• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENYELARASAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI ASN DAN PENATAAN PERANGKAT DAERAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENYELARASAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI ASN DAN PENATAAN PERANGKAT DAERAH"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

PENYELARASAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI ASN DAN PENATAAN PERANGKAT DAERAH

oleh :

Dr. NURDIN, S.Sos, M.Si KASUBDIT WILYAH I- DIT FKKPD DIREKTORAT JENDERAL OTONOMI DAERAH

KEMENTERIAN DALAM NEGERI

(2) Pengembangan karier PNS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan mempertimbangkan integritas dan moralitas.

(3) Kompetensi sebagaimana dimaksud ayat (1) meliputi:

a. kompetensi teknis yang diukur dari tingkat dan

spesialisasi pendidikan, pelatihan teknis fungsional, dan pengalaman bekerja secara teknis;

b. kompetensi manajerial yang diukur dari tingkat

pendidikan, pelatihan struktural atau manajemen, dan pengalaman kepemimpinan; dan

c. kompetensi sosial kultural yang diukur dari pengalaman

kerja berkaitan dengan masyarakat majemuk dalam hal

agama, suku, dan budaya sehingga memiliki wawasan

kebangsaan.

(2)

Pasal 233

(1) Pegawai aparatur sipil negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 93 ayat (2) yang menduduki jabatan kepala Perangkat Daerah, harus memenuhi

kompetensi:

a. kompetensi teknis;

b. kompetensi manajerial; dan c. kompetensi sosial kultural.

(2) Selain memenuhi kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pegawai aparatur sipil negara yang menduduki jabatan kepala Perangkat Daerah harus memenuhi kompetensi pemerintahan.

(3) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) berlaku secara mutatis mutandis terhadap pegawai aparatur sipil negara yang menduduki jabatan administrator dibawah kepala perangkat daerah dan jabatan pengawas.

(4) Kompetensi teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a ditetapkan oleh menteri/kepala lembaga pemerintah non kementerian setelah dikoordinasikan dengan Menteri.

(5) Kompetensi pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan oleh Menteri.

Kompetensi dan Penyelenggaran Pemda

Kebijakan Standarisasi Kompetensi Penyelenggara Pemda adalah menstadarisasi kompetensi penyelenggara urusan Pemerintahan yang didesentralisasikan kepada Provinsi dan Kabupaten/Kota ke dalam jenjang jabatan ASN pada setiap Organisasi Perangkat Daerah.

Meliputi:

I. Urusan Pemerintahan A. Urusan Kongkuren B. Urusan Umum II. Pembagian Wilayah

A. Pusat/Kemendagri B. Provinsi

C. Kabupaten D. Kecamatan E. Kelurahan dan Desa

III. Organisasi Pemerintahan Kemdagri dan Pemda

A. Pusat (Komponen Kemendagri : PUM, Otda, Keuda, Bangda, Dukcapil, Kesbangpol, PMD, Setjen, Litbang, Irjen, IPDN, Diklat, BNPP)

B. Perangkat Daerah Provinsi (Sekt. Daerah, Skt. DPRD, Inspektorat, Dinas, Badan);

C. Perangkat Daerah Kabupaten/Kota Perangkat Daerah Provinsi (Sekt. Daerah, Skt.

DPRD, Inspektorat, Dinas, Badan, Kecamatan

(3)

Kompetensi dan Jabatan ASN

IV. Jabatan ASN

A. Jabatan Administrasi 3 jenjang (pelaksana, pengawas, administrator);

B. Jabatan Fungsional 2 kelompok (terampil dan ahli) 1) Terampil 4 jenjang (pemula, mahir, terampil, penyelia);

2) Ahli 4 jenjang (pertama, muda, madya, utama)

C. Jabatan Pimpinan Tinggi 2 kelompok (pratama dan madya) V. Kompetensi Penyelenggara Pemerintahan

A. Kompetensi Teknis (Derivatif UU 5/2014 dan UU 23/2014) B. Kompetensi Manajerial (Derivatif UU 5/2014 dan UU 23/2014) C. Kompetensi Sosio Kultural (Derivatif UU 5/2014 dan UU 23/2014) D. Kompetensi Pemerintahan (Derivatif UU 23/2014)

