1
BAB I PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Globalisasi menyebabkan teknologi informasi dan komunikasi berkembang sangat pesat. Alat-alat komunikasi seperti telepon seluler (ponsel), PDA (Personal Digital Assistant), dan netbook memberikan kemudahan untuk melakukan aktivitas-aktivitas seperti telepon, SMS (short message service), instant messaging, video call, internet browsing dimana saja dan kapan saja. Alat komunikasi lain yang juga dapat melakukan aktivitas-aktivitas tersebut adalah smartphone. Kehadiran smartphone tidak lagi semata-mata berfungsi sebagai alat komunikasi yang mendukung dalam bekerja, tetapi telah merambah ke gaya hidup.
Smartphone adalah suatu alat yang menggabungkan kapabilitas ponsel dengan fitur- fitur yang dimiliki komputer atau PDA (Webopedia, 2011). Definisi smartphone yang lain adalah sebuah perangkat yang berfungsi sebagai ponsel pada umumnya ditambah dengan kemampuan PDA atau komputer, seperti kemampuan untuk mengirim dan menerima e-mail dan mengedit dokumen (Cassavoy, 2011). Selain itu, smartphone memberikan kemudahan untuk menyimpan informasi, menjalankan program aplikasi dengan sistem operasi, dan mengakses internet.
Jumlah pengguna ponsel di Indonesia pada tahun 2009 adalah sebesar 95.8 juta dan pada tahun 2010 meningkat menjadi 210 juta. Sementara pengguna smartphone pada tahun 2009 sebesar 3.115 juta meningkat menjadi 7.21 juta pengguna di tahun 2010 (SWA, 2011).
Tabel I.1 Jumlah Pengguna Smartphone di Indonesia
2009 2010
Pengguna Seluler 95,800,000 210,000,000 Pengguna Smartphone 3,115,000 7,210,000 Blackberry 600,000 2,540,000
iPhone 15,000 70,000
Merek Lainnya 2,500,000 4,600,000 Sumber: SWA, 2011
Meningkatnya jumlah konsumen
produk baru yang saling bersaing harga dengan fitur yang semakin canggih.
Menurut
yang mendasari seseorang dalam membeli seseorang saat akan membeli
teknologi, dan yang ketiga adalah aplikasi. Data secar
Menurut
besar pengguna membaca berita mengirimkan lahirnya ‘C
sangat dipengaruhi oleh teknologi.
Smartphone smartphone (
bahwa Blackberry mengalami peningkatan penggunaan pada quart selengkapnya disajikan pada tabel
Meningkatnya jumlah konsumen
produk baru yang saling bersaing harga dengan fitur yang semakin canggih.
Menurut survei
yang mendasari seseorang dalam membeli seseorang saat akan membeli
teknologi, dan yang ketiga adalah aplikasi. Data secar
Menurut Siswarini (2011) besar pengguna
membaca berita mengirimkan lahirnya ‘C
sangat dipengaruhi oleh teknologi.
Smartphone smartphone
(International Data Corporation
bahwa Blackberry mengalami peningkatan penggunaan pada quart selengkapnya disajikan pada tabel
Meningkatnya jumlah konsumen
produk baru yang saling bersaing harga dengan fitur yang semakin canggih.
survei yang dilakukan SWA, terdapat beberapa pertimbangan yang mendasari seseorang dalam membeli
seseorang saat akan membeli
teknologi, dan yang ketiga adalah aplikasi. Data secar
Gambar I.
Siswarini (2011) besar pengguna smartphone membaca berita on-line
mengirimkan e-mail. Perkembangan lahirnya ‘C generation
sangat dipengaruhi oleh teknologi.
yang sedang banyak diminati oleh konsumen Indonesia adalah smartphone Blackberry. Hal ini dibuktikan oleh hasil survei yang dilakukan IDC
International Data Corporation
bahwa Blackberry mengalami peningkatan penggunaan pada quart selengkapnya disajikan pada tabel
27.26%
Meningkatnya jumlah konsumen smartphone
produk baru yang saling bersaing harga dengan fitur yang semakin canggih.
yang dilakukan SWA, terdapat beberapa pertimbangan yang mendasari seseorang dalam membeli
seseorang saat akan membeli gadget smartphone teknologi, dan yang ketiga adalah aplikasi. Data secar
Gambar I.1 Atribut Paling Penting Ketika Membeli Sumber: SWA, 2011
Siswarini (2011) dalam Republika (2011), smartphone saat ini menggunakan
line, bisnis on Perkembangan
generation’ (connected generation sangat dipengaruhi oleh teknologi.
yang sedang banyak diminati oleh konsumen Indonesia adalah Blackberry. Hal ini dibuktikan oleh hasil survei yang dilakukan IDC International Data Corporation) Indonesia. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa Blackberry mengalami peningkatan penggunaan pada quart
selengkapnya disajikan pada tabel berikut ini.
