• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) MENGAJAR MATA PELAJARAN SIMULASI DIGITAL DI KELAS X AA DAN X AB SMK NEGERI 2 WONOSARI.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) MENGAJAR MATA PELAJARAN SIMULASI DIGITAL DI KELAS X AA DAN X AB SMK NEGERI 2 WONOSARI."

Copied!
151
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Mada Tamimi
  • Pengajar:
    • Prof. Dr. Rochmad Wahab, M.Pd., MA.
    • Drs. Rachmat Basuki, SH, MT
    • Drs. Acu Sutisna M,Pd.
    • Edy Noviyanto, S.Pd.T.
    • Drs. H. Sumarjo H, M.T.
  • Sekolah: Universitas Negeri Yogyakarta
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan
  • Topik: LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) MENGAJAR MATA PELAJARAN SIMULASI DIGITAL DI KELAS X AA DAN X AB SMK NEGERI 2 WONOSARI
  • Tipe: Laporan Individu Praktik Pengalaman Lapangan
  • Tahun: 2016
  • Kota: Yogyakarta

I. Analisis Situasi (Permasalahan dan Potensi Pembelajaran)

Bab ini menganalisis situasi pembelajaran di SMK Negeri 2 Wonosari sebelum pelaksanaan PPL. Analisis meliputi observasi kondisi fisik sekolah, fasilitas yang tersedia, jumlah guru dan karyawan, serta kegiatan akademik dan ekstrakurikuler yang berlangsung. Potensi siswa, guru, dan karyawan juga dikaji, menghasilkan gambaran komprehensif tentang lingkungan belajar di sekolah tersebut. Selain itu, analisis ini juga mencakup kondisi media dan sarana pendidikan yang ada, perpustakaan, serta berbagai jenis beasiswa yang ditawarkan sekolah. Akhirnya, analisis lokasi sekolah secara geografis dan lingkungan sekitarnya juga dibahas.

1.1 Observasi Kondisi Sekolah

Observasi yang dilakukan antara 21 Februari hingga 3 Maret 2016 memberikan gambaran menyeluruh tentang SMK Negeri 2 Wonosari. Analisis meliputi letak geografis sekolah yang strategis, fasilitas sekolah yang cukup lengkap termasuk perpustakaan, laboratorium komputer, dan bengkel-bengkel praktek. Jumlah guru dan karyawan yang memadai juga menjadi poin penting. Observasi juga mencatat berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang ditawarkan, menunjukkan komitmen sekolah dalam pengembangan siswa secara holistik. Secara umum, lingkungan belajar di SMK Negeri 2 Wonosari dinilai kondusif dan mendukung proses pembelajaran.

1.2 Potensi dan Permasalahan Pembelajaran

Meskipun memiliki potensi yang besar dengan fasilitas yang memadai dan jumlah guru yang banyak, beberapa permasalahan juga teridentifikasi. Salah satu permasalahan utama adalah kurangnya standarisasi alat dan bahan praktik di laboratorium, khususnya dalam pengujian bahan bangunan. Permasalahan lain mencakup kurang optimalnya penggunaan waktu pembelajaran, terutama di jam-jam pelajaran akhir sekolah karena beberapa faktor yang mengganggu konsentrasi belajar siswa. Selain itu, kurangnya kedisiplinan beberapa siswa juga menjadi catatan penting yang perlu ditangani.

II. Persiapan, Pelaksanaan, dan Analisis Hasil PPL

Bagian ini menguraikan persiapan PPL yang dilakukan, pelaksanaan kegiatan PPL termasuk praktik mengajar, dan analisis hasil pelaksanaan serta refleksi atas pengalaman selama PPL. Persiapan meliputi observasi lingkungan sekolah, pengajaran mikro, pembekalan PPL, dan pembuatan perangkat pembelajaran seperti RPP dan media pembelajaran. Pelaksanaan PPL mencakup praktik mengajar mata pelajaran Simulasi Digital di kelas X AA dan X AB, dengan penerapan model dan metode pembelajaran yang beragam, serta evaluasi pembelajaran yang dilakukan.

2.1 Persiapan Praktik Pengalaman Lapangan

Tahap persiapan PPL sangat penting untuk kesuksesan program. Mahasiswa melakukan observasi lingkungan sekolah dan proses pembelajaran untuk memahami karakteristik siswa dan guru. Pengajaran mikro di kampus memberikan simulasi mengajar sebelum terjun ke lapangan. Pembekalan PPL memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Mahasiswa juga membuat RPP dan media pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum dan kebutuhan siswa. Semua persiapan ini bertujuan untuk meminimalisir kendala yang mungkin muncul selama pelaksanaan PPL.

