1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar rakyat, yaitu hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 bagian (H) ayat (1) tentang kesehatan.
Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 36 tahun 2014 tentang tenaga kesehatan, pada pasal 11 menjelaskan tenaga kesehatan dikelompokan antara lain dokter, psikologi klinis, keperawatan, kebidanan, kefarmasian, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, tenaga gizi, keterapian fisik, keteknisian medis, teknik biomedika, kesehatan tradisional dan tenaga kesehatan lain.
Keperawatan merupakan suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan dalam bentuk pelayanan biopsikososial, dan spiritual yang komprehensif, ditunjukan kepada individi, keluarga dan masyarakat baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia (Asriwati dan Irawati 2019). Perawat memiliki peran secara umum dalam dunia keperawatan yaitu sebagai pemberi Asuhan (Care Provider), Pemimpin Komunitas (Manager and Community Leader), Pendidik (educator), Pembela
PERPUSTAKAAN STIKES BETHESDA YAKKUM
(Advocate) dan Peneliti. Berdasarkan Undang-Undang 38 tentang keperawatan, pasal 27 bagian (d) menjelaskan bahwa perawat dalam melaksanakan praktik keperawatan wajib mendokumentasikan Asuhan Keperawatan sesuai dengan Standar (Kemenkes RI, 2017).
Data yang di dapatkan peneliti bahwa perawat dalam memberikan Asuhan Keperawatan ada lima komponen yaitu Pengkajian, Diagnosa Keperawatan, Perencanaan, Implementasi dan Evaluasi Keperawatan. Dokumentasi keperawatan menjadi salah satu fungsi yang penting sebagai bukti hukum dari proses keperawatan dan mendukung evaluasi kinerja perawat dan kualitas perawatan pasien. Departemen kesehatan RI menetapkan capaian Standar Asuhan Keperawatan (SAK) yaitu sebesar 90% (Kasim dan Abdurrouf, 2016).
Kinerja perawat merupakan perwujudan perilaku kerja individu perawat yang di tampilkan sebagai prestasi kerja sesuai dengan peran dalam sebuah pelayanan kesehatan dalam jangka waktu tertentu (Calundu, 2018).
Asuhan Keperawatan memiliki beberapa komponen yaitu tahap Pengkajian, Diagnosa, Perencanaan, Pelaksanaan dan Evaluasi. Berdasarkan dengan Undang-Undang keperawatan bahwa perawat wajib melakukan dokumentasi keperawatan karena akan menjadi salah satu penilaian kinerja perawat, tanggung jawab dan merupakan suatu catatan yang memuat seluruh data untuk menentukan Diagnosa Keperawatan, Perencanaan, Pelaksanaan dan Evaluasi
PERPUSTAKAAN STIKES BETHESDA YAKKUM
Keperawatan yang disusun secara sistematis, valid dan dapat dipertangungjawabkan secara moral dan hukum (Yustiana dan Olfah, 2016).
Data yang didapatkan peneliti bahwa dokumentasi keperawatan selain untuk mengevaluasi kinerja perawat juga untuk melindungi perawat akan adanya gugatan, perlu di tetapkan dengan jelas hak, kewajiban serta kewenangan perawat agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan tugas, serta memberikan suatu kepastian hukum (Yustiana dan Olfah, 2016). Puskesmas sebagai salah satu unit atau pusat pelayanan kesehatan masyarakat yang ditempatkan di daerah Kecamatan dengan tujuan memudahkan dan terjangkaunya pelayanan kesehatan. Penyediaan Puskesmas oleh pemerintah ditujukan untuk menjangkau daerah-daerah yang jauh dari wilayah perkotaan sebagai penganti Rumah Sakit (Suhadi dan Rais, 2018).
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur tahun 2014-2018 memiliki visi yaitu “Meningkatkan derajat dan mutu kesehatan masyarakat Kalimantan Timur yang merata dan adil” yang memiliki tiga misi dan salah satunya adalah “Menjamin pemeliharaan dan peningkatan upaya kesehatan yang bermutu dan terjangkau” (Sukesi, 2015). Pelayanan kesehatan di Kalimantan Timur masih ada kesenjangan akan jangkauan dan kualitas pelayanan antar daerah kota sampai ke desa dan citra pelayanan yang masih kurang memuaskan (Sukesi, 2018). Visi dan misi di atas dikembangkan oleh salah satu Kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur yaitu Kabupaten Mahakam Ulu,
PERPUSTAKAAN STIKES BETHESDA YAKKUM
dalam visi Dinas Kesehatan Kabupaten Mahakam Ulu yaitu “Mewujudkan tenaga kesehatan yang bermutu, kompeten dan profesional serta mempunyai semangat tinggi untuk membangun”. Mewujudkan visi dan misi ini Kabupaten Mahakam Ulu memiliki fasilitas kesehatan terdiri atas lima Puskesmas Induk, 29 Puskesmas Pembantu, 53 Posyandu dan satu Rumah Sakit (Dinkes Mahulu, 2018).
