Peran Varietas Tahan dalam PHT
Dr. Akhmad Rizali
Stabilitas Agroekosistem
•
Berbeda dengan ekosistem alami, kebanyakan sistem
produksi tanaman secara ekologis tidak stabil, tidak
berkelanjutan, dan bergantung pada energi
•
Domestikasi (penjinakan) tanaman dan praktek budidaya
mempengaruhi keanekaragaman spesies dan mekanisme
pertahanan alami tanaman
•
Tanaman budidaya berasal dari jenis tanaman yang secara
genetik beragam. Namun, tanaman sekarang ditanam
dalam skala luas, secara genetik homogen, merupakan
praktek budidaya yang dapat mengurangi keragaman
genetik dan spesies dan meningkatkan kemungkinan
infestasi OPT
•
Ketahanan tanaman adalah sejumlah relatif kualitas
tanaman yang dapat diturunkan yang mempengaruhi
derajat kerusakan oleh serangga
DAYA DUKUNG AWAL
KESEIMBANGAN UMUM AWAL BATAS KERUSAKAN EKONOMI
AMBANG EKONOMI (AE)
KESEIMBANGAN UMUM BARU
DAYA DUKUNG BARU
PENGGUNAAN VARIETAS TAHAN
Dinamika Populasi Hama Teoritis dalam Hubungannya
dengan Pengendalian Menggunakan Varietas tahan
Mekanisme Ketahanan
•
Pengaruh Hubungan timbal balik OPT ‐ tanaman inang
•
Varietas tanaman tahan menekan kelimpahan OPT atau
meningkatkan tingkat toleransi kerusakan tanaman.
Dengan kata lain, tanaman tahan OPT mengubah hubungan
OPT dengan tanaman inangnya. Bagaimana hubungan
timbal balik antara serangga dan tanaman dipengaruhi
tergantung pada jenis ketahanan, misalnya antibiosis,
antixenosis (non‐preferensi) atau toleransi
•
Ketahanan antibiosis mempengaruhi biologi OPT, sehingga
kelimpahan OPT dan kerusakan berikutnya berkurang
dibandingkan dengan apa yang akan terjadi jika OPT
tersebut berada pada tanaman rentan. Ketahanan
antibiosis sering mengakibatkan peningkatan kematian atau
penurunan lama hidup dan reproduksi serangga
•
Ketahanan antixenosis mempengaruhi perilaku serangga
hama dan biasanya dinyatakan sebagai non‐preferensi
(tidak dipilihnya) tanaman tahan oleh serangga
dibandingkan dengan tanaman rentan
•
Ketahanan toleran menyatakan kemampuan tanaman
menahan atau pulih dari kerusakan yang disebabkan oleh
kelimpahan serangga hama yang sama dibandingkan
dengan kerusakan tanaman tanpa sifat ketahanan (rentan)
•
Toleransi merupakan respons tanaman terhadap serangga
hama. Ketahanan toleransi berbeda dengan ketahanan
antibiosis dan antixenosis dalam hal bagaimana hal itu
mempengaruhi hubungan serangga‐tanaman. Ketahanan
antibiosis dan antixenosis menyebabkan respon serangga
saat serangga mencoba untuk menggunakan tanaman
tahan sebagai makanan, oviposisi, atau tempat tinggal
Istilah Ketahanan
•
Istilah ketahanan berikut banyak digunakan di dalam
fitopatologi daripada entomologi, yaitu
Ketahanan vertikal atau spesifik menyatakan ketahanan
yang hanya ditujukan untuk melawan beberapa biotip
spesies jasad pengganggu
Ketahanan horisontal atau umum menyatakan ketahanan
yang ditujukan untuk melawan semua biotip spesies jasad
pengganggu
Ketahanan hipersensitif menyatakan respon cepat
tanaman akibat terserang jasad pengganggu yang ditandai
dengan kematian prematur (nekrosis) jaringan yang
terinfestasi bersamaan dengan inaktivasi dan lokalisasi
terhadap agensia perusak
Kategori Ketahanan Genetik
•
Berdasarkan cara mewariskan (inheritance),
fenomena ketahanan dibagi dalam:
ketahanan monogenik adalah ketahanan yang diatur
oleh gen tunggal
ketahanan oligogenik adalah ketahanan yang diatur
oleh sedikit gen
ketahanan poligenik adalah ketahanan yang diatur
oleh banyak gen
•
Sebagian besar ketahanan tanaman tergolong
dalam kategori ketahanan oligogenik dan
poligenik
Jenis ketahanan dalam program PHT
•
Jenis ketahanan yang dipilih dalam program PHT
ditentukan oleh kestabilan dan keberhasilan varietas
tahan yang digunakan. Kategori ketahanan yang
berbeda mempunyai derajat efektivitas yang berbeda
dalam sistem PHT, yaitu bergantung pada gerakan dan
preferensi serangga hama.
