Semester 1
Semester 2
Memahami prinsip dasar ilmu sejarah
Standar Kompetensi
Standar Kompetensi
Kompete
Kompetensi Dasarsi Dasar
Kompete
Kompetensi Dasarsi Dasar 1.. 1.1 Menjelaskan pengertian dan ruang
lingkup ilmu sejarah
1.2 Medeskripsikan tradisi sejarah dalam masyarakat Indonesia masa
pra-aksara dan masa aksara 1.3 Menggunakan prinsip- prinsip dasar
penelitian sejarah
Menganalisis peradaban Indonesia dan dunia
2. 2.1 Menganalisis kehidupan awal masyarakat Indonesia
2.2 Mengidentifikasi peradaban awal masyarakat di dunia yang
berpengaruh
terhadap peradaban Indonesia 2.3 Menganalisis asal-usul dan persebaran
Menu Utama
X
Mau Tahu Materi Pembelajaran Sejarah i yang lain ? Klik history1978.wordpress.com
SEKILAS INFO
i m
By:
Mr. Rusdi Mustapa, S.Pd
Menu Utama
X
Mau Tahu Materi Pembelajaran Sejarah i yang lain ? Klik history1978.wordpress.com
SEKILAS INFO
X
i m
Pengertian-Ruang Lingkup Sejarah
Sumber- Bukti Sejarah
Tradisi Masa Pra-Aksara - Aksara
Prinsip Dasar Penelitian Sejarah
Kehidupan Awal Masyarakat Indonesia
Peradaban Awal Dunia
Asal usul /Persebaran Manusia Di Indonesia
Materi
PETA KONSEP
MATERI
SETELAH MEMPELAJARI POKOK BAHASAN INI ANDA DIHARAPKAN MAMPU UNTUK :
Men
Me
deskripsikan
deskripsika
peng
pe
ertian
ertia
sejarah
sejarah
Membedakan
Membedaka
sejarah sebagai peristiwa,
sejarah sebagai peristiwa,
kisah, ilm
kisah, ilmu
, dan
, da
sen
se
i
i
Men
Me
deskripsikan
deskripsika
periodisasi dan
periodisasi da
kro
kron
ologi
ologi
Men
Me
deskripsikan
deskripsika
kegun
keg
aan
aa
sejarah
sejarah
SEJARAH
Pengertian
Kedudukan
Generalisasi,Periodisasi dan Kronologi
Kegunaan
Se
ba
ga
i
pe
ris
tiw
a
Se
ba
ga
i
ki
sa
h
Se
ba
ga
i i
lm
u
Se
ba
ga
i S
en
i
Asal-usul kata Pandangan
WHAT IS THE FUNCTION OF HISTORY ? WHY YOU STUDY HISTORY ?
WHAT IS HISTORY ?
Mau Tahu Materi Pembelajaran Sejarah yang lain ? Klik history1978.wordpress.com
SEKILAS INFO
Bahasa Arab
SYAJARATUN ( POHON )Bahasa Inggris
HISTORY
ISTOR ( YUNANI) “ ORANG PANDAI “
Perubahan gejala alam bersifat kronologis
Bahasa Jerman
GESCHICLITEApakah semua peristiwa yang dialami
manusia bisa disebut
SEJARAH ???
IMMORTAL
UNIQUE
ASPEK-ASPEK SEJARAH
Sejarah sebagai peristiwa Sejarah sebagai Ilmu Sejarah sebagai Seni Sejarah sebagai Kisah Real Happen
Fact Reality Objective
Mengungkap masyarakat pada zamannya
Learning about the Process of Changing
Humans life and their Environment
Sistematis – Kajian Ilmiah
Use Imagination to explain
Story / naration
Metode analisis-pendekatan tertentu
memory
impression prediction
kembali
SUMBER PRIMER
Informasi yang diperoleh dari pelaku atau saksi sejarah secara langsung ( Data di dapat dengan wawancara)
kembali
SUMBER SEKUNDER
Informasi diperoleh dari perantara
yang tidak berhubungan langsung
dengan peristiwa
(
Biasanya
sumber tertulis)
kembali
SUMBER TERTIER
Informasi yang dituturkan oleh
pihak ketiga
atau
lebih
kembali
LISAN
Informasi di dapatkan langsung
dari
pelaku atau saksi
(melalui wawancara
)
kembali
TERTULIS
Tertulis sezaman
setempat
Tertulis sezaman
tidak setempat
Tertulis setempat
tidak sezaman
kembali
X
X
ZAMAN BATU
X
Palaeolitikum
Palaeolitikum
Mesolitikum
Mesolitikum
Neolitikum
Neolitikum
Megalitikum
Megalitikum
kembali
CIRI-CIRI KEHIDUPAN
MASA PALEOLITIKUM
Masih asli Belum
diasah/masih
kasar
Nomaden --- Berpindah-pindah
Belum mengenal perkawinan --- Sistem
Promesquity
Food Gathering ( Mengumpulkan Makanan)
Berburu Meramu awal
Belum mengenal religi
Hasil
Nama Alat Fungsi Gambar
Kapak Genggam
Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa
Flakes
- Alat penetak/pemotong
- untuk mengorek ubi dan keladi dari dalam tanah - menangkap ikan
- untuk menguliti hewan buruan - mengiris daging buruan
- memotong umbi-umbian./buah buahan
CIRI-CIRI KEHIDUPAN
MASA MESOLITIKUM
Mulai dipoles
Semi-Nomaden --- Mulai menetap
Pinggir Pantai --- Kebudayaan Sampah Dapur (Kjokken Moddinger)
Gua --- Abrice Souce Roche
Mulai mengenal religi Food Gathering lanjut
Hasil
Nama Alat Fungsi Gambar
Peble-Culture (alat kebudayaan Kapak genggam)
didapatkan di
Kjokken Modinger
Bone-Culture (alat kebudayaan dari Tulang)
Flakes Culture
(kebudayaan alat serpih) didapatkan di
Abris sous Roche
Alat penetak/pemotong
Panah
CIRI-CIRI KEHIDUPAN
MASA NEOLITIKUM
Dipoles Dihaluskan,
diruncingkan, dll
Menetap ( Sedenter ) --- Rumah Panggung Mengenal Religi --- Roh Nenek Moyang
Food Producing --- ladang --- Teknik “ SLASH n
BURN”
Mengenal Masyarakat --- Kepala Suku
Hasil
Nama Alat Fungsi Gambar
Kapak Persegi
Kapak Bahu
Kapak Lonjong
sebagai cangkul/pacul
sebagai cangkul/pacul
CIRI-CIRI KEHIDUPAN
MASA MEGALITIKUM
Batu-batu dalam ukuran besar Berhub.
