• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH TINGKAT HARGA DAN PRODUK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH TINGKAT HARGA DAN PRODUK"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

web: https://prosiding.stainim.ac.id Sidoarjo, December 13th 2021 Vol. 2. No. 1. E-ISSN : 2775-930X

PENGARUH TINGKAT HARGA DAN PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN

PADA BISNIS RETAIL SYARIAH 212 MART (STUDI KASUS PADA 212 MART PONDOK JATI

SIDOARJO)

Armas Fahmi Rizal1, Ali Hamdan2

1STAI An – Najah Indonesia Mandiri Sidoarjo

2STAI An – Najah Indonesia Mandiri Sidoarjo

1[email protected]

2[email protected]

Abstract : Study with the title "The Effect of Price Levels, and Products, on Consumer Purchase Decisions in the Sharia Retail Business of 212 Mart (Case Study At 212 Mart Pondok Jati Sidoarjo)" is a study that aims to determine whether the level of prices and products have a significant and simultaneous effect on decisions Purchase. This research is a quantitative research with data collection techniques using questionnaires and measured using a Likert scale.

The population in this study were consumers at 212 Mart Pondok Jati Sidoarjo using a non-probability sampling method as many as 90 people. Furthermore, the data was analyzed using the IBM SPSS Statistics 16 application. The results of this study partially the two independent variables Price Level have t count > t table that is 4,895 > t table 1,987 and the value of Sig. 0.00. So it can be said that the product variable has a significant effect on purchasing decisions. The product variable has t count > t table which is 2.418 > 1.987 and the value of Sig. 0.018.

So it can be said that the Product variable affects the Purchase Decision. Then simultaneously variable Price Level and Product also affect the Purchase Decision as evidenced by the value of f count > F table that is 13,353 > 3,100 and the value of Sig. 0.000.

Keywords: Price Level, Product, Purchase Decision

(2)

The 2nd ICO EDUSHA 2021 Vol. 2.No.1 December 2021 E-ISSN. 2775-930X

399 Abstrak : Penelitian dengan judul “Pengaruh Tingkat Harga, Dan Produk, Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Pada Bisnis Retail Syariah 212 Mart (Studi Kasus Pada 212 Mart Pondok Jati Sidoarjo)” merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui apakah Tingkat Harga dan Produk berpengaruh secara Signifikan dan Simultan terhadap Keputusan Pembelian. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dan diukur menggunakan skala likert. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen di 212 Mart Pondok Jati Sidoarjo menggunakan metode non probability sampling sebanyak 90 orang. Selanjutnya data di analisis menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistic 16. Hasil penelitian ini secara parsial kedua variabel bebas Tingkat Harga memiliki t hitung > t tabel yaitu 4,895 > t tabel 1,987 dan nilai Sig. 0,00. Sehingga dapat dikatakan bahwa variabel Produk berpengaruh signifkan terhadap keputusan pembelian. Pada variabel Produk memiliki t hitung > t tabel yaitu 2,418 > 1,987 dan nilai Sig. 0,018. Sehingga dapat dikatakan bahwa variabel Produk berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian. Kemudian secara simultan variabel Tingkat Harga dan Produk juga berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian dibuktikan dengan nilai f hitung > F tabel yaitu 13,353 > 3,100 dan nilai Sig. 0,000.

Kata Kunci: Tingkat Harga, Produk, Keputusan Pembelian

Pendahuluan

Seiring dengan kemajuan zaman dari tahun ke tahun, perkembangan dunia bisnis telah berdampak positif dalam bidang perekonomian. Salah satunya dalam bisang retail yang dimana telah banyak muncul usaha dagang yang berbentuk perorangan maupun waralaba hingga pasar moderen seperti toko kelontong, toserba, minimarker dan supermarket. Hal tersebut membuat konsumen masyarakat memiliki banyak opsi dalam memenuhi kebutuhanya dan secara tidak lansung juga menimbulkan persaingan antar pelaku bisnis.

Namun dari segi bisnis umat islam tidak menjadi penguasa ekonomi yang besar sebagaimana populasinya. Kebanyakan bisnis retail yang menjamur masih di kuasai oleh non muslim yang tentunya belum menerapkan sistem perdaganan sesuai dengan syariat islam.

Barang- barang dilarang dikonsumsi seorang muslim juga masih dijual di beberapa minimarket, terbukti dengan masih beredarnya barang-barang yang belum disertai logo halal MUI sehingga masih di khawatirkan dari segi kehalalanya. Karena seorang muslim diharamkan mengkonsumsi barang-barang yang di haramkan oleh islam, seperti yang tercantum dalam Al- Quran surat Al-Baqarah ayat 173 yang berbunyi :

َو َمَّدلا َو َةَتْيَمْلا ُمُكْيَلَع َم َّرَح اَمَّنِا َمْثِا ٓ َلََف ٍداَع َلَ َّو ٍغاَب َرْيَغ َّرُطْضا ِنَمَف ۚ ِ هاللّٰ ِرْيَغِل ٖهِب َّلِهُا ٓاَم َو ِرْي ِزْن ِخْلا َمْحَل

مْي ِح َّر ٌر ْوُفَغ َ هاللّٰ َّنِا ۗ ِهْيَلَع

Artinya : Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa terpaksa (memakannya), bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Pada dasarnya, setiap usaha pasti menginikan kemajuan dan keberhasilan pada setiap usahanya, salah satu yang menjadi indikator dalam dalam mencapai kebeehasilan adalah

(3)

The 2nd ICO EDUSHA 2021 Vol. 2.No.1 December 2021 E-ISSN. 2775-930X

400 keputusan pembelian konsumen. Keputusan pembelian adalah Perilaku konsumen dalam, membeli, membeli, menggunakan, dan menghabiskan produk dan jasa untuk memenuhi kebutuhan.1 Setiap pebisnis pasti mempunyai strategi agar konsumen mengambil keputusan untuk membeli produknya.2

Untuk menarik minat konsumen menentukan produk pilihanya, para pebisnis harus bisa membaca faktor-faktor yang bisa mempengaruhi keputusan pembelian konsumen agar memenangkan persaingan .3 Menurut Kotler keputusan konsumen dalam membeli suatu barang dipengaruhi oleh beberapa hal seperti harga, produk, lokasi perusahaan/toko, dan pelayanan.4

Kualitas produk memiliki peranan penting dalam membentuk kepuasan konsumen, dan kaitannya erat dalam menciptakan keuntungan bagi perusahaan. Semakin berkualitas produk yang diberikan oleh perusahaan maka kepuasan yang dirasakan oleh pelanggan semakin tinggi.5

Harga merupakan hal yang sangat pentig dan harus di perhatikan oleh para pebisnis, harga akan sangat mempengaruhi konsumen dalam memutuskan pembelianya, hal ini harus disadari karena konsumen cederung sensitif dengan tingkat harga yang tinggi dan akan membandingkanya dengan tempat lain.

