• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Administrasi Bisnis - Perpajakan (JAB) Vol. 5 No perpajakan.studentjournal.ub.ac.id

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Jurnal Administrasi Bisnis - Perpajakan (JAB) Vol. 5 No perpajakan.studentjournal.ub.ac.id"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Administrasi Bisnis - Perpajakan (JAB)|Vol. 5 No. 2 2015|

perpajakan.studentjournal.ub.ac.id 1 PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, SOSIALISASI PERPAJAKAN DAN

PENGETAHUAN PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK

(STUDI PADA WAJIB PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PENDAPATAN PROVINSI JAWA TIMUR MALANG KOTA)

Nur Murdliatin Siti Ragil Handayani

Sunarti

(PS Perpajakan, Jurusan Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, [email protected])

ABSTRACT

Highly contribution of the local tax in local revenue shows that tax revenues is important. The factor that can be influences the increasing of tax revenue is taxpayers compliance which is the image of taxpayers fulfillment of the tax obligation level. Tax non-compliance can see in the tax arrears. Furthermore the research type is explanatory research which uses quantitative approach, with primary data collection uses a questionnaire that distributed directly to 100 motor vehicle taxpayers who registers at Integrated Service Unit of Revenue Department East Java Province Malang City. Sample is taken by accidental sampling technique. Data analysis for this research uses multiple linear regression analysis. The result of multiple linear regression analysis shows that the service quality, the socialization of taxation and the knowledge of taxation has a significant influence simultaneously and partially on the taxpayer compliance.

Keywords: the service quality, the socialization of taxation, the knowledge of taxation, the taxpayer compliance

ABSTRAK

Tingginya kontribusi pajak daerah dalam Pendapatan Asli Daerah menunjukkan bahwa penerimaan pajak adalah penting. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi peningkatan penerimaan pajak adalah kepatuhan wajib pajak yang merupakan gambaran seberapa jauh tingkatan pemenuhan kewajiban perpajakan wajib pajak yang dapat dipengaruhi berbagai faktor. Ketidakpatuhan wajib pajak dapat dilihat dari tunggakan pajak yang ada. Penelitian ini termasuk dalam explanatory research yang menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan data primer yang diperoleh menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 100 wajib pajak kendaraan bermotor yang terdaftar di Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Timur Malang Kota. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa kualitas pelayanan, sosialisasi perpajakan dan pengetahuan perpajakan berpengaruh signifikan baik secara simultan maupun secara parsial terhadap kepatuhan wajib pajak.

Kata kunci: kualitas pelayanan, sosialisasi perpajakan, pengetahuan perpajakan, kepatuhan wajib pajak

PENDAHULUAN

Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara berkembang melakukan upaya dalam meningkatkan pembangunan nasional.

Pajak merupakan sumber penerimaan negara dan daerah yang sangat penting dalam menopang pembiayaan pembangunan.

Kontribusi pajak daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) yaitu sebesar 83,6% mengisyaratkan bahwa pajak daerah berperan besar menjadi sumber penerimaan (Pasal 1 Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 10 Tahun 2013 tentang APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2014).

Pajak kendaraan bermotor adalah salah satu sumber penerimaan pajak daerah provinsi yang

memiliki potensi besar. Potensi penerimaan pajak kendaraan bermotor dapat diketahui berdasarkan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor setiap tahunnya di wilayah Malang Kota.

Upaya peningkatan penerimaan pajak membuat instansi pemungut pajak melaksanakan upaya peningkatan kepatuhan dengan memberikan kualitas pelayanan semaksimal mungkin sehingga tercipta pelayanan prima. Sosialisasi perpajakan merupakan upaya lain yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung oleh instansi pemungut pajak kendaraan bermotor untuk mengedukasi wajib pajak. Pengetahuan masing-

(2)

Jurnal Administrasi Bisnis - Perpajakan (JAB)|Vol. 5 No. 2 2015|

perpajakan.studentjournal.ub.ac.id 2 masing wajib pajak terkait dengan pajak menjadi

salah satu perhatian karena dapat menimbulkan kemungkinan sikap penghindaran pajak yang dapat dilakukan wajib pajak sehingga tercipta ketidakpatuhan wajib pajak.

