• Tidak ada hasil yang ditemukan

GRAND THEORY BETTY NEUMAN. KLP II Ayu Lestari Rasdin Suarni Tutik Agustini Mardin Paridah Lairing Andan Firmansyah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "GRAND THEORY BETTY NEUMAN. KLP II Ayu Lestari Rasdin Suarni Tutik Agustini Mardin Paridah Lairing Andan Firmansyah"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

KLP II

Ayu Lestari

Rasdin

Suarni

Tutik Agustini

Mardin

Paridah Lairing

Andan Firmansyah

GRAND THEORY

“BETTY NEUMAN”

▸ Baca selengkapnya: pertanyaan teori betty neuman

(2)

Grand teori

Grand teori adalah struktur

konseptual model keperawatan

yang hampir abstrak, tapi

mengusulkan hasil didasarkan

pada penggunaan dan aplikasi

model dalam praktek keperawatan.

(AM Tomey and MR Alligood, 2002)

Grand Teori adalah: suatu

kerangka kerja konseptual yang

mendefinisikan perspektif yang

luas bagi praktek keperawatan.

(3)

Teori Model Betty Neuman

Konsep utama yang

terdapat pada model

Neuman, meliputi: stresor,

garis pertahanan dan

perlawanan, tingkatan

pencegahan, lima variabel

sistem klien, struktur dasar,

intervensi dan rekonstitusi

(Fitzpatrick & Whall, 1989)

(4)

Stressor

Stressor adalah kekuatan lingkungan yang

menghasilkan ketegangan dan berpotensial untuk menyebabkan sistem tidak stabil. Neuman

mengklasifikasi stressor sebagai berikut :

Stressor intrapersonal : terjadi dalam diri

individu/keluarga dan berhubungan dengan

lingkungan internal. Misalnya : respons autoimmun

Stressor interpersonal : yang terjadi pada satu

individu/keluarga atau lebih yang memiliki pengaruh pada sistem. Misalnya : ekspektasi peran

Stressor ekstrapersonal : juga terjadi diluar lingkup

sistem atau individu/keluarga tetapi lebih jauh

jaraknya dari sistem dari pada stressor interpersonal. Misalnya : sosial politik.

(5)

Garis pertahanan

Garis pertahanan menurut Neuman’s terdiri dari:

garis pertahanan normal

merupakan lingkaran utuh yang mencerminkan suatu

keadaan stabil untuk individu

sistem atau kondisi yang menyertai pengaturan karena

adanya stressor Selain itu ada berbagai stressor yang dapat menginvasi garis pertahanan normal jika garispertahanan fleksibelnya tidak dapat melindungi secara adekuat. Jika itu terjadi. maka sistem klien akan bereaksi dengan

menampakan adanya gejala ketidakstabilan atau sakit dan akan mengurangi kemampuan sistem untuk mengatasi stressor tambahan.

Garis pertahanan normal ini terbentuk dari beberapa variabel

dan perilaku seperti pola koping individu, gaya hidup dan tahap perkembangan.

(6)

Cont ...

garis pertahanan fleksibel.

berperan memberikan respon awal atau perlindungan pada sistem dari stressor. Garis ini bisa menjauh atau mendekat pada garis pertahanan normal. Bila jarak antara garis pertahanan meningkat maka tingkat proteksipun meningkat. Oleh sebab itu untuk

mempertahankan keadaan stabil dari sistem klien, maka perlu melindungi garis pertahanan normal dan bertindak sebagai buffer. Kondisi ini bersifat dinamis dan dapat

berubah dalam waktu relatif singkat. Disamping itu hubungan dari berbagai variabel (fisiologi, psikologis, sosiokultur, perkembangan dan spiritual) dapat

mempengaruhi tingkat penggunaan garis pertahanan diri fleksibel terhadap berbagai reaksi terhadap stressor.

(7)

Cont ...

Sedangkan garis perlawanan

merupakan serangkaian lingkaran putus-putus

yang mengelilingi struktur dasar. Artinya garis

resisten ini melindungi struktur dasar dan akan

teraktivasi jika ada invasi dari stressor

lingkungan melalui garis normal pertahanan

(normal line of defense). Misalnya mekanisme

sistem immun tubuh. Jika lines of resistance

efektif dalam merespon stressor tersebut,

maka sistem depan berkonstitusi, jika tidak

efektif maka energi berkurang dan bisa timbul

kematian.

(8)

Tingkatan pencegahan

Tingkatan pencegahan ini membantu

memelihara keseimbangan yang terdiri dari

pencegahan primer, sekunder dan tersier.

a. Pencegahan primer : terjadi sebelum

sistem bereaksi terhadap stressor,

meliputi : promosi kesehatan dan

mempertahankan kesehatan. Pencegahan

primer mencakup : immunisasi,

pendidikan kesehatan, olah raga dan

perubahan gaya hidup.

(9)

b.

Pencegahan sekunder. Meliputi berbagai tindakan

yang dimulai setelah ada gejala dari stressor.