Dalam mengukur atau menilai harga, terdapat beberapa indikator yang perlu diperhatikan untuk menilai suatu harga yaitu keterjangkauan harga, daya saing harga, kesesuaian harga dengan kualitas dan potongan harga (discount).

Di 212 Mart, dalam menentukan harga jual barang mempertimbangkan dari jenis dan kategori barang. Dalam hal tersebut barang komoditas seperti sembako sangat di perhatikan harga jualnya agar harga bisa bersaing dengan competitor lain. Selain itu faktor lain yang diihat dalam menenukan harga adalah dari laju pergerakan barang tersebut, apakah barang fast moving atau slow moving dan juga dilakukan cek perbandingan harga di tempat lain.

Beberapa macam bentuk dari keputusan pembelian konsumen yang pada umumnya bersifat subjektif. Oleh karena itu penulis ingin mengetahui tingkat keptusan pembelian konsumen pada 212 Mart dengan melihat tingkat harga dan produk . Sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Tingkat Harga Dan Produk Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Pada Bisnis Ritel Syariah 212 Mart”. Alasan dari penggunan variabel Tinggkat Harga dan Produk dalam penelitian ini adalah keterkaitanya dengan variabel Terikat yaitu Keputusan Pembelian dalam artian konsumen telah datang ke lokasi untuk membeli barang maka yang utama dilihat adalah barang tersebut dan harganya, dengan demikian variabel lain seperti lokasi, pelayanan, dll dirasa kurang berpengruh signifikan terhadap keputusan konsumen membeli barang tersebut, dan juga didasari dengan isi pernyatan yang akan dibagikan ke konumen.

1 Aristo, Stephanus Felix. "Pengaruh Produk, Harga, dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Woles Chips." Jurnal Manajemen Dan Start-Up Bisnis 1 (2016). Diakses pada 27 Desember 2020.

2Rahmat Hilmi, “Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Pada 212 Mart Banjarmasin”.

JMM Online Vol. 4 No. 4 April (2020) 550-565

3 Asrizal Efendy Nasution, dkk. “Analisis Pengaruh Harga, Promosi, Kepercayaan dan Karakteristik Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Pada 212 Mart di Kota Medan”, Proseding Seminar Nasional Kewirausahaan, 1(1), 2019, hal 194-199

4 Ibid., hlm 194

5 Stephanus Felix Aristo, “Pengaruh Produk, Harga, Dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Woles Chips”. : Jurnal Manajemen dan Start-Up Bisnis Volume 1, Nomor 4, Oktober 2016

(4)

The 2nd ICO EDUSHA 2021 Vol. 2.No.1 December 2021 E-ISSN. 2775-930X

401 Tinjauan Teoritis

a. Tingkat Harga

Harga merupakan suatu nilai tukar untuk manfaat akan barang atau jasa. Semakin besar manfaat yang dirasakan konsumen dari produk atau jasa tertentu, maka semakin besar alat penukaran dan semakin tinggi pula nilai tukar barang dan jasa tersebut.6 Harga juga merupakan sejumlah uang yang dibutuhkan untuk memenuhi pertukaran 7

Harga merupakan salah satu penentu keberhasilan suatu perusahaan karena harga menentukan seberapa besar keuntungan yang akan diperoleh perusahaan dari penjualan produknya baik berupa barang maupun jasa. Menetapkan harga terlalu tinggi akan menyebabkan penjualan menurun, namun jika harga terlalu rendah maka akan mengurangi keuntungan yang dapat diperoleh Perusahaan.8 Harga menjadi penting karena akan menjadi patokan bagi konsumen untuk membeli produk dan sekaligus pada saat yang sama untuk menentukan berapa besar keuntungan yang diperoleh dalam berdagang9

b. Produk

Para pelanggan pasti menginginkan agar produk harus dibuat berkualitas, terutama dalam memenuhi harapan konsumen agar menjadi puas dan loyal pada perusahaan. Kotler dan Amstrong (2010:27) mengemukakan bahwa: Kualitas produk adalah kemampuan suatu produk untuk melaksanakan fungsinya, meliputi kehandalan, daya tahan, ketepatan, kemudahan operasi, dan perbaikan produk, serta atribut bernilai lainnya. Setiap perusahaan yang menginginkan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan, maka akan berusaha membuat produk yang berkualitas, yang ditampilkan baik melalui ciri-ciri luar (design)produk maupun inti (core)produk itu sendiri.10

Kualitas juga bisa diartikan kemampuan dari produk untuk menjalankan fungsinya yang mencakup daya tahan, kehandalan atau kemajuan, kekuatan, kemudahan dalam pengemasan dan reparasi produk dan ciri-ciri lainnya (Luthfia 2012). Produk didefinisikan sebagai persepsi konsumen yang dijabarkan oleh produsen melalui hasil produksinya Mutu atau kualitas produk dipengaruhi oleh faktor yang akan menentukan bahwa mutu barang dapat memenuhi tujuannya, yaitu untuk meningkatkan volume penjualan (Iswayanti 2010).11

c. Keputusan Pembelian

6 Made, Muhammad Gigih, Rodhiyah Rodhiyah, and Widiartanto Widiartanto. "Pengaruh Promosi dan Harga terhadap Keputusan Pembelian Surat Kabar Harian Suara Merdeka." Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis 4.2 (2015): 462-473. Diakses pada 14 Desember 2020

7 Abidin, Zainal, Nuddin Harahab, and Lina Asmarawati. Pemasaran Hasil Perikanan. Universitas Brawijaya Press, 2017. Diakses pada 14 Desember 2020

