Maret-April buah masak di tandai dengan warna polong coklat. setiap kilogram terdiri dari 19,702-21,739 butir biji.
4. Penyimpanan biji dapat dilakuakn dalam kaleng yang tertutup rapat atau dalam refrigerator dengan suhu 4”c . daya kecambah dapat di pertahankan selama tahun apabila disimpan dalam refrigerator, namun penggunaan biji yang baru lebih disarankan.
5. Dormansi biji disebabkan oleh dormansi primer atau karena embriyo belum siap berkecambah, bukan oleh dormansi sekunder atau oleh karena faktor kulit biji.
6. Perkecambahan di mulai pada hari ke empat dan ber akhir pada hari ke 26.
Sebelum dikecambahkan benih direndam dalam air dingin selama 24 jam.
Penyemaian di lakukan pada media campuran tanah,pasir,dan serbuk gergaji dengan perbandingan yang sama.
7. untuk meningkatkan pertumbuhan bibit di persemaian di gunakan pupuk N sebanyak 4 gr/bibit dan diberikan setelah bibit berumur 2,5 bulan atau dengan pemberian bioferty 4 gr/bibit.
8. kayu merah dapat dibiakan dengan pembiakan vegetatip stek cabang, stek cabang yang baik dengan ukuran panjang 20cm,dan diameter 1,0-2,5cm.
9. Kayu merah tumbuh baik pada lokasi berketinggian 100 -700 m,dpl.dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah namun terbaik pada jenis mediteran.
10. Bibit umur 6 bulan atau telah mecapai tinggi 25 -35 cm,siap untuk di tanam di lapangan.
11. Kayu merah dapat ditanam dengan stump. stump yang baik dari bibit yang minimal telah ber umur 9 bulan atau mencapai diameter 5-10mm.
12. Peggunaan benih unggul sangat dianjurkan. apa bila belum tersedia benih unggul sebaiknya di gunakan benih yang diambil dari sumber yang telah terbukti baik atau dari pohon induk yang telah terseleksi baik.
13. Tanaman muda cukup tahan menghadapi pesaingan-pesaongan gulma,akan tetapi penyiangandan pendangiran setahun sekali untuk meningkatkan pertumbhannya sangat dianjurkan.
D A F T A R P U S T A K A
Efendi,M, dan M Sinaga, 1994,Variasi phenotip keturunan kayu merah (pterocarpus indicerocarpus Wild) Asal timor tengah selatn,Santalum 16 : 11-24
---1995a inditivikasi suber benih kayu merah (pterocarpus indicus Wild)di Nusa Tenggara timur .Santalum 19.9-17
---I.W.W Susila 1995 b . pengaruh pemberian pupuk N pertumbuhan bibit kayu merah (pterocarpus indicus Wild) di NTT,19.18-26
Prosiding Hasil Penelitian Kehutanan. Kupang, 1997 109 ---M,Sinaga 1995c keragaman dan potensi genetik pertumbuhan kayu
merah (pterocarpus indicus Wild) Santalum 20, 1-8.
---I W W Susila dan Sinaga 1996b,pengaruh umur tahap pertumbuhanstump kayu merah (pterocarpus indicus Wild) dilapangan bulletin penelitian BPK Kupang vol,1 no.1-9.
---dan M Sinaga 1996b pengaruh penyimpanan terhadap percambahan benih kayu merah (pterocarpus indicus Wild) bulletin penelitian BPK Kupang vol 1,no.1=26-33.
---I.Rachmawati dan M, Sinaga, 1996c penampilan pertumbuhan bibit kayu merah (pterocarpus indicus Wild) pada perlakuan Vol,media tumbuh. bulletin penelitian BPK Kupang vol,1 no.3: 109 -118.
---I W.W Susila 1997. kemampuan simpan stump kayu merah (pterocarpus incus Wild) bulletin penelitian BPK Kupang vol.2 no.1.
Munda T,Setiadi dan M,Efendi 1997. pembiakan vegetatip kayu merah (pterocarpus indicus Wild) dengan stek cabang,bulletin penelitian BPK Kupang vol,2.no.1.
Ormeling,F,J. 1995. the timor problem a geograpcal Interpretation of and Underveloped Island. J.B.Wolters,Jakarta.
Soeda,R.M. Efendi,dan T,Munda,1993,Grwth of Redwood (pterocarpus indicus Wild) Under the Efendi of, Santalum,13: 1 -10.
Susila I W W dan M Efendi, 1995. pengaruh perendaman dan media kecambah ter hadap perkecambahan benih kayu merah (pterocarpus indicus Wild) Santalum, 20. 25 -30.