KRISIS KESEHATAN KABUPATEN / KOTA RAWAN BENCANA
Teks penuh
(2) 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 2. 12/02/2020 20:50:09.
(3) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. Kata Pengantar Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan izin dan karunia-Nya penyusunan buku “Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan tahun 2019” dapat diselesaikan. Profil ini menggambarkan kajian risiko krisis kesehatan akibat bencana di 7 provinsi dan 54 kabupaten/kota target Renstra Kementerian Kesehatan tahun 2019. Sebagaimana diketahui bahwa wilayah Indonesia memiliki potensi bahaya, kerentanan masyarakat dan kapasitas yang berbeda. Kondisi yang beragam inilah yang melatar belakangi perbedaan tingkat risiko bencana tersebut. Program pengurangan risiko bencana haruslah berdasarkan kepada suatu kajian risiko bencana, di mana risiko berbanding lurus dengan ancaman/ bahaya dan kerentanan serta berbanding terbalik dengan kapasitas. Kajian risiko tersebut digunakan sebagai acuan dalam menilai, merencanakan, mengimplementasikan, memonitoring dan mengevaluasi upaya pengurangan risiko bencana pada suatu wilayah. Oleh karena itu Pusat Krisis Kesehatan menyusun buku profil ini untuk dapat dicermati oleh pemerintah daerah sebagai bahan referensi dalam menyusun program “Pengurangan Risiko Bencana” di wilayahnya masing-masing. Pengambilan data dilakukan secara langsung ke masing-masing daerah terpilih menggunakan alat bantu kuesioner, kemudian diperdalam dengan wawancara dan pada akhirnya dilakukan validasi. Kami sangat berterima kasih sekiranya ada kritik, saran serta masukan dari semua pihak guna penyempurnaan penyajian informasi buku sejenis di masa mendatang. Kepada semua pihak yang telah berkontribusi tenaga dan pikiran dalam penyusunan buku ini tidak lupa kami ucapkan terima kasih. Semoga buku ini bermanfaat dalam mewujudkan keberhasilan upaya pengurangan risiko bencana di negara kita.. Jakarta, November 2019 Kepala Pusat Krisis Kesehatan. dr. Budi Sylvana, MARS NIP. 197504012002121002. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 3. 3. 12/02/2020 20:50:09.
(4) 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 4. 12/02/2020 20:50:09.
(5) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. Daftar Isi KATA PENGANTAR.................................................................................... 03 DAFTAR ISI............................................................................................... 05 BAB I: PENDAHULUAN............................................................................. 07 1.1. Latar Belakang.....................................................................................07 1.2. Tujuan...................................................................................................08 1.3. Dasar Hukum.......................................................................................09 1.4. Metodologi............................................................................................10 A. Penyusunan Kuesioner...................................................................10 B. Pengambilan Data...........................................................................13 C. Input Data........................................................................................14 D. Pengolahan Data.............................................................................14 E. Penyusunan Naskah Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan.14 1.5 Definisi Operasional...............................................................................15 BAB II: PROFIL PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN....................... 23 2.1. Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo..............................................24 2.2. Karakteristik Wilayah Kabupaten Purworejo......................................24 2.3. Ancaman Bencana Kabupaten Purworejo...........................................24 2.4. Kerentanan Kabupaten Purworejo......................................................25 2.5. Kapasitas Kabupaten Purworejo.........................................................25 BAB III: KESIMPULAN DAN REKOMENDASI............................................. 35 3.1. Kesimpulan..........................................................................................35 3.2. Rekomendasi........................................................................................35 LAMPIRAN KUESIONER ASISTENSI...............................................................................40. Daftar Gambar. 2.1 Gambar Peta Kabupaten/Kota.............................................................23. Daftar Tabel. 2.1 Rincian Penilaian Kapasitas..................................................................25 3.1 Rekapitulasi Penilaian Indikator Kapasitas..........................................35 3.2 Rekomendasi Peningkatan Kapasitas Kabupaten/Kota Berdasarkan Tahun Kegiatan......................................................................................36. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 5. 5. 12/02/2020 20:50:09.
(6) 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 6. 12/02/2020 20:50:09.
(7) Bab I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang wilayahnya rawan terhadap terjadinya bencana. Berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia tahun 2013 yang dikeluarkan BNPB, dari 496 kabupaten/kota, 65% nya adalah lokasi berisiko tinggi. Secara geografis Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik yaitu lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Pada bagian selatan dan timur Indonesia terdapat sabuk vulkanik (volcanic arc) yang memanjang dari Pulau Sumatera, Jawa - Nusa Tenggara, Sulawesi, yang pada salah satu sisinya berupa pegunungan vulkanik tua dan dataran rendah yang sebagian didominasi oleh rawa-rawa. Kondisi tersebut sangat berpotensi sekaligus rawan bencana seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah longsor. Selain faktor alam, secara geopolitik, Indonesia memiliki peran ekonomi internasional yang cukup penting, karena memiliki pelabuhan internasional. Ditambah jumlah penduduk yang banyak (nomor 4 dunia) dan terdiri dari multi etnis serta multi agama, menyebabkan Indonesia berisiko untuk terjadinya konflik sosial. Dalam beberapa tahun terakhir ini Indonesia sering dilanda bencana, baik bencana alam (banjir, gunung meletus, tanah longsor, gempa bumi, banjir, banjir bandang), non-alam (kegagalan teknologi), maupun bencana sosial (konflik, terorisme). Berdasarkan data yang dikumpulkan Pusat Krisis Kesehatan, Kementerian Kesehatan, pada tahun 2017 terjadi 198 kejadian krisis kesehatan dan tahun 2018 sebanyak 326 kejadian. Jumlah korban yang ditimbulkan pun tidak sedikit. Tercatat korban meninggal sebanyak 4.377 jiwa dan 16.297 korban luka berat/rawat inap serta 210.770 korban luka ringan/rawat jalan dalam kurun waktu dua tahun tersebut. Bencana umumnya memiliki dampak yang merugikan. Rusaknya sarana prasarana fisik, permukiman, dan fasilitas umum. Dampak lain adalah Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 7. 7. 12/02/2020 20:50:09.
(8) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. permasalahan kesehatan seperti korban meninggal, korban cedera berat yang memerlukan perawatan intensif, peningkatan risiko penyakit menular, tidak memadainya jumlah, dan jenis obat serta alat kesehatan, terbatasnya tenaga kesehatan, kerusakan fasilitas kesehatan, rusaknya sistem penyediaan air, stres paska trauma, masalah gizi, dan psikososial. Kejadian bencana seringkali diikuti dengan adanya arus pengungsian penduduk ke lokasi yang aman, hal tersebut dapat menimbulkan permasalahan kesehatan yang baru di lokasi pengungsian tersebut. Hal ini tentu akan berdampak pada pembangunan kesehatan baik tingkat nasional maupun daerah. Dibutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk memulihkan keadaan. Belum lagi waktu yang hilang untuk mengejar ketertinggalan. Rencana Strategis Kementerian Kesehatan tahun 2015-2019 menetapkan 190 kabupaten/kota rawan bencana untuk menjadi sasaran peningkatan kapasitas dalam rangka pengurangan risiko krisis kesehatan. Salah satu langkah awal dalam upaya peningkatan kapasitas tersebut adalah dengan melakukan asistensi ke kabupaten/kota untuk selanjutnya memetakan risiko krisis kesehatan di wilayah tersebut. Pemilihan provinsi (kabupaten/kota) berdasarkan 136 kabupaten/kota rawan bencana dan pusat pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan dalam RPJMN 2015-2019. Selain itu juga ditambahkan kabupaten/ kota bermasalah kesehatan yang memiliki indeks risiko bencana dengan kelas risiko tinggi. Pusat Krisis Kesehatan pada tahun 2019 telah melakukan asistensi di 54 kabupaten/kota rawan bencana dari 190 kabupaten/kota yang telah ditetapkan. kabupaten/kota tersebut berada di 12 provinsi yaitu Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Barat, Jambi, Bali, Riau, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara dan Papua Barat. Hasil asistensi tersebut dikaji untuk selanjutnya disusun menjadi profil krisis kesehatan kabupaten/ kota yang menggambarkan bahaya, kerentanan, dan kapasitas terkait dengan Penanggulangan Krisis Kesehatan akibat bencana di daerah. 1.2. Tujuan Tujuan penyusunan profil Penanggulangan Krisis Kesehatan yaitu : a. Memetakan ancaman (hazard), kerentananan dan kapasitas terkait Penanggulangan Krisis Kesehatan di 54 kabupaten/kota rawan bencana target tahun 2019; 8. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 8. 12/02/2020 20:50:09.
(9) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. b. Mengidentifikasi permasalahan terkait Penanggulangan Krisis Kesehatan di 54 kabupaten/kota rawan bencana target tahun 2019; c. Memberikan usulan/rekomendasi kebijakan yang perlu diambil oleh dinas kesehatan kabupaten/kota, dinas kesehatan provinsi dan Kementerian Kesehatan dalam rangka mengatasi permasalahan yang ditemui di dinas kesehatan kabupaten/kota terkait upaya Penanggulangan Krisis Kesehatan; dan d. Memberi masukan untuk kebijakan nasional terkait Penanggulangan Krisis Kesehatan. 1.3. Dasar Hukum a. Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana; b. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan; c. Undang–undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit; d. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana; e. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2008 tentang Pendanaan dan Pengelolaan Bantuan Bencana; f. Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2013 tentang Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan; g. Peraturan Menteri Koordinator Kesejahteraan rakyat Nomor 54 Tahun 2013 tentang Rencana Pengembangan Tenaga Kesehatan tahun 20112025; h. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 81 Tahun 2004 tentang Pedoman Penyusunan Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan di Tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota serta Rumah Sakit; i. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 66 Tahun 2006 tentang Pedoman Manajemen Sumber Daya Manusia Kesehatan pada Penanggulangan Bencana; j. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 971 Tahun 2009 tentang Standar Kompetensi Pejabat Struktural Kesehatan; k. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 64 Tahun 2013 tentang Penanggulangan Krisis Kesehatan; l. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 77 tahun 2014 tentang Sistem Informasi Penanggulangan Krisis Kesehatan; Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 9. 9. 12/02/2020 20:50:09.
