• Tidak ada hasil yang ditemukan

Journal Of Management, Accounting, Economic and Business

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Journal Of Management, Accounting, Economic and Business"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

210 | P a g e

TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KERIPIK TEMPE DI KOTA BATAM Jihan Veronika

1

,

2

Hikmah

1,2Program Studi Manajemen, Universitas Putera Batam, Batam [email protected]

Received: 11 Juli 2020; Accepted: 10 Agustus 2020; Published: 20 Agustus 2020

Abstract (Indonesia)

Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa dampak dari kualitas produk, promosi dan citra merek pada keputusan membeli tempe di kota di Batam baik sebagian maupun simultan. Dalam kajian ini penduduk membeli 204 senilai chip contoh di Batam sebanyak 204 responden dengan menggunakan menthod Jacob Cohen, sebagai variabel: kualitas produk (X1), promosi (X2), Brand Image (X3) dan keputusan pembelian (Y). metode analisis usedis linier regresi analisis yang berfungsi untuk menguji pada kebenaran YHE akhir hipotesis yang diajukan dalam studi ini.

Hipotetis pengujian dilakukan dengan F dan uji T. analisis data menggunakan perangkat lunak pengolah data statistik yang versi 26. Penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk memiliki dampak positif dan signifikan pada keputusan pembelian, promosi memiliki dampak positif dan signifikan pada keputusan pembelian, citra merek memiliki dampak positif dan signifikan pada keputusan pembelian. " Penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk, promosi dan citra merek secara bersamaan memiliki dampak yang signifikan terhadap keputusan untuk membeli tempe di kota Batam.

Kata kunci : Keputusan Pembelian; Kualitas Produk; Promosi; Citra Merek Abstract (English)

The purpose of this study is to know and analyze the impact of product quality, promotion and brand image on the decisions of buying tempeds in the city on Batam both partial and simultaneous. In this study the population bought 204 worth of sample chips in Batam as many as 204 respondents using the Jacob Cohen menthod, as of the variables: product quality (X1), promotion (X2), brand image (X3) and purchase decisions (Y). the method of analysis usedis a linier regression analysis that serves to test on yhe truth of late hypotheses posed in this study.

Hypothetical testing carried out with F and test T. Data analysis using a statistic data processing software that is version 26. Research shows that the quality of the product has a positive and significant impact on the decision of the purchase, promotion has a positive and significant impact on the decision of the purchase, brand image has a positive and significant impact on the decision of the purchase. Research shows that the quality of the product, promotion and brand image simultaneously have significant impact on the decision to buy tempeds in the city of Batam.

Key words : Purchase Decisions; Product Quality; Promotion; Brand Image

(2)

211 | P a g e PENDAHULUAN

Di era globalisasi sekarang, kepentingan pasar sangat diperlukan perusahaan dalam memenuhi kepuasan pelanggan dan kepuasan pasar. Banyaknya dunia bisnis membuat kompetisi yang yang sangat banyak. Produk yang bisa memperoleh kepuasan yang semakin tinggi konsumen akan bertahan dalam kompetisi dipasaran. Setiap usaha harus mempunyai kelebihan dan kekurangan baik dalam hal kualitas produk, promosi dan citra merek agar menghasilkan pendapat keputusan pembeli untuk mendapatkan barang yang akan menciptakan kepuasan konsumen.

Dari tahun ke tahun perkembangan dunia usaha sangat pesat, salah satunya di dunia pemasaran sangat penting untuk kemajuan suatu perusahaan. Jika perusahaan telah menghasilkan sebuah barang maka bagaimana cara perusahaan tersebut untuk memasarkan produk yang telah dihasilkan untuk mendapatkan keuntungan. Untuk itu perusahaan harus mempunyai ide yang kreatif agar bisa mencapai minat beli konsumen yang tinggi. Dalam memasarkan produk sangat diperlukan karena untuk tercapainya suatu keberhasilan perusahaan. Perusahaan harus dapat mengetahui yang diinginkan dan dibutuhkan oleh konsumen sebelum menghasilkan suatu barang, agar barang yang telah di produksi oleh perusahaan dapat bermanfaat bagi konsumen (Napik, 2018).

