1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1 Gambaran Umum Perusahaan
Grab pertama kali didirikan pada tahun 2012 oleh Anthony Tan dan Tan
Hooi Ling yang berlokasi di Malaysia. Awal mula didirikannya Grab dikarenakan sulitnya mendapatkan taksi. Namun setelah itu, pendiri Grab melakukan sesuatu
yang tidak biasa. Mereka memutuskan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Mereka kemudian menciptakan yang saat itu dikenal sebagai “My Teksi”. Dalam waktu yang singkat, tujuan sederhana tersebut bertransformasi menjadi sesuatu yang lebih besar yang membuat Asia Tenggara menjadi tempat yang lebih baik.
Hari ini Grab telah hadir di 7 negara di seluruh Asia Tenggara yaitu;
Singapura, Malaysia, Indonesia, Thailand, Vietnam, Filipina, dan Myanmar. Grab menawarkan beberapa layanan seperti Grab Taxi, Grab Car, Grab Bike, Grab food, Grab Hitch Bike, Grab Hitch Car, Grab Rental, dan Grab Express (Delivery), seperti yang dapat dilihat pada tabel 1.1 :
Tabel 1.1
Jenis-jenis Pelayanan yang tersedia pada Grab
Grab Taxi Merupakan layanan yang memberikan akses serta kemudahaan penumpang menemukan pengemudi yang dekat dan aman.
Grab Car Merupakan penyewaan kendaraan pribadi dengan supir yang menghadirkan kebebasan pilihan dalam berkendara.
Grab Bike Merupakan layanan kendaraan roda dua yang aman, cepat, mudah didapatkan bagi para penumpang.
Grab Hitch Bike
Merupakan pelayanan bagi para pengguna yang mempunyai rute yang sama sehingga cepat sampai ke (bersambung)
2
tujuan dan mendapatkan separuh harga dari yang biasanya.
Grab Hitch Car
Merupakan pelayanan bagi para pengguna yang mempunyai rute yang sama dan mendapatkan separuh harga dari yang biasanya serta nyaman dan aman dalam berkendara.
Grab Food Sistem pelayanan yang memudahkan konsumen untuk memesan makanan atau minuman yang dapat diantarkan di tempat tujuan.
Grab Rental Merupakan pelayanan untuk para pengguna yang ingin menyewa kendaraan sehingga pengguna dapat lebih fleksibel dalam melakukan perjalanan.
Grab Express (Delivery)
Sistem pelayanan yang diberikan kepada konsumen untuk mengantar barang dengan aman dan cepat
Sumber :www.grab.com, diakses 8 September 2017
Grab menerapkan beberapa pendekatan agar konsumen mendapatkan platform transportasi yang aman seperti berikut.
1. Penyaringan
Setiap pengemudi dan kendaraan akan dicek saat registrasi dan wajib mempertahankan bintang penilaian di atas standar minimum yang telah ditetapkan.
2. Pelatihan dan Kode Etik
Grab senantiasa meningkatkan sistem pelatihan dan kode etik untuk memastikan layanan yang terbaik.
3. Fitur Keamanan
Kami terus berinovasi demi keamanan konsumen. Bahkan, Grab memperkenalkan fitur “Share My Ride” yang pertama di industri.
4. Asuransi dan Bantuan 24 Jam
Grab melindungi konsumnen dengan tambahan proteksi kecelakaan pribadi, Call Center 24 jam, dan tim tanggap darurat.
(sambungan)
3
Bagi Grab transportasi adalah hak, bukan keistimewaan. Sehingga Grab bekerja sangat keras dalam menciptakan platform yang mendukung segala kebutuhan konsumen, tampa memandang pendapatan, usia, dan kebutuhan khusus:
1. Pilihan
Apakah itu taksi, mobil, sepeda motor, atau kendaraan lainnya, semua perjalanan Grab dipatok dengan harga yang tepat. Jadi ada pilihan utuk segala kebutuhan.
2. Pintu-ke-Pintu
Grab percaya transportasi dari pintu-ke-pintu harus dapat dijangkau oleh semua orang. Bukan hanya karena hal itu adalah sesuatu yang menyenangkan. Tapi untuk orang yang berkebutuhan khusus, hal ini merupakan sesuatu yang wajib dimiliki.
3. Di mana pun, Kapan pun
Mulai dari berangkat kerja di pagi hari hingga larut malam. Grab berencana untuk selalu ada bagi konsumen.
Grab bertekad untuk meningkatkan kualitas hidup mitranya. Mitra adalah sebutan untuk pengemudi yang bekerjasama dengan Grab. Dalam meningkatkan kualitas hidup dengan mitra Grab. Menerapkan beberapa nilai berikut:
1. Wirausaha
Pada dasarnya, setiap mitra pengemudi bekerja bagi dirinya sendiri. Ini merupakan upaya untuk membantu mitra meraih kebebasan finansial.
2. Pelatihan
Grab menginginkan mitra untuk menjadi pengemudi terbaik, tidak hanya agar mitra mendapatkan penghasilan lebih, tapi agar mitra juga memiliki kebanggaan terhadap pekerjaannya.
3. Kita adalah Keluarga
Merupakan keistimewaan bagi Grab untuk menjadi bagian dari hidup mitra pengemudi Grab. Itulah mengapa Grab menciptakan program yang akan membantu mitra memiliki kendaraan yang lebih baik dan
4
mempersiapkan pensiun mitra, atau menyediakan kelas-kelas khusus untuk anak-anak.
1.1.2 Logo Perusahaan
Gambar 1.1 Logo Grab
Sumber :www.grab.com, diakses 8 September 2017
1.1.3 Visi Misi Perusahaan Visi Grab :
1. Menjadi yang terdepan di Asia Tenggara.
Misi Grab :
1. Menjadi penyedia layanan teraman di Asia Tenggara.
2. Memberikan layanan yang mudah diakses oleh banyak orang.
3. Meningkatkan kehidupan para partner, baik pengemudi maupun penumpang.
1.2 Latar Belakang
Transportasi konvensional adalah transportasi umum yang biasa kita gunakan sehari-hari. Di Indonesia ada beberapa jenis transportasi konvensional seperti bus, taksi, angkutan umum, bajaj, dan ojek. Sejauh ini transportasi konvensional di Indonesia, tidak semuanya baik dan nyaman bagi penumpang atau pengguna jasa transportasi konvensional. Seperti halnya kita lihat angkutan umum yang berada dijalan-jalan yang membuat kemacetan dan kendaraan yang tidak membuat penumpang nyaman, banyaknya tindak criminal yang terjadi pada transportasi konvensional juga mengurangi ketertarikan masyarakat untuk
5
menggunakan transportasi konvensional. Transportasi konvensional nampaknya masih kurang memenuhi kenyamanan pengguna sehingga mereka lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi atau bagi mereka yang menengah menggunakan transportasi online. Transportasi online, yang sebenarnya tidak berbeda jauh dengan transportasi konvensional, tetapi lebih nyaman dan harga juga lebih terjangkau. Keberadaan transportasi online ini sedikit menyingkirkan transportasi konvensional, karena di era teknologi yang mulai pesat, kita dapat memesan transportasi atau kendaraan yang lebih aman, nyaman dan lebih terjangkau
Perkembangan teknologi beberapa tahun terakhir yang begitu cepat, membuat berbagai peluang bisnis melalui teknologi semakin menjanjikan.
Manusia menciptakan teknologi untuk mendorong/mendukung kegiatan yang dilakukan oleh individu maupun perusahaan sehingga lebih efektif dan efisien (Ahmad, 2015). Penerapan teknologi dan informasi menyebabkan perubahan dalam kebiasaan atau habit yang baru pada bidang bisnis. Seperti pemanfaatan media perdagangan perusahaan jasa menggunakan media internet yang saat ini tidak sulit dijangkau oleh semua kalangan. Perkembangan internet di Indonesia berdasarkan survey oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2016 telah mencapai 132,7 juta orang dari total populasi penduduk Indonesia 256,2 juta orang yang tersebar di seluruh Indonesia seperti yang terlihat pada Tabel 1.2 berikut:
Tabel 1.2
Penetrasi Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2016
Pulau JumlahPengguna Internet Penetrasi
Sumatera 20.752 orang 15.7%
Jawa 86.339 orang 65%
Bali & Nusa 6.148 orang 4.7%
Kalimantan 7.685 orang 5.8%
Sulawesi 8.454 orang 6.3%
Maluku & Papua 3.330 orang 2.5%
Sumber: www.apjii.or.id diakses 8 September 2017
6
Tingginya jumlah pengguna internet di Indonesia menjadi peluang bagi pelaku usaha yang inovatif untuk menciptakan bisnis yang berbasis internet, salah satunya adalah layanan transportasi berbasis online. Transportasi online di Indonesia mulai terkenal pada tahun 2015, buruknya kondisi angkutan umum serta tidak layaknya infrastruktur penunjang transportasi menjadikan munculnya berbagai moda transportasi berbasis aplikasi yang terus menjamur di Indonesia dan semakin diminati masyarakat, terutama di kota-kota besar. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menjelaskan, jika layanan transportasi online tersebut adalah layanan yang menggunakan sistem reservasi, sedangkan ojek tradisional/pangkalan selalu dianggap sebagai kegiatan non-transportasi publik.
Mayoritas dari supir-supir konvensional dan ojek pengkolan tidak menerima dengan keberadaan transportasi berbasis online ini karena telah menganggap bahwa para konsumen beralih untuk memakai tranportasi online.