(10) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. m. Peraturan Kepala BNPB Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana; n. Peraturan Kepala BNPB Nomor 3 Tahun 2012 tentang Panduan Penilaian Kapasitas Daerah dalam Penanggulangan Bencana; o. Keputusan Menteri kesehatan Nomor HK.02.02/MENKES/52/2015 tentang Rencana Strategis Kementerian Kesehatan tahun 2015-2019; dan p. Keputusan Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK. 02.03/4/77/2017 tentang Perubahan atas Keputusan Kepala Pusat Krisis Kesehatan (Kementerian Kesehatan) Nomor HK.02.04/4/1515/2016 tentang Penetapan 34 Kabupaten/Kota rawan bencana tahun 2017 - 2019. q. Keputusan Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK. 02.03/4/300.1/2018 tentang Perubahan atas Keputusan Kepala Pusat Krisis Kesehatan (Kementerian Kesehatan) Nomor HK.02.04/4/ 1515/2016 tentang Penetapan 34 Kabupaten/Kota rawan bencana tahun 2017 - 2019. 1.4. Metodologi Metodologi penyusunan Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Tahun 2019 terdiri dari beberapa tahap, antara lain : A. Penyusunan Kuesioner Kuesioner berisi pertanyaaan-pertanyaan yang menggambarkan faktor risiko dalam Penanggulangan Krisis Kesehatan yang mencakup potensi ancaman bencana (Hazard), Kerentanan (Vulnerability), dan Kapasitas (Capacity). Referensi penyusunan kuesioner yaitu peraturan perundangan/regulasi yang berlaku, SPHERE Handbook (2011), Global Health Cluster Suggested Set Of Core Indicators and Benchmarks By Category (IASC) serta Benchmarks, Standards and Indicators for Emergency Preparedness and Response (WHO). Tahap Penyusunan Kuesioner terdiri dari : 1. Menentukan tolok ukur Dilakukan untuk mengetahui komponen-komponen yang digunakan untuk menilai ancaman bencana, kerentanan dan kapasitas, yaitu :. 10. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 10. 12/02/2020 20:50:09.
(11) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. a. Tolok ukur untuk menilai potensi ancaman bencana (hazard) berupa probabilitas dan dampak; b. Tolok ukur untuk menilai kerentanan (vulnerability) berupa faktorfaktor sosial budaya, ekonomi, fisik, dan lingkungan; dan c. Tolok ukur untuk menilai kapasitas meliputi kelembagaan/ kebijakan, penguatan kapasitas, peringatan dini, mitigasi dan kesiapsiagaan. 2. Menentukan standar Dilakukan untuk menentukan tingkat kualitas/kuantitas yang disepakati/ditetapkan sebagai patokan untuk tolok ukur yang ditetapkan, yaitu: a. Standar penilaian untuk potensi ancaman bencana (hazard) adalah potensi di suatu wilayah untuk terjadi kejadian bencana/krisis kesehatan; b. Standar untuk menilai kerentanan yaitu kondisi sosial, budaya dan ekonomi masyarakat baik sehingga mampu bertahan dari sisi kesehatan dalam menghadapi bahaya/ancaman; dan c. Standar untuk menilai kapasitas adalah daerah dan masyarakat memiliki kemampuan untuk melakukan pengurangan tingkat ancaman dan tingkat kerugian bidang kesehatan akibat bencana. 3. Menentukan Indikator Untuk mengetahui apakah standar dari ancaman (hazard), kerentanan dan kapasitas sudah tercapai/sudah terpenuhi atau belum, dengan rincian sebagai berikut: a. Indikator untuk potensi ancaman bencana (hazard), antara lain : 1) Jenis ancaman bencana di wilayah tersebut; dan 2) Jumlah kejadian krisis kesehatan di wilayah tersebut dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2015 -2019) b. Indikator untuk Kerentanan (vulnerability), antara lain : 1) Proporsi populasi rentan, terdiri dari bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, lansia dan penyandang disabilitas; 2) Status kesejahteraan masyarakat dilihat dari nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM); dan. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 11. 11. 12/02/2020 20:50:09.
(12) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. 3) Status kesehatan masyarakat dilihat dari nilai Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM). c. Indikator untuk kapasitas (capacity) dalam Penanggulangan Krisis Kesehatan terbagi dalam : 1) Kelembagaan Kebijakan antara lain : a) Kebijakan/Peraturan; b) Struktur organisasi Penanggulangan Krisis Kesehatan; dan c) Keterlibatan institusi/lembaga non pemerintahan dalam Penanggulangan Krisis Kesehatan. 2) Penguatan Kapasitas antara lain : a) Fasilitas pelayanan kesehatan; b) Sumber daya manusia kesehatan; c) Tim Penanggulangan Krisis Kesehatan; dan d) Peningkatan kapasitas petugas. 3) Peringatan Dini antara lain : a) Manajemen data dan informasi; dan b) Sistem peringatan dini. 4) Mitigasi antara lain : a) Pemberdayaan masyarakat dalam Penanggulangan Krisis Kesehatan; dan b) Kapasitas untuk memetakan risiko krisis kesehatan. 5) Kesiapsiagaan antara lain : a) Rencana Penanggulangan Krisis Kesehatan b) Pembiayaan Penanggulangan Krisis Kesehatan; c) Sarana dan prasarana; d) Penilaian Risiko e) Public Safety Center 4. Membuat Pertanyaan Dari indikator-indikator yang telah ditentukan dari tiap komponen hazard, Kerentanan dan Kapasitas langkah selanjutnya adalah membuat pertanyaan-pertanyaan untuk masing-masing indikator tersebut. Misalnya untuk mengetahui kepemilikan tim Penanggulangan Krisis Kesehatan di dinas kesehatan dibuat pertanyaan: Apakah dinas kesehatan telah membentuk/memiliki tim Penanggulangan Krisis. 12. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 12. 12/02/2020 20:50:09.
(13) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. Kesehatan? Bila sudah, jenis Tim apakah yang dimiliki? tim rapid health asessment, tim gerak cepat, atau tim bantuan kesehatan? B. Pengambilan Data Pengambilan data dilakukan di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota oleh Tim yang terdiri dari petugas dari Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi, Universitas dan WHO Indonesia di Provinsi tempat Kabupaten/Kota yang menjadi target. Pengambilan data dilakukan pada periode Bulan Februari – Juli 2019 di 54 kabupaten/kota rawan bencana di 12 provinsi yang telah ditetapkan untuk Tahun 2019. Metode pengambilan data yaitu dengan : 1. Wawancara dengan responden yaitu pengelola program Penanggulangan Krisis Kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yaitu staf dan/ atau pejabat terkait. Dalam wawancara ini Tim Asistensi menanyakan secara langsung pertanyaan yang terdapat di dalam kuesioner. Data yang diperoleh berupa data/jawaban langsung dari responden disertai dokumen-dokumen pendukung seperti : a. Peraturan Kepala Daerah/Kepala Dinas Kesehatan; b. Rencana Kontinjensi; c. SK Tim Penanggulangan Krisis Kesehatan; d. SK Tim Penanggulangan Bencana Di Rumah Sakit; e. Dokumen Hospital Disaster Plan; f. Data Kejadian Krisis Kesehatan 5 Tahun Terakhir; g. Data daftar kontak petugas; h. Peta Rawan Bencana, dll 2.. Kunjungan dalam rangka koordinasi dan advokasi ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, BPBD, Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten/Kota, dan Puskesmas. Kunjungan ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten/ Kota dan Puskesmas yang terletak di daerah rawan bencana juga untuk menilai kesiapan Rumah Sakit dan Puskesmas dalam Penanggulangan Krisis Kesehatan dari segi bangunan, Manajemen, Sumber Daya Manusia, dan sarana prasarana.. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 13. 13. 12/02/2020 20:50:09.
(14) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. 3.. Selain itu, untuk melengkapi pengambilan data di lapangan, dilakukan pengambilan data di situs-situs serta buku resmi pemerintahan yang resmi yaitu antara lain : • http://bppsdmk.kemkes.go.id/info_sdmk/ • http://www.bankdata.depkes.go.id/puskesmas/ • www.depkes.go.id/resources/.../datadasar-puskesmas-tahun-2013. pdf • http://sirs.buk.depkes.go.id/rsonline/report/proyeksi_bor_kabkota. php?id=17prop • http://sirs.buk.depkes.go.id/rsonline/data_list.php • terbitan.litbang.depkes.go.id • www.bps.go.id • www.inarisk.bnpb.go.id • www.dibi.bnpb.go.id. C. Input Data Jawaban pertanyaan/data yang ada dalam kuesioner diinput/dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Penanggulangan Krisis Kesehatan (SIPKK) yang dapat diakses di website www.pusatkrisis.kemkes.go.id/pemantauan. Pemasukan (input) data dilakukan pada periode bulan Februari–Juli 2019 oleh petugas asistensi/pengambil data masing-masing kabupaten/kota. Di dalam SIPKK tersebut telah tersedia form sesuai pertanyaan-pertanyaan yang terdapat di dalam kuesioner untuk diisi dengan jawaban/data dari kuesioner tersebut. D. Pengolahan Data Data yang telah diinput di dalam SIPKK selanjutnya akan diolah dalam Decision Support System (DSS) yang juga terdapat di dalam SIPKK. Hasil pengolahan data berupa nilai dari masing-masing indikator yang diolah dengan membandingkan jawaban/data kuesioner dengan standar masing-masing indikator. E. Penyusunan Naskah Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Penyusunan naskah profil dilakukan dengan mendeskripsikan indikatorindikator penilaian risiko krisis kesehatan yang diperoleh dari hasil pengolahan data oleh Decision Support System (DSS). Kegiatan ini dibagi dalam 3 tahap/ kegiatan, yaitu : Penyusunan Draft 1, Penyusunan Draft 2 serta Finalisasi. Penyusunan Profil dilakukan oleh Pusat Krisis Kesehatan Kementerian. 14. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 14. 12/02/2020 20:50:10.