Dgn Religi
Menetap ( Sedenter ) --- Rumah Panggung Mengenal Religi --- Roh Nenek Moyang Food Producing
Mengenal Masyarakat --- Kepala Suku
Hasil
Nama Alat Fungsi Gambar
Menhir
Dolmen atau
Stonehenge
Sarkofagus
Kubur Batu/Peti Mati
Punden Berundak
tempat pemujaan untuk
penghormatan terhadap arwah nenek moyang
tempat sesaji dan pemujaan kepada roh nenek moyang
tempat menyimpan mayat yang disertai bekal kuburnya
tempat menyimpan mayat yang disertai bekal kuburnya
tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang yang telah
REKAMAN
Berupa kaset atau audio maupun Video
Ex
: Video Proklamasi 17 Agustus 1945
kembali
•
Bercocok Tanam
•
Wayang
•
Seni Gamelan
•
Seni membatik – menenun
•
Sistem macapat
• Alat tukar dalam perdagangan
•
Membuat alat dari logam
•
Kemampuan berlayar
•
Kemampuan astronomi
• Susunan masyarakat yg teratur
Menurut Dr. Brandes
Masyarakat Nirleka Indonesia telah mengenal unsur-unsur kebudayaan asli :
TRADISI MASYARAKAT
PRA-SEJARAH
Bercocok tanam
Sistem bercocok tanam yang
dikenal :
• Berladang membuka hutan utk
ditanami tanaman
• Tegalan
cara bercocok tanam
di
lahan kering
dan sifatnya
tetap
• Bersawah mengelola sawah
secara intensif melalui
Pancausaha Tani
kembali
Kesenian wayang
• Bermula dari
kepercayaan animisme
• Dimainkan malam hari
oleh Dalang lewat
boneka sebagai
penjelmaan roh nenek
moyang
• Lakon berisi petuah,
nasihat pada penonton
kembali
Seni Gamelan
• Digunakan untuk mengiringi
pertunjukan wayang
dan
juga mengiringi
pelaksanaan
upacara
• Alat yang dipakai : Bonang,
kempul, centhe, gendang,
gender, gong, dll
Seni batik dan tenun
• Berupa kerajinan
untuk menghiasi
kain dengan
menggunakan
canting
•
Hiasan gambar
berupa alam
sekitarnya
kembali
Sistem macapat
Sistem macapat
Arti dan Makna Filosofisnya Alun-alun
tempat bersatunya rakyat dan rajanya
(Hablumminannas)
Masjid
tempat bersatunya rakyat dan raja sebagai sama-sama makhluk Tuhan (Illahi) dimana mereka sama-sama dipimpin seorang Imam
(Habluminallah)
Terdapat perpaduan unsur lama dan unsur Islam
Membuat barang dari logam
• Bivalve
memakai cetakan dari
tanah liat
yang dibakar
• A Cire Perdue
memakai cetakan dari
lilin
kembali
Kemampuan berlayar
• Menggunakan
perahu bercadik
/
perahu bersayap
( relief pada Candi
Borobudur )
kembali
Ilmu astronomi
• Digunakan untuk
pelayaran
pada
malam hari dan
dalam
kegiatan
pertanian
kembali
Cara masyarakat prasejarah
mewariskan masa lampaunya :
a. Membuat alat-alat
b. Membuat lukisan
c. Tradisi lisan / oral tradition
d. Membuat bangunan-bangunan
a. Membuat alat-alat
• Pada masa ini alat-alat berfungsi
sebagai
alat bantu hidup
.
• Macam-macam alat prasejarah :
– Dari batu : kapak perimbas, kapak
genggam, alat pemukul kulit
kayu.
– Dari tulang : pisau, penggaruk,
alat tusuk, anak panah, mata
tombak, gergaji, gurdi.
b. Membuat
lukisan
• Banyak lukisan-lukisan yang di temukan di dinding-dinding gua / karang, yang dapat dijadikan
warisan / peringatan untuk generasi berikutnya sebelum manusia mengenal tulisan.
• Alat yang digunakan untuk melukis:
A. Pacar → sarinya ( berwarna merah )
●
Bukti adanya lukisan di
gua-gua / karang-karang :
–
Di Liang Petta E.
–
Di Maluku
–
Di sebelah barat Pulau Seram
–
Di Kepulauan Kei
–
Di Irian Jaya ( Papua )
–
Di daerah Kokas ( Teluk Berau )
●
Dari adanya lukisan-lukisan
Tradisi Lisan /
Oral Tradition
( menceritakan )
• Tradisi lisan
menggunakan
bahasa lisan dalam
menyampaikan
Tradisi Lisan dibagi 2
:
• Sebagai Proses :
• Menjadi kebiasaan anggota masy. Dalam
menyampaikan pengalaman, dan masy. Tersebut
akan menyampaikan masa lalu dan pengalaman
sehari-hari mereka dalam bahasa lain.
• Sebagai Produk :
• Menjadi
informasi
/
pengalaman
yang
disampaikan
secara
lisan,
lama-kelamaan
terbentuk menjadi legenda, mite / mitos,
dongeng, cerita rakyat, lagu daerah / folksong,
sastra lisan / folklore, dan upacara.
LEGENDA
• Adalah Cerita rakyat yang dianggap
benar-benar terjadi, tidak sakral
• Tokoh: manusia biasa yg punya
kekuatan luar biasa dan dibantu
makhluk gaib
• Pembagian
LEGENDA
:
• Keagamaan
• Kegaiban
Mite / Mitos
• Adalah Cerita rakyat yang
dianggap benar – benar terjadi
dan dianggap suci oleh rakyat
pendukungnnya. ( menceritakan
alam
semesta,
manusia
/
kelompok manusia, kisah
dewa-dewa, adat istiadat )
• Paham adanya mite disebut
mitologi.
