PEMERINTAH KABUPATEN CIAMIS DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH DASAR NEGERI 2 SUKAHAJI
Alamat :Jln. Raya Cihaurbeuti No. 114 RT. 001 RW. 001 Kab. Ciamis Kec. Cihaurbeuti
SURAT TUGAS Nomor : 421.2/007/SD.33/2021
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Suryati, S.Pd
NIP : 19640618 198610 2 003
Jabatan : Kepala Sekolah
Unit Kerja : SD Negeri 2 Sukahaji
Dengan ini menugaskan kepada :
Nama : Devi Rochmawaty,S.Pd
NIP : -
Jabatan : Guru Kelas
Unit Kerja : SD Negeri 2 Sukahaji
Orang tersebut diatas diberikan tugas untuk mengikuti Bimtek Guru Belajar dan Berbagi Seri Asesmen Kompetensi Minimum .
Demikian surat tugas ini dibuat untuk dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Sukahaji, April 2021.
Kepala Sekolah
SURYATI, S.Pd NIP : 19640618 198610 2 003
PEMERINTAH KABUPATEN CIAMIS DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH DASAR NEGERI 2 SUKAHAJI
Alamat :Jln. Raya Cihaurbeuti No. 114 RT. 001 RW. 001 Kab. Ciamis Kec. Cihaurbeuti
SURAT TUGAS Nomor : 421.2/007/SD.33/2021
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Suryati, S.Pd
NIP : 19640618 198610 2 003
Jabatan : Kepala Sekolah
Unit Kerja : SD Negeri 2 Sukahaji
Dengan ini menugaskan kepada :
Nama : Dinny Ulfah Januari,S.Pd.SD
NIP : 19860116 201903 2 008
Jabatan : Guru Kelas
Unit Kerja : SD Negeri 2 Sukahaji
Orang tersebut diatas diberikan tugas untuk mengikuti Bimtek Guru Belajar dan Berbagi Seri Asesmen Kompetensi Minimum .
Demikian surat tugas ini dibuat untuk dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Sukahaji, April 2021.
Kepala Sekolah
SURYATI, S.Pd NIP : 19640618 198610 2 003
PEMERINTAH KABUPATEN CIAMIS DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH DASAR NEGERI 2 SUKAHAJI
Alamat :Jln. Raya Cihaurbeuti No. 114 RT. 001 RW. 001 Kab. Ciamis Kec. Cihaurbeuti
SURAT TUGAS Nomor : 421.2/007/SD.33/2021
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Suryati, S.Pd
NIP : 19640618 198610 2 003
Jabatan : Kepala Sekolah
Unit Kerja : SD Negeri 2 Sukahaji
Dengan ini menugaskan kepada :
Nama : Cicih Sutarsih,S.Pd.
NIP : 19610307198109 2 001
Jabatan : Guru Kelas
Unit Kerja : SD Negeri 2 Sukahaji
Orang tersebut diatas diberikan tugas untuk mengikuti Bimtek Guru Belajar dan Berbagi Seri Asesmen Kompetensi Minimum .
Demikian surat tugas ini dibuat untuk dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Sukahaji, April 2021.
Kepala Sekolah
SURYATI, S.Pd NIP : 19640618 198610 2 003
PEMERINTAH KABUPATEN CIAMIS DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH DASAR NEGERI 2 SUKAHAJI
Alamat :Jln. Raya Cihaurbeuti No. 114 RT. 001 RW. 001 Kab. Ciamis Kec. Cihaurbeuti
SURAT TUGAS Nomor : 421.2/007/SD.33/2021
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Suryati, S.Pd
NIP : 19640618 198610 2 003
Jabatan : Kepala Sekolah
Unit Kerja : SD Negeri 2 Sukahaji
Dengan ini menugaskan kepada :
Nama : Imas Nursyahidah,S.Pd.SD
NIP : 19661110198610 2 002
Jabatan : Guru Kelas
Unit Kerja : SD Negeri 2 Sukahaji
Orang tersebut diatas diberikan tugas untuk mengikuti Bimtek Guru Belajar dan Berbagi Seri Asesmen Kompetensi Minimum .
Demikian surat tugas ini dibuat untuk dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Sukahaji, April 2021.
Kepala Sekolah
SURYATI, S.Pd NIP : 19640618 198610 2 003
PEMERINTAH KABUPATEN CIAMIS DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH DASAR NEGERI 2 SUKAHAJI
Alamat :Jln. Raya Cihaurbeuti No. 114 RT. 001 RW. 001 Kab. Ciamis Kec. Cihaurbeuti
SURAT TUGAS Nomor : 421.2/007/SD.33/2021
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Suryati, S.Pd
NIP : 19640618 198610 2 003
Jabatan : Kepala Sekolah
Unit Kerja : SD Negeri 2 Sukahaji
Dengan ini menugaskan kepada :
Nama : Eti Hudayati,S.Pd.SD
NIP : 19631107198611 2 002
Jabatan : Guru Kelas
Unit Kerja : SD Negeri 2 Sukahaji
Orang tersebut diatas diberikan tugas untuk mengikuti Bimtek Guru Belajar dan Berbagi Seri Asesmen Kompetensi Minimum .
Demikian surat tugas ini dibuat untuk dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Sukahaji, April 2021.
Kepala Sekolah
SURYATI, S.Pd NIP : 19640618 198610 2 003
PEMERINTAH KABUPATEN CIAMIS DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH DASAR NEGERI 2 SUKAHAJI
Alamat :Jln. Raya Cihaurbeuti No. 114 RT. 001 RW. 001 Kab. Ciamis Kec. Cihaurbeuti
SURAT TUGAS Nomor : 421.2/007/SD.33/2021
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Suryati, S.Pd
NIP : 19640618 198610 2 003
Jabatan : Kepala Sekolah
Unit Kerja : SD Negeri 2 Sukahaji
Dengan ini menugaskan kepada :
Nama : Ubad Ubaedah Badriah,S.Pd
NIP : 19660712199212 2 001
Jabatan : Guru Kelas
Unit Kerja : SD Negeri 2 Sukahaji
Orang tersebut diatas diberikan tugas untuk mengikuti Bimtek Guru Belajar dan Berbagi Seri Asesmen Kompetensi Minimum .
Demikian surat tugas ini dibuat untuk dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Sukahaji, April 2021.
Kepala Sekolah
SURYATI, S.Pd NIP : 19640618 198610 2 003
Orientasi Guru Belajar dan Berbagi seri Asesmen Kompetensi Minimum
Selamat datang dan selamat bergabung dalam Orientasi Guru Belajar dan Berbagi seri Asesmen Kompetensi Minimum yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Semoga Anda telah dalam keadaan siap untuk mengikuti program ini.
Guru Belajar dan Berbagi seri Asesmen Kompetensi Minimum terdiri dari 3 tahap, yaitu:
Orientasi dan Bimtek, serta Pengimbasan. Saat ini, Anda berada pada tahap pertama, Orientasi. Pada tahap ini, peserta akan mendapatkan pemahaman terkait latar belakang, tujuan umum, kebijakan, dan alur Program Guru Belajar dan Berbagi seri Asesmen Kompetensi Minimum. Program ini bertujuan untuk menjawab berbagai persoalan guru dalam menghadapi Asesmen Kompetensi Minimum, diantaranya:
1. Berkembangnya miskonsepsi tentang asesmen nasional
2. Adanya malpraktik pembelajaran dalam melakukan persiapan menghadapi asesmen nasional
3. Guru belum mengetahui cara membaca hasil asesmen nasional
4. Guru belum memahami bagaimana menindaklanjuti hasil asesmen nasional
Anda akan melakukan serangkaian kegiatan pembelajaran secara mandiri melalui program pembelajaran otomatisasi dengan alokasi waktu selama 32 jam pertemuan yang dapat Anda atur secara fleksibel. Program Bimtek Guru Belajar dan Berbagi seri Asesmen Kompetensi Minimum disusun dengan memadukan tahapan dan pendekatan modular yang
memfasilitasi peserta melakukan personalisasi pembelajaran. Selain itu, program ini dapat mendorong guru untuk saling belajar dengan guru yang lain dalam hal berbagi praktik baik pembelajaran. Selamat belajar!
Latar Belakang dan Kebijakan Asesmen Nasional
Hasil PISA membuktikan kemampuan belajar siswa pada pendidikan dasar dan menengah kurang memadai. Pada tahun 2018, sekitar 70% siswa memiliki kompetensi literasi membaca di bawah minimum. Sama halnya dengan keterampilan matematika dan sains, 71% siswa berada di bawah kompetensi minimum untuk matematika dan 60% siswa di bawah
kompetensi minimum untuk keterampilan sains. Skor PISA Indonesia stagnan dalam 10-15 tahun terakhir. Kondisi ini menyebabkan Indonesia menjadi salah satu negara yang
konsisten dengan peringkat hasil PISA yang terendah. Bagaimana pendapat Anda?