(15) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. Kesehatan dengan turut melibatkan unit lintas program terkait di Kementerian Kesehatan dan melibatkan WHO Indonesia, Universitas serta LSM/NGO. 1.5. Definisi Operasional 1. Luas Wilayah Luas Wilayah adalah sebuah daerah yang dikuasai atau menjadi teritorial dari sebuah kedaulatan (Negara/Provinsi/Kabupaten/Kota) dalam kilometer persegi (km2). 2. Jumlah Penduduk Jumlah penduduk adalah jumlah manusia yang bertempat tinggal/ berdomisili pada suatu wilayah atau daerah dan memiliki mata pencaharian tetap di daerah itu serta tercatat secara sah berdasarkan peraturan yang berlaku di daerah tersebut. Pencatatan atau pengkategorian seseorang sebagai penduduk biasanya berdasarkan usia yang telah ditetapkan. 3. Penduduk/Populasi Rentan Kelompok penduduk yang dapat/lebih mudah mengalami dampak kesehatan apabila terkena kejadian bencana. Yang termasuk kelompok penduduk/populasi rentan dalam buku profil ini adalah Ibu Hamil, Ibu Menyusui, Bayi (0-1 tahun), Balita (0-5 tahun), Lanjut Usia (di atas 55 tahun). 4. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indeks Pembangunan Manusia (IPM)/Human Development Index (HDI) adalah pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan, dan standar hidup untuk semua negara di seluruh dunia. IPM digunakan untuk mengklasifikasikan apakah sebuah negara adalah negara maju, negara berkembang atau negara terbelakang dan juga untuk mengukur pengaruh dari kebijaksanaan ekonomi terhadap kualitas hidup. Status Kesejahteraan Masyarakat ditetapkan berdasarkan nilai IPM, yaitu : a. Tinggi = Nilai IPM Lebih Dari Atau Sama Dengan 80 b. Menengah Atas = Nilai IPM 65 – 79 c. Menengah Bawah = Nilai IPM 50 - 64 d. Rendah = Nilai IPM < 50. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 15. 15. 12/02/2020 20:50:10.
(16) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. 5. Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) adalah kumpulan indikator kesehatan yang dapat dengan mudah dan langsung diukur untuk menggambarkan masalah kesehatan. Status Kesehatan Masyarakat ditetapkan berdasarkan nilai IPKM, yaitu : a. Di atas Rata-rata = Nilai IPKM > 0.7270 b. Rata-rata = Nilai IPKM 0.6401 - 0.7270 c. Di bawah Rata-rata = Nilai IPKM < 0.6401 6. Krisis Kesehatan Krisis Kesehatan adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam kesehatan individu atau masyarakat yang disebabkan oleh bencana dan/atau berpotensi bencana. 7. Bencana Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis. 8. Kesiapsiagaan Kesiapsiagaan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi Krisis Kesehatan melalui pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat guna dan berdaya guna. 9. Mitigasi Kesehatan Mitigasi kesehatan adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko Krisis Kesehatan, baik melalui penyadaran dan peningkatan kemampuan sumber daya kesehatan maupun pembangunan fisik dalam menghadapi ancaman krisis kesehatan. 10. Peringatan Dini Peringatan dini adalah serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang. 11. Tanggap Darurat Tanggap darurat bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk menangani dampak. 16. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 16. 12/02/2020 20:50:10.
(17) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. buruk yang ditimbulkan, yang meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, pengurusan pengungsi, penyelamatan, serta pemulihan prasarana dan sarana. 12. Ancaman Bencana (Hazard) Ancaman bencana adalah suatu kejadian atau peristiwa yang bisa menimbulkan bencana. 13. Kapasitas adalah kemampuan daerah untuk melakukan tindakan pengurangan Tingkat Ancaman dan Tingkat Kerugian akibat bencana. Kategori kapasitas dihitung dari pencapaian indikator kapasitas yang terdiri dari 5 komponen kapasitas, yaitu kebijakan/peraturan, penguatan kapasitas, peringatan dini, mitigasi, dan kesiapsiagaan. Pengkategorian tingkatan kapasitas daerah ialah sebagai berikut: Rendah : pencapaian 1 % - 33 % dari seluruh indikator Sedang : pencapaian 34 % - 66 % dari seluruh indikator Tinggi : pencapaian 67 % - 100 % dari seluruh indikator 14. Rawan Bencana Rawan bencana adalah kondisi atau karakteristik geologis, biologis, hidrologis, klimatologis, geografis, sosial, budaya, politik, ekonomi, dan teknologi pada suatu wilayah untuk jangka waktu tertentu yang mengurangi kemampuan mencegah, meredam, mencapai kesiapan, dan mengurangi kemampuan untuk menanggapi dampak buruk bahaya tertentu. 15. Risiko Bencana Risiko bencana adalah potensi kerugian yang ditimbulkan akibat bencana pada suatu wilayah dan kurun waktu tertentu yang dapat berupa kematian, luka, sakit, jiwa terancam, hilangnya rasa aman, mengungsi, kerusakan atau harta, dan gangguan kegiatan masyarakat. 16. Pemerintah Pusat Pemerintah Pusat, selanjutnya disebut Pemerintah, adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 17. 17. 12/02/2020 20:50:10.
(18) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. 17. Pemerintah Daerah Pemerintah daerah adalah gubernur, bupati/walikota, atau perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. 18. Dana Siap Pakai (DSP) Dana Siap Pakai adalah dana yang selalu tersedia dan dicadangkan oleh Pemerintah untuk digunakan pada status keadaan darurat bencana, yang dimulai dari status siaga darurat, tanggap darurat dan transisi darurat ke pemulihan. 19. Biaya Tak Terduga (BTT) Biaya Tak Terduga adalah dana yang disediakan oleh Pemerintah yang sifatnya tidak biasa, bukan merupakan kegiatan normal dari aktivitas pemerintah daerah dan tidak dapat diprediksi sebelumnya, tidak diharapkan terjadi secara berulang, berada di luar kendali dan pengaruh Pemerintah Daerah dan memiliki dampak yang signifikan terhadap anggaran dalam rangka pemulihan yang disebabkan oleh keadaan darurat, sesuai dengan PP nomor 58 tahun 2005 tentang Keuangan Daerah. 20. Kesehatan Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. 21. Sumber Daya Kesehatan Sumber Daya Kesehatan adalah Sumber daya di bidang kesehatan adalah segala bentuk dana, tenaga, perbekalan kesehatan, sediaan farmasi dan alat kesehatan serta fasilitas pelayanan kesehatan dan teknologi yang dimanfaatkan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan yang dilakukan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan/ atau masyarakat. 22. Obat Obat adalah bahan atau paduan bahan, termasuk produk biologi yang digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi, untuk manusia.. 18. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 18. 12/02/2020 20:50:10.
(19) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. 23. Fasilitas Pelayanan Kesehatan Fasilitas pelayanan kesehatan adalah suatu alat dan/atau tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif rehabilitatif yang dilakukan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat. Penilaian ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan dihitung dari Jumlah total Fasyankes/10.000 penduduk (Fasyankes = RS + Puskesmas perawatan + Puskesmas non perawatan + klinik swasta). Standar minimal yang dipakai adalah 1 Fasyankes/10.000 penduduk. 24. Puskesmas. Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota bertanggung jawab menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata, dapat diterima dan terjangkau oleh masyarakat, dengan peran serta aktif masyarakat dan menggunakan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna, dengan biaya yang dapat dipikul oleh pemerintah dan masyarakat. Penilaian ketersediaan puskesmas dihitung dari jumlah total (Puskesmas perawatan + Puskesmas non perawatan) /50.000 penduduk. Standar minimal yang dipakai adalah 1 Puskesmas/50.000 penduduk. 25. Rumah Sakit Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Penilaian ketersediaan rumah sakit menggunakan standar minimal yaitu 1 Rumah Sakit/250.000 penduduk. 26. Puskesmas Perawatan Puskesmas Perawatan atau Puskesmas Rawat Inap merupakan Puskesmas yang diberi tambahan ruangan dan fasilitas untuk menolong penderita gawat darurat, baik berupa tindakan operatif terbatas maupun rawat inap sementara. Sesuai Standard Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota. 27. Kapasitas Tempat Tidur Kapasitas Tempat Tidur adalah jumlah tempat tidur untuk pasien di ruang rawat inap Rumah Sakit. Penilaian kapasitas Tempat Tidur menggunakan standar 10 tempat tidur/10.000 penduduk. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 19. 19. 12/02/2020 20:50:10.
