• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dowload DAMPAK PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN TERHADAP KESETAN PASIEN DAN KUALITAS ipi119593

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Dowload DAMPAK PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN TERHADAP KESETAN PASIEN DAN KUALITAS ipi119593"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Dampak Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Terhadap Keselamatan Pasien Dan Kualitas Pelayanan Keperawatan ( Yulistiana Rudianti ) 1

DAMPAK PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

TERHADAP KESELAMATAN PASIEN DAN KUALITAS

PELAYANAN KEPERAWATAN

Oleh:

Yulistiana Rudianti

ABSTRAK

Pengembangan sistem informasi manajemen salah satunya adalah penggunaan

Electronic Medical

Record

(EMR). EMR merupakan rekam medis seumur pasien dalam format elektronik, dan bisa

diakses dengan komputer dari suatu jaringan dengan tujuan utama menyediakan atau meningkatkan

perawatan serta pelayanan kesehatan yang efisien dan terpadu. Dampak penggunaan EMR terhadap

keselamatan pasien dan kualitas pelayanan keperawatan yaitu memungkinkan perawat untuk

mengelola asuhan keperawatan secara efisien dan lebih berfokus memberikan pelayanan kepada

pasien dengan berprinsip pada keselamatan pasien. Peran perawat menjadi lebih optimal sebagai

wujud tanggung jawab perawat untuk mengantisipasi, mendeteksi dan mediator yang menjamin

keselamatan pasien. Keakuratan dan pengenalan terhadap adanya kesalahan tindakan pelayanan

kesehatan dengan cepat dapat diinformasikan oleh EMR yang mempunyai kemampuan lebih

dibandingkan dengan

electronic patient record

(EPR). Dampak lainnya adalah tantangan bagi perawat

untuk konsisten menyediakan lingkungan dan kualitas keamanan yang tinggi. Kesiapan dan keyakinan

yang positif diperlukan untuk bersama-sama memanfaatkan penggunaan EMR sesuai tujuan yang

diharapkan dalam organisasi.

A. Latar Belakang

Layanan kesehatan yang bermutu adalah harapan bagi

setiap pasien atau masyarakat yang membutuhkan

pelayanan kesehatan secara cepat dan tepat.

Perkembangan IPTEK dan arus globalisasi yang terus

mengalami perubahan membuat masyarakat semakin

terbuka untuk mendapatkan pelayanan kesehatan

sesuai kebutuhannya. Hal ini membawa konsekuensi

bagi suatu layanan kesehatan untuk mengelola

pemberian layanan kesehatan termasuk didalamnya

layanan keperawatan yang berfokus pada kebutuhan

pasien. Pelayanan keperawatan yang diselenggarakan

merupakan salah satu bagian penting yang memegang

peranan dalam layanan kesehatan yang secara

langsung dirasakan oleh pasien selama 24 jam. Menurut

Potter & Perry (2005) salah satu indikator kualitas

pelayanan kesehatan di rumah sakit adalah pelayanan

keperawatan yang berkualitas, keberhasilan pelayanan

tergantung dari partisitasi perawat dalam memberikan

pelayanan yang berkualitas bagi pasien.

Pada kenyataannya dalam sistem pelayanan kesehatan

terjadi masalah-masalah yang dapat menyebabkan

(2)

Dampak Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Terhadap Keselamatan Pasien Dan Kualitas Pelayanan Keperawatan ( Yulistiana Rudianti ) 2 sampai berat. Masalah tersebut antara lain kesalahan

dalam pengobatan, terjadinya luka tusuk atau luka iris

yang tidak disengaja, terjadinya dekubitus selama

perawatan dan infeksi akibat tindakan medik. Akibat

yang dialami oleh pasien akan menyebabkan terjadinya

kecacatan sampai kematian. Selain itu, biaya perawatan

pasien juga meningkat karena bertambahnya hari rawat

pasien. Melihat adanya masalah dan dampak yang

dialami pasien, maka perlu peningkatan mutu pelayanan

yang berfokus pada keselamatan pasien. Keselamatan

pasien adalah suatu keadaan dimana pasien terbebas

dari resiko cedera saat berinteraksi dengan sistem

pelayanan kesehatan. Tenaga kesehatan sebagai

pemberi layanan kesehatan termasuk dokter dan

perawat mempunyai tanggung jawab untuk

mengantisipasi, mendeteksi dan mediator untuk

menjamin keselamatan pasien. Perawat sebagai tenaga

kesehatan profesional yang berinteraksi langsung

dengan pasien mempunyai peran untuk membantu

pasien mendapatkan haknya dalam keselamatan diri.