PETA FUNGSI URUSAN PEMERINTAHAN DALAM NEGERI DAN KEBUTUHAN KUALIFIKASI DAN KOMPETENSI PEGAWAI ASN

Pembentukan Daerah Otonom

Jabatan2 Pengisian Personil KDH &

DPRD

Penyerahan Urusan

PEMBINAAN DAN PENGAWASAN PEMDA Urusan Pem Pemerintah

Daerah

Anggaran Organisasi Perangkat Daerah Program/ Kegiatan

KINERJA PEMDA

PERSONIL

K / L

berdasarkan perbandingan objektif antara kompetensi, kualifikasi, dan persyaratan yang dibutuhkan oleh jabatan dengan yang dimiliki oleh pegawai.

1 2

3

4 5

6 7 8

9 9

10

11

(4)

DIMANA KOMPETENSI DAN UNTUK APA KOMPETENSI ITU

Sistem Informasi Pemetaan

Urusan dan Layanan Analisis abatan dan Beban Kerja Layanan Masyarakat dan Layanan

Pendukung

Urusan

Indikator Urusan

OPD Peta Tugas

Informasi Jabatan Kewenangan

Rencana Kerja Sasaran Kerja

Pegawai

Sasaran Kerja Organisasi

L A Y A N A N

Order

Order

Order Personil

ASN

SISTEM BIROKRASI LAYANAN PUBLIK

ANJAB- ABK

SERTIFIKASI

PENILAIAN KINERJA

DATA PENDUDUK ASN dan Kompetensinya

DATA ORG PEMDA

REFORMASI BIROKRASI REFORMASI BIROKRASI

Goals of the 1st Five Year Plan (2010–2014)

Goals of 2nd Five Year plan (2015–

2019)

Goals of 3rd Five Year Plan (2020–

2024)

WORLD CLASS PUBLIC SERVICE

REGULATION DRIVEN PUBLIC SERVICE

PERFORMANCE DRIVEN PUBLIC SERVICE

DYNAMIC PUBLIC SERVICE

ROADMAP REFORMASI BIROKRASI

(5)

T A H A P A N P E R K E M B A N G A N B I R O K R A S I D A N B I R O K R A S I P E M D A

Birokrasi konvensional Role Driven Birokrasi /WEBERIAN Ciri-ciri:

1. Memposisikan diri hanya sebagai regulator (rule driven),

2. lebih banyak berperan untuk mengatur masyarakat, 3. membatasi ruang

partisipasi bagi masyarakat untuk terlibat dalam proses pengambilan kebijakan, 4. sistem manajemen SDM

berbasis pada kolusi dan nepotisme, serta tidak memiliki standar kinerja.

Birokrasi Reformasi

(Performance Driven Birokrasi) Curu-ciri:

1.Mmpergunakan paradigma

“New Public Administration”

2.pengelolaan mekanisme kerja dan pengambilan keputusan banyak

mempergunakan pendekatan ilmu manajemen,

3.senantiasa mendasarkan diri pada tuntutan dan kebutuhan masyarakat (customer driven) dalam setiap pengambilan keputusan.

Birokrasi profesional (Dynamic Birokrasi) . Ciri-ciri

1.mengembangkan pendekatan “Open Government Partnership”

2.kinerja birokrasi senantiasa mendasarkan pada keterbukaan informasi dan partisipasi masyarakat 3.Sistem manajemen SDM birokrasi pada penciptaan inovasi-inovasi kerja dan 4.layanan berbasis teknologi informasi guna meningkatkan daya saing negara di kompetisi global.

3

1 2

PERKEMBANGAN BIROKRASI DI BERBAGAI NEGARA PERKEMBANGAN BIROKRASI DI BERBAGAI NEGARA

REGULATION DRIVEN BIROKRASI/

WEBWRIAN

PERFORMANCE DRIVEN BIROKRASI

DYNAMIC BIROKRASI

No Negara PERIODE PENCAPAIAN BIROKRASI 1. USA, INGGRIS, CANADA,

NEW ZWALAND DAN AUSTRALIA

1930-1990 1990-2000 2000-SEKARANG

2. Korsel, Singapore

3. INDONESIA 1945 - 2014 2014 - …2025 2026 ----

(6)

MENCARI STRATEGI BARU MENGEJAR KETERTINGGALAN BIROKRASI INDONESIA

MENCARI STRATEGI BARU MENGEJAR KETERTINGGALAN BIROKRASI INDONESIA

REGULATION DRIVEN BIROKRASI/

WEBWRIAN 1945-2014

PERFORMANCE DRIVEN BIROKRASI 2010-2025

DYNAMIC BIROKRASI 2025-....