(20) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. 28. Hospital Disaster Plan Perencanaan Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit (Hospital Disaster Plan) adalah perencanaan Rumah Sakit dalam menghadapi situasi darurat atau rencana kontingensi, yang dimaksudkan agar RS tetap bisa berfungsi terhadap pasien yang sudah ada sebelumnya. 29. Tim Penanggulangan Krisis Kesehatan Tim Penanggulangan Krisis Kesehatan adalah sumber daya manusia kesehatan dan non kesehatan yang dimobilisasi apabila terjadi kejadian bencana. 30. Emergency Medical Team (EMT)/Tim Darurat Medis EMT adalah kelompok profesional di bidang kesehatan yang melakukan pelayanan medis secara langsung kepada masyarakat yang terkena dampak bencana atau kegawatdaruratan sebagai tenaga kesehatan bantuan dalam mendukung sistem pelayanan kesehatan setempat. 31. Public Health Rapid Response Team (PHRRT)/Tim Respon Cepat Kesehatan Masyarakat PHRRT adalah kelompok tenaga kesehatan masyarakat yang bertugas merespon cepat kondisi kesehatan masyarakat yang terdampak bencana atau keadaan darurat. 32. Dokter Spesialis Dokter Spesialis adalah dokter yang mengkhususkan diri dalam suatu bidang ilmu kedokteran tertentu. Penilaian ketersediaan dokter spesialis berdasarkan standar Jumlah total dokter spesialis/100.000 penduduk. Dinyatakan kurang apabila jumlah dokter spesialis <10 /100.000 penduduk dan sesuai standar apabila ≥ 10 / 100.000 penduduk. 33. Dokter Umum Dokter Umum adalah tenaga medis yang diperkenankan untuk melakukan praktik medis tanpa harus spesifik memiliki spesialisasi tertentu, hal ini memungkinkannya untuk memeriksa masalahmasalah kesehatan pasien secara umum untuk segala usia. Penilaian ketersediaan dokter umum berdasarkan standar Jumlah total dokter umum/100.000 penduduk. Dinyatakan kurang apabila jumlah dokter umum <40/100.000 penduduk dan sesuai standar apabila ≥ 40/100.000 penduduk.. 20. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 20. 12/02/2020 20:50:10.
(21) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. 34. Perawat Perawat adalah seseorang yang telah lulus pendidikan tinggi Keperawatan, baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundangundangan. Penilaian ketersediaan perawat berdasarkan standar Jumlah total perawat/100.000 penduduk. Dinyatakan kurang apabila jumlah perawat <158/100.000 penduduk dan sesuai standar apabila ≥158/100.000 penduduk. 35. Bidan Bidan adalah seseorang yang telah mengikuti dan menyelesaikan pendidikan kebidanan yang telah diakui pemerintah dan lulus ujian sesuai dengan persyaratan yang berlaku dan diberi izin secara sah untuk melaksanakan praktek. Penilaian ketersediaan bidan berdasarkan standar Jumlah total bidan/100.000 penduduk. Dinyatakan kurang apabila jumlah bidan <100/100.000 penduduk dan sesuai standar apabila ≥100/100.000 penduduk. 36. Rencana Kontinjensi Rencana Kontinjensi adalah suatu proses identifikasi dan penyusunan rencana yang didasarkan pada keadaan kontinjensi atau yang belum tentu tersebut. Suatu rencana kontinjensi mungkin tidak selalu pernah diaktifkan, jika keadaan yang diperkirakan tidak terjadi. 37. Pemberdayaan Masyarakat dalam Penanggulangan Krisis Kesehatan Segala upaya fasilitasi yang bersifat musyawarah, guna meningkat kan pengetahuan dan kemampuan masyarakat, agar mampu mengidentifikasi masalah krisis kesehatan yang dihadapi, potensi untuk Penanggulangan Krisis Kesehatan yang dimiliki, merencanakan dan melakukan penyelesaiannya dengan memanfaatkan potensi masyarakat setempat. 38. Simulasi/Gladi Penanggulangan Krisis Kesehatan Simulasi/Gladi Penanggulangan Krisis Kesehatan adalah tindakan atau proses meniru penampilan tertentu atau bentuk ; pemodelan dari serangkaian masalah atau peristiwa yang dapat digunakan untuk mengajarkan seseorang bagaimana melakukan sesuatu.. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 21. 21. 12/02/2020 20:50:10.
(22) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. 39. Table Top Exercise (TTX) TTX adalah latihan meja atau gladi ruang, melibatkan personil kunci membahas skenario simulasi dalam suasana informal yang dirancang untuk menguji kemampuan teoritis dari suatu kelompok untuk menanggapi situasi tertentu. 40. Surveilans Penyakit Surveilans penyakit adalah kegiatan analisis secara sistematis dan terus menerus terhadap penyakit atau masalah-masalah kesehatan dan kondisi yang mempengaruhi terjadinya peningkatan dan penularan penyakit atau masalah-masalah kesehatan tersebut agar dapat dilakukan tindakan penanggulangan. 41. Standard Operating Procedure (SOP) SOP yaitu suatu set instruksi (perintah kerja) terperinci dan tertulis yang harus diikuti demi mencapai keseragaman dalam menjalankan suatu pekerjaan tertentu. 42. Relawan Penanggulangan Bencana Relawan adalah orang yang menyediakan tenaga dan waktunya untuk membantu upaya penanggulangan bencana dengan tanggung-jawab yang besar atau terbatas, tanpa atau dengan sedikit latihan khusus, tetapi dapat pula dengan latihan yang sangat intensif dalam bidang tertentu, untuk bekerja sukarela/tanpa pamrih membantu tenaga profesional. 43. Memorandum of Understanding (MoU) MoU atau nota kesepahaman, adalah sebuah dokumen legal yang menjelaskan persetujuan antara dua belah pihak. 44. Public Safety Center (PSC) PSC adalah Pusat pelayanan terpadu yang menjamin kebutuhan masyarakat dalam hal-hal yang berhubungan dengan kegawatdaruratan, termasuk pelayanan medis yang dapat dihubungi dalam waktu singkat di manapun berada. Merupakan ujung tombak pelayanan yang bertujuan untuk mendapatkan respon cepat (quick response) terutama pelayanan pra Rumah Sakit.. 22. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 22. 12/02/2020 20:50:10.
(23) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. Bab II PROFIL PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN. KABUPATEN PURWOREJO. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 23. 23. 12/02/2020 20:50:10.
(24) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. 2.1. Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo terletak di Jl. Mayjend Sutoyo No. 17 Purworejo, Telepon 0275- 321034 dan fax 0275-325141. Dinas Kesehatan telah memiliki website yaitu www.dinkes.purworejokab.go.id dan email dinkes. purworejokab.go.id. Responden Dwi Hartanto (Kasi Manajemen Informasi, Promosi dan Kemitraan Kesehatan, 082225996333) dan Trio Darmaji, SKM (Kasi Penanggulangan Penyakit, 085290210489). 2.2. Karakteristik Wilayah Kabupaten Purworejo Kabupaten Purworejo mempunyai luas wilayah 1034.82 km2, dengan batasbatas wilayah, yaitu: • Sebelah Utara : Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Magelang, • Sebelah Timur : Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, • Sebelah Selatan : Samudra Hindia, • Sebelah Barat : Kabupaten Kebumen. Kabupaten Purworejo terdiri dari 16 Kecamatan, yaitu Grabag, Ngombol, Purwodadi, Bagelen, Kaligesing, Purworejo, Banyu Urip, Bayan, Kutoarjo, Butuh, Pituruh, Kemiri, Bruno, Gebang, Loano, Bener. Jumlah penduduk di Kabupaten Purworejo adalah 714.574 jiwa. Akses komunikasi pada umumnya Lancar. Alat komunikasi yang dapat digunakan yaitu telepon, hp, fax, internet. Akses transportasi relatif mudah yaitu melalui darat. Jenis alat transportasi yang dapat digunakan untuk mencapai tiap kecamatan yaitu mobil, sepeda motor. Sedangkan alat transportasi untuk mencapai ibu kota provinsi meliputi mobil, sepeda motor. Jarak dari ibu kota kabupaten/kota ke ibu kota provinsi yaitu kurang lebih 125 km (waktu tempuhnya sekitar 4 jam). Sedangkan jarak dari ibu kota kabupaten/kota ke RS rujukan terdekat yaitu 2 km dengan waktu tempuh 3 menit. 2.3. Ancaman Bencana di Kabupaten Purworejo Jenis ancaman bencana yang ada di Purworejo yaitu banjir, gempa bumi, banjir bandang, kekeringan, angin puting beliung, tsunami, kebakaran, kejadian luar biasa (KLB) - penyakit, kejadian luar biasa (KLB) - keracunan, wabah penyakit (epidemi - pandemi), konflik sosial atau kerusuhan sosial, aksi teror 24. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 24. 12/02/2020 20:50:10.
(25) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. dan sabotase. Selama 5 tahun terakhir, krisis kesehatan yang pernah dialami adalah banjir dan tanah longsor, tanah longsor, banjir dan banjir bandan. 2.4. Kerentanan di Kabupaten Purworejo Populasi kelompok rentan di Kabupaten Purworejo yaitu 118.788 jiwa atau 16.62% dari seluruh populasi. Proporsi kelompok rentan termasuk baik karena dibawah rata-rata bila dibandingkan proporsi kelompok rentan nasional. IPM termasuk tinggi (bagus) yaitu 74,18. IPKM termasuk di bawah rata-rata (buruk) yaitu 0,5576. 2.5. Kapasitas Kabupaten Purworejo Dari 55 indikator kapasitas, sebanyak 14 indikator telah dipenuhi oleh Kabupaten Purworejo. Nilai tersebut termasuk Kategori Rendah. Rinciannya sebagai berikut : Tabel 2.1 Rincian Penilaian Kapasitas Kriteria/ Standar. Sesuai Standar. Kurang dari Standar. Ada. Ada. . . . 2. Peraturan kadinkes terkait penanggulangan bencana/krisis kesehatan. Tidak Ada. Ada. . . . 3. Tersedia/SOP mekanisme koordinasi terkait PKK. Tidak Ada. Ada. . . . No. Indikator. 1.. Kebijakan/Peraturan. Pencapaian. Keterangan/ Referensi. a. Kebijakan/Peraturan 1. Peraturan yang dibuat pemerintah kabupaten terkait penanggulangan bencana/krisis kesehatan. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 25. 25. 12/02/2020 20:50:10.
