Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1945
PENGGUNAAN METODE THE POWER OF TWO
PADA MATERI MAKANAN DAN MINUMAN HALAL DAN HARAM
Oleh : Musringatun IAIN PALANGKA RAYA
Email : [email protected] ABSTRAK
Permasalahan dalam penelitian ini adalah siswa tidak menguasai pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada materi makanan dan minuman halal dan haram, sehingga menyebabkan hasil belajar mereka masih rendah. Hal tersebut disebabkan kurangnya penguasainya siswa pada materi pembelajaran dan kurang aktifnya siswa dalam mengikuti pembelajaran. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan model pembelajaran The Power Of Two. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penggunaan metode The Power Of Two untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi makanan dan minuman halal dan haram.
Peneltian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan di SMPN 1 Pangkalan Lada Kabupaten kotawaringin Barat pada siswa kelas VIII A semester genap tahun 2021/2022 dengn jumlah siswa 20 oarang yang terdiri dari 11 laki-laki dan 9 perempuan. Tehnik analisis data yang digunakan adalah diskriptif kualitatif. Prosedur penelitian ini dilakukan dengan 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktifitas guru pada siklus I mencapai skor 29 dengan kriteria “ Baik” dan pada siklus II mencapai skor 37 dengan kriteria “ “Sangat Baik”. Aktifitas siswa pada siklus I mencapai kriteria “Aktif” dan Siklus II mencapai kriteria “ Sangat Aktif”.
Ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I mencapai 65% dan pada siklus II meningkat menjadi 95%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa metode The Power Of Two dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI pada materi makanan dan minuman halal dan haram kelas VIII A SMPN 1 Pangkalan Lada.
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1946 Kata kunci : Hasil belajar, The Power Of Two
PENDAHULUAN
Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah matapelajaran yang wajib diajarkan di sekolah. Dalam PAI ada sebagian materi yang dianggap sulit, sehingga mempengaruhi hasil belajar siswa. Untuk mengatasi masalah tersebut, peran guru dalam proses pembelajaran sanagatlah diperlukan. Guru harus mempunyai cara-cara baru yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Guru harus mampu menguasai materi yang dijarkan seklaigus dapat membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuannya secara efektif melalui strategi pembelajaran yang diterapkannya. Salah satu cara yang harus diterapkan guru adalah memilih metode pembelajaran yang tepat sesuai dengan tujuan, jenis dan sifat materi yang diajarkan. Metode adalah cara yang harus dilakaukan guru untuk membantu tercapainya suatu tujuan pembelajaran. Hal ini seperti pendapat ( Jumanta Handayani, 2016 : 17), bahwa metode adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan metode pembelajaran adalah cara yang harus ditempuh oleh seorang guru untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hal ini seperti pendapat Mardeli, bahwa metode pembelajaran merupakan cara yag dapat membantu seorang guru untuk menyampaiakan proses pembelelajaran. dalam bahasa Arab disebut minhaj, wasilah, kaipiyah, dan thoriqoh, semuanya adalah sinonim, namun yang paling populer digunakan dunia pendidikan adalah thoriqoh, bentuk jama‟ dari thuruq yang berarti jalan atau cara yang harus ditempuh.( Mardeli, 2015: I).
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1947
Berdasarkan observasi awal yang diperoleh di SMPN 1 Pangkalan Lada, masih terdapat pelajaran yang belum mencapai Kriteria ketuntasan Minimal (KKM). Salah satu pelajaran yang belum mencapai KKM adalah PAI pada materi makanan halal dan haram pada kelas VIII. Kurang maksimalnya hasil belajar siswa pada materi makanan halal dan haram tergambar dari persentase hasil belajar siswa pada tabel berikut ini :
No Ketuntasan Jumlah Siswa Presntase
Angka Ketuntasan
1 ≤ 62 TidakTuntas 11 55 %
2 ≥ 62 Tuntas 9 45 %
Jumlah 20 100 %
Berdasarkan tabel tersebut siswa yang mencapai KKM 45% dan yang belum mencapai KKM sebanyak 55%.