Menanggapi kondisi tersebut, reformasi asesmen diperlukan guna mendorong peningkatan kualitas pembelajaran. Pemetaan mutu pendidikan secara menyeluruh dibutuhkan. Untuk itu pada tahun 2021 mendatang, Asesmen Nasional (AN) akan resmi diterapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Ujian Nasional (UN) sudah tidak lagi
diberlakukan. Kebijakan ini ditetapkan berdasarkan hasil koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan sejumlah dinas dan lembaga terkait.
Dalam hal ini, AN diterapkan untuk mengevaluasi kinerja dan mutu sistem pendidikan.
Nantinya, hasil Asesmen Nasional tidak memiliki konsekuensi apapun pada pencapaian proses belajar siswa namun memberikan umpan balik untuk tindak lanjut pembelajaran dan kompetensi siswa.
Kebijakan terkait penerapan Asesmen Nasional (AN) ini telah disampaikan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan. Anda dapat mendengarkan penjelasannya lebih detail dengan menyaksikan video yang disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Silakan cermati dengan seksama dan mencatat poin penting yang Anda peroleh.
Apa Pentingnya Asesmen Nasional?
Pada aktivitas sebelumnya, telah dijelaskan bahwa Asesmen Nasional perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Pertanyaannya, mutu pendidikan seperti apa yang
diharapkan? Apakah mutu pendidikan dapat dilihat dari hasil Ujian Nasional saja seperti yang selama ini terjadi?
Peningkatan mutu sistem pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian siswa dalam menguasai materi pelajaran dan nilai ujian akhir, apapun sebutannya. Keberhasilan sistem pendidikan lebih difokuskan pada pencapaian kompetensi siswa yang meliputi
pengetahuan, keterampilan dan sikap. Terlebih pada era transformasi pendidikan abad ke- 21, dimana arus perubahan menuntut siswa menguasai berbagai kecakapan hidup yang esensial untuk menghadapi berbagai tantangan abad ke-21 dimana siswa memiliki
kecakapan belajar dan berinovasi, kecakapan menggunakan teknologi informasi, kecakapan hidup untuk bekerja dan berkontribusi pada masyarakat.
Pertanyaannya, bagaimana cara mengukur kompetensi tersebut? Ya, menggunakan Asesmen Nasional. Asesmen Nasional diberlakukan sebagai alat ukur untuk mengetahui ketercapaian kompetensi yang harus dikuasai siswa. Asesmen Nasional tidak hanya memotret hasil belajar kognitif siswa, sebagaimana yang terjadi dalam Ujian Nasional namun juga memotret hasil belajar sosial emosional. Termasuk di dalamnya sikap, nilai, keyakinan, serta perilaku yang dapat memprediksi tindakan dan kinerja siswa di berbagai konteks yang relevan.
Selain tuntutan kecakapan abad 21, profil pelajar Pancasila juga menjadi rujukan pencapaian karakter bagi seluruh siswa di Indonesia. Bahkan profil pelajar pancasila ini sudah
merangkum serangkaian kecakapan hidup abad 21. Karakter pelajar Pancasila yang ingin dicapai oleh siswa yaitu:
1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia.
2. Berkebhinekaan global 3. Mandiri
4. Bernalar kritis 5. Kreatif
6. Gotong royong
Silakan membaca penjelasan lebih rinci mengenai profil pelajar Pancasila melalui tautan berikut ini Profil Pelajar Pancasila
Untuk itu, penting bagi guru dan siswa untuk mengadopsi proses pembelajaran yang berfokus pada pengembangan kompetensi. Pencapaian kompetensi siswa dapat diukur dari pemahaman konsep, dan keterampilan menerapkan konsep dalam berbagai konteks.
Dengan demikian, siswa tidak hanya menguasai konten semata, tetapi lebih menguasai pemahaman secara mendalam terhadap konsep yang dapat diterapkan di berbagai konteks kehidupan. Hal ini yang diharapkan sebagai peningkatan hasil pembelajaran siswa. Capaian kompetensi siswa secara holistik inilah yang ingin dievaluasi melalui Asesmen Nasional.
Bagaimana keterkaitan Asesmen Nasional dengan kecakapan abad 21 dan profil pelajar Pancasila? Simak penjelasannya pada materi yang telah disediakan berikut ini.
Refleksi Orientasi
Aktivitas sebelumnya merupakan aktivitas terakhir pada tahapan orientasi ini. Selamat! Itu artinya, Anda telah mempelajari seluruh materi pada topik orientasi program.
Sebelum melanjutkan ke tahapan Bimtek, mari merefleksikan apa yang telah Anda pelajari.
Terima kasih! Anda telah berkomitmen menyelesaikan topik ini hingga selesai. Setelah ini, Anda dapat melanjutkan proses belajar ke tahap berikutnya, yaitu Bimtek Guru Belajar Seri Asesmen Kompetensi Minimum sesuai dengan jenjang pendidikan yang Bapak dan Ibu ampu.
Selamat belajar!
Selamat Datang!
Anda telah menyelesaikan program Orientasi. Sekarang Bapak dan Ibu telah berada pada tahap kedua, yaitu Bimtek Guru Belajar Seri Asesmen Kompetensi Minimum. Selamat datang! Apakah Anda telah siap untuk belajar?
Pada program ini, kita akan belajar mengenai:
Program ini akan efektif bila Anda:
1. Mengikuti instruksi pembelajaran dengan teliti 2. Mempelajari secara seksama semua konsep
3. Mengisi kuis dan diskusi dengan sebenar-benarnya 4. Melakukan latihan secara mandiri dan berkala
Anda sudah mengetahui tujuan dan cara efektif mengikuti program. Setelah ini, Anda akan melakukan Asesmen Pra Program untuk mengetahui kemampuan awal Anda sebelum mengikuti proses belajar. Silakan lanjut ke aktivitas berikutnya.
Pengantar
Selamat! Anda telah menyelesaikan asesmen pra program. Semoga Bapak dan Ibu sudah siap untuk sama-sama belajar.
Pada topik ini, Anda akan lebih jauh mengenal dan memahami mengenai Asesmen
Nasional. Melalui penjelasan pada fase orientasi, apa yang dapat Anda simpulkan mengenai Asesmen Nasional?
Ya, benar. Asesmen Nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar siswa yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.
1. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang mengukur kompetensi mendasar literasi membaca dan numerasi siswa.
2. Survei Karakter yang mengukur sikap, nilai, keyakinan, dan kebiasaan yang mencerminkan karakter siswa
3. Survei Lingkungan Belajar yang mengukur kualitas berbagai aspek input dan proses belajar- mengajar di kelas maupun di tingkat sekolah.
Seiring disosialisasikannya Asesmen Nasional, telah banyak respons yang disampaikan terkait konsep dan pelaksanaannya. Siswa, orangtua, guru, bahkan kepala sekolah mulai gelisah terkait penghapusan Ujian Nasional dan pemberlakuan Asesmen Nasional. Untuk menghindari hal itu, pemahaman yang utuh dan menyeluruh mengenai Asesmen Nasional pun perlu terus disebarluaskan. Apakah Anda sependapat?
Sekarang, Anda dapat melanjutkan ke aktivitas berikutnya untuk mendapatkan pemahaman lebih jauh. Tandai selesai lalu lanjutkan.
Tujuan dan Manfaat Asesmen Nasional
Perubahan sistem evaluasi dari Ujian Nasional ke Asesmen Nasional merupakan upaya untuk memperbaiki kualitas pendidikan secara menyeluruh. Asesmen Nasional dirancang untuk menghasilkan informasi akurat untuk memperbaiki kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar siswa.
1. Asesmen Nasional menghasilkan informasi untuk memantau: (a) perkembangan mutu dari waktu ke waktu, dan (b) kesenjangan antar bagian di dalam sistem pendidikan (misalnya di satuan pendidikan: antara kelompok sosial ekonomi, di satuan wilayah antara sekolah negeri dan swasta, antar daerah, ataupun antar kelompok berdasarkan atribut tertentu).
2. Asesmen Nasional bertujuan untuk menunjukkan apa yang seharusnya menjadi tujuan utama sekolah, yakni pengembangan kompetensi dan karakter siswa.
3. Asesmen Nasional juga memberi gambaran tentang karakteristik esensial sebuah sekolah yang efektif untuk mencapai tujuan utama tersebut. Hal ini diharapkan dapat mendorong sekolah dan Dinas Pendidikan untuk memfokuskan sumber daya pada perbaikan mutu pembelajaran.
Maka dari itu, hasil Asesmen Nasional sendiri diharapkan mampu memberikan manfaat, bukan sekedar nilai belaka. Pada tahun 2021, Mendikbud telah menyatakan bahwa hasil Asesmen Nasional dimaksudkan sebagai peta awal mutu sistem pendidikan secara nasional.
Asesmen Nasional tidak akan digunakan untuk mengevaluasi kinerja sekolah maupun daerah.