Meskipun sudah terdapat peraturan perundang-undangan dan peraturan-peraturan yang dibuat oleh pemerintah daerah untuk mendasari kewajiban perpajakan pajak kendaraan bermotor dan berbagai strategi kepatuhan yang dilakukan instansi pemungut, masih ada wajib pajak kendaraan bermotor yang tidak patuh yang tercermin dalam tunggakan pajak.

Berkaitan dengan uraian di atas maka penulis bermaksud untuk membahas fenomena tersebut ke dalam penelitian yang berjudul

“Pengaruh Kualitas Pelayanan, Sosialisasi Perpajakan dan Pengetahuan Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak (Studi pada Wajib Pajak Kendaraan Bermotor di Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Timur Malang Kota)”.

Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan apakah kualitas pelayanan, sosialisasi perpajakan dan pengetahuan perpajakan berpengaruh secara bersama-sama maupun secara parsial terhadap kepatuhan wajib pajak.

TINJAUAN TEORI

Pajak Kendaraan Bermotor

Pajak kendaraan bermotor dikenakan terhadap orang pribadi atau badan yang memiliki maupun menguasai suatu kendaraan bermotor (Pasal 1 angka 9 Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 9 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah).

Objek pajak kendaraan bermotor adalah kepemilikan dan/atau penguasaan kendaraan bermotor. Subjek pajak kendaraan bermotor meliputi orang pribadi atau badan yang memiliki dan/atau menguasai kendaraan bermotor, sedangkan wajib pajak kendaraan bermotor adalah orang pribadi atau badan yang memiliki kendaraan bermotor tersebut.

Wajib pajak membayar besarnya jumlah pajak kendaraan bermotor terutang sesuai dengan yang tercantum dalam Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD), yang dihitung

berdasarkan perkalian antara Dasar Pengenaan Pajak (DPP) dengan tarif pajak kendaraan bermotor. Jumlah DPP dalam pajak kendaraan bermotor dapat dihitung dari perkalian Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) dan bobot (Pasal 2 ayat (1) Peraturan Gubernur Nomor 85 Tahun 2013 tentang Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Tahun 2013 dan Tahun 2014).

Kualitas Pelayanan

Kualitas merupakan suatu standar dan karakteristik suatu barang atau jasa yang mampu untuk memenuhi kebutuhan seseorang dan dapat diukur. Pelayanan merupakan kegiatan suatu pihak dalam melayani pihak lain berkaitan dengan barang maupun jasa. Kualitas pelayanan merupakan kemampuan dari cara melayani pelanggan atau pihak lain sehingga memberikan kepuasan yang tidak berwujud.

Berkaitan dengan perpajakan maka kualitas pelayanan merupakan suatu kemampuan dalam pelayanan yang diberikan kepada wajib pajak yang mencakup pelayanan umum maupun pelayanan administrasi. Komala (2014:27-28) mengukur kualitas pelayanan dengan menggunakan lima dimensi yaitu bukti fisik (tangibles), keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), keyakinan (assurance) dan empati (emphaty).

Sosialisasi Perpajakan

“Socialization is the process through which people learn their culture’s basic norms, values, beliefs, and appropriate behaviors” (Croteau dan Hoynes, 2013:137). Pengertian tersebut mengartikan bahwa sosialisasi adalah proses di mana orang-orang mempelajari nilai-nilai berserta norma-norma yang ada dalam masyarakat. Sosialisasi perpajakan merupakan suatu upaya yang dilakukan Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Timur melalui UPT Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Timur untuk menyampaikan atau memberikan informasi dan pembinaan kepada masyarakat khususnya wajib pajak mengenai peraturan perundang-undangan perpajakan secara langsung maupun tidak langsung. Winerungan (2013:962-963) mengukur sosialisasi perpajakan melalui dimensi bentuk- bentuk sosialisasi perpajakan yang ada.