Pelayanan yang berprinsip pada keselamatan pasien

menandakan bahwa pelayanan yang diterima pasien

diberikan secara tepat dan bermutu serta sesuai dengan

standar operasional prosedur yang telah ditetapkan.

Perkembangan teknologi dan penggunaannya dalam

penyelenggaraan pelayanan kesehatan merupakan

suatu inovasi yang sedang terjadi dewasa ini termasuk di

Indonesia. Teknologi informasi dimungkinkan dapat

berperan untuk meningkatkan kewaspadaan, mengelola

masalah klinis yang terjadi, dan meningkatkan

kepatuhan dalam memberikan pelayanan kesehatan

sesuai standar operasional prosedur. Teknologi dapat

secara efektif digunakan dalam pelayanan kesehatan

untuk meningkatkan proses, standar, dan protokol untuk

menghasilkan hasil yang lebih baik dan meningkatkan

keselamatan pasien (Mason, Leavitt, & Chaffee, 2007

dikutip oleh Krummen, 2010). Electronic Medical Record

(EMR) adalah rekam medis seumur hidup pasien dalam

format elektronik, dan bisa diakses dengan komputer

dari suatu jaringan dengan tujuan utama menyediakan

atau meningkatkan perawatan serta pelayanan

kesehatan yang efisien dan terpadu. Sistem informasi

rekam medik eletronik memberi kemudahan-kemudahan

dalam mendata segala sesuatu tentang pasien untuk

dibutuhkan dengan cara yang cepat. Namun sebaliknya

juga terdapat kelemahan-kelemahan dalam

mengoperasikannya karena membutuhkan biaya yang

mahal, perlu sistem jaringan dan sistem keamanan yang

kuat. Perawat sebagai bagian dari tenaga kesehatan

dapat memanfaatkan penggunaan EMR untuk

mengelola pemberian asuhan keperawatan lebih efisien.

Penggunaan EMR memungkinkan perawat dengan

akses yang cepat dan tepat dapat memperoleh

gambaran yang lebih baik tentang kondisi kesehatan

pasien dan perkembangan. Selain itu memungkinkan

perawat untuk menghabiskan lebih banyak waktu

memberikan pelayanan langsung kepada pasien.

B. Kajian literature.

1. Elektronic Medical Record (EMR)

Menurut PERMENKES No: 269/MENKES/PER/III/2008

yang dimaksud rekam medis adalah berkas yang berisi

catatan dan dokumen antara lain identitas pasien, hasil

pemeriksaan, pengobatan yang telah diberikan, serta

tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada

pasien. Catatan merupakan tulisan-tulisan yang dibuat

oleh dokter mengenai tindakan-tindakan yang dilakukan

kepada pasien dalam rangka palayanan kesehatan.

Bentuk Rekam Medis dalam berupa manual yaitu tertulis

lengkap dan jelas dan dalam bentuk elektronik sesuai

ketentuan. Rekam medis terdiri dari catatan-catatan data

pasien yang dilakukan dalam pelayanan kesehatan.

Catatan-catatan tersebut sangat penting untuk

pelayanan bagi pasien karena dengan data yang

(3)

Dampak Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Terhadap Keselamatan Pasien Dan Kualitas Pelayanan Keperawatan ( Yulistiana Rudianti ) 3 keputusan baik pengobatan, penanganan, tindakan

medis dan lainnya.