•
Mite di Indonesia dibagi menjadi
2 :
– Mite asli Indonesia
Dongeng
• Adalah cerita rakyat yang dianggap
tidak pernah terjadi. ( Segala
sesuatunya hanya khayalan )
Dongeng hanya bersifat hiburan dan
biasa berisi petuah, kebaikan
mengalahkan kejahatan, ajarang
moral, atau pun ejekan terselubung.
• Dongeng ada beberapa macam :
Cerita Rakyat
• Adalah cerita yang tumbuh
dan berkembang di kalangan
rakyat suatu daerah yang
diceritakan
secara
lisan
maupun tertulis.
( Tentang raja, kerajaan, putri,
pangeran, dewa, dewi,
orang-orang
suci,
binatang,
/
keajaiban-keajaiban )
LAGU DAERAH /
FOLKSONG
• Adalah bentuk puisi yang dinyanyikan, yang pada
mulanya dikembangkan dalam bentuk lisan.
• Menurut materi, ada pembagian lagu rakyat :
– Lagu anak-anak
→ mengiringi tarian /
permainan
– Lagu Umum
→ mengiringi tari / dinyanyikan
biasa
– Lagu Religius
→ upacara-upacara
• Menurut Fungsinya :
– untuk mengiringi tarian
– untuk mengiringi permainan ( Cublak-cublak
suweng )
Sastra Lisan / Folklore
• Adalah karya sastra daerah yang
disampaikan
secara lisan
oleh
penyampainya. Biasanya
berbahasa daerah, bersifat
mendidik moral, keagamaan, /
hiburan.
•
Contoh Sastra lisan
:
Wayang ( Jawa )
• Jenis-jenis wayang :
Upacara
• Adalah Kegiatan Ritual yang
dilakukan pada saat tertentu
oleh suatu kelompok masy.
Dengan tujuan tertentu,
disertai dengan korban
hewan / sesaji.
• Upacara dilakukan untuk
mencari berkah agar
Tradisi Masa Bercocok Tanam
Tradisi Masa Bercocok Tanam
• Tingkat awal
–
Cara hidup
: food gathering, nomaden, mengembara,
beternak.
–
Cara Pertanian
: Perladangan, berpindah-pindah.
–
Cara menanam
: Setelah ladang siap, biji ditebar.
Kerugiannya : biji larut oleh hujan / dimakan binatang
pemakan biji, biji tidak beraturan.
●
Tingkat Lanjut
●
Cara hidup
: Food producing, menetap, beternak.
●
Cara pertanian
: Sistem putaran, ladang berpindah
tetapi jarak dekat dan suatu saat
akan kembali ke tempat semula .
●
Cara menanam
: Menetap dengan mengusahakan irigasi
dan pemupukan.
●
Cara bertempat tinggal
: Hidup di perkampungan yang dekat
dengan sumber air, membangun
rumah dengan tiang penyangga
( rumah panggung )
TRADISI MEGALITIK
• Adalah tradisi pendirian
bangunan-bangunan dari batu
besar
berdasarkan kepercayaan akan adanya pengaruh
kuat hubungan antara yang hidup dengan yang mati yang
dapat membawa kesejahteraan masyarakat dan kesuburan
tanaman.
• Menurut
R. Von Hiene Geldern
, tradisi ini dapat dibagi
menjadi 2 golongan :
a. M. Tua ( 2500 – 1500 SM )
b. M. Muda ( 1000 SM)
BANGUNAN-BANGUNAN MEGA
LIT
Sudah capek??? Lihat dech selingan berikut
MENHIR
•
Adalah sebuah tugu
dari batu tunggal
yang didirikan untuk
upacara menghormati
roh nenek moyang.
•
Tempat : Sumsel,
Sulteng, dan
DOLMEN
• Adalah batu seperti
meja berkakikan
menhir.
• Ada dolmen untuk
sesaji dan untuk
kuburan.
• Bangunan ini disebut
penduduk
makam
cina.
SARKOFAGUS
• Adalah keranda
berbentuk seperti
palung / lesung, dan
mempunyai tutup.
• Tempat : Bali
• Berupa : periuk-periuk,
beliung persegi,
perhiasan, serta
benda-benda
KUBUR PETI BATU
•Adalah keranda berupa
papan-papannya lepas 1
dengan yang lainnya.
Punden Berundak
• Adalah bangunan batu yang disusun
bertingkat-tingkat, makin ke atas makin
kecil.
• Bangunan
ini
merupakan
prototipe
bangunan candi.
Waruga
• Adalah Kubur batu
yang terbuat dari
batu untuh,
berbentuk kubus /
bulat, digunakan
untuk kuburan mayat
dalam posisi duduk.
• Tempat : Sultengah,
ARCA
• Adalah patung-patung
megalith yang
menggambarkan
binatang dan manusia.
• Contoh binatang :
Gajah, kerbau,
harimau, dan monyet.
• Tempat : Sumsel,
PETA KONSEP
MATERI
MATERI
SETELAH MEMPELAJARI POKOK BAHASAN INI ANDA DIHARAPKAN MAMPU UNTUK :
MenMe deskripsikandeskripsika langkah-langkah dalam penelitian langkah-langkah dalam penelitian
sejarah
sejarah
Mendiskripsikan sumber, bukti, dan fakta sejarahMendiskripsikan sumber, bukti, dan fakta sejarah MenMe deskripsikandeskripsika jenis-jenis sejarah jenis-jenis sejarah
MenMe deskripsikandeskripsika prinsip-prisnip dasar dalam penelitian prinsip-prisnip dasar dalam penelitian
sejarah
sejarah
Mengidentifikasi peristiwa, peninggalan sejarah, dan Mengidentifikasi peristiwa, peninggalan sejarah, dan
monumen peringatan peristiwa bersejarah yang ada di
monumen peringatan peristiwa bersejarah yang ada di
sekitarnya
sekitarnya
Penelitian
Sejarah
Langkah-langkah dalam Penelitian Sejarah Prinsip dasar penelitian sejarah LisanJenis-jenis
sejarah
Pem ilihan to pik
H
eu
ri
st
i
k
Ve
ri
fik
as
i
In
te
rp
re
ta
si
H
is
to
ri
og
ra
fi
Sebelum lanjut saksikan selingan berikut
Darimana Topik DIPEROLE
H ???