8 Firmansyah, M. Anang, and Mm Se. Perilaku Konsumen (Sikap dan Pemasaran). Penerbit Qiara Media, 2019.

Diakses pada 14 Desember 2020

9 Supriadi, S. E. I. Konsep Harga Dalam Ekonomi Islam. GUEPEDIA, 2018, Diakses pada 14 Desember 2020

10 Weenas, Jackson RS. "Kualitas produk, harga, promosi dan kualitas pelayanan pengaruhnya terhadap keputusan pembelian Spring Bed Comforta." Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi 1.4 (2013), Diakses pada 29 Desember 2020,

11 Kodu, Sarini. "Harga, kualitas produk dan kualitas pelayanan pengaruhnya terhadap keputusan pembelian mobil Toyota avanza." Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi 1.3 (2013), diakses pada 29 Desember 2020

(5)

The 2nd ICO EDUSHA 2021 Vol. 2.No.1 December 2021 E-ISSN. 2775-930X

402 Menurut Tjiptono(2013) keputusan pembelian adalah sebuah proses dimana konsumen mengenal masalahnya, mencari informasi tentang produk atau merek dan mengevaluasi dengan baik masing-masing alternatif tersebut untuk dapat memecahkan masalahnya, yang kemudian mengarah kepada keputusan pembelian. Sementara factor yang mempengaruhi keputusan pembeliaan terdiri dari:12

1. Nilai Emosional 2. Nilai Sosial 3. Nilai Fungsional

Metodologi Penelitian

Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Kuantitatif dengan menggunakan penelitian studi kasus dan lapangan (case study and field study research) yang bertujuan untuk meneliti tentang status subyek penelitian yang berkenaan dengan suatu fase spesifik atau khas dari keseluruhan personalitas.13

Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data-data dengan menggunakan kuisioner yang dibagikan kepada responden konsumen 212 Mart Sidoarjo, dengan variable yang digunakan yaitu Tingkat harga, produk, dan promosi terhadap keputusan pembelian konsumen.

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain:

Angket atau kuisioner dalam penelitian adalah suatu tehnik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan atau pernyataan kepada orang sebagai responden untuk di jawab.14 Pada penelitian ini penulis menggunakan metode angket dan kuisioner dengan cara memberikan daftar pertanyaan secara tertulis kepada sejumlah responden konsumen 212 Mart.

Adapun sekala pengukuran yang digunakan dalam penelitian in adalah skala likert. Skala ini ialah skala yang yang digunakan untuk mengukur skor persetujuan dan ketidaksetujuan responden terhadap seriap pertanyaan yang dilontarkan oleh peneliti.15

Skor yang dipakai dalam penelitian ini yaitu:

Tabel 3.1 Skala Likert

Kriteria Skor

Sangat Tidak Setuju 1

Tidak Setuju 2

Netral 3

Setuju 4

Sangat Setuju 5

12 https://www.hestanto.web.id/keputusan-pembelian/ diakses pada 20 Desember 2020

13 Rosady Ruslan, Metode Penelitian Public Relations dan Komunikasi, (Jakarta: Rajawali Pers, 2003), hal 35

14 Muhajirin dan Maya Panorama, Pendekatan Praktis Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif, (Yogyakarta: Idea Press Yogyakarta, 2017), 227.

15 Sugiarto, Metodologi…, 244.

(6)

The 2nd ICO EDUSHA 2021 Vol. 2.No.1 December 2021 E-ISSN. 2775-930X

403 1) Lokasi dan Waktu Penelitian.

Pada penelitian dilakukan pada minimarket 212 Mart Sidoarjo, yang bertempat di Jl.

Pondok Jati blok BF-09 kelurahan Jati, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Waktu penelitian ini dimulai pada November 2020, dari pegajuan judul, pembuata proposal, pengujian proposal, penyebaran kuisioner, analisis data, hingga hasil kesimpulan penelitian.

Hasil dan Pembahasan 1. Distribusi Frekuensi Item

Berikut ini merupakan distirbusi frekuensi item dari masing-masing variabel penelitian yang telah disebar dalam bentuk kuisioner di 212 Mart Pondok Jati Sidoarjo.

a. Variabel Independen Tingkat Harga (X1) Tabel 4.2 DistribusI Frekuensi X1

Pertanyaan

Alternatif Jawaban

Total Responden

SS S R TS STS

Item 1 38 41 11 0 0 90

Item 2 26 53 11 0 0 90

Item 3 26 38 21 5 0 90

Item 4 31 40 17 2 0 90

Item 5 25 51 14 0 0 90

Total Item 146 223 74 7 0 450

Dari data tabel tesebut mengenai Variabel Tingkat Harga memiliki 5 instrumen pernyataan dan telah diketahui bahwa jawaban mengenai Tingkat Harga didominasi dengan Jawaban Setuju yang mana mengacu pada item pertanyaan Tentang Harga di 212 Mart Pondok Jati relatif lebih murah dibandingkan minimarket lain, terlihat dari total 53 responden menjawab Setuju dan 26 menjawab Sangat Setuju dari total 90 responden.

Maka, dapat disimpulkan jika kebanyakan konsumen yang berbelanjan di 212 Mart Pondok Jati Sidoarjo merasa bahwa harga produk bisa bersaing dengan minimarket lain yang lebih besar dan dikenal masyarakat umum.

b. Variabel Independen Produk (X2) Tabel 3 Distribusi Fekuensi X2

(7)

The 2nd ICO EDUSHA 2021 Vol. 2.No.1 December 2021 E-ISSN. 2775-930X

404 Dari data tabel tersebut mengenai Variabel Produk memiliki 5 instrumen pernyataan dan telah diketahui bahwa jawaban mengenai Poduk didominasi dengan Jawaban Setuju yang mana mengacu pada item pertanyaan nomor 1 Tentang Kwalitas Produk yang ditawarkan di 212 Mart Pondok Jati Sidoarjo tidak kalah baiknya dengan produk di minimarket lain, terlihat dari 64 responden menjawab Setuju dan 25 menjawab Sangat Setuju 90 responden. Maka, dapat disimpulkan bahwa produk yang dijual di 212 Mart Pondok Jati Sidoarjo adalah produk yang berkualitas dan sesuai standar pada umumnya.