(26) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. No. Indikator. Pencapaian. Kriteria/ Standar. Sesuai Standar. Kurang dari Standar. Keterangan/ Referensi. b. Struktur Organisasi Penanggulangan Krisis Kesehatan Sewaktu4. Pelaksanaan waktu saja, pertemuan bila terjadi koordinasi klaster bencana/ kesehatan ada hal yang penting. Rutin, tidak hanya kalau terjadi bencana. . . . 5. Unit di dinas kesehatan yang memiliki tugas mengkoor dinasikan upaya Penanggulangan Krisis Kesehatan. Ada. Ada. . . . 6. SK Klaster Kesehatan Kabupaten/Kota. Tidak Ada. Ada. . . . c. Keterlibatan Institusi/Lembaga Non Pemerintahan dalam Penanggulangan Krisis Kesehatan. 26. 7. Dinas kesehatan telah mengidentifikasi institusi/lembaga non pemerintahan yang dilibatkan dalam Penanggulangan Krisis Kesehatan. Belum. Sudah. . . . 8. Dinas kesehatan pernah mengadakan MoU dengan LSM/ Instansi/Lembaga Non Pemerintah dalam Penanggulangan Krisis Kesehatan. Tidak. Ya. . . . Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 26. 12/02/2020 20:50:10.
(27) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. Kriteria/ Standar. Sesuai Standar. Kurang dari Standar. 1 Fasyan kes/ 10.000 penduduk. . . 1 Puskes mas/ 50.000 penduduk. . . 3.848 RS/ 250.000 penduduk. 1 RS/ 250.000 penduduk. . . 12. Kapasitas tempat tidur di RS. 0 TT/10.000 penduduk. 10 TT/ 10.000 penduduk. . . 13. Proporsi RS di kab/kota yang telah memiliki Tim Tanggap Darurat Bencana RS. Tiap RS membentuk Tim Tanggap Darurat Bencana 0 dari 11 RS untuk membentuk memTim Tanggap buat dan Darurat melakBencana sanakan manajemen penanggulangan Bencana. No. Indikator. 2. . Penguatan Kapasitas. Pencapaian. Keterangan/ Referensi. a. Fasilitas Pelayanan Kesehatan 9. Jumlah total seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. 0,84 Fasyankes/ 10.000 penduduk. 10. Jumlah puskesmas 11. Jumlah rumah sakit. . . Sumber : a. Global health cluster suggested set of core indicators and benchmarks by category (IASC) www. who.int b. Sphere handbook 2011 . Peeraturan Menteri Kesehatan Nomor 69 Tahun 2014 tentang Kewajiban RS dan Kewajiban Pasien . Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 27. 27. 12/02/2020 20:50:10.
(28) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. No . Pencapaian. Kriteria/ Standar. Sesuai Standar. Kurang dari Standar. Tidak Memiliki. Memiliki. . . . Ya, 15. Penilaian risiko sebagian/ fasyankes seluruh terhadap berbagai Belum Ada fasyankes ancaman yang Sama Sekali telah terjadi di wilayah dilakukan tersebut penilaian risiko. . . . Peraturan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Nomor 54 Tahun 2013 tentang Rencana Pengem bangan Tenaga Kesehatan tahun 20112025. Indikator 14. Dinkes memiliki program yang berkesinam bungan untuk implementasi fasilitas pelayanan kesehatan aman bencana. Keterangan/ Referensi. b. Sumber Daya Manusia. 28. 16. Jumlah dokter spesialis. 16.793 dokter spesialis/ 100.000 pddk. ≥10 dokter spesialis/ 100.000 pddk. . . 17. Jumlah dokter umum. 20.572 dokter umum/ 100.000 pddk. ≥40 dokter umum/ 100.000 pddk. . . 18. Jumlah bidan. 45.901 bidan/ 100.000 pddk. ≥100 bidan/ 100.000 pddk. . . 19.Jumlah perawat. 29.948 perawat/ 100.000 pddk. ≥158 perawat/ 100.000 pddk. . . Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 28. 12/02/2020 20:50:11.
(29) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. No . Indikator. Kriteria/ Standar. Pencapaian. Sesuai Standar. Kurang dari Standar. Keterangan/ Referensi. 20. Ketenagaan pada unit yang mengkoordinir upaya Penanggulangan Krisis Kesehatan di dinas kesehatan. Orang S1 Kesehatan dan Orang S1 Non Kesehatan. Minimal 2 orang S1 (minimal salah satunya S1 kese hatan). . . Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 81 Tahun 2004 tentang Pedoman Penyusunan Perencanaan SDM Kesehatan di Tingkat Prov, Kabupaten/ Kota serta Rumah Sakit . 21. Kepemilikan tim RHA. Tidak Memiliki. Memiliki. . . . 22. Kepemilikan tim penyelidikan epidemiologi. Tidak Memiliki. Memiliki. . . . 23. Kepemilikan tim reaksi cepat/ tim gerak cepat/ Emergency Medical Team & PHRRT. Memiliki. Memiliki. . . . Sudah. . . . Ada. . . . 24. Dinkes kab/kota telah memetakan/ mengidentifikasi Belum sama tenagakesehatan sekali yang siap untuk dimobilisasi pada saat bencana c. Penanggulangan Krisis Kesehatan 25. SOP mekanisme mobilisasi tim PKK. Tidak Ada. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 29. 29. 12/02/2020 20:50:11.
(30) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. No. Indikator. Pencapaian. Kriteria/ Standar. Sesuai Standar. Kurang dari Standar. . 26. Memiliki petugas yang terlatih manajemen Penanggulangan Krisis Kesehatan. Memiliki. Memiliki. . . . 27. Memiliki petugas yang terlatih teknis medis Penanggulangan Krisis Kesehatan. Tidak Memiliki. Memiliki. . . . 28. Memiliki petugas yang terlatih teknis non medis Penanggulangan Krisis Kesehatan. Tidak Memiliki. Memiliki. . . . 29. Perencanaan peningkatan kapasitas SDM terkait PKK yang rutin dan berkesinam bungan. Tidak Memiliki. Memiliki. . . . Ya, sebagian/ seluruh ancaman bencana sudah ada sistem peringatan dininya. Ya, sebagian/ seluruh ancaman bencana sudah ada sistem peringatan dininya. . . . 3. . Peringatan Dini. 30. Sistem peringatan dini. 30. Keterangan/ Referensi. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 30. 12/02/2020 20:50:11.
(31) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. No 4. . Indikator. Pencapaian. Kriteria/ Standar. Sesuai Standar. Kurang dari Standar. Keterangan/ Referensi. Mitigasi a. Pemberdayaan Masyarakat dalam Penanggulangan Krisis Kesehatan 31. Fasilitasi kepada masyarakat dalam rangka pemberdayaan masyarakat terkait Penanggulangan Krisis Kesehatan. Tidak Melakukan. Melakukan. . . . b. Kapasitas untuk Memetakan Risiko Krisis Kesehatan 32. Peta/pemetaan kapasitas atau data kapasitas sumber daya yang dapat digunakan untuk Penanggulangan Krisis Kesehatan. Tidak Memiliki. Memiliki. . . . 33. Peta/pemetaan kelompok rentan per kecamatan di kabupaten/kota. Tidak Memiliki. Memiliki. . . . 34. Peta/pemetaan jenis ancaman bencana per kecamatan di kabupaten/kota. Memiliki. Memiliki. . . . . . . c. Anggaran Pengurangan Risiko Bencana 35. Dinas kesehatan mengalokasikan anggaran kegiatan pengurangan risiko krisis kesehatan. Ya. Ya. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 31. 31. 12/02/2020 20:50:11.
(32) Pencapaian. Kriteria/ Standar. Sesuai Standar. Kurang dari Standar. 36. Data kejadian krisis kesehatan 5 tahun terakhir. Tidak Ada. Ada. . . . 37. Daftar kontak person lintas program dan lintas sektor terkait Penanggulangan Krisis Kesehatan akibat bencana baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Ada. Ada. . . . 38. Media informasi yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat untuk untuk meningkatkan kesadaran dalam kesiapsiagaan bencana. Ada, yaitu Website. Ada, yaitu...... . . . 39. Sarana pengumpulan, pengolahan data dan penyampaian informasi terkait Penanggulangan Krisis Kesehatan. Ada, yaitu Telepon, Fax, HP, Laptop, Komputer, Internet. Ada, yaitu...... . . . 40. Sistem pemantauan 24 jam. Tidak Ada. Ada. . . . No. Indikator. . d. Sistem Informasi. 32. Keterangan/ Referensi. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 32. 12/02/2020 20:50:11.
(33) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. No 5. . Indikator. Pencapaian. Kriteria/ Standar. Sesuai Standar. Kurang dari Standar. Keterangan/ Referensi. Kesiapsiagaan a. Rencana Penanggulangan Krisis Kesehatan dan Standard Operating Procedure 41. Dinas Kesehatan menyusun rencana kontijensi bidang kesehatan. Tidak Ada. Ada, yaitu Renkon...... . . . 42. Dinas Kesehatan melakukan TTX, simulasi, geladi bencana bidang kesehatan berdasarkan rencana kontinjensi yang disusun. Tidak Melakukan. Melakukan. . . . 43. SOP Penanganan Korban Bencana di Lapangan. Tidak Memiliki. Memiliki. . . . 44. SOP Pengelolaan Obat dan Logistik Kesehatan Bencana.. Tidak Memiliki. Memiliki. . . . 45. SOP Pengelolaan Bantuan Relawan. Tidak Memiliki. Memiliki. . . . 46. SOP Pemantauan Kejadian Krisis Kesehatan. Tidak Memiliki. Memiliki. . . . 47. SOP Pelaporan Kejadian Krisis Kesehatan. Tidak Memiliki. Memiliki. . . . 48. SOP sistem Rujukan pada Kondisi Bencana. Tidak Memiliki. Memiliki. . . . 49. SOP Pelayanan Kesehatan untuk Penanggulangan Krisis Kesehatan. Tidak Memiliki. Memiliki. . . . Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 33. 33. 12/02/2020 20:50:12.
