PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN KEPALA TAPR KETUA BADAN PEMBENTUKAN PERDA KETUA PANSUS
BERITA DAERAH
KOTA TANGERANG SELATAN
No. 71,2020 PEMERINTAH KOTA TANGERANG SELATAN.
Peraturan Walikota Tangerang Selatan Nomor 71 Tahun 2020 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021.
PROVINSI BANTEN
PERATURAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN
NOMOR 71 TAHUN 2020 TENTANG
PENJABARAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2021
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TANGERANG SELATAN,
Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 18 Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 7 Tahun 2020 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021, perlu menetapkan Peraturan Walikota tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021;
Mengingat : 1. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung
Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);
PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN KEPALA TAPR KETUA BADAN PEMBENTUKAN PERDA KETUA PANSUS
5. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah
Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
6. Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kota Tangerang Selatan di
Provinsi Banten (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 188, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4935);
7. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049);
8. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang
Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang
Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 183, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6398);
9. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali
terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN KEPALA TAPR KETUA BADAN PEMBENTUKAN PERDA KETUA PANSUS
10. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, Dan Walikota Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 23 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5588) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir
dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 tentang
Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan
Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati,
Dan Walikota Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 128 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6512);
11. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara
dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan/atau dalam rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6516);
12. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1977 Nomor 11, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3098) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedelapan
Belas Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri
Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 43);
PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN KEPALA TAPR KETUA BADAN PEMBENTUKAN PERDA KETUA PANSUS
13. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan
Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4502) sebagaimana telah
diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2012 tentang Perubahan Atas Peraturan
Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 171, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5340);
14. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575);
15. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi
Pemerintah (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614);
16. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5165);
17. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2012 tentang Hibah Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2012 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5272);
18. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5533) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2020 tentang
Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 142, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6523);
PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN KEPALA TAPR KETUA BADAN PEMBENTUKAN PERDA KETUA PANSUS
19. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2019 tentang
Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 187, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6402);
20. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pemberian Gaji, Pensiun, Atau Tunjangan Ketiga Belas Kepada Pegawai Negeri Sipil, Prajurit Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pejabat Negara, dan Penerima Pensiun Atau Tunjangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 115, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5888) sebagaimana telah diubah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2019 tentang Pemberian Gaji, Pensiun, Atau Tunjangan Ketiga Belas Kepada Pegawai Negeri Sipil, Prajurit Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pejabat Negara, dan Penerima Pensiun Atau Tunjangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6348);
21. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2019 tentang
Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 187, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6402);
PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN KEPALA TAPR KETUA BADAN PEMBENTUKAN PERDA KETUA PANSUS
22. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan
dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 106, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6057);
23. Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 305, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6173);
24. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2018 Nomor 2, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6178);
25. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2018 tentang Kecamatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 73) (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6206);
26. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6322);
27. Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2020 tentang Pemberian Gaji, Pensiun, Atau Tunjangan Ketiga Belas Kepada Pegawai Negeri Sipil, Prajurit Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pegawai NonPegawai Sipil, dan Penerima Pensiun Atau Tunjangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 189);
28. Peraturan Presiden Nomor 33 Tahun 2020 tentang Standar Harga Satuan Regional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 57);
29. Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2020 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara Tahun Anggaran 2021 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 266);
PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN KEPALA TAPR KETUA BADAN PEMBENTUKAN PERDA KETUA PANSUS
30. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan
Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 310);
31. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan
Umum Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1213);
32. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 52 Tahun 2012 tentang Pedoman Pengelolaan
Investasi Pemerintah Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 754);
33. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk
Hukum Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 2036) sebagaimana telah diubah
dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 120 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan
Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 157);
34. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan
Barang Milik Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 547);
35. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 108 Tahun 2016 tentang Penggolongan dan
Kodefikasi Barang Milik Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 2083);
36. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2019 tentang Pendanaan Kegiatan
Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 902);
PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN KEPALA TAPR KETUA BADAN PEMBENTUKAN PERDA KETUA PANSUS
37. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 70 Tahun 2019 tentang Sistem Informasi
Pemerintahan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1114);
38. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi,
Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1447);
39. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2020 tentang Percepatan
Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Lingkungan Pemerintah Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 249);
40. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan
Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 655);
41. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2020 tentang Petunjuk teknis
Bantuan Operasional Sekolah Afirmasi dan Bantuan Operasional Sekolah Kinerja (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 640);
42. Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 7 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah
(Lembaran Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun 2010 Nomor 7, Tambahan Lembaran Daerah
Kota Tangerang Selatan Nomor 0710) sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 3 Tahun 2017
tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 7 Tahun 2010 tentang
Pajak Daerah (Lembaran Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun 2017 Nomor 3, Tambahan Lembaran Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 78);
PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN KEPALA TAPR KETUA BADAN PEMBENTUKAN PERDA KETUA PANSUS
43. Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pokok-Pokok
Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun 2011 Nomor 12, Tambahan Lembaran Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 1211);
44. Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 6 Tahun 2012 tentang Retribusi Daerah Pada
Bidang Perhubungan, Komunikasi dan Informatika
(Lembaran Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun 2012 Nomor 6, Tambahan Lembaran Daerah
Kota Tangerang Selatan Nomor 0612);
45. Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 1 Tahun 2014 tentang Penyertaan Modal
Daerah Pada Perseroan Terbatas Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (Lembaran Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun 2014 Nomor 1, Tambahan Lembaran Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 48);
46. Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 9 Tahun 2014 tentang Retribusi Daerah
(Lembaran Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun 2014 Nomor 9, Tambahan Lembaran Daerah
Kota Tangerang Selatan Nomor 56);
47. Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 5 Tahun 2016 tentang Urusan Pemerintahan
Daerah (Lembaran Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun 2016 Nomor 5, Tambahan Lembaran Daerah
Kota Tangerang Selatan Nomor 69);
48. Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan
Susunan Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun 2016 Nomor 8,
Tambahan Lembaran Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 72);
49. Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 1 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan
Administratif Pimpinan dan Anggota Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun 2017 Nomor 1,
Tambahan Lembaran Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 75);
PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN KEPALA TAPR KETUA BADAN PEMBENTUKAN PERDA KETUA PANSUS
50. Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 7 Tahun 2020 tentang Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021 (Lembaran
Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun 2020 Nomor 7, Tambahan Lembaran Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 118);
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN WALIKOTA TENTANG PENJABARAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2021.
BAB I
KETENTUAN UMUM Pasal 1
Dalam Peraturan Walikota ini yang dimaksud dengan:
1. Daerah adalah Kota Tangerang Selatan.
2. Pemerintah Daerah adalah Walikota sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonom.
3. Walikota adalah Walikota Tangerang Selatan.
4. Perangkat Daerah adalah unsur pembantu Walikota dan DPRD dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang menjadi kewenangan Daerah.
5. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang selanjutnya disingkat APBD adalah rencana keuangan tahunan Daerah yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah.
6. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang selanjutnya disingkat APBN adalah rencana keuangan tahunan Pemerintah Pusat yang ditetapkan dengan undang-undang.
7. Badan Layanan Umum Daerah yang selanjutnya disingkat BLUD adalah sistem yang diterapkan oleh unit pelaksana teknis dinas/badan daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mempunyai fleksibilitas dalam pola pengelolaan keuangan sebagai pengecualian dari ketentuan pengelolaan daerah pada umumnya.
8. Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat ASN adalah profesi bagi Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja yang bekerja pada instansi pemerintah.
9. Pendapatan Daerah adalah hak Daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan.
PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN KEPALA TAPR KETUA BADAN PEMBENTUKAN PERDA KETUA PANSUS
10. Belanja Daerah adalah semua kewajiban Daerah yang diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan.
11. Defisit Anggaran Daerah yang selanjutnya disebut Defisit adalah selisih kurang antara Pendapatan dan Belanja.
12. Surplus Anggaran Daerah yang selanjutnya disebut Surplus adalah selisih kurang antara Pendapatan dan Belanja.
13. Pembiayaan Daerah adalah semua penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya.
14. Penerimaan Daerah adalah uang yang masuk ke kas Daerah.
15. Pengeluaran Daerah adalah uang yang keluar dari kas Daerah.
16. Sisa Lebih Perhitungan Anggaran yang selanjutnya disebut SiLPA adalah selisih lebih realisasi Penerimaan dan Pengeluaran anggaran selama satu periode anggaran.
17. Dana Perimbangan adalah dana yang bersumber dari Pendapatan APBN yang dialokasikan kepada Daerah untuk mendanai kebutuhan Daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan.
18. Pajak Daerah adalah kontribusi wajib kepada Daerah yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang- Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan Daerah bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
19. Retribusi Daerah adalah pungutan Daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau Badan.
20. Dana Bagi Hasil yang selanjutnya disingkat DBH adalah dana yang bersumber dari Pendapatan tertentu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang dialokasikan kepada Daerah penghasil berdasarkan angka persentase tertentu dengan tujuan mengurangi ketimpangan kemampuan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.
21. Dana Bagi Hasil Pajak yang selanjutnya disebut DBH Pajak adalah bagian daerah yang berasal dari penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, Pajak Penghasilan Pasal 25 dan Pasal 29 Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri, dan Pajak Penghasilan Pasal 21 sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan.
PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN KEPALA TAPR KETUA BADAN PEMBENTUKAN PERDA KETUA PANSUS
22. Dana Alokasi Umum yang selanjutnya disingkat DAU adalah dana yang bersumber dari Pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antar-Daerah untuk mendanai kebutuhan Daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.
23. Dana Alokasi Khusus yang selanjutnya disingkat DAK adalah dana yang bersumber dari Pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang dialokasikan kepada Daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah.
24. Dana Cadangan adalah dana yang disisihkan guna mendanai kegiatan yang memerlukan dana relatif besar yang tidak dapat dipenuhi dalam satu tahun anggaran.
25. Program adalah penjabaran kebijakan Perangkat Daerah dalam bentuk upaya yang berisi satu atau lebih kegiatan dengan menggunakan sumber daya yang disediakan untuk mencapai hasil yang terukur sesuai dengan misi Perangkat Daerah.
26. Kegiatan adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau lebih unit kerja pada Perangkat Daerah sebagai bagian dari pencapaian sasaran terukur pada suatu program dan terdiri dari sekumpulan tindakan pengerahan sumber daya baik yang berupa personil (sumber daya manusia), barang modal termasuk peralatan dan teknologi, dana, atau kombinasi dari beberapa atau kesemua jenis sumber daya tersebut sebagai masukan (input) untuk menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk barang/jasa.
27. Pelayanan Dasar adalah pelayanan publik untuk memenuhi kebutuhan dasar warga negara.
28. Dokumen Pelaksanaan Anggaran Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat DPA-Perangkat Daerah adalah dokumen yang memuat Pendapatan dan belanja yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan anggaran oleh pengguna anggaran.
29. Dokumen Pelaksanaan Anggaran Pejabat Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat DPA-PPKD adalah dokumen pelaksanaan anggaran dinas selaku Bendahara Umum Daerah.
BAB II APBD Bagian Kesatu
Umum Pasal 2
APBD Kota Tangerang Selatan Tahun Anggaran 2021 terdiri atas Pendapatan Daerah, Belanja Daerah, dan Pembiayaan Daerah.
PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN KEPALA TAPR KETUA BADAN PEMBENTUKAN PERDA KETUA PANSUS
Bagian Kedua
Anggaran Pendapatan Daerah Pasal 3
Anggaran Pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp3.084.563.818.150,00 (tiga triliun delapan puluh empat miliar lima ratus enam puluh tiga juta delapan ratus delapan belas ribu seratus lima puluh rupiah), yang bersumber dari:
a. Pendapatan Asli Daerah;
b. Pendapatan Transfer; dan
c. Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah.
Pasal 4
(1) Anggaran Pendapatan Asli Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf a direncanakan sebesar Rp1.513.969.455.500,00 (satu triliun lima ratus tiga belas miliar sembilan ratus enam puluh sembilan juta empat ratus lima puluh lima ribu lima ratus rupiah), yang terdiri atas:
a. Pajak Daerah;
b. Retribusi Daerah;
c. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan; dan d. Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah.
(2) Pajak Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a direncanakan sebesar Rp1.307.579.000.000,00 (satu triliun tiga ratus tujuh miliar lima ratus tujuh puluh sembilan juta rupiah).
(3) Retribusi Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b direncanakan sebesar Rp45.809.060.000,00 (empat puluh lima miliar delapan ratus sembilan juta enam puluh ribu rupiah).
(4) Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c direncanakan sebesar Rp0,00 (nol rupiah).
(5) Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d direncanakan sebesar Rp160.581.395.500,00 (seratus enam puluh miliar lima ratus delapan puluh satu juta tiga ratus sembilan puluh lima ribu lima ratus rupiah).
Pasal 5
(1) Anggaran Pajak Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf a, terdiri atas:
a. Pajak Hotel;
b. Pajak Restoran;
c. Pajak Hiburan;
d. Pajak Reklame;
e. Pajak Penerangan Jalan;
f. Pajak Parkir;
PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN KEPALA TAPR KETUA BADAN PEMBENTUKAN PERDA KETUA PANSUS
g. Pajak Air Tanah;
h. Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan; dan i. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan.
(2) Pajak Hotel sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a direncanakan sebesar Rp24.000.000.000,00 (dua puluh empat miliar rupiah), yang terdiri atas:
a. Pajak Hotel Rp22.080.000.000,00 (dua puluh dua miliar delapan puluh juta rupiah);
b. Pajak Motel Rp480.000.000,00 (empat ratus delapan puluh juta rupiah);
c. Pajak Gubuk Pariwisata Rp480.000.000,00 (empat ratus delapan puluh juta rupiah);
d. Pajak Wisma Pariwisata Rp240.000.000,00 (dua ratus empat puluh juta rupiah); dan
e. Pajak Rumah Kos dengan Jumlah Kamar Lebih dari 10 (sepuluh) Rp720.000.000 (tujuh ratus dua puluh juta rupiah).
(3) Pajak Restoran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b direncanakan sebesar Rp246.000.000.000,00 (dua ratus empat puluh enam miliar rupiah), yang bersumber dari Pajak Restoran dan sejenisnya.