UNTUK MENGEJAR KETERTINGGALAN BIROKRASI TIDAK CUKUP DENGAN PENTAHAPAN, TETAPI HARUS DILAKSANAKAN SECARA BERSAMAAN DENGAN PENGGUNAAN IT YANG TERINTEGRASI

DYNAMIC LOCAL GOVERNMET FRAMEWORK

Sistem Informasi Pemetaan

Urusan dan Layanan Sistem Informasi Analisis Jabatan dan Beban Kerja

Aplikasi Layanan Masyarakat Urusan

Indikator Urusan

OPD Peta Tugas

Informasi Jabatan Kewenangan

Rencana Kerja Sasaran Kerja

Pegawai

Sasaran Kerja Organisasi

L A Y A N A N

Order

Order

Order Personil

ASN

SISTEM BIROKRASI LAYANAN PUBLIK

ANJAB- ABK

SERTIFIKASI

PENILAIAN KINERJA

DATA PENDUDUK DATA ASN

DATA ORG PEMDA

(7)

SISTEM SERTIFIKASI DAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI

1. KUALIFIKASI (Tingkatan Keahlian pada Pekerjaan dan dapat dilekatkan pada organisasi)

2. STANDAR KOMPETENSI (Rumusan Pengetahuan, Ketrampilan dan Sikap yang diperlukan untuk

melaksanakan pekerjaan, yang disusun berdasarkan urusan pemerintahan)

3. PROGRAM DIKLAT BERBASIS KOMPETENSI (dikembangkan berdasarkan kualifikasi yang akan dicapai dengan menggunakan standar kompetensi yang relevan)

4. SERTIFIKASI KOMPETENSI MELALUI UJI

KOMPETENSI (Pemberian Pengakuan atas

pencapaian Kompetensi)

(8)

PENYUSUNAN KUALIFIKASI

1. Kualifikasi Berdasarkan KKNI (9 Jenjang) 2. Berdasarkan Jenjang Jabatan

– JPT

– Administrasi

• Administrator

• Pengawas

• Pelaksana

– Jabatan Fungsional

S2

S1 S3

Sekolah Menengah Umum

Profesi Spesialis

D I

D IV

D III

D II

Sekolah Menegah Kejuruan

1 2 3 4 5 7 8 9

6

(9)

ADMIN UMUM

1 2 3 4 5 7 8 9

6

AHLI

TEKNISI/ANALIS ADM UMUM IV ADM UMUM III OPERATOR EVALUATOR

ANALIS KEBIJAKAN FASILITATOR

KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL PEMERINTAHAN DALAM NEGERI

1 2 3 4 5 7 8 9

6

KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL PEMERINTAHAN DALAM NEGERI

ANJAK Madya MEDIA

Madya FASIL Madya

AN JAK Muda EVA

Madya

MEDIA Muda

FASIL Muda

ANJAK Pertama EVA

Muda

MEDIA Pertama

FASIL Pertama EVA

Pertama ADMUM Lanjutan ADMUM Pemula Pej. Struktural Es. II

- Pej. Struk Es. IV (Anjak Muda)

-Pej. Struk Es. III - Pej.Struk Es IV (Anjak) Pej. Struk Es IV

PEJ.FU (D4/S1)

- Pej. Um (D4/S1) - PEJ.Fum (D3) Pej.F.Um (SMU,D1, D2)

(10)

Kerangka Kerja Pengembangan Sistem Informasi Perangkat Daerah Birokrasi Masyarakat

BISNIS PROSES

SDM Recertification

SDM Retraining Recertification

EDUKASI FASILITAS.