Pencegahan sekunder mengutamakan pada

penguatan internal lines of resistance, mengurangi

reaksi dan meningkatkan faktor-faktor resisten

sehingga melindungi struktur dasar melalui

tindakan-tindakan yang tepat sesuai gejala.

Tujuannya adalah untuk memperoleh kestabilan

sistem secara optimal dan memelihara energi. Jika

pencegahan sekunder tidak berhasil dan rekonstitusi

tidak terjadi maka struktur dasar tidak dapat

mendukung sistem dan intervensi-intervensinya

sehingga bisa menyebabkan kematian.

(10)

c

. Pencegahan Tersier: Dilakukan setelah

sistem ditangani dengan strategi-strategi

pencegahan sekunder. Pencegahan tersier

difokuskan pada perbaikan kembali ke arah

stabilitas sistem klien secara optimal.

Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat

resistansi terhadap stressor untuk

mencegah reaksi timbul kembali atau

regresi, sehingga dapat mempertahankan

energi. Pencegahan tersier cenderung

(11)

Sistem klien

Merupakan suatu pendekatan sistem yang

terbuka dan dinamis terhadap klien yang

dikembangkan untuk memberikan suatu

kesatuan fokus definisi masalah

keperawatan dan pemahaman terbaik

dari interaksi klien dengan lingkungannya.

Elemen-elemen yang ada dalam sistem

terbuka mengalami pertukaran energi

informasi dalam organisasi kompleksnya.

Stress dan reaksi terhadap stres

merupakan komponen dasar dari sistem

terbuka. Klien sebagai sistem bisa

individu, keluarga, kelompok, komunitas

atau sosial issue (Tomey & Alligood,

(12)

Struktur dasar

Struktur dasar berisi seluruh

variable untuk mempertahankan

hidup dasar yang biasa terdapat

pada manusia sesuai karakteristik

individu yang unik.

Variabel-variabel tersebut yaitu Variabel-variabel

sistem, genetik, dan

kekuatan/kelemahan

bagian-bagian sistem.

(13)

Intervensi

Merupakan tindakan-tindakan

yang membantu untuk

memperoleh, meningkatkan

dan memelihara sistem

keseimbangan, terdiri dari

pencegahan primer, sekunder

dan tertier.

(14)

Rekonstitusi

 sebagai peningkatan energi yang terjadi berkaitan dengan

tingkat reaksi terhadap stressor.

 dapat dimulai menyertai tindakan terhadap invasi

stressor.

Rekonstitusi adalah suatu adaptasi terhadap stressor

dalam lingkungan internal dan eksternal.

bisa memperluas normal line defense ke tingkat

sebelumnya, menstabilkan sistem pada tingkat yang lebih rendah, dan mengembalikannya pada tingkat semula

sebelum sakit.

Yang termasuk rekonstitusi adalah faktor-faktor

interpersonal, intrapersonal, ekstrapersonal dan

lingkungan yang berkaitan dengan variabel fisiologis, psikologis, sosiokultural, perkembangan dan spiritual.

(15)
(16)

Perbedaan Grand Theory Dgn

Filosofi

Grand teori adalah struktur

konseptual model keperawatan

yang hampir abstrak, tapi

mengusulkan hasil didasarkan

pada penggunaan dan aplikasi

model dalam praktek

keperawatan. Sedangkan

Filosofi Theory didasarkan pada

keyakinan atau asumsi.

(17)

Penerapan grand teori pada

tatanan nyata menurut Orem

Universal Self-Care Requisites

Tujuan universally required adalah untuk mencapai perawatan diri atau kebebasan merawat diri dimana harus memiliki kemampuan untuk mengenal, memvalidasi dan proses dalam memvalidasi mengenai anatomi dan fisiologi manusia yang berintegrasi dalam lingkaran kehidupan.

Developmental self-care requisites

Berhubungan dengan tingkat perkembangn individu dan lingkungan dimana tempat mereka tinggal yang berkaitan dengan perubahan hidup seseorang atau tingkat siklus kehidupan. Tiga hal yang berhubungan dengan tingkat perkembangan perawatan diri adalah:

Situasi yang mendukung perkembangan perawatan diri Terlibat dalam pengembangan diri

Mencegah atau mengatasi dampak dari situasi individu dan situasi

(18)

Health deviation self-care requisites

perawatan diri ditujukan kepada orang-orang yang

sakit atau trauma, yang mengalami gangguan

patologi, termasuk ketidakmampuan dan penyandang

cacat juga yang berada sedang dirawat dan menjalani

terapi. Adanya gangguan kesehatan terjadi sepanjang

waktu sehingga mempengaruhi pengalaman mereka

dalam menghadapi kondisi sakit sepanjang hidupnya.