(3)

Jurnal Administrasi Bisnis - Perpajakan (JAB)|Vol. 5 No. 2 2015|

perpajakan.studentjournal.ub.ac.id 3 Pengetahuan Perpajakan

Notoatmodjo yang dikutip Mir’atusholihah (2014:39) mendefinisikan pengetahuan sebagai hasil dari tahu dan setelah orang melakukan penginderaan terhadap objek tertentu.

Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba.

Sebagian besar manusia diperoleh melulai mata dan telinga. Berkaitan dengan perpajakan, maka pengetahuan perpajakan merupakan pengetahuan segala sesuatu yang terkait dengan peraturan perundang-undangan perpajakan.

Notoatmodjo dalam Mohi (2013:5) menyebutkan bahwa pengetahuan perpajakan dapat diukur melalui dimensi tingkatan pengetahuan (kognitif) perpajakan seorang wajib pajak.

Kepatuhan Wajib Pajak

Sebuah pendapat yang dinyatakan oleh James and Nobes yang mengemukakan bahwa

“the definition of compliance is usually cast in terms of the degree to which taxpayers comply with tax law.

It has then been said that the degree of non compliance can be measured in terms of the tax gap”

(Simanjuntak dan Mukhlis, 2012:84-85).

Pendapat tersebut menjelaskan bahwa kepatuhan dijelaskan sebagai tingkatan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya sesuai dengan hukum pajak yang berlaku dan tingkat ketidakpatuhan dapat diukur dengan tax gap yang terjadi. Hobsor mengelompokkan faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pajak menjadi faktor individu, politik, ekonomi dan faktor sosial (Simanjuntak dan Mukhlis, 2012:89). Rapina, dkk. (2011:19) mengukur kepatuhan wajib pajak melalui aspek yuridis, aspek psikologis dan aspek sosiologis.

HIPOTESIS

Berdasarkan teori-teori yang berkaitan dengan permasalahan dalam penelitian ini, maka dapat digambarkan model hipotesis penelitian sebagai berikut:

Gambar 1 Model Hipotesis Sumber: Data Diolah (2014) Keterangan :

: berpengaruh secara bersama-sama : berpengaruh secara parsial

Rumusan hipotesis yang diambil dari Gambar 1 adalah sebagai berikut:

H1 : Kualitas pelayanan, sosialisasi perpajakan dan pengetahuan perpajakan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak.

H2 : Kualitas pelayanan, sosialisasi perpajakan dan pengetahuan perpajakan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak.

METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yang merupakan penelitian yang datanya dinyatakan dalam angka dan dianalisis dengan teknik statistik (Sangadji dan Sopiah, 2010:26). Jenis penelitian ini adalah explanatory research, yang dilakukan agar memberikan penjelasan beserta alasan dalam bentuk hubungan sebab akibat (Morissan, 2012:38).

Penelitian ini dilakukan di UPT Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Timur Malang Kota dengan populasi wajib pajak kendaraan bermotor yang terdaftar tahun 2014 sejumlah 433.276. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling technique (Sugiyono, 2007:

122), jumlah sampel dihitung dengan rumus slovin sehingga terambil sebanyak 100 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi.

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel bebas yaitu kualitas pelayanan (X1), sosialisasi perpajakan (X2) dan pengetahuan perpajakan (X3), serta variabel terikat yaitu kepatuhan wajib pajak (Y).

Instrumen penelitian berupa kuesioner Kualitas

Pelayanan

Pengetahuan Perpajakan

Sosialisasi Perpajakan

Kepatuhan Wajib Pajak

(4)

Jurnal Administrasi Bisnis - Perpajakan (JAB)|Vol. 5 No. 2 2015|

perpajakan.studentjournal.ub.ac.id 4 memerlukan pengujian yaitu (1) uji validitas,

untuk mengukur ketepatan suatu item dalam kuesioner dan (2) uji reliabilitas, untuk mengukur keandalan suatu kuesioner apabila dilakukan kembali pada subjek yang sama.

Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan:

a. Analisis statistik deskriptif (Nazir, 2003: 54), b. Uji asumsi klasik (Misbahuddin dan Hasan,

2013:100), yaitu terdiri dari uji normalitas; uji multikolinieritas; dan uji heteroskedastisitas, c. Analisis regresi linier berganda (Trihendradi, 2012:147), persamaan regresi linier berganda dapat dirumuskan (Misbahuddin dan Hasan, 2013:93) sebagai berikut:

Keterangan:

Y = kepatuhan wajib pajak X1 = kualitas pelayanan X2 = sosialisasi perpajakan X3 = pengetahuan perpajakan a = konstanta

b1, b2, b3 = koefisen regresi linier berganda d. Uji hipotesis, terdiri dari uji F dan uji t

(Misbahuddin dan Hasan, 2013:159-160).

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis regresi linier berganda menunjukkan pengaruh variabel kualitas pelayanan, sosialisasi perpajakan dan pengetahuan perpajakan terhadap variabel kepatuhan wajib pajak dalam sebuah persamaan. Hasil analisis regresi linier berganda dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 1 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda

Variabel Bebas

Unstand.

Coeff.

Stand.

Coeff.

t Sig. t

B Std.

Error Beta

1

Constant 5,435 4,155 1,308 ,194 X1 ,219 ,091 ,216 2,393 ,019 X2 ,192 ,071 ,245 2,723 ,008 X3 ,464 ,125 ,330 3,704 ,000 Variabel Terikat : Kepatuhan Wajib Pajak (Y) Adjusted R square : 0,317

Signifikan F : 0,000 Fhitung : 16,341

Sumber: Data Diolah (2015)

Berdasarkan Tabel 1 di atas maka dapat dibentuk sebuah persamaan regresi linier berganda sebagai berikut:

Persamaan regresi linier berganda tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Nilai konstanta sebesar 5,435 yaitu estimasi kepatuhan wajib pajak, nilai konstanta tersebut menunjukkan jika variabel bebas yaitu kualitas pelayanan (X1), sosialisasi perpajakan (X2), dan pengetahuan perpajakan (X3) diabaikan atau diasumsikan bernilai 0 (nol) maka kepatuhan wajib pajak (Y) bernilai 5,435 yang mengartikan sebelum atau tanpa adanya variabel kualitas pelayanan (X1), sosialisasi perpajakan (X2), dan pengetahuan perpajakan (X3) maka besarnya kepatuhan wajib pajak (Y) adalah 5,435.

2. Persamaan regresi tersebut menunjukkan baik untuk variabel kualitas pelayanan (X1), sosialisasi perpajakan (X2) dan pengetahuan perpajakan (X3) memiliki nilai koefisien regresi positif berturut-turut yaitu 0,219;

0,192; dan 0,464. Nilai positif tersebut mengartikan bahwa setiap terjadi peningkatan pada variabel bebas maka terjadi peningkatan pula pada variabel terikat sebesar nilai koefisien regresi, hal ini menunjukkan bahwa semakin meningkat kualitas pelayanan, sosialisasi perpajakan maupun pengetahuan perpajakan maka kepatuhan wajib pajak juga akan semakin meningkat.

Uji Koefisien Determinasi (R2)

Uji koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa besar sumbangan variabel bebas secara keseluruhan terhadap variabel terikatnya (Riduwan, 2006: 306). Berdasarkan Tabel 1 menunjukkan bahwa dalam penelitian ini kualitas pelayanan, sosialisasi perpajakan dan pengetahuan perpajakan dapat mempengaruhi kepatuhan wajib pajak hanya sebesar 31,7%, sedangkan sisanya sebesar 68,3%

dapat dipengaruhi oleh faktor lainnya.

Uji Hipotesis 1. Uji F

Uji F digunakan untuk mengetahui pengaruh semua variabel bebas terhadap variabel terikat secara bersama-sama. Hasil pengujian pada Tabel 1 menyimpulkan bahwa keseluruhan variabel bebas kualitas pelayanan, sosialisasi perpajakan dan pengetahuan perpajakan berpengaruh signifikan terhadap Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3

Y = 5,435 + 0,219X1 + 0,192X2 + 0,464X3

(5)

Jurnal Administrasi Bisnis - Perpajakan (JAB)|Vol. 5 No. 2 2015|

perpajakan.studentjournal.ub.ac.id 5 variabel terikat kepatuhan wajib pajak, hal ini

diketahui dari nilai signifikan F adalah sebesar 0,000 (0,000 ≤ 0,05).