Dari bahasa
YUNANI
“
heuriskeia
”
( menemukan)
Tindakan
untuk
mencari
dan
mengumpulkan
sumber-sumber
sejarah
yang
berkaitan
dengan
objek penelitian
Berdasar sifatnya sumber sejarah ada
3 :
a) sumber primer : sumber-sumber sejarah yang asli dan berasal dari jamannya seperti prasati, kronik, piagam, bangunan (candi, keratin, masjid), nisan atau dari pelaku sejarah
b) sumber sekunder : sumber sejarah yang berasal dari sumber kepustakaan kuno (babad, naskah, karya sastra) atau berupa sumber tiruan dari benda aslinya misalnya prasasti tiruan (tinulad) , terjemahan kitab kuno
c) sumber tersier : merupakan sumber yang berupa buku-buku sejarah yang
telah disusun di mana si pengarang tidak melakukan penelitian langsung. Tetapi berdasarkan kepada hasil penelitian ahli sejarah (para sejarawan).
Sumber-sumbern
Sumber sumbernya
Memakai konsep
Melakukan studi dokumenter yang berhubungan dengan penelitian sejarah
Mendatangi ahli-ahli atau narasumber
untuk
wawancara
dan memperoleh
Tindakan
memeriksa,
mengoreksi atau
menilai kebenaran
sumber-sumber
yang telah ada
(
Kritik Sejarah
)
KRITIK INTERN
kritik terhadap
keaslian isi atau
materi sumber sejarah
KRITIK EKSTERN
kritik terhadap keaslian
bahan yang digunakan
untuk sumber sejarah
( tulisan tangan,kertas,
Penafsiran
,
pendapat
,
atau
pandangan teoritis
terhadap data yang
diperoleh
Dalam
menafsirkan
tidak boleh asal namun
harus dilakukan secara
bertanggung jawab
(
secara ilmiah
)
Interpretasi
dilakukan agar
hasil penulisan
bersifat
analitis
dan tidak sekedar
deskriptif
atau
Merupakan langkah terakhir
yaitu proses penulisan dan
penyusunan kisah masa lampau yang direkrontruksi berdasarkan pada fakta yang telah diberi penafsiran.
Peristiwa sejarah yang
dikisahkan melalui historiografi akan sangat di pengaruhi oleh
subyektifitas si penulis dalam merekontruksinya
Historiografi
Tradisional
Menekankan unsur cerita
Masalah kerajaan
Raja sentris
Berkembang
sejak
masuknya budaya
Hindu-Budha
Historiografi
Kolonial
Eropa Sentris
Pandangan Kolonial
Historiografi Nasional
Pandangan Indonesia
Sesuai sejarah yang ada
Sudah jelas, so kita kembali ke
ORAL HISTORY
ORAL HISTORY
•
Sejarah lisan adalah
kisah sejarah yang
berdasarkan
pada
ungkapan pengalaman
pelaku yang terlibat
secara langsung pada
peristiwa tertentu
•
Sejarah lisan adalah
kisah sejarah yang
berdasarkan
pada
ungkapan
pengalaman
pelaku
yang terlibat
secara langsung pada
peristiwa tertentu
•
Faktor pendorong penelitian
sejarah lisan :
1. Banyak informasi
sejarah yang tidak
ditulis
2. Banyak informasi yang
masih diingat banyak
orang
3. Kemajuan IPTEK
•
Faktor pendorong penelitian
sejarah lisan :
1. Banyak informasi
sejarah yang tidak
ditulis
2. Banyak informasi yang
masih diingat banyak
orang
Pembagian secara Geografis:
Sejarah Dunia
Sejarah Indonesia
Sejarah Lokal
Berdasar bidang kajian :
Kehidupan Awal Masyarakat
Indonesia
Teori Asal Muasal Kehidupan di
Bumi
Jenis-jenis Manusia Purba di Indonesia
dan Luar Indonesia
NEOZOIKU
M
MESOZOIKUM
PALAEZOIKUM
ARKAEKUM
• 2500
juta tahun yang lalu
• Belum ada
tanda-tanda
kehidupan
• Bumi masih dalam
proses
P
A
L
A
E
Z
O
IK
U
M
• 340
juta tahun yang lalu
• Zaman Primer
mulai muncul
makhluk
hidup
terutama
Mikroorganisme
• Bumi belum stabil dan terus
berubah-ubah
• 150
juta tahun yang lalu
•
Zaman sekunder
kehidupan
mulai beragam Binatang
bertubuh besar
(
Dinosaurus,
Tyrannosaurus,
Atlantasaurus, Brontosaurus, Tyrex
,
dll) DISEBUT JUGA
ZAMAN
REPTILE
dinosaurus
tyrannosaurus
brontosauru s
NEOZOIK
UM / KAI
NOZAIKU
M
• Jaman ini di perkirakan berlangsung sekitar
60 juta tahun
• Pada jaman ini keadaan bumi telah membaik,
perubahan cuaca tidak begitu besar dan
kehidupan berkembang dengan pesat .