(4) Pajak Hiburan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c direncanakan sebesar Rp21.000.000.000,00 (dua puluh satu miliar rupiah), yang terdiri atas:
a. Pajak Tontonan Film Rp8.400.000.000,00 (delapan miliar empat ratus juta rupiah);
b. Pajak Pagelaran Kesenian/Musik/Tari/Busana Rp210.000.000,00 (dua ratus sepuluh juta rupiah);
c. Pajak Diskotik, Karaoke, Klub Malam, dan sejenisnya Rp1.680.000.000,00 (satu miliar enam ratus delapan puluh juta rupiah);
d. Pajak Permainan Biliar dan Bowling Rp5.250.000.000,00 (lima miliar dua ratus lima puluh juta rupiah); dan
e. Pajak Panti Pijat, Refleksi, Mandi Uap/Spa dan Pusat Kebugaran (Fitness Center) Rp5.460.000.000,00 (lima miliar empat ratus enam puluh juta rupiah).
(5) Pajak Reklame sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d direncanakan sebesar Rp25.400.000.000,00 (dua puluh lima miliar empat ratus juta rupiah) yang terdiri atas:
PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN KEPALA TAPR KETUA BADAN PEMBENTUKAN PERDA KETUA PANSUS
a. Pajak Reklame Papan / Billboard / Videotron / Megatron Rp20.320.000.000 (dua puluh miliar tiga ratus dua puluh juta rupiah);
b. Pajak Reklame Kain Rp3.810.000.000,00 (tiga miliar delapan ratus sepuluh juta rupiah);
c. Pajak Reklame Berjalan Rp508.000.000,00 (lima ratus delapan juta rupiah);
d. Pajak Reklame Udara Rp254.000.000,00 (dua ratus lima puluh empat juta rupiah); dan
e. Pajak Reklame Film/Slide Rp508.000.000,00 (lima ratus delapan juta rupiah).
(6) Pajak Penerangan Jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e direncanakan sebesar Rp220.000.000.000,00 (dua ratus dua puluh miliar rupiah), yang bersumber dari Pajak Penerangan Jalan sumber lain.
(7) Pajak Parkir sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf f direncanakan sebesar Rp22.000.000.000,00 (dua puluh dua miliar rupiah), yang bersumber dari Pajak Parkir.
(8) Pajak Air Tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf g direncanakan sebesar Rp2.200.000.000,00 (dua miliar dua ratus juta rupiah), yang bersumber dari Pajak Air Tanah.
(9) Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf h direncanakan sebesar Rp316.500.000.000,00 (tiga ratus enam belas miliar lima ratus juta rupiah), yang bersumber dari PBBP2.
(10) Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf i direncanakan sebesar Rp430.479.000.000,00 (empat ratus tiga puluh miliar empat ratus tujuh puluh sembilan juta rupiah) yang bersumber dari Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan- Pemindahan Hak.
Pasal 6
(1) Anggaran Retribusi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf b, yang terdiri atas:
a. Retribusi Jasa Umum;
b. Retribusi Jasa Usaha; dan c. Retribusi Perizinan Tertentu.
(2) Retribusi Jasa Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a direncanakan sebesar Rp6.961.600.000,00 (enam miliar sembilan ratus enam puluh satu juta enam ratus ribu rupiah), yang terdiri atas:
PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN KEPALA TAPR KETUA BADAN PEMBENTUKAN PERDA KETUA PANSUS
a. Retribusi Pelayanan Kesehatan Rp450.000.000,00 (empat ratus lima puluh juta rupiah);
b. Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan Rp2.750.000.000,00 (dua miliar tujuh ratus lima puluh juta rupiah);
c. Retribusi Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat Rp600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah);
d. Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum Rp400.000.000,00 (empat ratus juta rupiah);
e. Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor Rp2.116.000.000,00 (dua miliar seratus enam belas juta rupiah);
f. Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah); dan
g. Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang Rp145.600.000,00 (seratus empat puluh lima juta enam ratus ribu rupiah).
(3) Retribusi Jasa Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b direncanakan sebesar Rp1.039.960.000,00 (satu miliar tiga puluh sembilan juta sembilan ratus enam puluh ribu rupiah), yang terdiri atas:
a. Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Rp557.000.000,00 (lima ratus lima puluh tujuh juta rupiah);
b. Retribusi Terminal Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah); dan c. Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga Rp432.960.000,00 (empat
ratus tiga puluh dua juta sembilan ratus enam puluh ribu rupiah).
(4) Retribusi Perizinan Tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c direncanakan sebesar Rp37.807.500.000,00 (tiga puluh tujuh miliar delapan ratus tujuh juta lima ratus ribu rupiah) yang terdiri atas:
a. Retribusi Izin Mendirikan Bangunan Rp32.000.000.000,00 (tiga puluh dua miliar rupiah);
b. Retribusi Izin Trayek untuk Menyediakan Pelayanan Angkutan Umum Rp7.500.000,00 (tujuh juta lima ratus ribu rupiah); dan
c. Retribusi Perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing Rp5.800.000.000,00 (lima miliar delapan ratus juta rupiah).
Pasal 7
(1) Anggaran Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf d, yang terdiri atas:
a. Hasil Pemanfaatan Barang Milik Daerah yang Tidak Dipisahkan;
b. Jasa Giro;
c. Pendapatan Denda Pajak Daerah; dan d. Pendapatan BLUD.
PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN KEPALA TAPR KETUA BADAN PEMBENTUKAN PERDA KETUA PANSUS
(2) Hasil Pemanfaatan Barang Milik Daerah yang Tidak Dipisahkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a direncanakan sebesar Rp1.150.000.000,00 (satu miliar seratus lima puluh juta rupiah), yang bersumber dari Hasil Sewa Barang Milik Daerah.
(3) Jasa Giro sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b direncanakan sebesar Rp15.000.000.000,00 (lima belas miliar rupiah), yang bersumber dari Jasa Giro pada Kas Daerah.
(4) Pendapatan Denda Pajak Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c direncanakan sebesar Rp 17.500.000.000,00 (tujuh belas miliar lima ratus juta rupiah), yang terdiri atas:
a. Pendapatan Denda Pajak Hotel Rp113.000.000,00 (seratus tiga belas juta rupiah);
b. Pendapatan Denda Pajak Restoran Rp3.332.000.000,00 (tiga miliar tiga ratus tiga puluh dua juta rupiah);
c. Pendapatan Denda Pajak Hiburan Rp321.000.000,00 (tiga ratus dua puluh satu juta rupiah);
d. Pendapatan Denda Pajak Reklame Rp238.000.000,00 (dua ratus tiga puluh delapan juta rupiah)
e. Pendapatan Denda Pajak Parkir Rp1.518.000.000,00 (satu miliar lima ratus delapan belas juta rupiah);
f. Pendapatan Denda Pajak Air Tanah Rp22.000.000,00 (dua puluh dua juta rupiah);
g. Pendapatan Denda Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan Rp11.548.000.000,00 (sebelas miliar lima ratus empat puluh delapan juta rupiah); dan
h. Pendapatan Denda Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Rp408.000.000,00 (empat ratus delapan juta rupiah).
(5) Pendapatan BLUD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d direncanakan sebesar Rp126.931.395.500,00 (seratus dua puluh enam miliar sembilan ratus tiga puluh satu juta tiga ratus sembilan puluh lima ribu lima ratus rupiah), yang bersumber dari Pendapatan BLUD.
Pasal 8
(1) Pendapatan Transfer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf b direncanakan sebesar Rp1.473.771.462.650,00 (satu triliun empat ratus tujuh puluh tiga miliar tujuh ratus tujuh puluh satu juta empat ratus enam puluh dua ribu enam ratus lima puluh rupiah) yang terdiri atas:
a. Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat; dan b. Pendapatan Transfer Antar Daerah.
PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN KEPALA TAPR KETUA BADAN PEMBENTUKAN PERDA KETUA PANSUS
(2) Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a direncanakan sebesar Rp978.097.515.000,00 (sembilan
ratus tujuh puluh delapan miliar sembilan puluh tujuh juta lima ratus lima belas ribu rupiah) yang terdiri dari:
a. Dana Perimbangan Rp914.855.276.000,00 (sembilan ratus empat belas miliar delapan ratus lima puluh lima juta dua ratus tujuh puluh enam ribu rupiah); dan
b. Dana Insentif Daerah Rp63.242.239.000,00 (enam puluh tiga miliar dua ratus empat puluh dua juta dua ratus tiga puluh sembilan ribu rupiah).
(3) Pendapatan Transfer Antar Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b direncanakan sebesar Rp495.673.947.650,00 (empat ratus sembilan puluh lima miliar enam ratus tujuh puluh tiga juta sembilan ratus empat puluh tujuh ribu enam ratus lima puluh rupiah) yang bersumber dari Pendapatan Bagi Hasil.
Pasal 9
Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah sebagaimana dimaksud pada Pasal 3 huruf c direncanakan sebesar Rp96.822.900.000,00 (sembilan puluh enam miliar delapan ratus dua puluh dua juta sembilan ratus ribu rupiah) yang bersumber dari Lain-lain Pendapatan Sesuai dengan Ketentuan Peraturan Perundang-Undangan.
Bagian Ketiga
Anggaran Belanja Daerah Pasal 10
Anggaran Belanja Daerah direncanakan sebesar Rp3.245.138.787.142,00 (tiga triliun dua ratus empat puluh lima miliar seratus tiga puluh delapan juta tujuh ratus delapan puluh tujuh ribu seratus empat puluh dua rupiah) yang terdiri atas:
a. Belanja Operasi;
b. Belanja Modal; dan c. Belanja Tidak Terduga.
Pasal 11
(1) Anggaran Belanja Operasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 huruf a direncanakan sebesar Rp2.506.524.647.158,00 (dua triliun lima ratus enam miliar lima ratus dua puluh empat juta enam ratus empat puluh tujuh ribu seratus lima puluh delapan rupiah), yang terdiri atas:
PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN KEPALA TAPR KETUA BADAN PEMBENTUKAN PERDA KETUA PANSUS
a. Belanja Pegawai;
b. Belanja Barang dan Jasa;
c. Belanja Hibah; dan d. Belanja Bantuan Sosial.
(2) Belanja Pegawai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a direncanakan sebesar Rp877.180.949.141,00 (delapan ratus tujuh puluh tujuh miliar seratus delapan puluh juta sembilan ratus empat puluh sembilan ribu seratus empat puluh satu rupiah).
(3) Belanja Barang dan Jasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b direncanakan sebesar Rp1.441.755.462.291,00 (satu triliun empat ratus empat puluh satu miliar tujuh ratus lima puluh lima juta empat ratus enam puluh dua ribu dua ratus sembilan puluh satu rupiah).
(4) Belanja Hibah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c direncanakan sebesar Rp165.636.580.726,00 (seratus enam puluh lima miliar enam ratus tiga puluh enam juta lima ratus delapan puluh ribu tujuh ratus dua puluh enam rupiah).
(5) Belanja Bantuan Sosial sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d direncanakan sebesar Rp21.951.655.000,00 (dua puluh satu miliar sembilan ratus lima puluh satu juta enam ratus lima puluh lima ribu rupiah).
Pasal 12
(1) Anggaran Belanja Pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1) huruf a, terdiri atas:
a. Gaji dan Tunjangan;
b. Tambahan Penghasilan ASN;
c. Tambahan Penghasilan berdasarkan Pertimbangan Objektif Lainnya ASN;
d. Belanja Gaji dan Tunjangan DPRD;
e. Belanja Gaji dan Tunjangan Walikota/Wakil Walikota;
f. Belanja Penerimaan Lainnya Pimpinan DPRD serta Walikota/Wakil Walikota; dan
g. Belanja Pegawai BLUD.
(2) Gaji dan Tunjangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a direncanakan sebesar Rp340.602.232.959,00 (tiga ratus empat puluh miliar enam ratus dua juta dua ratus tiga puluh dua ribu sembilan ratus lima puluh sembilan rupiah).
(3) Tambahan Penghasilan ASN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b direncanakan sebesar Rp340.321.777.946,00 (tiga ratus empat puluh miliar tiga ratus dua puluh satu juta tujuh ratus tujuh puluh tujuh ribu sembilan ratus empat puluh enam rupiah).
PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN KEPALA TAPR KETUA BADAN PEMBENTUKAN PERDA KETUA PANSUS
(4) Tambahan Penghasilan berdasarkan Pertimbangan Objektif Lainnya ASN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c direncanakan sebesar Rp128.330.941.945,00 (seratus dua puluh delapan miliar tiga ratus tiga puluh juta sembilan ratus empat puluh satu ribu sembilan ratus empat puluh lima rupiah).
(5) Belanja Gaji dan Tunjangan DPRD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d direncanakan sebesar Rp35.300.224.428,00 (tiga puluh lima miliar tiga ratus juta dua ratus dua puluh empat ribu empat ratus dua puluh delapan rupiah).
(6) Belanja Gaji dan Tunjangan Walikota/Wakil Walikota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e direncanakan sebesar Rp1.600.088.180,00 (satu miliar enam ratus juta delapan puluh delapan ribu seratus delapan puluh rupiah).
(7) Belanja Penerimaan Lainnya Pimpinan DPRD serta Walikota/Wakil Walikota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf f direncanakan sebesar Rp2.664.074.183,00 (dua miliar enam ratus enam puluh empat juta tujuh puluh empat ribu seratus delapan puluh tiga rupiah).
(8) Belanja Pegawai BLUD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf g direncanakan sebesar Rp28.361.609.500,00 (dua puluh delapan miliar tiga ratus enam puluh satu juta enam ratus sembilan ribu lima ratus rupiah).