Beberapa tahun belakangan ini di Indonesia marak bermunculan aplikasi transportasi berbasis online yang mana aplikasi ini dimaksudkan untuk memudahkan para penggunanya dalam mengakses media transportasi yang akan digunakan dalam mobilitas sehari-hari. Fenomena aplikasi berbasis online merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat akan transportasi yang mudah didapatkan, nyaman, cepat, dan murah. Transportasi online telah menjadi sebuah moda alternatif yang diinginkan masyrakat setelah sebelumnya masyarakat harus menggunakan moda transportasi konvensional yang menuai beberapa masalah seperti minimnya keamanan dan kenyamanan maupun faktor-faktor lainnya (www.kaltim.tribunnews.com, diakses 8 September 2017). Semakin banyaknya penyedia jasa transportasi online turut pula memperketat persaingan bisnis antara para perusahaan transportasi online. Pada awal kemunculannya dimulai oleh aplikasi Uber yang mengusung UberTaxi sebagai bisnis layanan transportasi berbasis online. Kemudian diikuti dengan kemunculan Gojek, Grab, dan aplikasi berbasis online lainnya.
Hingga tahun 2017, Grab berhasil memperluas daerah pemasarannya di 39 kota tersebar di Indonesia. Salah satu kota pemasaran Grab adalah Bandung.
Alasan Grab hadir di Bandung menurut Marketing Director Grab Indonesia,
7
adalah karena Bandung merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi dan rumah bagi kawula muda kreatif dimana terdapat lebih dari 50 lembaga pendidikan tinggi, universitas, dan pusat studi membuat kota Bandung menjadi tujuan bagi para pelajar untuk meraih pendidikan dan mimpi. Kota Bandung juga menarik perhatian sejumlah besar wisatawan yang mayoritas berasal dari kota Jakarta pada akhir pekan sehingga Perusahaan Grab melihat adanya peluang untuk meningkatkan kemudahan akses akan pelayanan transportasi dan kualitas perjalanan sehari-hari di kota Bandung dengan menghadirkan solusi transportasi yang aman dan nyaman serta didukung oleh kecanggihan teknologi dengan menawarkan layanan berupa GrabBike, GrabCar, GrabHitch, GrabExpress, Grabfood, GrabTaxi Promo, GrabTaxi, dan GrabRental (www.grab.com, diakses 9 September 2017).
Menurut Studi, Social Impact Study yang dilakukan oleh tim dari Program MBA University of Cambridge Judge Business School, Grab sebagai platform layanan pemesan kendaraan terkemuka di Asia Tenggara telah mendorong dampak positif kepada pengemudi dan penumpangnya dengan meningkatkan kehidupan para mitra dan penumpangnya yang sejalan dengan misi sosialnya.
Poin utama yang ditemukan berdasarkan Social Impact Study bahwa Grab secara konsisten telah menandingi aplikasi ojek lainnya dari berbagai segi termasuk tarif yang terjangkau, peningkatan keamanan, kepercayaan untuk menggunakan layanan dibanding transportasi pribadi, dan kemampuan untuk mempersingkat waktu tunggu karena adanya pelacakan GPS dan kenyamanan teknologi Grab yang lebih baik (www.grab.com, diakses 8 September 2017).
Saat ini total ada 13 layanan ditawarkan Go-Jek sebagai pesaing Grab.
Selain layanan utama ojek online Go-Ride, Go-Jek juga menawarkan layanan Go- Car, Go-Send, Go-Food, Go-Mart, Go-Busway, Go-Tix, Go-Box, Go-Clean, Go- Glam, Go-Massage, Go-Med dan Go-Auto. Dengan jumlah armada sekitar 220 ribu driver (per April 2016), Go-Jek menguasai pasar lokal dengan operasional yang mencakup hampir semua kota-kota besar di Indonesia. Layanan besutan Nadiem Makarim ini tersedia di wilayah Jabodetabek, Bandung, Bali, Surabaya, Makassar, Palembang, Medan, Balikpapan, Yogyakarta, Semarang, Manado,
8
Solo, Samarinda, Malang dan Batam. Untuk menarik minat konsumen, Go-Jek merayu pelanggannya dengan menawarkan diskon tarif perjalanan 50% jika membayar dengan uang elektronik Go-Pay. Sejauh ini, promosi tersebut masih berlaku hingga Januari 2017. Promosi ini juga dilakukan Go-Jek untuk mendorong lebih banyak orang beralih ke cashless experience alias non tunai.
Berbicara pengalaman menggunakan aplikasi, sayangnya pada aplikasi Go-Jek masih kerap ditemui eror. Terkadang, orderan driver tersendat atau malah terjadi dobel order yang sering membingungkan pengguna dan driver.