2.2 Pelaksanaan Praktik Mengajar

Pelaksanaan PPL melibatkan praktik mengajar mata pelajaran Simulasi Digital di kelas X AA dan X AB. Model pembelajaran Discovery dan Inquiry diterapkan dengan metode ceramah, demonstrasi, diskusi, dan penugasan. Media pembelajaran yang digunakan meliputi papan tulis, boardmaker, dan proyektor. Evaluasi pembelajaran dilakukan melalui soal pilihan ganda dan esai, serta penilaian penugasan. Praktik mengajar berlangsung selama dua bulan, dari 15 Juli hingga 15 September 2016, dengan total 6 jam pelajaran per minggu.

2.3 Analisis Hasil dan Refleksi

Analisis hasil pelaksanaan PPL menunjukkan bahwa secara umum program berjalan lancar. Media pembelajaran yang ada memadai, namun ada beberapa kendala seperti keterbatasan waktu dan kondisi kelas di akhir jam pelajaran. Konsultasi dengan guru pembimbing berjalan efektif. Evaluasi menunjukkan sebagian besar siswa mencapai KKM, namun beberapa siswa masih perlu perbaikan. Hambatan yang dihadapi meliputi kurangnya kepercayaan diri, kedisiplinan siswa, kesulitan dalam menyiapkan materi ajar yang sesuai dengan kurikulum K13, dan sarana dan prasarana yang kurang memadai di laboratorium.

III. Penutup

Bab ini menyimpulkan hasil PPL dan memberikan saran untuk peningkatan kualitas PPL di masa mendatang. Kesimpulan menekankan pentingnya PPL sebagai sarana melatih mahasiswa menjadi pendidik profesional dan manfaat pengalaman yang didapat selama PPL. Saran diberikan kepada SMK Negeri 2 Wonosari, Universitas Negeri Yogyakarta, dan mahasiswa PPL untuk meningkatkan kualitas program PPL.

3.1 Kesimpulan

Secara keseluruhan, PPL di SMK Negeri 2 Wonosari memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi kependidikan. Program ini berhasil melatih mahasiswa dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, melakukan evaluasi, serta mengelola berbagai aspek administrasi kependidikan. Pengalaman ini menjadi modal berharga bagi mahasiswa untuk menjadi pendidik yang profesional dan siap menghadapi tantangan dunia pendidikan.

3.2 Saran

Beberapa saran diberikan untuk meningkatkan kualitas PPL. SMK Negeri 2 Wonosari disarankan untuk meningkatkan kualitas bimbingan terhadap mahasiswa PPL, memperbaiki dan menambah sarana dan prasarana laboratorium, serta meningkatkan kedisiplinan siswa. Universitas Negeri Yogyakarta disarankan untuk meningkatkan kualitas pembekalan dan pengajaran mikro. Mahasiswa PPL disarankan untuk meningkatkan kepercayaan diri, mempersiapkan materi ajar dengan lebih matang, dan menjalin komunikasi yang baik dengan guru pembimbing dan siswa.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam pelaksanaan praktik mengajar, praktikan tidak lepas dari bimbingan guru mata pelajaran motor otomotif. Guru pembimbing mata pelajaran motor otomotif

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa PPL melaksanakan pembelajaran terbimbing dan pembelajaran mandiri pada mata pelajaran Teknologi Kontruksi Kayu yaitu kelas XI KK dengan

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa PPL melaksanakan pembelajaran terbimbing dan pembelajaran mandiri pada mata pelajaran Praktek Pelaksanaan Konstruksi Kayu (PKK)

Bimbingan belajar dikhususkan untuk siswa kelas XII sebagai persiapan menghadapi Ujian Nasional dan Ujian Praktik Kejuruan pada semua mata pelajaran yang diujikan,

- Guru pembimbing mata pelajaran Sejarah MAN YOGYAKARTA III. Pihak sekolah memberikan tugas dan kepercayaan kepada Ibu Rita Setyowati, S.Pd sebagai guru pamong mahasiswa PPL

Dalam praktek mengajar, setiap mahasiswa praktikan dibimbing oleh seorang guru pembimbing sesuai dengan mata pelajaran yang akan diajarkan dan dibimbing oleh seorang

Observasi tersebut meliputi observasi terhadap pembelajaran di dalam kelas, praktikan juga berusaha mencari informasi dari guru mata pelajaran kimia mengenai kondisi dan

Observasi tersebut meliputi observasi terhadap pembelajaran di dalam kelas, praktikan juga berusaha mencari informasi dari guru mata pelajaran kimia mengenai kondisi dan