30.89%
15.69%
2 smartphone
produk baru yang saling bersaing harga dengan fitur yang semakin canggih.
yang dilakukan SWA, terdapat beberapa pertimbangan yang mendasari seseorang dalam membeli gadget smartphone
gadget smartphone teknologi, dan yang ketiga adalah aplikasi. Data secar
Atribut Paling Penting Ketika Membeli Sumber: SWA, 2011
dalam Republika (2011), saat ini menggunakan
on-line, bergaul di jejaring sosial, dan saling Perkembangan smartphone
connected generation
yang sedang banyak diminati oleh konsumen Indonesia adalah Blackberry. Hal ini dibuktikan oleh hasil survei yang dilakukan IDC ) Indonesia. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa Blackberry mengalami peningkatan penggunaan pada quart
berikut ini.
30.89%
9.61%
8.24%
disebabkan oleh semakin banyaknya produk baru yang saling bersaing harga dengan fitur yang semakin canggih.
yang dilakukan SWA, terdapat beberapa pertimbangan gadget smartphone
gadget smartphone adalah kelengkapan fitur, kemudian teknologi, dan yang ketiga adalah aplikasi. Data secara lengkap disajikan dibawah ini.
Atribut Paling Penting Ketika Membeli Sumber: SWA, 2011
dalam Republika (2011), mengutarakan bahwa sebagian saat ini menggunakan smartphone
, bergaul di jejaring sosial, dan saling smartphone di Indonesia ini juga didukung oleh connected generation), yaitu generasi masyarakat yang
yang sedang banyak diminati oleh konsumen Indonesia adalah Blackberry. Hal ini dibuktikan oleh hasil survei yang dilakukan IDC ) Indonesia. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa Blackberry mengalami peningkatan penggunaan pada quart
9.61%
8.24%
8.24%
disebabkan oleh semakin banyaknya produk baru yang saling bersaing harga dengan fitur yang semakin canggih.
yang dilakukan SWA, terdapat beberapa pertimbangan- gadget smartphone. Pertimbang
adalah kelengkapan fitur, kemudian a lengkap disajikan dibawah ini.
Atribut Paling Penting Ketika Membeli Gadget
mengutarakan bahwa sebagian smartphone untuk akses
, bergaul di jejaring sosial, dan saling di Indonesia ini juga didukung oleh ), yaitu generasi masyarakat yang
yang sedang banyak diminati oleh konsumen Indonesia adalah Blackberry. Hal ini dibuktikan oleh hasil survei yang dilakukan IDC ) Indonesia. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa Blackberry mengalami peningkatan penggunaan pada quartal keempat. Data
Kelengkapan fitur Teknologi
Aplikasi Desain Harga Merek
disebabkan oleh semakin banyaknya produk baru yang saling bersaing harga dengan fitur yang semakin canggih.
-pertimbangan . Pertimbangan utama adalah kelengkapan fitur, kemudian a lengkap disajikan dibawah ini.
mengutarakan bahwa sebagian untuk akses internet , bergaul di jejaring sosial, dan saling
di Indonesia ini juga didukung oleh ), yaitu generasi masyarakat yang
yang sedang banyak diminati oleh konsumen Indonesia adalah Blackberry. Hal ini dibuktikan oleh hasil survei yang dilakukan IDC ) Indonesia. Hasil survei tersebut menunjukkan keempat. Data Kelengkapan fitur
disebabkan oleh semakin banyaknya
pertimbangan an utama adalah kelengkapan fitur, kemudian a lengkap disajikan dibawah ini.
mengutarakan bahwa sebagian internet, , bergaul di jejaring sosial, dan saling di Indonesia ini juga didukung oleh ), yaitu generasi masyarakat yang
yang sedang banyak diminati oleh konsumen Indonesia adalah Blackberry. Hal ini dibuktikan oleh hasil survei yang dilakukan IDC ) Indonesia. Hasil survei tersebut menunjukkan keempat. Data
3
Tabel I.2 Peringkat Penggunaan Sistem Operasi Smartphone di Indonesia Pada Tahun 2010
Sistem Operasi Q1 Q2 Q3 Q4
Symbian 1 1 1 2
RIM Blackberry 2 2 2 1
Windows Mobile 3 3 4 4
Android 4 4 3 3
iPhone OS 5 5 5 5
Total 100 100 100
Sumber: IDC Indonesia, 2011
Namun, kehadiran Android kini mulai mengancam pasar Blackberry di Indonesia.
Bahkan di pasar dunia, posisi Blackberry sudah tergeser oleh ponsel-ponsel dengan platform Android dan iOS. Dengan harga produk yang bersaing, ponsel Android juga menawarkan berbagai keunggulan dalam hal fitur. Android menawarkan fitur-fitur yang mendukung semuanya, tidak hanya dalam kerja, tetapi juga informasi dan hiburan. Oleh karena itu, Android menjadi banyak diminati orang. Berikut adalah data market share smartphone dunia berdasarkan operating system.
