• Tidak ada hasil yang ditemukan

lndustri Hilir Kelapa Sawit

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "lndustri Hilir Kelapa Sawit "

Copied!
72
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

ORASl ILMIAH G U R U BESAR DALAM M N G U DlFS NATALIS IPB KE-47

PERAN

TEKnrOl,OCjl PROSES AGROINDUSTas DALAM BENGEMBANGAN

ITVDUSTRI H1LIR KELAPA

SAWIT

Guru Resar Tctap Fa kultas Tcknologi Pcrtanian

Prof. Dr. Ir. Erliza Hambalf, M.Si.

Auditorium Rcktorat, Gcdtlng Andi Makim Nssoction lnstitut Pertanian Rogor

Rogar, 18 September 2 O l B

(3)

Ucapan Selamat Datang

Assalaamu'alrlikum Warahmatullal~i Wabarakatuh.

ScFamat pagi clan salam sqiahtcra bagi kita scrnua.

Rektor IPR

Ketua dan Anggota Majelis Wali Arnanat IPB Ketua dan Anggota Senat Akadcmik IPB Ketua dan Anggota Dewan Gum Rcsar IPB

Para WakiI Rektor, Dekan dan Pcjabat di Lingkungan IPB Rckan-rckan Staf Pcngnjar, Alumni. Mahasiswa dan Karyawan IPB

KeFuarga dan hadirin yang saya rnuliakan.

Fuji dan syukut rnarilah kita ucapkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahrnat dan kamnia-Nya yang telah di limpah kan kepada kita semua, sehingga pada hari ini kita dapaz mcnghadiri Acara Orasi Ilminh Gun1 Rcsar Tetap Fakultns Teknologi Pcrtanian, Institut Pcrtanian Rogor.

Dalam surlsana yang baik ini perkenankan saya sebagai Gum Besar Tetap pada Fakul tas Tchologi Pertaninn IPB, Insti tuz perranian Bogor menyarnpaikan omsi ilmial~ ynng berjudul :

(4)

Peran Teknologi Proses Agroindustri dalam Pengembangan

lndustri Hilir Kelapa Sawit

Topik arasi ilmiah ini merupakan wujud pcrhatian dan surnbangsi h pcmi kiran saya kepadn kemajunn pertanian di Indonesia, khususnya dalam ha1 pengembangan Industrf Hilir Kelapa Sawit (I HKS) nasional. Semoga kon tribusi pernikiran yang sederhana ini dapat rnernheri manfaat dan pencerahan kepada kita semua p i n n hersama-sama rnengembangkan kornoditas andalan ekspor nasional schingga rnenjadi beragam produk unggulan dunia guna meningkatkon kese-jahtcraan rnasyarakat di negcri yang kita cintai ini.

(5)

Prof. Dr. Ire Erliza Hambali, M,Si,

(6)

DAFTAR IS1

Ucapan Selamat Datang

...

111 ...

Foto Orator

...

v

. .

Daftar lsi

...=...

V I I Daftra Tabel

... ix

Daftar Garnbar

...=...

x

...

Daftar Singkatnn xi Pendahuluan

...

I Lntar Relakang

...

1

Pernasalahan IHKS

...

1

Potensi Kelapa Sawi t Nasional

...

5

Luasan Lahan Kelapa Sawi t ...

. . ...

5

Produlcsi Kelapa Sawit

...

6

lndustri Pengolahan Kelapa Sawit

...

..T Teknologi Proses Pengolahan Kelapa Sawi t ... 9

Tehologi Proses

...~...

10

Produk Hflir Kelapa Sawit yang Mernpunyai Prospek ... Menjadi Pmduk Unggulan Dunia I 2 Upaya Peningkatan Daya Saing IHKS Indonesia

...

14

...

Ginhnl Competitiveness Index Indnncsia 14 Anggaran dan Belanja Litbang Indonesia

...

16

...

Publikasi Ilmiah dnn Patcn

... . . .

16

...

Kapasi tas dan Pertumbuhan P e r p ~ n ~ a n Tingpi 1 7 Analisis SWOT R&D IHKS

...