•
Dibagi 2 yaitu :
a. Jaman Tersier
JAMAN TERSIER
• Dibagi dalam 5 Kala :
•
Paleosen
→ Muncul sejenis Manusia Kera yaitu
GIGANTHROPUS
( Manusia Kera Raksasa)
AUSTRALOPITECUS
( Manusia Kera dari Selatan)
Miosen
→ Muncul Orang Utan
Eosen
Oligosen
Pliosen
• Berlangsung sekitar
600 ribu tahun
, di
tandai dengan adanya tanda-tanda
kehidupan manusia. jaman ini terbagi
atas :
A. Jaman diluvium (Pleistocen)
B. Jaman alluvium (Holocen)
JAMA
N QU
• Berlangsung sekitar 600 ribu tahun yang lalu,
• Mulai muncul kehidupan manusia purba. jaman ini dinamakan pula jaman
glacial (jaman es) karena es di kutub utara mencair sehingga menutupi sebagian wilayah Eropa Utara, Asia Utara dan Amerika Utara
• Akibat di Indonesia : Munculnya 2 Paparan yaitu :
A. Paparan Sunda ( Wilayah yang dulu menyatu dengan ASIA)
B. Paparan Sahul ( Wilayah yang dulu menyatu dengan AUSTRALIA) Kedua wilayah dipisahkan oleh Garis Wallace
• Pada jaman ini terjadi pula perpindahan manusia dari daratan asia ke Indonesia, yaitu Pitechanthropus Erectus (ditemukan di trinil) yang sama dengan Sinanthropus Pekinensis. Demikian juga dengan hasil kebudayaan pacitan yang banyak di temukan di cina , Malaysia , birma . homo wajakensis yang menjadi nenek moyang bangsa austroloid ikut pula menyebar dari asia ke selatan sampai ke Australia dan menurunkan penduduk asli Australia yaitu bangsa aborigin
Garis Wallace
adalah sebuah garis hipotetis yang memisahkan
wilayah geografi hewan
Asia
dan
Australasia
. Bagian barat dari garis ini
berhubungan dengan spesies Asia; di timur kebanyakan berhubungan
JAMAN ALLUVIUM (HOLOCEN)
Jenis-jenis Fosil Manusia Purba (Berdasar Lapisan Tanah)
Menurut Von Koeningswald
Lapisa
n
Lapisa
n
Holoce
n
Pleistosen Atas ( Lap. FaunaNgandong)
Pleistosen Bawah ( Lap. Fauna Jetis) Pleistosen Tengah (Lap. Fauna Trinil)
Jenis-jenis Manusia Purba yang ditemukan di
Indonesia ada tiga jenis
Meganthropus Paleojavanicus (Sangiran)
Pithecanthropus Robustus (Trinil) Pithecanthropus Erectus (Homo Erectus) (Trinil)
Pithecanthropus Dubius (Jetis) Pithecanthropus Mojokertensis (Perning)
Homo Javanensis (Sambung Macan) Homo Soloensis (Ngandong)
Homo Sapiens Wajakensis (Tulungagung)
Penemuan Fosil Manusia Purba di INDONESIA
Peta Lokasi Penemuan Fosil Manusia Purba di Jateng-Jatim
MEGANTROPUS PALEOJAVANICUS
(manusia Jawa tertua yang berbadan besar )
Penemu
:
Ralph Von Koenigswald
Tempat Penemuan
:
Sangiran
(lembah bengawan solo )pada
1941
Ciri-ciri
: 1. berbadan besar
2. kening menonjol
3. tulang pipi tebal
4. rahang besar dan kuat
5. makanan utamanya adalah
tumbuhan dan buah buahan
6.
hidup
dengan
ca
ra
food
PITECANTHROPUS
(manusia kera)
hidup dengan cara food gathering dan berburu
pitechanthropus terbagi kedalam beberapa jenis yaitu :
Pithecanthropus Mojokertensis
Pithecanthropus Erectus
Koeningswald tahun 1936, dalam
bentuk tengkorak anak-anak
berusia 5 tahunan
Mojokerto (lembah Bengawan
Solo )
Wiedenreich dan
Trinil, Ngawi, Jawa Timur
pada tahun 1890
Eugene
Dubois pada
tahun 1890
Pitecanthropus Erectus
Ciri Pithecanthropus :
• Hidup antara 2 s/d 1 juta
tahun yang lalu
• Hidup berkelompok
• Hidungnya lebar dengan
tulang pipi yang kuat dan
menonjol
• Mengumpulkan makanan
dan berburu
fosilnya ditemukan antara 1931 -1934
Penemu
: Von Koenigswald , Ter Haar
dan Oppenoorth
Tempat Penemuan
: Ngandong, Blora. Hidup antara
200 ribu tahun lalu.
Ciri biologis
: bentuk tubuh tegak ,
kening tidak menonjol. Jenis
ini lebih tinggi tingkatannya
dari pitechanthropus erectus
fosilnya ditemukan oleh
Rietschoten
dan
Dubois
antara tahun 1888-1889
Tempat Penemuan
: Desa Wajak ,Tulungagung,
Jatim
Ciri biologisnya
:
tinggi mencapai 130-210 cm ,
berat badan sekitar 30 – 150 kg ,
volume otak sampai dengan 1300cc .
hidup dengan makanan yang telah di masak
walaupun dalam bentuk yang sangat sederhana
.
Kebudayaan Manusia Prasejarah
Pleistosen
Holosen
Kebudayaan Pacitan
Kebudayaan Ngandong
Zaman Batu
Zaman Logam Kebudayaan Batu Tua
(Palaeolitikum)
600.000 th yl
Manusia purba
20.000 th yl
Kebudayaan Pacitan
•
Peralatan yang di hasilkan adalah:
Kapak Genggam
, alat penetak
(
chopper
),
ditemukan oleh
Koenigswald
tahun 1935.
• Alat-alat tersebut di temukan pada lapisan
yang sama dengan di temukannya fosil
Pithecanthropus erectus
Kebudayaan Ngandong
Peralatan yang ditemukan adalah Flakes (alat
serpih)
berupa
pisau
atau
alat penusuk
. Ditemukan pula
peralatan dari
tulang
dan
tanduk
berupa belati,
mata tombak yang bergerigi, alat pengorek ubi,
tanduk menjangan yang diruncingkan dan duri
ikan pari yang diruncingkan
Manusia pendukung
Kebudayaan Ngandong
adalah
Homo Soloensis
dan
Homo Wajakensis
,
Karena di temukan pada lapisan tanah yang sama
dengan peralatan
Kebudayaan Ngandong
.
13/08/17 Rusdi Mustapa, S.Pd 109
13/08/17 Rusdi Mustapa, S.Pd 110
KEBUDAYAAN MESOLITIKUM
KEBUDAYAAN NEOLITIKUM
KEBUDAYAAN MEGALITIKUM
Hasil kebudayaan Zaman Holosen
1
2
Ciri dari jaman ini adalah peralatan dari batu yang
telah
di asah pada bagian yang tajam
. Yang menarik
dari jaman mesolithikum adalah di temukannya
tumpukan sampah dapur yang kemudian diberi istilah
kjokkenmoddinger
dan
abris sous roche
Kjokkenmoddinger
adalah tumpukan kulit kerang
dan
siput yang telah membatu ,
banyak di
jumpai di
pinggir pantai
.