Anda dapat melanjutkan ke aktivitas berikutnya. Jangan lupa tandai selesai dan lanjutkan.
Evaluasi Ujian Nasional
Berdasarkan penjelasan pada aktivitas sebelumnya, Bapak dan Ibu telah membandingkan Asesmen Nasional dan Ujian Nasional. Kebijakan pelaksanaan Asesmen Nasional juga berangkat dari evaluasi yang dilakukan terhadap Ujian Nasional yang telah berlangsung selama ini. Ujian Nasional menjadi lebih berorientasi pada pencapaian hasil belajar individu dan pembelajaran yang berorientasi pada ujian. Sasaran kompetensi yang diharapkan sebagai perbaikan mutu pendidikan sendiri seringkali terabaikan. Selain itu, beberapa poin evaluasi berikut ini juga menjadi pertimbangan untuk menghentikan pelaksanaan Ujian Nasional dan menetapkan penyelenggaraan Asesmen Nasional.
Pertama, Butir-butir soal UN hanya mengukur kemampuan kognitif siswa, sehingga input dan proses pembelajaran kurang dapat tergambarkan dengan baik. Hal ini belum sejalan dengan tujuan pendidikan yang ingin mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi serta kompetensi lain yang relevan dengan Abad 21, sebagaimana tercermin pada
Kurikulum 2013. Harapan untuk mengevaluasi keterampilan siswa dalam menerapkan pengetahuan serta konsep melalui berbagai konteks kehidupan, serta menunjukan karakter sebagaimana yang diharapkan dalam profil pelajar pancasila belum lengkap dilakukan melalui UN saja.
Kedua, UN kurang dapat dimanfaatkan guru untuk memperbaiki pembelajaran pada subjek siswa yang sama. Asesmen Nasional dirancang untuk memberi dorongan lebih kuat ke arah pengajaran yang inovatif dan berorientasi pada pengembangan kompetensi, termasuk di dalamnya kemampuan bernalar.
Ketiga, UN kurang optimal sebagai alat untuk mengevaluasi mutu pendidikan secara nasional. Hal ini disebabkan UN diterapkan di akhir jenjang pendidikan lebih
sebagai assessment of learning yang mengukur capaian akhir, bukan sebagai
sebagai assessment for learning, yang mengukur proses pembelajaran. Hasil UN tidak bisa digunakan untuk mengakomodir kebutuhan belajar yang diperlukan siswa.
Pemberlakuan Asesmen Nasional ini merupakan sinyalemen yang kuat dari pemerintah untuk terus memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Dan dari ketiga poin tersebut, maka sesungguhnya yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi Asesmen Nasional adalah pemahaman mengenai tujuan dan manfaat Asesmen Nasional, serta implikasinya pada
perubahan praktik dan strategi pembelajaran di kelas. Siswa, guru, orangtua, kepala satuan pendidikan tidak lagi direkomendasikan untuk berlatih soal-soal persiapan AKM
sebagaimana penilaian yang berbasis ujian.
Silakan membaca penjelasan lengkap pada tautan berikut ini Tanya Jawab Ujian Nasional Anda dapat melanjutkan ke aktivitas berikutnya. Jangan lupa tandai selesai dan lanjutkan.
Membandingkan Asesmen Nasional dengan Ujian Nasional
Pertanyaan-pertanyaan yang seringkali muncul terkait dengan penghapusan Ujian Nasional dan pemberlakuan Asesmen Nasional antara lain apakah Asesmen Nasional adalah
pengganti Ujian Nasional. Timbul pula kekhawatiran mengenai persiapan siswa, guru dan sekolah menghadapi Asesmen Nasional.
Untuk mendapatkan informasi yang tepat, Anda perlu membandingkan beberapa hal penting mengenai Ujian Nasional dan Asesmen Nasional terlebih dahulu.
Berikut penjelasan setiap poin pembeda AN dan UN:
1. Tujuan penyelenggaraan Asesmen Nasional dan Ujian Nasional tidak sama. Seperti yang telah dijelaskan pada topik dan aktivitas sebelumnya, Asesmen Nasional bertujuan untuk mengevaluasi mutu sistem pendidikan di Indonesia, sedangkan Ujian Nasional bertujuan untuk mengevaluasi capaian hasil belajar siswa secara individu.
2. AN diberlakukan untuk semua jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah pertama, dan pendidikan menengah atas. Ini termasuk MI, MTS dan MAN, serta program kesetaraan.
Sementara UN berlaku mulai jenjang pendidikan menengah pertama dan atas saja.
3. Asesmen Nasional tidak diselenggarakan pada akhir jenjang pendidikan sebagaimana Ujian Nasional, melainkan di tengah jenjang pendidikan. Yaitu pada kelas 5, 8, 11. Hal ini
dilakukan untuk mendorong guru dan sekolah melakukan tindak lanjut perbaikan mutu pembelajaran setelah mendapatkan hasil laporan AN. Jadi bukan sekedar untuk mengetahui capaian hasil belajar siswa sebagai salah satu syarat kelulusan.
4. Pada pelaksanaannya, Asesmen Nasional menggunakan metode survei. Metode survei dilakukan dengan mengambil sampel siswa diambil secara acak dari setiap sekolah.
Berbanding terbalik dengan Ujian Nasional yang menggunakan metode sensus dimana semua siswa di seluruh Indonesia wajib mengikutinya.
5. Model soal asesmen yang diberikan dalam AN lebih bervariasi bukan sekedar pilihan ganda dan uraian singkat sebagaimana yang diberikan dalam UN.
6. Salah satu komponen hasil belajar murid yang diukur pada asesmen nasional adalah literasi membaca dan numerasi. Asesmen ini disebut sebagai Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) karena mengukur kompetensi mendasar atau minimum yang diperlukan individu untuk dapat hidup secara produktif di masyarakat. Sementara Ujian Nasional berbasis mata pelajaran yang memotret hasil belajar murid pada mata pelajaran tertentu. Hal inilah yang terkadang memberi kesan mata pelajaran yang penting dan kurang penting dalam
pendidikan. Dalam hal ini, AKM memotret kompetensi mendasar yang diperlukan untuk sukses pada berbagai mata pelajaran.
7. Metode penilaian AN dan UN pun berbeda meskipun keduanya berbasis komputer. AN menggunakan metode penilaian Computerized Multistage Adaptive Testing (MSAT). MSAT ialah metode penilaian yang mengadopsi tes adaptif, dimana setiap siswa dapat melakukan tes sesuai level kompetensinya.
Bapak dan Ibu telah membandingkan Asesmen Nasional dan Ujian Nasional. Sebagai tanggapan atas pemberlakuan Asesmen Nasional, berbagai respons pun muncul dari sejumlah pihak mengenai kebijakan ini. Apakah kebijakan ini hanya sekedar penggantian nama semata? Menurut Anda, apakah Asesmen Nasional merupakan pengganti Ujian Nasional?
Benar. Asesmen Nasional bukan pengganti Ujian Nasional. Selain dari teknis
pelaksanaannya, cakupan Asesmen Nasional berbeda jika dibandingkan dengan Ujian Nasional. Asesmen Nasional lebih memberikan gambaran yang lebih utuh dan luas mengenai mutu pendidikan, bukan hanya secara kognitif, namun juga karakter dan iklim belajar.
Anda dapat melanjutkan ke aktivitas berikutnya. Jangan lupa tandai selesai dan lanjutkan.
Petunjuk dan Teknis Pelaksanaan Asesmen Nasional
Bapak Ibu telah memahami pentingnya penerapan Asesmen Nasional terkait perbaikan mutu pendidikan. Lalu, bagaimana teknis pelaksanaan Asesmen Nasional?
Pada aktivitas ini, Anda akan mempelajari penjelasan tentang petunjuk dan teknis pelaksanaan Asesmen Nasional. Silakan Anda cermati infografik berikut ini.
Berdasarkan penjelasan tersebut, Anda telah melihat perbedaan teknis pelaksanaan Asesmen Nasional dengan Ujian Nasional? Teknis pelaksanaan mana yang menurut Anda paling mendasar? Menurut Anda, mengapa perubahan tersebut diperlukan dalam Asesmen Nasional?
Silakan melanjutkan ke aktivitas berikutnya. Jangan lupa tandai selesai lalu lanjutkan
Kriteria Peserta Pelaksana Asesmen Nasional
Pada topik sebelumnya, telah dibahas tentang perbedaan AN dan UN. Kali ini, kita akan mengidentifikasi dimana letak perbedaanya. Apakah perbedaannya ada di dalam teknis penyelenggaraan atau dalam pelaksanaannya? Mari, kita mencermati dan menyimak infografis ini.
Asesmen Nasional akan diikuti oleh seluruh satuan pendidikan tingkat dasar dan menengah di Indonesia, serta program kesetaraan yang dikelola oleh PKBM. Di tiap satuan pendidikan, Asesmen Nasional akan diikuti oleh sebagian peserta didik kelas V, VIII, dan XI yang dipilih secara acak oleh Pemerintah. Untuk program kesetaraan, Asesmen Nasional akan diikuti oleh seluruh peserta didik yang berada pada tahap akhir tingkat 2, tingkat 4 dan tingkat 6 program kesetaraan.
Mengapa Asesmen Nasional hanya diikuti oleh sebagian siswa?
Hal ini terkait dengan tujuan dan fungsi Asesmen Nasional. Asesmen Nasional tidak digunakan untuk menentukan kelulusan menilai prestasi siswa sebagai seorang individu.
Evaluasi hasil belajar setiap individu siswa menjadi kewenangan pendidik. Pemerintah melalui Asesmen Nasional melakukan evaluasi sistem. Asesmen Nasional merupakan cara untuk memotret dan memetakan mutu sekolah dan sistem pendidikan secara keseluruhan.
Karena itu, tidak semua siswa perlu menjadi peserta dalam Asesmen Nasional. Yang diperlukan adalah informasi dari sampel yang mewakili populasi siswa di setiap sekolah pada jenjang kelas yang menjadi target dari Asesmen Nasional.
Mengapa yang menjadi sampel adalah siswa kelas V, VIII dan XI?
Hasil Asesmen Nasional diharapkan menjadi dasar dilakukannya perbaikan pembelajaran.
Pemilihan jenjang kelas V, VIII dan XI dimaksudkan agar siswa yang menjadi peserta
Asesmen Nasional dapat merasakan perbaikan pembelajaran ketika mereka masih berada di sekolah tersebut. Selain itu, Asesmen Nasional juga digunakan untuk memotret dampak dari proses pembelajaran di setiap satuan pendidikan. Murid kelas V,VIII, dan XI telah mengalami proses pembelajaran di sekolahnya, sehingga sekolah dapat dikatakan telah berkontribusi pada hasil belajar yang diukur dalam Asesmen Nasional.
Perlu diketahui, selain peserta didik, Asesmen Nasional juga akan diikuti oleh semua guru dan kepala sekolah di setiap satuan pendidikan. Informasi dari peserta didik, guru, dan kepala sekolah diharapkan memberi informasi yang lengkap tentang kualitas proses dan hasil belajar di setiap satuan pendidikan. Sementara Asesmen Kompetensi Minimum untuk pendidikan kesetaraan berfungsi sebagai ujian kesetaraan.
Silakan melanjutkan ke aktivitas berikutnya. Jangan lupa tandai selesai lalu lanjutkan.
Merumuskan Butir Soal Asesmen Nasional
Pada aktivitas sebelumnya, Anda sudah mempelajari bagaimana teknis pelaksanaan Asesmen Nasional. Pada aktivitas ini, Anda akan mempelajari secara khusus, bagaimana butir-butir soal yang akan diberikan dalam Asesmen Nasional, khususnya Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). AKM merupakan bagian dari Asesmen Nasional yang
mencakup asesmen kompetensi mendasar, yaitu literasi membaca dan asesmen kompetensi numerasi.
Bentuk soal Asesmen Nasional AKM, terdiri dari pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian singkat dan uraian.
1. Pilihan ganda, siswa hanya dapat memilih satu jawaban benar dalam satu soal.
2. Pilihan ganda kompleks, siswa dapat memilih lebih dari satu jawaban benar dalam satu 3. Menjodohkan, siswa menjawab dengan dengan cara menarik garis dari satu titik ke titik
lainnya yang merupakan pasangan pertanyaan dengan jawabannya.
4. Isian singkat, siswa dapat menjawab berupa bilangan, kata untuk menyebutkan nama benda, tempat, atau jawaban pasti lainnya.
5. Uraian, siswa menjawab soal berupa kalimat-kalimat untuk menjelaskan jawabannya.
Murid kelas V akan mengerjakan 30 butir soal untuk mengukur kompetensi literasi
membaca dan 30 butir soal untuk mengukur kompetensi numerasi. Sedangkan siswa kelas VIII dan XI akan mengerjakan 36 butir soal untuk mengukur kompetensi literasi membaca dan 36 butir soal untuk mengukur kompetensi numerasi.
AKM dilaksanakan secara adaptif, sehingga setiap siswa akan menempuh soal yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa itu sendiri. AKM mengukur kompetensi mendasar yang perlu dipelajari semua siswa tanpa membedakan peminatannya. Oleh karena itu seluruh siswa akan mendapat soal yang mengukur kompetensi yang sama. Keunikan konteks beragam materi kurikulum lintas mata pelajaran dan peminatan tercermin dalam ragam stimulus soal-soal AKM.
AKM disusun berdasarkan indikator-indikator kompetensi yang membentuk lintasan kompetensi hasil belajar yang bersifat kontinum. Pusat Asesmen dan Pembelajaran Kemdikbud menyediakan contoh soal AKM pada
laman: https://pusmenjar.kemdikbud.go.id/akm
Silakan melanjutkan ke aktivitas berikutnya. Jangan lupa tandai selesai lalu lanjutkan.
Konsep Literasi Membaca
Literasi membaca termasuk dalam kompetensi yang paling mendasar yang ingin dievaluasi dalam Asesmen Kompetensi Minimum. Sebelum membahas lebih jauh mengenai asesmen Literasi membaca dalam AKM, Bapak dan Ibu perlu meninjau kembali apa yang dimaksud dengan literasi membaca dan menulis.
Literasi baca dan tulis adalah pengetahuan dan kecakapan untuk membaca, menulis,
mencari, menelusuri, mengolah, dan memahami informasi untuk menganalisis, menanggapi,
dan menggunakan teks tertulis untuk mencapai tujuan, mengembangkan pemahaman dan potensi, serta untuk berpartisipasi di lingkungan sosial.
Literasi membaca dan menulis, tidak seperti sebutannya, mencakup kemampuan yang lebih dari sekedar mampu mengeja kalimat dan menuliskannya. Literasi membaca dan menulis, perlu dikembangkan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih bermakna terkait berbagai cakupan dan konteks kehidupan. Di dalam lingkungan satuan pendidikan, kompetensi literasi yang terus berkembang memungkinkan siswa untuk dapat menggunakannya dalam berbagai mata pelajaran.
Selanjutnya Bapak dan Ibu dapat melanjutkan ke aktivitas berikutnya untuk mengenali bagaimana Asesmen Kompetensi Minimum literasi membaca diterapkan.
Anda dapat melanjutkan ke aktivitas berikutnya. Jangan lupa tandai selesai dan lanjutkan.
Mengenal Asesmen Kompetensi Minimum Literasi Membaca
Asesmen Kompetensi Minimum merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua siswa untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan
berpartisipasi positif pada masyarakat. Terdapat dua kompetensi mendasar yang diukur AKM, yaitu literasi membaca dan numerasi.
Pada topik ini, Bapak dan Ibu guru akan mempelajari lebih jauh mengenai Asesmen Literasi Membaca yang berlaku untuk Asesmen Kompetensi Minimum yang akan diberikan pada siswa. Dalam penilaiannya asesmen literasi membaca tidak hanya mengukur topik atau konten tertentu tetapi berbagai konten, berbagai konteks dan pada beberapa tingkat proses kognitif.
Konten pada Literasi Membaca menunjukkan jenis teks yang digunakan, dalam hal ini
dibedakan dalam dua kelompok yaitu teks informasi dan teks fiksi. Kemudian, tingkat proses kognitif menunjukkan proses berpikir yang dituntut atau diperlukan untuk dapat
menyelesaikan masalah atau soal. Pada Literasi Membaca, level tersebut adalah menemukan informasi, interpretasi dan integrasi serta evaluasi dan refleksi. Sedangkan konteks
menunjukkan aspek kehidupan atau situasi untuk konten yang digunakan. Konteks pada AKM dibedakan menjadi tiga, yaitu personal, sosial budaya, dan saintifik.
Untuk mempermudah Bapak dan Ibu memahami penilaian asesmen literasi membaca silakan cek infografis berikut:
Anda dapat melanjutkan ke aktivitas berikutnya. Jangan lupa tandai selesai dan lanjutkan.
Menganalisis Tahap Asesmen Literasi Membaca Tingkat SD
Selanjutnya Bapak dan Ibu akan berlatih menganalisis tahap asesmen pada tingkat SD.
Pada tingkat SD terdapat 3 level pembelajaran, mari kita pelajari setiap level pembelajaran yang ada pada tingkat SD.