Pasal 13
(1) Anggaran gaji dan tunjangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1) huruf a, terdiri atas:
a. Belanja Gaji Pokok ASN Rp249.570.404.341,00 (dua ratus empat puluh sembilan miliar lima ratus tujuh puluh juta empat ratus empat ribu tiga ratus empat puluh satu rupiah);
b. Belanja Tunjangan Keluarga ASN Rp25.000.832.434,00 (dua puluh lima miliar delapan ratus tiga puluh dua ribu empat ratus tiga puluh empat rupiah);
c. Belanja Tunjangan Jabatan ASN Rp9.535.147.684,00 (sembilan miliar lima ratus tiga puluh lima juta seratus empat puluh tujuh ribu enam ratus delapan puluh empat rupiah);
d. Belanja Tunjangan Fungsional ASN Rp13.583.239.613,00 (tiga belas miliar lima ratus delapan puluh tiga juta dua ratus tiga puluh sembilan ribu enam ratus tiga belas rupiah);
e. Belanja Tunjangan Fungsional Umum ASN Rp3.943.542.444,00 (tiga miliar sembilan ratus empat puluh tiga juta lima ratus empat puluh dua ribu empat ratus empat puluh empat rupiah);
PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN KEPALA TAPR KETUA BADAN PEMBENTUKAN PERDA KETUA PANSUS
f. Belanja Tunjangan Beras ASN Rp14.251.878.414,00 (empat belas miliar dua ratus lima puluh satu juta delapan ratus tujuh puluh delapan ribu empat ratus empat belas rupiah);
g. Belanja Tunjangan Pajak Penghasilan/Tunjangan Khusus ASN Rp709.153.828,00 (tujuh ratus sembilan juta seratus lima puluh tiga ribu delapan ratus dua puluh delapan rupiah);
h. Belanja Pembulatan Gaji ASN Rp19.031.830,00 (sembilan belas juta tiga puluh satu ribu delapan ratus tiga puluh rupiah);
i. Belanja Iuran Jaminan Kesehatan ASN Rp19.897.479.511,00 (sembilan belas miliar delapan ratus sembilan puluh tujuh juta
empat ratus tujuh puluh sembilan ribu lima ratus sebelas rupiah);
j. Belanja Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja ASN Rp812.331.241,00 (delapan ratus dua belas juta tiga ratus tiga puluh satu ribu dua ratus empat puluh satu rupiah);
k. Belanja Iuran Jaminan Kematian ASN Rp1.815.856.082,00 (satu miliar delapan ratus lima belas juta delapan ratus lima puluh enam ribu delapan puluh dua rupiah);
l. Belanja Iuran Simpanan Peserta Tabungan Perumahan Rakyat ASN Rp1.463.335.537,00 (satu miliar empat ratus enam puluh tiga juta tiga ratus tiga puluh lima ribu lima ratus tiga puluh tujuh rupiah).
(2) Anggaran Tambahan Penghasilan ASN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1) huruf b, terdiri atas:
a. Tambahan Penghasilan ASN berdasarkan beban kerja PNS Rp340.321.777.946,00 (tiga ratus empat puluh miliar tiga ratus dua puluh satu juta tujuh ratus tujuh puluh tujuh ribu sembilan ratus empat puluh enam rupiah); dan
b. Tambahan Penghasilan ASN berdasarkan beban kerja Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Rp0,00 (nol rupiah).
(3) Anggaran Tambahan Penghasilan berdasarkan Pertimbangan Objektif Lainnya ASN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1) huruf c, terdiri atas:
a. Belanja Insentif bagi ASN atas Pemungutan Pajak Daerah Rp23.200.000.000,00 (dua puluh tiga miliar dua ratus juta rupiah);
b. Belanja bagi ASN atas Insentif Pemungutan Retribusi Daerah Rp982.014.665,00 (sembilan ratus delapan puluh dua juta empat belas ribu enam ratus enam puluh lima rupiah);
PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN KEPALA TAPR KETUA BADAN PEMBENTUKAN PERDA KETUA PANSUS
c. Belanja Tunjangan Profesi Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah Rp98.657.106.000,00 (sembilan puluh delapan miliar enam ratus lima puluh tujuh juta seratus enam ribu rupiah);
d. Belanja Tambahan Penghasilan Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah Rp705.000.000,00 (tujuh ratus lima juta rupiah);
e. Belanja Jasa Pelayanan Kesehatan bagi ASN Rp671.113.280,00 (enam ratus tujuh puluh satu juta seratus tiga belas ribu dua ratus delapan puluh rupiah); dan
f. Belanja Honorarium Rp4.115.708.000,00 (empat miliar seratus lima belas juta tujuh ratus delapan ribu rupiah).
(4) Anggaran Belanja Gaji dan Tunjangan DPRD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1) huruf d, terdiri atas:
a. Belanja Uang Representasi DPRD Rp1.352.116.500,00 (satu miliar tiga ratus lima puluh dua juta seratus enam belas ribu lima ratus rupiah);
b. Belanja Tunjangan Keluarga DPRD Rp155.996.400,00 (seratus lima puluh lima juta sembilan ratus sembilan puluh enam ribu empat ratus rupiah);
c. Belanja Tunjangan Beras DPRD Rp173.808.000,00 (seratus tujuh puluh tiga juta delapan ratus delapan ribu rupiah);
d. Belanja Uang Paket DPRD Rp95.508.000,00 (sembilan puluh lima juta lima ratus delapan ribu rupiah);
e. Belanja Tunjangan Jabatan DPRD Rp1.615.677.000,00 (satu miliar enam ratus lima belas juta enam ratus tujuh puluh tujuh ribu rupiah);
f. Belanja Tunjangan Alat Kelengkapan DPRD Rp132.092.100,00 (seratus tiga puluh dua juta sembilan puluh dua ribu seratus rupiah);
g. Belanja Tunjangan Alat Kelengkapan Lainnya DPRD Rp17.721.900,00 (tujuh belas juta tujuh ratus dua puluh satu ribu sembilan ratus rupiah);
h. Belanja Tunjangan Komunikasi Intensif Pimpinan dan Anggota DPRD Rp8.820.000.000,00 (delapan miliar delapan ratus dua puluh juta rupiah);
i. Belanja Tunjangan Reses DPRD Rp2.205.000.000,00 (dua miliar dua ratus lima juta rupiah);
j. Belanja Pembebanan Pajak Penghasilan kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Rp63.000.000,00 (enam puluh tiga juta rupiah);
k. Belanja Tunjangan Kesejahteraan Pimpinan dan Anggota DPRD Rp11.486.544.528,00 (sebelas miliar empat ratus delapan puluh enam juta lima ratus empat puluh empat ribu lima ratus dua puluh delapan rupiah);
PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN KEPALA TAPR KETUA BADAN PEMBENTUKAN PERDA KETUA PANSUS
l. Belanja Tunjangan Transportasi DPRD Rp9.171.000.000,00 (sembilan miliar seratus tujuh puluh satu juta rupiah); dan
m. Belanja Uang Jasa Pengabdian DPRD Rp11.760.000,00 (sebelas juta tujuh ratus enam puluh ribu rupiah).