c. Variabel Dependen Keputusan Pembelian (Y) Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Y

Pertanyaan

Alternatif Jawaban

Total Responden

SS S R TS STS

Item 1 35 55 0 0 0 90

Item 2 26 61 3 0 0 90

Item 3 20 48 20 2 0 90

Item 4 12 47 28 3 0 90

Item 5 8 69 13 0 0 90

Item 6 24 63 3 0 0 90

Item 7 13 68 8 1 0 90

Total Item 138 411 75 6 0 630

Pertanyaan Alternatif Jawaban

Total Responden

SS S R TS STS

Item 1 25 64 1 0 0 90

Item 2 32 57 1 0 0 90

Item 3 21 65 4 0 0 90

Item 4 40 48 2 0 0 90

Item 5 19 62 9 0 0 90

Total Item 137 296 17 0 0 450

(8)

The 2nd ICO EDUSHA 2021 Vol. 2.No.1 December 2021 E-ISSN. 2775-930X

405 Dari data tabel tersebut mengenai Keputusan Pembelian memiliki 7 instrumen pernyataan dan telah diketahui bahwa jawaban mengenai Poduk didominasi dengan Jawaban Setuju yang mana mengacu pada item pertanyaan nomor 5 Tentang kebiasaan membeli di 212 Mart Pondok Jati Sidoarjo, terlihat dari 69 responden menjawab Setuju dan 8 menjawab Sangat Setuju dari 90 responden.

Maka, dapat disimpulkan bahwa kebanyakan responden memang telah biasa membeli dan menjadi pelanggan di 212 Mart Pondok Jati Sidoarjo.

2. Uji Validitas dan Reabilitas a. Uji Validitas

Uji Validitas bisa dikatakan Valid apabila nilai r hitung lebih besar dari r tabel atau memenuhi syarat Validitas. Sedangkan jika r hitung lebih besar dari r tabel, maka dinyatakan tidak valid atau tidak memenuhi syarat Validitas.

Dengan menggunakan sejumlah 90 responden maka nilai r tabel bisa diperoleh melalui tabel r product moment pearson df(degree of

freedom) = n – 2, jadi 90 – 2 = 88, maka r tabel =z 0,205. Dapat dilihat dari analisis output tabel dibawah ini:

Tabel 4.5 Hasil Uji Validitas X1

No Variabel r hitung r tabel Keterangan

1 X1.1 0,553 0,205 Valid

2 X1.2 0,740 0,205 Valid

3 X1.3 0,311 0,205 Valid

4 X1.4 0,651 0,205 Valid

5 X1.5 0,679 0,205 Valid

Sumber: data primer, diolah 2021

Berdasarkan uji validitas menunjukan bahwa seluruh instrumen dari variabel Tingkat Harga (X1) dinyatakan valid karena masing-masing mempunyai r hitung lebih besar dari 0,205. Sehingga bisa dianalisis lebih lanjut.

Tabel 4.6 Hasil Uji Validitas X2

No Variabel r hitung r tabel Keterangan

1 X2.1 0,616 0,205 Valid

2 X2.2 0,432 0,205 Valid

3 X2.3 0,479 0,205 Valid

4 X2.4 0,685 0,205 Valid

5 X2.5 0,592 0,205 Valid

Sumber: data primer, diolah 2021

(9)

The 2nd ICO EDUSHA 2021 Vol. 2.No.1 December 2021 E-ISSN. 2775-930X

406 Berdasarkan uji validitas menunjukan bahwa seluruh instrumen dari variabel Produk (X2) dinyatakan valid karena masing-masing mempunyai r hitung lebih besar dari 0,205. Sehingga bisa dianalisis lebih lanjut.

Tabel 4.7 Hasil Uji Validitas Variabel Y

Sumber: data primer, diolah 2021

Berdasarkan uji validitas menunjukan bahwa seluruh instrumen dari variabel Produk (X2) dinyatakan valid karena masing-masing mempunyai r hitung lebih besar dari 0,205. Sehingga bisa dianalisis lebih lanjut.

Dari uji validitas yang telah dilakukan menunjukan bahwa seluruh instrumen penelitian variabel Tingka Harga (X1), Produk (X2), dan Keputusan Pembelian (Y) memiliki total r hitung lebih besar daro r tabel (0,205). Jadi bisa dikatang bahwa seluruh instrumen dinyatakan valid dan bisa di analisis lebih lanjut.

b. Uji Rabilitas

Suatu pengukuran bisa dikatan reliable atau keandalan jika dapat memberikan jawaban yang sama.16 Uji reabilitas dapat diukur pada nilai Cronbach’s Alpha, jika nilai Alpa lebih besar dari 0,60 maka instrument yang merupakan dimensi variabel adalah reliable.17

Tabel 4.8 Hasil Uji Reabilitas

No Variabel

Cronbach's

Alpha Keterangan

1 Tingkat Harga 0,753 Diterima/reliabel

2 Produk 0,772 Diterima/reliabel

3

Keputusan

Pembelian 0,641 Diterima/reliabel

Sumber: Data Primer, diolah 2021

Berdasarkan hasil uji reabilitas dari seluruh variabel menunjukan bahwa nilai

16 Morrisan, Metode Peneitian Survei, (Jakarta: Kencana, 2017), 99.

17 V. Wiratna Sujarweni, Kupas tuntas.., hal 347.

No Variabel r hitung r tabel Keterangan

1 Y.1 0,422 0,205 Valid

2 Y.2 0,312 0,205 Valid

3 Y.3 0,206 0,205 Valid

4 Y.4 0,364 0,205 Valid

5 Y.5 0,221 0,205 Valid

6 Y.6 0,336 0,205 Valid

7 Y.7 0,228 0,205 Valid

(10)

The 2nd ICO EDUSHA 2021 Vol. 2.No.1 December 2021 E-ISSN. 2775-930X

407 Cronbach’s Alpha lebih dari 0,60. Maka dapat disimpulkan bahwa seluruh indikator dalam penelitian ini dikatakan reliabel.

1. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui distribusi data dalam variabel yang digunakan dalam penelitian. Data yang baik dan layak ialah data yang mempunyai distribusi normal. Data bisa dikatakan berdistribusi normal jika nilai Sig lebih besar dari 0,05. Sebaliknya jika nilai Sig kurang dari 0,05 maka data tidak berdistriusi normal.18 Uji normalitas bisa dilihat menggunakan uji Normal Kolmogorov – Smirnov.

Tabel 4.9 Hasil Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 90

Norm al Param etersa

Mean .0000000

Std. Deviation

1.17449466 Most

Extre me Differ ences

Absolute .078

Positive .048

Negative

-.078 Kolmogorov-Smirnov Z .742 Asymp. Sig. (2-tailed) .640 a. Test distribution is Normal.

Sumber: SPSS v.16, 2021

Berdasarkan hasil uji One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test, menunjukan bahwa nilai Asymp. Sig. (2-tailed) adalah 0,640 maka lebih besar dari 0,05. Sehingga data bisa dikatakan bersidtribusi Normal.

b. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas digunakan untuk melihat ada tidaknya variabel idependen yeng mempunya kemiripan dengan variabel independen lainya, kemiripan tersebut akan mengakibatkan koreasi yang sangat kuat. Selain itu juga untuk menghindari kebiasaan pada pengambilan keputusan uji parsial varibel independen terhadap variabel dependen.19 Uji normalitas dilihat dari

18 V. Wiratna Sujarweni, Kupas tuntas.., hal 68.

19 V. Wiratna Sujarweni, Kupas tuntas.., hal 230-231.

(11)

The 2nd ICO EDUSHA 2021 Vol. 2.No.1 December 2021 E-ISSN. 2775-930X

408 nilai VIF yang dihasilkan, jika nilai VIF diantara 1-10 maka tidak terjadi Multikolinearitass

Tabel 4.10 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardiz ed

Coefficien ts

T Sig.

Collinearity Statistics B Std. Error Beta

Tolera nce VIF 1 (Constant)

30.161 2.129 14.16

7 .000 Tingkat harga

-.300 .062 -.460 -4.859 .000 .981 1.02 0 Produk

.214 .088 .229 2.418 .018 .981 1.02 0 a. Dependent Variable: Keputusan

pembelian

Sumber: SPSS v.16, 2021

Berdasarkan hasil uji multikolinearitas menunjukan bahwa nilai VIF masih diantara 1-10. Maka bisa disimpulkan bahwa variabel X1 dan X2 tidak terjadi gejala Multikolinearitas.

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas digunakan untuk menguji perbedaan variance residual pengamatan ke periode pengamatan yang lain. Cara melihat ada tidaknya gejala heteroskedastisitas dapat dilihat pada gambar Scatterplot.

Suatu model tidak terjadi heteroskedastisitas jika:20

1) Titik-titik data menyebar diatas dan di bawah atau disekitar angka 0.

2) Titik-titik tidak mengumpul hanya diatas saja atau dibawah saja.

3) Penyebaran titik-titik tidak boleh membentuk pola bergelombang melebar kemudian menyempit dan melebar kembali.

Gambar 4.1 Hasil Uji Heteroskedastisitas

20 V. Wiratna Sujarweni, Kupas tuntas.., hal 232

(12)

The 2nd ICO EDUSHA 2021 Vol. 2.No.1 December 2021 E-ISSN. 2775-930X

409 Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas pada gambar Scatterplot diatas.

Sebaran titik-titik mengumpul dan membentuk pola garis-garis, maka terjadi Heteroskedastisitas. Hal ini terjadi karena kecenderungan orang menjawab poin yang sama pada kuisioner dalam penelitian ini, dikarenakan faktor responden telah menjadi pelanggan yang loyal.

2) Uji Hipotesis

1. Regresi Linier Berganda

Regresi Linier Berganda adalah analisi regresi dengan menggunakan dua atau lebih variabel independen, dengan menggunakan formulasi umum:

Tabel 4.11 Regresi Linier Berganda Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 30.161 2.129 14.167 .000

X1 -.300 .062 -.460 -4.859 .000

X2 .214 .088 .229 2.418 .018

a. Dependent Variable: Y.TOTAL Sumber: SPSS v.16, 2021

Berdasarkan hasil tabel diatas maka dapat ditulisakan model persaman regresi sebagai berikut:

Hasil persamaan diatas dapat diartikan bahwa:

(13)

The 2nd ICO EDUSHA 2021 Vol. 2.No.1 December 2021 E-ISSN. 2775-930X

410 1) Nilai konstanta (a) sebesar 30,161 yang artinya besarnya pengaruh variabel

bebas terhadap variabel terikat. jika variabel bebsanya 0, maka Keputusan Pembelian memiliki nilai sebesar 30,161.

2) Nilai koefisien regresi pada variabel Tingkat harga (X1) sebesar 0,300 yang memiliki makna jika variabel independen lain memiliki nilai tetap dan variabel Tingkat Harga (X1) meningkat satu satuan, maka Keputusan Pembelian (Y) akan mengalami peningkatan sebesar 0,300.

3) Nilai koefisien regresi pada variabel Produk (X2) sebesar 0,214 yang memiliki makna jika variabel independen lain memiliki nilai tetap dan variabel Produk (X2) meningkat satu satuan, maka Keputusan Pembelian (Y) akan mengalami peningkatan sebesar 0,214.

2. Uji T (Parsial)

Uji Parsial (Uji T) digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel X (indepedent) secara parsial atau sendirisendiri terhadap variabel Y (dependent).21 Rumus untuk menentukan t tabel yaitu:22

T tabel = ( tingkat signifikansi/2 ; 𝑛 − 𝑘 − 1) Dengan keterangan :

n : Jumlah seluruh responden k : Total seluruh variabel X Jika dimasukkan:

T tabel = ( 0,05/2 ; 90 − 2 − 1) = (0,025 ; 87) = 1,987

Dengan hipotesis atau dugaan sementara sebagai berikut:

H0 : Variabel Independen Tingkat harga (X1) dan Produk (X2) tidak berpengaruh secara signifikan teradap variabel dependen Keputusan Pembelian (Y).