Kehidupan yang dijalani sekarang ini sangat berpengaruh terhadap pola piker konsumen terhadap keputusan pembelian produk. Dalam kondisi seperti ini, keputusan memilih barang atau makanan sangat dipengaruhi oleh pengembangan sumber daya manusia serta kualitas produk, promosi dan citra merek yang akan menjadikan keputusan pembelian konsumen.

Kualitas produk merupakan kunci dari konsumen yang berbelanja suatu barang. Kualitas produk juga berpengaruh dengan manfaat pada suatu barang, pembeli juga dapat menilai suatu produk secara langsung.

Kualitas produk yang bagus akan menjamin dampak yang bagus kepada pembeli karena sesuai harapan dan keinginan konsumen, dan juga membawa hasil yang baik bagi perusahaan.

Kualitas produk saja tidak bisa meyakinkan konsumen dalam menilai suatu produk, maka dari itu untuk meyakinkan konsumen dengan melakukan promosi supaya pelanggan bisa mengenali barang yang telah diciptakan. Maka dari itu produsen dapan membuat strategi promosi yang baik agar masyarakat bisa mengetahui produk dan juga mengetahui keunggulan produk tersebut. Promosi dapat di katakana arus informasi yang dilakukan oleh perusahaan yang dibuat untuk mengarahkan konsumen untuk melakukan tindakan yang dapat menciptakan pertukaran suatu barang dengan pembayaran dalam pemasaran.

Selain dilakukan promosi, citra merek juga merupakan kondisi yang berarti dalam sebuah barang. Karena citra merek dapat dikatakan persepsi masyarakat terhadap suatu merek perusahaan yang ditawarkan.

Dikalangan masyarakat minat beli konsumen banyak dipengaruhi salah satunya dari merek barang tersebut, industri yang menciptakan merek yang positif akan menghasilkan minat seseorang atau kepercayaan seseorang terhadap barang yang ditawarkan.

Merek yang telah populer di lingkungan masyarakat dapat mendapatkan kesan yang baik pada benak seseorang. Merek juga bisa dijadikan kualitas dan mutu pada suatu barang yang akan diperoleh oleh seseorang.

dengan adanya citra tertentu, pembeli bisa melihat perbedaan barang dan memastikan pilihan. Kepercayaan

(3)

212 | P a g e

pembelian terhadap suatu barang, maka produsen bisa memberikan produk dengan merek yang mudah diingat dan menarik.

Berikut adalah tabel Penjualan Keripik Tempe Laksana periode 2019-2020 untuk penjualan keripik tempe Laksana.

Tabel 1. Penjualan Keripik Tempe Laksana Tahun 2019 - 2020

Bulan Pencapaian

/Hari Pencapaian

/Bulan Pendapatan

Penjualan /Bulan

April 43 kg 1.290 kg Rp. 64.500.000

Mei 45 kg 1.350 kg Rp. 67.500.000

Juni 43 kg 1.290 kg Rp. 64.500.000

Juli 38 kg 1.140 kg Rp. 57.000.000

Agustus 38 kg 1.140 kg Rp. 57.000.000

September 36 kg 1.080 kg Rp. 54.000.000

Oktober 36 kg 1.080 kg Rp. 54.000.000

November 33 kg 990 kg Rp. 49.500.000

Desember 32 kg 960 kg Rp. 48.000.000

Januari 28 kg 840 kg Rp. 42.000.000

Febuari 19 kg 570 kg Rp. 28.900.000

Maret 19 kg 570 kg Rp. 28.900.000

Sumber : Data Primer Pemilik Usaha Keripik Tempe “Laksana” ( 2019-2020)

Dari tabel diatas diperoleh pada penjualan dari bulan ke bulan terjadi penurunan dan meningkat pada saat bulan tertentu saja seperti pada bulan Juni karena adanya hari besar seperti hari raya. Sementara itu pada bulan lainnya menurun apalagi pada tahun 2020 sedang terjadinya dampak virus yang sedang melanda Indonesia termasuk di kota Batam ini, jadi banyak pengusaha yang terkena dampaknya salah satunya pengusaha keripik tempe Laksana ini dan hasil pendapatannya semakin sedikit padahal hasil penjualan ini sangat diperlukan oleh pengusaha produk tersebut. Tanpa adanya penjualan oleh konsumen pengusaha produk tersebut sulit untuk membayar upah karyawan yang bekerja dalam pembuatan keripik tempe tersebut. Maka dari itu perlu dilakukan peningkatan baik dari kualitas produknya, promosi yang dilakukan untuk menarik pelanggan, dan merek pada produk tersebut untuk menghasilkan keputusan pembelian.