•
Ketahanan antisenosis, antibiosis, dan toleran pada
level yang rendah dapat digunakan untuk usaha
pengendalian hama asli yang relatif kurang aktif
bergerak dan menyerang tanaman di awal
pertumbuhan tanaman. Apabila gerakan serangga
sangat aktif, pengendalian dapat dilakukan dengan
menggunakan varietas tahan antibiosis yang dapat
mematikan serangga
•
Penggunaan varietas toleran dalam PHT juga
dapat menguntungkan apabila dibandingkan
dengan antibiosis dan antisenosis karena varietas
toleran dapat menekan kemungkinan timbulnya
biotip serangga
•
Penggunaan varietas toleran juga dapat
mendukung peran musuh alami dalam
pengendalian hama, karena musuh alami tidak
dipengaruhi oleh perubahan struktur dan
kandungan senyawa sekunder tanaman
sebagaimana pada varitas tanaman dengan
ketahanan antisenosis dan antibiosis
•
Ketahanan pada level yang tinggi tidak diperlukan di
dalam PHT. Varietas dengan level ketahanan rendah
atau moderat dapat menguntungkan dalam PHT
•
Kunci keberhasilan dalam penggunaan varietas tahan
terletak pada penggabungan dengan cara
pengendalian yang lain di dalam suatu sistem
pengelolaan yang melibatkan cara pengendalian yang
lain, yaitu pengaturan waktu tanam, pengaturan waktu
panen, sanitasi, manipulasi inang alternatif, dan
periode bebas inang.
•
Pada beberapa kasus pengendalian terhadap serangga
hama, penggunaan tanaman tahan dapat menjadi
tumpuan utama dibandingkan cara pengendalian yang
lain, yaitu dalam hal sebagai berikut:
•
Jendela kepekaan hama terhadap perlakuan pestisida
sangat sempit, sehingga penggunaan pestisida
seringkali tidak efektif dan efisien
Misalnya pengendalian hama lalat kacang Ophiomya
phaseoli dan Etiella zinckenella pada tanaman kedelai
dengan insektisida kurang berhasil karena setelah telur
menetas, larva segera menggerek menuju ke dalam
jaringan tanaman sehingga terhindar dari pengaruh
insektisida
•
Tanaman dengan nilai ekonomis yang
rendah, sehingga penggunaan cara pengendalian
dengan insektisida kurang efisien
Misalnya penggunaan insektisida dalam pengendalian
hama tanaman padi kurang efisien, oleh karena itu
pengendalian hama wereng coklat dengan varietas padi
unggul tahan wereng (VUTW) lebih ekonomis
•
Hama senantiasa ada dan merupakan
pembatas tunggal dalam budidaya tanaman
tersebut di lahan yang luas
Misalnya hama penggerek batang pada tanaman
tebu akan lebih efisien apabila dibandingkan
dengan pengunaan cara pengendalian
menggunakan pestisida, dan cara pengendalian
yang lain tidak tersedia
Keuntungan Penggunaan Varietas Tahan
•
Penggunaan varietas tanaman tahan hama secara ekonomi,
ekologi, dan lingkungan menguntungkan
•
Manfaat ekonomi terjadi karena:
hasil panen diamankan dari kehilangan yang disebabkan oleh serangga hama
uang yang diamankan dengan tidak mengaplikasikan insektisida dalam kebanyakan kasus, biaya untuk keperluan benih pada
kultivar tahan lebih sedikit daripada kultivar peka.