Puskesmas Long Hubung merupakan salah satu Puskesmas Induk di Kabupaten Mahakam Ulu yang memiliki pelayanan rawat jalan dan rawat inap. Penelitian yang dilakukan oleh Buring tahun 2018 tentang perbandingan kualitas pelayanan publik dan fasilitas kesehatan Puskesmas antara Kecamatan Long Hubung dengan Kecamatan Laham di Kabupaten Mahakam Ulu didapatkan Puskesmas Long Hubung dalam pelayanan masih kurang, disiplin pegawai yang kurang dapat menghambat pelayanan di Puskesmas (Buring, 2018).
Hasil studi awal di Puskesmas Long Hubung tanggal 23 April 2019 terdapat 17 orang perawat. Dua diantaranya dilakukan wawancara didapatkan data Tn.
L (Perawat) mengatakan bahwa dalam melakukan dokumentasi asuhan keperawatan masih kurang lengkap dan Nn. D (Perawat) mengatakan bahwa dalam melakukan dokumentasi asuhan keperawatan masih ada beberapa bagian yang tidak diisi. Data yang didapatkan sesuai dengan fenomena yang ada maka peneliti ingin melakukan penelitian Studi Deskriptif Kinerja
PERPUSTAKAAN STIKES BETHESDA YAKKUM
Perawat dalam Melakukan Dokumentasi Asuhan Keperawatan di Puskesmas Long Hubung Kabupaten Mahakam Ulu Kalimantan Timur Tahun 2019.
B. Rumusan Masalah Penelitian
Sesuai latar belakang maka peneliti merumuskan masalah penelitian sebagai berikut: “Bagaimana Kinerja Perawat dalam Melakukan Dokumentasi Asuhan Keperawatan di Puskesmas Long Hubung Kabupaten Mahakam Ulu Kalimantan Timur Tahun 2019?”
C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum
Mengetahui Gambaran Kinerja Perawat dalam Melakukan Dokumentasi Asuhan Keperawatan di Puskesmas Long Hubung Kabupaten Mahakam Ulu Kalimantan Timur pada bulan Juni-Desember Tahun 2019.
2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui Dokumentasi Pengkajian di Puskesmas Long Hubung Kabupaten Mahakam Ulu Kalimantan Timur.
b. Mengetahui Dokumentasi Diagnosa Keperawatan di Puskesmas Long Hubung Kabupaten Mahakam Ulu Kalimantan Timur.
c. Mengetahui Dokumentasi Perencanaan di Puskesmas Long Hubung Kabupaten Mahakam Ulu Kalimantan Timur.
d. Mengetahui Dokumentasi tindakan di Puskesmas Long Hubung Kabupaten Mahakam Ulu Kalimantan Timur.
PERPUSTAKAAN STIKES BETHESDA YAKKUM
e. Mengetahui Dokumentasi Evaluasi keperawatan di Puskesmas Long Hubung Kabupaten Mahakam Ulu Kalimantan Timur.
f. Mengetahui Pencatatan Asuhan Keperawatan di Puskesmas Long Hubung Kabupaten Mahakam Ulu Kalimantan Timur.
D. Manfaat Penelitian 1. Bagi Peneliti
Sebagai bahan masukan dalam rangka meningkatkan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Serta meningkatkan pengetahuan peneliti mengenai pendokumentasian Asuhan Keperawatan dan mengembangkan penerapan pendokumentasian yang lebih lengkap.
2. Bagi Institusi Pendidikan
Hasil penelitian dapat dijadikan sumber informasi bagi pendidikan keperawatan mengenai kinerja perawat dalam melakukan dokumentasi asuhan keperawatan serta bermanfaat bagi penelitian tentang dokumentasi asuhan keperawatan.
3. Bagi Pelayanan Kesehatan
Hasil penelitian ini diharapkan memberikan gambaran evaluasi dan masukan kepada pihak Puskesmas dalam melaksanakan dokumentasi asuhan keperawatan serta untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu oleh semua tenaga kesehatan yang terkait.