(5) Anggaran Belanja Gaji dan Tunjangan Walikota/Wakil Walikota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1) huruf e, terdiri atas:
a. Belanja Gaji Pokok Walikota/Wakil Walikota Rp63.608.510,00 (enam puluh tiga juta enam ratus delapan ribu lima ratus sepuluh rupiah);
b. Belanja Tunjangan Keluarga Walikota/Wakil Walikota Rp8.232.000,00 (delapan juta dua ratus tiga puluh dua ribu rupiah);
c. Belanja Tunjangan Jabatan Walikota/Wakil Walikota Rp98.280.000,00 (sembilan puluh delapan juta dua ratus delapan puluh ribu rupiah);
d. Belanja Tunjangan Beras Walikota/Wakil Walikota Rp7.483.280,00 (tujuh juta empat ratus delapan puluh tiga ribu dua ratus delapan puluh rupiah);
e. Belanja Tunjangan Pajak Penghasilan/Tunjangan Khusus Walikota/Wakil Walikota Rp609.056,00 (enam ratus sembilan ribu lima puluh enam rupiah);
f. Belanja Pembulatan Gaji Walikota/Wakil Walikota Rp2.800,00 (dua ribu delapan ratus rupiah);
g. Belanja Iuran Jaminan Kesehatan bagi Walikota/Wakil Walikota Rp6.666.250,00 (enam juta enam ratus enam puluh enam ribu dua ratus lima puluh rupiah);
h. Belanja Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja Walikota/Wakil Walikota Rp148.320,00 (seratus empat puluh delapan ribu tiga ratus dua puluh rupiah);
i. Belanja Iuran Jaminan Kematian Walikota/Wakil Walikota Rp456.960,00 (empat ratus lima puluh enam ribu sembilan ratus enam puluh rupiah);
j. Belanja Insentif bagi Walikota/Wakil Walikota atas Pemungutan Pajak Daerah Rp1.002.702.961,00 (satu miliar dua juta tujuh ratus dua ribu sembilan ratus enam puluh satu rupiah); dan
k. Belanja Insentif bagi Walikota/Wakil Walikota atas Pemungutan Retribusi Daerah bagi Walikota/Wakil Walikota Rp411.898.043,00 (empat ratus sebelas juta delapan ratus sembilan puluh delapan ribu empat puluh tiga rupiah).
(6) Anggaran Belanja Penerimaan Lainnya Pimpinan DPRD serta Walikota/Wakil Walikota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1) huruf f, terdiri atas:
a. Belanja Dana Operasional Pimpinan DPRD Rp393.120.000,00 (tiga ratus sembilan puluh tiga juta seratus dua puluh ribu rupiah); dan
PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN KEPALA TAPR KETUA BADAN PEMBENTUKAN PERDA KETUA PANSUS
b. Belanja Dana Operasional Walikota/Wakil Walikota Rp2.270.954.183,00 (dua miliar dua ratus tujuh puluh juta sembilan ratus lima puluh empat ribu seratus delapan puluh tiga rupiah).
(7) Anggaran Belanja Pegawai BLUD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1) huruf g, yang merupakan Belanja Pegawai BLUD Rp28.361.609.500,00 (dua puluh delapan miliar tiga ratus enam puluh satu juta enam ratus sembilan ribu lima ratus rupiah).
Pasal 14
(1) Anggaran Belanja Barang Jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1) huruf b, terdiri atas:
a. Belanja Barang Rp256.482.760.538,00 (dua ratus lima puluh enam miliar empat ratus delapan puluh dua juta tujuh ratus enam puluh ribu lima ratus tiga puluh delapan rupiah);
b. Belanja Jasa Rp865.189.993.680,00 (delapan ratus enam puluh lima miliar seratus delapan puluh sembilan juta sembilan ratus sembilan puluh tiga ribu enam ratus delapan puluh rupiah);
c. Belanja Pemeliharaan Rp107.246.749.332,00 (seratus tujuh miliar dua ratus empat puluh enam juta tujuh ratus empat puluh sembilan ribu tiga ratus tiga puluh dua rupiah);
d. Belanja Perjalanan Dinas Rp115.826.635.000,00 (seratus lima belas miliar delapan ratus dua puluh enam juta enam ratus tiga puluh lima ribu rupiah);
e. Belanja Uang dan/atau Jasa untuk Diberikan kepada Pihak Ketiga/Pihak Lain/Masyarakat Rp2.177.750.000,00 (dua miliar
seratus tujuh puluh tujuh juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah);
dan
f. Belanja Barang dan Jasa BLUD Rp94.831.573.741,00 (sembilan puluh empat miliar delapan ratus tiga puluh satu juta lima ratus tujuh puluh tiga ribu tujuh ratus empat puluh satu rupiah);
(2) Belanja Barang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, yang merupakan Belanja Barang Pakai Habis Rp256.482.760.538,00 (dua ratus lima puluh enam miliar empat ratus delapan puluh dua juta tujuh ratus enam puluh ribu lima ratus tiga puluh delapan rupiah).
(3) Belanja Jasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, terdiri atas:
a. Belanja Jasa Kantor Rp693.299.835.674,00 (enam ratus sembilan puluh tiga miliar dua ratus dua puluh sembilan juta delapan ratus tiga puluh lima ribu enam ratus tujuh puluh empat rupiah);
b. Belanja Iuran Jaminan/Asuransi Rp64.502.991.565,00 (enam puluh empat miliar lima ratus dua juta sembilan ratus sembilan puluh satu ribu lima ratus enam puluh lima rupiah);
c. Belanja Sewa Tanah Rp3.256.760.000,00 (tiga miliar dua ratus lima puluh enam juta tujuh ratus enam puluh ribu rupiah);
PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN KEPALA TAPR KETUA BADAN PEMBENTUKAN PERDA KETUA PANSUS
d. Belanja Sewa Peralatan dan Mesin Rp13.874.845.100,00 (tiga belas miliar delapan ratus tujuh puluh empat juta delapan ratus empat puluh lima ribu seratus rupiah);
e. Belanja Sewa Gedung dan Bangunan Rp11.792.581.120,00 (sebelas miliar tujuh ratus sembilan puluh dua juta lima ratus delapan puluh satu ribu seratus dua puluh rupiah);
f. Belanja Sewa Aset Tetap Lainnya Rp597.318.000,00 (lima ratus sembilan puluh tujuh juta tiga ratus delapan belas ribu rupiah);
g. Belanja Jasa Konsultansi Konstruksi Rp41.657.412.191,00 (empat puluh satu miliar enam ratus lima puluh tujuh juta empat ratus dua belas ribu seratus sembilan puluh satu rupiah);
h. Belanja Jasa Konsultansi Non Konstruksi Rp12.595.757.030,00 (dua belas miliar lima ratus sembilan puluh lima juta tujuh ratus lima puluh tujuh ribu tiga puluh rupiah);
i. Belanja Kursus, Pelatihan, Sosialisasi, dan Bimbingan Teknis serta Pendidikan dan Pelatihan Rp12.650.653.000,00 (dua belas
miliar enam ratus lima puluh juta enam ratus lima puluh tiga ribu rupiah); dan
j. Belanja Jasa Insentif bagi Pegawai Non ASN atas Pemungutan Pajak Daerah Rp10.961.840.000,00 (sepuluh miliar sembilan ratus enam puluh satu juta delapan ratus empat puluh ribu rupiah).
(4) Belanja Pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, terdiri atas:
a. Belanja Pemeliharaan Peralatan dan Mesin Rp48.091.058.113,00 (empat puluh delapan miliar sembilan puluh satu juta lima puluh delapan ribu seratus tiga belas rupiah);
b. Belanja Pemeliharaan Gedung dan Bangunan Rp47.483.349.619,00 (empat puluh tujuh miliar empat ratus delapan puluh tiga juta tiga ratus empat puluh sembilan ribu enam ratus sembilan belas rupiah);
c. Belanja Pemeliharaan Jalan, Jaringan, dan Irigrasi Rp11.499.841.600,00 (sebelas miliar empat ratus sembilan puluh sembilan juta delapan ratus empat puluh satu ribu enam ratus rupiah);
d. Belanja Pemeliharaan Aset Tetap Lainnya Rp172.500.000,00 (seratus tujuh puluh dua juta lima ratus ribu rupiah).
