NASKAH PUBLIKASI
EVALUASI DAMPAK SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPERAWATAN TERHADAP DOKUMENTASI ASUHAN
KEPERAWATAN DI RSUD BANYUMAS TAHUN 2013
Disusun oleh : Dedy Miswar Purnomo
NPM 209.C.0002
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MAHARDIKA
LEMBAR PERSETUJUAN
JUDUL : EVALUASI DAMPAK SISTEM INFORMASI
MANAJEMEN KEPERAWATAN TERHADAP
DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN DI RSUD BANYUMAS TAHUN 2013
PENYUSUN : DEDY MISWAR PURNOMO
NPM : 209.C.0002
PROGRAM STUDI
: ILMU KEPERAWATAN
Cirebon, September 2013 Menyetujui, Pembimbing Utama
Jaenudin, SKM., MPH NIS : 1961217005011001
Pembimbing Pendamping
EVALUASI DAMPAK SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPERAWATAN TERHADAP DOKUMENTASI ASUHAN
KEPERAWATAN DI RSUD BANYUMAS TAHUN 2013
Dedy Miswar Purnomo1, Jaenudin 2, Arif Wibawa Rukmana 3
1
Program Studi Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mahardika Cirebon,
2
Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mahardika Cirebon,
3
Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati Cirebon. ABSTRAK
Penggunaan sistem informasi manajemen keperawatan merupakan terobosan baru dalam dunia keperawatan terutama dalam pendokumentasian asuhan keperawatan. Namun, masih sangat sedikit rumah sakit yang memanfaatkan teknologi ini padahal akan berpengaruh terhadap kualitas dan mutu pelayanannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dampak sistim informasi manajemen keperawatan terhadap kualitas dokumentasi asuhan keperawatan di RSUD Banyumas.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan
fenomenologi. Pengambilan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik
purposive sampling yang berjumlah 7. Teknik pengumpulan data dengan
menggunakan wawancara mendalam dan analisa data menggunakan interactive of
analysis model.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan sistem informasi manajemen keperawatan di RSUD Banyumas telah dilaksanakan dari tahun 2002 dan telah dilaksanakan secara bertahap. Pada tahun 2008 semua ruangan telah menggunakan sistem informasi keperawatan. Prosedur penggunaan sistim informasi keperawatan dimulai dengan input data hasil dari pengkajian yang dilakukan oleh perawat, kemudian proses berlanjut pada penentuan rumusan masalah, tujuan, intervensi yang akan dilakukan, dan diakhiri dengan evaluasi. Permasalahan yang sering muncul berkaitan dengan SDM yang membutuhkan ketrampilan khusus dan software komputer yaitu loading lama. Selain itu kualitas dokumentasi asuhan keperawatan dengan menggunakan komputerisasi jauh lebih baik dibandingkan dengan manual (papper based) yakni akurat, mudah, lebih cepat, terstruktur, dan terstandarisasi.
Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu sistem informasi manajemen berdampak positif terhadap dokumentasi asuhan keperawatan di Rumah Sakit Banyumas.
Kata Kunci : Evaluasi, Sistem Informasi Manajemen Keperawatan, Dokumentasi Asuhan Keperawatan
EVALUATION OF THE IMPACT OF MANAGEMENT INFORMATION SYSTEM FOR DOCUMENTATION OF NURSING CARE HOSPITAL IN
BANYUMAS REGIONAL HOSPITAL IN 2013
Dedy Miswar Purnomo1, Jaenudin 2, Arif Wibawa Rukmana 3
1
Program Study Of Nursing Mahardika College Of Health Sciences Cirebon,
2
Program Study Of Public Health Mahardika College Of Health Sciences Cirebon, 3
Gunung Jati Regional Hospital Cirebon
ABSTRACT
The use of nursing management information system is a new breakthrough in the world of nursing, especially in the documentation of nursing care. However, is still very few hospitals that utilize this technology though it will affect the quality and quality of service. The purpose of this study is to determine the impact of nursing management information system on quality of documentation of nursing care in hospitals Banyumas.
This research is a qualitative descriptive with phenomenological approach. Decision informants in this study using purposive sampling technique that has 7. Data collection techniques using in-depth interviews and analysis of the data using interactive models of analysis.
The results in the study, the implementation of nursing management information systems in hospitals Banyumas has been implemented from 2002 and has been implemented in stages. In 2008 all rooms have use of nursing information systems. Procedures for use of nursing information systems starting with the results of the assessment of data input is done by a nurse, then the process continues on determining the formulation of the problem, objectives, interventions will be carried out, and ending with evaluation. Problems often arise regarding the skilled human resources and computer software that is loading long time. Moreover the quality of nursing care documentation using computerized much better than the manual (papper based) that is accurate, easier, faster, structured, and standardized.