H1 : Variabel Independen Tingkat harga (X1) dan Produk (X2) berpengaruh secara signifikan teradap variabel dependen Keputusan Pembelian (Y).

Sedangkan kriteria dari pengujian uji t yaitu:

a. Berdasarkan t hitung dan t tabel

1) Jika nilai t hitung < t tabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak 2) Jika nilai t hitung > t tabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima b. Berdasarkan nilai signifikansi

1) Jika nilai signifikansi > 0,05, maka H0 diterima dan H1 ditolak 2) Jika nilai signifikansi < 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima

21 Agus Tri Basuki, Analisis Regresi... ,51.

22 Duwi Priyanto, Paham Analisa Statistik Data Dengan SPSS... 161.

(14)

The 2nd ICO EDUSHA 2021 Vol. 2.No.1 December 2021 E-ISSN. 2775-930X

411 Tabel 4.12 Hasil Uji T (Parsial)

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 30.161 2.129 14.167 .000

X1. -.300 .062 -.460 -4.859 .000

X2. .214 .088 .229 2.418 .018

a. Dependent Variable: Y.Keputusan Pembelia

Sumber : SPSS v.16, 2021

Berdasarkan tabel diatas dapat dilakukan perbandingan nilai t hitung dengan nilai t tabel dan sig untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen.

1) Dari variabel Tingkat Harga (X1) diperoleh nilai t hitung sebesar 4,895 dan signifikansi sebesar 0,000. Nilai t hitung > t tabel yaitu 4,895 > 1,987 dan nilai Sig. < 0,05 yaitu 0,00 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel Tingkat harga berpengaruh terhadap Keputusn Pembelian konsumen 212 Mart Pondok Jati Sidoarjo.

2) Dari variabel Produk (X2) diperoleh nilai t hitung sebesar 2,418 dan signifikansi 0,018. Nilai t hitung > t tabel yaitu 2,418 > 1,987 dan nilai Sig.

< 0,05 yaitu 0,018 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel Produk berpengaruh terhadap terhadap Keputusn Pembelian konsumen 212 Mart Pondok Jati Sidoarjo.

3. Uji F (Simultan)

Uji F (Simultan) pada analisis regresi linear berganda berjuan untuk mengetahui pengaruh seluruh variabel independen secara simultan. Rumus untuk mencari f tabel yaitu:

F tabel = (df1 ; df2)

F tabel = (Total variabel bebas dan terikat -1 ; n-k-1) Keterangan:

n = Jumlah Responden k = Variabel Bebas

maka jika dimasukan pada rumus f tabel yaitu sebagai berikut:

F tabel = (3-1 ; 90-2-1) = (2 ; 87) yaitu 3,10 Dengan hipotesis atau dugaan sementara sebagai berikut:

H0 : Variabel Independen Tingkat harga (X1) dan Produk (X2) tidak berpengaruh secara Simultan teradap variabel dependen Keputusan Pembelian (Y).

H1 : Variabel Independen Tingkat harga (X1) dan Produk (X2) berpengaruh secara Simultan teradap variabel dependen Keputusan Pembelian (Y).

Sedangkan kriteria dari pengujian uji t yaitu:

c. Berdasarkan t hitung dan t tabel

3) Jika nilai f hitung < t tabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak

(15)

The 2nd ICO EDUSHA 2021 Vol. 2.No.1 December 2021 E-ISSN. 2775-930X

412 4) Jika nilai f hitung > t tabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima

d. Berdasarkan nilai signifikansi

3) Jika nilai signifikansi > 0,05, maka H0 diterima. Secara simultan variabel independen tidak berpegaruh signifikan terhadap variabel dependen.

4) Jika nilai signifikansi < 0,05, maka H3 diterima. Secara simultan variabel independen berpegaruh signifikan terhadap variabel dependen.

Tabel 4.13 Hasil Uji F (Simultan) ANOVAb

Model

Sum of

Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 37.686 2 18.843 13.353 .000a

Residual 122.770 87 1.411

Total 160.456 89

a. Predictors: (Constant), produk, tingkat harga b. Dependent Variable: keputusan pembelian Sumber : SPSS v.16, 2021

Berdasarkan tabel diatas diperoleh nilai f hitung sebesar 13,353 dan nial Sig. 0,000. Nilai f hitung > F tabel yaitu 13,353 > 3,100 dan nilai Sig. 0,000.

Maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H3 diterima yang berarti terdapat pengaruh secara signifikan antara tingkat harga dan produk secara simultan terhadap keputusan pembelian konsumen 212 Mart Pondok Jati Sidoarjo.

4. Uji Koefisien Determinasi

Uji ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen menjelaskan variabel dependen, dimana jika semakin banyak variabel independen terlibat maka nilai Koefisien Determinais akan semain besar.

Tabel 14 Hasil Uji Kofisien Determinasi Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

Durbin- Watson

1 .485a .235 .217 1.188 1.916

a. Predictors: (Constant), produk, tingkat harga b. Dependent Variable: keputusan pembelian sumber : SPSS v.16, 2021

Berdasarkan hasil table uji koefisien determinasi diatas nilai R Square sebesar 0,235 jika dalam presentase sebesar 23,5%. Artinya keputusan pembelian yang dipengaruhi tingkat harga dan produk sebesar 23,5% dan sisanya 76,5%

dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian.

3) Pembahasan

(16)

The 2nd ICO EDUSHA 2021 Vol. 2.No.1 December 2021 E-ISSN. 2775-930X

413 212 Mart adalah brand minimarket yang menjual kebutuhan masyarakat pada umumnya, bedanya dari minimarket lain adalah 212 Mart dikelola/merupakan anak usaha dari Koperasi Syariah 212 yang memiliki tujuan yaitu mengambangkan ekonomi umat yang kuat, profesional dan terpercaya sebagai penopang pilar ibadah dan dakwah menuju kebahagiaan serta keselamatan dunia dan akhirat.

Gerai 212 Mart pada Penelitian ini berada di Perumahan Pondok Jati blok BF.09 Sidoarjo. Fokus penelitian ini pada variabel Tingkat Harga dan Produk yang diduga mempunyai pengaruh terhadap Keputusan Pembelian Konsumen. Penelitian secara langsung dengan memberikan kuesioner yang berisi penyataan kepada 90 responden selanjutnya dijadikan sebagai sampel, kemudian data tersebut diolah menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistic 16 dan menghasilkan data sebagai berikut.