KAJIAN TEORI Kualitas Produk

Kualitas produk merupakan keadaan tentang suatu barang yang akan dijual dari perusahaan yang sudah memiliki kualitas mutu yang tinggi dan tidak dimiliki oleh produk yang dikeluarkan oleh perusahaan pesaing, jadi perusahaan yang membuat produk tersebut lebih memfokuskan kualitas produk yang dihasilkan dan sebelum

(4)

213 | P a g e

tampilan yang menarik dan penampilan yang terbaik belum tentu kualitas produk tersebut tinggi (Supriyadi, Wahyu, 2017 : 75). Kualitas produk merupakan kualitas yang bisa di coba oleh seseorang ketika membeli barang yang dipasarkan dari perusahaan apabila barang dan jasa yang disediakan dari perusahaan sudah memberikan kualitas yang bagus, dan merupakan pemahaman yang dirasakan oleh konsumen sehingga barang yang dipromosikan dari perusahaan mempunyai mutu jual yang tinggi atau nilai produk yang dijual lebih tinggi dari pada produk pesaing (Fatmawati, 2017 : 3).

Indikator Kualitas Produk

Berdasarkan (Gerung, Sepang, 2017) Indikator kualitas produk terdapat 5 indikator untuk menilai kualitas produk sebagai berikut :

1. Kemampuan Produk

Upaya suatu barang untuk memikat seseorang agar mempunyai minat beli terhadap suatu produk.

2. Fungsi Produk

Minat beli konsumen terhadap suatu produk yang disebabkan karena melihat fungsi suatu produk yang bermanfaat bagi konsumen.

3. Kelebihan Produk

Unggulnya suatu produk yang mempunyai daya jual yang tinggi sehingga mempunyai nilai lebih dibanding produk pesaing.

4. Daya Tahan Produk

Usia yang terdapat dalam suatu produk seperti banyaknya dalam penggunaan suatu barang sebelum rusakya barang, barang yang tidak gampang cacat berarti kualitas produk tersebut bagus.

5. Nilai Produk

Pembeli akan mendapatkan fungsi dari suatu barang dan pembeli juga akan memberikan nilai terhadap barang tersebut.

Promosi

Promosi adalah suatu tindakan bertujuan untuk menyampaikan atau memberitahukan barang maupun jasa ke target yang tepat seperti pasar sasaran kemudian menyampaikan penjelasan tentang manfaat, keuntungan, keunggulan, tentang keberadaan produk tersebut, untuk memberikan dorongan agar mau membeli produk atau jasa tersebut (Astuti, 2017 : 17). Promosi merupakan bentuk komunikasi yang dilakukan antara penjual dan pembeli dengan memberitahukan tentang keterangan suatu barang baik produk ataupun jasa dengan tujuan untuk merubah sikap konsumen dengan suatu barang yang konsumen tidak mengetahui tentang produk tersebut menjadi mengetahui produk tersebut sehingga konsumen membeli produk yang ditawarkan dan konsumen dapat mengingat produk tersebut (Ansah, 2017 : 183). Kesimpulan dari pendapat para ahli adalah promosi adalah tindakan yang sangat penting dikerjakan dengan penjual dan pembeli, agar dapat memberitahukan dan menginformasikan ke masyarakat tentang produk yang akan dijual oleh perusahaan agar

(5)

214 | P a g e

perusahaan bisa dilakukan memalui iklan, penyebaran brosur bahkan bisa dilakukan secara langsung.

Indikator Promosi

Menurut (Supriyadi, Wahyu, 2017 : 77) Indikator-indikator dalam mengukur promosi adalah sebagai berikut :

1. Periklanan

Suatu kelancaran dalam proses penjualan dengan cara melakukan hubungan baik dengan konsumen melalui informasi-informasi yang diberikan tentang pejualan yang akan di pasarkan.