Abris sous roche
adalah tumpukan dari sisa
makanan
yang telah membatu di
dalam
gua
Terdapat 3 kebudayaan yaitu :
Kebudayaan
Flakes/serpih bilah
(
flakes culture
)
Kebudayaan
Pebble / Kapak Sumatera /
Kapak Genggam
(
pebble culture
)
Ciri jaman batu muda adalah pemakaian peralatan dari batu
yang telah
diasah
halus
karena telah mengenal tehnik
mengasah. Pada jaman ini terjadi
revolusi kehidupan
(perubahan dari kehidupan
nomaden
dengan
food
gathering
menjadi
sedenter / menetap
dengan
food
producing)
Ciri jaman batu muda adalah pemakaian peralatan dari batu
yang telah
diasah
halus karena telah mengenal tehnik
mengasah. Pada jaman ini terjadi
revolusi kehidupan
(perubahan dari kehidupan
nomaden dengan
food
gathering
menjadi
sedenter / menetap
dengan
food
producing)
Berdasarkan peralatannya kebudayaan jaman neolitihkum di
bedakan menjadi kebudayaan
kapak persegi
dan
kapak
lonjong
( menurut Heine Geldern ) berdasarkan kepada
penampang yang berbentuk
persegi panjang
dan
lonjong
.
Disebut kebudayaan batu besar karena pada umumnya
menghasilkan kebudayaan dalam bentuk monument yang
terbuat dari batu berukuran besar. Kebudayaan ini muncul pada
akhir jaman neolithikum tetapi perkembangannya justru terjadi
pada jaman perunggu (kebudayaan dongson ).
Disebut
kebudayaan batu besar
karena pada umumnya
menghasilkan kebudayaan dalam bentuk monument yang
terbuat dari batu berukuran besar. Kebudayaan ini muncul pada
akhir jaman neolithikum
tetapi perkembangannya justru terjadi
pada
jaman perunggu
(kebudayaan dongson ).
Hasil Kebudayaan Megalitikum
Menhir
Dolmen
Kubur batu
Punden berundak
Sarcophagus (keranda)
Tugu batu yang
terbuat dari
batu
tunggal
, yang
berfungsi sebagai
tanda peringatan
dan
melambangkan
arwah nenek moyang
sehingga menjadi
benda pemujaan
.
Banyak di temukan di
Pasemah , Lahat ,
Meja batu tempat meletakkan
sesajen
Peti mayat yang di pendam di dalam tanah berbentuk
persegi panjang
dengan ke empat sisinya di buat dari
lempengan – lempengan batu.
Ada pula yang di sebut
waruga
, yaitu kubur batu
yang berbentuk
bulat
. kubur batu banyak di temukan
di kuningan (jabar) , Pasemah (Sumatera), Wonosari
(Yogja) dan Cepu (Jateng)
Bangunan
pemujaan
terhadap roh nenek
moyang yang berupa
susunan
batu
bertingkat.
Banyak
ditemukan di Banten,
Garut,
Kuningan,
Sukabumi (Jabar).
Dalam perkembangan
selanjutnya,
punden
berundak
merupakan
dasar
dalam
pembuatan
candi,
Peti mati tempat penyimpanan
mayat yang berbentuk
lesung
Menggambarkan
wujud
nenek
moyang
atau
arca
binatang
. banyak
di
temukan
di
daerah
pasemah
(Sumatera),
sementara
di
lembah
Bada
(Sulteng
)
KEBUDAYAAN PERUNGGU
Fungsi: - Untuk acara keagamaan
- Sebagai sarana upacara minta hujan
(biasanya diatas nekara diberi hiasan katak
menurut kepercayaan katak dianggap sebagai binatang yang dapat mendatangkan
hujan.)
Fungsi :
- Sebagai mas kawin
Fungsi
: sebagai tanda kebesarankepala suku dan alat upacara keagamaan
KEBUDAYAAN BESI
Alat-alat yang ditemukan adalah :
· Mata kapak, yang dikaitkan pada tangkai dari kayu, berfungsi untuk membelah kayu
· Mata Sabit, digunakan untuk menyabit tumbuh-tumbuhan · Mata pisau
· Mata pedang · Cangkul, dll
Alat-alat yang ditemukan adalah :
· Mata kapak, yang dikaitkan pada tangkai dari kayu, berfungsi untuk membelah kayu
· Mata Sabit, digunakan untuk menyabit tumbuh-tumbuhan · Mata pisau
· Mata pedang · Cangkul, dll
Pada masa ini manusia telah dapat melebur besi untuk dituang menjadi alat-alat yang dibutuhkan, pada masa ini di Indonesia tidak banyak ditemukan alat-alat yang terbuat dari besi.
Tempat Penemuan Fosil Homo Erectus :
1. Sangiran
2. Sambungmacan 3. Sonde
4. Trinil
5. Ngandong
7. Kedung Brubus 8. Kalibeng
9. Kabuh 10. Pucangan
Peradaban Awal di Dunia
Peradaban Kuno di Asia - Afrika
Pusat-pusat Peradaban Asia - Afrika
Peradaban India
Peradaban Lembah Sungai
Kuning
Peradaban Lembah Sungai Eufrat -
Tigris
LETAK
Lembah Sungai Indus (4000 – 3000 SM ) , Pusat Kebudayaan Tertua India
PENDUKUNG
Bangsa Dravida ( Asli India)
Ciri-ciri Bangsa Dravida ??
HASIL PERADABAN
Reruntuhan bangunan kota
Mohenjo Daro
danHarappa
, ditemukan olehSir John Marshall
(Arkeologis Inggris, 1922) Hidung pesek ( anasah/tidak punya hidung)
Bibir tebal
Kulit hitam
Merupakan tipikal
Kota Modern
( mengapa disebut
Modern ?)
Perencanaan
tata
kota teratur
Jalan-jalan lurus
dan teratur
Saluran air
( sanitasi ) untuk
irigasi dan pertanian
Memiliki
tembok
yang juga berfungsi sebagai
benteng
Memiliki tempat
pemandian umum
Tiap rumah
memiliki sumur
dan kamar mandi
BERAKHIRNYA PERADABAN LS. INDUS
Faktor penyebab kehancuran : Bencana alam seperti banjir, epidemi
ataupun
karena peperangan.