1. Pengaruh Tingkat Harga (X1) terhadap Keputusan Pembelian Konsumen (Y).

Dari hasil olahan data menggunakan SPSS untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh variabel Tingkat Harga terhadap Keputusan Pembelian dengan cara melihat tabel Uji t. Hasilnya menunjukan bahwa telah diperoleh T hitung yang lebih besar dari T tabel (4,895 > 1,987) dan nilai signifikansi 0,00 yang tentunya juga lebih kecil dari 0,05. Sehingga H0 yang berbunyi tidak ada pengaruh secara signifikan dari Tingkat Harga (X1) terhadap Keputusan Pembelian (Y) ditolak.

Maka secara Parsial terdapat pengaruh dari Tingkat Harga terhadap Keputusan Pembelian, sehingga H1 diterima.

Hasil penelitian ini juga sesuai dengan penelitian Wayan Adi Virawan yang berjudul PENGARUH HARGA, KUALITAS PRODUK DAN CITRA MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta Pengguna Helm Merek INK). Kesimpulan dari penelitian tersebut bahwa secara Parsial dimensi harga berpengaruh Signifikan terhadap keputusan pembelian. D-Didapatkan t hitung lebih besar dari t tabel (4,866

> 2,000 ) dengan signifikansi t sebesar 0,000 karena nilai t hitung lebih besar dari t tabel dan signifikansi t < 5% (0,000 < 0,05).

Pada sertiap kontribusi dalam variabel Tingkat Harga dari harga yang ditawarkan, potongan, hingga keterjangkauanya memiliki nilai nilai 0,3 satuan terhadap Keputusan Pembelian. Hal tersebut pula menandakan bahwa Tingkat Harga Hal bisa menggerakan sikap konsumen dalam memutuskan sesuatu sesuai dengan pilihannya.

2. Pengaruh Produk (X2) terhadap Keputusan Pembelian Konsumen (Y).

Dari hasil olahan data menggunakan SPSS untuk mengethui ada tidaknya pengaruh variabel Produk terhadap Keputusan Pembelian dengan cara melihat tabel Uji t. Hasilnya menunjukan bahwa diperoleh T hitung yang lebih besar dari T tabel (2,418 > 1,987) dan nilai Signifikansi < 0,05 yaitu 0,018 < 0,05. Sehingga H0 yang berbunyi tidak ada pengaruh secara signifikan dari Produk (X2) terhadap Keputusan Pembelian (Y) ditolak. Maka secara parsial terdapat pengaruh dari Variabel Produk tehadap Variabel Keputusan Pembelian, sehingga H2 diterima.

Hasil penelitian ini juga sesuai dengan penelitian Wayan Adi Virawan Berdasarkan uji t terhadap dimensi produk (X2) didapatkan thitung lebih besar dari t tabel (2,486 > 2,000) dengan signifikansi t sebesar 0,015.

Pada setiap kontribusi dalam Variabel Produk yang meliputi kwalitas, tampilan, kelengkapan dan ketersediaan memiliki nilai satuan 0,214 terhadap Keputusan Pembelian. Dari hasil analisis bahwa Produk juga mendorong orang untuk memutuskan membeli terutama mengenai kwalitas. Ketersediaan dan kelengkapan

(17)

The 2nd ICO EDUSHA 2021 Vol. 2.No.1 December 2021 E-ISSN. 2775-930X

414 juga akan meningkatkan loyalitas konsumen terhadap penjual karena produk yang dicari pasti tersedia.

3. Pengaruh Tingkat Harga (X1) dan Produk (X2) secara simultan terhadap Keputusan Pembelian Konsumen (Y).

Untuk mengetahi pengaruh dari seluruh variabel bebas (X) secara simultan terhadap varibael terikat (Y), maka dilakukan Uji F. Berdasarkan tabel diatas diperoleh nilai f hitung sebesar 13,353 dan nial Sig. 0,000. Nilai f hitung > F tabel yaitu 13,353 > 3,100 dan nilai Sig. 0,000. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H3 diterima yang berarti terdapat pengaruh secara simultan antara Tingkat Harga (X1) dan Produk (X2) terhadap Keputusan Pembelian Konsumen (Y).

Sedangkan berdasarkan hasil uji koefisien determinasi (R²) diperoleh nilai sebesar 0,235 atau dalam persentase sebesar 23,5%. Artinya bahwa besarnya nilai koefisien determinasi tersebut menunjukkan bahwa variabel terikat Keputusan Pembelian (Y) yang dipengaruhi Tingkat Harga (X1) dan Produk (X2) sebesar 23,5

% dan sisanya 76,5% dipenaruhi oleh faktor lain diluar penelitian.

A. Kesimpulan

Dari uraian yang dikemukakan mengenai pengaruh Tingkat Harga dan Produk terhadap keputusan pembelian konsumen 212 Mart Pondok Jati Sidoarjo, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1) Berdasarkan hasil uji t (parsial) variabel Tingkat Harga (X1) terhadap Keputusan Pembelian (Y) pada bisnis retai Syariah 212 Mart Podok Jati Sidoarjo terdapat pengaruh positif dan signifikan. Hal ini dibuktikan dengan t hitung > t tabel yaitu 4,895 > 1,987 dan nilai Sig. <

0,05 yaitu 0,00 < 0,05.

2) Berdasarkan hasil uji t (parsial) variabel Produk (X2) terhadap Keputusan Pembelian (Y) pada bisnis retai Syariah 212 Mart Podok Jati Sidoarjo terdapat pengaruh positif dan signifikan. Hal ini dibuktikan dengan Nilai t hitung > t tabel yaitu 2,418 > 1,987 dan nilai Sig. < 0,05 yaitu 0,018 < 0,05.

3) Berdasarkan hasil uji f (simultan) dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifkan antara variabel Tigkat Harga dan Produk secara simultan terhadap variabel keputusan Pembelian konsumen pada bisnis retail Syariah 212 Mart Pondok Jati Sidoarjo. Hal ini dibuktikan dengan nilai f hitung > f tabel yaitu 13,353 > 3,100 dan nilai Sig. 0,000.