PERPUSTAKAAN STIKES BETHESDA YAKKUM
7 Tabel 1 Keaslian Penelitian No Nama
Peneliti/
Tahun
Judul Penelitian Metode Penelitian Hasil Penelitian Persamaan Perbedaan
1. Bara dan Suryati (2014)
Hubungan Motivasi Perawat dengan Pelaksanaan
Pendokumentasian Asuhan
Keperawatan Di Ruang Rawat Inap RSUD Pasar Rebo Jakarta
Metode penelitian ini mengunakan
penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasi analitikal dengan cross sectional
Hasil penelitian ini adalah a).
Karateristik perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD Pasar Rebo sebagian bersar berusia <30 tahun, jenis kelamin perempuan, pendidikan DIII/DIV, lama kerja <5 tahun dan status kepegawaian PNS. b). Lebih dari separuh perawat pelaksana diruang rawat inap RSUD Pasar Rebo melaksanakan pendokumentasian asuhan keperawatan kurang baik. c).
Terdapat hubungan yang bermakna antara motivasi interinsik perawat pelaksna dengan pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSUD Pasar Rebo dengan nilai p=0,043.
Penelitian
dilakukan untuk mengetahui tentang
pendokumentasian asuhan
keperawatan
Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan motivasi perawat dengan pendokumentasian asuhan keperawatan. Tempat penelitian di RSUD Pasar Rebo Jakarta, dengan jumlah populasi 100 orang dan sampel 80 orang.
Megunakan analisis Bivariat
PERPUSTAKAAN STIKES BETHESDA YAKKUM
8 Tahun
Dan terdapat hubungan yang bermakna antara motivasi ekstrinsik perawat pelaksana dengan pelaksanaan dokumentasi asuhan keperawatan diruang rawat inap RSUD Pasar Rebo dengan nilai p=0,007.
2. Noorkasi ani, Gustina, Maryam (2015)
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelengkapan Dokumentasi Keperawatan di RSUP
Persahabatan Jakarta
Metode penelitian ini mengunakan
penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik yaitu survei yang mencoba menggali bagaimana
dan mengapa
fenomena terjadi dengan pendekatan cross sectional
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan dokumentasi keperawatan dalam kriteria baik sebesar 47,4% dan perawat yang melengkapi dokumentasi keperawatan sebesar 57,2%.
Sedangkan faktor yang paling berkontribusi secara bermakna dengan kelengkapan dokumentasi keperawatan adalah Ruang Dinas (p= 0,002; α=
0,05) setelah dikontrol oleh umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan tipe kelas ruangan.
Penelitian
dilakukan untuk mengetahui tentang
pendokumentasian asuhan
keperawatan.
Penelitian ini juga mengunakan analisa Univariat.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui factor- faktor yang berhubungan dengan kelengkapan dokumentasi keperawatan.
Sampel pada penelitian ini adalah 173 perawat.
Penelitian dilakukan di RSUP Persahabatan Jakarta.
PERPUSTAKAAN STIKES BETHESDA YAKKUM
9 Tahun
3. Nurul dan Dwi (2014)
Hubungan Pengetahuan Perawat Dengan Kelengkapan Dokumentasi Asuhan
Keperawatan Di Rsud Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya
Metode penelitian ini mengunakan
penelitian kuantitatif dengan pendekatan
“cross sectional”
yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek,
dengan cara
pendekatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 35,55% memiliki pengetahuan baik 33,33% memiliki pengetahuan cukup dan 31,11% memiliki pengetahuan kurang. Kelengkapan pengisian dokumentasi asuhan keperawatan ruang bedah sebanyak 29,5%
sedangkan ketidaklengkapannya sebanyak 70,5%. Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan perawat dengan kelengkapan pengisian dokumentasi asuhan keperawatan dengan hasil P = 0,001 (P < 0,05).
Penelitian
dilakukan untuk mengetahui tentang
pendokumentasian asuhan
keperawatan.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan
perawat dengan
kelengkapan dokumentasi keperawatan. Jumlah populasi sebanyak 45 perawat dan dokumentasi asuhan keperawatan ruang bedah dengan jumlah 843 dokumen teknik sampling untuk perawat pengunakan total sampling. Sedangkan teknik sampeling untuk dokumen menggunakan simple random sampling jadi sampel untuk dokumen adalah sebanyak 271 buah. Penelitian ini mengunakan analisa bivariat dan multivariat.