•
Manfaat ekologi dan lingkungan dihasilkan oleh
peningkatan keanekaragaman spesies di dalam
agroekosistem, sebagian karena pengurangan penggunaan
insektisida. Peningkatan keragaman spesies meningkatkan
stabilitas ekosistem yang mendorong sistem yang lebih
berkelanjutan, pencemaran jauh berkurang dan kurang
merugikan sumber daya alam
• Keuntungan besar penggunaan varietas tanaman tahan sebagai komponen PHT karena penggunaan varietas tahan:
kompatibel secara ekologi (aman)
kompatibel dengan taktik pengendalian langsung lainnya, misalnya pengendalian hayati, kimia, dan praktek bercocok tanam
• Varietas tahan serangga hama mensinergikan pengaruh taktik menekan serangga hama secara alami, hayati, dan praktek bercocok tanam
• Perlindungan tanaman dengan memanfaatkan tanaman tahan bekerja dengan mengganggu hubungan normal antara serangga hama dengan tanaman inangnya
• Konsep PHT menekankan perlunya menggunakan beberapa taktik untuk menjaga kelimpahan serangga hama, dan kerusakan di bawah tingkat ambang ekonomi. Dengan demikian, keuntungan besar penggunaan varietas tanaman tahan serangga sebagai komponen PHT muncul dari kompatibilitas ekologi dan kompatibilitas dengan taktik pengendalian langsung lainnya
Keuntungan penggunaan varietas
tahan dalam pandangan PHT
• 1. Penggunaannya praktis dan secara ekonomis menguntungkan. Hal itu karena dalam penerapan metode pengendalian ini, tidak memerlukan tambahan biaya dan ketrampilan khusus. Mengingat cara ini sebenarnya adalah praktek cara bercocok tanam biasa. Dengan demikian biaya pengendalian dengan menggunakan tanaman tahan lebih murah. Selain itu (i) hasil panen diamankan dari kehilangan yang disebabkan oleh serangga hama, (ii) uang yang diamankan dengan tidak mengaplikasikan insektisida, dan (iii) dalam kebanyakan kasus, biaya untuk keperluan benih pada kultivar tahan lebih sedikit daripada kultivar peka.
• 2. Bersifat spesifik. Penggunaan varietas bersifat spesifik, artinya hanya ditujukan pada hama sasaran tetapi kurang berpengaruh terhadap hama bukan sasaran atau musuh alaminya.
• 3. Efektivitas pengendalian bersifat kumulatif dan persisten. Penanaman varietas tahan dari musim ke musim dapat semakin menurunkan populasi hama, oleh karena itu pengaruh penggunaan varietas tahan bersifat kumulatif. Persistensi varietas tahan bersifat relatif, yaitu apabila penggunaan varietas tahan dibarengi dengan usaha pergiliran varietas tahan hama yang baik, maka sifat persistensi tersebut dapat berlangsung lebih lama. • 4. Kompatibel dengan cara pengendalian yang lain.
Pengendalian dengan varietas tahan dapat dipadukan dengan cara pengendalian yang lain, sehingga secara bersama‐sama
pengaruhnya dapat optimal dalam mengendalikan populasi hama. • 5. Dampak negatif pengendalian terhadap lingkungan relatif kecil.
Yang dimaksud adalah cara pengendalian dengan menggunakan varietas tahan tidak meninggalkan residu beracun, tidak berbahaya bagi manusia, flora dan fauna, dan organisme berguna.
Keterbatasan Penggunaan Varietas Tahan
• 1. Masalah waktu dan biaya pengendalian. Dalam menciptakantanaman tahan dibutuhkan dana infestasi yang cukup besar, yaitu terutama untuk kegiatan penelitian dan pengembangan. Selain itu, usaha untuk mencari sumber gen serta prosedur seleksi yang rumit, dapat menyebabkan pengembangan varietas tahan membutuhkan waktu yang cukup lama.