Electronic Medical Record (EMR) adalah rekam medis

seumur pasien dalam format elektronik, dan bisa diakses

dengan komputer dari suatu jaringan dengan tujuan

utama menyediakan atau meningkatkan perawatan serta

pelayanan kesehatan yang efisien dan terpadu. Sistem

informasi rekam medik elektronik adalah sistem

penyimpanan informasi secara elektronik mengenai

status kesehatan serta pelayanan kesehatan,yang

diperoleh pasien sepanjang hidupnya dan tersimpan

sedemikian hingga dapat melayani berbagai pengguna

rekam yang sah (Shortliffe, 2001 dikutip oleh Sundari

2009). American Academy of Nursing (AAN) dalam

rangka mengubah lingkungan rumah sakit yang berfokus

pada kebutuhan pasien mengeluarkan pernyataan agar

arsitek dan vendor bekerja sama dengan perawat, dokter

dan perawat departemen yang lain antara lain farmasi

dan laboratorium untuk memastikan pendekatan

sistem-luas dalam memenuhi kebutuhan pasien (Krummen,

2010). AAN meyakini bahwa teknologi kesehatan harus

memungkinkan perawat untuk lebih banyak

menghabiskan dalam memberikan pelayanan langsung

kepada pasien, daripada mengumpulkan, mencari

informasi dan koordinasi dengan tenaga layanan

kesehatan lain. EMR dapat mencakup banyak informasi

seperti demografis, kontak darurat, asuransi, afiliasi

rohani, obat dan alergi, hasil laboratorium dan riwayat

medis pasien saat rawat inap. Riwayat rawat inap

merupakan dokumentasi pasien mencakup penilaian

tanda-tanda vital, rencana perawatan, dan pendidikan.

Hal ini dapat digunakan sebagai informasi untuk melacak

riwayat pasien rawat inap dan menunjang komunikasi

antara semua disiplin ilmu pelayanan kesehatan.

Pengggunaan EMR harus mencakup keamanan

computer atau computer security yang terdiri dari empat

aspek, yaitu privacy atau Confidentiality, integrity,

autentikasi, dan availability ketersediaan. Selain itu juga

aspek control yaitu aspek yang menekankan pada cara

pengaturan akses terhadap informasi. Access control

dapat mengatur siapa-siapa saja yang berhak untuk

mengakses informasi atau siapa-siapa saja yang tidak

berhak untuk mengakses informasi. Beberapa hal yang

membuat sistem informasi medis berbeda dengan

sistem informasi lainnya antara lain adalah Kompleksitas

(Complexity) dan Kepercayaan (Reliability). Keamanan

dan tentunya perlindungan terhadap privasi, tidak dapat

diperoleh kecuali sistem komputer yang berkaitan dapat

dipercaya (reliable). Sistem EMR yang telah

memasukkan ketentuan kenyamanan untuk menandai

error yang mungkin terjadi dan secara cepat

memperbaikinya, mengingat menandai masukan yang

meragukan pada kertas itu mudah. Sebuah EMR yang

baik dapat mendistribusikan perbaikan yang dibuat

secara otomatis ke seluruh tujuan yang memiliki data

yang error. Karena dalam sebuah EMR terdapat lebih

sedikit transkripsi, maka lebih sedikit mata yang memiliki

kesempatan untuk menemukan error, sehingga error

tersebut lebih sulit dikenali dalam sebuah EMR. Suatu

perbedaan antara electronic patient record (EPR)

dengan electronic medical record, yaitu

diperhitungkannya aspek interoperability pada electronic

medical record atau EMR. Electronic Medical Record

(EMR) melakukan restrukturisasi dan optimasi dari

dokumen-dokumen pada tingkatan sebelumnya dengan

memastikan kemampuan interoperasi (interoperability)

dari semua sistem dokumentasi.

2. Dampak Penggunaan EMR Terhadap

Keselamatan Pasien dan Kualitas Pelayanan

Keperawatan

Penerapan teknologi dengan Electronic Medical Record

(EMR) sebagai fasilitas pelayanan kesehatan

berkontribusi untuk meningkatkan kualitas pelayanan

(4)

Dampak Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Terhadap Keselamatan Pasien Dan Kualitas Pelayanan Keperawatan ( Yulistiana Rudianti ) 4 dimanfaatkan sebagai sumber informasi bagi perawat