(34) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. No . Indikator. Pencapaian. Kriteria/ Standar. Sesuai Standar. Kurang dari Standar. Keterangan/ Referensi. b. Pembiayaan Tanggap Darurat 50. Dinas kesehatan memahami dana tak terduga di BPBD. Tidak. Ya. . . . 51. Dinas kesehatan memahami DSP di BNPB. Tidak. Ya. . . . 52. Sarana prasarana Penanggulangan Krisis Kesehatan. Tidak Memiliki. Memiliki. . . . 53. Penyediaan sarana prasarana telah menyesuaikan dengan jenis ancaman bencana di wilayahnya. Tidak. Ya. . . . 54. Sarana prasarana telah mencukupi. Tidak. Ya. . . . Ya. Ya. . . . c. Sarana Prasarana PKK. d. Public Safety Center 55.Pemerintah memiliki PSC 24 jam. 34. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 34. 12/02/2020 20:50:12.
(35) Bab III. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 3.1. Kesimpulan a. Ancaman bencana di Kabupaten/Kota Purworejo adalah banjir, gempa bumi, banjir bandang, kekeringan, angin puting beliung, tsunami, kebakaran, kejadian luar biasa (KLB) - penyakit, kejadian luar biasa (KLB) - keracunan, wabah penyakit (epidemi - pandemi), konflik sosial atau kerusuhan sosial, aksi teror dan sabotase. b. Kerentanan yang bermasalah adalah Nilai IPKM. c. Kapasitas Kabupaten/Kota Purworejo yaitu 25.45%, termasuk kategori rendah dengan rincian : Tabel 3.1 Rekapitulasi Penilaian Indikator Kapasitas. No.. Indikator Kapasitas. Jumlah Indikator. Sesuai Standar/Sudah Tersedia/Sudah Ada/ Sudah Melakukan. Kurang dari Standar/ Tidak Tersedia/Belum Ada/Belum Melakukan. 1. Kebijakan/ Peraturan. 8. 2. 6. 2. Penguatan Kapasitas. 21. 5. 16. 3. Peringatan Dini. 1. 1. 0. 4. Mitigasi. 10. 5. 5. 5. Kesiapsiagaan. 15. 1. 14. 55. 14. 41. Jumlah. 3.2. Rekomendasi Berdasarkan penilaian asistensi di atas, ada beberapa rekomendasi yang yang perlu ditindak lanjuti oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo. Untuk melaksanakan rekomendasi di atas, berikut adalah usulan pelaksanaan kegiatannya dalam tiga tahun ke depan:. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 35. 35. 12/02/2020 20:50:12.
(36) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. Tabel 3.2 Rekomendasi Peningkatan Kapasitas Purworejo Berdasarkan Tahun Kegiatan KEGIATAN. 1. Mensosialisasikan peraturan daerah yang ada terkait penanggulangan bencana/Krisis Kesehatan pada klaster kesehatan. √. √. √. 2. Membuat peraturan terkait penanggulangan bencana/ krisis kesehatan melalui SK Kadinkes. √. √. √. 3. Menyusun SOP mekanisme koordinasi terkait Penanggulangan Krisis Kesehatan. √. √. √. 4. Melakukan koordinasi klaster kesehatan secara rutin. √. √. 5. Unit penanggung jawab Penanggulangan Krisis Kesehatan merencanakan program kegiatan upaya pengurangan risiko bencana. √. √. √. 6. Membentuk klaster kesehatan melalui SK Kadinkes. √. √. √. 7. Mengidentifikasi institusi/lembaga non pemerintahan yang dapat dilibatkan dalam Penanggulangan Krisis Kesehatan. √. 8. Membuat MoU dengan LSM/Instansi/lembaga non pemerintah dalam Penanggulangan Krisis Kesehatan. √. 9. Advokasi dengan pemangku kepentingan untuk ketersediaan jumlah fasyankes sesuai standar. 2020 2021. 2022. √ √. Advokasi dengan pemangku kepentingan untuk 10 ketersediaan ketersediaan jumlah tempat tidur sesuai dengan kebutuhan. √. √. Melakukan pendataan RS di Kab/Kota yang telah miliki 11 Tim tanggap darurat bencana RS dan mengadvokasi untuk pembentukan tim tanggap darurat bencana di RS. √. √. Membuat program untuk implementasi fasyankes aman bencana di wilayah Kab/Kota. √. √. 12. 36. TAHUN. NO. Mendorong/memfasilitasi fasyankes untuk melakukan 13 Penilaian risiko fasyankes terhadap berbagai ancaman yang terjadi di wilayah tersebut. √. 14. Advokasi dengan pemangku kepentingan untuk ketersediaan jumlah dokter umum sesuai standar. √. 15. Advokasi dengan pemangku kepentingan untuk ketersediaan jumlah bidan sesuai standar. √. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 36. 12/02/2020 20:50:12.
(37) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. NO 16. TAHUN. KEGIATAN. 2020 2021. Advokasi dengan pemangku kepentingan untuk ketersediaan jumlah perawat sesuai standar. √. Menetapkan kebijakan untuk penempatan tenaga kesehatan pada unit yang mengkoordinir upaya 17 Penanggulangan Krisis Kesehatan di Dinas Kesehatan agar sesuai dengan standar yang ditetapkan 18 Membentuk Tim RHA melalui SK Kadinkes. 2022. √ √. √. 19. Membentuk Tim Penyelidikan Epidemiologi melalui SK Kadinkes. √. 20. Melakukan pembinaan dan peningkatan kapasitas TRC/ TGC/EMT/PHHRT. √. √. 21. Melakukan pendataan dan pemetaan tenaga kesehatan yang siap untuk dimobilisasi pada saat bencana. √. √. √. 22. Membuat SOP terkait mekanisme mobilisasi tim Penanggulangan Krisis Kesehatan. √. √. Melibatkan tenaga kesehatan yang telah terlatih 23 manajemen Penanggulangan Krisis Kesehatan dalam upaya peningkatan kapasitas di kabupaten/kota 24. Menyiapkan kebijakan dan program untuk pelatihan petugas teknis medis Penanggulangan Krisis Kesehatan. Menyiapkan kebijakan dan program untuk pelatihan 25 petugas teknis non medis Penanggulangan Krisis Kesehatan. √ √. √. √. √. √. √. 26. Menyusun perencanaan program peningkatan kapasitas SDM terkait PKK yang rutin dan berkesinambungan. √. √. √. 27. Sistem Peringatan Dini yang ada Disosialisasikan dan disimulasikan pada masyarakat. √. √. √. √. √. √. Melakukan fasilitasi kepada masyarakat dalam rangka pemberdayaan masyarakat terkait Penanggulangan Krisis Kesehatan dengan koordinasi dari Dinas 28 Kesehatan Provinsi, dengan kegiatan minimal yaitu : 1) Sosialisasi Penanggulangan Krisis Kesehatan 2) Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (Basic Life Support) Membuat Peta/pemetaan kapasitas atau data 29 kapasitas sumber daya yang dapat digunakan untuk Penanggulangan Krisis Kesehatan 30. Membuat Peta/pemetaan kelompok rentan per kecamatan di kabupaten/kota. √ √. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 37. 37. 12/02/2020 20:50:12.
(38) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. TAHUN. NO. KEGIATAN. 31. Memperbaharui secara rutin data jenis ancaman bencana per kecamatan di kabupaten/kota. √. 32. Menggunakan alokasi anggaran pada kegiatan pengurangan risiko Krisis Kesehatan. √. √. √. 33. Selalu mendokumentasikan kejadian krisis kesehatan baik berupa hard copy maupun soft copy. √. √. √. Memanfaatkan Daftar kontak person yang ada untuk memperlancar koordinasi dengan lintas program dan 34 lintas sektor terkait Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencana baik di tingkat kabupaten/kota maupun Provinsi. √. √. √. Mensosialisasikan Media informasi yang ada ke seluruh 35 masyarakat untuk untuk meningkatkan kesadaran dalam kesiapsiagaan bencana. √. √. √. √. √. √. √. √. 36. Melakukan pemantauan dan menyampaikan informasi terkait Penanggulangan Krisis Kesehatan. 37 Membuat sistem pemantauan 24 jam. 2020 2021. 38. Menyusun rencana kontijensi bidang kesehatan berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota. √. √. 39. Melakukan TTX, simulasi, geladi bencana bidang kesehatan berdasarkan rencana kontinjensi yang disusun. √. √. 40 Membuat SOP Penanganan Korban Bencana di Lapangan 41. √. Membuat SOP Pengelolaan Obat dan Logistik Kesehatan Bencana. √. 42 Membuat SOP Pengelolaan Bantuan Relawan. √. 43 Membuat SOP Pemantauan Kejadian Krisis Kesehatan. √. 44 Membuat SOP Pelaporan Kejadian Krisis Kesehatan. √. 45 Membuat SOP Sistem Rujukan pada Kondisi Bencana. √. 46. Membuat SOP Pelayanan Kesehatan untuk Penanggulangan Krisis Kesehatan. √. 47. Mengikuti kegiatan sosialisasi tentang Biaya Tak Terduga di BPBD. √. 48. Mengikuti kegiatan sosialisasi tentang Dana Siap Pakai di BNPB. Merencanakan dan menetapkan kebijakan untuk 49 penyediaan Sarana prasarana Penanggulangan Krisis Kesehatan. 38. 2022. √. √. √. √. √. √. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 38. 12/02/2020 20:50:13.