Selain Grab dan Go-Jek, transportasi online yang saat ini sedang bersaing yaitu Uber. Di tengah persaingan super ketat ini, Uber mengklaim lebih unggul dari dua pesaingnya. Uber selama ini punya UberX, UberBlack, dan UberPool yang menyediakan jasa mobil panggilan dari para mitranya. Layanan tersebut bersaing ketat dengan GrabCar dari Grab serta GoCar dari Gojek. Selain armada mobil, Uber pun telah merilis UberMotor yang secara instan menjadi kompetitor layanan yang sudah lebih dulu hadir, yakni GoRide dari Gojek dan GrabBike.
Usaha mempercepat waktu tunggu para pengemudi dalam mendapatkan penumpang baru, juga sedang didorong oleh Grab pada layanan GrabCar dan GrabBike. Menurut pendiri dan CEO Grab, Anthony Tan, usaha itu dilakukan dengan meningkatkan teknologi dan menjaga agar ketersediaan jumlah pengemudi tidak jauh lebih besar dibandingkan dengan jumlah pemesanan atau kebutuhan pasar.
Banyaknya jasa transportasi online menyebabkan ketatnya persaingan dalam mendapatkan pelanggan. Pelanggan akan sangat mempertimbangkan memilih jasa transportasi berdasarkan kualitas dan penawaran menarik.
Keputusan konsumen dalam memutuskan untuk melakukan pembelian tentu saja tidak lepas dari kebutuhan konsumen akan barang atau jasa tersebut. Keputusan pembelian adalah beberapa tahapan yang dilakukan konsumen sebelum melakukan keputusan pembelian suatu produk. Konsumen akan merasa puas dan timbul kepercayaan dalam dirinya untuk menggunakan suatu produk karena mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan harapannya. Kepercayaan konsumen merupakan sebuah perwujudan komitmen antara konsumen dengan pihak
9
perusahaan sehingga konsumen akan memutuskan untuk membeli produk atau jasa pada perusahaan tersebut.
Saat ini, salah satu pemakai transportasi online tertinggi adalah mahasiswa. Transportasi online membantu memudahkan mobilitas mahasiswa ke kampus. Universitas Telkom yang merupakan salah satu Universitas yang berada di Bandung menjadi pilihan penulis untuk melakukan pre-test mengenai jasa online. Pra penelitian dilakukan kepada 33 mahasiswa yang menggunakan jasa transportasi online, yang berasal dari Fakultas komunikasi dan bisnis (FKB) sebanyak 11 responden, fakultas ekonomi dan bisnis (FEB) sebanyak 7 responden, fakultas ilmu terapan (FIT) sebanyak 7 responden, fakultas teknik (FT) sebanyak 5 responden, dan fakultas industri kreatif (FIK) sebanyak 4 responden.
Berdasarkan 33 responden yang diteliti, diketahui bahwa sebanyak 26 responden yang menggunakan jasa Grab, 7 responden menggunakan jasa Gojek, dan tidak ada responden yang menggunakan jasa Uber. Kebanyakan dari mereka yang menggunakan jasa Grab. Dari 26 responden yang menggunakan jasa Grab, 18 responden lebih menggunakan layanan Grabcar karena dinilai mudah, cepat, server yang stabil, driver yang banyak. Selain itu Grabcar dinilai lebih murah dengan adanya berbagai macam bentuk promo yang ditawarkan Grab.
Persaingan ketat terjadi antara Grab dan Gojek. Jumlah pengguna (unique visitor) Grab dan Gojek tidak jauh berbeda per bulannya. Sementara jumlah pengguna Uber sekitar seperempatnya dari jumlah pengguna Grab dan Gojek.
Menurut tempo.co yang diakses 9 September 2017, manajemen Grab mengumumkan akuisisi terhadap Uber untuk wilayah operasi di Asia Tenggara. Keputusan ini dinilai dapat membantu Grab berkompetisi soal jasa pengiriman makanan di Indonesia yang saat ini dikuasai oleh Go-Jek. Hal tersebut disampaikan oleh seseorang yang berasal dari kalangan terdekat Grab.
Go-Jek saat ini dianggap sebagai pemain dominan di Indonesia yang telah berkembang pesat dan merambah ke pembayaran digital, pengiriman makanan, pembersihan, dan pijat sesuai permintaan. Pengumuman ihwal akuisisi Grab terhadap seluruh cabang usaha Uber dilakukan di Singapura pagi tadi. Uber akan menyerahkan semua lini bisnisnya di Asia Tenggara kepada Grab,
10
termasuk Uber Eats. Pesan layanan pengantar makanan yang dioperasikan Uber juga akan berpindah tangan ke Grab. Uber dan Grab akan membentuk perusahaan patungan dalam mengendalikan bisnis tersebut. Namun Uber hanya menguasai 27,5 persen saham di perusahaan itu. Kerja sama antara Uber dan Grab sudah terlihat dari investor yang sama dari kedua perusahaan. Bank asal Jepang, SoftBank Group merupakan investor kakap di Uber dan Grab.
SoftBank pula yang mendorong konsolidasi antara kedua perusahaan.
Hengkangnya Uber dari Asia Tenggara membuat peta persaingan di industri transportasi online kian sempit. Saat ini saingan terberat Grab hanya tinggal Go-Jek yang dimiliki pengusaha muda Nadiem Makarim.
Pada tanggal 14 Juli 2016, Grab memaparkan perkembangan bisnisnya dimana Grab mencatat pertumbuhan layanan GrabCar dan GrabBike yang luar biasa, terutama di Indonesia, pada semester pertama 2016 sejak Grab melakukan rebrand sebagai platform penyedia layanan pemesanan kendaraan terlengkap di bulan Januari lalu. Perkembangan bisnis yang dicapai pada semester pertama 2016 sebagai berikut:
a. Grabcar dan Grabbike di Indonesia tumbuh lebih dari 250 kali sejak pertengahan 2015-kini, layanan penyewaan mobil pribadi dan ojek online menjadi bagian besar dari bisnis Grab secara keseluruhan, yang juga meliputi pemesanan taksi dan layanan kurir.
b. Teknologi machine learning dan kemampuan analitik data Grab yang mumpuni telah menjadi faktor pendorong pertumbuhan yang signifikan dan memungkinkan efisiensi secara besar-besaran dari waktu ke waktu.
Sebagai contoh, pada 2016, layanan Grabbike di Indonesia telah tumbuh 300 persen (year to date), seraya melakukan pengurangan subsidi untuk tiap perjalanan yang diselesaikan sebesar 50 persen, dimana hal ini menunjukkan tingginya keterlibatan dan keterlekatan pengguna pada platform multi-layanan Grab. Lebih dari 1 dari 4 pengguna aktif bulanan Grab di Indonesia menggunakana lebih dari satu layanan Grab.
11
c. Indonesia telah menjadi pasar terbesar Grab berdasarkan jumlah perjalanan yang diselesaikan seluruh platform. Grab secara khusus menfokuskan bisnisnya di Jakarta, yang didiami oleh lebih dari 30 juta penduduk dimana Grab memberikan layanan ojek, penyewaan mobil pribadi dan pemesanan taxi online. Grab juga berencana untuk melakukan ekspansi platform multi-layanannya ke lebih dari delapan megacity di luar kota Jakarta, dengan total populasi sebesar 38 juta.
Indonesia merupakan negara ke empat terbesar dari segi populasi dengan total penduduk lebih dari 250 juta.
d. Grab menawarkan pilihan layanan pemesanan kendaraan terbanyak di sebagian besar pasar di Asia Tenggara, yang telah diunduh di lebih dari 17 juta perangkat dan 320.000 pengemudi di 30 kota di seluruh Singapura, Indonesia, Filipina, Malaysia, Thailand dan Vietnam ( Grab Indonesia, 2016).
Berdasarkan perkembangan yang ditunjukkan, bisa dibilang bahwa Grab menjadi unggul dibanding para pesaingnya. Grabcar menjadi diminati kalangan masyarakat karena memiliki beberapa keunggulan. Dengan memanfaatkan teknologi mobile internet, Grabcar berhasil merevolusi industri transportasi taksi konvensional. Adanya berbagai manfaat yang ditawarkan perusahaan, harga yang terjangkau serta kemudahan operasional, maka produk ini pun disambut baik oleh konsumen dari berbagai kalangan. Menurut Teknoliputan6.com yang diakses 9 September 2017, pada semester pertama 2016, Grabcar mengalami pertumbuhan yang luar biasa di Indonesia. Grabcar bertumbuh lebih dari 250 kali sejak pertengahan 2015. Saat ini layanan penyewaan mobil pribadi secara online menjadi andalan dari bisnis Grab secara keseluruhan, yang juga meliputi pemesanan taksi dan layanan kurir. Grab memiliki teknologi machine learning dan kemampuan analisis data yang menjadi pendorong pertumbuhan Grab secara signifikan dan memberikan efisiensi yang sangat besar dalam jangka panjang.
Pada tahun 2016, layanan Grabcar di Indonesia telah tumbuh 300 persen, dan dapat melakukan pengurangan subsidi atas setiap perjalanan yang diselesaikan sebesar 50 persen. Hal ini menunjukkan keterlibatan yang tinggi oleh pengguna
12
pada platform Grab. 1 dari 4 pengguna di Indonesia, aktif menggunakan lebih dari satu layanan Grab. Berdasarkan jumlah perjalanan yang diselesaikan seluruh platform, Indonesia menjadi pasar terbesar Grab.
Pertumbuhan Grabcar yang pesat membuat pesaing jasa transportasi online lain tentunya akan terus berupaya untuk memberikan jasa layanan terbaik sehingga bisa menyaingi Grabcar. Perusahaan Grabcar perlu menetapkan strategi yang tepat dengan tujuan mempertahankan pelanggannya. Selain mengembangkan fasilitas dan layanan, sebuah perusahaan juga harus menerapkan strategi promosi yang dapat menstimulus para pelanggannya untuk melakukan pembelian dalam waktu singkat maupun pembelian kembali (repurchase) (Repi, 2013:5). Oleh karena itu hal yang harus dilakukan oleh seorang manajer pemasaran adalah memperhatikan perilaku pembelian dan memperhatikan konsumen dalam melakukan proses keputusan pembeliannya, statement ini diperjelas dalam penelitian Muntiuh (2009:33) bahwa indikator penting yang harus dilakukan seorang manajer pemasaran adalah memperhatikan perilaku pembelian dan mengerti bagaimana konsumen dalam membuat proses keputusan pembeliannya.
Pentingnya seorang manajer pemasaran menganalisis proses keputusan pembeliannya agar dalam menerapkan promosi produk atau jasa agar tepat sasarannya dalam melakukan strategi promosinya. Mauri dalam Omar, et al.
(2011:23) menyatakan bahwa promosi penjualan bisa memberikan rangsangan bagi konsumen untuk melakukan pembelian. Promosi penjualan merupakan suatu rangsangan yang dapat menarik perhatian konsumen untuk melakukan pembelian dengan segera. Dengan demikian promosi penjualan memiliki peranan serta kekuatan yang besar untuk mempengaruhi perilaku konsumen karena hampir tidak ada konsumen yang mengabaikan promosi penjualan sebelum melakukan pembelian produk. Berbagai promosi penjualan dilakukan oleh Grab kepada pelanggan. Promosi penjualan ialah program dan penawaran khusus dalam jangka pendek yang di rancang untuk memikat para konsumen yang terkait agar mengambil keputusan pembelian suatu produk atau jasa secara cepat (Suparyanto 2015:178) dalam Khairunnisa et al (2017:38). Promosi penjualan yang dilakukan oleh Grab berupa potongan harga atau diskon kepada pelanggan yang membayar
13
secara tunai ataupun kartu kredit. Dengan memasukkan beberapa kode tertentu, pelanggan dapat menikmati potongan harga yang bervariasi yang ditawarkan oleh Grab misalkan, LEBIHCEPAT yang diperuntukkan kepada pelanggan baru berupa potongan Rp10.000, YANGPASTI diperuntukkan kepada pelanggan lama dengan potongan Rp15.000 berlaku sampai dengan 5x (lima kali) pemakaian, PASTIHEMAT diperuntukkan kepada pelanggan lama dengan potongan Rp8.000 dan berbagai kode promo lainnya (www.naikonline.com,diakses 8 September 2017). Selain itu, Grab juga melakukan kerja sama dengan PT. Vivo Mobile sebagai bagian dari promosi penjualan dengan memberikan hadiah berupa smartphone Vivo kepada konsumen yang paling banyak menggunakan Promo GrabVivo saat melakukan pemesanan layanan Grab. Promosi penjualannya lainnya adalah Grab bekerja sama dengan beberapa perusahaan seperti Cinemaxx, blibli.com, TOEIC, Smith, dan lain-lain dengan memberikan GrabRewards, dimana setelah konsumen menggunakan jasa Grab, mereka mendapatkan point yang kemudian dapat ditukarkan dengan berbagai penawaran menarik berupa diskon jika berbelanja dengan perusahaan tersebut.
Berikut ini merupakan jenis promo yang digunakan oleh Grab pada tahun 2017 seperti yang terdapat pada tabel 1.3:
Tabel 1.3
Jenis-jenis Promo yang terdapat pada Grab
Jenis kendaraan Paket Promo
Grab Car • Bagi pengguna baru akan mendapatkan potongan biaya perjalanan pertama sebesar Rp.75.000 .
• Bagi pengguna lama jika menggunakan paket:
- SELALUHEMAT : gratis perjalanan maksimal Rp 6.000- untuk 5x perjalanan
- YANGPASTI : gratis perjalanan maksimal Rp 10.000- untuk 8x perjalanan
- pasti hemat : gratis perjalanan maksimal Rp 6.000.
Grab Bike • Bagi pengguna baru akan mendapatkan potongan (bersambung)
14
harga sebesar Rp 10.000.
• Bagi pengguna lama jika menggunakan paket:
- LEBIHIRIT : mendapatkan potongan biaya Rp 5.000.
- DISKONGRABBIKE : mendapatkan diskon 30%
(maksimal Rp 8.000- untuk 8x perjalanan.
Grab Hitch Bike • Bagi pengguna baru akan mendapatkan diskon 100%
untuk satu kali perjalanan dengan menggunakan kode HITCH.
• Bagi pengguna lama akan mendapatkan diskon 50%
untuk 5x perjalanan dengan menggunakan kode NEBENG.
• Bagi pengguna lama dapat menggunakan paket DISKONGRABBIKE dengan diskon 30% (maksimal Rp 8.000) selama sehari dan dapat diguanakan 8x perjalanan.
Grab Hitch Car Bagi pengguna grab dapat menggunakan paket AYOGRABREK mendapatkan gratis maksimal Rp 7.000 yang maksimal digunakan 2x dalam sehari dan 5x dalam seminggu.
Grab Hitch Car dan Bike
Grab Hitch memiliki beberapa macam diskon Pagi- Sore antara lain :
- PAGIBARENG : diskon 60% ( maksimum diskon Rp 10.000 ) di pagi hari mulai dari jam 05.00 – 11.00.
- SOLUSIPAGI : diskon 60% ( maksimum diskon Rp 8.000 ) di pagi hari mulai dari jam 05.00 – 11.00.
- SOREBARENG : diskon 60% ( maksimum diskon Rp 10.000 ) di sore hari mulai dari jam (bersambung) (sambungan)
15 16.00 – 22.00.
- SOLUSISORE : diskon 40% ( maksimum diskon Rpb 8.000 ) di sore hari mulai dari 16.00 – 22.00.
Grab Express (Delivery)
Pengguna bisa mendapatkan diskon 30% dengan maksimal Rp 10.000- dari total ongkos kirim dan berlaku sampai 10x pemakaian dengan menggunakan kode GRABEX30.
Grab Rental Dengan menggunakan kode COBARENTAL menyewa mobil selama 6 jam penuh dengan potongan tarif sebesar Rp 40.000 .
Grab Taxi dan Grab Car
• Terdapat juga promo HAPPYWEEKEND yang tersedia di pagi hari hingga malam hari pada hari Sabtu – Minggu yang bisa di dapatkan dengan cuma- cuma alias gratis di pada tanggal-tanggal tertentu atau perayaan tertentu.
• Semakin sering menggunakan pelayanan Grab Taxi dan Grab Car maka semakin sering juga mendapatkan promo hingga potongan Rp 10.000 tampa
menggunakan kode promo tertentu.
Sumber :www.naikonline.id, diakses 8 September 2017
Saat ini, telah menjadi fenomena umum bagi organisasi untuk membombardir konsumen dengan segala bentuk promosi penjualan setiap hari melalui media cetak atau elektronik. Tren ini membuat orang mengembangkan semacam minat pada iklan promosi penjualan yang akan berjalan sesuai dengan barang atau jasa organisasi yang mereka minati untuk memanfaatkan bonus harga, bonus, diskon tunai, hadiah dan bahkan percobaan gratis (Daramola et al, 2014:8).
Namun, promosi penjualan yang dilakukan haruslah sesuai dengan kebutuhan konsumen serta tidak ada unsur negatif didalamnya.
Berdasarkan testimoni yang dibahas pada artikel www.pikiranrakyat.com yang diakses tanggal 12 September 2017, promosi penjualan yang dilakukan Grab
(sambungan)
16
nampaknya tidak begitu berjalan baik seperti yang diharapkan oleh konsumen.
Hal ini terlihat dari pelanggan yang merasa kecewa dengan layanan Grabcar.
Salah seorang pengguna jasa Grabcar asal Kuningan menggunakan Grab dengan tujuan dari Kecamatan Cibiru ke Paris Van Java (PVJ) Mall bersama lima orang temannya, Tarif yang tertera di aplikasi Grab sebesar Rp 85.000, kemudian konsumen tersebut menggunakan promo dengan kode Shareloveid dan mendapatkan diskon sebesar Rp30.000. Sehingga dengan demikian, total yang harus dibayarkan sebesar Rp55.000. Namun, saat sampai di tujuan, pengemudi Grab meminta uang tambahan sebesar Rp15.000 dengan alasan kelebihan penumpang sehingga konsumen tersebut harus membayar total sebesar Rp70.000.
Konsumen Grab tersebut pun merasa kecewa dengan hal tersebut. Dimana dengan adanya promosi konsumen mengharapkan dapat membayar dengan harga yang lebih murah namun harus membayar dengan harga yang tidak sesuai di aplikasi.
Selain itu, promosi penjualan yang dilakukan oleh Grab belum efisien untuk mempromosikan Grabcar. Selama ini, perusahaan Grab lebih mempromosikan mengenai iklan jasanya saja tanpa mengiklankan macam-macam layanan jasa yang ditawarkan termasuk Grabcar. Pengguna hanya bisa melihat lewat aplikasi Grab serta memilih jasa mana yang akan digunakan. Kemudian, perusahaan Grab pun tidak secara transparan menginformasikan mengenai promo yang sedang diberikan sehingga banyak pengguna yang tidak mengetahuinya.
Informasi seputar promo harga atau diskon hanya dapat terlihat apabila pengguna dengan sengaja membuka aplikasi Grab, apabila pengguna tidak membuka aplikasi maka tidak akan diketahui bahwa mereka mendapatkan promo dari Grab.
Padahal promo tersebut mempunyai batas waktu untuk digunakan.
Repi (2013:2) menjelaskan bahwa perusahaan yang unggul adalah mereka yang dengan kuat menyiasati perubahan bisnis dan dapat memanfaatkan peluang- peluang yang ada dengan sesuatu hal yang efektif dan efisien, salah satunya ialah dengan pemasaran secara baik bagi pelanggannya, sehingga hubungan antara produsen atau perusahaan dengan pelanggan akan semakin erat dan harmonis.
Salah satu strategi komunikasi pemasaran yang baik ialah promosi penjualan.
Promosi telah di definisikan sebagai koordinasi dari semua penjual yang
17
diprakarsai upaya untuk mengatur saluran informasi dan persuasi untuk menjual barang dan jasa atau mempromosikan ide (Belch, 2003:25).
Promosi merupakan salah satu dari bagian bauran pemasaran ini sama pentingnya dengan kegiatan pemasaran lainnya, yaitu produk, harga, lokasi, saluran distribusi, partisipan, proses maupun lingkungan fisik. Beberapa bentuk promosi penjualan yang dikenal dengan bauran promosi yaitu, iklan, penjualan pribadi, promosi penjualan, hubungan masyarakat dan alat-alat pemasaran langsung yang digunakan untuk mencapai tujuan iklan dan pemasarannya (Kotler et al, 2004 dalam Repi (2013)). Kotler dan Armstrong (2001:560) lebih lanjut menjelaskan bahwa secara umum promosi penjualan seharusnya membangun hubungan dengan pelanggan bukan hanya untuk melakukan penjualan jangka pendek atau sebagai brand switching sementara, namun bisa membantu memperkuat posisi produk dan membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggannya. Kemudian proses keputusan pembelian menurut Kotler dan Keller (2012 : 192), adalah tahap dimana konsumen membentuk kecenderungan dalam memilih antara beberapa brand dan juga dapat membentuk niat untuk membeli brand yang paling disukai. Jadi perusahaan harus mengkomunikasikan nilai produknya secara tepat kepada konsumen untuk mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan pembelian produknya.
Promosi penjualan yang dinilai tidak efektif membuat konsumen lebih rentan sehingga mengakibatkan kerugian pangsa pasar dalam jangka panjang (Ehrenberg et al, 1994). Konsumen hanya tertarik untuk membeli karena adanya promosi yang akan berdampak buruk bagi perusahaan jika promosi penjualan sudah tidak ada lagi. Namun, peneliti lain telah menunjukkan bahwa promosi penjualan menyebabkan peningkatan nyata jangka panjang dalam penjualan dan keuntungan (Dhar et al, 1996; Repi, 2013:2).
Promosi penjualan yang dilakukan oleh Grab tentunya memiliki dampak tersendiri bagi konsumennya. Setiap konsumen pasti memiliki persepsi tersendiri dalam minatnya terhadap promosi, apakah promosi penjualan yang dilakukan Grab dapat menarik perhatian dan minat konsumen sehingga terjadi keputusan pembelian. Namun setiap perilaku konsumen tentunya berbeda-beda, sehingga
18
penelitian ini bertujuan untuk membahas mengenai promosi dan jenis promosi apa saja yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen Grab.
Berdasarkan pemaparan fenomena dan latar belakang diatas, peneliti tertarik untuk mengambil penelitian dengan judul “Pengaruh Promosi Penjualan terhadap Proses Keputusan Pembelian Jasa Grabcar”.
1.3 Identifikasi Masalah
1. Bagaimana promosi penjualan Grabcar Bandung?
2. Bagaimana proses keputusan pembelian pada Grabcar bandung?
3. Bagaimana pengaruh promosi penjualan terhadap proses keputusan pembelian pada Grabcar Bandung secara parsial?
4. Bagaimana pengaruh promosi penjualan terhadap proses keputusan pembelian pada Grabcar Bandung secara simultan?
1.4 Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui bagaimana promosi penjualan Grabcar Bandung.
2. Untuk mengetahui bagaimana proses keputusan pembelian Grabcar Bandung.
3. Untuk mengetahui berapa besar pengaruh promosi penjualan Grabcar Bandung terhadap proses keputusan pembelian secara parsial.
4. Untuk mengetahui berapa besar pengaruh promosi penjualan Grabcar Bandung terhadap proses keputusan pembelian secara simultan.
1.5 Kegunaan Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat berupa : 1.5.1 Kegunaan Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu dan wawasan dalam strategi pemasaran yang dapat dijadikan refrensi untuk penelitian berikutnya.
19 1.5.2 Kegunaan Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi salah satu masukan bagi Grab untuk mengetahui apa saja faktor promosi penjualan terhadap Proses keputusan pembelian.
1.6 Waktu dan Periode Penelitian
Penelitian ini memakan waktu lama kurang lebih sepuluh bulan untuk mendapatkan hasil penelitian yang diinginkan mulai dari bulan September 2017 – Juli 2018.