Tabel I.3 Penjualan Smartphone Dunia Berdasarkan Operating System
Operating System (OS)
2009 2010 2011
Unit (ribu)
Market Share
(%)
Unit (ribu)
Market Share
(%)
Unit (ribu)
Market Share
(%)
Symbian 80,878.3 47% 111,577 37.6% 89,930 19.2%
Android 6,798.4 4% 67,225 22.7% 179,873 38.5%
Research In
Motion 34,346.6 20% 47,452 16.0% 62,600 13.4%
iOS 24,889.7 14% 46,598 15.7% 90,560 19.4%
Microsoft 15,031.0 9% 12,378 4.2% 26,346 5.6%
Other OS 10,432.1 6% 11,417 3.8% 18,392 3.9%
Total 172,376.1 100% 296,647 100% 467,701 100%
Sumber: Gartner, 2011
4
Dari Tabel I.3, dapat dilihat bahwa market share sistem operasi Android terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, hingga akhirnya berhasil menguasai pasar dunia pada tahun 2011. Sementara market share Blackberry terus mengalami penurunan.
Kompetisi yang ketat di industri smartphone menuntut para produsen smartphone untuk dapat membaca dan memberikan sesuatu yang sesuai dengan keinginan penggunanya. Sebelum Android juga menguasai pasar smartphone di Indonesia, maka Blackberry perlu mempelajari perilaku konsumen sehingga dapat memahami karakteristik dan profil konsumen untuk mengetahui segmen pasar mana yang potensial, terutama dalam penciptaan produk yang merupakan salah satu unsur penting smartphone (Peter dan Olson, 1996, dalam Gunadi dan Sanjoyo, 2001).
Dalam menjalankan bisnis, pihak perusahaan perlu mengetahui karakteristik dari konsumen. Karakteristik yang perlu diketahui meliputi karakteristik demografi misalnya seperti jenis kelamin, usia, pekerjaan, pendapatan dalam sebulan, dan lain- lain; dan karakteristik psikografis yang meliputi gaya hidup, motivasi, dan sikap konsumen. Alat psikografi yang digunakan adalah VALS 2 (Values and Lifestyles).
Segmentasi pengguna smartphone saat ini belum menggunakan metode pendekatan VALS 2. Umumnya, segmentasi dilakukan berdasarkan pada segmentasi demografi dan geografi (Priyono, 2011). Kurang spesifiknya segmentasi pengguna smartphone ini menyebabkan diperlukannya penelitian karakteristik dan gaya hidup pengguna.
Dengan menggunakan VALS 2, segmentasi pengguna smartphone dapat lebih sesuai dengan karakteristik personal pengguna. Hal tersebut dapat memudahkan produk yang ditawarkan agar lebih tepat sasaran dan dapat lebih mudah diserap oleh pasar.
I.2 Perumusan Masalah
Segmentasi pasar dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan membagi pasar berdasarkan gaya hidup. Faktor utama pembentuk gaya hidup dapat dibagi menjadi dua yaitu secara demografis dan psikografis. Faktor demografis meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan tingkat penghasilan. Sementara faktor psikografis lebih kompleks karena indikator penyusunnya didasarkan pada
5
perilaku konsumen. Pendekatan segmentasi gaya hidup dapat dilihat dari berbagai cara. Namun, yang paling populer dan banyak diterapkan dalam penelitian adalah model pendekatan berdasarkan VALS 2 (Values and Lifestyles) , yaitu pengukuran gaya hidup konsumen berupa Actualizer, Fulfilleds, Believers, Achievers, Strivers, Experiences, Makers dan Strugglers.
Dengan demikian permasalahan yang dapat diangkat dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana segmen pengguna smartphone Blackberry berdasarkan model pendekatan VALS 2?
2. Bagaimana spesifikasi produk yang diinginkan oleh pengguna smartphone Blackberry?
I.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Mengidentifikasi segmen pengguna smartphone Blackberry berdasarkan model pendekatan VALS 2.
2. Mengidentifikasi spesifikasi produk yang diinginkan oleh konsumen smartphone Blackberry.
I.4 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini akan berguna bagi Blackberry karena dapat mengetahui segmen pasar yang efektif dan dapat membantu menentukan spesifikasi produk yang sesuai keinginan pengguna smartphone Blackberry berdasarkan VALS 2.
I.5 Batasan Penelitian
Batasan masalah dari penelitian ini adalah:
1. Periode pengambilan data dilakukan dalam rentang waktu bulan Juli 2011 sampai Agustus 2011.
2. Penelitian ini tidak sampai pada pengukuran keberhasilan jika rekomendasi hasil penelitian ini diimplementasikan.