2. Uji t

Uji t bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara parsial dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil yang dapat disimpulkan adalah masing-masing variabel bebas kualitas pelayanan, sosialisasi perpajakan dan pengetahuan perpajakan berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat kepatuhan wajib pajak karena nilai signifikan t masing- masing variabel bebas memiliki nilai kurang dari sama dengan 0,05 yaitu 0,019; 0,008; dan 0,000 (Tabel 1).

Pengaruh Kualitas Pelayanan, Sosialisasi Perpajakan dan Pengetahuan Perpajakan Secara Bersama-sama Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak

Kepatuhan wajib pajak merupakan faktor penting dalam meningkatkan penerimaan pajak.

UPT Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Timur Malang Kota berupaya mewujudkan pelayanan prima dengan senantiasa memperbaiki kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat khususnya wajib pajak. Perbaikan kualitas pelayanan tersebut bersangkutan dengan kemampuan jasa yang dilihat secara fisik maupun kemampuan petugas dalam memberikan pelayanan. Kepuasan wajib pajak terhadap pelayanan yang diberikan mengasumsikan bahwa tingkat kepatuhan wajib pajak dapat meningkat. Upaya mengedukasi masyarakat mengenai perpajakan dilaksanakan dengan sosialisasi perpajakan. Sosialisasi perpajakan dapat menambah pengetahuan perpajakan masing-masing wajib pajak sehingga berakibat meningkatnya motivasi memenuhi kewajiban perpajakan yang dimiliki.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa H1 diterima, yaitu kualitas pelayanan, sosialisasi perpajakan dan pengetahuan perpajakan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Hal tersebut dapat dikatakan bahwa dengan adanya kualitas pelayanan yang baik, sosialisasi perpajakan yang sudah baik dan tepat sasaran, serta pengetahuan perpajakan wajib pajak yang tinggi maka kepatuhan wajib pajak dapat ditingkatkan.

Pengaruh Kualitas Pelayanan, Sosialisasi Perpajakan dan Pengetahuan Perpajakan Secara Parsial Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak

Hasil penelitian menunjukkan bahwa H2

diterima yaitu kualitas pelayanan, sosialisasi perpajakan dan pengetahuan perpajakan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Hasil tersebut dapat dijelaskan atas masing-masing variabel bebas sebagai berikut:

a. Variabel kualitas pelayanan

Pelayanan perpajakan merupakan kegiatan pelayanan dalam bidang perpajakan yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik.

Mengingat adanya tunggakan pajak yang setiap tahun bertambah dan adanya pelayanan yang baik belum tentu memberikan kontribusi yang besar dalam meningkatkan penerimaan pajak sehingga perlu dilakukan pengukuran dalam kualitas pelayanan yang diberikan. Pengukuran kualitas pelayanan digunakan untuk mengevaluasi pemberian jasa agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh instansi pemungut pajak. Kualitas pelayanan tersebut berkaitan dengan kemampuan instansi pemungut pajak dalam melayani masyarakat khususnya wajib pajak sehingga menimbulkan kepuasan yang mengarah pada kepatuhan wajib pajak tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, yang sejalan dengan Dharma dan Suardana (2014:350) dan Utama (2013:465) sehingga dapat dikatakan bahwa kualitas pelayanan yang diberikan oleh instansi pemungut pajak telah sesuai sehingga mempengaruhi wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Pengukuran kepuasan wajib pajak sehingga dapat mempengaruhi kepatuhan wajib pajak dapat diketahui melalui dimensi tangibles, reliability, responsiveness, assurance dan emphaty.

b. Variabel sosialisasi perpajakan

Sosialisasi merupakan proses pembelajaran seseorang terhadap nilai-nilai maupun peran- peran yang dianut masyarakat sehingga dapat membentuk kepribadian seseorang tersebut.