LAYANAN BERBASIS MOBILE APP

Urusan 1 Layanan 1 Layanan 2

dst…

Urusan 2, Layanan 1 Layanan 2

dst…

PEMBER- DAYAAN PEMBER-

DAYAAN

PENDAM- LAYANAN PENDAM- PINGAN

LAYANAN Urusan 3,

Dst…

KIOS LAYANAN

KIOS LAYANAN

KONKUREN ABSOLUT

1. PERTAHANAN 2. KEAMANAN 3. AGAMA 4. YUSTISI 5. POLITIK LUAR

NEGERI 6. MONETER &

FISKAL

PILIHAN Pertambangan, Perdagangan, dll.

Kes, Pendidik, PU, dll.

WAJIB

PELAYANAN DASAR PELAYANAN

DASAR

NON DASAR

NON PELAYANAYAN

DASAR

J U M L A H L A Y A N A N B A G I M A S Y A R A K A T O L E H P E M E R I N T A H D A N P E M E R I N T A H A N D A E R A H J U M L A H L A Y A N A N B A G I M A S Y A R A K A T O L E H P E M E R I N T A H D A N P E M E R I N T A H A N D A E R A H

Dibagi berdasarkan prinsip Eksternalitas, Akuntabilitas dan Efisiensi

Dibagi berdasarkan prinsip Eksternalitas, Akuntabilitas dan Efisiensi

Layanan Daerah Layanan Pusat di Daerah

Layanan Pemda UMUM

URUSAN PEMERINTAHAN

Layanan Pemda Layanan

Pemda LAYA

NAN PUM

Layanan Pusat oleh Wakil di

daerah

Perangkat Daerah Wakil Pusat di

Daerah Wakil Pusat di

Daerah Perangkat

Pusat Perangkat

Pusat

(11)

MOBILE PUBLIC SERVICE DELIVERY

Start

Berita/

Maklumat

Urusan 1

Urusan 2

Urusan 3 dst…

Layanan

Urusan 1

Layanan 1

Layanan 2 dst…

Urusan 2

dst… Layanan 1

Layanan 2 dst…

Pengaduan

Bantuan

Urusan 1

Urusan 2 dst…

Mockup Aplikasi

(12)

Mockup Aplikasi

Mockup Aplikasi

(13)

INFRASTRUKTUR DAN APLIKASI BERBAGAI PAKAI

KEEMNDAGRI APLIKASI NASIONAL

KEMENKOMINFO INFRASTRUKTUR dan PENGAMAN

NASIONAL K/L

KONTENT NASIONAL

GUBERURL PENGELOLA

PROVINSI MIS DISKOMINFO

PROV PERANGKAT DAERAH

(KONTENS PROVINSI)

PENGELOLA KAB/KOTA DISKOMINFO

KAB/KOTA PERANGKAT DAERAH

(KONTENS KAB./KOTA)

KIOS YALAYAN

MASYARAKAT MASYARAKAT MASYARAKAT

MENATA KELEMBAGAAN PERANGKAT DAERAH UNTUK MENJADI BIROKRASI GENERASI KETIGA

(OPEN GOVERNMENT PARTNERSHIP)

(14)

KERANGKA INTEGRASI PENATAAN URUSAN, KELEMBAGAAN DAN KEPEGAWAIAN PADA PERANGKAT DAERAH SERTA PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN

Urusan Pemerintahan

Urusan Pemerintahan

Sub Urusan Sub Urusan Pemerintahan

Fungsi Dasar/ Tugas Urusan Pemerintahan Indikator

Kriteria Unjuk Kerja Kelembagaan

Daerah Kelembagaan

Perangkat Daerah

Pegawai ASN pd Perangkat Daerah

Peta Jabatan dan Atributnya

Kualifikasi Pegawai ASN pada Perangkat

Daerah

• Kepala

• JFU

• Kepala

• Administrator

• Pengawas

• JFT

• JFU

• JPT/Admnistrator

• JFU

• JPT/Admnistrator

• Administrator

• Pengawas

• JFT

• JFU

Penilaian Kinerja Individu Pemaketan dan Penilaian Kompetensi

Pemaketan dan Penilaian Kompetensi Program &

Anggaran

IKU

PROGRAM ANGGARAN

Kewenangan

Langkah Kerja Langkah

Kerja

Kinerja Organisasi, Daerah, Program dan K/L di Daerah Kinerja Organisasi, Daerah, Program dan K/L di Daerah