Berdasarkan permaslahan yang ada di SMPN 1 Pangkalan Lada slah satu metode yang digunakan sebagai pengganti metode ceramah adalah metode pembelajaran The Power Of Two. Metode pembelajaran The Power Of Two merupakan metode pembelajaran yang menuntut siswa aktif dalam berdiskusi..
Metode The Power Of Two seperti metode pembelajaran kooperatif lainnya, praktik pembelajarannya diawali dengan guru mengajukan pertanyaan. Dengan pertanyaan tersebut untuk pertama kali yang dilakukan adalah siswa mengerjakan secara perorangan. Setelah semua menyelesaikannya, siswa diminta untuk mencari pasangan (Agus Suprijono, 2013 : 100). Jadi Metode The Power Of Two merupakan metode pembelajaran yang melibatkan keaktifan dan
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1948
interaksi siswa dengan cara memberikan pernyataan mengenai materi pembelajran yang sedang diberikan guru. Setelah siswa diberikan permasalahan, siswa diberikan kesempatan untuk menjawab dan menjelaskan solusi dari permasalahan tersebut, setelah itu siswa mencari pasangan untuk menguatkan pendapat mereka.
Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah untik mengetahui hasil belajar siswa yang menerapkan metode pembelajaran The Power Of Two pada materi makanan dan minuman halal dan haram pada kelas VIII A SMPN 1 Pangkalan Lada.
.
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berasal dari istilah berbahasa Inggris Classroom Action Research yang berarti penelitian yang dilakukan dalam kelas untuk mengetahui akibat tindakan yang diterapkan pada suatu subjek penelitian di kelas tersebut. Penelitian tindakan kelas ini pertama kali diperkenalkan oleh Kurt Lewin pada tahun 1946 yang selanjutnya dikembangkan oleh Stephen Kemmis, Robin Mc Taggart, John Elliot, Dave Ebbutt dan lainnya. ( Mualimin dan Cahyadi, 2014 : 5)
PTK dapat menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik pendidikan. hal ini terjadi karena kegiatan tersebut dilaksanakan sendiri, di kelas sendiri dengan melibatkan siswa sendiri, melalui sebuah tindakan yang direncnkan, dilaksanakan, dievaluasi dan direflleksi. Dengan demikian
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1949
diperoleh umpan balik yang sistematis mengenai apa yang selama ini dilakukan dalam kegiatan belajar mengajar untuk diterapkan dengan baik di kelas yang ditekuninya (Susilowati, 2018)
Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif, Penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunkan untuk meneliti pada kondidi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif menekannkan makna dari generalisasi. ( Lexi J. Moleong, 2001:3)
Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 1 Pangkalan Lada yang beralamat di Jalan Ahmad Yani Km 40 Pandu Senjaya Pangkalan Lada Kabupaten Kotawaringin Barat.
Adapun Sujek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMPN 1 Pangkalan Lada Tahun Pelajaran 2021/2022 sebanyak 20 siswa, terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan.
Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen sekaligus sebagai pengumpul data. Prosedur yang dipakai dalam pengumpulan data adalah (1) Observasi, (2) Tes Tulis, dan (3) Dokumentasi.