2. Promosi Penjualan

Cara yang digunakan untuk kelangsungan dalam proses penjualan dengan cara memasarkan produk perusahaan dengan cara membujuk, memberikan informasi, dan mempengaruhi konsumen.

3. Hubungan Masyarakat

Sebuah cara untuk menjalin komunikasi antara penjual dan pembeli guna untuk membangun dan mempertahankan reputasi merek produk tersebut.

4. Penjualan Personal

Penjualan langsung antara penjual dan pembeli dengan cara bertemu langsung untuk memperkenalkan produk yang akan di jual ke konsumen.

5. Pemasaran Langsung

Dimana perusahaan melakukan pemasaran produk dengan cara pengiklanan dengan pelanggan secara langsung dengan barang yang akan dipromosikan.

Citra Merek

Citra merek adalah ingatan yang berasal dalam pikiran seseorang tentang suatu barang yang bersifat positif maupun bersifat negatif, jika merek yang terdapat bersifat positif maka konsumen lebih yakin terhadap produk tersebut dan memberikan manfaat yang lebih bagi konsumen karena produk tersebut sudah di kenal oleh masyarakat, dan begitupun sebaliknya jika merek yang terdapat bersifat negatif maka konsumen tidak percaya pada barang tersebut dan pembeli akan mempertimbangkan ketika ingin membeli produk tersebut (Gifani &

Syahputra, 2017 : 85). Citra merek adalah kepercayaan seseorang dalam membeli suatu barang yang timbul dari dalam benak konsumen yang membedakan dengan merek pesaing khususnya dibagian label, kemasan, lambang, logo khusus, maka itu merupakan pertimbangan penting bagi perusahaan ketika ingin memberikan merek pada produk yang akan dipasarkan, karena merek mempunyai pengaruh penting ketika konsumen ingin membeli suatu produk (Venessa & Arifin, 2016 : 45).

(6)

215 | P a g e

Menurut (Wulandari & Iskandar, 2018 : 14) Indikator-indikator citra merek : 1. Produk Berkualitas

Produk yang mempunyai merek tertentu produk tersebut berkualitas, apalagi jika merek yang sudah terkenal tentu produk sudah terjamin berkualitas.

2. Merek Mudah Didapatkan

Jika mengetahui merek yang terdapat dalam produk, tentu produk tersebut mudah didapatkan.

3. Menjalin Hubungan Baik Dengan Konsumen

Perusahaan yang sudah berdiri tidak akan mendapatkan penghasilan jika tidak ada konsumen.

4. Merek yang Kuat Dalam Pikiran Konsumen

Munculnya suatu merek dalam pikiran konsumen akan mempu menciptakan image atau kesan yang positif terhadap produk tersebut.

5. Merek yang Dapat Dipercaya

Produk yang sudah mempunyai merek yang terkenal konsumen akan lebih mempercayai produk tersebut.

6. Merek Mudah untuk Dikenali

Merek yang sudah terkenal tentu konsumen lebih mudah untuk mengingat produk, maka produk seharusnya diberi merek yang jelas dan menarik.

7. Merek Memberikan Manfaat Lebih

Merek yang sudah ada kemungkinan akan memberikan manfaat, dengan mengasih nama label menghasilkan jenis suatu barang akan makin terjaga dan makin stabil.

Keputusan Pembelian

Keputusan pembelian yakni dimana suatu metode dalam mengambil kepastian ketika mendapatkan suatu barang atau jasa dengan adanya kesadaran penuh atas harapan dan keperluan terhadap produk yang ingin dibeli, kemudian konsumen melakukan beberapa tahapan ketika ingin membeli suatu produk dan sampai dengan tahap pasca pembelian (Marlina, 2018 : 119). Keputusan pembelian adalah suatu keputusan yang dikerjakan bagi seseorang dalam bentuk keinginan dan kebutuhan dari suatu barang yang bisa dipengaruhi oleh budaya, keluarga maupun lingkungan yang akan mempengaruhi diri sendiri saat menunaikan belanja suatu barang dalam bentuk barang ataupun jasa (Merentek, 2017).

Indikator Keputusan Pembelian

Menurut (Gerung, Sepang, 2017) Indikator-indikator keputusan pembelian : 1. Keinginan Suatu Produk

Kebutuhan pada suatu barang atau jasa yang bisa dikatakan keinginan seseorang pada sesuatu yang belum terpenuhi.

(7)

216 | P a g e

Memilih beberapa produk sebelum melakukan pembelian agar ketika sudah dibeli tidak akan ada penyesalan terhadap produk yang dipilih.

3. Hasil dari Keputusan Pembelian

Dimana suatu produk yang telah dipasarkan dengan berbagai macam promosi baik dari merek maupun penampilan yang akan menarik konsumen dan terjadi proses pembelian atau tidak membeli produk tersebut.

4. Kepuasan Konsumen

Setelah dilakukan keputusan pembelian tentunya konsumen sudah memilih barang yang telah dibeli dan ada rasa puas setelah memilih barang yang disukai.

5. Loyal terhadap Produk

Ketika konsumen membeli barang dan barang tersebut kualitasnya bagus dan disukai oleh konsumen, pastinya konsumen tersebut akan membeli pruduknya lagi.

Kerangka Pemikiran

H1 H2

H3

H4

Gambar 1. Kerangka Pemikiran Sumber : Peneliti (2020)

Hipotesis

H₁:Kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian keripik tempe di Kota Batam.

H₂:Promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian keripik tempe di Kota Batam.

H₃:Citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian keripik tempe di Kota batam.

H₄:Kualitas produk, Promosi dan Citra merek secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian keripik tempe di Kota Batam.

Kualitas Produk

Promosi

Citra Merek

Keputusan Pembelian

(8)

217 | P a g e Desain Penelitian

Dalam penelitian ini metode yang dilakukan oleh peneliti ini adalah analisis deskriptif yang menggunakan metode kuantitatif, yaitu dengan melakukan perhitungan yang berasal dari sampel yang sudah didapatkan melalui pertanyaan-pertanyaan yang telah dijawab dari responden baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Pada penelitian ini menggunakan desain yang berjenis deskriptif – kausalitas yang bagaimana penelitiannya diperoleh dengan menyusun sebuah penelitian dan untuk menentukan adanya sebab akibab pada variabel yang diteliti (Sanusi, 2011 : 14).

Operasional Variabel

Didalam penelitian ini, peneliti memakai dua jenis variabel, yakni : 1. Variabel Independen: Kualitas Produk (X₁), Promosi (X₂), Citra Merek (X₃) 2. Variabel Dependen: Keputusan Pembelian (Y)

Populasi dan Sampel

Populasi yang diambil pada penelitian ini adalah responden keripik tempe Laksana di Kota Batam.

Jumlah populasi tidak diketahui secara pasti, karena melihat dari penjualan yang setiap harinya berbeda-beda dan di pasarkan pada tempat yang berbeda-beda.Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah sampel insidental karena pada sampel ini responden yang diambil secara kebetulan bertemu dengan peneliti kemudian dapat dilakukan sebagai sampel, apabila responden tersebut ditemui dan cocok dengan sumber data (Sujarweni, 2015 : 87). Populasi pada penelitian ini tidak diketahui dengan pasti, maka untuk mendapatkan jumlah sampel memakai rumus Jacob Cohen dengan jumlah 204 orang.

Teknik Pengumpulan Data

Data primer merupakan data yang secara langsung di dapatkan dari sumbernya oleh peneliti dan biasanya data tersebut data yang sudah ada. Data primer juga berupa data yang didapatkan dengan hasil penyebaran kuesioner, observasi ataupun wawancara. Dan data yang didapatkan tersebut data yang paling terbaru.

Metode Analisis Data

Pada penelitian ini data penelitian memakai program yang bertujuan untuk melihat efek antar variabel, program yang digunakan yaitu program SPSS (Statistical Package for Social Sciences) versi 26. Ada berbagai uji yang dipakai dalam pengujian data yaitu: uji kualitas data, uji asumsi klasik dan uji pengaruh.