untuk mengatur data alur kerja dan

memungkinkanperawat untuk lebih lebih sabar dalam

memberikan pelayanan keperawatan secara langsung

kepada pasien. Pemberian obat di atas kertas dapat

menyebabkan kesalahan (Stone, 2005, dikutip oleh

Krummen 2010). EMR dimaksudkan untuk melayani

sebagai mekanisme untuk meningkatkan kualitas

penjagaan yang diberikan kepada pasien, membantu

memfasilitasi komunikasi yang efektif dan meningkatkan

dampak keselamatan pasien secara positif melalui

pengurangan kesalahan pengobatan dan memberikan

tambahan cek dan keseimbangan dalam alur kerja

harian. Memudahkan mengambil keputusan klinis,

menjadi komponen interaktif perawatan pasien yang

mendorong untuk pendokumentasian tindakan

perawatan, dan menganalisa perawatan. Sebuah studi

melaporkan bahwa penggunakan online dokumentasi

klinis mengurangi jumlah waktu yang dihabiskan untuk

tugas-tugas seperti mencatat sebanyak 50% (Deese &

Stein, 2004). Hal ini menggambarkan bahwa perawat

mempunyai tambahan waktu untuk meningkatkan

kinerjanya yaitu meningkatkan kualitas dan ketepatan

waktu perawatan pasien. EMR memungkinkan terjadinya

komunikasi yang efektif sebagai komponen kunci dari

kolaborasi antara disiplin ilmu dan menyediakan seluruh

catatan pasien dengan kontinum dan holistik. Teknologi

komputer semakin diandalkan untuk meningkatkan

efisiensi, kualitas perawatan dan keakuratan

dokumentasi (Korst,Eusebio-Angeja, Chamorro, Aydin, &

Gregory, 2003).

Penggunaan EMR mengakibatkan peningkatan akurasi

sehingga meningkatkan keamanan terhadap

keselamatan pasien. Ward-McKnight (2008) menyatakan

perawat secara konsisten ditantang untuk menyediakan

lingkungan dan kualitas keamanan yang tinggi untuk

perawatan pasien. EMR memberikan kontribusi untuk

perbaikan perawatan pasien dengan menyediakan

pengetahuan real-time, menghilangkan catatan tulisan

tangan yang menyebabkan kesalahan seperti tulisan

tangan yang tak terbaca dan memberikan informasi

keseluruhan dari pasien catatan. Dokumentasi tersebut

dapat dibaca dan terorganisir dengan komprehensif,

konsisten, standar terminologi dalam suatu sistem yang

mudah dinavigasi. Melalui akses yang tepat terhadap

informasi, perawat dapat melihat dokumen elektronik

dan mendapatkan gambaran yang lebih baik dari masa

lalu dan saat sekarang mengenai kondisi pasien.

Manfaat EMR secara luas meliputi informasi yang

mendukung perawatan pasien, sebagai sebuah laporan

legal dari tindakan medis, informasi yang mendukung

pendidikan dan penelitian, dan mendukung manajemen

pelayanan kesehatan untuk menetapkan pembiayaan

dalam pelayanan kesehatan.

Salah satu kekhawatiran dengan EMR adalah keyakinan

perawat yang ditantang untuk menggabungkan EMR ke

dalam alur kerja mereka. Ada kekhawatiran bahwa

dengan komputer menyebabkan gangguan dalam

pelayanan perawatan pasien. Perawat akan lebih

mengadakan interaksi dan berbicara dengan komputer

dan bukan pasien, menghilangkan sentuhan dan

personal humanistik keperawatan. Dilema lain adalah

kurangnya keterlibatan dokter dan bagaimana hal ini

akan mengubah alur kerja mereka. Hal ini memerlukan

proses pengenalan perawat terhadap sistem elektronik

yang baru sehingga menjadi akrab dengan arus sistem

dan meningkatkan keyakinan perawat untuk

mendapatkan menggunakannya sebelum perubahan

lebih dilakukan.

C. Pembahasan

Penggunaan Electronic Medical Record (EMR) yang

merupakan perubahan penggunaan rekam medis secara

(5)

Dampak Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Terhadap Keselamatan Pasien Dan Kualitas Pelayanan Keperawatan ( Yulistiana Rudianti ) 5 komputerisasi memerlukan pertimbangan yang tinggi

dalam perencanaan dan penyelenggarannya. Perlu

diketahui secara mendetail manfaat penggunaan EMR

dalam pelayanan kesehatan. Rekam medis sebagai

catatan dan dokumen penting yang berisi keseluruhan

catatan kondisi dan perkembangan kesehatan pasien

harus dapat dipertanggungjawabkan oleh pemberi

layanan kesehatan yang terlibat memberikan pelayanan

kepada pasien.