Pelaksanaan sosialisasi perpajakan sebagai

(6)

Jurnal Administrasi Bisnis - Perpajakan (JAB)|Vol. 5 No. 2 2015|

perpajakan.studentjournal.ub.ac.id 6 bentuk pembinaan instansi pemungut kepada

masyarakat mengenai berbagai peraturan perpajakan selalu diupayakan untuk mencapai target dan tepat guna. Bentuk-bentuk sosialisasi perpajakan yang tepat dan dilaksanakan tepat sasaran merupakan tolok ukur keberhasilan pelaksanaan sosialisasi perpajakan tersebut.

Bentuk-bentuk sosialisasi perpajakan yang dapat berpengaruh dalam kepatuhan seorang wajib pajak meliputi: (1) penyuluhan yang dilakukan dalam berbagai media baik media cetak maupun elektronik, (2) pelaksanaan forum diskusi dengan tokoh masyarakat, (3) penyampaian informasi secara langsung dari petugas pajak, (4) pemasangan billboard dan/atau spanduk di tempat strategis yang mengandung slogan atau kalimat ajakan, dan (5) website.

Pelaksanaan bentuk-bentuk sosialisasi perpajakan secara langsung maupun tidak langsung tersebut diasumsikan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang berbagai informasi perpajakan yang dimiliki masayarakat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel sosialisasi perpajakan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Hasil tersebut membuktikan kesesuaian pendapat Gunadi (2007:10) yang menyatakan bahwa “sosialisasi perpajakan diperlukan dalam usaha menambah jumlah wajib pajak agar tercipta kepatuhan wajib pajak sehingga penerimaan pajak meningkat”.

c. Variabel pengetahuan perpajakan

Pengetahuan seseorang akan muncul dari hasil penginderaan yang dilakukan terhadap suatu objek. Pengetahuan perpajakan merupakan pengetahuan peraturan perpajakan yang nantinya akan diaplikasikan dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.

Pengetahuan perpajakan seseorang ini dapat diperoleh berdasarkan kondisi lingkungan sekitar, tingkat pendidikan, pengalaman maupun media massa.

Tingkat pengetahuan (kognitif) wajib pajak dapat diketahui apabila (1) wajib pajak tersebut mengetahui fungsi pajak sebagai sumber penerimaan dan alat pengatur, (2) memahami prosedur administrasi perpajakan yang berlaku, (3) mengetahui sanksi perpajakan berupa bunga apabila telat membayar pajak, dan (4)

mengevaluasi kewajiban perpajakan yang telah dilakukan yaitu dengan menyadari pentingnya pajak sehingga tidak memiliki tunggakan pajak.

Apabila wajib pajak telah mengetahui serta memahami unsur-unsur tersebut maka dapat dikatakan wajib pajak tersebut memiliki pengetahuan perpajakan yang tinggi. Tingginya pengetahuan perpajakan wajib pajak diasumsikan akan berdampak pada terpenuhinya semua kewajiban perpajakan yang ditanggung wajib pajak yang bersangkutan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel pengetahuan perpajakan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, yang sejalan dengan Rohmawati (2013:11) serta Nisa’ dan Aji (2014:20).

Peningkatan pengetahuan perpajakan juga dapat dilakukan melalui kegiatan penyuluhan secara intensif sehingga mempengaruhi wajib pajak untuk membayar pajak (Rahayu, 2010:138).

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Hasil penelitian yang dapat disimpulkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Hasil pengujian hipotesis secara bersama- sama menunjukkan kesimpulan bahwa kualitas pelayanan, sosialisasi perpajakan, dan pengetahuan perpajakan secara bersama- sama berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak.

2. Hasil pengujian hipotesis secara parsial menunjukkan kesimpulan bahwa kualitas pelayanan, sosialisasi perpajakan dan pengetahuan perpajakan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak.