(9)

218 | P a g e Hasil Uji Validitas Data

Tabel 2. Hasil Uji Validitas Variabel Kualitas Produk

Pernyataan rhitung rtabel Keterangan

1 0.542 0.137 Valid

2 0.443 0.137 Valid

3 0.446 0.137 Valid

4 0.481 0.137 Valid

5 0.538 0.137 Valid

Sumber : Data Penelitian (2020)

Tabel 3. Hasil Uji Validitas Variabel Promosi

Pernyataan rhitung rtabel Keterangan

1 0.578 0.137 Valid

2 0.435 0.137 Valid

3 0.504 0.137 Valid

4 0.368 0.137 Valid

5 0.608 0.137 Valid

Sumber : Data Penelitian (2020)

Tabel 4. Hasil Uji Validitas Variabel Citra Merek

Pernyataan rhitung rtabel Keterangan

1 0.479 0.137 Valid

2 0.536 0.137 Valid

3 0.544 0.137 Valid

4 0.543 0.137 Valid

5 0.521 0.137 Valid

6 0.448 0.137 Valid

7 0.625 0.137 Valid

Sumber : Data Penelitian (2020)

Tabel 5. Hasil Uji Validitas Variabel Keputusan Pembelian

Pernyataan rhitung rtabel Keterangan

1 0.681 0.137 Valid

2 0.614 0.137 Valid

3 0.722 0.137 Valid

4 0.751 0.137 Valid

5 0.723 0.137 Valid

Sumber : Data Penelitian (2020)

(10)

219 | P a g e

tiap variabel melebihi nilai rtabel, dengan demikian dinyatakan semua pernyataan valid.

Hasil Uji Realibilitas

Tabel 6. Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Cronbach’s Alpha Keterangan

Kualitas Produk 0.653 Reliabel

Promosi 0.658 Reliabel

Citra Merek

Keputusan Pembelian 0.690

0.777 Reliabel

Reliabel Sumber : Data Penelitian (2020)

Hasil pada tabel diatas menunjukan bahwa variabel Kualitas Produk, Promosi, Citra Merek dan Keputusan Pembelian mempunyai Cronbach alpha lebih besar dari 0.6, sehingga dapat dikatakan semua konsep pengukuran variabel kualitas produk, promosi, citra merek dan keputusan pembelian yang digunakan dalam penelitian ini adalah reliabel.

Hasil Uji Normalitas

Tabel 7. Hasil Uji Normalitas

Sumber : Data Penelitian (2020)

Hasil pengujian normalitas kolmogrov-smirnov pada tabel diatas terdapat adanya nilai residual yang memiliki sebaran data yang normal. Ini dibuktikan dengan nilai signifikan uji kolmogrov-smirnov 0,200 > 0,05.

Maka data dalam penelitian ini menunjukkan berdistribusi normal.

Unstandardized Residual

N 204

Normal Parametersa,b Mean .0000000

Std. Deviation 2.42167336

Most Extreme Differences Absolute .055

Positive .027

Negative -.055

Test Statistic .055

Asymp. Sig. (2-tailed) .200cd

(11)

220 | P a g e

Tabel 8. Hasil Uji Multikolinearitas

Model Collinearity Statistics Kesimpulan

Tolerance VIF

Kualitas Produk 0.820 1.220 Tidak Terjadi Multikolinearitas

Promosi 0.810 1.235 Tidak Terjadi Multikolinearitas

Citra Merek 0.795 1.257 Tidak Terjadi Multikolinearitas Sumber : Data Penelitian (2020)

Dapat disimpulkan bahwa variabel kualitas produk memiliki nilai tolerance 0.820 > 0.10, sedangkan VIF memiliki nilai 1.220 < 10.00, variabel promosi memiliki nilai tolerance 0.810 > 0.10, sedangkan VIF memiliki nilai 1.235 < 10.00, variabel citra merek memiliki nilai tolerance 0.795 > 0.10, sedangkan VIF memiliki nilai 1.257 <

10.00. Dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak terjadi masalah multikolinearitas.

Hasil Uji Heteroskedastisitas

Tabel 9. Hasil Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized

Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 2,616 ,883 2,964 ,003

Kualitas Produk -,039 033 -,092 -1,187 ,237

Promosi

Citra Merek -,056

,038 ,046

,027 -,094

,113 -1,210

1,440 ,228 ,152 Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS 26 (2020)