The conclusion of this study is the management information system had a positive impact on nursing care documentation in Banyumas Hospital.
Keyword : Evaluation, Information Systems Management, Nursing Documentation
DAFTAR ISI
HALAMAN PERSETUJUAN ... i
ABSTRAK ... ii
ABSTRACT ... iii
DAFTAR ISI ... iv
PENDAHULUAN ... 1
METODE ... 2
HASIL DAN PEMBAHASAN ... 3
SIMPULAN DAN SARAN ... 6
1
PENDAHULUAN
Kelompok ad hoc the Nursing Information Systems National Study Group
(1982) di USA menyatakan Sistem Informasi Keperawatan (SIK) sebagai suatu sistem komputer yang digunakan untuk membantu dalam administrasi pelayanan keperawatan, pemindahan pasien dan mendukung pendidikan dan penelitian keperawatan. Sistem Informasi Keperawatan merupakan sistem yang menggunakan komputer untuk memproses data keperawatan menjadi satu bentuk informasi yang mampu menunjang aktivitas/fungsi perawat (Samik, 2008).
Penerapan sistem informasi keperawatan di Canada menggunakan aplikasi
The Canada Health for Better Information and Care (C-HOBIC). C-HOBIC yang
diterapkan di sarana kesehatan di wilayah Canada dapat menghasilkan informasi klinis yang lebih konsisten dan terstandar, sehingga informasi yang dihasilkan sama diseluruh wilayah tersebut. Selanjutnya, perawat dalam menjalankan aplikasi dan tidak merasakan kesulitan dalam menggunakan komputer dan lebih lanjut dikatakan bahwa SIK merupakan cara yang sangat cocok diterapkan dilahan praktek (Hanna et al., 2009).
Pada bidang kesehatan, peran teknologi informasi khususnya komputer sangat besar. Salah satu pemanfaatan yang sedang berkembang saat ini yaitu penggunaan komputer untuk rekam medis (rekam medis elektronik). Rekam Medis, seperti yang dijelaskan dalam peraturan menteri kesehatan No.269/Menkes/Per/III/2008 adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan/dilakukan terhadap pasien. Bentuk rekam medis yang dipakai bisa berupa kertas (paper-based) (Ramachandra, 2003).
2
keperawatan akan dapat meningkatkan pelayanan dan respon yang positif diberikan terhadap penggunaan dokumentasi elektronik tersebut (De Vee and Francke, 2010).
Dokumentasi asuhan keperawatan berbasis komputer salah satu bukti pelayanan keperawatan yang diyakini dapat membantu memfasilitasi peningkatan kualitas, sehingga perawat akan lebih banyak membantu pasien untuk menyikapi hal tersebut diperlukan kesiapan dan brainware, software, hardware institusi pelayanan kesehatan terkait, agar mampu mewujudkannya (Ramachandra, 2003).
Motivasi muncul dari dalam diri manusia, tetapi kemunculannya karena rangsangan atau dorongan oleh adanya unsur lain, dalam hal ini adalah dorongan untuk mencapai tujuan. Sedangkan pengertian mitovasi kerja adalah suatu kondisi yang berpengaruh untuk membangkitkan, mengarahkan, dan memelihara perilaku yang berhubungan dengan lingkungan kerja (Mangkunegara, 2000; dalam Nursalam, 2011).
Dokumentasi Asuhan Keperawatan adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh perawat dimulai dari proses pengkajian, diagnosa, rencana tindakan, tindakan keperawatan dan evaluasi yang dicatat baik berupa elektronik maupun manual serta dapat dipertanggungjawabkan. Dibandingkan dengan paper
based, dokumentasi elektronik lebih cepat, tepat waktu, serta jelas dalam
memberikan informasi tentang tindakan yang telah diberikan. Keuntungan dari penggunaan komputer antara lain lebih akurat, menghemat waktu pengisian, sangat mudah dalam penggunaannya dan dokumen lebih berkualitas. Dokumentasi asuhan keperawatan paper based memiliki beberapa kelemahan anatara lain rendahnya kualitas pencatatan, waktu pengisisan formulir relatif lebih lama dan memerlukan ruang yang luas untuk menyimpannya (Vonny, 2007).
METODE
3
penelitian ini adalah seluruh perawat di RSUD Banyumas jawat tengah dengan jumlah 355 orang. Sampel dalam penelitian adalah 8 informan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. pendekatan yang paling refresentatif untuk penelitian kualitatif.