(5) Belanja Perjalanan Dinas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d, terdiri atas:
PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN KEPALA TAPR KETUA BADAN PEMBENTUKAN PERDA KETUA PANSUS
a. Belanja Perjalanan Dinas Dalam Negeri Rp115.541.992.000,00 (seratus lima belas miliar lima ratus empat puluh satu juta sembilan ratus sembilan puluh dua ribu rupiah); dan
b. Belanja Perjalanan Dinas Luar Negeri Rp284.643.000,00 (dua ratus delapan puluh empat juta enam ratus empat puluh tiga ribu rupiah).
(6) Belanja Uang dan/atau Jasa untuk Diberikan kepada Pihak Ketiga/Pihak Lain/Masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e, merupakan Belanja Uang yang diberikan kepada Pihak Ketiga/Pihak Lain/Masyarakat Rp2.177.750.000,00 (dua miliar seratus tujuh puluh tujuh juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).
(7) Belanja Barang dan Jasa BLUD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf f, merupakan Belanja Barang dan Jasa BLUD Rp94.831.573.741,00 (sembilan puluh empat miliar delapan ratus tiga puluh satu juta lima ratus tujuh puluh tiga ribu tujuh ratus empat puluh satu rupiah).
Pasal 15
(1) Anggaran Belanja Hibah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1) huruf c, terdiri atas:
a. Belanja Hibah kepada Pemerintah Pusat Rp11.000.000.000,00 (sebelas miliar rupiah);
b. Belanja Hibah kepada Badan, Lembaga, Organisasi Kemasyarakatan yang Berbadan Hukum Indonesia Rp54.938.868.726,00 (lima puluh empat miliar sembilan ratus tiga puluh delapan juta delapan ratus enam puluh delapan ribu tujuh ratus dua puluh enam rupiah);
c. Belanja Hibah Dana Bantuan Operasional Sekolah Rp97.739.600.000,00 (sembilan puluh tujuh miliar tujuh ratus tiga puluh sembilan juta enam ratus ribu rupiah); dan
d. Belanja Hibah Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik Rp1.958.112.000,00 (satu miliar sembilan ratus lima puluh delapan juta seratus dua belas ribu rupiah).
(2) Belanja Hibah Kepada Pemerintah Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, merupakan Belanja Hibah Uang Kepada Pemerintah
Pusat Rp11.000.000.000,00 (sebelas miliar rupiah).
(3) Belanja Hibah kepada Badan, Lembaga, Organisasi Kemasyarakatan yang Berbadan Hukum Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, terdiri atas:
PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN KEPALA TAPR KETUA BADAN PEMBENTUKAN PERDA KETUA PANSUS
a. Belanja Hibah kepada Badan dan Lembaga Nirlaba, Sukarela dan Sosial yang dibentuk berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan Rp19.849.968.726,00 (sembilan belas miliar delapan ratus empat puluh sembilan juta sembilan ratus enam puluh delapan ribu tujuh ratus dua puluh enam rupiah);
b. Belanja Hibah kepada Badan dan Lembaga Nirlaba, Sukarela dan Sosial yang Telah Memiliki Surat Keterangan Terdaftar Rp12.870.000.000,00 (dua belas miliar delapan ratus tujuh puluh juta rupiah);
c. Belanja Hibah kepada Badan dan Lembaga Nirlaba, Sukarela Bersifat Sosial Kemasyarakatan Rp21.618.900.000,00 (dua puluh satu miliar enam ratus delapan belas juta sembilan ratus ribu rupiah); dan
d. Belanja Hibah Koperasi Rp600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah).
(4) Belanja Hibah Dana Bantuan Operasional Sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, merupakan Belanja Hibah Uang Dana Bantuan Operasional Sekolah yang diterima oleh Satuan Pendidikan Dasar Negeri Rp97.739.600.000,00 (sembilan puluh tujuh miliar tujuh ratus tiga puluh sembilan juta enam ratus ribu rupiah).
(5) Belanja Hibah Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d, merupakan Belanja Hibah berupa Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik Rp1.958.112.000,00 (satu miliar sembilan ratus lima puluh delapan juta seratus dua belas ribu rupiah).
Pasal 16
(1) Anggaran Belanja Bantuan Sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1) huruf d, terdiri atas:
a. Belanja Sosial Kepada Individu Rp19.500.000,00 (sembilan belas juta lima ratus ribu rupiah);
b. Belanja Bantuan Sosial Kepada Keluarga Rp21.300.000.000,00 (dua puluh satu miliar tiga ratus juta rupiah); dan
c. Belanja Bantuan Sosial Kepada Kelompok Masyarakat Rp632.155.000,00 (enam ratus tiga puluh dua juta seratus lima puluh lima ribu rupiah).
(2) Belanja Bantuan Sosial Kepada Individu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, merupakan Belanja Bantuan Sosial Uang yang
direncanakan kepada individu Rp Rp19.500.000,00 (sembilan belas juta lima ratus ribu rupiah).
PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN KEPALA TAPR KETUA BADAN PEMBENTUKAN PERDA KETUA PANSUS
(3) Belanja Bantuan Sosial Kepada Keluarga sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, merupakan Belanja Bantuan Sosial Barang yang
direncanakan kepada keluarga Rp21.300.000.000,00 (dua puluh satu miliar tiga ratus juta rupiah).
(4) Belanja Bantuan Sosial Kepada Kelompok Masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, merupakan Belanja Bantuan Sosial Uang yang direncanakan kepada kelompok masyarakat Rp632.155.000,00 (enam ratus tiga puluh dua juta seratus lima puluh lima ribu rupiah).
Pasal 17
(1) Anggaran Belanja Modal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 huruf b, terdiri atas:
a. Belanja Modal Tanah Rp77.677.000.000,00 (tujuh puluh tujuh miliar enam ratus tujuh puluh tujuh juta rupiah);
b. Belanja Modal Peralatan dan Mesin Rp112.183.969.012,00 (seratus dua belas miliar seratus delapan puluh tiga juta sembilan ratus enam puluh sembilan ribu dua belas rupiah);
c. Belanja Modal Gedung dan Bangunan Rp290.494.473.318,00 (dua ratus sembilan puluh miliar empat ratus sembilan puluh empat juta empat ratus tujuh puluh tiga ribu tiga ratus delapan belas rupiah);
d. Belanja Modal Jalan, Jaringan, dan Irigasi Rp240.227.796.244,00 (dua ratus empat puluh miliar dua ratus dua puluh tujuh juta tujuh ratus sembilan puluh enam ribu dua ratus empat puluh empat rupiah); dan
e. Belanja Modal Aset Tetap Lainnya Rp1.117.375.000,00 (satu miliar seratus tujuh belas juta tiga ratus tujuh puluh lima ribu rupiah).
(2) Belanja Modal Tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, merupakan Belanja Modal Tanah Rp77.677.000.000,00 (tujuh puluh tujuh miliar enam ratus tujuh puluh tujuh juta rupiah).