26

INDIKATOR PENGUKURAN KELEMBAGAAN URUSAN PEMERINTAHAN

BIDANG PENDIDIKAN (KAB./KOTA)

(15)

26

INDIKATOR PENGUKURAN KELEMBAGAAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PENDIDIKAN (KAB./KOTA)

Pedoman Nomenklatur Perangkat Daerah

(16)

Pedoman Nomenklatur Perangkat Daerah

Pedoman Nomenklatur Perangkat Daerah

(17)

Perenca naan Kerja

Perencaa an Program

dan Anggaran

Sasaran Kerja Pegawai Rencana

Kerja Organisasi

Target:

Nasional Daerah

TEKNIS MENGINTEGRASIKAN PENATAAN URUSAN, KELEMBAGAAN, KEPEGAWAIAN SERTA PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN PADA PERANGKAT DAERAH

Perenca naan Kerja

Perencaa an Program

dan Anggaran Sasaran

Kerja Pegawai Rencana Kerja Organisasi

Target:

Nasional Daerah

TEKNIS MENGINTEGRASIKAN PENATAAN URUSAN, KELEMBAGAAN, KEPEGAWAIAN SERTA PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN PADA PERANGKAT DAERAH

Urusan Pemerintahan

Urusan Pemerintahan

Sub Urusan Sub Urusan Pemerintahan

Jenis Layanan/Fungsi

Pemerintahan Jenis Layanan/Fungsi

Dasar/Tugas Urusan Pemerintahan

Jangkauan Layanan/Indikator

Jangkauan Layanan/Indikator

Kewenangan

URAIAN TUGAS

JUMLAH LAYANAN TUGAS UTAMA TUGAS PENUNJANG

Jenis Layanan

(18)

Pedoman Nomenklatur Perangkat Daerah

N O M E N K L A T U R D A N D E P A R T E M E N T A S I P E R A N G K A T D A E R A H

 K/L menetapkan nomenklatur perangkat daerah berupa pengelompokan fungsi yang sejenis, sedangkan nomenklatur jabatan ditetapkan oleh daerah.

 Departementasi jabatan dilakukan oleh daerah dengan menghindari terjadinya tumpang tindih tusi dan disesuaikan dengan volume beban nyata setiap fungsi.

 Departementasi dapat berdasarkan pendekatan fungsi, pelanggan, wilayah atau produk.

 Sebaiknya hindari pengelompokan dengan

menggunakan lebih dari satu pendekatan pada

level yang sama.

(19)

Pedoman Nomenklatur Perangkat Daerah

[email protected]

(20)

39

DI PAPUA TEMPATNYA

BURUNG CENDRAWASIH CUKUP SEKIAN

DAN TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Peneliti menduga bahwa masih belum optimalnya kualitas pelayanan yang diberikan oleh bagian Tata Usaha kepada mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Kombinasi antara gelatin dengan ferro sulfat atau aluminium sulfat sebagai flokulan dapat bersinergi untuk pemisahan kandungan krom total pada limbah cair industri penyamakan

Telah dilakukan penelitian tentang Perbandingan Daya Hambat Ekstrak Etanol Daun Kembang Bulan (Tithonia Diversifolia) Dengan Daun Tekelan (Chromolaena Odorata)

6.Peningkatan kesejahteraan: untuk memperoleh kompetensi yang sesuai, harus ada standar kompetensi jabatan ASN sebagai alat ukur pengembangan pegawai?.  Tugas belajar harus

Dalam menetapkan perkara waris diatas Mahkamah Agung menyatakan anak perempuan akan menghalang saudara pewaris untuk menerima harta peninggalan karena memberikan

Sebagal tindak lanjut upaya mengimplementasikan UU Aparatur Sipil Negara dimana setiap ASN wajib memiliki kompetensi manajerial, kompetensi teknis dan kompetensi sosiokultural,

(2) Pengembangan kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan upaya untuk pemenuhan kebutuhan kompetensi PNS sesuai dengan standar kompetensi jabatan dan

bahwa untuk memenuhi kebutuhan jabatan pegawai negeri sipil pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang memenuhi kompetensi dan kualifikasi,