Therapeutic self-care demand

Terapi pemenuhan kebutuhan dasar berisi mengenai

suatu program perawatan dengan tujuan pemenuhan

kebutuhan dasar pasien sesuai dengan tanda dan

(19)

Penerapan grand teori pada

tatanan nyata menurut Rogers

Menggunakan Prinsip-prinsip Roger dalam

Proses Keperawatan

Keperawatan bekerja dengan klien meliputi proses

keperawatan dengan menunjukkan bahwa perawat

memperhatikan manusia secara keseluruhan, tidak

cukup satu aspek, satu masalah, atau terbatas pada

pemenuhan kebutuhannya saja

Hubungan Teori Keperawatan Martha E.

Rogers dengan Riset Keperawatan

Roger menunjukkan bahwa kebutuhan kritis dalam

keperawatan adalah merupakan dasar pengetahuan

dalam aktifitas penelitian keperawatan

(20)

Hubungan Teori Keperawatan Martha

E. Rogers dengan Pendidikan

Keperawatan

keperawatan adalah profesi yang di

pelajari, unik serta memiliki batang tubuh

pengetahuan, maka ia sangat

menganjurkan bagi perawat untuk

menempuh pendidikan dalam

(21)

Hubungan teori keperawatan Martha E. Rogers

dengan Praktik Keperawatan

ada tujuh trend yang ada dalam praktik keperawatan, yang kesemuanya berdasar pada konsep teori yang di kemukakan Martha E Rogers.

1) Pemberian kewenangan penuh dalam hubungan perawat klien

2) Menerima perbedaan sebagai sesuatu yang wajar 3) Penyesuaian terhadap pola

4) Menggunakan modalitas gelombang seperti lampu musik, pergerakan dalam proses penyembuhan.

5) Menunjukkan suatu perubahan yang positif

6) Memperluas fase pengkajian dalam proses keperawatan 7) Menerima hubungan yang menyeluruh dalam hidup.

(22)

Penerapan grand teori pada

tatanan nyata menurut Roy

Perawat harus mampu bertindak untuk mempersiapkan

pasien mengantisipasi perubahan melalui penguatan regulator, cognator dan mekanisme koping yang lain.

Pada situasi sehat, perawat berperan untuk membantu

pasien agar tetap mampu mempertahankan kondisinya sehingga integritasnya akan tetap terjaga. Misalnya

melalui tindakan promotif perawat dapat mengajarkan bagaimana meningkatkan respon adaptif.

Pada situasi sakit, pasien diajarkan meningkatkan respon

adaptifnya akibat adanya perubahan lingkungan baik internal maupun eksternal.

orang yang mengalami kecacatan akibat amputasi

karena kecelakaan. Perawat perlu mempersiapkan pasien untuk menghadapi realita.

(23)

fenomena keperawatan yang ada di

tempat bekerja

Dalam salah satu kegiatan kami di

masyarakat, kami menghadapi suatu

keluarga yaitu pasangan yang baru

menikah dengan usia yang sangat muda

(keduanya 18 tahun). Mereka telah

menikah selama 3 bulan, dan pasangan

tersebut sudah menghadapi banyak

stres.Mereka tinggal bertiga bersama ibu

dari pihak suami. Sang ibu merasa bahwa

ibu mertua terlalu menguasai dan

mencampuri urusan keluarganya. Saat ini

si ibu muda sedang hamil 12 minggu,

sementara sang suami belum mempunyai

pekerjaan yang dapat diharapkan untuk

membiayai keluarga. Bersama ibu mertua,

untuk membantu keuangan keluarga,

setiap hari si ibu membuat kue basah yang

dititipkan di warung.

(24)

Referensi

Dokumen terkait

Bab III adalah Hasil Penelitian dan Pembahasan yang berisi tentang perlindungan hukum terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana pencabulan, pertimbangan hakim dalam

Keluar masuknya karyawan yang tinggi tersebut terjadi karena disebabkan oleh mereka merasa kurang puas dengan lingkungan kerja yang tidak nyaman, hubungan yang kurang

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa pada siklus I diperoleh jumlah 21,42 dan meningkat menjadi 28,31 yang berarti terdapat kenaikan dengan demikian dapat

This study was to find out the answer to the following research problems: First, how is a set of instructional materials implementing Task Based Learning for the first grade of

Boleh dengan merujuk kepada Pekeliling Akademik Bilangan 1 Tahun 2013 mengenai Status Permohonan Pelanjutan Selepas Tempoh Asal Pengajian atau Tempoh Maksima Pengajian (48

Arsitektur tropis dapat berbentuk apa saja tidak harus serupa dengan bentuk- bentuk arsitektur tradisional yang banyak dijumpai di wilayah Indonesia, sepanjang rancangan

melakukan/menyelesaikan kegiatan/tugas tanpa bantuan guru secara tepat,cepat dan benar, √ = anak yang menunjukkan kemampuan sesuai dengan indikator yang diharapkan dalam SKH,

banyak dipengaruhi oleh pengalaman panjang yang telah dilaluinya.. 9 Disamping itu, kemampuan sosial guru, khususnya dalam berinteraksi dengan peserta didik merupakan suatu hal