• 2. Keterbatasan sumber gen ketahanan. Dari koleksi plasma nutfah yang ada ternyata tidak seluruhnya mengandung gene‐gene ketahanan terhadap hama yang dimaksud. Hal itu justru dapat memperlama proses penciptaan varietas tahan. Penggunaan mutasi gene guna meningkatkan sumber keragaman ternyata juga
menimbulkan masalah baru, yaitu teknik mutasi cukup rumit. • 3. Timbulnya biotipe hama. Hama melalui proses seleksi alam
dapat mengubah preferensinya, dari tidak mau makan atau teracuni varietas tahan menjadi mampu memakannya, yaitu melalui
pembentukan biotipe baru
Kompatibilitas Varietas Tahan dengan
Cara Pengendalian yang lain
• a. Penggabungan dengan Tanaman Perangkap
• Kombinasi tanaman perangkap yang ditanam lebih awal dengan tanaman tahan dapat menekan populasi hama sehingga dengan demikian dapat menekan aplikasi insektisida. Misalnya dalam pengendalian hama kapas Anthonomus grandis Bohemian (Coleoptera: Carabidae) dilakukan dengan mengkombinasi penanaman varietas kapas peka, yaitu La 1363 Lsne sebagai tanaman perangkap dengan varietas tahan, yaitu La 81‐560 FN. Dengan cara tersebut populasi hama A. grandis dapat
terkonsentrasi pada varietas peka sehingga mudah dikendalikan dengan insektisida.
• Cara yang sama juga dapat dilakukan untuk pengendalian hama kapas, yaitu dengan mengkombinasikan penanaman tanaman peka, yaitu jagung berdampingan dengan tanaman kapas yang tahan dapat mengkonsentrasikan serangan hama Heliothis zea sehingga memudahkan untuk dikendalikan dengan insektisida.
•
Penggabungan dengan Tanaman Perangkap
•
Kombinasi dengan tanaman perangkap juga dapat
meningkatkan populasi musuh alami. Misalnya, penanaman
tanaman padi yang peka 20 hari lebih awal dikombinasikan
dengan tanaman yang tahan dapat meningkatkan populasi
musuh alami hama wereng coklat Nilaparvata lugens Stal.
Penanaman tanaman rips dapat mengkonsentrasikan
serangan hama Plutella xylostella L. sehingga dapat
meningkatkan populasi parasitoid telur Diadegama
cerophaga L. (Lepidoptera : Yponomeutidae)
•
b. Dengan Pengendalian Kimia
•
Kelebihan utama penggunaan varietas tahan dalam
pengendalian hama adalah efeknya bersifat kumulatif, yaitu
padat populasi hama dapat menurun secara konstan dari
generasi ke generasi berikutnya. Dengan demikian aplikasi
pestisida dapat lebih mudah dan kebutuhan pestisida
menjadi lebih rendah
•
Misalnya, penanaman varietas sorgum dengan
ketahanan moderat dapat meningkatkan nilai ambang
ekonomi pengendalian dengan insektisida terhadap
hama Contarinia sorghicola (Coquillett) (Diptera:
Cecidomyiidae), sehingga dapat menurunkan
penggunaan insektisida per satuan luas. Hal yang sama
juga terjadi apabila pengendalian hama wereng coklat
Nilaparvata lugens Stal dilakukan dengan penanaman
tanaman yang tahan
•
Selain itu, penurunan penggunaan insektisida apabila
digabungkan dengan penggunaan varietas tahan dapat
disebabkan oleh 3 hal, yaitu (a) tanaman tahan
menciptakan tajuk tanaman yang lebih terbuka
sehingga aplikasi insektisida dapat mencapai target
secara merata
Kompatibilitas Varietas Tahan dengan
Cara Pengendalian yang lain
• (b) perubahan morfologi pada tanaman tahan dapat memudahkan musuh alami dalam mencari inang/mangsanya, dan (c)
keterbatasan nilai nutrisi atau tersedianya senyawa racun pada tanaman tahan dapat meningkatkan kepekaan serangga terhadap insektisida.
• Keuntungan tambahan dalam penggabungan insektisida dengan tanaman tahan adalah terutama dihasilkan oleh keterbatasan penggunaan insektisida, yaitu dapat menekan terjadinya serangga yang resisten, mencegah terjadinya polusi, dan dapat mencegah kematian musuh alami.
• c. Dengan Pengendalian Hayati
• Kombinasi parasitoid dan predator dengan varietas tahan dapat meningkatkan hasil pengendalian terhadap hama tanaman alfalfa, kapas, jagung, kentang, padi, sorgum, kedelai, dan gandum.