Dari hasil pengujian heteroskedastisitas yang dilakukan pada SPSS 26 dengan menggunakan metode glejser, dapat disimpulkan bahwa variabel kualitas produk memiliki nilai signifikan 0.237 > 0.05, variabel promosi memiliki nilai signifikan 0.228 > 0.05, dan variabel citra merek memiliki nilai signifikan 0.152 > 0.05 menunjukkan bahwa variabel independen dalam penelitian ini tidak memiliki atau tidak terjadi gejala heteroskedastisitas.

(12)

221 | P a g e

Tabel 10. Hasil Uji Regresi Linear Berganda Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized

Coefficients T Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 3,876 1,438 2,694 0.08

Kualitas Produk ,223 ,053 ,259 4,204 ,000

Promosi

Citra Merek ,233

,245 ,075

,044 ,192

,352 3,096

5,626 ,002 ,000 Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS 26 (2020)

Berdasarkan tabel diatas diperoleh suatu analisis model estimasi regresi linier berganda yaitu Y = 3.876 + 0.223X₁ + 0.233X₂ + 0.245X₃.

Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)

Tabel 11. Hasil Uji Regresi Linear Berganda Model Summary

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1 ,615a ,378 ,369 2,440

Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS 26 (2020)

Berdasarkan tabel menunjukan hasil uji koefisien determinasi (R²) memiliki nilai sebesar 0.378. Hal ini berarti 37,8% variasi variabel kualitas produk, promosi dan citra merek.

Hasil Uji T

Tabel 12. Hasil Uji T

Model Unstandardized

Coefficients Standardized

Coefficients T Sig.

B Std. Error Beta

(Constant) 3.876 1.438 2.694 .008

Kualitas Produk .223 .053 .259 4.204 .000

Promosi .233 .075 .192 3.096 .002

Citra Merek .245 .044 .352 5.626 .000

Sumber : Data Penelitian (2020)

Hasil yang diperoleh dari variabel kualitas produk, promosi dan citra merek terhadap keputusan pembelian adalah sebagai berikut :

(13)

222 | P a g e

< 0.05, maka H0 ditolak dan menerima H1. Jadi dapat disimpulkan bahwa kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.

2. Pada variabel Promosi terdapat nilai t hitung sebesar 3.096 > t tabel 1.971 dan nilai signifikansi 0.002 < 0.05, maka H0 ditolak dan menerima H1. Jadi dapat disimpulkan bahwa promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.

3. Pada variabel Citra Merek terdapat nilai t hitung sebesar 5.626 > t tabel 1.971 dan nilai signifikansi 0.000 <

0.05, maka H0 ditolak dan menerima H1. Jadi dapat disimpulkan bahwa citra merek berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.

Hasil Uji F

Tabel 13. Hasil Uji F ANOVAa

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 724.580 3 241.527 40.576 .000b

Residual 1190.494 200 5.952

Total 1915.074 203

Sumber : Data Penelitian (2020)

Menentukan F hitung dengan melihat tabel ANOVA (Analysis of Varians) dari tabel diatas diketahui F hitung adalah 40.576. Menerima atau menolak hipotesis berdasarkan pengujian nilai F hitung 40.576 > 3.04 (F tabel) dan nilai signifikansi 0.000 < 0.05 maka H0 ditolak dan menerima H1. Yang berarti bahwa variabel kualitas produk (X1), variabel promosi (X2) dan citra merek (X3) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel keputusan pembelian (Y).

SIMPULAN

Dari hasil pembahasan sebelumnya yang telah dilakukan pada bab sebelumnya dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian keripik tempe di Kota Batam.

2. Promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian keripik tempe di Kota Batam.

3. Citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian keripik tempe di Kota Batam.

4. Kualitas produk, promosi dan citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian keripik tempe di Kota Batam.

(14)

223 | P a g e

Ansah, A. (2017). Pengaruh Desain Produk, Promosi, Dan Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian. 1(2), 179–190.