(39) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. NO. TAHUN. KEGIATAN. 2020 2021. Melengkapi sarana prasarana Penanggulangan Krisis 50 Kesehatan sesuai cengan jenis ancaman bencana di wilayahnya 51. Melakukan pendataan dan penilaian sarana prasarana apakah telah mencukupi atau belum. 52. Melakukan evaluasi PSC untuk peningkatan mutu pelayanan. 2022. √ √ √. √. √. Kesimpulan Hasil Rekomendasi : 1.. Pada tahun pertama: Kabupaten Purworejo yang sudah memiliki peraturan kebijakan Bupati terkait penanggulangan bencana harus menyiapkan peraturan turunannya yaitu membuat kebijakan Penanggulangan Krisis Kesehatan (Klaster Kesehatan) dan melakukan advokasi dan sosialisasi kepada pemangku kepentingan untuk mendapatkan dukungan dalam pelaksanaan kebijakan Penanggulangan Krisis Kesehatan.. 2.. Pada tahun kedua : - Mengupayakan peningkatan efektivitas pencegahan dan mitigasi bencana melalui penguatan kesiapsiagaan kapasitas sumber daya klaster kesehatan (sosialisasi, pembuatan SOP, peningkatan kapasitas, membangun jejaring kemitraan/membuat MoU dengan LSM, membuat perencanaan program kesehatan berorientasi PRB dan koordinasi dalam kerangka klaster kesehatan) untuk penanganan krisis kesehatan - Mendorong Kabupaten untuk memperkuat kesiapsiagaan dan membangun kemandirian masyarakat untuk terlibat dan penanganan krisis kesehatan berdasarkan kondisi wilayah sesuai dengan jenis ancaman bencana - memperkuat kerjasama dan jejaring dengan Lintas Sektor dalam hal mitigasi dan kesiapsiagaan. 3.. Pada tahun ketiga: Secara berkesinambungan melakukan perencanaan program dan kebijakan, sosialisasi, koordinasi secara internal dan external untuk memperkuat mekanisme kerja sistim Klaster, serta advokasi pengu rangan risiko bencana dengan lintas sektor terkait. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 39. 39. 12/02/2020 20:50:13.
(40) Lampiran. __________________________________________ KUESIONER DATA DALAM RANGKA KAJIAN KRISIS KESEHATAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN/KOTA an : I. UMUM 1. Dinas Kesehatan : 2. Alamat (lengkap) : 3. Telepon : 4. Fax : 5. Website : 6. Email : 7. Responden : 1. Nama Jabatan No Hp 2. Nama Jabatan No Hp II. . No. : : : : : :. GAMBARAN UMUM DAN AKSESIBILITAS WILAYAH A. LUAS WILAYAH DAN JUMLAH PENDUDUK 1. Luas wilayah, jumlah dan kepadatan penduduk kabupaten/kota dan kecamatan, jumlah dan kepadatan penduduk di kabupaten/ kota Kode Wilayah. URAIAN. 1. Kabupaten/Kota. 2. Kecamatan. LUAS WILAYAH (m2). JUMLAH PENDUDUK. TOPOGRAFI. 3 4 5 40. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 40. 12/02/2020 20:50:13.
(41) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. 2.. 3.. NO. Kode Wilayah. Batas wilayah : - Utara : - Selatan : - Barat : - Timur : Jumlah Populasi Kelompok Rentan (balita, bumil, buteki, lansia dan penyandang disabilitas) ... JUMLAH POPULASI RENTAN URAIAN. 1. Kabupaten/ Kota. 2. Kecamatan. BAYI. BALITA. Ibu Hamil. Ibu Menyusui. Lansia. Penyandang Disabilitas. 3 4 5. 4. 5.. Nilai IPM (Indeks Pembangunan Manusia) kabupaten/kota …….. Nilai IPKM (Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat) kabupaten/kota. B. AKSES KOMUNIKASI 6. Bagaimana akses komunikasi di Kabupaten? a. Lancar; b. Sulit; c. Tidak tentu. Deskripsikan masing-masing jawaban 7. Alat komunikasi apa saja yang dapat digunakan? Telepon HP Fax Internet Telepon Satelit Radio Komunikasi 8. Bagaimana akses komunikasi ke Ibu kota Provinsi? a. Lancar; b. Sulit; c. Tidak tentu. Deskripsikan masing-masing jawaban. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 41. 41. 12/02/2020 20:50:13.
(42) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. 9.. Apakah ada kerjasama antara Dinas Kesehatan dengan RAPI/ORARI dan masyarakat dalam hal pemanfaatan Radio Komunikasi? Bila ya mohon FC SK/surat kesepakatan kerja sama.. C. AKSES TRANSPORTASI 10. Bagaimana akses transportasi ke kecamatan dan Ibu kota Provinsi? (Mudah/Sulit) Melalui: (Jawaban boleh lebih dari satu) Darat Sungai Laut Udara 11. Jenis alat transportasi apa saja yang dapat digunakan untuk mencapai tiap kecamatan?(Jawaban boleh lebih dari satu) Mobil Sepeda Motor Perahu Kapal Laut Pesawat Lainnya, Sebutkan ………………. 12. Jenis alat transportasi apa saja yang dapat digunakan untuk mencapai Ibu kota Provinsi? (Jawaban boleh lebih dari satu) Mobil Sepeda Motor Perahu Kapal Laut Pesawat Lainnya, sebutkan……………….. 13. Waktu tempuh dari Ibu kota Kabupaten/Kota Ibu Kota Provinsi…………. 14. Jarak yang ditempuh dari Ibu Kota kabupaten/kota ke Ibu kota provinsi? (Dalam km). 42. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 42. 12/02/2020 20:50:13.
(43) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. 15.. Berapa jarak dan waktu tempuh dari Ibu kota Kabupaten ke Rumah Sakit Rujukan terdekat? (Dalam km). III.. KRISIS KESEHATAN 16. Jenis ancaman bencana di wilayah ini? (Jawaban boleh lebih dari satu) Gempa Bumi Tsunami Kebakaran Hutan dan Lahan Kegagalan Teknologi Kekeringan Banjir Banjir Bandang Erupsi Gunung Api Tanah Longsor Konflik Sosial Angin Puting Beliung Kebakaran Kecelakaan Transportasi Kecelakaan Industri KLB Keracunan KLB Penyakit Aksi Teror dan sabotase Gelombang ekstrim dan Abrasi Lainnya, sebutkan : ………………. IV.. FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN 17. Nama dan Jumlah Fasilitas Pelayanan Kesehatan?. NO. JENIS FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN. 1. Rumah Sakit. 2. Puskesmas Perawatan. 3. Puskesmas Non Perawatan. 4. Klinik Swasta. JUMLAH. JUMLAH. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 43. 43. 12/02/2020 20:50:13.
(44) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. 18.. Nama RS, jumlah Tempat Tidur dan BOR di tiap Rumah Sakit?. No. Nama RS. TIPE RS. (1). (2). (3). Kapasitas Tempat Tidur (4). Apakah sudah Apakah memiliki Hospital memiliki Disaster Plan/ Tim Penang BOR Perencanaan gulangan Penanggulangan Bencana? Bencana? (tunjukkan SK) (5). (6). (7) . V.. SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN 19. Data ketenagaan pada unit yang mengkoordinir upaya Penanggulangan Krisis Kesehatan di Dinas Kesehatan.. No. Tingkat Pendidikan. Jumlah. (2). (3). (1) 1.. S2 Kesehatan. 2.. S2 non Kesehatan. 3.. S1/D4 Kesehatan. 4.. S1/D4 non Kesehatan. 5.. D3 Kesehatan. 6.. D3 non Kesehatan. 7.. SLTA Kesehatan. 8.. SLTA Umum. 9.. SLTP. 10.. SD. 11.. ......................................................................... 20.. Data jumlah tenaga Kesehatan di seluruh fasyankes di kabupaten/kota. NO. JENIS SDM KESEHATAN. 1. Dokter Spesialis. 2. Dokter Umum. 3. Perawat. 4. Bidan. JUMLAH. JUMLAH 44. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 44. 12/02/2020 20:50:13.
(45) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. VI. KERANGKA HUKUM, MEKANISME KOORDINASI DAN STRUKTUR ORGANISASI TERKAIT PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN A. KEBIJAKAN/PERATURAN TERKAIT PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN 21. a. Apakah Pemerintah Daerah pernah membuat Perda/SK Bupati terkait penanggulangan bencana/krisis kesehatan? b. Bila ada, mohon disebutkan nomor, tahun dan judul Peraturan Daerah tersebut 22. a. Apakah Dinas Kesehatan pernah membuat kebijakan/peraturan terkait Penanggulangan Krisis Kesehatan? b. Bila ada, mohon disebutkan nomor, tahun dan judul Peraturan Dinkes tersebut. B. STRUKTUR ORGANISASI PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN 23. a. Apakah Dinas Kesehatan memiliki unit kerja yang memiliki tupoksi sebagai koordinator dalam Penanggulangan Krisis Kesehatan? b. Bila “TIDAK” terletak di struktur, siapakah pelaksana koordinator Penanggulangan Krisis Kesehatan? 24. Apakah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota telah membentuk klaster kesehatan di wilayahnya? Bila “YA” agar menunjukkan SK Klaster Kesehatan. Bila “BELUM”, mengapa? C. MEKANISME KOORDINASI PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN 25. Pelaksanaan pertemuan koordinasi klaster kesehatan : Rutin, tidak hanya kalau terjadi bencana Sewaktu-waktu saja, bila terjadi bencana/ada hal yang penting 26. Unit apa saja yang terlibat dalam pertemuan koordinasi tersebut? (Jawaban boleh lebih dari satu) BPBD Lintas program di Dinkes/koordinator sub-sub klaster kesehatan Lintas sektor anggota klaster bencana LSM Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 45. 45. 12/02/2020 20:50:13.