(3) Belanja Modal Peralatan dan Mesin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, terdiri atas:
a. Belanja Modal Alat Besar Rp1.154.354.000,00 (satu miliar seratus lima puluh empat ribu tiga ratus lima puluh empat rupiah);
b. Belanja Modal Alat Angkutan Rp5.359.466.000,00 (lima miliar tiga ratus lima puluh sembilan juta empat ratus enam puluh enam ribu rupiah);
c. Belanja Modal Alat Bengkel dan Alat Ukur Rp32.855.000,00 (tiga puluh dua juta delapan ratus lima puluh lima ribu rupiah);
d. Belanja Modal Alat Pertanian Rp1.549.383.000,00 (satu miliar lima ratus empat puluh sembilan juta tiga ratus delapan puluh tiga ribu rupiah);
e. Belanja Modal Alat Kantor dan Rumah Tangga Rp21.523.921.508,00 (dua puluh satu miliar lima ratus dua puluh tiga juta sembilan ratus dua puluh satu ribu lima ratus delapan rupiah);
f. Belanja Modal Alat Studio, Komunikasi, dan Pemancar Rp1.362.011.000,00 (satu miliar tiga ratus enam puluh dua juta sebelas ribu rupiah);
PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN KEPALA TAPR KETUA BADAN PEMBENTUKAN PERDA KETUA PANSUS
g. Belanja Modal Alat Kedokteran dan Kesehatan Rp47.424.988.651,00 (empat puluh tujuh miliar empat ratus dua puluh empat juta sembilan ratus delapan puluh delapan ribu enam ratus lima puluh satu rupiah);
h. Belanja Modal Alat Laboratorium Rp1.936.416.310,00 (satu miliar sembilan ratus tiga puluh enam juta empat ratus enam belas ribu tiga ratus sepuluh rupiah);
i. Belanja Modal Komputer Rp24.398.440.000,00 (dua puluh empat miliar tiga ratus sembilan puluh delapan juta empat ratus empat puluh ribu rupiah);
j. Belanja Modal Alat Produksi, Pengolahan, dan Pemurnian Rp527.437.784,00 (lima ratus dua puluh tujuh juta empat ratus tiga puluh tujuh ribu tujuh ratus delapan puluh empat rupiah);
k. Belanja Modal Alat Keselamatan Kerja Rp524.432.000,00 (lima ratus dua puluh empat juta empat ratus tiga puluh dua ribu rupiah);
l. Belanja Modal Alat Peraga Rp104.265.000,00 (seratus empat juta dua ratus enam puluh lima ribu rupiah);
m. Belanja Modal Rambu-Rambu Rp353.480.000,00 (tiga ratus lima puluh tiga juta empat ratus delapan puluh ribu rupiah);
n. Belanja Modal Peralatan Olahraga Rp422.106.000,00 (empat ratus dua puluh dua juta seratus enam ribu rupiah); dan
o. Belanja Modal Peralatan dan Mesin BLUD Rp5.510.412.759,00 (lima miliar lima ratus sepuluh juta empat ratus dua belas ribu tujuh ratus lima puluh sembilan rupiah).
(4) Belanja Modal Gedung dan Bangunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, terdiri atas:
a. Belanja Modal Bangunan Gedung Rp289.276.437.318,00 (dua ratus
delapan puluh sembilan miliar dua ratus tujuh puluh enam juta empat ratus tiga puluh tujuh ribu tiga ratus delapan belas rupiah);
dan
b. Belanja Modal Gedung dan Bangunan BLUD Rp1.124.606.000,00 (satu miliar seratus dua puluh empat juta enam ratus enam ribu rupiah).
(5) Belanja Modal Jalan, Jaringan, dan Irigasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d, terdiri atas:
a. Belanja Modal Jalan dan Jembatan Rp108.327.546.221,00 (seratus delapan miliar tiga ratus dua puluh tujuh juta lima ratus empat puluh enam ribu dua ratus dua puluh satu rupiah);
b. Belanja Modal Bangunan Air Rp124.143.222.023,00 (seratus dua puluh empat miliar seratus empat puluh tiga juta dua ratus dua puluh dua ribu dua puluh tiga rupiah);
c. Belanja Modal Instalasi Rp556.000.000,00 (lima ratus lima puluh enam juta rupiah); dan
d. Belanja Modal Jaringan Rp7.201.028.000,00 (tujuh miliar dua ratus satu juta dua puluh delapan ribu rupiah).
(6) Belanja Modal Aset Tetap Lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e, terdiri atas:
PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN PARAF MATERI MUATAN KEPALA TAPR KETUA BADAN PEMBENTUKAN PERDA KETUA PANSUS
a. Belanja Modal Bahan Perpustakaan Rp535.116.000,00 (lima ratus tiga puluh lima juta seratus enam belas ribu rupiah);
b. Belanja Modal Barang Bercorak Kesenian/Kebudayaan/Olahraga Rp413.187.000,00 (empat ratus tiga belas juta seratus delapan puluh tujuh ribu rupiah);
c. Belanja Modal Tanaman Rp156.472.000,00 (seratus lima puluh enam juta empat ratus tujuh puluh dua ribu rupiah); dan
d. Belanja Modal Aset Tidak Berwujud Rp12.600.000,00 (dua belas juta enam ratus ribu rupiah).
Pasal 18
Anggaran Belanja Tidak Terduga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 huruf c, direncanakan sebesar Rp16.913.526.410,00 (enam belas miliar
sembilan ratus tiga belas juta lima ratus dua puluh enam ribu empat ratus sepuluh rupiah).
Bagian Keempat
Anggaran Pembiayaan Daerah Pasal 19
Anggaran Pembiayaan Daerah direncanakan sebesar Rp160.574.968.992 (seratus enam puluh miliar lima ratus tujuh puluh empat juta sembilan ratus enam puluh delapan ribu sembilan ratus sembilan puluh dua rupiah), yang terdiri atas:
a. Penerimaan pembiayaan; dan b. Pengeluaran pembiayaan.
Pasal 20
(1) Anggaran penerimaan pembiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 huruf a direncanakan sebesar Rp160.574.968.992,00 (seratus enam puluh miliar lima ratus tujuh puluh empat juta sembilan ratus enam puluh delapan ribu sembilan ratus sembilan puluh dua rupiah), yang merupakan SiLPA tahun sebelumnya;
(2) SiLPA tahun sebelumnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) direncanakan sebesar Rp160.574.968.992,00 (seratus enam puluh miliar lima ratus tujuh puluh empat juta sembilan ratus enam puluh delapan ribu sembilan ratus sembilan puluh dua rupiah).
Pasal 21
(1) Anggaran SiLPA tahun sebelumnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 ayat (2), terdiri atas:
a. Pelampauan Penerimaan Pendapatan Asli Daerah;
b. Pelampauan Penerimaan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah;
c. Penghematan Belanja; dan d. Sisa Belanja Lainnya.
(2) Pelampauan Penerimaan Pendapatan Asli Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a direncanakan sebesar Rp52.935.879.354,00 (lima puluh dua miliar sembilan ratus tiga puluh lima juta delapan ratus tujuh puluh sembilan ribu tiga ratus lima puluh empat rupiah);