Alat bantu yang digunakan peneliti adalah alat rekam suara,kamera untuk data penunjang, intrumen penelitian ini disajikan dalam wawancara mendalam dengan pernyataan terstruktur dan tertutup terkait mengetahui pelaksanaan sistem inforamasi manajemen keperawatan dan Mengetahui gambaran kualitas dokumentasi asuhan keperawatan Analisis data dengan data yang diperoleh dari hasil wawancara dikumpulkan, kemudian di bandingkan dengan hasil observasi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Evaluasi Dampak Sistem Informasi Manajemen Keperawatan terhadap Dokumentasi Asuhan Keperawatan
Pada bagian ini akan dipaparkan hasil dan pembahasan mengenai evaluasi dampak sistim informasi manajemen keperawatan terhadap dokumentasi asuhan keperawatan yang terdiri dari pelaksanaan SIMKEP, kualitas dokumentasi asuhan keperawatan, masalah yang terjadi pada SIMKEP, dan yang terakhir terkait solusinya.
Pelaksanaan Sistem Informasi Manajemen Keperawatan
Pada bagian ini akan dipaparkan tentang pelaksanaan sistim informasi keperawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas yang meliputi pengertian dan tahapan-tahapannya.
4
Sistem komputerisasi dokumentasi asuhan keperawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas menggunakan data-based yang mampu menyimpan data-data dari pengkajian hingga implementasi. Disampaikan oleh informan 6 bahwa pada awal tahun 2008 hanya terdapat 37 tindakan keperawatan yang tersimpan dalam data-based, akan tetapi sampai Tahun 2012 kemarin data-based
sudah mampu menyimpan 170 tindakan.
Berdasarkan pernyataan tersebut menunjukan bahwa pada setiap tahun untuk aplikasi dilakukan mengupgred ulang data untuk melakukan tindakan- tindakan baru yang harus perawat ketahui dan kekurangasn tindakan yang sebelumnya dilakukan oleh pasien dan dibutuhkan aplikasi - aplikasi yang di ungkapkan oleh penelitian oleh Latif (2003) tentang Aplikasi Software dalam Asuhan Keperawatan dan Klasifikasi Pasien di Rumah Sakit Daerah Panembahan Senopati Bantul Yogyakararta, manfaat yang diperoleh yaitu, pengelolaan manajemen lebih efektif, bagi perawat sangat membantu dalam pelayanan baik terhadap Asuhan keperawatan, Administrasi, maupun tindakan Keperawatan, serta peningkatan yang baik bagi teknologi keperawatan, yaitu dalam hal peningkatan kemampuan perawat untuk menjalankan program aplikasi software yang digunakan.
5
Kualitas Dokumentasi Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas
Berdasarkan hasil penlitian, mayoritas informan mengatakan bahwa kualitas dokumentasi asuhan keperawatan menggunakan sistem informasi keperawatan secara elektronik jauh lebih baik dibandingkan dengan manual. Hal tersebut sesuai dengan yang diungkapkan oleh CRNBC (2007), dengan memanfaatkan teknologi informasi, maka komunikasi antar petugas serta pertukaran data, dan pengolahan data akan lebih cepat, tepat, dan akurat sehingga akan memudahkan dalam pengambilan keputusan. Dengan demikian laporan yang diberikan menjadi lebih tepat waktu dan bermutu. Demikian juga dengan kualitas pelayanan akan meningkat.
Permasalahan Dokumentasi Asuhan keperawatan menggunakan Sistem Informasi Keperawatan
Permasalahan yang dihadapi terkait dokumentasi asuhan keperawatan menggunakan sistem informasi keperawatan berkaitan dengan SDM, dan software computer. Penelitian Gunawan (2011), menunjukan bahwa perangkat keras
(hardware) yang digunakan dalam sebuah sistem sangat berpengaruh terhadap
kinerja sistem tersebut hal ini merupakan salah satu penyebab terhambatnya akses komputer seperti loading yang lama, sofware yang tidak bisa terinstal (not
suported) dan lain sebagainya. pendidikan merupakan salah satu faktor umum
yang sangat mendasar yang mempengaruhi kinerja seseorang. Secara umum diungkapkan bahwa orang yang berpendidikan tinggi memiliki kinerja yang lebih baik dari pada orang yang berpendidikan rendah.