Pada level pembelajaran 1 untuk kelas 1 dan 2, siswa akan menemukan informasi dengan cara mengakses dan mencari informasi dalam teks. Selain itu siswa akan memahami teks secara literal, kemudian menyusun inferensi, membuat koneksi dan prediksi baik teks tunggal maupun teks jamak. Siswa juga akan mengevaluasi dan merefleksi dengan menilai format penyajian dalam teks. Bapak dan Ibu juga dapat melihat penjelasan yang lebih lengkap melalui link
Level Pembelajaran 1 Literasi Membaca Teks Fiksi dan Level Pembelajaran 1 Literasi Membaca Teks Informasi
Pada level pembelajaran 2 untuk kelas 3 dan 4, sama seperti level pembelajaran 1 siswa juga akan belajar sesuai tingkat kognitif pada literasi membaca hanya saja siswa pada kelas 3 dan 4 akan menggunakan konten yang sesuai dengan jenjangnya. Siswa akan mengevaluasi menilai format penyajian dalam teks, selain itu siswa juga merefleksi isi wacana untuk
pengambilan keputusan, menetapkan pilihan, dan mengaitkan isi teks terhadap pengalaman pribadi. Bapak dan Ibu juga dapat melihat penjelasan yang lebih lengkap melalui link Level Pembelajaran 2 Literasi Membaca Teks Fiksi dan Level Pembelajaran 2 Literasi Membaca Teks Informasi
Pada level pembelajaran 3 untuk kelas 5 dan 6, sama seperti level pembelajaran 2 siswa juga akan belajar sesuai tingkat kognitif pada literasi membaca hanya saja siswa pada kelas 5 dan 6 akan menggunakan konten yang sesuai dengan jenjangnya. Bapak dan Ibu juga dapat melihat penjelasan yang lebih lengkap melalui link Level Pembelajaran 3 Literasi Membaca Teks Fiksi dan Level Pembelajaran 3 Literasi Membaca Teks Informasi
Silakan melanjutkan ke aktivitas berikutnya. Jangan lupa tandai selesai lalu lanjutkan.
Contoh Butir Soal Asesmen Literasi Membaca Tingkat SD
Pada aktivitas sebelumnya, Bapak dan Ibu telah belajar menganalisis tahap asesmen literasi membaca pada tingkat SD. Pada topik ini, Bapak dan Ibu akan mengenal contoh-contoh butir asesmen literasi membaca teks fiksi dan juga teks informasi tingkat SD.
Berikut ini merupakan salah satu contoh teks fiksi untuk pembelajaran level 1 kelas 1 dan 2:
Melalui teks tersebut, Bapak dan Ibu dapat mengukur beberapa kompetensi yang dilatihkan.
Kompetensi apa saja yang diukur menggunakan teks fiksi untuk level ini?
1. Menemukan informasi tersurat pada teks sastra atau teks informasi yang terus meningkat sesuai jenjangnya.
Contoh soalnya:
Hewan apa yang Sukma dan Trisna tangkap?
A Kupu-kupu
B Capung
C Belalang
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut:
Contoh-Contoh Butir Soal Kompetensi Level 1
2. Mengidentifikasi kejadian yang dihadapi tokoh cerita pada teks sastra sesuai jenjangnya
Contoh soalnya:
Pernyataan Benar Salah
Sukma dan Trisna mendapat tugas sains dari Ibu Guru untuk mengamati serangga.
Trisna mengatakan bahwa salah satu contoh serangga adalah capung.
Mereka pergi ke taman yang terdapat banyak capung.
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut:
Contoh-Contoh Soal Kompetensi Level 2
3. Menyimpulkan perasaan dan sifat tokoh pada teks sastra sesuai jenjangnya
Contoh soalnya:
Bagaimana perasaan Sukma dan Trisna setelah menyelesaikan tugas dari Bu guru?
Ketik jawabanmu!
Gembira
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut:
Contoh-contoh soal kompetensi 3 Level 1
4. Membandingkan hal-hal utama dalam teks sastra yang terus meningkat sesuai jenjangnya
Contoh soalnya:
Klik pada pilihan jawaban yang tepat!
Apa kegiatan Sukma dan Trisna sebelum pergi ke lapangan untuk mencari serangga?
A Berencana untuk menangkap capung.
B Membuat jaring laba-laba.
C Pergi ke halaman sekolah.
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut:
Contoh-contoh soal kompetensi 4 Level 1
5. Menilai kesesuaian antara ilustrasi dengan isi teks sastra atau teks informasi yang terus meningkat sesuai jenjangnya
Contoh soalnya:
Perhatikan Gambar!
Gambar 1.
Gambar 2.
Gambar 3.
Pada gambar nomor berapa Sukma dan Trisna berhasil menangkap capung?
A Gambar nomor 1.
B Gambar nomor 2.
C Gambar nomor 3.
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut:
Contoh-contoh soal kompetensi 5 Level 1
Level Pembelajaran 1 Teks Informasi untuk kelas 1 dan 2.
Anda dapat melihat salah satu contoh teks informasi untuk pembelajaran level 1 kelas 1 dan 2.
1. Menemukan informasi tersurat pada teks sastra atau teks informasi yang terus meningkat sesuai jenjangnya.
Mela mempunyai teman baru di kelasnya Namanya Arini
Mela ingin mengajak Arini bermain sepeda di taman kota Sayangnya, Arini belum tahu letak taman kota
Kemudian, Mela membuat sebuah denah untuk Arini Klik pada satu pilihan jawaban!
Menurut denah tersebut, di mana letak taman kota?
A Di samping rumah Mela B Di seberang masjid C Di seberang toko buku
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut:
Contoh-contoh butir soal kompetensi 1 level 1
2. Mengidentifikasi topik atau fokus pembahasan pada teks informasi yang sesuai jenjangnya.
Klik pada beberapa pilihan jawaban!
Menurut kamu, mana judul yang paling cocok untuk tulisan itu?
Denah Menuju Taman Kota Mencari Taman Kota
Denah Kota Kita
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut:
Contoh-contoh butir soal kompetensi 2 level 1
3. Menyimpulkan kejadian pada teks informasi sesuai jenjangnya.
Mela mempunyai teman baru di kelasnya. Namanya Arini.
Mela ingin mengajak Arini bermain sepeda di taman kota.
Sayangnya, Arini belum tahu letak taman kota.
Mela membuat sebuah denah untuk Arini.
Ketik jawabanmu!
Mengapa Mela membuat denah untuk Arini?
Untuk memberitahu Arini letak taman kota.
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 3 level 1
Dari teks tersebut, Bapak dan Ibu dapat mengukur beberapa kompetensi. Kompetensi apa saja yang diukur menggunakan teks informasi untuk level ini?
4. Membandingkan hal-hal utama dalam teks informasi yang terus meningkat sesuai jenjangnya.
Perhatikan gambar di bawah ini!
Ini adalah salah satu contoh akibat mencairnya es di Kutub Selatan terhadap kehidupan beruang kutub.
Gambar 1: Sebelum es di kutub mencair Gambar 2: Setelah es di kutub mencair
Kasihan beruang kutub, jika es di sana mencair
Yuk, kita jaga bumi kita! Jangan sampai es di kutub mencair!
Kamu bisa klik beberapa pilihan!
Menurutmu, mana yang menyebabkan suhu bumi naik?
Penebangan pohon Penangkapan ikan
Polusi udara
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 4 level 1
Dari teks tersebut Bapak dan Ibu dapat mengukur beberapa kompetensi. Kompetensi apa saja yang diukur menggunakan teks fiksi untuk level ini?
5. Menilai kesesuaian antara ilustrasi dengan isi teks sastra atau teks informasi yang terus meningkat sesuai sesuai jenjangnya.
Perhatikan gambar di atas!
Apakah tindakan yang dilakukan anak itu tepat?
A Tepat. Kita harus berbagi makanan dengan hewan di kebun binatang.
B Tidak tepat. Kita tidak boleh memberi makan hewan di kebun binatang.
C Tidak tepat. Makanan yang diberikan seharusnya bukan buah-buahan.
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 5 level 1
Level Pembelajaran 2 Teks Fiksi untuk kelas 3 dan 4.
Anda dapat melihat salah satu contoh teks fiksi untuk pembelajaran level 2 kelas 3 dan 4.
1. Menemukan informasi tersurat pada teks sastra atau teks fiksi yang terus meningkat sesuai jenjangnya.
Siapa itu pasukan biru?
Pasukan biru adalah sekelompok ibu yang kerja bakti memeriksa dan membersihkan lingkungan agar tidak ada sarang nyamuk.
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 1 level 2
2. Mengidentifikasi dan menjelaskan permasalahan yang dihadapi tokoh cerita pada teks sastra sesuai jenjangnya.
Apa yang terjadi jika ada jentik dalam bak mandi rumah Nuha? Kamu dapat memilih lebih dari satu jawaban.
Pernyataan
Rumah Nuha akan mendapat kartu kuning.
Banyak nyamuk yang akan bersarang di rumah Nuha.
Nuha dan keluarga akan terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh nyamuk.
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 2 level 2
3. Menyimpulkan perasaan dan sifat tokoh serta elemen intrinsik lain berdasarkan informasi rinci di dalam teks sastra yang terus meningkat sesuai jenjangnya.