Berdasarkan peninggalan yang ditemukan
berupa
reruntuhan kota Mohenjo Daro dan Harappa, diperkirakan kota itu runtuh akibat banjir.
Namun dengan ditemukannya sisa
kerangka yang
berserakan di bekas kota tersebut timbul perkiraan
yang lain yaitu runtuh karena penyerbuan bangsa lain.
Siapakah bangsa yang telah menaklukkan
masyarakat lembah sungai Indus? Penyerbuan
terhadap masyarakat lembah sungai Indus menurut
para ahli sejarah dilakukan oleh bangsa Arya yang
berasal dari padang rumput Asia Tengah
yang
Peninggalan Budaya Masyarakat LS. Indus
Peninggalan budaya terutama
kesenian antara lain :
Seni bangunan
= dibuktikan dengan
penemuan
reruntuhan
kota yang teratur
tata
kotanya.
Pembuatan perhiasan dari emas
dan
perak
.
Pembuatan pakaian dari kapas.
Pembuatan patung
dari logam, batu
dan
kayu yang sempurna.
Contoh :
patung Ronggeng/penari
yang
atraktif terbuat dari perunggu.
Pembuatan meterai tanah liat
dengan
hiasan bermacam-macam, misalnya
gambar
hewan seperti gajah, sapi jantan,
badak,
Kepercayaan masyarakat lembah sungai
Indus adalah
Polyhteisme
.
Jenis pemujaan dapat dikelompokkan menjadi
tiga macam yaitu
pemujaan terhadap
dewa
,
hewan
dan
tumbuhan
.
Pemujaan Terhadap Dewa-dewa
.
Yang menempati urutan pertama adalah
Dewi Ibu
atau
Dewi Alam (
Mother
Goddess
atau
Nature Goddess
)
. Di
setiap desa, Dewi alam dianggap sebagai
pelindung
dan dikenal dengan berbagai
nama misalnya
Mata, Amba
,
Amma,
Kali
dan
Karali.
Ada juga Dewa dengan
tiga wajah (Trimukha)
Pemujaan terhadap hewan
yaitu
hewan cerita, hewan penjaga kota dan
hewan
biasa.
Pemujaan terhadap pohon yang
dianggap
keramat
misalnya
pohon pipal
(beringin).
Kepercayaan Masyarakat Lembah sungai Indus
Mengenal tata bangunan
perunggu)
Membuat alat-alat rumah tangga dari perhiasan ( perak, tembaga,
Mengenal tulisan yang berbentuk gambar (
Pictograf
)
Tanaman yang di tanam adalah
gandum
dan
kapas
(tanaman pokok)
Membuat saluran irigasi dari sungai ke sawah
Hasil pertanian
: gandum, gula, jelai, kapas dan teh
Teknologi Masyarakat Lembah sungai Indus
LETAK
Lembah Sungai Gangga,
terletak antara
Pegunungan
Himalaya
dan
Pegunungan
Windya-Kedna
PENDUKUNG
Bangsa Aria (termasuk bangsa Indo German) Mereka datang dari daerah Kaukasus dan menyebar ke arah timur. Bangsa Aria memasuki wilayah India antara tahun 2000-1500 SM, melalui celah Kaiber di pegunungan Himalaya. Mereka adalah bangsa peternak dengan kehidupannya terus mengembara. Tetapi setelah berhasil mengalahkan
HASIL PERADABAN
Peradaban Lembah Sungai Gangga
merupakan
campuran
(
asimilasi
)
antara
kebudayaan bangsa Arya
dengan
kebudayaan bangsa Dravida
Kebudayaan ini lebih dikenal dengan
kebudayaan Hindu
. Daerah-daerah
yang
diduduki oleh bangsa Indo-Arya sering
disebut dengan
Arya Varta
(
Negeri
Bangsa Ary
a) atau
Hindustan
(
tanah
milik bangsa Hindu
)
Hasil Peradaban terbesar adalah
lahirnya
AGAMA HINDU
Bangsa Arya (keturunan
Indo-
Merupakan perpaduan antara
Jerman)
dan Bangsa
Dravida
(bangsa asli)
Berpusat di Hindustan
(India)
Mengalami
pertumbuhan
pada zaman weda
Kitab Suci Agama Hindu
Disebut
WEDA
terdiri atas
4 Samhita
( Himpunan)
Reg Weda
Sama Weda
Yayur Weda
Berisi :
Syair
Berisi :
Syair-syair dari
Reg weda,
yang
diberi tanda agar
dapat
Berisi :
Syair yang berisi
do’a
untuk
mengantar
saji-sajian kepada
Berisi :
Syair-syair yang
berisi
mantra-mantra
yang
digunakan untuk
ilmu ghaib, sihir,
SISTEM KASTA / CATUR WARNA
Kasta / Catur
warna adalah
suatu sistem
pelapisan
masyarakat
yang punya
tujuan politis
(agar tidak
bercampur
antara Bangsa
Arya dan
Bangsa
Berdasar fungsinya kasta dibagi
menjadi 4 :
1. Kasta Brahmana
2. Kasta
Ksatria
3. Kasta Waisya
4. Kasta
Sudra
Diluar kasta diatas disebut
Bagaimana
praktiknya ??
?
Masing-masing
orang memiliki
peran dan
fungsinya
sendiri-sendiri sesuai
dengan dari
KASTA mana ia
Dalam
sistem
kasta
(
Catur
Warna
), tidak
boleh ada
perkawinan
antara
kasta
atas
dan
kasta bawah
Dalam hal
pekerjaan
juga
SISTEM KEPERCAYAAN
Berintikan pada pemujaan
banyak dewa
/
Polytheisme
( sebagai manifestasi Tuhan Yang Maha Esa)
Dewa yang dianggap tertinggi ada 3 :
Dewa Pencipta
Dewa Perusak
Dewa Pemelihara
Agama Hindu juga menyembah
binatang yaitu :
Lembu, gajah, kera, tikus, penyu
Selain memuja trimurti, masyarakat
hindu juga mengenal dewa lain, yang
namanya menurut tenaga alam :
2. Dewa Candra
3. Dewa Agni
4. Dewa Wayu (bayu)
5. Dewa Indra
Tempat suci Agama
Hindu
1. Banares : Tempat bersemayam
Dewa
Syiwa
2. Sungai gangga : Airnya dapat
mensucikan
Awalnya
bukan
agama
tetapi
suatu
ajaran
yang
bertujuan
membebask
an manusia
dari
lingkaran
Samsara
(penderitaan
) dan
Lahirnya agama budha
Lahir di lembah
sungai gangga
(kapilawastu) di
India,
sekitar abad 5
Pelopornya adalah
Ikrar Agama Budha
Saya berlindung pada Budha
Saya berlindung pada Dharma
Dalam Kitab suci
Tripitaka
(Tiga
Keranjang)
memuat ajaran-ajaran Budha sebagai
berikut
:
AJARAN-AJARAN BUDHA
Aturan dan hukum yang mengatur
cara hidup pemeluknya
Wejangan-wejangan sang
Budha
Penjelasan dan kupasan mengenai
Aliran dalam Budha
Biksu berhak mencapai
Nirwana
Tujuan akhir hidup
mencapai nirwana
Budha dipuja seperti
dewa
Seluruh umat Budha bisa
mencapai nirwana
Tujuan akhir hidup menjadi
Budha
Calon Budha (Bodhisatwa) sudah
Tempat suci Agama
Budha
Kapilawastu
: Tempat Sidharta
dilahirkan
Bodh Gaya
: Tempat Sidharta
menerima
penerangan agung
(wahyu)
Benares
: Tempat pertama kali
Sidharta
menyampaikan
ajarannya
Kusinagara
: Tempat sang Budha
LETAK
Lembah
Sungai
Kuning
( Hoang Ho) yang mulai muncul
sejak
1766 SM sampai dengan
1122 SM.
Mulai
muncul
pada
masa
Dinasti Syang
sehingga sering
disebut
juga
Kebudayaan
Syang
MENGAPA “SUNGAI
KUNING “ ?
HASIL PERADABAN
Masyarakat lembah sungai kuning menganut
polytheisme
. Mereka memuja dewa-dewi yang mempunyai kekuatan alam. Dewa yang mereka sembah antara lain: Feng Pa (dewa angin )
Lei -Shih (dewa angin topan yang digambarkan sebagai naga besar), Tai Shan (dewa yang menguasai bukit suci ),
Ho Po (dewa penguasa sungai Hoang-Ho).
Untuk memuja Ho Po setiap tahun diadakan upacara yang dipimpin oleh para
pendeta perempuan dengan memberi sesaji berupa gadis tercantik di Cina yang
diterjunkan di sungai Hoang Ho tersebut.
Berdasarkan peninggalan budaya, pemerintahan di Cina
telah ada sejarah sekitar
tahun 4000 SM
. Permulaan
pemerintahan di Cina disebut
jaman dongeng
yang
berlangsung hingga sekitar
tahun 1800 SM
Perkembangan bentuk pemerintahan di Cina dapat
digambarkan pada bagan sebagai berikut:
Pada jaman dongeng sebagian besar sumber sejarahnya berupa
benda
Pada jaman dongeng, muncul
Dinasti Hsia (3000-2205
SM)
DINASTI SHANG
Berkuasa :
1766 – 1122 SM
Pendiri
: Kaisar Chen Tang
Dinasti yang mengawali sejarah Cina karena melakukan penulisan
sejarah oleh
Suma Chien. Catatan itu dituliskan di atas bejana perunggu, tempurung
kura dan tulang binatang
Peninggalan
budaya
yang
terpenting
Dinasti Shang
antara
lain :
Ketrampilan membuat
barang perunggu
Tradisi pembuatan
keramik
dan
kain
sutera
Pertanian menggunakan sistem
irigasi
dan
astronomi
Ketrampilan dan pengetahuan
DINASTI CHOU (ZHOU)
Berkuasa : 1000 – 300 SM
Pendiri : Kaisar Wen Wang / Wu Wang
Pusat : Chang - An
Peletak dasar sistem pemerintahan
feodalisme
dan pola kebudayaanCina
Muncul filosof-filosof besar seperti :
Lao Tze
Nama Ajaran
:
TAOISME
( tercantum dalam kitab
Tao
Te Cing
)
Isi Ajaran
:
Agar dunia tertib, siapa
pun harus mengerjakan
Wu Wei
Nama Ajaran
:
Konfusianisme
Isi Ajaran
:
Berkisar pada masalah pemerintahan
dan
keluarga
Setiap masyarakat terdiri atas
keluarga-keluarga
Seorang bapak akan selalu menjadi pusat
dan
pimpinan suatu keluarga
Negara dianggap sebagai keluarga besar Raja berperan sebagai Bapak, sedangkan
rakyat menjadi anaknya
Raja harus memerintah dengan arif dan
Rakyat
Nama Ajaran
:
Mencius
Isi Ajaran
:
Rakyat adalah pemegang
mandat tertinggi
di negara
Rakyat berhak melakukan
pemberontakan
dan
menumbangkan pemerintahan
yang ada seandainya kaisar
sudah tidak
memperhatikan
kepentingan
dan
DINASTI CHIN
Berkuasa
:
221 – 202 SM
Pendiri
:
Kaisar Shih Huang Ti
Hal-hal yang dilakukan Dinasti Chin :
Melakukan penyatuan (unifikasi)
wilayah Cina
Menyeragamkan sistem bahasa dan
tulisan
Membangun TEMBOK BESAR CINA
(
The Great Wall
)Tujuan pembangunan
Tembok Besar Cina :
1)Membatasi bangsa Cina asli dengan suku-suku nomaden di padang rumput utara dan barat laut
2)Sebagai benteng pertahanan terhadap serangan bangsa Mongol (suku bangsa Shung Nu)
3) Menjadi penjara bagi para tahanan politik
4) Lambang kebesaran Dinasti Chin
DINASTI HAN
Berkuasa
:
202 – 221 SM
Pendiri
:
Kaisar Liu Pang
Kaisar terbesar
:
Han Wu Ti
Peninggalan penting
Dinasti Han
antara lain :
a)Kepandaian membuat kertas dari kulit kayu
dan kain-kain tua
b)Seismograf
(alat pencatat getaran bumi
waktu gempa)
c)Gnomon
(alat penunjuk kedudukan matahari
untuk mengetahui waktu)
Ingin tahu peninggalan peradaban penting
Cina