1 9 Rcbenpa lnovasi yang Dihasilkan oleh Pcnulis

...

22

(7)

...

Pengemhangan IHKS Melalui Pendekatan Ktnster 23

...

Peran Pemerintah da lam Pengembangan IH KS 24

Kesimpulan dan Saran

...

25

Kesimpulan

... . . . ...

25

Saran

...

26

Daftar Pustaka

...

27

Ucapan Terima Kasih

...

3 1 Foto Keluarga

...

35

Riwayat Midup

...

36

(8)

Daftar

'Fa

bcl

Tahel 1

.

MasiS analisis cost and

benefit

pengembangan IH KS

...

4

Tabcl 2

.

Pcringkat GC1 Indonesia

...

15

...

Tabel 3

.

Peringkat GC1 Ntrgara Asia 15

Tabel 4

.

Kapasitas Perguruan Tinggi Indonesia

Tahun 2130812009

...

I8 Tahel 5

.

Hasil Analisis SWOT terhadap

R&D IHKS di Indonesia

...

19

...

Tabel 6

.

Strategi R&D IHKS

... . .

21

(9)

Daftar

Cam bar

Gambar 1. Kerangka Stratepi Pengembangan IHKS

... . ...

.2 Gnmbar 2. Luas Areal Perkebunan Kelapa Sawit Menurut

Propinsi di Indonesia Tahun 2009

...

5 Garnbar 3. Produksi Kelapn Sawit Indonesia Tahun

2002 - 2009 .... .. .. . ...

...

,

.... ... .... . ... ... ....

6 Garnbar 4. Luas Areal, Produktivitas Kelapa Sawit dan

Produksi CPO Indonesia Tahun 2009

....,...

7 Gnrnbar 5. Sebaran Lokasi Industri Pcngolahan Ke3apa

Sawit Tahun 2008

... .... ... ... ... .... ... ..

8 Gnrnbar 6. Ncraca Massa Pengolahan Kelapa Sawi t

.. ... ...

9 Gnrnbar 7. Teknologi Proses Pengolahan Minyak Snwit

Menjadi Produk Panpan

... .... ... . ... .... ...

10 Gambar 8. Teknologi Proscs Pengolahan Minyak Sawit

Menjadi Produk Oleokimia

...

1 1 Gamhnr 9. Teknologi Proses Pengolahan Kelap~l Sawit

Menjadi Biocncfgi

...

1 1 Gambar 10. Contoh Produk Hilir Kelapa Sawit yang

Dnpat Menjadi Produ k Unggulan Dunia

... . ..

1 2 Gambar 1 1. Trend Pet-hm~buhan Perguman Tinggi

Indonesia

...

18 Gambar 12. Matriks IE R&D IHKS Indonesia

...

20 Gambar 13. Konsep Pengemhangan IHKS Melalui

Pendekatan KIaster

... ... ...= .... ... ...

23

(10)

Daftar Singkatan

CBR CRE CRS CBX CPO EOR GAPKI GCI HKB IOR KCP MF PDB

PF'AD PKM PKO PMF POME PTN PTS RBDPL RRnPO RRDPS REACH REDD

: Cncna Bzrtfer Replacer

: Cocoa RrrttcrEqrrit*olen?

: Cocou Brrllcr S~ll~..rrihrle : Cocou Butter Exlender : C n t d ~ Palm Oil

: Encltnnced Oil Rc=wvenl

: Gabungan Fcngusaha Kelapa Sawit Indonesia : Glvhul Cornpeiinive lndm

: I4ak Kekaynan Intelektual : fmpmved Oil Recoveqr

: Kernel Crir.\*hing Plant : Mmncnrp Fiber.