Tehnik Analisis data menggunakan nilai Tes Formatif, dimana peneliti melakukan penjumlahan nilai yang diperoleh siswa, dan selanjutnya dibagi dengan jumlah siswa keseluruhan yang ada dalam kelas tersebut sehingga diperoleh rata-rata tes formatif. Sedangkan menilai ketuntasan belajar klasikal,
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1950
peneliti melakukan penjumlahan nilai yang diperoleh siswa, dan selanjutnya dibagi dengan jumlah siswa keseluruhan yang ada dalam kelas tersebut sehingga diperoleh rata-rata tes
Secara umum pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat digolongkan menjadi empat tahapan, yaitu: (1) Perencanaan tindakan (Planning). Dalam tahap ini peneliti menyusun rencana pembelajaran yang akan dilaksanakan. Rencana pembelajaran tertuang dalam RPP yang terdiri dari penyususnan Kompetensi Dasar, merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran, menyiapkan materi pembelajaran, membuat LKPD dan membuat instrumen penilaian berupa pretest dan posttest, merevisi perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian apabila terdapat perbaikan. Rencana tersebut dijadikan sebagai acuan dalam melaksanakan setiap tindakannya agar mencapai hasil yang maksimal.(2) Pelaksanaan tindakan (Acting). Pada tahap ini penelitian tindakan adalah pelaksanaan tindakan di kelas berdasarkan rencana yang telah dibuat sebelumnya, yaitu pelaksanaan yang mengacu pada RPP.
Pelaksanaan tindakan ini dilakukan dalam 2 siklus.(3) Pengamatan terhadap tindakan (Observing). Tahap ini yaitu kegiatan pengamatan yang dilakukan bersamaan dengan berlangsungnya pelaksanaan tindakan. Kegiatan ini dilakukan oleh observer yang akan mengamati berlangsungnya proses pembelajaran. pengamatan dilakukan untuk mengetahui keaktifan siswa dalam belajar. Pada langkah ini. guru sebagai peneliti melakukan observasi terhadap tindakan yang dilakukannya sendiri, mencatat hal-hal yang dipandang penting, dan hambatan-hambatan yang dialami selama melakukan tindakan. Agar observasi dapat dilakukan secara cermat, guru sebaiknya menggunakan format atau pedoman observasi yang sebelumya telah disusun secara cermat pula Observasi dilakukan
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1951
terhadap proses tindakan dan dampaknya terhadap perbaikan proses pembelajaran maupun hasil belajar siswa ( Muhammad Reza, 2021), (4) Refleksi terhadap tindakan (Reflecting). Kegiatan akhir dari rangkaian kegiatan PTK adalah tahap refleksi. Refleksi dilaksanakan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan, mengetahui kekurangan dan kelebihan dari tindakan yang telah dilaksanakan. Kegiatan refleksi ini memberikan kemudahan untuk melakukan perubahan pada tindakan berikutnya.
HASIL PENELITIAN
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : Siklus I
Penelitian ini dimulai dengan perencanaan, yaitu dengan menyusun perangkat pembelajaran (RPP), membuat instrumen penelitian (lembar pengamatan dan LKPD). Kemudian pda tahap kedua adalah pelaksanaan, yaitu dengan melakukan tindakan pebelajaran seperti yang sudah direncanakan (melakukan PBM dengan menerapkan metode The Power Of Two). Setelah menerapkan metode The Power Of Two ada peningkatan hasil belajar dibandingkan dengan sebelum dilakukan tindakan. Hasil belajar pada siklus I adalah sebagai berikut :
No.
Ketuntasan Jumlah
Presentase Angka Ketuntasan
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1952
Siswa
1 ≤ 62 Tidak tuntas 7 35%
2 ≥ 62 Tuntas 13 65%
Jumlah 20 100%
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa siswa yang telah tuntas sebanyak 13 siswa dengan presentase 65% dan siswa yang tidak tuntas yaitu sebanyak 7 siswa dengan presentase 35%.