Referensi

Abidin, Z., Harahab, N., & Asmarawati, L. (2017). Pemasaran Hasil Perikanan. Universitas Brawijaya Press.

Aristo, S. F. (2016). Pengaruh Produk, Harga, Dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Woles Chips. Jurnal Manajemen Dan Start-Up Bisnis, 1.

Astuti, R., & Febriaty, H. (2017). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Konsumen Di Pasar Modern. Jurnal Riset Sains Manajemen, 1(1), 35-42.

(18)

The 2nd ICO EDUSHA 2021 Vol. 2.No.1 December 2021 E-ISSN. 2775-930X

415 Basuki Agus Tri,(2016) Analisis Regresi Dalam Penlitian Ekonomi & Bisnis, (Jakarta: PT

Rajagrafindo Persada.

Drs. M.Zainuddun, Dr.Ir. Masyhuri, MP, (2008) METODOLOGI PENELITIAN Pendekatan Praktis Dan Aplikatif ,Bandung: PT Refika Aditama.

Fikri, M. Z., & Mulazid, A. S. (2018). Pengaruh Brand Image, Lokasi Dan Store Atmosphere Terhadap Proses Keputusan Pembelian Konsumen Pada Minimarket “Kedai Yatim”.

JURNAL SYARIKAH: JURNAL EKONOMI ISLAM, 4(1).

Firmansyah, M. A., & Se, M. (2019). Perilaku Konsumen (Sikap Dan Pemasaran). Penerbit Qiara Media.

Herlina, H. (2018). Analisis Pengaruh Harga Dan Kelengkapan Produk Terhadap Keputusan Pembelian Serta Dampaknya Pada Kepuasan Konsumen. Jurnal Online Sekolah Tinggi Teknologi Mandala, 13(2), 108-123.

Hilmi, R. (2020). Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Pada 212 Mart Banjarmasin. Jurnal Mitra Manajemen, 4(4), 550-565.

Https://Www.Hestanto.Web.Id/Keputusan-Pembelian/ Diakses Pada 20 Desember 2020

Https://Www.Kajianpustaka.Com/2020/02/Kualitas-Produk-Pengertian-Manfaat-Dimensi- Perspektif-Dan-Tingkatan.Html, Diakse Pada 29 Desember 2020.

Kodu, S. (2013). Harga, Kualitas Produk Dan Kualitas Pelayanan Pengaruhnya Terhadap Keputusan Pembelian Mobil Toyota Avanza. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 1(3).

Made, M. G., Rodhiyah, R., & Widiartanto, W. (2015). Pengaruh Promosi Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Surat Kabar Harian Suara Merdeka. Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis, 4(2), 462-473.

Muhajirin, M., & Maya, P. (2017). Pendekatan Praktis: Metode Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif.

Nasution, A. E., Putri, L. P., & Lesmana, M. T. (2019, October). Analisis Pengaruh Harga, Promosi, Kepercayaan Dan Karakteristik Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Pada 212 Mart Di Kota Medan. In Prosiding Seminar Nasional

Kewirausahaan (Vol. 1, No. 1, Pp. 165-173).

Nuryadin, M. B. (2007). Harga Dalam Perspektif Islam. Jurnal Ekonomi Islam: Mazahib, 4(1), 86-98.

Rochaety, E., Tresnati, R., & Latief, A. M. (2007). Metodologi Penelitian Bisnis Dengan Aplikasi SPSS. Jakarta: Mitra Wacana Media.

Ruslan Rosady,(2003), Metode Penelitian Public Relations Dan Komunikasi, Jakarta: Rajawali Pers.

(19)

The 2nd ICO EDUSHA 2021 Vol. 2.No.1 December 2021 E-ISSN. 2775-930X

416 Saragih, B., & Victor, C. (2013). Pengaruh Kualitas Produk, Ketersediaan Produk Dan Gaya

Hidup Terhadap Keputusan Pembelian Produk Lulur Mandi Sumber Ayu Di Jakarta.

MIX: Jurnal Ilmiah Manajemen, 3(2), 153258.

Sujarweni V. Wiratna,(2016), Kupas Tuntas Penelitian Akuntansi Dengan SPSS, Bantul:

Pustaka Baru Press.

Supriadi, (2018) Konsep Harga Dalam Ekonomi Islam, Jakarta: Guepedia.

Weenas, J. R. (2013). Kualitas Produk, Harga, Promosi Dan Kualitas Pelayanan Pengaruhnya Pengaruhnya Terhadap Keputusan Pembelian Spring Bed Comforta. Jurnal EMBA:

Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 1(4).

Widodo,( 2017), Metodologi Penelitian Populer & Praktis, Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Yanto, D. T. A. (2013). Pengaruh Citra Toko Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Pada Minimarket Alfamart Kamal. Jurnal Ilmu Manajemen, 1(4).

Referensi

Dokumen terkait

Budaya Pesantren yang sudah dikenal membuat para santri menjadi memiliki nilai lebih dalam bersosialisasi maupun dalam hal religius, dalam dunia pesantren, tradisi yang sering di

Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, yaitu sampel yang digunakan dalam penelitian ini hanya terbatas pada wajib pajak orang pribadi, dan tidak

Hasil observasi kemampuan guru mengelola pembelajaran, hasil observasi aktivitas siswa dan suasana kelas selama proses pembelajaran berlangsung, dan hasil evaluasi

Menurut Tarone (1980) strategi komunikasi hanya wujud jika ada kerjasama di antara penutur dengan pendengar semasa penyampaian mesej kepada para pendengar. Jika

Pengelolaan bahan organik berupa residu tanaman, penggunaan pupuk organik in situ, serta rotasi atau tumpang sari jagung dengan tanaman kacang-kacangan

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan program PUAP di daerah penelitian; mengetahui tingkat pengembalian dana PUAP; dan mengetahui pengaruh karakteristik

hutan.Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi pengetahuan lokal masyarakat Kerinci tentang tumbuhan dan menganalisis tingkat pengatahuan dan retensi etnobotani Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis dan deskriptif dengan pendekatan keruangan menggunakan data primer dan data sekunder.Data primer