: Pmdrrcf Dom~.vtic Bnttr~

: Palm Famy Acid Disli/Iu?e : Palm Kernel M ~ a l : Palm Kern(#/ Oil : Paht Mid Fraction : Pcr fm Oi I Mills l$#t~cnt : Perguman Tinggi Negeri : Perguman Tinggi Swasta

; Refined Rl~nchcd Reodnrizcd Palm Oi f

: RqJincd RIc~achcd Deodorized Palm Olein : R e f i n ~ d Bkackcil Deodnriz~d

Pn

fm Srrwrin

: Regi.~lrarifln, Evnhratinn. At~lhorfzutjow, avld Restricrion q f C h c m i c ~ l . ~

: Redtrcing Emis.~on+ fmm Defflrvr.rtalion and Degrndation

: R ~ . ~ ~ r n - c h nnd Deve/opme~~t

(11)

RSPO SD S M P SMA S M K TBS TKKS WEF WIPO

: Rozmdfah/c Strst~~irtnhIe P a h Oil : Sckolah Dasar

: Sckolah Menengah Pcrtama : Sekolnh Menengah Atas : Sekolah Menengah Kejun~an

: Tandan Buah Scgar

: Tandan Kosong Kelapa Sawit : F'fllrdEconomir F~r~nrm

: C.C+>rld Int ~ l l e c ~ r m l Pmperp O ~ a n i m f i o n

I

xii

I

(12)

Pendahuluan

Scjak tahun 2006 Indonesia szldah rncnjadi penghasil CPO dan PKO tcrbesar di dunia. Pada tahun 2009, dengan produksi CPO dan PKO scbesar 20,4 juta ton dan volume ekspor scbcsar 14,3 juta ton Indonesia rncrupakan produsen dan cksportir rninyak sawit tcrbcsar di dunia. Pcrolehan dcvisa dari CPO pada tahun 20 I 0 diperkirakan mencapai

USS

14 milynr (KADIN, 2009). Salah satu upaya yang dapat dilakwkan untuk mcningkatkan pcrolehan devisa dari kclapa sawit adalah melalui pcngcmbangan Industri HiIit Kelapa Sawit ( I

W

KS). sehfngga nilai tambah produk kclapa sawit Indonesia dapat dirnanfaatkan sehesar-hesarnya untuk mcningkatkan kesejahtcraan masyamkat.

Pengcmbangan IHKS memegang pcranan penting dalarn pcrckonomian nasianal, khususnya untuk penyedia kchutuhan pokok masyankat dnn hahan baku industri. penghasil devfsa.

penciptaan lapangan kerja, pcningkatan nilai tambah kelapa sawit, dan peningkatan ketahanan pangan dan encrgi nasional.

Stm tcgi pengem bangan I H KS berclasarkan pemi kiran pcnulis disajikan pada Garnbar 1.

Kelapa sawit, mcn~pakan salah satu komoditas andalan ekspor nasional. Mcnurut ptoycksi KADIN Indonesia (2009).

penerimaan devisa tahun 20 10-20 14 dari kcrmoditas CPO rncncapai US SH0.9 mil yar (80% dari kesell~ru han kornoditas pangan nndalnn ekspor), yaitu GPO, teh. kopi. kakaa, tuna dan udang.

Saat ini jurnlah CPO yang diolah di dalamnegeri barn mencapai 55%. Sebagian besar pengolahannya barn sampai pada pmduk yang nilai tambahnya masih rendah, sernentara sisanya sebesar 45% diekspor dailarn bcntuk CPO (GAPKE. 2009 dahm

(13)

Kernentclrian Perindusttion, 20 10). Hal ini rnenun.jukkan bahwa sebagian bcsar nilai tamhah IMKS dinikmati oleh negara-negara pengimpor yang rnengolahnya rnenjadi prdluk yang bemilai tambah lebih tinggi.

Pasar Oomestlk dan Ekspor

(Oleufwd, OIeochemlcaf dan BEwmerggr)

1

GmwdStrat~I P c n w b a n g a n IHKS

PmEtmbangan IHKS melalul pendrkalan klalter unluk men~ngkatkan nilai lambah Relapa Iawk dan mendorong produk h~rrr kc-lapa $awl1 In d o n ~ s ~ a menlad! beragam Produk UnRltulan Dunia

Feny.rrthnprr or-

r...', v --c k c . ,Ida P~rr,brl.l(u?,~. *-lor

I d v r e n c ~ p m p m Krrlnlrrrn prrmld$*n pmub c-b 5 I I Y I O P ~ I I

bWxm b~,<?., , L < X $ *I e m m>rnlrl lrmnry* - ~CIIIIIIJAII ~ ( v l ~ a r r h . P,-O+, can t ~ m n ~ r n y * I ~ m u l R,.uorn untuh wn1~'*tl*8>wm i r l . ~ r * * r ,*rr814llrdeR R d u l I H * % 1ndc.r Prrbdlhn ~ n l r n l ~ u k n u r

bbi- Ptngembmgmn IHKS y .bkus ~ dm komfrhn p l d a p d u k I#tJ wnfl bcm#l#L trm&hHnmb

Gambar 1. Kerangka Strategi Pengembangan IHKS Pengembangan industri hilir kelapa sawit mempakan upaya

yang stsatcgis untuk meningkatkan ni tni tambnh komodi tas

kelapa sawi 2. Namun upaya untuk pengcmbangan tersebut

(14)

masi h menghndapi perrnasalahan yang mendasar terkait dengan rnasalah knorclinnsilintegrasi hulu-hilir industri perkelapasawi tan.

Pcrmasalnhan pengembangan IHKS dari segi hahan baku adalah belum terintegrasinya industri pemasok dcngan indusrri inti, terkai t dan pend~kun~mya. Dati segi Enfrastruktur permasalahannya ndalah hclurn memadainya in frastruktur pendukung IHKS seperti pelabuhan, alcses jalan. sarana transportasi. dan beIum opltimaln ya pasokan bahan bakar. Dari segi penguasaan teknologi pemasalnhannya adalah lernahnya penguasaan R&D, terbatasnya sumber dana pcndukung kegiaton riset dan pcngembangan teknologi IHKS, rerbatasnyn kemnmpuan di bidang e n g i n ~ ~ r i n g dan rnontifacirrring dan tingginya ketergantungan terhadap teknologi imper. Dari segi pasat pernasalahan ynng dihndapi diantaranya adalah adanya kampanyc negati f terhadap kuali tns produk yang mcngandrlng CPO dan hambatan yang dikaitkan dengan masalnh lingkungan (RSPO, EU Dirucfive, KEDD, REACH).

Jika Pemerintah Indonesia tidak segera mengantisipasi ha1 ini, maka bisa jadi produk hilir kelapa sawit Indoncsia sulit bcrkcrnbang dan kalah bersaing dengan produk hilir kelapa sawit dari negara lain yang mengirnpor CPO dari Indonesia.

Merekalah yang akan rnenikmati ni lai tambah terbesar dari kelapa snwi t Indoncsia.

Upayapcningkatan nilai tambah kelapa snwit sudah sernestinya dilakukan

.

Pcnul is mcncoba rnernperkisakan bcsaran manfaat yang akan dipernlch olch .sfukchol&r dengan rnenggunakan Analisis Co.~t and Benefit, jika kelapa sswit terscbut diproses lcbih lanjut menjadi bcragam produk IHKS. Pada analisis ini skenario penggunaan CPO untuk ekspor pada tahun 2010 adalah sehesar 45%, pada tahun 201 5 sebesar 37,S%. dan pada tahun 2020 sebesnr 30%. Hasil analisis besaran manfaat yang akan diperoleh masing-masing .r?akehnlder disajikan pada Tabel 1.

1 3 1

(15)

Tahcll. Hasil Analisis Co.rf and Benefit Pengembangan IHKS (Rp Millyar)

Qenpan dcmikian, melihat besarnya manfaat yang akan diperoleh eleh srak~l~oider sudah sehamsnya THKS dikembangkan di Indonesia. Sehingga visi pengemhangan IHKS rnenjadi pcmasok ol~qfnod, olr~oclremiccrl dan bioencrgi untuk pasar domcstik dan ekspor dapat dicapai dan bahkan rnenjadi prduk unggulnn dunia.

(16)

Potcnsi Kelapa Sawit Nasional

Luas

Areal Perke'bunan Kelapa Sawit

Luas areal perkebunan kelapa sawit di Indonesia pada Tahun 2009 teInh mencapni 7 3 juta Ha dcngan rata-sata perturnbuhan 6,2% per tahun. Propinsi Riau rnerupakan daerah yang merni li ki luas Eahan kkclapa sawit tcrluas di Indonesia, kcmzrdian diikuti Propinsi Sumatem Utara, Kalirnantan Tcngnll dan Sumatera Sclatan. Pada tahun 2009 h a s lahan kelapa sawit di Propinsi Riau adalah 1,69 iuta ha (22,7?40), Sumatcra Utara 1,05 juta ha ( 13,8%), Kalirnantan Tengah 87 1 ribu ha ( 1 1,8%) dan Sumatera Selatan 708 ribu ha (9,3"/0). Pada Gambar 2 disajikan luas arcal perkcbunan kelapa sawit rnenumt Propinsi di Indonesia pada tahun 2009.

Garnbar 2. Luas Areal Pcrkebunan Kelapa Sawit Menun~t Propinsi di Endoncsia Tahun 2009 (Direktarat Jendcsal Perkcbunan, 20 10 (diolah))

Pengusahaan lahnn kclnpa sawit di Indonesia terdiri dari pcrkcbunan rakyat, perkcbunan bcsar negara dan pcrkcbrinan bcsar swasta. Selama tahun 2009 h a s lahan perkebunan bcsar

(17)

swasta memberi kan kontri busi paling hesar yai tu 3,RR juta ha (52%), kernudian diikuti olch pcrkebunan rakyat sebesar 3 juta ha (40%) dan pcrkebunan besar negara sehesar 0,6 juta ha (8%) (Dircktorat Jcndcral Pcrkcbunan, SO t 0). Pengusahaan perkebunan kelapa sawi t oleh ra kyat dapa t mengindikasikan hahwa banyak masynrakat yang menggantungkan kehidupannya dari komoditas ini,

Produksi

Kejapa Sawit

Produksi Cn~de Pnlm Oil (CPQ) dan Pnlm Kcme! Oil (PKO) Indonesia rncningkat seiring dengan peningkatan luas areal pcrkcbunan. Pada tahun 2009 psoduksi CPO dan PKO Indonesia rnencapai 20,4 juta ton. Selarna tahun 2002- 2009 produksi CPO rneningkat rata-ratn F 0.03% per tahun, sedangkan produksi PKO mcningkat rata-rata sebesar 10,07%

per tahun. Produksi

CPO

dan PKO Indonesia tahun 2002 -2009 disajikan pnda Camhar 3.

- -. . . . 4

15 P d u k s l CPO 'I 677 34s10 4-10 8311 - HOE 5512 451 W17 3'10 81117 664 7117 5R'I 7818 ti40 88 I Produksi PKD 642 292 968.172 1 047 94'1 138 2851 5% 77P1 A75 1551 613 66C1 714 951

Tahun

Gambar 3. Produksi Kelapa Sawit Indonesia Tahun 21302-2009 ( D i ~ h o r a t Jenderal Pekebunan, 20 10 (didah)) Tiga propinsi yang rnempunyai produksi CPO paling besar di Indonesia berada di Pulau Sumatcra, yaitu Propinsi Riau, Sumatcra Utara dan Sumatera Selatan. Prnduksi CPO di

(18)

Propinsi Riau ndalah 5,8 juta ton (32,R6%), kernudian dlikuti

uleh Sumatera Utara 3,2 juta ten (15,61°h), dan Sumatera Selatan 1,8 juta ton ( 1 0%). Luas areal, produktivitas keIapa sawit dan produksi

CPO

Indonesia disajikan pada Camhar 4.

Gamhar 4. Luas Areal. Produktivitas KeIapa Sawit dan Produksi CPO lndonesia Tnhun 2009

(Direk tornt Jendera! Perkcbunan. 20 1 0 [diolah))

Industri Pengolaham Kclnpa Sawi t

Industri penpolahan kclapa sawit harnpir tersehat di seluruh wilimyah Indonesia. Pada umurnnya industri GPO berada di wilaynh perkebunan kc lapa sawi t mili k pcmwhaan. Walaupun industri pengolah~n kclapa sawf t juga terdapat di wilayah lain, seperti Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua, tetapi jumlahnya masih sangat sedikit dibandingkan di PuIau Sumatera. Pada taliun 2009, jumlah pnbrik penpolahan kelapa sawit paling tinggi di Indonesia adalah di Riau 140 unit dengan kapasitas 6.660 ton TBSljam, kemudian diikuti Sumatcra Utam 92 unit dengan kapasi tas 3.8 15 ton TBSIjam dan Sumatera Selatan 58, u n ~ t dengan kapasitas 3.555 ton TBS/jarn. Scbaran

(19)

lokasi industri pengolahan kelapa sawit tahun 2008 dapat dilihat padn Gamhar 5.

Gamhar 5. Sebaran Lokasi Tndustri Pengolahan Kelapa Snwit Tahun 2008 (Direktorat Jenderal Pcrkebunan, 21P I

O

(diolah))

(20)

Tcknologi Proses Pengalahan Kelalpa Sawit

Kclapa sawit mulai dati buah, pelepah, batang, dan Iimbahnyn, dapat diolah rnenjladi bcrbagai macam produk. Pada proses pengolnlian TRS akan dihasilkan CPO, kernel, tandan kosong, mcsrrcarp fifx~r

(M

F). cangkang, dnn Palm Oif Mifflr ItlIJF~rrnt (POME). Pada industri refinery akan dihasilkan &fined R / ~ o c l ~ e d Deodorized Palm Oil (RBDPL) dan Palm Firth) Acid Desrifkored (PFAD), pada tal~ap fraksinasi akan di hasil kan Refined B!cocheb Deodnrizrd Palm OEein (RRDPQ) dan R<:finsd Bleached Deodorized Pcrln~ Srearin (RBDPS). Pada industri Kernel Cnrshing Pka~lr (KCP) akan dihasi l kan Palm Krtnel Oi! (PKO) dan Pulm Kernel Meal (PKM). Secara umum neraca massa pcngolahan kelapa sawi t disajikan pada Cnmhar 6 (Harnhali!' et nl. 20 10).

Gamhar 6 . Meraca Massa Pengolahan Kelapa Sawit

(21)

Teknologi Proses

Teknologi proses adalah teknologi yang rnengkonversi bahan baku rncnjadi produk rnelalui proses fisiklkirninlbiokimia/

biologis. Sama halnya dengan hosil pertanian lainnya, teknologi proscs berperan besar dalarn peningkatan nilai tambah keFapa sawit. Reragam produk llilir kelapa sawi t dapat dihasi l kan baik dari CPO dnn PKO, rnaupun hasil sampingnya. Pada Gambar 7 dapat di lihat berhagai proscs gengolnhan minyak sawit menjadi produk pangan. Pada Garnbar 8 disaji kan berbagai proscs pengolahnn minyak sawit menjadi berbagai macam produk olcokimin dan pada Gambar 9 disnjikan berbagai macam proses pcngolahan kelapa sawit rncnjadi bioenergi

.

Csrnhar 7. Teknologi Proses PengoEahan Minyak Sawit Menjadi Produk Pangan (Hui, 1996)

(22)

Gamhar 8. Teknologi Proses Pengolahan Minyak Sawit Menjadi Broduk Olcokimia (Hui, 1 996; Suryani et al,, 2008)

Gambar 9. Teknologi Proses Penpolahan Kelapa Sawit Menjadi Rioencrgi (Hambali4E el a/., 2008)

(23)

Produk FFilir Kelapa Sawit yang Mempunyai Prospek Mcnjadi Produk Zlnggulan Fbunia

Sebagni produsen minyak sawit terbesar di dunia, sudah scpnnrasnyn Indonesia rnengemhangkan IHKS yang mernproduksi beragam produk unggulan dunia. Dari hasil pemikiran penul is, beherapa con toh produk hilir kelapa sawit yang dapat rncnjadi ptocluk unggulan dunia disajikan pnda Camhar 10.

Camhar 10. Contoh Produk Hilir Kelapa Sawit yang Dapat Menjadi Produk Unggulnn Dunia

Untuk menghasilkan produk hilir kelapa sawit tersehut.

berbagai industri yang dapat dikembangkan di antaranya adalah industri refinery, fraksinasi, biodiesel, fatty acid, fatty al kohol, minyak goreng, margarin, shorrening, vr~,qetnhfr g17ee/

vanaspati. qttolih~ rn~pm-in~ ~ i / b ~ f i f l i f e , f u r powder, jh~in,q

*fat, cout in^ .far, fslt confer f ionerirs, cqffec w h i l c ~ t ~ ~ hisc-t (if

creame~jjll~dmilli, cocoa hrrlter replacet. (C RR). seperti cocoa hritter rqui~~alent (CBE), cocoo hrrrter. strhsriitrrc (C BS), cocoa

hrrtfer c.rtendrr (CBX), sabun cucihahun rnandi, vitamin E, vitamin A, g l i serol , soap cltipsLvc~i~p noodle,s/m~zaijc ~oap,~fnirv

~r~nines, +fi~ty amidex dan bcrbagsi jenis surfaktanlcrnulsifier Iainnya, sepcrti surfaktan rnetil ester sulfclnat (MES), surfaktan

(24)

natrium li~mosulfonat (NLS), sutfaktan dietanolamida (DEA), surfaktan sukrosn cstcr dan surfaktan alkohol sulfat (AS) (Hambali-" er at., 2009; Hambali4' et crl., 2009 $.

Salah satu teknologi proses produksi surfakltan dari minyak saw it yang di kembangkan vleh penulis yang mempunyai prospek untuk mcnjadi produk unggulan dunia adalah surfaktan mctil ester sulfonat (MES) untuk apli kasi Enltancad Oif R P C O V ~ ~ ~ (EOR). Surfaktan MES diproduksi melalui proses sul fonasi metil ester dengan reaktan ycnsulfonasi (Watkins, 200 1 ). Reaktan yang dapat digunakan pzlda proses sulfonasi diantaranya yaitu H,SO,. NaHSO,, oleurn, dan gas SO J. (Matheson, 1996; ~ o b e A s ef a/., 2008). Untuk skaIa korncrsial, reaktan yang umumnya digunakan dalarn proses sulfirntlsi ndnlnh gas SO, karena lchih cfcktif dan hampir tidak ada lirnhah yang di hasil kan pada pmscs produksinya (de Groot,

1 99 1 ; Hambali" dan Rivai. 2008

3.

Gas SO, dihasilkan rnelalui pclelehan sulfur hingga dihasilkan gas SO,, yang kemudian di lanjutkan dengan proses oksidasi m e n g g k k a n katalis V,OI. Gas SO, dimanfaatken sehagai reaktan pada proscs sblfonasi metil ester minynk sawit y ang kernudian dilanjutkan dengan proses aging d m proses pemurnian (Filder, 200 1 ). Aplikasi surfaktan MES selain untuk detergen dan personal care ptoduk, juga mempunyai prospek un tuk dinpli kasikan untuk r . e c n \ ~ ~ q ) minyak bumi.

Penerapannya tenrtama pada sumur rninyak humi yang sr~dah h a , rang sebagian bcsar nJuler crrt nya sudah tinggi (Hambalil"

et a!., 2009).

Kelebihan surfaktan MES dari rninynk snwit untuk aplikasi EOR adalah tahan terhadap pnnas, tidak rnenggumpal pada air Fomasi dcngan salinitas tinggi, detergensinya selatif tahan terhadap salinitas yang tinggi (sampai 30.000 ppm) dan pada air fomasi dcngan tingkat kesadahan yang tinggi (sarnpai 500 pprn). (Hambali" el a/.. 2008; Harnbali'' eta!., 2009: Hnrnbnli''

er t11.. 20 1 0).

1

13

1

(25)

Upaya Peningkatan Daya

Saing

IHKS Indonesia

Upaya peningkatan daya saing THKS Indonesia hams dilakukan oleh sernua .smkeh(~/ticr. Hal ini perlu dilakukan, mengingat masih Eemahnya daya saing Indonesia, masih rendahnya jurnlah anggnl-rln dan helanja l i tbang Indonesia, dan masih kurangnya puhlikasi ilrniah dan paten yang dihasilkan oleh penelizi Indonesia

GInbaJ Competitiveness lnde-r (GCT)

In

don esia

Menunit World E ~ f l t 7 0 m i ~ Fortrm (20091, Indonesia menempati urutan ke-54 dari 133 negara yang disurvey dalarn GIohaI Competifiveness Index (Ta hc1 2). Rcndahnya peringkat daya saing Indonesia ini dischahkan ole11 huruknya inhstruktur, pendidikan dan kcschatan masyarakat. dan kcsiapan teknologi. Berdasarkan indi kator-indi kator tersebut Indonesia menernpati peringkat antam 82-88 dari 133 negara. Indeks terburuk tedadi pada infrastruktur (3,2$, kesiapan teknologi (3,2$, inovasi (3,6), dan pendidikan tinggi dan prlatihan (3,9). Dih~ndingkan dengan negara-negara di ASEAN, daya saing Indonesia masih jauh hi In dihandinpkan dengan Singapurn. Malaysia, Brunei dan Thailand yang berada bemmt-turut pada posisi 3 . 2 4 . 3 2 dan 3 6 , dan hanya berada di atas Filipina (peringkat ke 87) (Tahcl3).

Dengan demikian untuk mengembangkan THKS di Indonesia dipeslukan riset rang fnkzls dan konsisten untuk mcngcmhangkan ptoduk l H K S bernilai tarnhnh tinggi, dan peningkatan kapasi tas riset peneliti Indonesia haik di Perguruan Tinggi maulpun di lembaga penelitian kernenterian terkait.

Sclain itu untuk mempercepat adopsi tekncrlogi ojeh 11-IKS dipcrluknn kalnhorlisi siset antara perguruan tinggi, tembaga litbang dan industri.

(26)

Tabel 2. Peffngkat GCI Indonesia

Sumhcr: Ifhrld E c r ~ ~ i o m i c Fnnim. 2009

Tahel3. Peringkat GCI Negnra Asia

Sumhcr : Il%lrlcl Emnnrnir f i r ~ ~ r n , 2009

I

15

I

(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)
(55)
(56)
(57)
(58)
(59)
(60)
(61)
(62)
(63)
(64)
(65)
(66)
(67)
(68)
(69)
(70)
(71)
(72)

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penyusunan Tugas Akhir ini adalah untuk memperoleh sistem kontrol tracking fuzzy berbasis performa robust untuk mengatur gerak Quadrotor sesuai lintasan

Terkadang orang selalu membicarakan tentang produk wallpaper saja dan tidak pernah terpikir sama sekali bagaiman bisa menempal tahan lama karena memang dari penjual jarang

Dalam rangka pelaksanaan pelelangan paket pekerjaan pada Pokja Pengadaan Barang dan Jasa Deputi IGT Badan Informasi Geospasial Tahun Anggaran 2017, dengan ini kami

pada huruf ini adalah jumlah utang sesuai dengan yang diperjanjikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 (1) UUHT.”SKMHT yang telah dibuat tidak dapat ditarik kembali

Terapi lokal: Tindakan bedah dan radiasi sama seperti pada tumor stadium I, kecuali pada stadium II, terapi radiasi ke dada dapat dipertimbangkan bahkan setelah mastektomi jika tumor

2. Ada beberapa elemen di dalam penerapan Tri Hita Karana yang pelaksanaannya masih perlu dilaksanakan secara optimal oleh PT Alove Bali yaitu: a) Gatra Parhyangan, tidak

Tujuan Penelitian untuk mengetahui komparasi penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD dalam meningkatkan Hasil Belajar Kewirausahaan siswa kelas

Beberapa nilai siswa tidak mencapai kriteria ketuntasa minimal (KKM), namun setelah menggunakan Mobile Learning Media bermuatan ethnoscience menunjukkan bahwa