Bagaimana perasaan Nuha saat Mbak Nurul mengacungkan jari jempolnya setelah memeriksa kamar mandi di rumah Nuha?
A Sedih, karena terdapat jentik di rumah Nuha.
B Senang, karena kamar mandi rumah Nuha bebas jentik.
C Terkejut, karena akan ada gerebek jentik.
D Heran, karena tim pasukan biru boleh masuk kamar mandi.
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 3 level 2
4. Menyusun inferensi (kesimpulan) terkait isi teks untuk menentukan apakah suatu komentar/ pertanyaan/ pernyataan relevan dengan isi teks pada teks sastra atau teks informasi.
Apakah pernyataan berikut benar atau salah?
Mbak Nurul dan pasukan biru mengecek kebersihan kamar mandi rumah warga.
A Benar
B Salah
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 4 level 2
5. Membandingkan hal-hal utama dalam teks sastra yang terus meningkat sesuai jenjangnya.
Berdasarkan wacana tersebut, apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah nyamuk bersarang di suatu tempat atau di rumahmu? Kamu bisa memilih lebih dari satu jawaban.
Pernyataan Benar Salah
Membersihkan halaman rumah.
Menanam pohon serai.
Menguras bak mandi.
Memakai seragam biru
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 5 level 2
6. Menilai kesesuaian antara ilustrasi dengan isi teks sastra atau teks informasi yang terus meningkat sesuai sesuai jenjangnya.
Ilustrasi puisi di atas menggambarkan isi puisi “Siti dan Udin di Jalan”.
Apakah kamu setuju? Jelaskan jawabanmu.
Setuju, karena gambar tersebut menunjukkan dua orang anak yang sedang memainkan alat musik di jalan dengan wajah riang sehingga sesuai dengan teks puisi.
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 6 level 2
Dari teks tersebut Bapak dan Ibu dapat mengukur beberapa kompetensi. Kompetensi apa saja yang diukur menggunakan teks fiksi untuk level ini?
7. Mengaitkan isi teks sastra atau teks informasi dengan pengalaman pribadi sesuai jenjangnya.
Mengapa bermain di lapangan lebih seru daripada bermain gim dalam telepon seluler?
bertemu dengan banyak teman atau bisa bermain berbagai macam permainan
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 7 level 2
Level Pembelajaran 2 Teks Informasi untuk kelas 3 dan 4.
Dari teks tersebut Bapak dan Ibu dapat mengukur beberapa kompetensi. Kompetensi apa saja yang diukur menggunakan teks informasi untuk level ini?
1. Menemukan informasi tersurat pada teks sastra atau teks informasi yang terus meningkat sesuai jenjangnya.
Apa yang menyebabkan mata kita terlihat seperti mata panda?
Mata terlihat seperti mata panda karena kurang tidur.
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 1 level 2
2. Menjelaskan ide pokok dan beberapa ide pendukung pada teks informasi yang terus meningkat sesuai jenjangnya.
Cara yang dapat kita lakukan agar bisa tidur dengan nyenyak adalah .…
A belajar sebelum tidur B berolahraga sebelum tidur C mandi sebelum tidur
D mematikan lampu sebelum tidur
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 2 level 2
3. Menyimpulkan kejadian, prosedur, gagasan atau konsep berdasarkan informasi rinci di dalam teks informasi yang sesuai jenjangnya.
Andi adalah seorang anak kelas 5 SD. Menurut artikel di atas, berapa lama waktu tidur yang diperlukan Andi setiap harinya? Mengapa?
Andi perlu tidur selama 9–11 jam karena usia Andi adalah usia anak sekolah.
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 3 level 2
4. Membandingkan hal-hal utama dalam teks informasi yang terus meningkat sesuai jenjangnya.
Cermati pernyataan-pernyataan berikut! Kemudian, klik pada kolom Benar jika sesuai dengan isi bacaan, dan klik pada kolom Salah jika tidak sesuai dengan isi bacaan tersebut!
PERNYATAAN BENAR SALAH
Kuda laut memiliki bentuk kepala seperti kuda dan moncong yang pipih.
Semua kuda laut memiliki ukuran tubuh yang sama, yaitu sepanjang 35 cm.
Kuda laut berkembang biak dengan cara bertelur.
Kuda laut memiliki kemampuan berenang yang buruk.
Kuda laut betina dan kuda laut jantan membawa telur-telur mereka kemana saja mereka pergi.
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 4 level 2
Dari teks tersebut Bapak dan Ibu dapat mengukur beberapa kompetensi. Kompetensi apa saja yang diukur menggunakan teks informasi untuk level ini?
5. Menilai kesesuaian antara ilustrasi dengan isi teks sastra atau teks informasi yang terus meningkat sesuai sesuai jenjangnya.
Perhatikan gambar pada teks!
Tuliskan satu hal yang membuat gambar tersebut tidak sesuai dengan isi teks!
Jumlah atau Warna
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 5 level 2
Dari teks tersebut Bapak dan Ibu dapat mengukur beberapa kompetensi. Kompetensi apa saja yang diukur menggunakan teks infromasi untuk level ini?
6. Mengaitkan isi teks sastra atau teks informasi dengan pengalaman pribadi sesuai jenjangnya.
Menurutmu, apakah kolibri dapat kamu pelihara di rumahmu?
Mengapa? Tuliskan bukti dari teks, yang mendukung jawabanmu!
Jawaban Ya Kemungkinan Alasan:- Karena mudah dipelihara.- Karena makanannya mudah ditemukan.- Karena tidak sulit untuk merawatnya.Bukti Kalimat:Selain madu dan nektar ada makanan alternatif yang bisa diberikan ke burung kolibri yaitu ulat dan kroto (telur semut). Kental manis merek apa saja juga bisa dijadikan sebagai multivitamin tambahan untuk burung
kolibri. Jawaban Tidak Kemungkinan Alasan:- Karena kolibri bertubuh kecil sehingga akan ringkih.
– Karena burung kolibri sebagian besar hidup di Amerika.Bukti Kalimat:Kolibri adalah burung terkecil di dunia dan berwarna cerah yang sebagian besar hidup di Amerika Utara dan Amerika Selatan. Beratnya 6 gram dan panjangnya 6,35 cm.Jawaban Tidak Kemungkinan alasan:- Karena kalau dipelihara kolibri tidak akan hidup dengan bebas.
– Karena burung kolibri sangat kecil dan harus selalu terbang jadi tidak mungkin tinggal di dalam sangkar.Bukti Kalimat:Kaki-kaki kolibri amat kecil sehingga ia tidak dapat berjalan atau melompat.
Ia harus terbang untuk bepergian ke mana pun. Pedoman Jawaban: Skor 2: Siswa menjawab “Ya”
atau “Tidak” dengan alasan yang mendukung jawaban disertai bukti kalimat yang tepat.Skor 1:
Siswa menjawab “Ya” atau “Tidak” dengan alasan yang kurang tepat, tetapi menyertakan bukti kalimat yang tepat. Atau siswa menjawab “Ya” atau “Tidak” dengan alasan yang tepat, tetapi tidak menyertakan bukti kalimat yang tepat.Skor 0: Siswa hanya menjawab “Ya” atau “Tidak” dengan alasan dan bukti kalimat yang tidak tepat. Atau siswa hanya menjawab “Ya” atau “Tidak” tanpa alasan dan bukti kalimat. Catatan: Untuk bukti kalimat masing-masing ada 2, siswa menyertakan salah 1 saja tidak masalah.
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 6 level 2
Level Pembelajaran 3 Teks Fiksi untuk kelas 5 dan 6.
Dari teks tersebut Bapak dan Ibu dapat mengukur beberapa kompetensi. Kompetensi apa saja yang diukur menggunakan teks fiksi untuk level ini?
1. Menemukan informasi tersurat pada teks sastra atau teks fiksii yang terus meningkat sesuai jenjangnya.
Siapakah Pishi dan di mana ia tinggal?
A Pishi adalah seekor ikan paus yang hidup di Samudra Hindia.
B Pishi adalah seekor ikan paus yang hidup di Samudra Atlantik.
C Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di Samudra Hindia.
D Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di Samudra Atlantik.
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 1 level 3
2. Mengidentifikasi perubahan dalam elemen intrinsik (kejadian/karakter/setting/konflik/alur cerita) pada teks sastra sesuai jenjangnya.
Pilihlah setiap kalimat yang menyatakan latar tempat dalam wacana tersebut.
Pishi harus segera mengobati lukanya.
Ombak besar membawa Pishi ke bawah kapal nelayan.
Pishi tidak bisa berenang dengan cepat karena tubuhnya berat.
Pishi dan teman-temannya sangat bahagia hidup di Samudra Hindia.
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 2 level 3
3. Menyimpulkan perasaan dan sifat tokoh serta elemen intrinsik lain, berdasarkan informasi rinci di dalam teks sastra yang terus meningkat sesuai jenjangnya.
Perubahan apa yang dialami oleh Pishi pada akhir cerita?