Tahap selanjutnya adalah pengamatan aktivitas siswa setelah dilakukan tindakan dengan penerapan metode The Power Of Two ada peningkatan dibandingkan sebelum dilakukan tindakan, yaitu sebagai berikut :
Dari tabel tersebut terlihat bahwa hanya ada 3 orang siswa (15%) yang mendapatkan kriteria sangat aktif dan yang mencapai kriteria aktif ada 11 orang siswa (55%), untuk kriteria cukup aktif ada 6 orang siswa (30%) . Masih ada
No. Rentang Skor
Kriteria Jumlah
siswa
Persentase
1 17-20 Sangat Aktif 3 15%
2 13-16 Aktif 11 55%
3 9-12 Cukup Aktif 6 30%
4 5-8 Kurang Aktif 0 0%
Jumlah 20 20
Jumlah Siswa dengan Kriteria Aktif + Sangat Aktif 14 14
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1953
siswa yang hanya mencapai kriteria cukup aktif, hasil ini perlu ditingkatkan lagi pada pertemuan selanjutnya.
Tahap terakhir adalah refleksi. Berdasarkan analisis data siklus I diperoleh kesimpulan sementara bahwa penerapan metode The Power Of Two yang dilakukan peneliti sudah dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi makanan dan minuman halal dan haram, namun belum maksimal . Oleh karena itu perlu perbaikan dan pengembangan dengan menggunakan metode The Power Of Two pada siklus II.
Siklus II
Pada siklus II ini tahapnya sama dengan siklus I, yaitu dimulai dari perencanaan. Perencanaan dilakukan dengan memperbaiki kekurangan yang dialami pada siklus I, yaitu dengan memberikan motivasi kepada siswa yang belum aktif dan siswa yang hasil posttesnya masih dibawah KKM. Setelah tahap perencanaan adalah tahap pelaksanaan dengan menggunakan metode The Power Of Two. Setelah dilakukan pembelajaran dan melakukan posttest didapaatkan
hasil belajar sebagai berikut :
No Ketuntasan Jumlah
Siswa
Presentase Angka Ketuntasan
1 ≤ 62 Tidak Tuntas 1 5%
2 ≥ 62 Tuntas 19 95%
Jumlah 20 100%
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1954
Dari tabel diatas dapat dihat bahwa siswa yang tuntas sebanyak 19 siswa dan yag belum tuntas hanya 1 siswa. Kemudian pada tahap pengamatan aktivitas iswa didapatkan hasil sebagai berikut :
No. Rentang
Skor
Kriteria Jumlah siswa
Persentas e
1 17-20 Sangat Aktif 4 20%
2 13-16 Aktif 13 65%
3 9-12 Cukup Aktif 3 15%
4 5-8 Kurang Aktif 0 0%
Jumlah 20 100%
Jumlah Siswa dengan Kriteria Aktif + Sangat Aktif 17 85%
Dari tabel di atas terlihat ada 4 orang siswa (20%) yang mendapat kriteria sangat aktif dan 13 orang siswa (65%) yang mencapai kriteria aktif serta 3 orang siswa (15%) yang mendapat kriteria cukup aktif.
Tahap terakhir dari penelitian ini adalah refleksi. Keberhasilan yang didapatkan adalah sebagai berikut :a) Pembelajjaran siklus II dinyatakan sudah berhasil karena dilihat dari hasil tes formatif dari 20 siswa yang mendapatkan nilai tuntas sebanyak 19 siswa atau 95 %. b) Hasil pengamatan terhadap siswa menunjukkan peningkatan yaitu siswa lebih memperhatikan penjelasan guru, aktif bertanya dan dapat menyelesaikan soal formatif materi makanan dan minuman halal dan haram dengan benar.
Kekurangan dari aktifitas yang dilakukan siswa menunjukkan adanya peningkatan, namun masih ada 1 anak yang belum berhasil memenuhi nilai tuntas yaitu masih dibawah KKM (62), hal tersebut disebabkan karena siswa
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1955
mengalami rendah dalam berfikir. kemudian dalam keaktifan masih ada 3 siswa yang kriteria cukup aktif, hal ini dikarenakan siswa masih merasa malu. Karena itulah guru terus memberikan motivasi dan pendampingan kepada siswa yang belum tuntas dan siswa yang cukup aktif.