Solusi terhadap permasalahan Dokumentasi Asuhan keperawatan menggunakan Sistem Informasi Keperawatan
6
Berdasarkan keterangan yang diperoleh informan 3, 4, dan 5 terdapat permasalahan yang terkait dengan kurangnya kemampuan SDM untuk mengaplikasikan pendokumentasian asuhan keperawatan elektronik, dan tenaga perawat baru yang belum mengenal dokumentasi asuhan elektronik maka di cetuskan solsusi bagi perawat – perawat tersebut untuk mengikuti pelatihan – pelatihan, entah itu pelatihan yang diadakan pada jam kerja ataupun kamis/jum’at ilmiah guna meningkatkan penerapan keterampilan dalam pelaksanaan pendokumentasian keperawatan. Hal tersebut sejalan dengan teori yang diungakapkan oleh Handoko (1995) bahwa pelatihan bertujuan untuk memperbaiki penguasaan keterampilan-keterampilan dan tehnik pelaksanaan pekerjaan tertentu bagi karyawan, hendaknya organisasi melakukan atau memberikan pelatihan secara terencana dan teratur dengan baik agar pekerjaan dapat berhasil dengan optimal,
SIMPULAN DAN SARAN Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang evaluasi dampak sistem informasi manajemen keperawatan terhadap dokumentasi asuhan keperawatan di RSUD Banyumas tahun 2013, dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
7
Gambaran untuk kualitas dokumentasi asuhan keperawatan mendapatkan keuntungan untuk perawat dengan menggunakan dokumentasi asuhan keperawatan secara komputerisasi jauh lebih efektif pelayanan dan tindakan kepada pasien dan data yang di butuhkan lebih akurat dan untuk pasien mendapatkan keuntungan dari kejelasan dan transparansi tindakan yang sudah di lakukan, dalam prosesnya mulai dari pengkajian kemudian dimasukkan data ke computer dan komputerisasi mengolah sendiri apa yang sudah didapat dan computer pun akan memunculkan permasalah dan memberikan intervensi dan kemudian tinggal perawat yang melakukan implementasi, Perawat dan juga pasien itu sendiri, sehingga pengaruh yang di dapatkan setelah menggunkan sistem informasi manajemen keperawatan untuk perawat menjadi lebih pintar dan lebih banyak tindakan yang di lakukan, dengan didukung pendapat oleh perawat dengan adanya sistem informasi manajemen di RSUD Banyumas sangat menguntungkan baik pihak Rumah Sakit
Saran
Bagi Informan
Disarankan kepada semua informan lebih sering melakukan pelatihan – pelatihan untuk mendapatkan keterampilan dan ilmu yang belum di dapatkan yang dimana dari pihak rumah sakit atau di luar rumah sakit menyelenggarakan pelatihan – pelatihan tindakan keperawatan untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru.
Bagi Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas
8
Bagi Instansi Pendidikan
Hasil penelitian ini dapat memberikan bahan referensi untuk perpustakaan dan sebagai dasar bagi penelitian selanjutnya tentang evaluasi dampak sistem informasi manajemen keperawatan terhadap dokumentasi asuhan keperawatan.
Bagi Penelitian Lain
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan masukan dan referensi mengenai evaluasi dampak sistem informasi manajemen keperawatan terhadap dokumenyasi asuhan keperawatan
DAFTAR PUSTAKA
CRNBC.(2007) Nursing Documentation. College of Registered Nurses of Britis
Columbia.
De Vee, A. J. E. & Francke, A. L.(2010) Attitudes of nursing staff towards
electronic patient records: A questionnaire survey. International Journal
of Nursing Studies, 47, 846-854.
Gunawan. 2011. Membangun Firewall Pada Server Linux Cento S 5.5 Sebagai Security Jaringan Internet. Naskah Publikasi. Faklustas Teknik
Informatika Yogyakarta. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan
Komputer AMICOM Yogyakarta.
Handoko, T.H., 1995, Manajemen, Edisi 2, BPFE Yogyakarta. Hannah, K. J., White, P. A., Nagle, L. M. & Pringle, .(2009). D. M.
Kristanto.(2003) Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya. Yogyakarta, Gaya Media.
Kristiina Häyrinena, J. L., Kaija Saranto.(2010) Evaluation of electronic nursing
documentation—Nursing process model and standardized terminologies as
keys to visible and transparent nursing.
9
Kenyatta National Hospital, Kenya. Health Informatic in Developing
Countries, 3.
Latief , 2003. Analisis Aplikasi Software dalam Aasuhan Keperawatan dan Klasifikasi pasien di Bangsalrawat ianap RS Panembahan Senopati
Bantul,Skripsi FK UGM
Nursalam, (2011). Manajemen Keperawatan, UI Press, Jakarta, hal. 243. Ramachandra, H.(2003) Computer in Nursing. Nursing Jurnal of India. Samik, i,(2008). Pengantar Sistem informasi Management, Jakarta.
Vonny.(2007). Analisis Kesiapan Dokumentasi Asuhan Keperawatan Berbasis
Komputer di Rumah Sakit Panti Rapih. Yogyakarta Skripsi. Program Studi