A Pishi membentur kapal nelayan sehingga perutnya terluka.
B Semua ikan berpencar menyelamatkan diri ketika kapal nelayan datang.
C Ikan-ikan kecil membersihkan luka di perut Pishi sampai lukanya sembuh.
D Terjadi badai besar yang membuat lautan menjadi gelap dan Pishi kehilangan arah.
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 3 level 3
4. Menyusun inferensi (kesimpulan) berdasarkan unsur-unsur pendukung di dalam teks sastra atau teks informasi sesuai jenjangnya.
Pesan apa yang terdapat dalam teks tersebut?
Ikan-ikan kecil membersihkan tubuh ikan pari sehingga ikan-ikan kecil menjadi kenyang dan ikan pari menjadi bersih
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 4 level 3
Dari teks tersebut Bapak dan Ibu dapat mengukur beberapa kompetensi. Kompetensi apa saja yang diukur menggunakan teks fiksi untuk level ini?
5. Membandingkan hal-hal utama dalam teks sastra yang terus meningkat sesuai jenjangnya.
Apa perbedaan latar yang terdapat dalam puisi tersebut?
Stasiun kereta, tanah perbukitan desa
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 5 level 3
6. Merefleksi pengetahuan baru yang diperoleh dari teks sastra atau teks informasi terhadap pengetahuan yang dimilikinya yang terus meningkat sesuai jenjangnya.
Jika kamu membaca puisi tersebut, sikap apa yang dapat ditiru dari tokoh dalam puisi tersebut?
Kerja keras.
Hemat.
Rajin.
Santai
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 6 level 3
Level Pembelajaran 3 Teks Informasi untuk kelas 5 dan 6.
1. Menemukan informasi tersurat pada teks sastra atau teks informasi yang terus meningkat sesuai jenjangnya.
Pilihlah pernyataan Benar atau Salah yang sesuai dengan isi bacaan!
PERNYATAAN BENAR SALAH
Populasi bekantan meningkat dengan pesat.
Bekantan merupakan satu-satunya hewan asli dari Kalimantan.
Populasi bekantan menurun karena perburuan liar dan kerusakan hutan.
Bekantan betina memiliki hidung yang lebih besar daripada bekantan jantan.
Bekantan betina memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dibandingkan bekantan jantan.
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 1 level 3
2. Menjelaskan ide pokok dan beberapa ide pendukung pada teks informasi yang terus meningkat sesuai jenjangnya.
Ide pokok paragraf terakhir pada wacana tersebut adalah …
A Hal tersebut karena perburuan liar yang dilakukan oleh manusia.
B Saat ini, populasi bekantan menurun drastis.
C Hutan tempat bekantan tinggal juga rusak karena penebangan hutan.
D Pohon-pohon yang menjadi tempat tinggal bekantan berkurang.
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 2 level 3
Dari teks tersebut Bapak dan Ibu dapat mengukur beberapa kompetensi. Kompetensi apa saja yang diukur menggunakan teks informasi untuk level ini?
3. Menyimpulkan perubahan kejadian, prosedur, gagasan atau konsep di dalam teks informasi yang terus meningkat sesuai jenjangnya.
Berdasarkan infografik tersebut, bagaimana cara penguraian kemacetan di Indonesia?
Meningkatkan penggunaan transportasi publik
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 3 level 3
4. Membandingkan hal-hal utama dalam teks informasi yang terus meningkat sesuai jenjangnya.
Berilah tanda (✓) untuk pernyataan yang sesuai dengan teks.
Pernyataan Benar Salah
Awalnya Abdul Aziz menangkap dan menjual ikan-ikan hias, seperti nelayan lainnya.
Abdul Azis menjual terumbu karang kepada para pengepul karena menghasilkan banyak uang.
Semula pengelola objek wisata Watudodol menyerahkan penyelamatan terumbu karang kepada Abdul Aziz.
Ikan hias tampak indah berenang di objek wisata Watudodol berkat usaha Abdul Aziz dan teman-temannya.
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 4 level 3
Dari teks tersebut Bapak dan Ibu dapat mengukur beberapa kompetensi. Kompetensi apa saja yang diukur menggunakan poster untuk level ini?
5. Menilai kesesuaian antara ilustrasi dengan isi teks sastra atau teks informasi yang terus meningkat sesuai sesuai jenjangnya.
Menurutmu, pesan apa yang ingin disampaikan dalam poster tersebut?
1 – Jika siswa menjawab terkait “hemat air” (misal, “kita harus menghemat air untuk menjaga bumi”).
0 – Jika siswa menjawab salah atau tidak relevan
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 5 level 3
Dari teks tersebut Bapak dan Ibu dapat mengukur beberapa kompetensi. Kompetensi apa saja yang diukur menggunakan teks informasi untuk level ini?
6. Merefleksi pengetahuan baru yang diperoleh dari teks sastra atau teks informasi terhadap pengetahuan yang dimilikinya yang terus meningkat sesuai jenjangnya.
Masyarakat di Tanah Datar terus melestarikan tradisi Pacu Jawi sejak ratusan tahun silam.
Jika kamu adalah masyarakat Tanah Datar, mengapa kamu harus melestarikan tradisi tersebut?
Pedoman penskoran:-Menjawab dengan kata-kata kunci berikut: Hiburan bagi masyarakat setempat, menjadi daya tarik turis, meningkatkan harga jual sapi, meningkatkan perekonomian peternak, atau jawaban lain yang relevan (nilai 1)
-menjawab tidak relevan (nilai 0)
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 6 level 3
Latihan Membuat Soal Asesmen Literasi Membaca Tingkat SD
Dari penjelasan pada aktivitas-aktivitas sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa butir- butir soal asesmen literasi AKM melibatkan proses penalaran yang tidak dapat dipersiapkan melalui program bimbingan belajar intensif yang berfokus pada latihan-latihan soal saja. Proses penalaran siswa justru perlu lebih banyak dikembangkan dan dipupuk melalui strategi pembelajaran di kelas.
Anda telah mengenali level-level perkembangan kompetensi siswa SD. Pada aktivitas ini, Bapak dan Ibu akan berlatih membuat butir soal literasi yang akan membantu siswa Anda untuk berlatih menggunakan kompetensi literasi untuk bernalar dalam pembelajaran di kelas. Bagaimana langkahnya? Mari kita berlatih.
1. Pertama, pahami kompetensi literasi membaca siswa yang Anda ampu. Dari situ Anda dapat memilih teks yang sesuai. Misalnya, dari ketiga teks berikut ini manakah
yang paling sesuai dengan level yang anda ampu, Apakah teks 1, teks 2 atau teks 3?
Jelaskan.
Teks fiksi 1: Aku Sayang Ayah
Teks Fiksi 2: Belajar Memasak
Teks Fiksi 3: Gara-gara Nenek Lupa
2. Kedua, setelah memilih teks bacaan sesuai dengan level kompetensi siswa yang Anda ampu, pilihlah salah satu kompetensi yang ingin Anda kembangkan dan evaluasi.
3. Ketiga, dari kompetensi literasi tersebut, cobalah membuat 3 buah soal dengan bentuk yang berbeda-beda berdasarkan teks yang Anda pilih tadi.
Pertanyaan-pertanyaan yang dikembangkan atas dasar kompetensi, bukan hafalan materi semata, memberikan kesempatan pada siswa untuk terus mengembangkan kemampuan dasar literasinya dalam penalaran. Kompetensi literasi sendiri tidak
dapat berkembang dengan baik dengan hanya melalui latihan soal. Namun diperlukan strategi pembelajaran yang lebih berbasis kompetensi.
Nah, sekarang Bapak dan Ibu dapat mengunggah contoh soal yang telah dibuat pada kuis berikut ini.
Konsep Numerasi
Numerasi termasuk dalam kompetensi yang paling mendasar yang ingin dievaluasi dalam Asesmen Kompetensi Minimum. Sebelum membahas lebih jauh mengenai asesmen numerasi dalam AKM, Bapak dan Ibu perlu meninjau kembali apa yang dimaksud dengan numerasi.
Numerasi merupakan suatu kompetensi yang mencakup pengetahuan, keterampilan, perilaku, dan disposisi yang dibutuhkan siswa untuk menggunakan matematika dalam cakupan dan situasi yang lebih luas. Numerasi menuntut siswa untuk mengenali dan memahami peran matematika di dunia, memiliki disposisi dan kapasitas untuk menggunakan pengetahuan dan keterampilan matematika untuk memecahkan masalah dalam kehidupan nyata.
Secara umum kompetensi numerasi ditandai dengan kemampuan seseorang untuk bernalar, mengambil keputusan yang tepat, dan memecahkan masalah. Kemampuan ini dalam penerapannya terkait dengan mata pelajaran lain yang siswa pelajari.
Untuk lebih jelas mempelajari bagaimana kompetensi numerasi dievaluasi dalam asesmen kompetensi minimum, Anda dapat melanjutkan pada aktivitas selanjutnya.