Pembahasan
Perbandingan hasil belajar siswa dari pembelajaran Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II dapat dilihat dari tabel berikut ini :
No Standar Ketuntasan Pra Siklus Siklus I Siklus II Angka Ketuntasan Jumlah % Jumlah % Jumlah %
1 ≤ 62 Tidak
Tuntas
11 55 7 35 1 5
2 ≥ 62 Tuntas 9 45 13 65 19 95
Hasil penelitian dan pembahasanmenjelaskan bahwa penerapan metode pembelajaran The Power Of Two dapat meneningkatkan hasil belajar PAI siswa khususnya pada materi makanan dan minuman halal dn haram. Hasil evaluasi belajar siswa menunjukkan adanya peningkatan. Pada pra siklus presentase ketuntasan belajar siswa adalah 45%, pada Siklus I meningkat menjadi 65% dan pada Siklus II meningkat menjadi 95%.
Berdasarkan hasil pengamatan pada aktivitas siswa dalam belajar yang setiap siklus terjadi peningkatan, keadaan tersebut menunjukan bahwa penggunaan
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1956
metode The Power Of Two dapat menciptakan keaktifan siswa saat proses pembelajaran.
Hasil observasi penilaian aktivitas siswa dalam siklus I dan siklus II dapat digambarkan dalam tabel sebagai berikut :
No Siklus Kurang
Aktif
Cukup Aktif
Aktif Sangat Aktif
1 I 0% 30% 55% 15%
2 II 0% 15% 65% 20%
Pada gambar diatas terlihat pada setiap siklus siswa yang aktif dan sangat aktif mengalami peningkatan. Hal ini mengindikasikan bahwa penerapan dengan menggunakan metode The Power Of Two mampu merangsang minat dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Pada siklus II siswa yang berkriteria sangat aktif dan aktif persentasenya mengalami peningkatan sedangkan siswa yang berkriteria cukup aktif dan kurang aktif persentasenya mengalami penurunan.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penerapan metode The Power Of Two dapat meningkatkan hasil belajar PAI pada materi makanan dan minuman halal dan haram pada siswa kelas VIII A SMPN 1 Pangkalan Lada Tahun Pelajaran 2021/2022 dan mempermudah guru dalam mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Hal ini dibuktikan dari
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1957
peningkatan hasil belajar setiap siklusnya. Pada pra siklus nilai rata-rata siswa adalah 63,5, pada siklus I nilai rat-rata meningkat menjadi 67,5 dan pada siklus II meningkat menjadi 75,5. apabila dilihat dari dari perolehan nilai tertinggi pada pra siklus 90 dan pada siklus I dan Siklus II meningkat menjadi 100. Persentase ketuntasan klasikal hasil belajar peserta didik juga mengalami peningkatan yaitu pada prasiklus yang tuntas hanya 45%, pada siklus I meningkat menjadi 65% dan pada siklus II meningkat menjadi 95%. Hanya ada 1 siswa yang belum mencapai ketuntasan minimal dikarenakan pengaruh intelegensinya yang kurang selain itu minat dan semangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Agus Suprijono, Cooperative Learning Teori & Aplikasi PAIKEM, (Surabaya:
Pustaka Pelajar, 2013)
Jumanta Handayani, Metodologi Pengajaran, (Jakarta: Bumi Aksara, 2016)
Lexi J. Moleong, Metode penelitian Kualitatif, (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2001)
Mardeli, Metode pembelajaran, (Palembang: Noerfikri, 2015)
Mualimin dan Cahyadi, Penelitian Tindakan Kelas (Teori dan Praktik).
Susilowati, Dwi/ Edunomika Vo.. 02 No. 01 (Pebruari 2018)
Muhammad Reza, https://www.mandandi.com/2021/05/langkah-langkah- praktis-tindakan-kelas.html diakses pada 12 Juli 2022 pada 09. 25 WIB.
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1958