(46) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. Perguruan Tinggi Masyarakat Lembaga Usaha Lainnya, sebutkan……………… VII. KEPEMILIKAN TIM PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN 27. Apakah Kab/Kota telah memiliki tim Penanggulangan Krisis Kesehatan? Bila tidak, mengapa? 28. Bila memiliki, Tim apa sajakah yang tersedia : (Jawaban boleh lebih dari satu) Tim RHA Tim Penyelidikan Epidemiologi Tim Gerak Cepat (TGC) / Emergency Medical Team (EMT) dan Public Health Rapid Response Team (PHRRT) 29. Apakah pembentukan tim tersebut telah ditetapkan dengan SK Kadinkes/Direktur RS/Bupati? Bila ya, mohon fotokopi SK. 30. Apakah tersedia SOP mekanisme mobilisasi Tim Gerak Cepat/ EMT dan PHRRT dan Tim RHA? Bila “TIDAK”, mengapa? Bila “YA” : Apakah SOP tersebut memuat : (Jawaban boleh lebih dari satu) Jenis tenaga tiap tim Waktu mobilisasi setelah kejadian bencana (a. 1 - 24 jam, b. 1 - 72 jam, c. lain-lain sebutkan……) Mekanisme mobilisasi Lainnya, sebutkan …………………………………….. 31. Apabila setiap Puskesmas telah memiliki tim medis untuk kedaruratan (Emergency Medical Team)? Bila ya, mohon disampaikan SK pembentukan Tim. 32. Apakah Dinkes Kabupaten/Kota telah memetakan/ mengidentifikasi ketersediaan tenaga-tenaga kesehatan yang siap untuk dimobilisasi pada saat bencana? Ya, sudah ada data di seluruh fasyankes di wilayah kabupaten/ kota Ya, sudah ada data di sebagian fasyankes, karena....... Belum sama sekali, karena........ 46. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 46. 12/02/2020 20:50:13.
(47) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. VIII. RENCANA PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN 33. Apakah Dinas Kesehatan telah menyusun Rencana Kontinjensi Bidang Kesehatan? Bila TIDAK, Mengapa? Bila jawaban “TIDAK”, maka lanjut pada pertanyaan No. 37. Bila jawaban “YA”, lanjut pada pertanyaan No. 34 – 36 berikut : 34. Apa judul dan tahun pembuatan rencana kontinjensi tersebut dan sumber pembiayaan untuk penyusunannya? 35. Apakah rencana kontinjensi ini telah menjadi bagian dari perencanaan BPBD kab/kota? 36. Apakah Rencana Kontinjensi yang telah disusun : Sudah ditandatangani Bupati Sudah ditandatangani Kepala Dinas Kesehatan Masih sebatas Draft (Mintakan soft copy atau hard copy dokumen rencana kontinjensi). 37. Apakah Dinas Kesehatan telah melakukan TTX, Simulasi, Gladi Bencana Bidang Kesehatan berdasarkan rencana kontinjensi yang disusun? Bila ya, berapa kali dalam 5 tahun dan siapa penyelenggaranya? 38. Apakah dilakukan evaluasi setelah pelaksanaan gladi? Bila “TIDAK”, mengapa? Bila “YA, Apakah dilakukan revisi rencana kontinjensi setelah dievaluasi? IX. STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) TERKAIT PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN 39. a. Apakah tersedia SOP mekanisme koordinasi terkait Penanggulangan Krisis Kesehatan? b. Bila “YA”, apakah SOP tersebut memuat : (Jawaban boleh lebih dari satu) mekanisme koordinasi pra krisis kesehatan mekanisme koordinasi saat krisis mekanisme koordinasi pasca krisis kesehatan c. Bila “TIDAK”, bagaimana pelaksanaan koordinasi dalam Penanggulangan Krisis Kesehatan yang pernah dilakukan selama ini? 40. a. Apakah tersedia SOP Penanganan Korban Bencana di Lapangan? Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 47. 47. 12/02/2020 20:50:13.
(48) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. 41.. 42.. 43.. 48. b. Bila YA : Apakah SOP tersebut memuat : (Jawaban boleh lebih dari satu) Jenis tenaga Kompetensi tenaga Struktur Organisasi (Penanggung Jawab) Tata laksana penanganan korban Lainnya, sebutkan………………………………. c. Bila TIDAK, bagaimana mekanisme penanganan korban bencana di lapangan yang dilakukan selama ini a. Apakah tersedia SOP Pengelolaan obat dan logistik kesehatan? b. Bila YA : Apakah SOP tersebut memuat : (jawaban boleh lebih dari satu) Jenis tenaga Kompetensi tenaga Struktur Organisasi (Penanggung Jawab) Jenis obat dan logistik kesehatan Mekanisme mobilisasi Alur permintaan kebutuhan Lainnya, sebutkan……………………… c. Bila “ TIDAK”, bagaimana mekanisme pengelolaan obat dan logistik kesehatan yang dilakukan selama ini? a. Apakah tersedia SOP pengelolaan bantuan relawan? b. Bila “YA”, Apakah SOP tersebut memuat : (Jawaban boleh lebih dari satu) jenis relawan kompetensi relawan jumlah relawan CP yang harus dihubungi lainnya, sebutkan………………. c. Bila “TIDAK”, bagaimana mekanisme mobilisasi bantuan relawan yang dilakukan selama ini? a. Apakah tersedia SOP pemantauan kejadian krisis kesehatan? b. Bila YA : Apakah SOP tersebut memuat : (Jawaban boleh lebih dari satu) Pelaksanaan pemantauan 24 jam. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 48. 12/02/2020 20:50:13.
(49) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. 44.. 45.. Struktur Organisasi (Penanggung Jawab) Jenis dan kompetensi petugas Alat komunikasi yang digunakan (HP, televisi, telepon, fax, telepon satelit, internet, dll) Lainnya, sebutkan……… c. Bila jawaban nomor 43 TIDAK, bagaimana mekanisme pelaksanaan pemantauan kejadian krisis kesehatan yang dilakukan selama ini? a. Apakah tersedia SOP Pelaporan Kejadian Krisis Kesehatan? b. Bila “YA” : Apakah SOP tersebut memuat : (Jawaban boleh lebih dari satu) Alur pelaporan berjenjang dari Dinkes Kab - Dinkes Prov - Kemenkes Format pelaporan sesuai peraturan yang berlaku Struktur organisasi (Penanggung jawab) Alat pengolah data yang digunakan (laptop, komputer, internet, dll), media penyebaran informasi (website, buletin, laporan, dll) Lainnya, sebutkan ………….. c. Bila “TIDAK”, bagaimana mekanisme pelaporan kejadian krisis kesehatan yang dilakukan selama ini? a. Apakah tersedia SOP sistem rujukan (pra RS – RS) apabila terjadi bencana dengan korban massal? b. Bila “YA” : Apakah SOP tersebut memuat : (Jawaban boleh lebih dari satu) Daftar RS Rujukan Sarana prasarana/ambulans Jenis dan Kompetensi SDM Waktu tiba di lokasi kejadian Waktu rujukan Jejaring antar RS Call center Lainnya, sebutkan …………… c. Bila “TIDAK”, bagaimana mekanisme sistem rujukan pada kejadian krisis kesehatan yang dilakukan selama ini?. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 49. 49. 12/02/2020 20:50:14.
(50) Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana. 46.. X.. a.. Apakah tersedia SOP Pelayanan Kesehatan untuk penanggulangan krisis kesehatan? b. Bila “YA”, apakah SOP tersebut memuat : (Jawaban boleh lebih dari satu) pelayanan kesehatan dasar pelayanan gizi kesehatan reproduksi kesehatan jiwa kesehatan lingkungan promosi kesehatan surveilans lainnya, sebutkan ……………………. c. Bila “TIDAK”, bagaimana mekanisme pelayanan kesehatan pada kejadian krisis kesehatan yang dilakukan selama ini?. PEMBIAYAAN PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN A. ANGGARAN PENGURANGAN RISIKO KRISIS KESEHATAN 47. a. Apakah Dinas Kesehatan mengalokasikan anggaran untuk kegiatan pengurangan risiko krisis Kesehatan? b. Bila “YA”, untuk program/kegiatan pengurangan risiko kesehatan apa saja anggaran tersebut digunakan? (Jawaban boleh lebih dari satu) Peningkatan kapasitas petugas Sosialisasi dan advokasi kebijakan Penyusunan SOP/Pedoman/Juklak Gladi/Simulasi Pengadaan sarana prasarana Pengadaan alat kesehatan Pengadaan obat Lainnya, sebutkan……………. c. Bila TIDAK, mengapa? B. ANGGARAN SAAT TANGGAP DARURAT 48. Apakah Dinkes menerima DAK? Bila “ YA”, apakah digunakan untuk upaya pengurangan risiko krisis kesehatan?. 50. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 40 Buku Profil Kab Purwerejo.indd 50. 12/02/2020 20:50:14.
Garis besar
Dokumen terkait
Apakah Dinas Kesehatan memiliki peta/pemetaan kapasitas atau data kapasitas sumber daya yang dapat digunakan untuk penanggulangan krisis kesehatan. (SDM, Sarana
Apakah Dinas Kesehatan memiliki peta kapasitas atau data kapasitas sumber daya yang dapat digunakan untuk penanggulangan krisis kesehatan. (SDM,
Apakah Dinas Kesehatan memiliki peta/pemetaan kapasitas atau data kapasitas sumber daya yang dapat digunakan untuk penanggulangan krisis kesehatan. (SDM, Sarana
Apakah Dinas Kesehatan memiliki peta kapasitas atau data kapasitas sumber daya yang dapat digunakan untuk penanggulangan krisis kesehatan. (SDM, Sarana
Apakah Dinas Kesehatan memiliki peta kapasitas atau data kapasitas sumber daya yang dapat digunakan untuk penanggulangan krisis kesehatan. (SDM, Sarana
Apakah Dinas Kesehatan memiliki peta kapasitas atau data kapasitas sumber daya yang dapat digunakan untuk penanggulangan krisis kesehatan. (SDM, Sarana
Apakah Dinas Kesehatan memiliki peta kapasitas atau data kapasitas sumber daya yang dapat digunakan untuk penanggulangan krisis kesehatan. (SDM, Sarana
Apakah Dinas Kesehatan memiliki peta kapasitas atau data kapasitas sumber daya yang dapat digunakan untuk penanggulangan krisis kesehatan. (SDM, Sarana