Penggunaan rekam medis secara manual berupa

catatan kertas mempunyai masalah yaitu lama dalam

pencarian data atau memberikan informasi bila

dibutuhkan dengan segera dan kesulitan mengumpulkan

data pasien yang kompleks dan terpecah-pecah.

Sedangkan EMR menggambarkan catatan kondisi

kesehatan pasien dalam format elektronik, dan bisa

diakses dengan komputer dari suatu jaringan dengan

tujuan utama menyediakan atau meningkatkan

perawatan serta pelayanan kesehatan yang efisien dan

terpadu. Selain itu dengan penggunaan rekam medis

manual, penggunaan telepon dan percakapan menjadi

fasilitas penting untuk diskusi dan pertukaran informasi

untuk membuat keputusan pelayanan pasien. Tetapi

setelah menggunakan EMR, tenaga kesehatan yang

terlibat dalam asuhan pasien cukup melihat EMR untuk

mendapatkan rangkuman medis pasien dan dengan

cepat membuat keputusan. Manfaat EMR dapat

dirasakan baik oleh tenaga kesehatan sebagai pemberi

pelayanan kesehatan juga bagi pasien untuk

mendapatkan keamanan dan keselamatan selama

menerima pelayanan. Bagi tenaga kesehatan terutama

perawat, pengelolaan asuhan keperawatan menjadi lebih

efisien, mempermudah mendapatkan informasi pasien

dan melakukan analisa dengan cepat dan tepat.

Peran perawat untuk memberikan pelayanan yang

berfokus pada pasien menjadi lebih optimal termasuk

tanggung jawab perawat untuk mengantisipasi,

mendeteksi dan mediator yang menjamin keselamatan

pasien. Pasien akan mendapatkan pelayanan dan

tindakan medis sesuai dengan kondisi dan

kebutuhannya berdasarkan data yang diinput dan

dikelola EMR. Selain itu EMR mempunyai akurasi yang

cukup tinggi, memiliki kesempatan untuk menemukan

error, dan kemampuan interoperasi (interoperability) dari

semua sistem dokumentasi. Namun dibalik

perkembangan dan kemudahan yang ditawarkan dengan

penggunaan EMR, juga terdapat kelemahan-kelemahan

dalam mengoperasikannya. Penggunaan dengan EMR

membutuhkan biaya yang mahal dan diperlukan sistem

jaringan serta sistem keamanan yang kuat. Berdasarkan

uraian di atas diperlukan juga motivasi perawat untuk

berubah dan keyakinan terhadap penggunaan teknologi

EMR serta kerjasama dari semua yang terlibat dalam

pemberian pelayanan kesehatan kepada pasien.

Kerjasama dan keyakinan yang mantap terhadap

perubahan penggunaan suatu sistem akan

memampukan organisasi untuk mencapai tujuan

pelayanan yang diharapkan. Kualitas pelayanan

keperawatan dimungkinkan menjadi semakin meningkat,

demikian juga keselamatan pasien sebagai penerima

layanan kesehatan.

D. Penutup

1. Kesimpulan

Penggunaan Electronic Medical Record (EMR) oleh

penyelenggara kesehatan perlu mempertimbangkan

banyak faktor baik dari segi pemanfaatan maupun

kelemahan sistem tersebut. Analisa terhadap semua

pengguna EMR oleh tenaga kesehatan yang terlibat

dalam pelayanan kesehatan termasuk perawat menjadi

salah satu faktor penting selain kemampuan dalam

menyelenggarakan sistem elektronik tersebut yaitu

motivasi dan keyakinan perawat untuk berubah. EMR

(6)

Dampak Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Terhadap Keselamatan Pasien Dan Kualitas Pelayanan Keperawatan ( Yulistiana Rudianti ) 6 implikasi negatif pada pelayanan kesehatan pasien.

Teknologi baru dapat diterapkan dengan baik oleh

pengguna dengan memberikan pengetahuan dan

pemahaman yang tepat mengenai penggunaannya dan

adanya tujuan atau visi yang jelas sebagai visi bersama

dalam pelayanan kesehatan. Salah satu tujuan yang

dapat dicapai melalui penggunaan EMR adalah

peningkatan kualitas pelayanan keperawatan dan

peningkatan keselamatan pasien. Para perawat bersama

semua tim yang terlibat dalam pelayanan kesehatan

mempunyai keseragaman dan keyakinan yang positif

untuk memanfaatkan penggunaan EMR secara optimal

untuk memberikan yang terbaik kepada pasien dan

masyarakat.

2. Saran

a.Bagi pengguna Electronic Medical Record (EMR)

selalu mengadakan evaluasi terhadap penggunaan

EMR dan mensosialisakan keberhasilan

peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat

atau instansi yang belum menggunakannya.

b.Bagi penyelenggara kesehatan yang mempunyai

keinginan untuk berubah sesuai kemajuan sistem

informasi manajemen terutama bidang

keperawatan perlu melakukan pertimbangan dan

mengenal sistem EMR lebih lanjut.

DAFTAR PUSTAKA

Ann M. Mayo, Denise Duncan. (2004). Nurse

perceptions of medication errors what we need to know

for patient safety. J Nurs Care Qual. Lippincott Williams

& Wilkins.

Bowers, Colleen Nina, M.A. (2008). Nurses working in

the 21st century in a digital world. Royal Roads

University (Canada), 133 pages; AAT MR35382.

Douglas Page. (2010). Integration: Linking Infection

Control and EMRs. Hospitals & Health Networks;

ABI/INFORM Global.

Krummen, M. (2010). The impact of the electronic

medical record on patient safety and care. United

States-Kentucky, Northern Kentucky University.

Michael F. Furukawa, T. S. Raghu, Benjamin B. M.

Shao. (2010). Electronic medical records and cost

efficiency in hospital medical-surgical units. Excellus

Health Plan, Inc. ISSN 0046-9580 10.5034/inquiryjrnl.

Peraturan Menteri Kesehatan RI No:

269/Menkes/Per/III/2008.

Potter, P.A., Perry, A.G. Alih bahasa: Asih, Yasmin, dkk.

(1997/2005). Buku ajar Fundamental Keperawatan:

Konsep, proses dan praktik. (Edisi 4), Jakarta: EGC.

Rizaldy Pinzon. (2007). Peran teknologi informasi untuk

meningkatkan keamanan pengobatan di rumah sakit.

Seminar Nasional Teknologi. Yogyakarta. Diperoleh dari:

http://digilib.unsri.ac.id/download/30%20%20peran%20te

knologi%20informasi%20untuk%20meningkatkan%20ke

amanan%20pengobatan%20di%20rumahsakit14082009.

pdf.

Ron Howard. (2009). Nurse acceptance and perception

of electronic medical record. Highland

Heights-Kentucky. Northern Kentucky University.

Sundari. (2009). Sistem informasi rekam medis.

Diperoleh dari:

http://sundari-isteminformasirekammedis.blogspot.com/2009/02/rekam

-medis-elektronik.html.

Swanburg. (2000). Pengantar Kepemimpinan dan

manajemen keperawatan; alih bahasa, Suharyati

Referensi

Dokumen terkait

Sebagai pelaku atau pemberi asuhan keperawatan, perawat dapat memberikan pelayanan keperawatan secara langsung dan tidak langsung kepada pasien dengan menggunakan

keselamatan pasien Pilih area prioritas pelayanan klinis untuk perbaikan..

Selain memanfaatkan fakta yang dihasilkan dari berbagai studi, implementasi keselamatan pasien dan mutu pelayanan kesehatan diharapkan dapat didorong oleh data keselamatan pasien

Pengelolaan sumber daya manusia sangat penting untuk memungkinkan pengiriman yang efisien dan pelayanan medis yang efektif dan untuk mencapai kepuasan pasien, penelitian

Masalah yang sering muncul dan dihadapi di Indonesia dalam pelaksanaan asuhan keperawatan adalah banyak perawat yang belum melakukan pelayanan keperawatan sesuai standar asuhan

4 Perawat melibatkan diri saya dan bekerja sama dengan pasien dalam melakukan asuhan keperawatan3. 5 Perawat bekerja sama dengan pasien dalam melakukan asuhan keperawatan tanpa

Handover merupakan bentuk komunikasi perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien, suatu metode untuk memberikan informasi yang relevan pada tim

Bagi Perawat diharapkan profesi perawat selalu berkoordinasi dengan tim kesehatan lainnya dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan