commit to user
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
i
EFEK PROBIOTIK VERSUS ANTIMIKROBA UNTUK TERAPI BAKTERIAL VAGINOSIS: META ANALISIS DARI
RANDOMIZED CONTROLLED TRIALS
TESIS
Disusun guna memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat magister Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat
Peminatan Kesehatan Ibu dan Anak
Oleh :
Aquartuti Tri Darmayanti S021602005
PASCASARJANA KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA 2018
commit to user
commit to user
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
commit to user
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
v
Efek Probiotik Versus Antimikroba Untuk Terapi Bakterial Vaginosis: Meta Analisis Dari Randomized Controlled Trials
Aquartuti Tri Darmayanti1), Tri Nugraha Susilawati2), Bhisma Murti1)
1)Program Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Sebelas Maret, Surakarta 2)Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta
ABSTRAK
Latar Belakang: Regimen antimikroba seperti metronidazole yang digunakan
untuk mengobati bakteri vaginosis sering menyebabkan kekambuhan, efek samping dan resistensi pada bakteri. Penelitian sebelumnya telah melaporkan bahwa probiotik yang terdiri dari Lactobacillus spp serta kombinasi antara antimikroba dan probiotik. Merupakan pengobatan yang efektif untuk vaginosis bakteri rekuren. Lactobacillus berperan penting dalam kesehatan vagina dengan mengganti koloni patogen di vagina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian probiotik terhadap terapi antimikroba untuk pencegahan bakteri vaginosis (BV).
Subjek dan Metode: Penelitian ini merupakan systematc review dan meta
analisis yang dilakukan dengan mencari database sebagai berikut: PubMed, Science Direct, Web of Science, Springer Link dan Cochrane dari kajian
randomized controlled trials (RCTs) yang dilakukan di rumah sakit primer dan
klinik swasta. Kriteria Amsel dan skor Nugent digunakan untuk penilaian diagnosis BV. Dalam tinjauan sistematis ini intervensi dibagi dalam tiga intervensi antara lain: probiotik vs metronidazole, probiotik vs plasebo serta probiotik + antimikroba vs antimikroba + plasebo. Semua analisis data didasarkan pada random effect dan fixed effect. Data dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak Rev Man 5.
Hasil: Systematic review ini melibatkan 18 RCT dengan total subjek 2841
wanita usia reproduksi yang menjalani program BV selama 5 hari atau lebih. Penelitian menunjukan bahwa probiotik menghasilkan efek terapeutik yang lebih baik untuk mengatasi BV. Probiotik vs metronidazol (RR: 0,51; 95% CI = 0,20 - 1,33), probiotik vs plasebo (OR: 0,62; 95% CI = 0,40 - 0,97), serta untuk kekambuhan BV pemberian probiotik dan antimikroba lebih baik dibanding antimikroba saja (RR = 0,49; 95% CI = 0,17 sampai 1,44).
Kesimpulan: Probiotik dapat menjadi alternatif terapi antimikroba untuk BV dan
penambahan probiotik pada antimikroba memberikan efek terapeutik yang lebih baik dibanding antimikroba dalam mengatasi kekambuhan BV.
Kata Kunci: probiotik, antimikroba, bacterial vaginosis, randomized controlled
commit to user
vi
The Effect of Probiotic versus Antimicrobial for Bacterial Vaginosis : A Meta-Analysis from Randomized Controlled Trials
Aquartuti Tri Darmayanti1), Bhisma Murti1), Tri Nugraha Susilawati2)
1)
Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret
2)
Department of Microbiology, Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret
ABSTRACT
Background: Antimicrobial regimens such as metronidazole for treating bacterial
vaginosis often cause recurrence, side effect, and bacterial resistance. Previous studies have reported that probiotic consisting Lactobacillus spp and a combination of antimicrobial and probiotic is an effective treatment for recurrent bacterial vaginosis. Lactobacillus plays an important role in vaginal health by replacing the pathogenic colonies in vagina. This study aimed to determine the effect of probiotic versus antimicrobial for bacterial vaginosis (BV).
Subjects and Method: A systematic review was conducted by searching the
following databases: PubMed, Science Direct, Web of Science, Springer Link and the Cochrane. The review included randomized controlled trials (RCTs) conducted in primary hospitals and private clinics. The Amsel criteria and Nugent score were used for diagnosis appraisal of bacterial vaginosis. were included in this systematic review consisting of the three types of bacterial vaginosis
treatment including : probiotics vs metronidazole, probiotics vs placebo and
probiotics + antimicrobials vs antimicrobials + placebo. All pooled data analyses were based on random-effects models and fixed effect. Data were analyzed using Rev Man 5 software.
Results: The systematic review included 18 RCTs involving 2841 women on
reproductive age underwent treatment of BV for 5 days or more. The studies showed that probiotic can give better therapeutic effect to overcome BV.
Probiotics vs metronidazole (RR: 0,51; 95% CI = 0.20 - 1.33), probiotics vs
placebo (OR: 0.62; 95% CI = 0.40-0.97), and for BV recurrence adding probiotic is more effective than antimicrobial alone. (RR= 0.49; 95% CI= 0.17 to 1.44).
Conclusion:. Probiotics can be used as an alternative therapy for BV and adding
probiotics to antimicrobials give better therapeutic effect than antimicrobial alone for overcome BV recurrence.
Keywords: probiotic, antimicrobial, bacterial vaginosis, randomized controlled
commit to user
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
vii
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur peneliti panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas Karunia dan Ridho-Nya peneliti dapat menyelesaikan proposal dengan judul “Efek Probiotik Versus Antimikroba dan Plasebo untuk Terapi Bakterial Vaginosis: Meta Analisis dari Randomized Controlled Trials”. Sebagai acuan dalam pembuatan karya tesis. Dalam penyusunan hingga terwujudnya proposal ini tidak terlepas dari bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, untuk itu pada kesempatan ini peneliti mengucapkan terima kasih, terutama kepada yang terhormat:
1. Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S selaku Rektor Universitas Sebelas Maret Surakarta.
2. Prof. Dr. M. Furqon Hidayatullah, M.Pd, selaku Direktur Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.
3. Prof. Dr. Bhisma Murti, dr, M.Ph, M.Sc, Ph.D, selaku Kepala Program Studi dan pembimbing yang telah memberikan masukan dan arahan selama proses bimbingan.
4. dr.Tri Nugraha Susilawati,M.Med.,Ph.D, selaku pembimbing utama yang telah memberikan masukan dan arahan selama proses bimbingan.
5. Kedua orang tua serta suami yang tidak berhenti memberikan motivasi dan do‟a dalam penulisan tesis ini.
6. Teman-teman seperjuangan angkatan V Pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat dan semua pihak yang telah memberikan bantuan yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
Peneliti menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan proposal ini masih jauh dari sempurna, untuk itu pada kesempatan ini peneliti mohon kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan penyusunan di masa-masa mendatang.
Surakarta, Mei 2018
commit to user
viii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
HALAMAN SAMPUL DALAM ... i
HALAMAN PERSETUJUAN PROPOSAL ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... iv
DAFTAR TABEL ... v
DAFTAR GAMBAR ... vi
DAFTAR LAMPIRAN ... vii
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Rumusan Masalah ... 3
C. Tujuan Penelitian ... 4
1. Tujuan Umum ... 4
2. Tujuan Khusus ... 4
D. Manfaat Penelitian ... 4
BAB II TINJAUAN TEORI A. Definisi dan Batasan Konsep ... 5
1. Bakterial Vaginosis ... 5
2. Probiotik ... 11
B. Penelitian Relevan ... 17
C. Kerangka Berpikir ... 25
D. Hipotesis Penelitian ... 25
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian ... 26
B. Tempat dan Waktu Penelitian ... 26
C. Tehnik Pengambilan dan Analisis Data ... 26
D. Langkah Penelitian ... 29
E. Variabel Penelitian ... 29
F. Definisi Operasional Variabel ... 30
commit to user library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id ix H. Analisis Penelitian ... 31 I. Etika Penelitian ... 32 BAB IV HASIL
A. Hasil Pencarian artikel ... 33 B. Gambaran wilayah penelitian ... 34 C. Hasil Penelitian 1. Probiotik vs metronidazole ... 37 2. Probiotik vs placebo ... 39 3. Probiotik+antimikroba vs antimikroba+placebo ... 42 BAB V PEMBAHASAN A. Pembahasan ... 46 B. Keterbatasan penelitian ... 50 BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan ... 51 B. Implikasi ... 51 C. Saran ... 51 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN