1
Universitas Kristen Petra 1.1 Judul Proyek
Judul proyek adalah Museum Ilmu Bumi di Surabaya. (Museum of Earth Science in Urban City Surabaya).
Pengertian masing-masing kata adalah sebagai berikut : -. Museum :
• Berasal dari kata Yunani, mouseion, yang sebenarnya merujuk kepada nama kuil pemujaan terhadap Muses, dewa yang berhubungan dengan kegiatan seni.
• Institusi permanen, nirlaba, melayani kebutuhan publik, dengan sifat terbuka, dengan cara melakukan usaha pengoleksian, mengkonservasi, meriset, mengkomunikasikan, dan memamerkan benda nyata kepada masyarakat untuk kebutuhan studi, pendidikan, dan kesenangan. Karena itu ia bisa menjadi bahan studi oleh kalangan akademis, dokumentasi kekhasan masyarakat tertentu, ataupun dokumentasi dan pemikiran imajinatif di masa depan.
(Menurut http://id.wikipedia.org/wiki/Museum) -. Ilmu Bumi :
Suatu istilah untuk kumpulan cabang-cabang ilmu yang mempelajari bumi.
Cabang ilmu ini menggunakan gabungan ilmu fisika, geografi, matematika, kimia, biologi, dsb untuk membentuk suatu pengertian kuantitatif dari lapisan-lapisan bumi.
(Menurut http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu Bumi) -. Di Surabaya :
Menunjukkan letak di kota Surabaya. Surabaya sendiri merupakan nama sebuah kota di Indonesia tepatnya terletak di 7º12’ – 7º21’ LS dan 112º36’
– 112º52’ BT merupakan dataran rendah dengan ketinggian 3-6 m di atas permukaan laut yang luasnya 326,36 km2, nama dari sebuah kota propinsi Jawa Timur.
(Menurut RDTRK Kotamadya Surabaya tahun 2005)
Universitas Kristen Petra 1.2 Pengertian Judul Proyek
Berdasarkan pengertian masing-masing kata diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pengertian judul secara keseluruhan adalah tentang sebuah sarana edukasi yang didalamnya berisi tentang segala informasi yang mempelajari tentang bumi sebagai subjeknya. Fakta-fakta tentang Bumi yang kadang tidak kita ketahui baik itu kekayaan maupun kondisi alam sekitar kita, baik yang bersifat ilmiah, maupun bersifat sosial, hingga ke masalah-masalah yang sedang dihadapi yang berkaitan dengan kondisi alam tadi, yang kesemuanya diwujudkan dalam bentuk koleksi seni. Sehingga secara garis besar merupakan tempat masyarakat sekitar, yaitu masyarakat Surabaya pada khususnya dapat mengerti dan memahami tentang Bumi, beserta segala isinya maupun krisis yang sedang dihadapi dan akhirnya dapat lebih memiliki wawasan lingkungan dan melakukan tindakan-tindakan yang bersifat positif terhadap alam sekitar.
1.3 Deskripsi Proyek
Sesuai dengan judul diatas, maka proyek ini adalah Museum Ilmu Bumi di Surabaya. Sebelum memahami lebih lanjut tentang Museum Ilmu Bumi ini, kiranya kita mengerti terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan museum
1.3.1 Pengertian Museum
Museum menurut International Council of Museums (ICOM) adalah sebuah lembaga yang bersifat tetap, tidak mencari keuntungan, melayani masyarakat dan perkembangannya, terbuka untuk umum, memperoleh, merewat, menghubungkan, dan memamerkan artefak-artefak perihal jati diri manusia dan lingkungannya untuk tujuan-tujuan studi, pendidikan dan rekreasi.
Sedangkan Museum menurut Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 1995 Pasal 1 ayat (1) adalah lembaga, tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan, dan pemanfaatan benda-benda bukti materiil hasil budaya manusia serta alam dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa. Museum dalam menjalankan aktivitasnya, mengutamakan dan mementingkan penampilan koleksi yang dimilikinya.
Universitas Kristen Petra Pengutamaan kepada koleksi itulah yang membedakan museum dengan lembaga-lembaga lainnya. Setiap koleksi merupakan bagian integral dari kebudayaan dan sumber ilmiah, hal itu juga mencakup informasi mengenai objek yang ditempatkan pada tempat yang tepat, tetapi tetap memberikan arti dan tanpa kehilangan arti dari objek. Penyimpanan informasi dalam bentuk susunan yang teratur, pembaharuan dalam prosedur, serta cara dan penanganan koleksi.
Museum dapat didirikan oleh Instansi Pemerintah, Yayasan, atau Badan Usaha yang dibentuk berdasarkan ketentuan yang berlaku di Indonesia, maka pendirian museum harus memiliki dasar seperti Surat Keputusan bagi museum pemerintah dan akte bagi museum yang diselenggarakan oleh swasta. Bila perseorangan berkeinginan untuk mendirikan museum, maka dia harus membentuk yayasan terlebih dahulu.
1.3.1.1 Acuan Pendirian Museum
1. Undang-undang RI Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya
2. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1993 tentang Pelaksanaan Undang Undang RI Nomor 5 Tahun 1992
3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 1995 tentang Pemeliharaan dan Pemanfaatan Benda Cagar Budaya di Museum
4. Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor KM.33 / PL.303 / MKP / 2004 tentang Museum
1.3.1.2 Klasifikasi Museum
Sedangkan museum sendiri terbagi menjadi beberapa macam, sebagai berikut.
a. Menurut Penyelenggaraannya.
-. Museum Swasta, yaitu museum yang diselenggarakan dan dikelola oleh swasta.
-. Museum Pemerintah, yaitu museum yang diselenggarakan dan dikelola oleh Pemerintah. Museum dalam klasifikasi ini terbagi lagi
Universitas Kristen Petra menjadi museum yang dikelola oleh pemerintah daerah dan oleh pemerintah pusat.
b. Menurut Kedudukannya.
-. Museum Nasional, yang menjadi urusan Pemerintah yang menggambarkan harta warisan sejarah dan kebudayaan nasional.
-. Museum Lokal, terbagi menjadi museum dengan ruang lingkup tingkat propinsi, kabupaten dan kotamadya.
-. Museum Lapangan Terbuka, yang dapat berarti open air museum (museum di lapangan terbuka) dapat merupakan suatu kompleks yang luas, seperti Taman Mini, terdiri dari model-model rumah adat, baik yang asli, yang telah berpindah tempat dari asal daerahnya semula, maupun tiruan sebagai koleksi pelengkap.
c. Menurut Jenis Koleksi.
-. Museum Khusus, museum yang memiliki koleksi penunjang satu ilmu pengetahuan saja, misalnya Museum Ilmu hayati, Museum Ilmu dan Tekhnologi, Museum Antropologi, Museum Etnografi, Museum Seni Rupa.
-. Museum Umum, museum jenis ini memiliki koleksi penunjang cabang-cabang ilmu pengetahuan alam, tekhnologi dan ilmu pengetahuan sosial.
Museum Umum Tingkat Propinsi, dibedakan menjadi 3, yaitu :
a. Museum Umum Negeri Propinsi Tipe A, yaitu museum umum negeri propinsi yang tergolong besar.
b. Museum Umum Negeri Propinsi Tipe B, yaitu museum umum negeri propinsi yang tergolong sedang.
c. Museum Umum Negeri Propinsi Tipe C, yaitu museum umum negeri propinsi yang tergolong kecil.
Universitas Kristen Petra Berdasarkan Pembakuan Rencana Induk Permuseuman di Indonesia, Jawa Timur termasuk Museum Umum Negeri Propinsi Tipe A, yaitu Museum Umum Negeri Propinsi yang tergolong besar. Standard luas lahan minimum untuk Museum jenis ini adalah 30.000 m², dengan luas ideal 40.000 m² dan luas bangunan minimum 12.500 m².
Mengingat fungsi museum yang tidak bersifat komersil, maka berdasarkan klasifkasi museum diatas, maka Museum Ilmu bumi ini akan termasuk dalam Museum Umum Negeri Propinsi Tipe A. Berarti untuk kepemilikan Museum ini dibawahi oleh Pemerintah yang diwakilkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
1.3.1.3 Koleksi Museum
Pusat kegiatan dan pengelolaan museum berawal dari pengadaan suatu koleksi, pencatatan, pengkajian, perawatan dan pengawetan, sampai pada penyajian dan pemanfaatannya. Koleksi merupakan kumpulan benda (realita dan replika) pembuktian cabang ilmu tertentu. Namun tidak setiap benda dapat dijadikan benda koleksi. Sebuah benda dapat dikatakan sebagai koleksi jika memenuhi persyaratan sebagai berikut :
• Benda itu memiliki nilai sejarah dan nilai ilmiah. Dalam pengertian ini termasuk nilai keindahan, terutama objek-objek untuk koleksi umum seni rupa atau museum sejarah kesenian.
• Benda itu harus dapat diidentifikasikan, baik mengenai bentuk atau wujudnya (morfologis), tipenya (tipologis), gaya, fungsinya, asalnya secara historikal, geografikal, jenisnya dalam orde biologi atau periodesasinya dalam geologi (untuk benda-benda sejarah alam).
• Benda itu harus dapat dijadikan dokumen dalam arti sebagai bukti kenyataan dan bukti kehadiran (realitas dan eksistensinya) baik suatu penelitian ilmiah.
• Benda itu harus dapat dijadikan monumen atau bakal jadi monumen dalam sejarah alam dan budaya.
• Reproduksi atau replika yang sah menurut persyaratan permuseuman
Universitas Kristen Petra Sedangkan pengadaannya dapat diperoleh dengan cara :
• Pembelian
• Sumbangan dari donatur atau kolektor
• Pertukaran dengan museum lain
• Warisan dari seseorang
• Titipan dari seseorang atau lembaga
• Penemuan melalui riset di lapangan sewaktu mengadakan ekspedisi atau eksplorasi
• Membuat miniatur dari kebudayaan asli
1.3.2 Pengertian Ilmu Bumi
Earth science atau ilmu Bumi merupakan segala ilmu yang berusaha untuk menjelaskan apa sebenarnya bumi itu, dan sekitarnya. Hal ini berarti didalam ilmu Bumi ini juga terdapat ilmu geologi, oseanografi, meteorologi dan astronomi.
Geologi sendiri dibagi menjadi dua ilmu, yaitu physical geology dan historical geology. Dimana physical geology lebih mempelajari tentang material pembentuk Bumi dan proses yang terjadi baik dibawah maupun diatas permukaan Bumi. Sedangkan historical geology lebih mempelajari tentang bagaimana Bumi ini tercipta dan juga proses yang dialaminya hingga sekarang. Logikanya, studi physical geology harus didulukan daripada studi historical geology, karena untuk mengetahui sejarah Bumi, kita harus mengerti terlebih dahulu apakah Bumi itu.
Oseanografi memadukan ilmu kimia, fisika, geologi dan biologi untuk menjelaskan segala sesuatu tentang laut (ocean). Jadi pada dasarnya bukan sebuah ilmu yang berdiri sendiri dan terlepas dari ilmu lainnya. Secara sederhana oseanografi dapat diartikan sebagai gambaran atau deskripsi tentang laut. Dalam bahasa lain yang lebih lengkap, oseanografi dapat diartikan sebagai studi dan penjelajahan (eksplorasi) ilmiah mengenai laut dan segala fenomenanya. Laut sendiri adalah bagian dari hidrosfer. Seperti diketahui bahwa bumi terdiri dari bagian padat yang disebut litosfer, bagian cair yang disebut hidrosfer dan bagian gas yang disebut atmosfer. Sementara itu bagian yang berkaitan dengan sistem
Universitas Kristen Petra ekologi seluruh makhluk hidup penghuni planet Bumi dikelompokkan ke dalam biosfer. Para ahli oseanografi mempelajari berbagai topik, termasuk organisme laut dan dinamika ekosistem; arus samudera, ombak, dan dinamika fluida geofisika; tektonik lempeng dan geologi dasar laut; dan aliran berbagai zat kimia dan sifat fisik didalam samudera dan pada batas-batasnya
Meteorologi mempelajari tentang atmosfer Bumi dan juga proses-proses yang berkaitan dengan cuaca dan iklim. Seperti oseanografi, meteorologi juga memadukan dengan ilmu-ilmu lainnya untuk mendukungnya.
Astronomi, sebuah pengetahuan tentang dunia, dimana kita menyadari bahwa planet kita ini merupakan bagian kecil dari dunia, bahwa Bumi berkaitan dengan semua objek yang berada di luar angkasa di dalam dunia ini. Ilmu ini mempelajari asal-usul, evolusi, sifat fisik dan kimiawi benda-benda yang bisa dilihat di langit (dan di luar Bumi), juga proses yang melibatkan mereka.
Untuk memahami ilmu Bumi merupakan usaha yang rumit karena planet kita ini merupakan hasil sebuah kesatuan yang dinamis, dengan suatu kompleks bagian yang saling berinteraksi selama berjutaan tahun didalamnya. Selama keberadaanya hingga sekarang, Bumi kita telah berubah. Dan nyatanya, sekarang sedang dan akan terus berubah hingga masa depan. Perubahan tersebut bisa cepat dan juga merusak, seperti badai, tanah longsor, maupun meletusnya gunung berapi.
1.3.3 Pengertian Ilmu Sistem Bumi
Secara garis besar, bagian – bagian Bumi terbagi menjadi hidrosfer, atmosfer, biosfer, dan geosfer. Para ahli mengemukakan bahwa untuk benar – benar memahami tentang Bumi, kita harus memahami terlebih dahulu satu – persatu bagian Bumi dan bagaimana mereka saling terkait satu sama lain, ilmu yang mempelajari hubungan antar bagian Bumi inilah yang nantinya disebut dengan Ilmu Sistem Bumi. Ilmu ini membahas tentang beberapa lingkup ilmu, sehingga diharapkan dapat lebih memahami dan memecahkan masalah yang sedang kita hadapi sekarang.
Universitas Kristen Petra Didalam sebuah sistem terdapat semacam mekanisme feedback, yang dapat berupa mekanisme feedback positif, merupakan mekanisme yang mendorong sebuah perubahan, dan mekanisme feedback negatif, merupakan mekanisme yang terjadi sebagai hasil dari mekanisme feedback positif tadi, yang berusaha menjaga keseimbangan sebuah sistem.
Sistem Bumi ini terjadi karena dua hal, yaitu matahari yang mempengaruhi proses eksternal yang terjadi pada bagian atmosfer, hidrosfer, dan permukaan Bumi. Yang kedua, adalah interior Bumi. Panas Bumi yang tetap ada sejak Bumi terbentuk, dan juga panas yang terbentuk oleh sisa radioaktif, yang mempengaruhi meletusnya gunung berapi, gempa bumi, dan pegunungan.
Bagian – bagian dari sistem Bumi ini saling terkait, sehingga perubahan pada sebuah bagian akan mempengaruhi bagian lainnya. Sebagai contoh, ketika gunung berapi meletus, lava akan keluar dari gunung berapi dan mungkin mengalir ke lembah. Hal ini akan mempengaruhi sistem drainase setempat, karena dapat membentuk sebuah danau baru dan ataupun justru mengubah arah aliran sungai. Kemudian debu dan gas yang dihasilkan oleh meletusnya gunung berapi tadi, dapat terhempas keluar sampai menuju ke sistem atmosfer Bumi dan mempengaruhi banyaknya sinar matahari yang dapat masuk ke Bumi.
1.3.4 Pengertian Proyek
Proyek berjudul Museum Ilmu Bumi. Bangunan ini didesain supaya semua orang merasa tertarik untuk masuk kedalamnya, khususnya masyarakat Surabaya.
Hal ini untuk mencapai tujuan museum, yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran masyarakat akan Bumi tempat tinggal kita ini. Dengan keberadaan museum ini, maka masyarakat dapat mengetahui fakta-fakta yang tidak diketahui sebelumnya dan memotivasi sehingga membuat Bumi kita ini menjadi lebih baik lagi. Proyek ini juga turut menanggapi krisis global yang sedang dialami oleh Bumi kita, yaitu global warming, sehingga kiranya kita dapat menanggulangi secara bersama masalah tersebut.
Fungsi Museum sendiri disini bukan berarti menjadikan bangunan ini formal seperti museum pada umumnya (hanya berupa pameran saja), tetapi juga
Universitas Kristen Petra diselingi dengan rekreasi. Karena berusaha untuk menarik pengunjung dari berbagai kalangan, maka dibuatlah rekreasi, yang dapat menarik terutama anak- anak dan masyarakat kalangan muda pada umumnya.
Museum ini secara garis besar berupa bangunan yang memiliki unsur edukasi dan rekreasi didalamnya. Sedangkan semuanya tersebut tidak hanya disajikan dalam bentuk pameran 2D maupun pameran 3D saja, tetapi juga dapat menggunakan sarana simulator, laboratorium maupun audio visual. Sehingga menjadikan Museum ini tidak hanya benar-benar atraktif dan interaktif, tetapi sekaligus juga tetap dapat memberikan pendidikan yang memadai.
Museum ini memiliki berbagai macam variasi pameran didalamnya (pameran 2D, pameran 3D, simulator, layar LCD, IMAX Theatre), tetapi semuanya itu masih dalam memenuhi persyaratan koleksi museum seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sehingga bangunan ini masih dapat dikatakan sebagai museum.
Adapun jenis-jenis koleksi Museum Ilmu Bumi ini sendiri dapat berupa :
• Etnografika setiap benda budaya yang cara pembuatan dan pemakaiannya menurut tradisi setempat.
• Prehistorika setiap benda budaya yang dibuat pada kurun waktu sebelum manusia belum mengenal huruf / tulisan.
• Arkeologi setiap benda yang dibuat pada kurun waktu setelah masuknya pengaruh kebudayaan Hindu dan Islam.
• Historika setiap benda relic sejarah pada kurun waktu sejak masuknya bangsa-bangsa Eropa (sejak abad ke 16).
• Keramik Asing setiap benda keramik yang berasal dari negeri asing.
• Naskah setiap bahan dengan bertulis tangan yang menguraikan suatu peristiwa.
• Karya Seni dan Senikria setiap benda hasil seni rupa dan senikria yang bernilai tinggi dalam ekspresi, gaya dan mewakili jamannya atau mengandung ciri-ciri tradisi setempat.
Universitas Kristen Petra
• Benda – benda Grafika foto dan peta asli atau setiap benda reproduksi yang dapat dijadikan dokumen.
• Diorama setiap suatu gambaran berbentuk tiga dimensi yang memperagakan,
o alam sekitar atau bagian-bagian khas wilayah setempat.
o aktivitas mengenai sistem peralatan (sistem tekhnologi), sistem mata pencaharian (sistem ekonomi), sistem organisasi sosial, sistem religi, sistem pengetahuan dan kesenian.
o peristiwa sejarah terpenting.
• Replika setiap tiruan benda-benda dari koleksi yang sudah ada.
• Benda-benda Sejarah Alam setiap benda asli yang berupa flora, fauna dan benda-benda batuan dan mineral.
• Benda-benda Wawasan Nusantara setiap benda asli atau replika yang mewakili sejarah alam dan budaya dari wilayah Nusantara.
• Benda diterima dari pihak kedua sebaagi hadiah, wasiat, titipan tanpa konsekuensi pembiayaan / pembayaran.
• Benda diterima sebagai penyerahan dengan pemberian imbalan dan benda itu akan dijadikan milik Negara. Dalam pemberian imbalan ini, yang diterimakan kepada pihak yang menyerahkan barang tanpa dipungut pajak macam apapun juga.
• Benda diterima sebagai pertukaran dengan museum lain tanpa konsekuensi biaya tambahan, kecuali biaya pengiriman barang,
• Benda dibeli dari pihak kedua dengan perhitungan pajak menurut ketentuan yang berlaku.
Isi dari Museum Ilmu Bumi ini dimaksudkan agar pengunjung dapat mengerti tentang apa sebenarnya Bumi itu dan lebih mengenalnya. Yang dimaksud mengenal disini tidak hanya belajar tentang keadaannya saja, tetapi juga turut mengupas apa yang menyebabkannya, sejarah-sejarah Bumi, dan juga
‘meraba’ masa depan Bumi dengan fakta-fakta yang didapatkan.
Universitas Kristen Petra 1.4 Latar Belakang
Bumi bukanlah sebuah massa yang statis dan tidak pernah berubah, melainkan merupakan hasil sebuah kesatuan yang dinamis, dengan suatu kompleks bagian yang saling berinteraksi selama berjutaan tahun didalamnya (menurut Buku Earth Science). Seperti yang kita ketahui, bahwa kita sebagai manusia hidup, tumbuh dan berkembang biak didalam atmosfer Bumi ini. Selain kita juga terdapat makhluk hidup lain, seperti hewan maupun tumbuhan yang turut hidup didalamnya. Begitu besar Bumi ini seakan-akan kita merasa bahwa kita tidak perlu mengetahui lebih detail isinya didalamnya maupun apa yang terjadi disekitar kita setiap harinya. Padahal antara makhluk hidup dengan alam sekitarnya saling mempengaruhi satu sama lain seperti yang dijabarkan diatas membentuk satu kesatuan Bumi.
Dengan bertambahnya majunya tekhnologi manusia, terdapat sebuah kenyataan yang tidak bisa dibantah, yaitu kenyataan bahwa kondisi Bumi kita semakin buruk. Issue-issue seperti Global Warming selalu mewarnai kehidupan kita akhir-akhir ini. Yang akhirnya berdampak ke bagian-bagian alam yang lain.
Tanpa kita sadari setiap hal yang kita lakukan ternyata akan berpengaruh terhadap kondisi Bumi tempat kita tinggal ini, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kenyataan bahwa manusia sebagai penghuni Bumi yang paling berpengaruh seringkali dianggap remeh oleh sebagian mayarakat, dengan bersikap acuh terhadap keadaan sekitar.
Hal-hal seperti menggunakan peralatan elektronik yang menghasilkan emisi gas berlebihan dapat berpengaruh terhadap ketebalan atmosfer Bumi, maupun dari hal kecil ketika kita menggunakan kaca maupun plastik, yang sebenarnya sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup makhluk hidup lainnya. Ketidaktahuan masing-masing individu bahwa mereka mampu dan bisa memberikan dampak akibat yang mereka lakukan inilah, yang kemudian membentuk sebuah kesatuan ketidaktahuan suatu komunitas yang memiliki dampak besar terhadap alam sekitar. Tanpa kita sadari, keacuhan masing-masing individu, akhirnya menjadi berpengaruh karena banyak masyarakat yang
Universitas Kristen Petra berpikiran demikian. Dan akhirnya perubahan itu membawa dampak ke manusia itu sendiri.
Tidak terkecuali oleh masyarakat Indonesia, bahwa kita bisa juga memiliki kemampuan untuk merusak Bumi kita, oleh karena itu diperlukan sebuah sarana yang mempelajari tentang ilmu Bumi secara keseluruhan, selain dapat menyadarkan kita akan dampak-dampak yang akan terjadi, juga mengedukasi kita sehingga kita dapat melakukan tindakan pencegahan, supaya keadaan tidak bertambah buruk, dan kalau bisa justru bertambah baik.
Terdapat banyak cara supaya kita dapat menyadarkan sebuah kelompok masyarakat, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menyadarkan masing-masing individu, oleh karena itu Saya akan mengadakan sebuah sarana yang berwawasan global, sehingga dapat menjangkau semua range umur dan gender di suatu wilayah tertentu. Karena itu dipilihlah fungsi Museum, sehingga masyarakat sekitar dapat mendapatkan pemahaman yang memadai, sehingga mereka pun dapat termotivasi.
Pemilihan kota Surabaya sebagai tempat Museum, selain karena kemudahan survei, Surabaya juga merupakan kota kedua terbesar di Indonesia, setelah Jakarta (ibukota Indonesia), tetapi tidak memiliki fasilitas sejenis, sehingga kiranya dapat memberikan dampak yang diharapkan dapat cukup signifikan.
Kemudian untuk menghadapi masalah, maka yang diambil adalah issue yang sedang terjadi sekarang, yaitu issue global warming, jadi Museum ini juga akan membahas segala sesuatu tentang global warming, mulai dari kenapa, proses, hingga akibatnya yang kesemuanya tentu akhirnya berhubungan dengan Ilmu Bumi yang ingin disampaikan.
1.5 Rumusan Masalah 1.5.1 Masalah umum
Bagaimana mendesain suatu fasilitas pelayanan publik yang dapat menerima dan memikat semua orang tanpa terkecuali, untuk dapat menarik pengunjung untuk masuk dan menikmati isi Museum, tetapi juga dapat
Universitas Kristen Petra memberikan kesadaran kepada pengunjung yang masuk, berhubungan dengan tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar, yaitu masyarakat Surabaya pada khususnya?
1.5.2 Masalah khusus
• Bagaimana mendesain bangunan supaya menjadi satu-kesatuan dengan bangunan sekitar, yang sama-sama merupakan landmark, sehingga menjadi satu-kesatuan landmark, atau dengan kata lain bagaimana merevitalisasi suatu kawasan dengan keberadaan bangunan kita?
• Bagaimana mendesain supaya museum dapat dinikmati dengan nyaman, tanpa terputus, sehingga pengunjung tidak kehilangan fokus, maupun minat?
• Bagaimana menyatukan desain outdoor dengan indoor supaya sejalan dengan konsep yang diambil nantinya?
• Bagaimana sequence yang diinginkan yang diharapkan dari pengunjung yang masuk ke dalam museum ini, sehingga mendapatkan pengertian yang utuh tentang tema yang ingin saya angkat ini?
1.6 Tujuan 1.6.1 Tujuan umum
Pembangunan museum bumi ini terutama diwujudkan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat sekitar (khususnya masyarakat Surabaya) terhadap apa saja yang dimiliki oleh Bumi, mulai dari kekayaannya, fenomena yang sering terjadi, maupun keadaannya sekarang.
Sehingga dari fakta-fakta yang diperoleh tersebut kiranya kita sadar bahwa kita merupakan bagian dari Bumi dan mampu untuk merusak Bumi kita, sehingga kita dapat mengambil nilai positif dan mulai memperhatikan keadaan sekitar
Universitas Kristen Petra 1.6.2 Tujuan khusus.
Museum Ilmu Bumi ini merupakan sarana edukasi yang dapat :
-. Meningkatkan mutu kualitas SDM masyarakat kita pada umumnya, karena dengan mendapatkan pengetahuan tentang ilmu bumi berarti menjadi lebih sadar akan tindakan-tindakan yang dilakukan, serta dampaknya terhadap alam sekitar kita.
-. Mewadahi kegiatan bagi para pecinta Bumi (juga ahli geologi, oseanografi, meteorologi, dan astronomi) sehingga memiliki tempat untuk berkumpul dan menuntut ilmu.
-. Meningkatkan pengetahuan masyarakat akan Bumi kita ini beserta kekayaan didalamnya.
-. Mewadahi kegiatan studi tour yang dapat dilaksanakan oleh sekolah- sekolah maupun universitas sekitar dalam rangka meningkatkan kualitas murid-muridnya.
-. Menyadarkan masyarakat akan issue yang sedang kita hadapi sekarang, yaitu issue global warming, dan bagaimana usaha yang dapat kita lakukan untuk menanggulanginya.
-. Menyadarkan masyarakat akan kesatuan Bumi sebagai sebuah sistem, dimana masing-masing saling berinteraksi termasuk kita didalamnya, sehingga kita sebagai penghuni Bumi dapat lebih sadar.
1.7 Manfaat
1.7.1 Bagi murid-murid sekolah dan universitas
• Sebagai sarana mengembangkan pengetahuan umum tentang Bumi
• Merupakan tempat yang bisa dituju untuk memenuhi rasa keingintahuan maupun kehausan akan alam sekitar.
• Bagi sekolah dan Universitas merupakan tempat yang bisa digunakan sebagai bagian dari acara sekolah maupun Universitas, sebagai tempat studi tour.
Universitas Kristen Petra 1.7.2 Bagi masyarakat umum
• Sebagai tempat untuk mengembangkan kesadaran dan pengetahuan tentang Bumi.
• Meningkatkan apresiasi masyarakat tentang pentingnya menjaga perilaku kita, karena kita dapat merusak Bumi kita ini.
• Bagi para pecinta Bumi (juga ahli geologi, oseanografi, meteorologi, dan astronomi), merupakan tempat mencari kesenangan sekaligus memperdalam ilmu pengetahuan tentang Bumi ini.
• Sebagai tempat mendisplay hasil-hasil kerajinan yang berbahan ramah lingkungan baik dari luar maupun dalam negeri. (sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap kerajinan yang dibuat dalam negeri)
• Sebagai sarana edukasi tentang Bumi terhadap masyarakat awam.
1.7.3 Bagi pemerintah dan Kota Surabaya
• Mendukung program Dewan Pengurus Kepariwisataan Surabaya yang bertajuk “Sparkling Surabaya”.
• Membantu meningkatkan kualitas SDM guna menghadapi issue yang sedang berlaku sekarang ini.
• Membantu meningkatkan APBD pemerintah Kota Surabaya dengan mendatangkan turis-turis, baik turis lokal maupun turis internasional.
1.8 Sasaran dan Lingkup Pelayanan 1.8.1 Sasaran
Keberadaan museum bumi ini diperuntukkan dan terbuka bagi seluruh kalangan masyarakat yang bervariasi baik dari segi usia (muda-tua), baik pria maupun wanita dengan menyadari bahwa masing-masing dari mereka merupakan bagian dari Bumi ini. Museum Bumi ini kiranya dapat memenuhi keinginan dan minat seluruh pengunjung, baik yang merasa peduli ataupun yang masih belum merasa peduli terhadap Bumi ini, untuk masyarakat seluruh dunia pada umumnya dan masyarakat Surabaya pada khususnya.
Universitas Kristen Petra
• Demografis
Secara demografis, sasaran museum Bumi ini meliputi segala usia, laki-laki maupun perempuan. Ditinjau dari kelas ekonominya, maka sasaran bervariasi, karena museum ini memiliki fungsi sosial untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, jadi berusaha untuk menerima semua kelompok sosial masyarakat.
• Geografis
Secara geografis, sasaran museum Bumi ini yang utama adalah masyarakat kota Surabaya dan sekitarnya. Namun tak menutup kemungkinan bagi turis- turis luar kota maupun internasional karena tema yang diangkat dalam museum ini adalah tema yang universal, yaitu tentang Bumi kita.
Kemudian bagi para pecinta alam maupun aktivis-aktivis pendukung alam yang menghargai keadaan Bumi yang ingin menambah pengetahuan maupun memberikan kontribusi. Bagi mereka tempat ini merupakan tempat untuk bertemu, saling berkomunikasi dan mengapresiasi Bumi kita ini.
1.8.2 Lingkup Pelayanan
Bangunan ini diperuntukkan bagi semua kalangan masyarakat. Bagi yang peduli maupun yang belum peduli dengan keadaan sekitarnya. Bagi yang peduli, merupakan sarana penambah wawasan tentang Bumi kita ini, didalamnya terdapat berbagai macam pameran yang akan menambah kekaguman maupun ketertarikan mereka akan kekayaan Bumi kita tercinta ini, tetapi sekaligus melihat kenyataan yang cukup memprihatinkan. Kemudian bagi yang belum peduli, hendaknya museum ini dapat membuat mereka menjadi sadar akan pengaruh yang dapat kita semua lakukan terhadap keadaan Bumi ini, dan juga didalamnya terdapat berbagai macam bentuk pameran yang interaktif diperuntukkan bagi anak-anak, sehingga mereka mendapatkan pemahaman sejak dini. Kiranya dengan bervariasinya jenis isi museum dapat diterima oleh semua kalangan masyarakat sekitar, sehingga dapat mencapai tujuan yang ingin disampaikan, bahwa kita semua didalam Bumi ini saling mempengaruhi satu sama lain, sehingga nasib bumi kita ini di masa depan tergantung pada bagaimana kita memperlakukan Bumi kita sekarang.