Astuti, R. (2017). Pengaruh Kualitas Produk dan Promosi terhadap Keputusan Pembelian Pakaian di Usaha Mikro Kecil Menengah. Ilmiah, 5(2), 14–23.

Fatmawati, N. (2017). Kualitas Produk , Citra Merek Dan Persepsi Harga Terhadap Proses Keputusan Pembelian Konsumen Sepeda Motor Matic “ HONDA .” Manajemen Teori Dan Terapan, 1, 1–20.

Gerung, Sepang, L. (2017). Pengaruh Kualitas Produk, Harga Dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Mobil Nissan X-Trail Pada PT. Wahana Wirawan Manado. 5(2), 2221–2229.

Gifani, A., & Syahputra. (2017). Pengaruh citra merek terhadap keputusan pembelian produk smartphone oppo pada mahasiswa universitas telkom. Bisnis Dan IPTEK, 10, 81–94.

Marlina, S. (2018). Analisis Pengaruh Kualitas Produk, Promosi, Kepercayaan Merek, Dan Kepuasan Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Honda Vario (Studi pada pengguna Motor Honda Vario di Kecamatan Muara Bulian). 18(1), 116–125.

Merentek, Y. F. (2017). Pengaruh Kualitas Produk, Suasana Toko Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Pada KFC Bahu Mall Manado. 5(2), 2839–2847.

Napik, A. (2018). Kaitan Citra Merek, Persepsi Harga, Kualitas Produk, Dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Blackberry. Penelitian Ipteks, 3(1), 73–85.

Sanusi, A. (2011). Metodologi Penelitian Bisnis. Salemba Empat.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. AlfaBeta Bandung.

Sujarweni, W. (2015). Metodologi Penelitian Bisnis & Ekonomi.

Supriyadi, Wahyu, G. (2017). Pengaruh Kualitas Produk Dan Brand Image Terhadap Keputusan Pembelian.

Bisnis Dan Manajemen, 4, 74–85.

Venessa, I., & Arifin, Z. (2016). Pengaruh Citra Merek (Brand Image) Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen (Survei pada Mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang Tahun Angkatan 2013/2014 dan 2014/2015 Pengguna Kartu Pra-B. Administrasi Bisnis, 51(1), 44–48.

Wulandari, R. D., & Iskandar, D. A. (2018). Pengaruh citra merek dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian pada produk kosmetik. 3(1), 11–18.

Gambar

Tabel 1. Penjualan Keripik Tempe Laksana Tahun 2019 - 2020
Gambar 1. Kerangka Pemikiran  Sumber : Peneliti (2020)
Tabel 3. Hasil Uji Validitas Variabel Promosi
Tabel 6. Hasil Uji Reliabilitas
+4

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Pasal 56 ayat (1) UUK bahwa &#34;Dengan memperhatikan ketentuan Pasal 56A, setiap kreditur yang memegang Hak Tanggungan, hak gadai atau hak agunan atas kebendaan

PERNYATAAN SKRIPSI DAN SUMBER INFORMASI Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul analisis potensi dan pemanfaatan hijauan pakan pada peternakan domba rakyat

Hasil penelitian menunjukkan sistem kendali derau akustik secara aktif dengan algoritma pembelajaran nonlinier adaptif untuk jaringan syaraf tiruan diagonal recurrent

Terapi kelompok ditujukan untuk mengurangi kecemasan yang dialami dengan memberikan kesadaran akan keadaan mereka saat ini dan juga menyelesaikan perasaan yang

Namun demikian, di- lakukan evaluasi terhadapprototipe yang dibuat berdasarkan konsep rancangan terpilih dengan menghitung nilai risiko yang dihasilkan dari skenario penggunaan

Beberapa tugas pekerja sosial yang berkaitan dengan fungsi ini antara lain menjadi model, melakukan mediasi dan negosiasi, membangun konsensus bersama, serta

a) Nama pekerjaan : pembuatan terumbu karang buatan (TKB) sebanyak 20 unit untuk rehabilitasi sumberdaya kelautan dan perikanan. b) Lokasi pekerjaan di kawasan

Sistem penambangan yang digunakan di perusahaan ini adalah sistem penambangan bawah tanah (underground mining) dengan menggunakan metode cut and fill.Permasalahan penting