Mengenal Asesmen Kompetensi Minimum Numerasi
Pada topik sebelumnya, Bapak dan Ibu telah mempelajari Butir Soal Asesmen Literasi pada Setiap Jenjang. Pada topik ini Bapak dan Ibu guru akan mempelajari lebih jauh mengenai Asesmen Numerasi yang berlaku untuk Asesmen Kompetensi Minimum yang akan diberikan pada siswa. Dalam penilaiannya asesmen literasi membaca tidak hanya mengukur topik atau konten tertentu tetapi berbagai konten, berbagai
konteks dan pada beberapa tingkat proses kognitif.
Pada Numerasi, konten dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu: Bilangan, Pengukuran dan Geometri, Data dan Ketidakpastian, serta Aljabar. Kemudian, tingkat proses kognitif menunjukkan proses berpikir yang dituntut atau diperlukan untuk dapat menyelesaikan masalah atau soal. Pada Numerasi, ketiga level tersebut adalah pemahaman, penerapan, dan penalaran. Sedangkan konteks menunjukkan aspek kehidupan atau situasi untuk konten yang digunakan. Konteks pada AKM dibedakan menjadi tiga, yaitu personal, sosial budaya, dan saintifik.
Untuk mempermudah Bapak dan Ibu memahami penilaian asesmen literasi membaca silakan cek infografis berikut:
Menganalisis Tahap Asesmen Numerasi Tingkat SD
Selanjutnya, Bapak dan Ibu akan berlatih menganalisis tahap asesmen pada tingkat SD.
Pada jenjang SD/MI terdapat 3 level pembelajaran. Pada level 1 terdapat 3 konten yang dipelajari yakni, bilangan, geometri dan pengukuran serta aljabar. Sedangkan pada level 2-3 terdapat 4 konten yakni, bilangan, geometri dan pengukuran, aljabar, dan data dan ketidak pastian.
Pada level pembelajaran 1 untuk kelas 2, siswa akan belajar merepresentasi, mengurutkan dan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan. Siswa akan mengenal bangun geometri dan pengukurannya. Selain itu siswa juga akan mempelajari persamaan dan pertidaksamaan bilangan serta relasi dan fungsi
bilangan. Bapak dan Ibu juga dapat melihat penjelasan yang lebih lengkap melalui link berikut.
Level Pembelajaran 1 Numerasi
Pada level pembelajaran 2 untuk kelas 4, siswa akan belajar merepresentasi,
mengurutkan dan operasi penjumlahan, pengurangan, pembagian, perkalian dengan bilangan bulat ataupun desimal. Siswa akan mengenal bangun geometri dan
pengukurannya. Selain itu siswa juga akan mempelajari persamaan dan
pertidaksamaan bilangan, relasi dan fungsi bilangan, juga rasio dan proporsi. Pada level ini siswa juga akan mempelajari data dengan representasinya serta
ketidakpastian dan peluang. Bapak dan Ibu juga dapat melihat penjelasan yang lebih lengkap melalui link berikut.
Level Pembelajaran 2 Numerasi.
Pada level pembelajaran 3 untuk kelas 6, siswa akan belajar merepresentasi,
mengurutkan dan operasi penjumlahan, pengurangan, pembagian, perkalian dengan bilangan bulat ataupun desimal. Siswa akan mengenal bangun geometri dan
pengukurannya. Selain itu siswa juga akan mempelajari persamaan dan
pertidaksamaan bilangan, relasi dan fungsi bilangan, juga rasio dan proporsi. Pada level ini siswa juga akan mempelajari data dengan representasinya. Bapak dan Ibu juga dapat melihat penjelasan yang lebih lengkap melalui link berikut.
Level Pembelajaran 3 Numerasi.
Contoh Butir Soal Asesmen Numerasi Tingkat SD
Pada aktivitas sebelumnya, Bapak dan Ibu telah belajar menganalisis tahap asesmen numerasi pada tingkat SD. Pada topik ini, Bapak dan Ibu akan mengenal contoh- contoh butir asesmen numerasi tingkat SD.
Level Pembelajaran 1 Numerasi.
1. Memahami bilangan cacah (maks. tiga angka).
Desi ingin mengambil beberapa kartu bilangan yang nilai angka satuannya lebih kecil dari 5. Kartu-kartu apa saja yang dapat diambil oleh Desi?
Pembahasan:
B dan C, Bilangan pada digit satuan di gambar trapesium merah adalah 4 dan bilangan pada digit satuan di gambar jajargenjang ungu adalah 1. Keduanya lebih kecil daripada 5.
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 1 level 1
2. Memahami pecahan satuan sederhana (1/2, 1/3, 1/4, 1/5).
Perhatikan kue cokelat yang telah dipotong berikut!
Potongan-potongan kue coklat tersebut digambarkan sebagai berikut
Jika Andi mendapatkan ⅓ bagian dari kue yang telah dipotong, pilihan yang menggambarkan kue bagian Andi adalah…
A
B
C
D
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 2 level 1
3. Mengenal garis bilangan dan mengetahui posisi bilangan cacah pada garis bilangan.
Tabel berikut menunjukkan nilai Ulangan Harian dari 5 orang siswa.
No N a m a Nilai
1 Tika 89
2 Wira 90
3 Ady 91
4 Titin 87
5 Dian 88
Jika mereka diminta berdiri berurutan dengan nilai terbesar berada di depan, maka yang berdiri pada posisi:
Kalimat Benar Salah
paling depan adalah Ady
paling belakang adalah Dian
tepat di depan Tika adalah Wira
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 3 level 1
4. Membandingkan dua bilangan cacah (maks. tiga angka).
Kartu bilangan tersebut bila diurutkan dari bilangan yang terkecil hingga terbesar adalah….
A
B
C
D
Pembahasan: A, urutan bilangan dari terkecil hingga terbesar adalah 107, 245, 254, 335, dan 371
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 4 level 1
5. Menghitung hasil penjumlahan/ pengurangan dua bilangan cacah (maks.
tiga angka).
Berapakah bilangan yang tepat untuk mengisi titik-titik berikut ?
Jawab:
308. 473 + X = 781. Berarti X = 781 – 473 = 308.
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 5 level 1
6. Menentukan beberapa (maks. 5) kelipatan suatu bilangan cacah n dengan n
< 10.
Perhatikan garis bilangan berikut!
Bilangan pada berturut-turut dari kiri ke kanan adalah 65 dan 90 Jawab:
65 dan 90, garis bilangan pada gambar berjarak 5 satuan. Sehingga bilangan sebelum 70 adalah 70-5=65 dan bilangan setelah 85 adalah 85+5=90.
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 6 level 1
7. Mengenal segi empat, segitiga, segi banyak, dan lingkaran.
Perhatikan gambar-gambar di bawah ini!
Manakah pernyataan yang sesuai dengan gambar diatas?
Bangun persegi panjang ditunjukkan nomor 1, 4, dan 6 Bangun persegi ditunjukkan nomor 4, 5, dan 8
Bangun segitiga ditunjukkan oleh nomor 1 , 7, dan 9 Bangun segi banyak ditunjukkan oleh nomor 3, 4, dan 6
Bangun segi empat ditunjukkan oleh nomor 2, 3, dan 4
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 7 level 1
8. Mengenal balok dan kubus.
Perhatikan gambar berikut!
Benda yang ditunjuk oleh tanda panah pada gambar tersebut berbentuk Jawab: Kubus
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 8 level 1
9. Mengenal satuan baku untuk panjang (cm, m), berat (gr, kg), waktu (detik, menit, jam) dan volume (liter).
Berapa kilometer jarak dari Bank Swadaya ke pasar Gede?
A 0,25 km
B 2,5 km
C 25 km
D 250 km
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 9 level 1
10. Menyelesaikan persamaan sederhana menggunakan operasi
penjumlahan/pengurangan saja (dalam bentuk yang ramah bagi anak).
Gambar di bawah ini menunjukkan susunan permen jeli berbentuk boneka.
Pada gambar terdapat permen jelly warna merah, hijau, kuning, dan putih.
Berdasarkan gambar di atas, pernyataan berikut yang benar adalah …
A Banyak permen putih = banyak permen merah + banyak permen hijau.
B Banyak permen putih = banyak permen merah + banyak permen kuning.
C Banyak permen hijau adalah 2 lebihnya dari banyak permen merah.
D Banyak permen merah adalah 2 lebihnya dari banyak permen hijau.
Anda dapat melihat lebih banyak contoh-contoh soal kompetensi ini melalui tautan berikut Contoh-contoh butir soal kompetensi 10 level 1
11. Mengenali pola gambar atau objek.
Ibu mempunyai bunga aster dan bunga tulip.
Bunga Aster
Bunga Tulip
Kemudian Ibu membuat 2 macam rangkaian bunga dari bunga-bunga itu dengan pola sebagai berikut.
Rangkaia n 1