Saran

Saran yang dapat diberikan kepada instansi maupun pihak-pihak lain yang terkait antara lain sebagai berikut:

a. Bagi UPT Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Timur Malang Kota

Demi terwujudnya pelayanan prima, disarankan untuk mengembangkan kualitas pelayanan yang didasarkan pada keluhan- keluhan atau kritik-kritik dari wajib pajak yang dapat dilakukan dengan memperbaiki atau melengkapi fasilitas pelayanan untuk memuaskan wajib pajak. Berkaitan dengan

(7)

Jurnal Administrasi Bisnis - Perpajakan (JAB)|Vol. 5 No. 2 2015|

perpajakan.studentjournal.ub.ac.id 7 sosialisasi perpajakan dapat dipertimbangkan

untuk memaksimalkan bentuk sosialisasi yang paling efektif yaitu menyampaikan informasi melalui billboard dan/atau spanduk. Berkaitan dengan peningkatan pengetahuan perpajakan dapat dilakukan dengan memaksimalkan pelaksanaan sosialisasi perpajakan.

b. Bagi Masyarakat

Terselenggaranya pelayanan prima dari instansi pemungut pajak kendaraan bermotor, disarankan masyarakat khususnya wajib pajak untuk patuh dalam memenuhi kewajiban perpajakannya dengan sukarela tanpa paksaan.

Masyarakat dapat mengetahui segala informasi perpajakan dengan mengikuti forum diskusi yang diselenggarakan oleh UPT Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Timur Malang Kota atau dengan mencari berbagai informasi mengenai PKB dengan mengakses website dari berbagai sumber terutama dari website

www.dipendajatim.go.id atau

www.esamsatjatim.com.

c. Bagi Peneliti Selanjutnya

Mengingat variabel bebas dalam penelitian ini seperti kualitas pelayanan, sosialisasi perpajakan dan pengetahuan perpajakan dapat mempengaruhi kepatuhan wajib pajak maka disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan variabel-variabel bebas lainnya di luar variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini misalnya tingkat kompetensi petugas pajak dan motivasi wajib pajak. Teknik pengambilan sampel dapat menggunakan purposive sampling yang memfokuskan kepada populasi wajib pajak yang memiliki kendaraan bermotor roda 2 (dua) atau roda 4 (empat) saja. Variabel dalam penelitian ini dapat ditambahkan dengan variabel lain seperti penerimaan pajak atau kesadaran wajib pajak sebagai variabel moderating.

DAFTAR PUSTAKA

Croteau, David, dan William Hoynes. 2013.

Experience Sociology. United States of America: McGraw-Hill.

Dharma, Gede Pani Esa, dan Ketut Alit Suardana. 2014. Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak, Sosialisasi Perpajakan, Kualitas Pelayanan Pada Kepatuhan Wajib Pajak.

Jurnal Akuntansi, 6(1): 340-353. Bali:

Universitas Udayana.

Gubernur Jawa Timur. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 85 Tahun 2013 Tentang Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Tahun 2013 dan Tahun 2014.

Gunadi. 2007. Akuntansi Pajak. Edisi Ketiga.

Jakarta: PT Gramedia Wydia Sarana Indonesia.

Komala, Kirana Cipta. 2014. Pengaruh Kualitas Pelayanan Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Badan (Studi pada Kantor Pelayanan Pajak Madya Malang). Skripsi S1.

Malang: Universitas Brawijaya.

Mir’atusholihah. 2014. Pengaruh Pengetahuan Perpajakan, Kualitas Pelayanan Fiskus, dan Tarif Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak (Studi pada Wajib Pajak UMKM di KPP Pratama Malang Utara). Skripsi S1.

Malang: Universitas Brawijaya.

Misbahuddin, dan Iqbal Hasan. 2013. Analisis Data Penelitian dengan Statistik, Edisi Kedua.

Jakarta: Bumi Aksara.

Mohi, Reyner. 2013. Pengaruh Pengetahuan Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi (Studi padaWajib Pajak Orang Pribadi di Kota Gorontalo). Jurnal Akuntansi, 1(1): 1-16. Gorontalo: Universitas Negeri Gorontalo.

Morissan, M.A. 2012. Metode Penelitian Survei.

Jakarta: Kencana.

Nazir, Mohammad. 2005. Metode Penelitian.

Bogor: Ghalia Indonesia.

Nisa’, Ana Choirun dan Andri Wakita Aji. 2014.

Pengaruh Persepsi Sensus Pajak Nasional, Pengetahuan Perpajakan, dan Kesadaran Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Jurnal Akuntansi, 2(1): 11-23. Yogyakarta:

Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur.

Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 10 Tahun 2013 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2014.

. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 9 Tahun 2010 Tentang Pajak Daerah

(8)

Jurnal Administrasi Bisnis - Perpajakan (JAB)|Vol. 5 No. 2 2015|

perpajakan.studentjournal.ub.ac.id 8 Rahayu, Siti Kurnia. 2010. Perpajakan Indonesia:

Konsep dan Aspek Formal. Yogyakarta:

Graha Ilmu.

Rapina, dkk. 2011. Pengaruh Penerapan Sistem Administrasi Perpajakan Modern Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak (Survey Terhadap Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bandung Cibeunying). Jurnal Riset Akuntansi, 3(2): 1- 35. Bandung: Universitas Kristen Maranatha.

Riduwan. 2006. Metode dan Teknik Menyusun Tesis. Bandung: Alfabeta.

Rohmawati, Lusia. 2013. Pengaruh Sosialisasi dan Pengetahuan Perpajakan Terhadap Tingkat Kesadaran dan Kepatuhan Wajib Pajak (Studi pada Wajib Pajak Orang Pribadi yang Melakukan Kegiatan Usaha dan Pekerjaan Bebas pada KPP Pratama Gresik Utara. Prosiding Simposium Nasional Perpajakan 4. Madura: Universitas Trunojoyo.

Sangadji, Etta Mamang, dan Sopiah. 2010.

Metodologi Penelitian: Pendekatan Praktis Dalam Penelitian.Yogyakarta: ANDI.

Simanjuntak, Timbul Hamonangan, dan Imam Mukhlis. 2012. Dimensi Ekonomi Perpajakan Dalam Pembangunan Ekonomi. Jakarta: Raih Asa Sukses (Penebar Swadaya Grup).

Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Bisnis.

Bandung: Alfabeta.

Trihendradi, C. 2012. Step by Step 20 Analisis Data Statistik. Yogyakarta: ANDI.

Utama, I Wayan Mustika. 2013. Pengaruh Kualitas Pelayanan, Sanksi Perpajakan dan Biaya Kepatuhan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak. Jurnal Akuntansi, 2(2): 452-470.

Bali: Universitas Udayana.

Winerungan, Oktaviane Lidya. 2013. Sosialisasi Perpajakan, Pelayanan Fiskus dan Sanksi Perpajakan Terhadap Kepatuhan WPOP di KPP Manado dan KPP Bitung. Jurnal EMBA, 1(3): 960-970. Manado: Universitas Sam Ratulangi.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan kualitas kepemimpinan rohani dan pelayanan yang sungguh- sungguh dari seorang pendeta jemaat untuk tetap fokus kepada misi gereja di dunia ini, maka kualitas kerohanian

Pendidik menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mencapai tujuan pembelajaran

Pada perhitungan difraksi gelombang, tinggi gelombang di suatu tempat di daerah terlindung tergantung pada jarak titik tinjau terhadap sudut rintangan r, sudut antara rintangan

Hasil estimasi, didapatkan hasil bahwa nilai Pendapatan Asli Daerah (PAD) memiliki pengaruh negative (-) terhadap Kemiskinan sebesar -1.452 .Hasil ini ternyata

Kadar Cd pada ikan di Teluk Kao ini relatif lebih rendah dari nilai ambang batas untuk makanan hasil laut yang tetapkan oleh WHO, Malaysia dan SNI, namun lebih tinggi

X domino kontrol manajemen tidak kuat, hal ini dapat dilihat dari ketiadaan komitmen atau ketertarikan terhadap K3, perjanjian kerja dengan pekerja hanya

No Nim Nama Mahasiswa Nama Pembimbing Akademik Status Keaktifan.. 1 1416051001 I PUTU BAYU PRADNYANA I GUSTI AYU PUSPAWATI,

Kepemimpinan transformasional memberikan kontribusi yang paling dominan terhadap budaya organisasi, hal tersebut menunjukkan bahwa budaya organisasi sangat bergantung